Wednesday, February 25, 2026

Lamunan Pekan Prapaskah I

Kamis, 26 Februari 2026

Matius 7:7-12

7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, 10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. 

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang bisa yakin menjadi sungguh beriman kalau hidup sesuai dengan ajaran agama. Agama selalu mengajarkan hidup dekat dengan Tuhan.
  • Tampaknya, orang akan berjuang memahami ajaran-ajaran agama baik dari Kitab Suci maupun pegangan-pegangan turunannya agar jelas apa yang harus dijalani. Agamawan tahu bahwa agama tak hanya untuk dimengerti tetapi juga untuk dijalani.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun berbagai ajaran agama bisa menjadi pegangan untuk menjadi pelaku kebaikan iman, sejatinya dengan sadar akan harapan mendalam dalam relung hati akan kebaikan dari orang lain untuk dirinya, itulah rangkuman semua ajaran agama yang harus dijalani. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang menemukan intisari semua ajaran agama dalam relung hati yang berisi kerinduan mendalam memperoleh kebahagiaan dari siapapun yang harus dilakukan untuk siapapun.

Ah, asal sudah doa dan ibadat jelas orang sudah baik.

Tuesday, February 24, 2026

Rencana Bu Rini

Domus Pacis Santo Petrus memang selalu mengupayakan agar para rama penghuni tidak merasa jauh dari keluarga dan atau umat terutama orang-orang yang pernah dilayani. Maklumlah, para rama sepuh Domus sudah tidak lagi mendapatkan tugas resmi dengan SK Uskup untuk melayani umat. Maklumlah, para rama sepuh Domus sudah memiliki kondisi yang tidak memudahkannya sendiri hadir di tengah umat umum. Maklumlah, para rama sepuh Domus dalam keseharian terbiasa, kecuali dalam momen tertentu, sekitar 90% berada di kamar sendiri. Maklumlah, pada umumnya kebersamaan para rama serumah hanya terjadi pada saat makan 3 kali sehari dan Misa Kudus. Maklumlah, yang masih bisa omong-omong ngobrol tak sampai 30% dari keseluruhan. 

Upaya mendekatkan para rama Domus dengan keluarga dan atau umat terjadi dalam hajatan baik yang kecil-kecilan maupun yang besar menurut ukuran Domus. Yang kecil-kecilan biasa hanya mengundang sejumlah kecil sanak saudara dan atau orang dekat. Sedang yang menghadirkan banyak umat di atas 100 orang terutama pada saat ada yang berulang tahun imamat dan Malam Paskah/Natal yang dibuka untuk banyak umat yang ingin ikut. Dalam setiap hajatan pasti ada makan bersama. Untuk kepentingan hajatan inilah Bu Rini, salah satu relawan Domus, biasa memegang peran utama untuk mengkoordinasi pengadaan konsumsi. Untuk tahun 2026 ternyata Bu Rini sudah mulai disibukkan oleh rencana hajatan Domus hingga April. Maklumlah, pada April 2026 akan ada Malam Paskah pada tanggal 4 dan Syawalan pada tanggal 12 bersama kaum disabel yang tergabung dalam grup WADIS (WA Disabel) di mana Rm. Bambang menjadi salah satu anggota. Bu Rini sudah harus memesan sajian dari catering karena di sekitar perayaan-perayaan Idul Fitri banyak yang juga mengadakan perayaan. Sementara itu pada Maret 2026 ada 1 rama yang berulang tahun dan 1 rama mantan penghuni yang diperingati 2 tahun wafatnya. Selain itu Domus Pacis juga biasa merayakan Liturgi Minggu Palem untuk memulai Pekan Suci. Tetapi untuk tahun ini Bu Rini harus membuat perencanaan khusus untuk Malam Paskah. Maklumlah, pada tanggal 4 April tahun ini Bu Rini harus berada di Surabaya karena adiknya, yang beda agama, mengadakan hajatan perkawinan anaknya sehingga Bu Rini akan merayakan Paskah di Surabaya. Sedangkan untuk kepentingan Domus Pacis, Bu Rini harus memilih salah satu karyawan dan juga 2 teman tim untuk diminta bebas dari tugas paroki. Mereka akan diminta tolong untuk bertanggungjawab pelaksanaan tersedianya konsumsi Malam Paskah di Domus Pacis. Tiga orang yang diserahi menjadi tim koordinator sajian konsumsi Malam Paskah adalah Ibu Kris (Paroki Medari), Ibu Ayu (Paroki Mlati), dan Mbak Sari (tenaga Domus).

