Thursday, March 5, 2026

Lamunan Pekan Prapaskah II

Jumat, 6 Maret 2026

Matius 21:33-43.45-46

33 "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. 34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. 35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. 36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. 37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. 38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. 39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. 40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" 41 Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." 42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. 43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu." 45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. 46 Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, umat beragama bisa mengalami keprihatinan karena para pengurus dan penggeraknya banyak yang tidak mengutamakan hidup rohani. Banyak tokoh yang mengejar uang berselubung slogan pelayanan iman sehingga selalu menyingkirkan tokoh yang menyuarakan iman.
  • Tampaknya, umat beragama juga dapat berprihatin karena banyak tokoh dan pengurusnya ambisi kedudukan. Bahkan ada beberapa tokoh yang mengejar kedudukan politik dengan memperalat agama sehingga selalu menentang yang memperjuangkan kebaikan umum.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun selalu disingkirkan dan ditentang oleh tokoh-tokoh keagamaan gila uang dan kekuasaan karena biasa menyuarakan iman dan kebaikan umum, yang tersingkir justru jadi pegangan damai sejahtera amat banyak orang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa yang terbuang karena penetangan tokoh-tokoh pemuja uang dan kedudukan justru akan menjadi penghadir damai sejahtera banyak orang.

Ah, kalau tersingkir ya tak ada yang memperhatikan.

Wednesday, March 4, 2026

Rencana Paskahan Eks Papua di Domus

Sebetulnya bagi Rm. Bambang mendengar kata "Paklik" bukanlah hal asing. Itu adalah sebuah kata dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari kata bapak dan cilik yang ketika dijadikan satu "Paklik" berarti paman. Bagi seseorang yang dipanggil Paklik, itu berarti seorang lelaki adiknya ayah atau ibu pemanggilnya. Kemudian kalau jadi kata "Paklik-e", itu berarti pamannya atau paman dari seseorang. Tetapi kata "Paklik-e" bagi Rm. Bambang diam-diam menjadi pertanyaan dalam hati karena disambung dengan kata Papua. Maka yang muncul secara utuh adalah kata "Paklik-e Papua". Ini saya ketahui dari Bapak Sungkono, warga Katolik Paroki Pringgolayan, yang pada tanggal 13 Februari 2026 mengirim pesan WA ke Rm. Bambang "Sugeng siang Rama.. Ini kami sedang Rapat PAKLIK-E PAPUA.. ancer2 waktu Paskahan kami tgl 18 Sabtu, apakah Domus pas kosong nggih.. Nuwun". 


Pesan WA itu sebenarnya menyambung pesan WA Pak Sungkono kepada Rm. Andika, Direktur Domus Pacis, pada 11 Februari yang diteruskan ke Rm. Bambang "Sugeng enjing Rama Andika.. Nuwun sewu, kula Sungkana Hadi, mitranipun Rm Bambang.. Kami pernah ngomong2 soal kemungkinan Rm Andika pimpin Ekaristi untuk Paguyuban Keluarga Katolik Eks Papua (PAKLIK-E PAPUA), karena menurut Rm Bambang, Rm Andika jg pernah bertugas di Papua.. Nah, karena itu, setelah berembug dgn para Pengurus Paguyuban dan mereka sangat tertarik utk Misa Paskahan nanti, jika Rama setuju dan berkenan, kami akan sowan utk matur dan merencanakan seperlunya.. Maka, mohon tanggapan Rama. Nuwun. Berkah Dalem🙏🏻 (Sungkana/PAKLIK-E PAPUA) Ternyata itu adalah singkatan dari Paguyuban Katolik Eks Papua. Itu adalah kelompok umat Katolik di Jogja yang bernah tinggal dan berkarya di Papua. Mereka membentuk komunitas Katolik eks Papua. Katanya, mereka berjumpa 3 bulan sekali. Kini mereka baru saja memiliki kepengurusan baru. Karena tahu bahwa Rm. Andika pernah berkarya di Papua, mereka bermaksud mengadakan Pakahan di Domus dengan Misa dipimpin oleh Rm. Andika. Karena pada 18 April 2026 Rm. Andika sudah punya acara, maka Paskahan PAKLIK-E PAPUA akan dilaksanakan pada Sabtu 25 April 2026. Pada Selasa 3 Maret 2026 para penggerak PAKLIK-E PAPUA menjumpai Rm. Bambang dan Bu Rini di Domus Pacis Santo Petrus untuk membicarakan beberapa hal yang diperlukan bagi pelaksanaan Paskahan tanggal 25 April 2026.

