Wednesday, March 18, 2026

Kiriman Lempeng Gendar dan Slondhok


Pada Rabu 18 Maret 2026 Rm. Bambang mendapatkan tamu para suster dari Komunitas Dominicanes Pandega yang masuk wilayah Paroki Banteng. Para suster datang untuk berbicara mempersiapkan batuan mereka sebagai pembaca Kisah Sengsara dalam Perayaan Minggu Palma di Domus Pacis yang akan dilaksanakan pada Sabtu 28 Maret 2026. Untuk menerima para suster yang duduk memenuhi 3 bangku menerima tamu depan Dapur Domus, Rm. Bambang meminta kehadiran Rm. Jarot yang akan memimpin Misa Perayaan Palma. Untuk para suster memang disajikan teh dan snak yang ada di Domus. Tetapi Bu Rini, relawan Domus, mengeluarkan 2 stoples besar. Satu diisi slondhok, yaitu makanan ringan tradisional dari singkong. Sedang stoples satunya diisi lempeng gendar, yaitu kerupuk yang terbuat dari nasi. Itu adalah camilan tradisional tetapi dalam kemasan khusus dan istimewa karena lebar dan rasanya. Bu Rini masih mengisikan 3 stoples besar diisi lempeng gendar yang disajikan di 3 kelompok meja makan para rama Domus. Bahkan di pagi hari berikutnya Mas Abas, tenaga Domus, mengisi 3 stoples dengan slondhok yang juga disajikan di 3 kelompok makan para rama. Bahwa Rm. Bambang mempunyai banyak lempeng gendar dan slondhok, ternyata itu adalah kiriman Ibu Christina Dhamayanti. Beliau mengirim pesan WA pada Rabu 18 Maret 2026 jam 20.40 di HP Rm. Bambang "Mo tadi saya suruhan antar kletik2 dan telur ayam kampung ..... Sebetulnnya mau saya antar sendiri tapi malah kakinya kesiram minyak panas waktu menggoreng  slondok.  Makasih Mo saya selalu minta mendoakan kami  skr cucu pertama saya sdh lulus s2 notaris yg no2 sdh dokter muda jg di gama  maturnuwun". Selain lempeng gendar dan slondhok, Bu Christina memang juga mengirim telur ayam kampung.

Santo Yoseph

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 04 Agustus 2013 Diperbaharui: 25 Oktober 2019 Hits: 27860

  • Perayaan
    19 Maret
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Nazareth - Israel
  •  
  • Wafat
  •  
  • Nazareth - Israel | Sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi


St. Yosef adalah seorang santo besar. Ia adalah bapa asuh Yesus dan suami Santa Perawan Maria. Yosef memperoleh hak istimewa untuk merawat Putra Allah sendiri, Yesus, serta BundaNya, Maria. Yosef seorang yang miskin sepanjang hidupnya. Ia harus bekerja keras dalam bengkel tukang kayunya, tetapi ia tidak berkeberatan. Ia bahagia dapat bekerja bagi keluarga kecilnya. Ia amat mengasihi Yesus dan Maria.

Apa pun yang Tuhan ingin ia lakukan, St. Yosef segera melaksanakannya, tak peduli betapa sulit hal tersebut. Ia seorang yang rendah hati serta tulus hati, lemah lembut serta bijaksana. Yesus dan Maria mengasihinya serta taat kepadanya sebab Tuhan telah menjadikannya kepala rumah tangga mereka. Betapa bahagianya St. Yosef dapat hidup bersama dengan Putra Allah sendiri. Yesus taat kepadanya, membantunya serta mengasihinya. Kita biasa memohon bantuan doa St. Yosef sebagai pelindung mereka yang sedang menghadapi ajal, sebab kita percaya bahwa St. Yosef meninggal dunia dengan damai dalam pelukan Yesus dan Bunda Maria.

St. Theresia dari Avila memilih St. Yosef sebagai pelindung ordonya, ordo para biarawati Karmelit. Ia menaruh pengharapan besar dalam memohon bantuan doa St. Yosef. “Setiap kali aku meminta sesuatu kepada St. Yosef,” demikian katanya, “ia selalu memperolehkannya bagiku.”

Paus Pius IX menyatakan St. Yosef sebagai pelindung Gereja Universal.