Santa Walburga

 diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 27 Maret 2017 Diperbaharui: 01 Februari 2020 Hits: 21905

  • Perayaan
    25 Februari
    1 Mei
  •  
  • Lahir
    Tahun 710
  •  
  • Kota asal
    Devonshire, Inggris
  •  
  • Wilayah karya
     Bavaria Jerman
  •  
  • Wafat
  •  
  • 25 Februari 779 di Heidenheim Jerman
    Sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Walburga lahir pada tahun 710 di Devonshire, Inggris dalam keluarga aristokrat. Ia adalah putri Santo Richard (Santo Richard Peziarah), raja Kerajaan Saxons di Wessex Inggris. Dua orang saudaranya juga menjadi orang kudus; yaitu Santo Winebald dan Santo Willibaldus. Seorang pamannya, yaitu adik dari ibunya, adalah Santo BonifasiusUskup dan rasul bangsa Jerman yang terkenal itu.

Ketika ia berumur 11 tahun, ayahnya Richard bersama kedua saudaranya berangkat siarah ke tanah suci Yerusalem. Walburga dititipkan di biara susteran Benediktin di Wimborne Dorsetshire Inggris. Ia dididik oleh para biarawati dan ditahbiskan menjadi seorang suster. Ia tinggal di biara ini selama 26 tahun sampai keberangkatannya ke Jerman pada tahun 748.

Walburga tiba di Jerman sesudah dua saudaranya, Willibald dan Winebald, untuk membantu Santo Bonifasius, dalam karya penginjilan di antara bangsa Jerman yang masih kafir. Bersama santo Bonifasius, mereka mendirikan biara-biara di beberapa wilayah Jerman yang baru menerima iman Kristiani. Selanjutnya Walburga diutus ke biara Benediktin di Heidenheim untuk membantu Winebald yang telah ditunjuk sebagai pimpinan biara tersebut.

Sesudah santo Winebald meninggal dunia pada tahun 761, Walburga ditunjuk untuk menggantikannya. Di bawah kepemimpinan suster Walburga, biara Heidenheim menjadi terkenal ke seluruh Jerman.  Bukan hanya terkenal karena mempraktekkan disiplin hidup membiara yang ketat, namun juga karena suster Walburga, sang pemimpin biara, diberkati Tuhan dengan karunia penyembuhan. Ia memiliki kuasa atas berbagai macam penyakit dan mampu menyembuhkan orang sakit dengan doa dan minyak pengurapan.

Santa Walburga tutup usia dengan tenang pada tanggal 25 Februari 779 dan di makamkan di biara tersebut. Pada tahun 870 relikwi-nya dipindahkan ke Gereja Salib Suci Eichstatt, Jerman.(qq)

Lamunan Pekan Prapaskah I

Rabu, 25 Februari 2026 

Lukas 11:29-32

29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. 30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. 31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! 32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada yang tekun menjalani agama dengan tujuan mendapatkan anugrah dari Tuhan. Orang akan sungguh percaya kalau keinginannya terkabul.
  • Tampaknya, orang akan menjalani doa atau melakukan ziarah ke sana-sini untuk mendapatkan yang diharapkan. Kalau terkabul orang akan percaya kekuatan Tuhan dalam cara yang dijalani.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun terpenuhinya harapan lewat kegiatan agama bisa mengembangkan iman, itu akan menjadi kejahatan kalau landasannya untuk meyakinkan iman dan bukan karena yakin akan kebaikan Tuhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gma relung hati dalam beragama orang jadi jahat kalau menjalaninya untuk meyakinkan diri dan bukan karena punya keyakinan akan daya kebaikan Tuhan.

Ah, beragama itu jelas untuk percaya pada Tuhan.

