DOMUS PACIS PETRUS
Tuesday, March 10, 2026
Ulang Tahun Rm. Saptaka
Santo Sophronius
diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 13 Maret 2016 Diperbaharui: 13 Maret 2016 Hits: 12349
- Perayaan11 Maret
- LahirHidup pada abad ke-7
- Kota asalDamsyik (sekarang Damaskus - Suriah)
- Wafat
- Sekitar tahun 638 atau tahun 639 (sumber bervariasi) - penyebab kematian tidak diketahui.
- Kanonisasi
- Pre-Congregation
Ketika muncul ajaran sesat Monotelitisme, Sophronius dengan gigih melawan ajaran sesat yang menyatakan bahwa Kristus hanya memiliki satu kodrat Ilahi, dan menolak kodrat manusia-NYA. Ia menulis banyak buku demi membendung pengaruh ajaran ini. Buku-bukunya kini telah hilang. Pada tahun 633 Sophronius berangkat ke ibukota Kekaisaran Romawi Timur Konstantinopel demi memperingatkan para pemimpin Gereja agar tidak terpengaruh oleh monotelitisme yang ternyata mendapat dukungan dari Kaisar Heraklius (Kaisar Byzantium 610 – 641).
Meskipun misinya ke Konstantinopel tidak membuahkan hasil, namun Sophronius terpilih menjadi Patriark Yerusalem pada tahun 634. Segera setelah penobatannya, Sophronius menuliskan sebuah surat kepada Paus Honorius I dan para patriark gereja di wilayah Timur. Dalam suratnya ia menegaskan pandangannya akan dua kodrat Yesus, kodrat manusia dan kodrat ilahi. Ia kembali menyatakan penolakkannya terhadap ajaran Monotelitisme, yang menurutnya adalah wujud lain dari ajaran sesat Monofisit. Surat ini sekarang telah hilang; begitu juga dengan florilegium (Anthologi) dari sekitar 600 teks yang dikumpulkan Sophronius dari para Patriark Timur yang mendukungnya. Dokumen ini juga hilang. (Perjuangan Sophronius baru membuahkan hasil pada tahun 680, kurang lebih 40 tahun setelah kematiannya, saat diselenggarakannya konsili Konstantinopel III. Hasil konsili ini menolak ajaran Monotelitisme dan menyatakannya sebagai ajaran sesat.)
Ketika Yerusalem ditaklukkan oleh Khalif Umar bin Khatab (637), Patriark Sophronius menemani Umar saat ia mengunjungi tempat-tempat suci di Yerusalem. Ia berhasil menyakinkan Umar untuk tidak menghancurkan situs-situs suci umat Kristen khususnya Gereja Makam Suci, dan dapat berlaku murah hati terhadap umat kristen.
Santo Sophronius tutup usia di sekitar tahun 638 atau tahun 639.
Lamunan Pekan Prapaskah III
Rabu, 11 Maret 2026
Matius 5:17-19
17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Butir-butir
Permenungan
- Tampaknya, dalam agama memang ada tradisi warisan pendiri dan atau jemaat awal. Itu bisa berupa ajaran, tatacara ritual, dan peraturan.
- Tampaknya, orang dianggap beriman kalau setia pada warisan tradisi. Yang sungguh beriman akan menghafal rumusan-rumusan awal dan menjalani sepersis mungkin dengan yang dilakukan oleh pendiri dan atau jemaat awal.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dengan mempertahankan rumus dan tata apapun dalam tradisi keagamaan bisa dipandang sebagai kesetiaan iman, tetapi kesejatian kesetiaan iman adalah mempertahankan nilai terdalam pesan iman dalam setiap rumus dan bentuk warisan tradisi agama untuk dihayati sesuai dengan kehidupan kongkret. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati dengan terang Kitab Suci dan warisan tradisi orang akan mengungkapkan dan mewujudkan sikap batin mengikuti Tuhan sesuai dengan perkembangan situasi hidup dan budaya setempat.
Monday, March 9, 2026
Omongan Domus Pacis di Belakang Seminari Tinggi
Santo Paus Simplisius
diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 03 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014 Hits: 12004
- Perayaan10 Maret
- LahirHidup pada Abad ke-5
- Kota asalTivoli, Italy
- Wafat
- 10 Maret 483 | Oleh sebab alamiah
- Kanonisasi
- Pre-Congregation
Penduduk kelaparan dan miskin. Mereka telah dibebani pajak yang berat dan dirampok oleh para pejabat Romawi sebelumnya. Kemiskinan berkuasa di jalan-jalan dan menghalau segala sukacita. Para penakluk yang baru setidak-tidaknya tidak membebani mereka dengan pajak. Paus Simplisius mengusahakan segala daya upaya guna mengangkat taraf hidup masyarakat dan berkarya demi kebaikan mereka. Ia senantiasa ada di sana bagi mereka, tak peduli betapa kecil upaya yang dirasa dilakukannya. Dan sebab ia seorang yang kudus, ia tak pernah menyerah. Lebih dari sekedar perkataan, ia mengajar melalui teladan hidupnya yang kudus.