Lamunan Hari Raya

Santo Yusuf, Suami Santa Perawan Maria

Kamis, 19 Maret 2026

Matius 1:16.18-21.24a

16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: ”Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” 24a Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang disebut kudus karena rajin menjalani agama. Apapun yang diperintah dan dilarang oleh agama akan ditaatinya.
  • Tampaknya, dengan rajin berdoa dan beribadat orang bisa yakin menjadi suci. Doa dan ibadat membuat orang selalu mendekatkan diri ke Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun dengan beragama orang mendapatkan terang yang menunjuk ke kekudusan, orang baru sungguh akan mengalami kesucian kalau biasa taat menjalani apapun kata komando yang muncul dalam relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa kesejatian hal-hal lahiriah agama adalah tanda dan sarana orang untuk masuk dalam dialog dengan nurani dan mentaati perintahnya.

Ah, asal rajin doa dan ibadat orang mudah meraih kekudusan.

Tuesday, March 17, 2026

Pekan Suci 2026 di Domus Pacis

Bagaimanapun juga Domus Pacis Santo Petrus merasa gembira karena untuk Pekan Suci 2026 mengalami dukungan dari umat. Perayaan Liturgi Minggu Palma yang akan dirayakan pada Sabtu sore jam 17.30 akan didukung oleh Kor Lingkungan Pajeksan Paroki Kumetiran. Bahkan ada kelomppok dari susteran OP akan menjadi pembaca Kisah Sengsara. Rm. Jarot akan menjadi pemimpin Misa. Untuk Kamis Putih, Rm. Saptaka akan memimpinnya. Misa juga dilaksanakan pada jam 17.30. Bahkan Perayaan Jumat Suci juga akan dimulai jam 17.30 yang akan dipimpin oleh Rm. Djoko Setyo dengan para postulan suster OP sebagai pembaca Kisah Sengsara. Untuk Misa Malam Paskah, yang juga akan dimulai pada jam 17.30, Pak Loly dari Lingkungan Nologaten Paroki Pringwulung akan datang bersama rombongan Kor. Rm. Bambang akan memimpin Misa Malam Paskah. Ada yang bertanya "Apakah umat umum boleh ikut Misa di Domus Pacis?" Jawaban yang diberikan adalah "Boleh dan memang terbuka untuk siapapun yang ingin ikut. Tetapi khusus untuk Malam Paskah yang akan ikut harus mendaftarkan diri. Yang akan ikut harus mencatatkan nama-nama dan paroki asal dikirim ke HP Rm. Bambang lewat WA no. 087834991969. Pendaftaran paling lambat hari Sabtu tanggal 28 Maret 2026. Hingga kini tercatat ada 95 orang pendaftar Misa Malam Paskah di luar rombongan Kor. Rm. Bambang mencatat para pendaftar sebagai berikut :