Monday, February 23, 2026

Aku Percaya

Saya menyanggupi untuk mengisi omong-omong kerohanian untuk para tokoh dan penggerak umat Paroki Santa Theresia Salam pada tanggal 15 Februari 2025. Yang menjadi pusat omongan adalan ah “CREDO”. Dalam hal ini saya berpikir apakah saya harus menerangkan isi yang menjadi pegangan kepercayaan umat Katolik. Bukankah alokasi waktu hanya beberapa jam dtak akan penuh 3 jam? Ketika saya masih mendampingi kelompok-kelompok pendalaman keagamaan di beberapa paroki sebelum Covid-19, untuk berbicara “Aku Percaya” dibutuhkan 12 kali pertemuan dan 2 jam untuk masing-masing pertemuan. Bukankah yang terjadi adalah omong-omong? Itu berarti harus menggunakan metode interaksi. Ketika berpikir dan berpikir, merasakan dan merasakan, muncullah permenungan sebagaimana saya paparkan di bawah ini. 

Istilah-istilah

Kepada tim penyelenggara saya meminta agar kepada para peserta dibagikan teks Credo. Entah bagaimana saya teringat beberapa istilah lain untuk teks itu. Teks itu juga biasa disebut Syahadat Apostolik. Tetapi ada juga istilah yang diketemukan dalam buku Katekismus Gereja Katolik, yaitu Simbolo Iman.

  • Credo. Istilah Credo berasal dari bahasa Latin yang berarti “Aku percaya”. Hal ini berkaitan dengan isi yang terdapat dalam naskah. Karena di dalamnya berisi pernyataan iman, maka istilah Credo berkaitan dengan pengakuan iman. Naskah pengakuan iman dimulai dengan kata “Aku percaya” atau “Credo” dalam bahasa Latin.
  • Syahadat Apostolik. Kata “syahadat” berasal dari bahasa Arab yang berarti “kesaksian” atau “bersaksi”. Kemudian kata “Apostolik” berasal dari bahasa Yunani apostolos yang berarti “rasul”. Kalau naskah Credo disebut Syahadat Apostolik, hal itu dikarenakan isi naskah dilandaskan kesaksian iman para rasul yang diteruskan oleh para uskup sebagai pengganti-penggantinya. Inilah yang membuat gambaran 12 pokok isi Credo dianggap berasal dari pernyataan masing-masing orang dari 12 rasul. Itu berisi ajaran dan tradisi yang menjadi warisan iman dalam Gereja.
  • Simbolo Iman. Ini berasal dari bahasa Yunani sumbolon yang menggambarkan sebuah benda yang dipecah jadi dua dan kalau disatukan menjadi tanda pengenal. Secara sederhana sumbolon adalah tanda pengenal untuk sebuah persekutuan dan menjadi semacam lencana atau emblem. Kalau Credo atau Syahadat Iman juga disebut Simbolo Iman, karena isi yang ada dalam naskah menjadi identitas iman Gereja sebagai persekutuan orang-orang yang ikut Tuhan Yesus.

Pemakaian Credo

Kita biasa memakai Syahadat Iman atau Credo dalam Misa Minggu dan Misa Hari Raya. Isi Credo kita ucapkan sesuah homili atau khotbah. Memang, dalam pemakaian ada dua macam, yaitu syahadat singkat dan syahadat panjang. Tetapi pengucapan menjadi amat meriah dan istimewa dalam Misa Malam Paskah, yang juga bisa terjadi dalam Misa Minggu Paskah I. Kemeriahan terjadi karena tiga hal. Pertama, pengucapan terjadi dalam dialog antara imam dan umat. Kedua, sebelum masuk ke isi Credo ada pernyataan penolakan akan setan dengan segala kuasa jahatnya. Ketiga, sesudah pengucapan isi Credo ada percikan air suci. Rangkaian tiga hal ini disebut sebagai pembaharuan janji baptis.

Isi Credo pada dasarnya memang merupakan pengakuan iman yang diucapkan oleh seseorang ketika menerima Sakramen Permandian. Dengan Sakramen Permandian orang menyatakan secara resmi beriman kepada Tuhan Yesus Kristus dan menjadi anggota persekutuan dengan sesama umat Kristus. Apapun yang dimani dalam Gereja menjadi pegangan menghayati kehidupan kongkretnya. Sebagai orang Katolik setiap orang wajib mengikuti Misa Hari Minggu dan hari lain yang disamakan dengan hari Minggu. Itulah sebabnya dalam Misa Hari Minggu dan Hari Raya orang diingatkan akan janji-janji baptisnya dengan mengucapkan Syahadat Iman. 