Santo Paus Lusius I

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 04 Maret 2015 Diperbaharui: 12 Desember 2020 Hits: 15274

  • Perayaan
    5 Maret
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-3 (tanggal dan tahun lahir tidak diketahui)
  •  
  • Kota asal
    Roma - Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tanggal 5 Maret 254 di Roma - Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Paus Lusius I adalah paus kita yang ke-22. Ia terpilih menjadi paus pada tanggal 25 Juni 253 menggantikan Paus Santo Cornelius yang meninggal dunia di pengasingan. Kisah hidupnya sebelum ia terpilih menjadi paus tidak banyak diketahui. Menurut "Liber Pontificalis", Paus Lusius adalah seorang Romawi, lahir di kota Roma dan ayahnya bernama Porphyrius.

Pada masa penganiayaan umat kristiani di bawah Kaisar Gallus, seperti juga paus santo Cornelius, paus Lucius I ditangkap dan dibuang ke pengasingan. Ia baru kembali ke Roma setelah Kaisar Gallus meninggal dunia. Tentang pengasingan dan kembalinya paus Lusius ke Roma "Liber Pontificalis" mencatat : "Hic exul fuit et postea nutu Dei incolumis ad ecclesiam reversus est." (ia dasingkan dan kembali tanpa cidera pada Gereja Tuhan).

Setelah berada di Roma, ia menerima sepucuk surat dari Santo SiprianusUskup Kartago. Santo Siprianus mengucapkan selamat dan memuji keberanian Paus Lusius dalam menghadapi pengasingan dan penganiayaan umat. Santo Siprianus menulis :

............................... Saudaraku yang terkasih, baru saja beberapa waktu yang lalu kami mengirimkan ucapan selamat kepadamu, ketika Tuhan telah memilihmu untuk memimpin Gereja-Nya dan memberikanmu kemuliaan sebagai seorang Saksi dan Uskup. Kini sekali lagi kami, para sahabat dan seluruh jemaat, mengucapkan selamat kepadamu, karena oleh perlindunganNYA, Tuhan kita yang perkasa telah memimpinmu kembali. Dengan segala pujian dan kemuliaan bagi-Nya, kini kawanan domba dapat kembali memiliki gembalanya, kapal kembali memiliki jurumudi, jemaat kembali memiliki pemimpin yang akan memerintah mereka, dan demi menunjukkan kepada dunia akan kehendak Tuhan; bahwa DIA yang telah mengizinkan pembuanganmu, bukan sebagai uskup yang terusir dari Gereja-NYA, melainkan agar anda dapat kembali ke Gereja dengan segala kemuliaan dan kewenangan yang lebih besar ..............................................


Bersama Siprianus, Lusius menggalakkan karya kariatif untuk orang-orang Kristen yang dipenjarakan. Bagi orang-orang ini, Paus Lusius menetapkan bahwa setelah menerima pengampunan, mereka harus diberkati dan diperbaharui keanggotaannya dalam gereja.

Pada masa kepemimpinannya, paus Lusius ditentang oleh Novatianus, seorang imam dari kota Roma yang sebelumnya selama masa kepemimpinan Paus Cornelius telah mengangkat dirinya sebagai Paus tandingan. Novatianus menolak memberikan pengampunan kepada orang-orang Kristen yang mutrad selama masa penganiayaan. Oleh Lusius, pandangan Novatianus dianggap suatu bidaah.

