- Kevikepan Yogyakarta Timur (7 Paroki, 29 orang). Paroki Pringgolayan (1. Ibu Nani Han, 2. Chosa, 3. Pipit, 4. Ibu Mardi); Paroki Minomartani (1. Bapak Gunawan, 2. Ibu Mercy, 3. FA Sandy Mariatna, 4. Berilla S Surbakti), Paroki Kalasan (1. Wiwik Vasthi, 2. Yuniarti, 3. Arza, 4. Titus Pulunggono, 5. Yulia Pulunggono, 6. Pudentiana Sumbangsih, 7. Pierrette Clument, 8. Pak Yos, 9. Bu Yos); Paroki Pringwulung (1. Bu Atik, 2. De EL, 3. Ariel, 4. Bu Ratna, 5. Pak Ardi); Paroki Kotabaru (1. FX. Handoko, 2. Rinawati); Paroki Kumetiran (1. Antonius Agung Nugroho, 2. Theresia Surya, 3. Mikael Pradipta Brilian, 4. Gabriela Brilianka); Paroki Nandan (1. Ira Nova)
- Kevikepan Yogyakarta Barat (5 Paroki, 66 orang). Paroki Banteng (1. Bapak Sigit Sudarmadi, 2. Ibu Sigit, 3. Bp.Anton Soedjarwo, 4. Ibu.Kartika Kumala, 5. Ank. Erika Soedjarwo, 6. Romy Sulistiono, 7. Cucu Ivana Sulistiono, 8. Bapak Paulus Subiyanto, 9. Elleanora Gina C, 10. Ign BP Dian Krishna, 11. Bapak Unanto, 12. Ibu Septi, 13. Ari Puspo, 14. D Anna S, 15. B Widyatmoko. 16. F David P, 17. KS Indranandita, 18. D Dimas A, 19. Antonius Iwan Kurniawan, 20. Fransiska jenny Irawati, 21. Josse William, 22. Ruth Meliana, 23. Y Karel Harianto, 24. V Yena, 25. Bu Anna, 26. Hengky, 27. Vera, 28. Bu Eni, 29. Pak Anton); Paroki Klepu (1. Djuwadi, 2. Retno, 3. Hartiyo, 4. Bu Ida, 5. Paiman, 6. Bonikem, 7. Ninik Mujiono, 8. Eka BP, 9. Sutrisni, 10. Suparta, 11. Suwarni, 12. Lita, 13. Mbah Saein, 14. Mbah Seno Kakung, 15. Mbah Seno Putri, 16. Ibu Murbaningsih, 17. Ibu Painah, 18. Yanti, 19. Zora, 20. Ibu Anna, 21. Yogi, 22. Yohani, 23. Bapak Sapari, 24. Ibu Sapari, 25. Ibu Sugiyarti, 26. Bapak Kholil); Paroki Gamping (1. Maria Junianti, 2. Johanes Heri, 3. Maria Audrey, 4. Vincentius Max); Paroki Medari (1. Mbak Nunuk, 2. Bu Upik, 3. Suami Bu Upik, 4. Mbak Christin, 5. Suami Mbak Christin); Paroki Warak (1. Tri Harsono, 2. Lindyawati)
- Kevikepan Kedu (2 Paroki, 6 Orang). Paroki Ignatius Magelang (1. Stph. Rohani, 2. Th Sri Rahayu, 3. Ag Ronny , 4. D. Nugroho, 5. Mariani); Paroki Borobudur (1. Hilda)
- Kevikepan Surakarta (2 Paroki, 13 orang). Paroki Gondang (1. Dono Budoyo, 2. Niken, 3. Terania, 4. Hardono, 5 Anik Setyawati, 6. Elgiva, 7. Ratna Kriswidyastuti, 8. Nesia Amadea); Paroki Boyolali (1. Yacobus Raditya Krisna Setiawan, 2. Scholastica Sitha Wardhani, 3. Antonius Mario Aria Ananda, 4. Gabriel Adhi Nayantaka, 5. Yosef Anantadana Rahadian Pramudito)
- Kevikepan Semarang (1 Paroki, 2 orang). Tanah Mas (1. Maria Endah W 2. Agustinus Vembriant)
- Keuskupan Agung Jakarta (1 Paroki, 1 orang). Paroki Maria Karmel (1. Galih)
DOMUS PACIS PETRUS
Saturday, March 28, 2026
Calon Peserta Malam Paskah Domus Pacis 2026
Santo Berthold
diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 29 Maret 2015 Diperbaharui: 19 Oktober 2020 Hits: 15311
- Perayaan29 Maret
- LahirSekitar tahun 1155
- Kota asalLimoges, Perancis
- Wilayah karyaYerusalem - Israel
- Wafat
- Tahun 1195 di Gunung Karmel Israel - Sebab alamiah
- Beatifikasi-
- Kanonisasi
- Bila anda memiliki informasi tentang Kanonisasi Santo Berthold; dimohon menghubungi admin; Terimakasih.