Isi Kesaksian Iman

Rumusan Credo yang kita terima saat ini sebenarnya melewati proses panjang tidak sekali jadi. Itu berawal dari rumusan kesaksian iman para rasul dan umat perdana yang berkembang dalam kelompok-kelompok jemaat selanjutnya hingga beratus tahun sampai pada rumusan resmi yang dipakai untuk Gereja Universal hingga kini.

Zaman para rasul

Dari Kitab Suci kita menemukan rumusan pembaptisan “jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Mat 28:19). Tetapi kita juga mendapatkan rumusan lain dari ucapan Santo Petrus ketika menyampaikan khotbah pada hari turun-Nya Roh Kudus “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus” (Kis 2:38). Kisah Para Rasul ditulis oleh Santo Lukas murid Santo Paulus. Dari dua rumusan berbeda ini saya menggambarkan bahwa ada banyak kelompok umat yang kesemuanya mengikuti Tuhan Yesus Kristus. Semua mewartakan iman sama yaitu keyakinan akan Tuhan Yesus Kristus yang bangkit dari antara orang mati sebagai penyelamat manusia.

Barangkali yang dikatakan oleh Santo Paulus “jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Rom 10:9) merupakan rumusan pertama dan utama. Itu menjadi dasar keyakinan yang mungkin diwartakan ke sana-sini dalam berbagai kelompok umat dengan rumusan penjelasan sesuai dengan situasi kongkret kehidupan umat. Dari alkitab.sabda.org/dictionary saya menemukan gelar-gelar untuk Tuhan Yesus Kristus sebagai berikut :