Paus Lusius I tutup usia pada tanggal 5 Maret 254 dan dimakamkan di pekuburan para Paus di katakombe Santo Kalikstus, di jalan Appia. Pada tahun 821 relikwinya dipindahkan ke Gereja Santa Cecilia di Trastevere, Roma. Paus yang kudus ini telah secara keliru tercatat sebagai seorang martir dan pestanya dirayakan pada setiap tanggal 4 Maret. Pada tahun 1969, melalui “Mysterii Paschalis”,  Paus Paulus VI menghapus gelar martir dan memindahkan hari pestanya untuk dirayakan pada setiap tanggal 5 Maret, sesuai hari kematiannya.

Lamunan Pekan Prapaskah II

Kamis, 5 Maret 2026

Lukas 16:19-31

19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. 20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, 21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. 22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. 23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. 24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. 25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. 26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. 27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, 28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. 29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. 30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. 31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dengan kekayaannya orang bisa dikenal oleh banyak orang. Apalagi kalau punya jabatan atau kedudukan sosial, dia bisa menjadi sosok populer.
  • Tampaknya, karena populer, orang ke manapun tak ada yang tak mengenal. Orang akan diketahui identitasnya ke manapun dan di manapun.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun amat kaya dan tinggi kedudukan sosialnya sehingga dikenal di mana-mana, kalau tidak mudah melihat dan peduli kaum papa di dekatnya, sekaya dan seterhormat apapun identitasnya tidak diketemukan di wilayah ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa seburuk apapun kondisinya kaum papa dan menderita adalah istana Kerajaan Sorga.

Ah, Allah terutama diketemukan dalam agama.

Tuesday, March 3, 2026

Karena Kunjungan untuk Rm. Heruyanta

Rm. Bambang merasa bahwa di hari-hari yang hujan biasa turun, wajarlah kalau ada orang kecipratan atau kena percikan air yang tergenang di jalan karena ada kendaraan lewat. Tentu saja peristiwa kecipratan seperti itu mudah membuat jengkel. Tetapi kalau gambaran seperti itu dipakai untuk melukiskan perasaan Rm. Bambang yang melihat diri kecipratan, yang terjadi bukanlah jengkel apalagi marah. Rm. Bambang justru merasa senang sekali. Mengapa? Karena yang nyiprat atau terpercik bukan air tetapi tamu. Beberapa kali di hari-hari ini ada beberapa orang menghampirinya di kamarnya. Sebenarnya kedatangan mereka di Domus Pacis Santo Petrus bukanlah untuk Rm. Bambang. 

Sejak pertengahan Februari 2026 setiap hari ada beberapa bahkan sering juga rumbongan kecil umat Katolik datang di Domus Pacis Santo Petrus. Beberapa orang ada yang datang dari pagi hingga sore. Beberapa yang lain datang dan menginap semalam. Itu terjadi pada setiap hari. Kalau berupa rombongan, mereka datang biasa di pagi atau siang atau sore dan tidak sampai berjam-jam. Semua ini terjadi sejak Rm. St. Heruyanta berada di Domus Pacis. Pada tanggal 13 Februari 2026 beliau keluar dari RS Panti Rapih karena menderita stroke dan langsung masuk Domus Pacis. Rm. Heru adalah imam Keuskupan Agung Semarang yang bertugas di Paroki Salam. Barangkali karena tidak ada SK Keuskupan yang menetapkan Rm. Heru menjadi bagian imam warga Domus, Rama Paroki Salam memandangnya sebagai "menitipkan". Maka, sekalipun pihak Domus Pacis melayani Rm. Heru sebagaimana para rama Domus yang bahkan kondisinya lebih berat dari pada Rm. Heru, pihak Paroki Salam membuat giliran tugas menunggu Rm. Heru seperti terjadi ketika opname di rumah sakit. Itulah sebabnya setiap hari dan malam selalu ada warga Katolik bergiliran per Wilayah menunggu Rm. Heru. Itulah sebanya kadang-kadang ada rombongan yang mengunjungi Rm. Heru di Domus. Itulah sebabnya kadang-kadang ada yang mampir ke Rm. Bambang. Itulah sebabnya mengapa kadang-kadang Rm. Bambang mendapatkan oleh-oleh khusus.

