Showing posts with label RENUNGAN HARIAN. Show all posts
Showing posts with label RENUNGAN HARIAN. Show all posts

Monday, February 23, 2026

Lamunan Pekan Prapaskah I

Selasa, 24 Februari 2026

Matius 6:7-15

7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. 9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) 14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa berdoa adalah omong dengan Tuhan. Dalam doa orang menyampaikan rasa syukur atau permohonan.
  • Tampaknya, orang bisa dipandang pintar doa karena mampu merangkai kata dan kalimat yang ditujukan kepada Tuhan. Dia biasa diminta untuk memimpin doa bersama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun pintar menyusun kata dan kalimat untuk berdoa, orang baru sungguh berdoa kalau tak menjadikan Tuhan sebagai pendengar kata-kata tetapi kalau masuk dalam sambung hati dengan Tuhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati dalam doa orang bersanding hati dengan Tuhan bisa saling omong dan bisa hanya diam menikmati kebersamaan batin.

Ah, untuk berdoa agama sudah menyediakan teks atau hafalan.

Sunday, February 22, 2026

Lamunan Pekan Prapaskah I

Senin, 23 Februari 2026

Matius 25:31-46

31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, 33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. 34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. 35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. 37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? 38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? 40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. 41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. 42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; 43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. 44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? 45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. 46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, manusia ciptaan Allah bisa dibedakan atas berbagai keragaman. Ada macam-macam ras dan macam-macam bangsa.
  • Tampaknya, sebuah bangsa dalam sebuah negara juga bisa terdiri dari berbagai macam suku termasuk adat istiadatnya. Maka ada negara yang semboyan kesatuan dalam keragaman penduduk atau rakyatnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun manusia di dunia bisa dibedakan dalam berbagai macam ras atau kebangsaan atau suku atau bahkan golongan, perbedaan sejati hanya ada dua macam yaitu yang peduli dan yang abai Tuhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati di tengah berbagai macam perbedaan sosial dan kultural orang hanya akan membedakan orang berdasarkan sikap punya dan tidak punya kepedulian pada kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Ah, bagaimanapun juga makin luas pergaulan seseorang makin pahamlah dia akan adanya amat banyak ragam perbedaan sosial dan kultural.

Saturday, February 21, 2026

Lamunan Pekan Prapaskah I

Minggu, 22 Februari 2026

Matius 4:1-11

1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. 2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. 3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." 4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." 5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, 6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." 7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" 8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, 9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" 11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa Tuhan akan selalu menyertai orang-orang baik. Tuhan akan memberikan pelatihan-pelatihan untuk mengarungi kehidupan agar orang makin mendalam kebaikannya.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa bimbingan Tuhan juga bisa berupa ketidaknyamanan bahkan derita hidup. Orang baik-baik akan meyakininya sebagai cobaan dari Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun ada keyakinan bahwa Tuhan bisa menghadirkan pencobaan untuk menatar dan memperdalam kebaikan seseorang, orang akan sadar bahwa keinginan hidup nyaman dan berkedudukan tanpa susah payah juga bisa jadi cobaan yang berasal dari roh jahat. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan hati-hati terhadapan tawaran jalan pintas untuk meraih keenakan karena itulah strategi Iblis.

Ah, kalau ada tawaran yang mengenakkan, mengapa harus ditolak?

Friday, February 20, 2026

Lamunan Sesudah Rabu Abu

Sabtu, 21 Februari 2025

Lukas 5:27-32

27 Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" 28 Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. 29 Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. 30 Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 31 Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; 32 Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa beriman berarti beragama. Hidup keagamaan adalah tanda orang ikut Tuhan.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa dengan sungguh beriman orang taat menjalani agama. Segala wajib keagamaan bahkan berbagai kegiatan keagamaan dijalani.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, meskipun penghayatan iman dalam ungkapan tampak dalam hidup keagamaan, iman sejati berakar pada kesediaan terbuka dan mengikuti suara relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa agama tanpa hubungan batin dengan suara kalbu hanya jadi pertunjukan baik tanpa peduli pada kaum papa jasmani rohani.

Ah, beriman itu yang pokok adalah jalani wajib-wajib agama.