1. Adam yang akhir 1Kor 15:45, 2. Aku adalah aku Kel 3:14Yoh 8:58, 3. Alfa dan Omega Wahy 1:8; 22:13, 4. Allah Yes 40:9Yoh 20:28, 5. Allah, Tuhan, Yang Mahakuasa Wahy 15:3, 6. Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya Rom 9:5, 7. Allah yang perkasa Yes 9:5, 8. Amin Wahy 3:14, 9. Anak Allah Luk 1:35Yoh 1:49, 10. Anak Allah Yang Maha Tinggi Luk 1:32, 11. Anak dari Yang Terpuji Mr 14:61, 12. Anak Daud Mat 9:27 13. Anak Domba Wahy 5:6,12; 13:8; 21:22; 22:3, 14. Anak domba Allah Yoh 1:29,36, 15. Anak Domba Paskah kita 1Kor 5:7, 16. Anak manusia Yoh 5:27, 17. Anak sulung yang lebih utama dari segala yang diciptakan Kol 1:15, 18. Anak Tunggal Bapa Yoh 1:14, 19. Bapa yang kekal Yes 9:5, 20. Batu karang 1Kor 10:4, 21. Batu penjuru yang terpilih Ef 2:201Pet 2:6, 22. Bintang Bil 24:17, 23. Bintang timur yang gilang-gemilang Wahy 22:16, 24. Daud Yer 30:9Yeh 34:23, 25. Firman Yoh 1:11Yoh 5:7, 26. Firman Allah Wahy 19:13, 27. Firman hidup 1Yoh 1:1, 28. Gembala Agung 1Pet 5:4, 29. Gembala dan pemeliharaan jiwa 1Pet 2:25, 30. Gembala yang baik Yoh 10:14, 31. Hakim Yes 33:22, 32. Hamba Yes 42:1; 52:13, 33. Hidup Yoh 14:6Kol 3:41Yoh 1:2, 34. Hidup yang kekal 1Yoh 1:2; 5:20, 35. Hikmat Ams 8:12, 36. Imam Besar Agung Ibr 4:14, 37. Imanuel Yes 7:14Mat 1:23, 38. Jalan Yoh 14:6, 39. Jaminan Ibr 7:22, 40. Juruselamat 2Pet 2:20; 3:18, 41. Kebangkitan dan hidup Yoh 11:25, 42. Kebenaran Yoh 14:6, 43. Kemuliaan Tuhan Yes 40:5, 44. Kepala jemaat Ef 5:23Kol 1:18, 45. Kepunyaan segala bangsa Hag 2:8, 46. Keturunan Daud Wahy 22:16, 47. Malaikat Kej 48:16Kel 23:20,21, 48. Malaikat hadirat Tuhan Yes 63:9, 49. Malaikat perjanjian Mal 3:1, 50. Malaikat Tuhan Kel 3:2Hak 13:15-18, 51. Mesias (Kristus) Dan 9:25Yoh 1:41, 52. Mesias dari Allah Luk 9:20, 53. Nabi Luk 24:19Yoh 7:40, 54. Mesias dari Allah Luk 9:20, 55. Nabi, Luk 24:19Yoh 7:40, 56. Orang Benar Kis 7:52, 57. Orang yang paling karib kepada Allah, Za 13:7, 58. Orang Kudus Mazm 16:10Kis 2:27,31, 59. Orang Nazaret Mat 2:23, 60. Panglima Balatentara Tuhan Yos 5:14,15, 61. Pemerintah Yes 55:4, 62. Pemimpin Mat 2:6, 63. Pemimpin kepada hidup Kis 3:15, 64. Pemimpin keselamatan Ibr 2:10, 65. Penasihat Ajaib Yes 9:5, 66. Penebus Ayub 19:25Yes 59:20; 60:16Rom 11:26, 67. Pengantara 1Yoh 2:11Tim 2:5, 68. Penghibur bagi Israel Luk 2:25, 69. Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia 1Tim 6:15, 70. Perintis Ibr 6:20, 71. Permulaan dari ciptaan Allah Wahy 3:14, 72. Pilihan Allah Yes 42:1, 73. Pintu Yoh 10:7, 74. Pokok anggur yang benar Yoh 15:1, 75. Raja Za 9:9Mat 21:5, 76. Raja Damai Yes 9:5, 77. Raja dan Pemerintah Yes 55:4, 78. Raja di atas segala raja 1Tim 6:15Wahy 17:14, 79. Raja orang Israel Yoh 1:49, 80. Raja orang Yahudi Mat 2:2, 81. Raja segala bangsa Wahy 15:3, 82. Rasul Ibr 3:1, 83. Roti hidup Yoh 6:35,48, 84. Saksi Yes 55:4, 85. Saksi yang setia Wahy 1:5; 3:14, 86. Seorang yang memerintah Israel Mi 5:1, 87. Silo (yang berhak atasnya) Kej 49:10, 88. Singa dari suku Yehuda Wahy 5:4, 89. Surya kebenaran Mal 4:2, 90. Surya pagi Luk 1:78, 91. Taman kebahagiaan Yeh 34:29, 92. Tanduk keselamatan Luk 1:69, 93. Tangan Tuhan Yes 51:9; 53:1, 94. Taruk dari pangkal Isai Yes 11:10, 95. Tebusan 1Tim 2:6, 96. Terang dunia Yoh 8:12, 97. Terang yang sesungguhnya Yoh 1:9, 98. Tuhan Allah (Yehova) Yes 26:4, 99. Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi Wahy 22:6, 100. Tuhan dari semua orang Kis 10:36, 101. Tuhan keadilan kita Yer 23:6, 102. Tuhan yang maha mulia 1Kor 2:8, 103. Tunas Yer 23:5Za 3:8; 6:12, 104. Yang Awal dan Yang Akhir Wahy 1:17; 2:8, 105. Yang Benar 1Yoh 5:20, 106. Yang berhak menerima segala yang ada Ibr 1:2, 107. Yang berkuasa atas raja-raja di bumi ini Wahy 1:5, 108. Yang kudus dari Allah Mr 1:24, 109. Yang Mahakuasa Wahy 1:8, 110. Yang Mahakuasa, Allah Yakub Yes 60:16, 111. Yang Mahakudus, Allah Israel Yes 41:14, 112. Yang memimpin dan membawa iman kepada kesempurnaan Ibr 12:2, 113. Yang pertama bangkit dari antara orang mati Wahy 1:5, 114. Yesus Mat 1:211Tes 1:10.

