Showing posts with label LAMUNAN. Show all posts
Showing posts with label LAMUNAN. Show all posts

Tuesday, May 7, 2024

Indahnya Kehendak-Nya?

Ketika masih berada di paroki saya sungguh menjumpai jalan kekudusan dari banyak kaum awam. Saya memang seorang imam yang mengalami lama studi keagamaan bahkan masih ditambah kuliah sosiologi pastoral. Saya memang suka membaca riwayat santo santa. Tetapi di kalangan kaum awam, yang katanya hidupnya khas duniawi, saya banyak menjumpai jalan kekudusan secara langsung. Hal ini tidak berarti bahwa saya tidak menjumpai kekudusan di kalangan suster, bruder, dan rama. Tetapi pengalaman karya saya sungguh membuat saya mayoritas merapat ke kaum awam. Dua pengalaman yang kerap terbayang hingga usia lansia dan tinggal di rumah tua berasal dari seorang janda dan seorang duda. Pertama, seorang ibu tua menjada sudah lama karena ditinggal suami kawin dengan orang lain ketika masih muda. Ketika saya sembrono berkata "Kok mau tetap setia sampai tua? Kok tidak membalas?" Janda itu berkata "Lho, ngandikane dados Katolik niku le pegatan nek pun mati" (Lho, katanya untuk keluarga Katolik yang namanya cerai itu kalau sudah mati). Yang kedua, seorang bapak duda yang terkenal dengan sikap keras dan biasa memaksakan kehendak serta suka menang sendiri. Itu ketika belum menjadi duda yang sungguh sosok lemah lembut. Ketika saya tanya "Kok bisa mengalami perubahan drastis?", beliau menjawab "Niki wohe kula ngopeni bojo dhek dangu sakit ngantos ditimbali Gusti" (Ini adalah buah ketika harus lama mengurus dan mendampingi istri yang lama sakit hingga dipanggil Tuhan). Dua pengalaman itu menjadi cahaya khusus ketika saya mengalami kekecewaan bahkan kejengkelan berhadapan dengan orang lain. Yang paling terasa adalah ketika saya merasa tidak dinomorsatukan. Ini sering saya alami apalagi kalau ada janjian dan saya sudah siaga tetapi yang berjanji tidak menepati. Ternyata kerap terjadi ada hal lain yang membuat saya "dikalahkan". Barangkali sadar atau tidak sadar orang dapat berlaku demikian karena saya tidak akan marah. Apalagi kalau mendengar kata "Maaf, ya rama", saya malah tertawa. Bukankah di situ saya bisa selalu belajar untuk bergembira menjalani yang bukan kehendakku? Apakah hal-hal seperti ini bukan jalan mengembangkan diri sesuai kehendak-Nya? Bukankah dalam doa Bapa Kami ada "Jadilah kehendak-Mu"? Kalau rasanya terlampau kecewa dan jengkel, pengalaman janda dan duda itu mengingatkan saya akan kata-kata Tuhan Yesus di taman Getsemani "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Mat 26:39)

Thursday, June 15, 2023

#Know: Mengenal Sejarah Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus

 diambil dari https://www.youcat.id/article


Halo Sobat YOUCAT! Tahukah kalian kalau bulan Juni oleh Gereja dikonsekrasikan kepada Hati Kudus Yesus? Di bulan ini juga Gereja merayakan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus yang jatuh pada hari Jumat tepat 19 hari setelah Hari Raya Pentakosta. Lalu bagaimana sih awal mula Gereja berdevosi kepada Hati Kudus Yesus dan merayakannya dalam liturgi? Seberapa penting sih berdevosi kepada Hati Kudus Yesus? Yuk kita bersama-sama melihat sejarah lahirnya devosi kepada Hati Kudus Yesus dan memahami misteri HatiNya yang terbakar cinta untuk kita.

Awal Mula Devosi kepada Hati Kudus Yesus

Pada abad-abad awal Kekristenan belum ditemukan adanya bukti devosi yang secara khusus kepada Hati Kudus Yesus. Baru pada sekitar abad ke-11 dan 12 mulai berkembang devosi kepada luka-luka Yesus, khususnya luka di Hati Yesus. Hal itu dapat dilihat dari kutipan St Bernardus dari Clairvaux (1090-1153) yang mengatakan “Luka di sisi Kristus mengungkapkan kebaikan dan kasih hatiNya bagi kita.” Pada masa itu juga ditemukan madah pertama yang ditujukan untuk menghormati Hati Kudus Yesus yang ditulis oleh Beato Hermann Yosef (1140-1241) yang berjudul Summi Regis Cor aveto. Yuk, kita merenungkan madah yang sederhana dan indah ini sambil menyelam lebih jauh ke dalam Hati Kudus Yesus.