Thursday, February 19, 2026

Lamunan Sesudah Rabu Abu

Jumat, 20 Februari 2025

Matius 9:14-15

14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" 15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, setiap agama memiliki wajib tradisional masing-masing. Puasa biasa ada pada semua agama dan kepercayaan.
  • Tampaknya, ada gambaran sama sikap dasar penganut agama berkaitan dengan kewajiban berpuasa. Puasa biasa dikaitkan dengan tindakan tidak makan dan tidak minum.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun setiap agama dan kepercayaan ada tradisi wajib berpuasa, kalau hidup terpusat pada hubungan mesra dengan relung hati tindakan berpuasa tidak pernah tergantung pada ketentuan kesamaan waktu dan cara pelaksanaan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati, sekalipun setiap agama dengan kepercayaan punya tradisi berpuasa, orang akan terbuka menghormat tatacara pada berbagai penghayatan dalam berbagai agama dan kepercayaan.

Ah, yang namanya berpuasa itu yang harus menjalani tidak makan minum.

Wednesday, February 18, 2026

Lamunan Sesudah Rabu Abu

Kamis, 19 Februari 2025

Lukas 9:22-25

22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga." 23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. 24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. 25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, pada umumnya orang ingin hidup selamat. Ucapan selamat biasa dikaitkan dengan peristiwa gembira.
  • Tampaknya, pada umumnya orang ingin selalu damai sejahtera. Itu berarti tak ada susah gelisah, selalu tenteram, dan segala keinginan tercapai.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun susah derita biasa dijauhi oleh pada umumnya orang, tetapi bagi yang ikhlas bersusah derita bahkan kehilangan berbagai kenikmatan duniawi demi mempertahankan kebaikan dan kebenaran serta keluhuran hidup, dia justru akan menikmati kesejatian hidup. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yang tak pikir keselamatan diri tetapi keselamatan banyak orang, dia justru akan menghayati kesejatian keselamatan.

Ah, yang namanya selamat itu ya bebas dari hidup celaka.

Lamunan Pekan Biasa VI

Senin, 16 Februari 2026

Markus 8:11-13

11 Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga. 12 Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda." 13 Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada agamawan yang merasa sungguh dekat Tuhan karena merasa banyak anugerah. Segala permohonannya terkabul.
  • Tampaknya, ada agamawan yang mengutamakan permohonan dalam doa. Dia bisa yakin punya hubungan baik dengan Tuhan kalau apapun yang dimohonkan terjadi.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun terkabulnya doa permohonan terjadi bisa dikaitkan dengan keberimanan, orang baru sungguh beriman kalau yakin penyertaan Tuhan selalu menghadirkan kebaikan sekalipun dalam kejadian yang tak sesuai keinginan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa kesungguhan beriman adalah bisa menerima yang tak jelas dan tak terasa baik dengan keyakinan di situ ada yang sungguh baik sebagai penyertaan Tuhan.

Ah, kalau sungguh beriman apapun yang diinginkan pasti terlaksana.

"Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda." (Mrk 8:12)

ORANG BISA MERASA BERIMAN KALAU PERMOHONAN DONYA SELALU TERKABUL. TETAPI YANG SUNGGUH BERIMAN AKAN YAKIN SELALU ADA PENYERTAAN TUHAN DALAM REALITA APAPUN SEKALIPUN TAK SESUAI KEINGINAN DAN HARAPAN.

Lihat "Lamunan Pekan BIasa VI" Senin 16-2-2026 dalam RENUNGAN HARIAN https://domuspacispetrus.blogspot.com

Tuesday, February 17, 2026

Lamunan Rabu Abu

Rabu, 18 Februari 2025

Matius 6:1-6.16-18

1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. 2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. 4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. 

16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang memang bisa bangga kalau banyak orang tahu akan ketekunannya beragama. Banyak orang tahu bahwa dia taat menjalani wajib-wajib agama.
  • Tampaknya, dengan banyak orang tahu akan ketaatannya dalam beragama, dia akan dikenal kesalehannya. Banyak orang akan menghargai dan memujinya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun tampak taat akan agama bisa menghadirkan kebanggaan karena pujian banyak orang, orang baru sungguh beriman kalau secara individual bersemangat menjalani wajib-wajib agama dalam kesendirian ditemani oleh suara relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa penghayatan keagamaan yang hanya lahiriah apalagi ditunjukkan ke orang lain itu hanyalah kedangkalan hidup.