Semua gelar itu terpusat dan terarah kepada satu Pribadi, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Tetapi gelar-gelar itu muncul dalam berbagai Kitab yang tentu juga dari berbagai kelompok umat. Dengan gelar-gelar tertentu pewarta atau saksi iman menyampaikan siapa Tuhan Yesus sesuai dengan sudut pengalaman imannya.

Risiko kebebasan

Satu hal yang harus diingat adalah sejarah Gereja dari awal hingga masuk abad IV selalu ada dalam penganiayaan. Umat Kristiani dipandang sebagai bahaya kehidupan sehingga selalu teraniaya dan amat banyak sekali yang dibunuh karena mempertahankan iman. Masa penganiayaan baru berhenti ketika yang berkuasa dalam Wilayah Kekaisaran Romawi adalah Kaisar Konstantinus. Dalam Perjanjian Milan agama penganut Tuhan Yesus mendapatkan kebebasan dan bahkan kemudian menjadi agama negara karena Kaisar Konstantinus sendiri mendapatkan pembabtisan.

Dengan bebasnya menghayati agama, tokoh-tokoh iman Kristiani juga bebas menghadirkan kesaksian iman ke mana-mana. Mereka dengan semangat berkobar menyampaikan imannya kepada Yesus tentu juga sesuai dengan sudut permenungannya. Dari sinilah muncul berbagai macam pandangan keyakinan yang juga menimbulkan pertentangan. Di dalam berbagai macam perbedaan dan pertentangan Uskup Roma memiliki peran khusus sebagai penerus tahta Santo Petrus yang dikenal sebagai Paus. Para Uskup dalam kesatuan dengan Paus memegang wibawa kebenaran pengajaran, yang disebut magisterium. Yang tidak sejalan dengan ajaran resmi Gereja dipandang sebagai bidaah atau ajaran sesat. Pada masa kebebasan beragama inilah muncul berbagai bidaah.

Menjelang rumusan definitif Syahadat Iman beberapa bidaah yang perlu diketahui saya paparkan sebagai berikut :


·       Arianisme. Dari https://katolisitas.org/tentang-ajaran-sesat-arianism kita mendapatkan uraian singkat bahwa “Arianism adalah bidaah/heresi yang sangat berbahaya, di awal abad ke -4 (319) karena mengajarkan ajaran sesat dalam hal Trinitas dan Kristologis. Bidaah ini diajarkan oleh Arius, seorang imam dari Alexandria, yang ingin menyederhanakan misteri Trinitas. Ia tidak bisa menerima bahwa Kristus Sang Putera Allah berasal dari Allah Bapa, namun sehakekat dengan Bapa. Maka Arius mengajarkan bahwa karena Yesus ‘berasal’ dari Bapa maka mestinya Ia adalah seorang ciptaan biasa, namun ciptaan yang paling tinggi. Arius tidak memahami bahwa di dalam satu Pribadi Yesus terdapat dua kodrat, yaitu kodrat Allah dan kodrat manusia.

·       Bidaah-bidaah lain. Saya mengambil dari https://www.google.com/search?q=Bidaah-bidaah+menjelang+Konsili+Nicea+dan+Konstantinopel&oq. Ada 3 bidaah :

-        Macedonianisme (Pneumatomachianisme): Menyatakan bahwa Roh Kudus tidak ilahi atau tidak setara dengan Bapa dan Putra, bahkan diciptakan. Ini menjadi fokus utama Konsili Konstantinopel I.

-        Apollinarianisme: Mengklaim bahwa Yesus memiliki tubuh manusia tetapi pikiran (logos) ilahi, bukan jiwa manusia sepenuhnya.

-        (Homoiousianisme): Kelompok moderat yang mencoba kompromi dengan Arianisme, percaya Putra sehakikat dengan Bapa, tetapi tidak menggunakan istilah 'homoousios' (sehakikat) yang lebih kuat.