  • Kevikepan Yogyakarta Timur (5 Paroki, 22 orang). Paroki Pringgolayan (1. Ibu Nani Han, 2. Chosa, 3. Pipit, 4. Ibu Mardi); Paroki Minomartani (1. Bapak Gunawan, 2. Ibu Mercy, 3. FA Sandy Mariatna, 4. Berilla S Surbakti), Paroki Kalasan (1. Wiwik Vasthi, 2. Yuniarti, 3. Arza,  4. Titus Pulunggono, 5. Yulia Pulunggono, 6.  Pudentiana Sumbangsih, 7. Pierrette Clument); Paroki Pringwulung (1. Bu Atik, 2. De EL, 3. Ariel, 4. Bu Ratna, 5. Pak Ardi); Paroki Kotabaru (1.  FX. Handoko, 2. Rinawati)
  • Kevikepan Yogyakarta Barat (3 Paroki, 52 orang). Paroki Banteng (1. Bapak Sigit Sudarmadi, 2. Ibu Sigit, 3. Bp.Anton Soedjarwo, 4. Ibu.Kartika Kumala, 5. Ank. Erika Soedjarwo, 6. Romy Sulistiono, 7. Cucu Ivana Sulistiono, 8. Bapak Paulus Subiyanto, 9. Elleanora Gina C, 10. Ign BP Dian Krishna, 11. Bapak Unanto, 12. Ibu Septi, 13. Ari Puspo, 14. D Anna S, 15. B Widyatmoko. 16. F David P, 17. KS Indranandita, 18. D Dimas A, 19. Antonius Iwan  Kurniawan, 20. Fransiska jenny Irawati, 21. Josse William, 22. Ruth Meliana); Paroki Klepu (1. Djuwadi, 2. Retno, 3. Hartiyo, 4. Bu Ida, 5. Paiman, 6. Bonikem, 7. Ninik Mujiono, 8. Eka BP, 9. Sutrisni, 10. Suparta, 11. Suwarni, 12. Lita, 13. Mbah Saein, 14. Mbah Seno Kakung, 15. Mbah Seno Putri, 16. Ibu Murbaningsih, 17. Ibu Painah, 18. Yanti, 19. Zora, 20. Ibu Anna, 21. Yogi, 22. Yohani, 23. Bapak Sapari, 24. Ibu Sapari, 25. Ibu Sugiyarti, 26. Bapak Kholil); Paroki Gamping (1.  Maria Junianti, 2.  Johanes Heri, 3. Maria Audrey, 4. Vincentius Max)  
  •  Kevikepan Kedu (2 Paroki, 5 Orang). Paroki Ignatius Magelang (1. Stph. Rohani, 2. Th Sri Rahayu, 3.  Ag Ronny , 4.  D. Nugroho); Paroki Borobudur (1. Hilda)
  • Kevikepan Surakarta (2 Paroki, 13 orang). Paroki Gondang  (1. Dono Budoyo, 2. Niken, 3. Terania, 4. Hardono, 5 Anik Setyawati, 6. Elgiva, 7. Ratna Kriswidyastuti, 8. Nesia Amadea); Paroki  Boyolali (1. Yacobus Raditya Krisna Setiawan, 2. Scholastica Sitha Wardhani, 3. Antonius Mario Aria Ananda, 4. Gabriel Adhi Nayantaka, 5. Yosef Anantadana Rahadian Pramudito)

  • Kevikepan Semarang (1 Paroki, 2 orang). Tanah Mas (1.  Maria Endah W 2. Agustinus Vembriant)
  •  Keuskupan Agung Jakarta (1 Paroki, 1 orang). Paroki Maria Karmel (1. Galih)

Santo Salvador

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 23 April 2017 Diperbaharui: 29 April 2017 Hits: 11844

  • Perayaan
    18 Maret
    17 April (Fransiskan)
  •  
  • Lahir
    Bulan Desember tahun 1520
  •  
  • Kota asal
    Girona, Catalonia Spanyol
  •  
  • Wafat
  •  
  • 18 Maret 1567 di biara Fransiskan Cagliari Italia
    Sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    5 Februari 1606 oleh Paus Paulus V
    29 January 1711 oleh Paus Klemens XI
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 17 April 1938 oleh Paus Pius XI

Salvador Pladevall I Bien  lahir pada bulan Desember 1520 di Rumah Sakit Santa Coloma de Ferners, Girona, Catalonia Spanyol, dimana kedua orangtuanya bekerja sebagai pelayan. Pada usia 14 tahun Salvador telah menjadi yatim-piatu. Ia pindah ke Barcelona untuk tinggal bersama seorang saudarinya bernama Blasa. Di sini ia harus bekerja sebagai seorang pembuat sepatu untuk membantu penghidupan mereka berdua.

Ketika saudarinya menikah, Salvador memutuskan untuk menjawab panggilan hidup religius yang telah lama bergema dalam hatinya. Awalnya ia masuk biara Benediktin Santa Maria de Monserrat di dekat kota Barcelona. Namun ia merasa tidak cocok dengan regula biara yang ketat dan pola hidup kontemplatif yang dipraktekkan para Benediktin. Ia menginginkan pola hidup membiara yang lebih sederhana, karena itu ia masuk Biara Fransiskan di Barcelona dan diterima sebagai seorang lay brother (Broeder). Ia mengucapkan kaulnya pada tahun 1542 dan segera dikenal sebagai seorang bruder yang saleh dan rendah hati.