Ah, kalau rajin agama jelas dekat Tuhan.

Monday, February 16, 2026

Lamunan Pekan Biasa VI

Selasa, 17 Februari 2026

Markus 8:14-21

14 Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. 15 Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." 16 Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti." 17 Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? 18 Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, 19 pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul." 20 "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul." 21 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya pengaruh, itu adalah realita yang dialami oleh manusia. Bagaimanapun juga setiap orang akan mendapatkan pengaruh tata pikir, tata perasaan, dan aura keinginan karena pengaruh sosial.
  • Tampaknya, gerakan mempengaruhi setiap orang juga terjadi di dalam kehidupan bersama dalam masyarakat. Itu bisa menjadi penciptaan opini yang di era kini mudah marak karena daya media sosisal.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun orang memang harus berada dalam kebersamaan sosial, orang harus membiasakan diri untuk curhatan dengan relung hati agar terbebas dari daya kuasa penguruh buruk karena kesempitan pandangan dan gila kedudukan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan dinamis ikut Tuhan dalam perkembangan situasi hidup dan budaya setempat.

Ah, ikut apapun asal menghasilkan uang, itulah yang bijak.

Sunday, February 15, 2026

Lamunan Pekan Prapaskah IV

Senin, 16 Maret 2026

Yohanes 4:43-54

43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, 44 sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. 45 Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu.

46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. 47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. 48 Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." 49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." 50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. 51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. 52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." 53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya. 54 Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya teguran biasa membuat tidak nyaman di hati. Teguran selalu berisi penyalahan.
  • Tampaknya, untuk orang yang mau minta pertolongan, kalau justru menerima sikap menyalahkan, orang bisa sakit hati. Orang bisa terlibat konflik satu sama lain.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun sudah menunjukkan kepercayaan tetapi justru mendapatkan teguran dan penilaian negatif dari yang diminta pertolongan bisa menimbulkan rasa benci, bagi orang yang biasa punya kepekaan relung hati, dia justru makin memiliki kepercayaan dan penghargaan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang tak akan kehilangan iman sekalipun mendapatkan sikap negatif meragukan kepercayaannya.

Ah, bagaimanapun juga kalau sudah baik dan tak dipercaya, putus aja hubungannya.

Saturday, February 14, 2026

Lamunan Pekan Biasa VI

Minggu, 15 Februari 2026

Matius 5:17-37

17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. 27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. 31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. 33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang aktif menjalani wajib-wajib agama bisa dipandang tokoh iman. Apalagi kalau jadi penggerak dan pengurus, orang bisa dianggap sebagai teladan hidup beriman.
  • Tampaknya, yang paham akan ajaran-ajaran agama bisa dipandang sebagai penjaga iman. Apalagi kalau terdidik dan terpelajar dalam ilmu ketuhanan, orang bisa sebagai pentuntun iman.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yag biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun rajin menjalani wajib-wajib agama dan paham berbagai ajaran agama, orang baru sungguh beriman kalau biasa mengomongkan sendiri yang ditangkap dalam agama dalam relung hati dan kemudian berjuang menjalaninya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar sebodoh apapun dalam keagamaan kalau biasa omong dengan relung hati bisa jauh lebih beriman daripada yang paham agama dan hanya menjalani yang formalistik wajib.

Ah, bagaimanapun juga ulama dan aktivis agama adalah teladan hidup ikut Tuhan.

Friday, February 13, 2026

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Sirilus, Rahib, dan Metodius, Uskup

Sabtu, 14 Februari 2026

Markus 8:1-10

1 Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: 2 "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. 3 Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh." 4 Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?" 5 Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh." 6 Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. 7 Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. 8 Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. 9 Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. 10 Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, pada kini orang bisa mengandalkan pemenuhan kebutuhan dari berbagai macam pelayanan jasa. Ada jasa penyediaan pangan, sandang, dan papan.
  • Tampaknya, orang bisa menjamin kebutuhan banyak orang lain cukup dengan masuk dalam kancah para pebisnis. Itu bisa masuk ke mal-mal ke produser/pengrajin atau bahkan ke penyaji lewat media sosial.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun berada jauh dari keramaian bahkan mengalami ketiadaan sinyal HP, dengan masuk dalam kesunyian batin orang justru mampu mengelaborasi yang ada seminim apapun untuk memenuhi kebutuhan bersama. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati dan akrab dengan kesunyian batin orang akan selalu mendapatkan jalan pemenuhan kebutuhan bahkan sampai berkelimpahan.