  

Konsili

Kekacauan pandangan pengakuan iman menghadirkan krisis antar kelompok umat dalam Gereja. Berkaitan dengan kasus Arianisme dari https://www.kompasiana.com tulisan kreator S. Detianus Gea saya mendapatkan catatan yang melatarbelakangi terjadinya syahadat pendek sebagai berikut :


Santo (St) Alexander, Patriarkh Alexandria menanggapi ajaran pastor Arius karena masuk dalam wilayah keuskupannya. St. Alexander mengadakan Konsili Alexandria (sekitar 321) yang dihadiri kurang lebih 100 uskup yang berasal dari Mesir dan Libya. Konsili Alexandria mengecam ajaran Arius dan dinyatakan sesat. 

Namun, pastor Arius mempunyai pendukung baik dari pemerintahan maupun dari pejabat Gereja. Dua orang pendukung pastor Arius dari pejabat Gereja adalah Eusebius, Uskup Kaisarea, dan Uskup Eusebius dari Nikomedia (pemimpin penganut Arianisme sekaligus pelindung Arius). 

Karena pastor Arius telah diekskomunikasi oleh Konsili Alexandria, maka ia pergi ke Palestina dan Nikomedia. Oleh sebab itu, St. Alexander mengeluarkan surat Ensiklik (Epistola Encyclica). Ensiklik tersebut ditanggapi oleh Arius, sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Kegaduhan ini diperparah dengan pertikaian kaisar Konstantin dan Licinius (322-323). 

Kekisruhan keagamaan tentu bisa membuat kegaduhan krisis sosial dalam masyarakat. Maka Kaisar Konstantinus, karena menginginkan kedamaian dalam wilayah kekuasaannya, menulis surat kepada Santo Alexander dan Arius untuk secepatnya menyelesaikan masalah ini. Dari sini Kaisar dan Paus Sylvester I mengundang para uskup untuk menghadiri Konsili di Nicea. Maka pada tahun 325 terjadi Konsili di Nicea yang dihadiri oleh sekitar 300 orang Uskup. Dari sini disepakati rumusan syahadat pendek yang sering disebut dengan istilah Syahadat Para Rasul. Rumusannya adalah sebagai berikut :


Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
pencipta langit dan Bumi
Dan akan Yesus Kristus,
PutraNya yang tunggal, Tuhan kita
Yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh perwan Maria.
Yang menderita sengsara
dalam pemerintahan Ponsius Pilatus,
disalibkan wafat dan dimakamkan,
Yang turun ketempat penantian,
pada hari ketiga bangkit
dari antara orang mati
Yang naik kesurga,
duduk disebelah kanan
Allah bapa yang Mahakuasa.
Dari situ ia kan datang
mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus
Pengampunan Dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.

Syahadat hasil Konsili Nicea memang menjadi pegangan hingga kini. Tetapi kemudian ada Konsili di Konstantinopel pada tahun 381 karena dalam Gereja muncul tokoh bernama Makedonius. Dalam salah satu artikel dalam internet dikatakan bahwa “Dalam Konsili Konstantinopel I (381) hal utama yang dibahas adalah ajaran Makedonius IPatriarkh Konstantinopel. Makedonius mengajarkan bahwa Roh Kudus bukanlah Allah, tetapi adalah makhluk ciptaan dan adalah pelayan Bapa dan Putra. Konsili Konstantinopel I menolak ajaran Makedonius dan menegaskan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan dan Allah yang setara dengan Bapa dan Putra.” (https://id.wikipedia.org/wiki/Kredo_Nikea). Dari sinilah muncul Syahadat Panjang yang disebut Syahadat Nicea Konstantinopel :


Aku percaya akan satu Allah,
Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi,
dan segala sesuatu yang kelihatan
dan tak kelihatan;
dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,
Putra Allah yang tunggal.
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad,
Allah dari Allah,
Terang dari Terang,
Allah benar dari Allah benar.
Ia dilahirkan, bukan dijadikan,
sehakikat dengan Bapa;
segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.
Ia turun dari surga untuk kita manusia
dan untuk keselamatan kita.
Ia dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia.
Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus;
Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.
Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
Ia akan kembali dengan mulia,
mengadili orang yang hidup dan yang mati;
kerajaan-Nya takkan berakhir.
aku percaya akan Roh Kudus,
Ia Tuhan yang menghidupkan;
Ia berasal dari Bapa dan Putra,
yang serta Bapa dan Putra,
disembah dan dimuliakan;
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
aku percaya akan Gereja
yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
aku mengakui satu pembaptisan
akan penghapusan dosa.
aku menantikan kebangkitan orang mati
dan hidup di akhirat.
amin.