Salvador kemudian ditugaskan ke biara Tortosa, di Tarragona Spanyol, di mana para atasannya memberinya tanggung-jawab sebagai juru masakquaestor (biarawan yang bertugas meminta-minta derma) dan portir biara. Di sinilah Bruder Salvador diberkati Tuhan dengan karunia penyembuhan yang luar bisa. Ia menjadi terkenal sebagai seorang biarawan penyembuh yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan berdoa. Biara di Tarragona segera ramai diziarahi umat beriman yang mengharapkan penyembuhan ilahi. Tercatat jumlah pengunjung ke biara tersebut pernah mencapai sekitar 2.000 orang per minggu.

Karunia penyembuhan Salvador mendatangkan cemburu dalam hati para atasannya. Mereka mencurigainya bersekutu dengan kuasa kegelapan dan membentuk sebuah komisi khusus untuk mengawasinya. Mereka juga merasa terganggu dengan kunjungan ribuan umat ke biara dan memutuskan untuk memindahkan Bruder Salvador dari satu biara ke biara yang lain. Awalnya Salvador dipindahkan ke biara di Bellpuig, lalu ke Lleida, terus pindah ke biara Fransiskan Santa Maria Ratu para Malaikat di desa terpencil Horta de Sant Joan. Salvador lalu tinggal di biara Horta de Sant Joan selama dua belas tahun (1547-1559). Walau demikian, di manapun Bruder Salvador “disembunyikan”, umat selalu datang  dan memohon doanya yang penuh Kuasa Penyembuhan.

Dari Horta de Sant Joan Salvador dipindahkan ke biara Fransiskan di Reus, lalu pindah lagi ke kota Madrid. Mendengar kedatangannya di Madrid, umat kota ini berbondong-bondong datang menemui Bruder Salvador untuk disembuhkan. Bahkan Raja Spanyol saat itu, Raja Felipe II, juga mengunjunginya di biara demi memohon doa penyembuhan.

Pada tahun 1560 Bruder Salvador diadukan ke Tribunal Inkuisisi Spanyol berkenaan dengan berbagai mujizat penyembuhan yang dilakukannya. Setelah beberapa penyelidikan, para hakim Inkuisisi tidak menemukan penyimpangan apapun dan memutuskan untuk membatalkan tuduhannya.

Lima tahun kemudian bruder Salvador dipindahkan ke biara di Cagliari, pulau Sardinia, yang saat itu menjadi wilayah Spanyol. Di sini ia kembali ditugaskan sebagai juru masak di dapur biara. Umat yang mengharapkan penyembuhan tetap mendatanginya setiap hari, dan ia terus saja membantu menyembuhkan mereka dengan doa-doanya yang penuh kuasa Ilahi. Di biara inilah Bruder pembuat mujizat ini tutup usia pada tanggal 18 Maret 1567.

Bruder Salvador mengalami dua kali proses Beatifikasi; yang pertama oleh paus Paulus V pada tanggal 5 Februari 1606 dan yang kedua oleh paus Klemens XI pada 29 January 1711. Setelah proses beatifikasi, pada tahun 1758 relikwinya dipindahkan ke kota Sassari (masih di pulau Sardinia) dan disemayamkan dibawah altar utama Gereja St. Rosalie yang berada di pusat kota tersebut. Santo Salvador dikanonisasi pada tanggal 17 April 1938  oleh Paus Pius XI.(qq)

Lamunan Pekan Prapaskah IV

Rabu, 18 Maret 2026

Yohanes 5:17-30

17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga." 18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. 

19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. 20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. 21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. 22 Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, 23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. 24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. 25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. 26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. 27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. 28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. 30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada yang yakin bahwa agama adalah sumber dari segala kebaikan. Dengan beragama orang akan baik.
  • Tampaknya, dengan setia pada ajaran dan tatanan agama orang mendapatkan pegangan kebaikan. Perilakunya akan menjadi pancaran kebaikan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dalam agama orang mendapatkan berbagai arahan kebaikan, orang sadar bahwa kebaikan sejati yang terpancar dalam sikap dan perilaku mengalir dari orang mendasarkan pemahamannya dari mesranya dengan relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar dalam beragama akan sungguh jadi insan baik kalau menghayatinya dengan landasan hubungan dialogal dengan nurani.

Ah, asal sudah jalani agama orang pasti jadi baik. 