Ah, jaman kini orang harus mandiri.

Thursday, February 12, 2026

Lamunan Pekan Biasa V

Jumat, 13 Februari 2026

Markus 7:31-37

31 Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. 32 Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. 33 Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. 34 Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah! 35 Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. 36 Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. 37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang hebat akan mudah mengutarakan apa yang dipikir dan dirasakan kepada khalayak umum. Dia bisa menjadi pembicara publik yang diidolakan oleh banyak orang.
  • Tampaknya, kemampuan omong memang juga memudahkan orang untuk meraih yang diinginkan. Bahkan dengan kemampuan omong orang bisa mendapatkan nafkah berlimpah.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun kemampuan omong dapat mudah menjadi kekaguman banyak orang, kalau hanya menjadi tokoh omong tetapi miskin kemampuan mendengar orang tak menemukan kebaikan untuk dirinya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mampu berkomunikasi dengan banyak orang dengan saling mendengar dan mengungkapkan kata-kata.

Ah, pokoknya kalau pintar omong pasti pintar cari uang.

Wednesday, February 11, 2026

Lamunan Pekan Biasa V

Kamis, 12 Februari 2026

Markus 7:24-30

24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. 25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." 29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." 30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, tidak sedikit agamawan yang memandang agama sebagai tanda iman. Orang yang percaya pada Tuhan pasti beragama.
  • Tampaknya, dengan rajin mengucapkan doa orang sudah menjalani agama. Orang dengan doa dan ibadat hidup dekat dengan Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun hidup keagamaan selalu bicara khasanah iman, orang baru sungguh beriman kalau bisa menjaga kerendahan hati dan tak sakit hati kalau direndahkan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa dengan kesediaan berendah diri orang ada harga di hadapan Tuhan.

Ah, Tuhan akan menista yang tak beragama.

Tuesday, February 10, 2026

Lamunan Pekan Biasa V

Rabu, 11 Februari 2026

Markus 7:14-23

14 Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. 15 Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya." 16 (Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!) 17 Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. 18 Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, 19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. 20 Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, 21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, 22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. 23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, untuk menjaga tubuh orang harus waspada adanya makanan yang berbahaya. Itu bisa membuat tubuh menderita karena bisa merangsang daya kekuatan penyakit.
  • Tampaknya, ada kepercayaan bahwa makanan tertentu berbahaya merusak jiwa. Itu bisa membuat orang masuk jadi golongan abai Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sebahaya apapun makanan bisa membuat tubuh menderita bahkan merusak keluhuran jiwa, bahaya sejati dalam hidup manusia justru berada dalam sikap batin orang yang tidak taat pada relung hati untuk hidup wajar sesuai dengan realita kongkret dirinya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa semua menu makan disajikan untuk manusia dan kalau membahayakan itu terjadi karena kebutaan dan ketulian orang sendiri berhadapan dengan realita dirinya.

Ah, pokoknya agar tak berdosa ada makanan tertentu yang harus disingkiri.

Monday, February 9, 2026

Lamunan Peringatan Wajib

Santa Skolastika, Perawan

Selasa, 10 Februari 2026

Markus 7:1-13

1 Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. 2 Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. 3 Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; 4 dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga. 5 Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?" 6 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. 8 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia." 9 Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. 10 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. 11 Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban--yaitu persembahan kepada Allah--, 12 maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya. 13 Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, setiap agama dan aliran kepercayaan mempunyai tradisi religius. Itu merupakan ritus atau tatacara untuk menghayati hidup keagamaan.
  • Tampaknya, ritus tradisi keagamaan biasa menjadi wajib bagi para penganutnya. Yang tidak disiplin menjalani bisa dicap sesat bahkan abai Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun kebiasaan praktek tradisional keagamaan bisa menampakkan kasalehan seseorang, kalau terlalu terfokus dan fanatik pada tata ritualistik, agamawan bisa konflik tajam dengan sesama penganut sendiri. Dalam yang ilahi kerena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa kalau dalam beragama perhatian hanya terarah pada hal ritualistik, orang bisa mengalami abai Tuhan dan konflik tak berkesudahan.

Ah, asal jalani kebiasaan tradisi dalam agama, orang dekat Tuhan.