 

Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
pencipta langit dan Bumi
Dan akan Yesus Kristus,
PutraNya yang tunggal, Tuhan kita
Yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh perwan Maria.
Yang menderita sengsara
dalam pemerintahan Ponsius Pilatus,
disalibkan wafat dan dimakamkan,
Yang turun ketempat penantian,
pada hari ketiga bangkit
dari antara orang mati
Yang naik kesurga,
duduk disebelah kanan
Allah bapa yang Mahakuasa.
Dari situ ia kan datang
mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus
Pengampunan Dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.

Domus Pacis Santo Petrus, 5 Februari 2026

Santo Montanus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 28 Juli 2013 Diperbaharui: 21 Februari 2016 Hits: 10311

  • Perayaan
    24 Februari
  •  
  • Lahir
    Hidup pada Abad ke-3
  •  
  • Kota asal
    Kartago - Afrika Utara
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 259 | Martir
    Dipenggal kepalanya.
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation
Kaisar Valerianus menganiaya umat Kristiani dengan bengis sepanjang masa Gereja perdana. Ia meluluskan eksekusi St. Siprianus dari Kartago pada bulan September 258. Tak lama kemudian, pejabat yang menjatuhkan hukuman mati kepada St. Siprianus tewas dan pejabat baru penggantinya nyaris menjadi kurban dari suatu persekongkolan untuk menghabisi nyawanya.

Otoritas Romawi mencurigai persekongkolan ini adalah bentuk balas dendam atas kematian St. Siprianus. Mereka lalu menangkap delapan orang yang tidak tahu apa-apa. Semuanya adalah orang-orang Kristen, sebagian besar adalah para klerus, dan semuanya adalah pengikut setia St. Siprianus.

Tahanan Kristen itu dijebloskan ke dalam penjara bawah tanah yang gelap. Disana mereka mendapati para saudara Kristiani mereka yang sudah lama ditangkap. Kotor dan pengap melingkupi kelompok tahanan ini. Mereka sadar bahwa mereka akan segera menghadapi kematian dan kebakaan. Orang-orang Kristen itu ditahan berbulan-bulan lamanya dalam penjara. Mereka dipaksa bekerja di siang hari, dan tanpa sebab seringkali tak diberi makan dan minum. Dalam situasi yang tak berperikemanusiaan macam itu, komunitas kecil umat Kristen ini bersatu padu dan saling tolong-menolong satu sama lain. Yang awam melindungi para uskup, imam dan diakon yang selalu menjadi sasaran kekejian para penjaga.

Ketika tahanan Kristiani pada akhirnya dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati, masing-masing diijinkan untuk berbicara. St. Montanus, yang tinggi kekar, berbicara dengan gagah berani kepada segenap umat Kristiani yang ada di antara khalayak ramai. Ia menasehati mereka untuk setia kepada Yesus dan untuk lebih memilih mati daripada mengingkari iman.
St. Lucius, yang kecil dan rapuh, berjalan tertatih-tatih ke tempat eksekusi. Ia lemah akibat masa-masa berat dan sulit di penjara namun matanya berbinar-binar menatap langit.  Sesungguhnya, ia harus bertopang pada dua teman yang membantunya tiba di tempat di mana para algojo telah menanti untuk memenggal kepalanya. Mereka yang menyaksikan berseru-seru memintanya untuk mengingat mereka di surga.

Sementara tahanan Kristen ini seorang demi seorang dipenggal kepalanya, khalayak ramai semakin berani. Mereka menangisi para martir yang menderita ketidakadilan. Tetapi mereka bersukacita juga. Mereka sadar bahwa para martir ini akan memberkati mereka dari surga. Santo Montanus dari Kartago, Santo Lucius dari Kartago, Santo Julianus dari Kartago, Santo Victorius dari Kartago, Santo Flavianus dari Kartago dan lima orang Santo lagi yang tidak kita ketahui namanya wafat sebagai martir pada tahun 259.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Lamunan Pekan Prapaskah I

Kamis, 26 Februari 2026 Matius 7:7-12 7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka p...