Santo Berthold Calabria (Perancis : Berthold de Malifaye) awalnya adalah seorang Crusaders (Tentara Kristen dalam Perang Salib) yang berangkat ke Yerusalem untuk bertempur membebaskan kota itu dari tangan bangsa muslim Saracen. Namun saat berada di Anthiokia, Berthold menerima penglihatan dari Tuhan kita Yesus Kristus yang menuntunnya meninggalkan dunia kemiliteran dan menjadi seorang pertapa di Gunung Karmel.
Pada saat itu, ada sejumlah pertapa yang tersebar di seluruh wilayah Israel, dan Berthold mengumpulkan mereka bersama-sama, mendirikan sebuah komunitas pertapa yang menetap di puncak Gunung Karmel, dan menjadi Abbas mereka yang pertama. Komunitas kecil pertapa inilah yang dikemudian hari menjadi cikal-bakal dari Ordo Karmel.
Komunitas pertapa ini kemudian membangun sebuah biara dan gereja di Gunung Karmel dan mendedikasikan biara dan gereja tersebut untuk menghormati Nabi Elia, yang pernah mengalahkan nabi-nabi Baal di gunung tersebut (1Raj 18:20-46). Santo Berthold menjalani seluruh sisa umurnya di Gunung tersebut, dan memimpin komunitas pertapa yang telah dikumpulkannya selama empat puluh lima tahun sampai pada hari kematiannya ditahun 1195.
Teladan dan cara hidup suci dari para pertapa di Gunung Karmel menarik minat banyak pencari Tuhan untuk menggabungkan diri. Dan semakin hari jumlah mereka semakin bertambah. Pada tahun 1207, Santo Brocardus, yang menjadi pemimpin para Karmelit menggantikan Berthold, meminta Patriark Yerusalem, Santo Albertus dari Yerusalem, untuk menyusun sebuah aturan hidup membiara mereka. Aturan hidup yang disebut Regula Karmel atau Regula Santo Albertus ini selesai ditulis pada tahun 1210, dan disahkan oleh Paus Honorius III pada tahun 1226. Regula tersebut telah menjadi pedoman hidup bagi para Karmelit sampai hari ini.
Lamunan Hari Raya
Minggu Palma
Minggu, 29 Maret 2026
Matius 21:1-11
1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. 3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya." 4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: 5 "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." 6 Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. 7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. 8 Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. 9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" 10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?" 11 Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."
Butir-butir
Permenungan
- Tampaknya, yang namanya penguasa memang punya banyak pendukung. Bahkan seorang penguasa bisa kaya raya.
- Tampaknya, seorang penguasa biasanya tampil dengan berbagai atribut megah dengan berbagai kebesaran. Fasilitas yang menyertai biasa mentereng penuh kekokohan.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul mesra dengan kedalaman batin, sekalipun amat kaya raya punya kekuatan tak tertandingi, seorang penguasa sejati dalam tampilannya justru amat sederhana dan tak tampak daya kekuatannya yang amat besar. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati seorang penguasa sejati walau amat banyak pendukungnya dalam tampilan justru seperti orang tak punya kekuasaan.
Ah, yang namanya penguasa itu ya pasti tampil dengan fasilitas glamor.
Friday, March 27, 2026
Rm. Heru dan Rm. Saptaka
Santo Tutilo
diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 05 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014 Hits: 11790
- Perayaan28 Maret
- LahirHidup pada Abad ke-9
- Kota asalSwiss
- Wafat
- Tahun 915 di Biara Saint Gall Switzerland | Oleh sebab alamiah
- Kanonisasi
- Pre-Congregation
St. Tutilo adalah seorang dengan banyak bakat. Ia seorang penyair, pelukis potret, pematung, orator dan arsitek. Ia juga seorang ahli mesin. Bakatnya yang terutama adalah musik. Ia dapat memainkan semua alat musik yang dipergunakan para biarawan untuk liturgi mereka. Ia dan temannya, Beato Notker, menggubah lagu-lagu tanggapan liturgi. Hanya tiga puisi dan satu nyanyian tersisa dari seluruh karya Tutilo. Tetapi lukisan dan patung-patungnya masih dapat ditemukan sekarang di beberapa kota di Eropa. Lukisan-lukisan dan patung-patungnya diidentifikasikan sebagai karyanya karena ia senantiasa menandai karyanya dengan sebuah motto.