“Summi Regis Cor aveto Te Saluto corde læto Te complecti me delectat Et cor meum hoc affectat Ut ad Te loquar toleres“

“Salam Hati Raja Maha Tinggi Dengan sukacita kumenghormatiMu MendekapMu menggembirakanku Sungguh menyentuh hatiku Ketika Kau izinkan aku berbicara denganMu”

Hati Kudus Yesus dan Para Kudus

Nah, pada abad ke-13 hingga abad ke-16 devosi kepada Hati Kudus Yesus mulai menyebar nih Sobat YOUCAT. Gereja pun diperkaya dengan kehadiran orang-orang kudus yang berdevosi kepada Hati Kudus Yesus. Mulai dari Santa Lutgardis, Santa Mechtildis, dan Santa Gertrudis hingga dilanjutkan oleh Santa Margareta Maria Alacoque dan Beata Maria dari Hati Ilahi dan banyak orang kudus lain yang semakin memperluas devosi Hati Kudus Yesus hingga ke seluruh dunia. Yuk kita lihat karya-karya cinta Hati KudusNya kepada para orang kudus ini!

Santa Lutgardis dan Rahmat Cinta Hati Kudus Yesus Yesus pernah menampakkan diri kepada Santa Lutgardis dan menawarkan sebuah rahmat. Awalnya dia memilih rahmat kemampuan berbahasa Latin agar dapat memahami sabda Allah dan memujiNya dalam liturgi suci. Yesus pun mengabulkannya namun ternyata meski memiliki pengetahuan yang luar biasa itu Lutgardis merasa kosong. Akhirnya ia kembali kepada Yesus dan meminta untuk menukar rahmat itu dengan Hati KudusNya. Yesus pun menukar HatiNya dengan hati Lutgardis, dan Lutgardis pun menjalani hidupnya dengan kelembutan dan cinta kasih dari Hati Yesus. Santa Lutgardis menyadari bahwa segala pengetahuan atau kelebihan tidak ada apa-apanya dibandingkan Hati Yesus yang Mahakudus yang dariNya kita dimampukan untuk hidup dalam cintaNya.

Santa Mechtildis dan Penghormatan kepada Hati Kudus Yesus Suatu ketika Santa Mechtildis mengalami penglihatan di mana Yesus meminta Santa Mechtildis untuk mencintaiNya dengan sepenuh hati dan menghormati Hati KudusNya dalam Sakramen Mahakudus sesering mungkin. Yesus pun berjanji akan menjadikan HatiNya tempat perlindungan sepanjang hidup hingga saat kematian Mechtildis. Sejak saat itu Mecthildis memiliki devosi yang luar biasa kepada Hati Kudus Yesus. Ia pun pernah berkata “Bila aku harus menuliskan semua kebaikan dan berkat yang kudapatkan dari devosi ini, maka buku sebesar apapun takkan muat menampung semuanya”. Santa Mechtildis mengajak kita untuk mencintai Yesus dengan sepenuh hati, maka dari Hati Yesus memancarlah rahmat berlimpah yang dapat membantu kita hidup dalam kekudusan dan bersatu dengan Dia.

Santa Gertrudis dan Detak Penuh Cinta Hati Yesus Kisah berikutnya datang dari Santa Gertrudis Agung. Santa Gertrudis Agung ini hidup dan bersahabat dengan Santa Mechtildis loh. Gertrudis adalah seorang biarawati yang pandai dan fasih berbahasa Latin. Pada usia 25 tahun, Gertrudis mengalami penglihatan pertamanya akan Yesus yang akhirnya mengubah fokus belajarnya dari ilmu-ilmu sekular ke Alkitab dan Teologi. Pada Hari Raya Santo Yohanes, Pengarang Injil, Santa Gerturdis mengalami penglihatan yaitu ia menyandarkan diri di Hati Yesus dan mendengarkan detakNya yang penuh cinta. Gertrudis pun bertanya kepada Santo Yohanes “Mengapa engkau tidak menuliskan indahnya detak Hati Yesus seperti yang kau rasakan saat perjamuan terakhir?“ Santo Yohanes pun menjawab: “Misteri ini dinyatakan kepada dunia saat dunia mulai dingin dan mengalami ‘krisis cinta‘“. Penglihatan ini seakan menjadi teguran akan perubahan zaman saat manusia tak lagi mencintai dan menolak cinta dari Hati Yesus.