Monday, March 16, 2026

Rencana Syawalan Domus Pacis 2026

Sebentar lagi suasana masyarakat akan diwarnai kegembiraan khusus. Menurut penanggalan yang tertera pada tanggal 21 dan 22 Maret menjadi hari libur nasional. Dua hari itu menjadi Hari Raya Idul Fitri. Tak mengherankan kalau hari-hari sesudahnya akan ada perayaan-perayaan Syawalan. Domus Pacis sudah beberapa tahun juga mengadakan Syawalan bersama kaum disabel fisik, yaitu kaum cacad tubuh. Tetapi kaum disabel fisik yang diajak mengadakan Syawalan di Domus adalah para anggota grup WA yang bernama WADIS (WA Disabel). Tentu saja mereka bisa datang ke Domus bersama pengantarnya. Mereka akan bersama para rama Domus dan karyawan Domus. Karyawan Domus bisa mengajak keluarganya. Syawalan Persaudaraan WADIS - DOMUS PACIS sebenarnya biasa terjadi Minggu kedua sesudah tanggal Hari Raya Idul Fitri. Tetapi karena Minggu kedua adalah Hari Raya Paskah, maka Syawalan di Domus akan dilaksanakan pada MInggu 12 April 2026.  Para peserta memang harus mendaftarkan diri. Pendaftaran ke Rm. Bambang lewat WA di HP no. 087834991969. Pendaftaran ditutup pada pada 5 April 2026 sehingga paling lambat 4 April 2026. Sejak diumumkan pada 1 Maret, kini yang mendaftar sudah tercatat 103 orang.  

Jogja 23

1. Yosefin Meyliana, 2. Suratinah, 3. Lestari, 4. Nur Marjinah 5. Bu Bandiyah, 6. Agus suro, 7. Bu Ida Kenik, 8. MG Sri Kusdiyati, 9. Yuli Avianto, 10. Atik, 11. Niken, 12. Yusuf, 13. Nenti, 14. Otik, 15. Rini Rindawati, 16. Andreas P, 17. Magdalena Tri, 18. Sri Suyati, 19. Mbal Illah, 20. Subakir, 21. Sri Wahyunu, 22. Noviyanti, 23. Maria Veronika,

Bantul 13

1. Agus Suseno, 2. Zunardi, 3. Djaziri, 4. Siti Hibanah, 5. Ghufron, 6. Hudiono, 7. Feansiska Rikha, 8. Heriyanti Y, 9. Ispono, 10. Agus , 11. Farel, 12. Wiwik, 13. Farhan

Sleman 22

1. Yastuti Raharsih, 2. Lizara Richi, 3. Giyono, 4. Yunianto, 5. Ratna, 6. Adam, 7. Didin, 8. Endang, 9. Desi Listia, 10. Iswanto, 11. Tari, 12. Subardjo Y, 13. Lucia Djumini, 14. Parjono, 15. Mbak Tiwi, 16. Wakidah, 17. Sarwoto, 18. Sri Apeni, 19. Paryana, 20. Suharti, 21. Widodo, 22. Trimah

Kulon Progo 4

1. Lucia Haryanti, 2. Yopi, 3. Warso, 4. Tutik

Sala/Surakarta 7

1. Slamet, 2.Sulistyowati, 3.Dian, 4.Parni, 5.Kasno, 6. Meita, 7. Daud,

Klaten 21

1. Lusi, 2. Supri, 3. Sriyono, 4. Yayuk, 5. Endang, 6. V Suminah, 7. Sugiyo, 8. Bernardus, 9. Hubertus, 10. Maria, 11. Robert, 12. Ninik, 13. Maryono, 14. Harini, 15. Jumadi, 16. Alvin, 17. Tria, 18. Avca, 19. Juariyah, 20. Sri Lestari, 21. Juju Juliati

Magelang 11

1. Mariyat, 2. Ngatinem, 3. Nurdiyanto, 4. Indarti, 5. Mardi, 6. Sartini, 7. Muhzamrodin, 8. Sabar, 9. Wahyuni, 10. Naumi, 11. Nana

Gunung Kidul 2

1. Sudarmono, 2. Murwanti

Kiriman Lempeng Gendar dan Slondhok

Pada Rabu 18 Maret 2026 Rm. Bambang mendapatkan tamu para suster dari Komunitas Dominicanes Pandega yang masuk wilayah Paroki Banteng. Para ...