Tidak hanya sekali atau dua kali tetapi berkali-kali kalau ada rombongan tamu pengunjung di Domus Pacis Santo Petrus muncul pertanyaan kepada para rama sepuh "Apakah rama-rama merasa senang tinggal di Domus?" Pertanyaan bagaimana bisa senang juga muncul dengan rumusan-rumusan lain seperti "Apa yang menyenangkan di Domus?". Ternyata beberapa rama menyebut menerima tamu sebagai hal yang amat menyenangkan. Hal ini bisa dipahami karena sebelum masuk rumah tua, yang 90% hidup harian banyak berada dalam kamar, dulu terbiasa hidup dalam kancah bersama banyak umat. Hadirnya rombongan tamu pengunjung memang membuat kegembiraan. Para rama sepuh mengalami kehidupan yang tak tersisihkan dari kehidupan umat.
Satu hal yang juga terjadi ketika masih berkarya, even pribadi juga biasa mendapatkan perhatian umat. Hal inilah yang diupayakan secara khusus oleh Domus Pacis Santo Petrus. Even-even pribadi itu adalah ulang tahun kelahiran dan ulang tahun tahbisan imamat. Di dalam even-even pribadi rama yang dirayakan mengalami kehadiran sanak keluarga dan orang dekat. Memang selain itu ada even peringatan arwah rama yang pernah jadi Domus Pacis Santo Petrus. Bahkan Malam Natal/Paskah juga jadi even. Dalam ulang tahun kelahiran ada menu khusus untuk makan siang serumah para rama dan karyawan ditambah undangan untuk sanak keluarga sebanyak 10 orang. Peristiwa besar adalah ulang tahun tahbisan imamat. Masing-masing rama bisa mengundang cukup banyak sanak keluarga dan orang dekat serta rombongan umat lain yang diundang oleh Domus. Hal seperti ulang tahbisan imamat adalah peringatan arwah dari rama yang pernah menjadi penghuni Domus. Sementara itu Malam Paskah/Natal juga dibuka untuk umat yang mendaftarkan untuk ikut. Semua hajatan selalu terjadi dengan Misa dan sesudahnya ada makan bersama. Semua diupayakan dengan tujuan agar para rama tidak merasa tersisih dari umat karena tinggal di rumah tua. Tetapi semua ini bisa terjadi karena ada warga umat yang memberikan kepedulian dengan menyumbang secara berkala. Bahkan untuk membuat para rama boleh menikmati snak harian secara memadahi, separo jumlah hari dalam setiap bulan selalu ada umat yang menyediakan dan mengirimkannya. Para penyumbang kebutuhan khusus itu pada November 2025 adalah :
- Penyumbang Snak : 1. Ibu Sri Wahyuni; 2. Ibu Rachel; 3. Ibu Endang Purwani; 4. Ibu Kanti; 5. Ibu Endang Pr; 6. Ibu Wahyu; 7. Ibi Ieneke; 8. Sri. Lusia; 9. Ibu Satyawati; 10. Ibu Rini; 11, Ibu Jatmiko; 12. Ibu Joni; 13. Ibu Debby; 14. Ibu Sintari; 15. Ibu Hera; 16. Ibu Novi; 17. Ibu Atik; 18. Ibu Titik Waliyanti; 19. Ibu Maryati; 20. Ibu Lucinda; 21. Ibu Jondit; 22. Ibu Tutik; 23. Ibu Daniek; 24. Ibu Elly; 25. Ibu Topo; 26. Ibu Septi; 27. Ibu Titus.
- Penyumbang Dana Hajatan : 1. Ibu Ambar; 2. Ibu Nadya; 3. Keluarga Patuk (5 org); 4. Ibu Umi; 5. Ibu Ratmi; 6. Ibu Mardanu; 7. Bapak Blasius Chasto; 8. Ibu Sri Purwaningsih; 9. Ibu Agnes Trijoko; 10. Ibu Yucha; 11. Ibu Rini Wahyudi; 12. Ibu Nike; 13. Apotek Jaya Sehat; 14. Ibu Yinni Tjia; 15. Ibu Bernadet Bintari; 17. Ibu Sri Daruningsih; 18. Ibu Yosepha; 19. Keluarga Rm. Sari; 20. Ibu Put Kusna Wijaya, 21. Ibu Primitiva.
No comments:
Post a Comment