Santo Kasimirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 02 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014 Hits: 10909

  • Perayaan
    04 Maret
  •  
  • Lahir
    3 Oktober 1458
  •  
  • Kota asal
    Wawel, Kraków, Polandia
  •  
  • Wilayah karya
    Polandia, Hunggaria
  •  
  • Wafat
  •  
  • 4 Maret 1484 di Grondo, Grand Duchy of Lithuania (Sekarang wilayah Belarusia) karena sakit TBC.
    Dimakamkan di cathedral of Vilnius, Lithuania
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Tahun 1521 oleh Paus Leo X

St. Kasimirus dilahirkan pada tahun 1458, sebagai putera Kasimirus IV, raja Polandia. Kasimirus adalah seorang dari tigabelas bersaudara. Dengan bantuan ibunya yang saleh dan pengabdian gurunya, Kasimir memperoleh pendidikan yang sangat baik.

Ketika usianya tigabelas tahun, Kasimirus mendapat kesempatan untuk menjadi raja di negara tetangga, Hungaria, tetapi ia menolak. Ia menghabiskan sisa hidupnya dengan berusaha mengamalkan nilai-nilai Kristiani. Ia berusaha selalu penuh sukacita dan bersahabat dengan semua orang. Di tengah-tengah kesibukannya, Kasimirus melakukan usaha untuk membantu dirinya sendiri bertumbuh secara rohani. Ia sering kali berpuasa dan tidur di lantai kamarnya sebagai silih. Ia berdoa setiap hari, kadang-kadang bahkan pada waktu tengah malam. Ia suka merenungkan dan berdoa tentang sengsara Yesus. Ia tahu bahwa hal itu adalah cara yang baik untuk memahami kasih Tuhan.

Kasimirus juga mengasihi Santa Perawan Maria dengan cinta yang istimewa. Untuk menghormatinya, seringkali ia mendaraskan puji-pujian yang indah. Nama puji-pujian tersebut ialah “Setiap hari, Setiap hari, Bernyanyilah bagi Maria.” Tulisan tangannya mengenai puji-pujian tersebut kelak dikuburkan bersamanya.

Kesehatan Kasimirus tidak pernah prima, namun demikian ia seorang yang pemberani serta kuat pendiriannya. Ia senantiasa melakukan apa yang ia anggap benar. Kadang-kadang ia bahkan memberikan nasehat kepada ayahnya, sang raja, agar memerintah rakyatnya dengan adil. Ia selalu melakukan hal ini dengan rasa hormat yang besar kepada ayahnya sehingga ayahnya mau mendengarkan nasehatnya.

St. Kasimirus amat mencintai serta menghormati kemurnian. Orangtuanya mendapatkan seorang gadis yang cantik serta saleh untuk dinikahkan dengannya. Tetapi, Kasimirus lebih memilih untuk mempersembahkan hatinya kepada Tuhan saja. Ketika sedang berada di Lithuania untuk suatu tugas kenegaraan, Kasimirus terserang penyakit tuberculosis. Ia wafat dalam usia duapuluh enam tahun. Kasimirus dinyatakan kudus oleh Paus Leo X pada tahun 1521.

Lamunan Pekan Prapaskah II

Rabu, 4 Maret 2026

Matius 20:17-28

17 Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: 18 "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. 19 Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan. i "

20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. 21 Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." 22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." 23 Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." 24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. 25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dengan kedudukan sosial terhormat orang bisa memiliki banyak pendukung. Apalagi kalau kedudukan itu hasil dari kemenangan jumlah suara.
  • Tampaknya, orang memang bisa berjuang untuk mendapatkan kedudukan sosial. Dia bisa menjadi dukungan tokoh yang punya kedudukan sosial amat tinggi.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun wajar orang mengejar kedudukan sosial untuk meraih jabatan terhormat, kalau itu muncul dari nafsu berkuasa orang justru akan masuk dalam kancah konflik dengan tokoh-tokoh lain yang juga punya ambisi kedudukan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa kedudukan apapun di kancah hidup bersama adalah sebuah tuntutan menjalani kebaikan bagi banyak orang lain.

Ah, jabatan justru menguntungkan orang untuk mudah meraih yang diingini.

Lamunan Pekan Prapaskah II

Jumat, 6 Maret 2026 Matius 21:33-43.45-46 33 "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka   kebun a...