Sepercik Cahaya dari Paray le Monial Pada abad ke-17 terjadi peristiwa yang membawa Devosi Hati Kudus Yesus semakin mendunia. Di Paray le Monial, sebuah kota di Perancis, Santa Margareta Maria Alacoque mengalami penglihatan tepat pada Hari Raya Santo Yohanes, Pengarang Injil, 27 Desember 1673. Yesus mengizinkan Santa Margareta bersandar pada Hati KudusNya dan mendengarkan detak Hati KudusNya. Yesus menunjukkan cintaNya yang menakjubkan dan menyampaikan kerinduanNya yaitu semua manusia mengetahui dan menyebarkan cintaNya, dan Yesus memilih Margareta untuk tugas ini. Penglihatan itu juga menampilkan cara-cara berdevosi kepada Hati Yesus seperti dengan menerima Tubuh Kristus setiap Jumat Pertama dalam bulan, melaksanakan Jam Suci dengan berdoa di depan Sakramen Mahakudus selama 1 jam setiap Kamis untuk memperingati Yesus di Taman getsemani, dan Perayaan Hati Yesus Yang Mahakudus. Inilah awal dari tradisi Misa Jumat Pertama yang sering kita rayakan sekarang ini.

Perjuangan Santa Margareta Maria Alacoque dalam menyebarkan devosi ini tidaklah mudah. Meyakinkan para teolog bahwa penglihatan itu asli menjadi tantangan tersendiri, bahkan tidak sedikit dari saudari sekomunitas yang meragukannya. Namun ada pula mereka yang mendukung devosi ini, misalnya Santo Klaudius La Colombiere, SJ, bapa pengakuan komunitas saat itu yang percaya kepada Santa Margareta. Pada 1686, Pesta Hati Yesus Yang Mahakudus dirayakan oleh komunitas biara Suster Ordo Visitasi tempat Santa Margareta berada, dan bahkan dua tahun kemudian dibangunlah sebuah kapel untuk menghormati Hati Kudus Yesus di Paray le Monial.

Setelah Santa Margareta Maria Alacoque meninggal pada 1690, kisahnya kemudian ditulis dalam buku De la Dévotion au Sacré Cœur atau “Devosi kepada Hati Kudus”. Buku itu membantu penyebaran devosi ini. Pada 1697 Tahta Suci mengizinkan Pesta Hati Kudus Yesus dirayakan namun masih terbatas di komunitas-komunitas religius. Pada 1720 di Kota Marseille, Perancis terjadi wabah pes yang mengerikan. Uskup Marseille, Henri de Belsunce, meneguhkan warga Marseille dengan melakukan prosesi Penghormatan kepada Hati Kudus Yesus secara umum. Mukjizat terjadi dan dengan cepat wabah pes menghilang dari Marseille. Dari sinilah devosi ini mulai mendunia. Pada 1856 atas dorongan para uskup Perancis, Paus Pius IX meresmikan Pesta Hati Yesus Yang Maha Kudus.

Hati Kudus Yesus dan Dunia Perjalanan menyebarkan Devosi Hati Kudus Yesus belum usai. Pada 10 Juni 1898 dari sebuah biara di Portugal muncul kembali pesan untuk berdevosi kepada Hati Kudus Yesus. Kali ini Santa Maria dari Hati Ilahi yang adalah seorang suster menerima pesan dari Kristus dalam sebuah penglihatan yang meminta Paus Leo XIII untuk mengkonsekrasikan seluruh dunia pada Hati Kudus Yesus. Akan tetapi, paus tidak melakukan apapun. Pada 6 Januari 1899 Santa Maria dari Hati Ilahi kembali menulis surat kepada paus bahwa setiap Jumat Pertama sepanjang tahun harus dikonsekrasikan kepada Hati Kudus Yesus.

Setelah menerima banyak surat dari Santa Maria dari Hati Ilahi, Bapa Suci mengadakan penyelidikan tentang penglihatan ini. Hasil penyelidikan yang positif kemudian mendorong Paus Leo XIII membuat Ensiklik Annum Sacrum (Tahun Kudus) pada Mei 1899 yang berisi keputusan untuk mengkonsekrasikan seluruh umat manusia kepada Hati Kudus Yesus. Ensiklik itu juga menganjurkan Devosi Jumat Pertama dan mengesahkan bulan Juni sebagai Bulan Hati Kudus Yesus.

Sejarah panjang Devosi Kepada Hati Kudus Yesus menjadi tanda cinta Allah kepada kita di setiap zaman. Meski ditolak dan tak diacuhkan manusia, Hati Yesus terus terbakar oleh cinta yang memanggil kita untuk tinggal di dalamNya dan mencintai seperti Dia. Jadi maukah kita menjawab panggilan cintaNya?