St. Simplisius harus banyak menderita sebagai seorang paus karena suatu alasan lain juga. Sebagian dari umat Kristianinya sendiri bersikukuh berpegang pada pendapat-pendapat mereka yang salah. Lalu, dengan pilu hati, St. Simplisius harus mengekskomunikasi mereka. Ia meluruskan mereka yang berbuat salah dengan kelemah-lembutan dan kerendahan hati. Simplisius melayani sebagai paus selama limabelas tahun dan sebelas bulan. Kemudian Tuhan memanggilnya untuk menerima ganjaran atas kerja kerasnya. St. Simplisius wafat pada tahun 483 dan dimakamkan di Basilika St. Petrus di Roma.
Lamunan Pekan Prapaskah III
Selasa, 10 Maret 2026
Matius 18:21-35
21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
Butir-butir
Permenungan
- Tampaknya, dalam hidup keagamaan ada gambaran tentang neraka dengan istilah apapun. Itu tempat siksa kekal bagi kaum pendosa.
- Tampaknya, neraka biasa dipahami sebagai muara kaum jahat dan pendosa. Tentu saja dosa dan kejahatan itu terjadi pada orang yang masih di dunia.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun setiap dosa dan kejahatan terancam masuk neraka, kesejatian dosa yang membawa orang ke siksa kekal neraka adalah sikap dan tindakan orang yang tidak terbuka untuk mengampuni yang berdosa dan jahat kepadanya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa jiwa dan tindakan pengampun adalah pembersih dosa dan kejahatan apapun yang dilakukan seseorang.
Ah, pokoknya yang berdosa pasti masuk neraka.
Sunday, March 8, 2026
Mengenang 2 Tahun Wafat Rm. Joko Sistiyanto
Berbicara tentang almarhum Rm. Agustinus Joko Sistiyanto bagaimanapun juga harus dikaitkan dengan upaya penghidupan suasana rumah para rama sepuh yang bernama Domus Pacis. Beliau masuk Domus Pacis hanya terpaut 2 minggu sesudah Rm. Bambang pada Juli 2010. Pada waktu itu yang ditempati adalah Domus Pacis Puren, Pringwulung, dan belum terpikir bahwa akan ada Domus Pacis Santo Petrus di Kentungan. Rm. Jaka mendapatkan SK Keuskupan karena kondisi beberapa penyakitnya. Bersama Rm. Agoeng, salah satu pengurus Domus, dan Rm. Bambang, Rm. Joko terlibat ikut memulai gerakan penghidupan para rama Domus sebagai Komunitas. Rm. Joko terlibat dalam pengadaan hajatan pertama pada 21 Desember 2011 ketika para rama sepuh mengadakan ulang tahun imamat ke 40 almarhum Rm. Harjaya. Kebetulan saja pada waktu Pak Tukiran, karyawan Domus, sudah 26 tahun bekerja untuk para rama sepuh. Open House yang diisi dengan omongan tentang kelansiaan menjadi acara pertama yang membuat banyak umat hadir. Domus makin dikenal dan menjadi salah satu studi ketuaan yang mulai tahun 2013 dalam program Novena Ekaristi Seminar. Sajian makan dan snak yang tadinya biasa disajikan untuk para rama di kamar sendiri-sendiri, mulai Idul Fitri 2013 menjadi ajang jumpa serumah dalam makan bersama. Barangkali karena kondisi yang masih tampak segar dan masing bisa bermobil sendiri ke banyak tempat bahkan rutin ke Semarang untuk kontrol dan berobat di RS Elisabet, Rm. Joko pindah ke Bantul pada tahun 2017 menjadi pastor pembantu Paroki Bantul. Meskipun demikian, karena kondisi yang harus banyak terawasi penyakitnya, beliau pindah di Pastoran Pringwulung agar dekat dengan RS Panti Rapih. Ketika para rama Domus Pacis Puren dipindahkan ke Domus Pacis Santo Petrus pada 1 Juni 2021, sebulan kemudian Rm. Joko juga menyusul karena kondisi penyakitnya sudah membutuhkan pelayanan ekstra. Ternyata hampir 3 tahun kemudian pada Jumat Agung 29 Maret 2024, Rm. Joko menghadap Bapa di keabadian. Itulah sebabnya pada Jumat 6 April 2026 Domus Pacis mengadakan Peringatan Wafat Rm. Joko yang ke 2 tahun. Banyak anggota keluarga dari adik-adik dan kemenakan serta putra-putri almarhum datang ke Domus. Dari anggota keluarga lebih dari 40 orang ikut Misa yang dipimpin oleh Rm. Andika, Direktur Domus Pacis, diteruskan dengan santap malam bersama.
Ulang Tahun Rm. Saptaka
" Hic et nunc " adalah bahasa Latin yang berarti "Kini dan di sini". Sekarang adalah hari Rabu tanggal 11 Maret 2026. Di...
-
Pada tanggal 3 Februari 2026 Mgr. Rubiyatmoko mengirim berita dalam WA Grup UNIO KAS NEWS "Para Romo, selamat malam. Mohon doa untuk Ra...
-
Sejak di Domus Pacis Puren, Pringwulung, keluarga ini memang biasa berkunjung ke Rm. Bambang setahun sekali. Itu terus terjadi hingga kini R...
-
"Siapakah dia?" Barangkali, kalau pertanyaan ini disertakan pada gambar foto dalam berita ini, akan ada beberapa orang yang ikut b...