Sunday, February 8, 2026

Lamunan Pekan Biasa V

Senin, 9 Februari 2026

Markus 6:53-56

53 Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. 54 Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. 55 Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. 56 Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dalam beragama orang melakukan berbagai macam kegiatan agar dapat menikmati anugerah Tuhan. Orang akan berupaya mendapatkan kelimpahan rahmat Tuhan.
  • Tampaknya, dengan banyak anugerah ilahi orang bisa merasa terjaga kebahagiaannya. Makin banyak rahmat diterima, makin kokoh keselamatannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun banyak dan besarnya anugrah bisa menjadi dambaan hidup, orang yang sungguh beriman akan sadar bahwa sepletik saja rahmat Tuhan disandang, dia akan mengalami damai sejahtera yang tak terkirakan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mengalami sukacita amat besar dengan hanya menyadari adanya anugerah Tuhan dalam hal kecil.

Ah, yang memuaskan itu ya kalau dapat anugerah besar.

Saturday, February 7, 2026

Lamunan Pekan Biasa V

Minggu, 8 Februari 2026

Matius 5:13-16

13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang akan senang kalau diakui kebaikannya. Dia merasa tersanjung.
  • Tampaknya, perbuatan baik memang bisa membuat orang mendapatkan penghargaan dan penghormatan. Kalau ingin mendapatkan kedudukan sosial tinggi orang bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan dukungan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun perbuatan baik bisa menghadirkan sanjungan dan penghormatan serta penghargaan sejati, perbuatan baik sejati sebenarnya merupakan aura keakraban seseorang dengan relung hati yang terpancar secara spontan alamiah dalam perbuatan yang membuat orang lain menyaksikan daya ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan relung hati orang dalam perilakunya membuat orang lain mengalami kebahagiaan yang sorgawi.

Ah, dengan kebiasaan berbuat baik orang bisa meraih kedudukan dan jabatan sosial terhormat.

Friday, February 6, 2026

Lamunan Pekan Biasa IV

Sabtu, 7 Februari 2026

Markus 6:30-34

30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. 31 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. 32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. 33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. 34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dalam kesibukan harian orang memang harus menyempatkan diri untuk beristirahat. Apalagi kalau kesibukan itu membuatnya didatangi oleh banyak orang orang sehingga untuk jeda makanpun bisa sulit menyempatkan diri.
  • Tampaknya, untuk bebas dari kesibukan harian orang bisa melancong atau berpawirisata. Dia bisa melakukan wisata alam atau wisata kuliner.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dengan berwisata alam ataupun wisata kuliner sudah bisa mendapatkan istirahat lepas dari kesibukan harian, istirahat sejati sungguh terjadi kalau orang bisa berada dalam kesendirian berhening diri jumpa ilahi di relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang bisa segar jiwa istirahat batin sekalipun di tengah acara padat kesibukan harian.

Ah, yang namanya istirahat penuh itu ya dengan tidur.

Thursday, February 5, 2026

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Paulus Miki, Imam dan Kawan-kawan Martir

Jumat, 6 Februari 2026

Markus 6:14-29

14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." 15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu." 16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." 17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, 20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. 21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. 22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", 23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" 24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. 27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. 28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. 29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, tak ada orang yang tak merasa senang mendapatkan hal yang membahagiakan. Kebahagiaan adalah kerinduan kedalaman batin setiap orang.
  • Tampaknya, orang akan amat menghargai apapun dan siapapun yang menjadi jalan hadirnya kebahagiaan. Orang dapat memberikan hadiah yang juga amat menyenangkan seseorang yang menghadirkan kebahagiaan besar.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun wajar memberi hadiah yang menyenangkan seseorang yang menghadirkan kebahagiaan, kalau yang dihadapi adalah golongan tamak dan dikuasai nafsu besar duniawi, orang dapat terperosok jadi alat orang jahat. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang dalam bersikap dan berhubungan baik dengan siapapun tetap akan memiliki kewaspadaan terhadap kemungkinan setan berulah di tengahnya.

Ah, orang harus selalu berjuang memenuhi keinginan orang serumah.

Lamunan Pekan Prapaskah I

Selasa, 24 Februari 2026 Matius 6:7-15 7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele   seperti kebiasaan orang yang tidak menge...