Akan tetapi, Tutilo tidak dimaklumkan sebagai seorang kudus karena bakat-bakatnya yang banyak itu. Ia seorang rendah hati yang ingin hidup hanya untuk Tuhan. Ia memuliakan Tuhan dengan cara-cara yang ia tahu: dengan melukis, membuat patung dan menggubah musik.
Tutilo dimaklumkan sebagai seorang kudus sebab ia melewatkan hidupnya dengan memuji dan mengasihi Allah. St. Tutilo wafat pada tahun 915.
Lamunan Pekan Prapaskah V
Sabtu, 28 Maret 2026
Yohanes 11:45-56
45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. 46 Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. 47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. 48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita." 49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, 50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." 51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, 52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. 53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. 54 Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. 55 Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. 56 Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"
Butir-butir
Permenungan
- Katanya, agama membutuhkan juru warta. Dalam agama adanya pewarta handal akan sungguh membuat semua semua senang.
- Katanya, para pengurus dan tokoh agama akan menumbuhkembangkan hadirnya tokoh-tokoh pewarta. Kalau ada pewarta handal yang amat populer, ini akan sungguh dijaga keberadaannya.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun tokoh pewarta handal dan populer akan mampu mengembangkan dan menguatkan iman umat, kalau ternyata memiliki kepentingan politik, para pengurus dan tokoh agama justru bisa menjadi pembungkam utama. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati seorang pewarta iman handal justru akan menjadi cahaya terang hidup sejati amat banyak orang siapapun dan dari bangsa manapun kalau mengalami pembungkaman dengan alasan politik.
Ah, bagaimanapun juga agama harus tuntuk pada kebijakan negara.
Thursday, March 26, 2026
Minggu Palma: Sejarah dan Makna Mendalam Umat Katolik
KOMPAS.com - Setiap tahun, di hari Minggu menjelang Paskah, gereja Katolik di seluruh dunia bahkan Indonesia dipenuhi umat dengan membawa daun palma atau palem.
- Daun palma melambangkan kemenangan rohani, bahwa Yesus akan mengalahkan maut.
- Dalam tradisi gereja, daun palma yang diberkati pada hari Minggu Palma sering dibawa pulang untuk disimpan di rumah sebagai lambang perlindungan dan pengingat akan kerendahan hati Kristus.
- Setahun kemudian, daun-daun tersebut dibakar dan abunya digunakan dalam perayaan Rabu Abu, membuka masa Prapaskah berikutnya.
- Merenungkan arti pengorbanan
Yesus tidak hanya disambut, tapi juga ditolak dan disalibkan. Kita diingatkan bahwa hidup tidak hanya soal pujian, tapi juga kesetiaan dalam penderitaan.
- Melatih kerendahan hati
Dalam dunia yang penuh persaingan, Yesus datang tidak untuk menang sendiri, tapi untuk memberi diri. Ini menjadi inspirasi untuk hidup lebih rendah hati, lebih melayani.
- Menjalani iman dengan sadar
Minggu Palma bukan seremoni, tapi momen untuk memperbarui komitmen kita kepada Allah—bahwa kita ikut dalam jalan salib-Nya, bukan hanya dalam kemuliaan-Nya.
Calon Peserta Malam Paskah Domus Pacis 2026
Peristiwa Malam Paskah menjadi salah satu yang bagi Domus Pacis Santo Petrus dipandang khusus. Malam Paskah, tentu juga Malam Natal, masuk d...
-
Pada tanggal 3 Februari 2026 Mgr. Rubiyatmoko mengirim berita dalam WA Grup UNIO KAS NEWS "Para Romo, selamat malam. Mohon doa untuk Ra...
-
Sejak di Domus Pacis Puren, Pringwulung, keluarga ini memang biasa berkunjung ke Rm. Bambang setahun sekali. Itu terus terjadi hingga kini R...
-
"Siapakah dia?" Barangkali, kalau pertanyaan ini disertakan pada gambar foto dalam berita ini, akan ada beberapa orang yang ikut b...