Thursday, May 18, 2023

Rencana Indah Tuhan


Pagi itu, Kamis 18 Mei 2023, beberapa kursi tertata di bagian barat ruang besar. Itu adalah bagian yang biasa untuk menerima rombongan tamu pengunjung Domus. Meja dengan papan putih bawaan dari Domus Pacis Puren, Pringwulung, juga sudah tampak. Itu pertanda akan adanya tamu. Meja papan putih biasa keluar untuk menempatkan sajian minuman teh dan snak bagi para tamu. Karena pagi itu Rm. Hartanta, Direktur Domus, tidak ikut makan bersama, tak ada informasi tamu akan datang dari mana dan pada jam berapa. 

"Wah, kula kena prank. Tamu sing janji dhateng enjing mboten teka" (Wah, saya tertipu. Tamu hari ini tak datang) kata Rm. Hartanta pada waktu makan siang. Dalam hal ini Rm. Bambang baru sadar mengapa hingga makan siang tidak ada panggilan untuk menerima tamu. Biasanya kalau ada tamu, para romo yang biasa ikut menerima akan dipanggil satu per satu di kamarnya. Ketika Rm. Bambang bertanya "Saking pundi, ta?" (Dari mana), Rm. Hartanta menjawab "Saking Semarang" (Dari Semarang). Rm. Bambang menyambung "Pun diganti sing wingi kok" (Sudah diganti yang datang kemarin, kok). Rm. Hartanta pun tertawa. Kebetulan saja pada Rabu 17 Mei 2023 sekitar jam 10.45 Rm. Diakon Koko dari Seminari Tinggi datang di kamar Rm. Bambang. "Wonten tamu badhe kepanggih Romo Bambang saking Kebondalem" (Ada tamu untuk Rm. Bambang dari Kebondalem). Ketika sedang asyik omong-omong, Rm. Hartanta tampak datang ke dapur. Maka Rm. Bambang memanggil beliau untuk bergabung. Dua orang dari para tamu ternyata sudah kenal baik dengan Rm. Hartanta yang pernah berkarya di Tanah Mas, Semarang. Tamu itu juga membawa banyak macam oleh-oleh makanan.

Sunday, December 18, 2022

Lamunan Hari Biasa Khusus Adven

Senin, 19 Desember 2022

Lukas 1:5-25

5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. 6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. 7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. 8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. 9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. 10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. 11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. 12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. 13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. 14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. 15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; 16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, 17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." 18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." 19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. 20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." 21 Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. 22 Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. 23 Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. 24 Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: 25 "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang dapat memiliki dambaan yang mewarnai sanubarinya. Dia dapat mengupayakannya dengan berbagai macam usaha.
  • Tampaknya, sekalipun situasi dan kondisinya sudah seakan menutup datangnya yang didambakan, orang bisa tetap mendamba. Maka ketika akhirnya datang yang didambakan, orang bisa amat bergembira dan memberitakan ke sana-sini.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun orang akan amat senang sekali menerima yang didambakan di kala segalanya sudah tertutup, orang pertama-tama yang menutup diri untuk menikmatnya sebagai anugrah ilahi yang juga membuat kekaguman bagi amat banyak orang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan relung hati orang akan membawa segala keberuntungan pertama-tama dalam penghayatan syukur mendalam kepada Tuhan.

Ah, kalau dapat keberuntungan khusus orang akan baik kalau menyelenggarakan pesta.

Sunday, May 9, 2021

Lamunan Paskah Pekan VI

Senin, 10 Mei 2021

Yohanes 15:26-16:4a

26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. 2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. 4a Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."

Butir-butir Permenungan

Ah, asal taat agama orang akan selalu membawa kebaikan.

Lamunan Paskah Pekan VI

Minggu, 9 Mei 2021

Yohanes 15:9-17

9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. 12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. 16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, kasih sejati biasa digambarkan bagaikan hubungan suami dan istri. Keluarga pun biasa diyakini sebagailandasan tumbuh dan berkembangnya cinta kasih.
  • Tampaknya, binatang juga bisa menjadi perlambang kasih penuh kesetiaan. Banyak orang memakai sepasang burung merpati sebagai ikonnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dengan berkeluarga orang harus mewujudkan kasih, itu tak akan berhasil untuk bertahan seumur hidup kalau tak ada kasih dengan model persahabatan penuh pengorbanan. Dalam yangilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa hubungan persahabatan, yang diwarnai oleh kesetaraan saling peduli dan rela berkorban, adalah landasan pewujudan jiwa kasih dalam penghayatan hidup apapun.

Ah, yang namanya kasih itu pasti romantis.

Lamunan Pekan Prapaskah I

Selasa, 24 Februari 2026 Matius 6:7-15 7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele   seperti kebiasaan orang yang tidak menge...