Tuesday, March 31, 2026

Penyumbang Maret 2026

Tampaknya hingga hari ini masih ada yang menggambarkan terjauhnya Domus Pacis Santo Petrus dengan umat. Tentu saja itu berarti juga terjauhnya para rama sepuh dari umat. Padahal Domus tetap banyak terhampiri oleh umat Katolik. Perhatian umat sungguh tampak dengan adanya sumbangan snak dan juga sumbangan dana untuk terlaksananya hajatan-hajatan yang mengundang umat dan keluarga para rama sepuh.


Tetapi perhatian umat tak hanya terbatas pada terlaksananya sajian snak dan konsumsi untuk hajatan-hajatan yang membuat para rama Domus tetap merasakan ada dalam topangan umat. Ternyata topangan umat juga terjadi dalam mencukupi kebutuhan-kebutuhan demi pelayanan atas kondisi kongkret para rama sepuh dan kebutuhan-kebutuhan lain untuk penyelenggaraan Domus Pacis. Kondisi kelansiaan para rama sungguh diperberat dengan disabilitas dan penyakit-penyakit yang terus membutuhkan pengawasan. Bahkan 5 orang di antaranya sudah harus mendapatkan penjagaan 24 jam. Sementara rama-rama sepuh lainnya juga sudah membutuhkan pelayanan bahkan, kecuali 1 orang, dalam hal urusan kamar mandi dan WC sudah harus dibantu. Apalagi kalau ada yang harus opname, seperti kini ada 1 orang, itu berarti harus ada yang menjaga. Semua ini membutuhkan tenaga karyawan yang harus bekerja dengan komitmen dan ketenangan pelayanan. Untuk semua ini Domus harus punya dana untuk menambah honor karyawan dengan tunjangan dan bonus-bonus tertentu. Selain itu untuk pemeliharaan gedung dan fasilitas-fasilitasnya, Domus Pacis juga harus punya persediaan dana. Memang, Domus Pacis adalah milik Keuskupan Agung Semarang. Tetapi dana rutin dari Keuskupan sungguh belum mencukupi. Puji Tuhan, selalu saja sejak pertengahan Juli 2021 ada warga-warga umat Katolik yang mengirimkan sumbangan. Untuk bulan Maret 2026 Rm. Bambang mencatat sumbangan sebesar Rp. 17.200.000 dari nama-nama penyumbang sebagai berikut :

1. Ibu Dicky, 2. PUPIP Ungaran, 3. Ibu Ida, 4. Anna Maria (Ibu-ibu Bernardus Babadan), 5. Ibu Niken, 6. Maria Kristina Dannie, 7. Bapak Sudjono Keman, 8. Ibu Christine, 9. Ibu Wartini, 10. Ibu Tantiana Windy, 11. Ibu Tri Nor Prasetyawan, 12. Ibu Dewi Anggraeni, 13. Ibu Liem, 14. Ibu dr. Wara Aris Wakiman, 15. Ibu Mamik, 16. Ibu Malya, 17. PUPIP DIY, 18. Ibu Harno, 19. Ibu Yuliana Sutarni, 20. Devosan Kerahiman Mungkid, 21. Ibu Bernadet Suwarni, 22. Ibu Istijono, 23. Ibu Christin, 24. Ibu Lili Herawati, 25. Ibu Eny Bernadette, 26. Ibu ML Setiyani Indrawati.

Santa Maria dari Mesir

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan:15 Februari 2017 Diperbaharui: 22 Maret 2020 Hits: 18279

  • Perayaan
    01 April
  •  
  • Lahir
    Sekitar tahun 344
  •  
  • Kota asal
    Alexandria - Mesir
  •  
  • Wafat
  •  
  • Sekitar Tahun 421 | Sebab alamiah
    Menurut legenda; Tubuhnya tetap utuh dan makamnya digali oleh seekor singa atas perintah Santo Sosimus
  •  
  • Venerasi
    -
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Maria dari Mesir (Maria Aegyptica) hidup pada abad ke-4. Awalnya ia adalah seorang pelacur yang berasal dari Aleksandria Mesir.  Pada hari pesta Salib Suci (Feast of the Exaltation of the Holy Cross) ia datang ke Yerusalem. Bukan untuk berziarah, tapi dengan niat kotor hendak menjajakan diri kepada para peziarah yang datang untuk menghormati Relikwi Salib Suci yang telah ditemukan kembali oleh santa Helena.

Ketika ia mencoba memasuki Gereja Makam Kudus, tempat Relikwi Salib Suci ditakhtahkan, sebuah kekuatan yang tidak kelihatan menghalanginya dan membuat kedua kakinya terasa lumpuh. Menyadari bahwa ini terjadi karena keadaan dirinya yang bergelimang dosa, Maria tersadarkan dan segera menyesali cara hidupnya yang penuh noda. Dari luar Gereja Makam Suci, ia melihat ikon Theotokos (Bunda Maria) yang menatapnya dengan penuh kasih.  Sambil memukul dada Maria berdoa memohon pengampunan. Ia bersumpah akan menebus semua dosa-dosanya dengan meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi pertapa di padang gurun.

Setelah mengucapkan kaul ini, ia mencoba melangkah ke dalam Gereja Makam Suci. Kali ini kedua kakinya dengan ringan membawanya ke hadapan altar. Dengan bercucuran airmata Maria berlutut dihadapan Relikwi Salib Suci; saat itulah ia mendengar sebuah suara berbisik : "Jika engkau menyeberangi sungai Yordan, engkau akan menjalani sisa hidupmu dalam kemuliaan."  Maria segera menuju ke sungai Yordan dan singgah sebentar di Biara Santo Yohanes Pembaptis yang berada di tepi sungai itu. Di sana ia menerima sakramen pengampunan dosa dan menjalani laku silih yang berat.  Selanjutnya, ia menyeberangi sungai Yordan menuju padang gurun untuk menggenapi kaulnya dan menebus dosa-dosanya dengan menjadi pertapa.  

Maria Aegyptica kemudian bertapa selama hampir 50 tahun di padang gurun di sisi Timur sungai Yordan. Dia hidup dalam keheningan dan doa yang khusuk, serta hanya makan daun-daun atau buah-buahan yang jatuh ke tangannya.

Puluhan tahun pun berlalu.  Suatu hari, Maria Aegyptica yang sudah tua renta bertemu dengan seorang biarawan bernama Santo Zosimus (Zosimus dari Palestina) yang tinggal di biara kecil di tepi sungai Yordan.  Maria meminta Sozimus membawakannya Komuni kudus di tepi sungai Yordan pada hari Paskah. Ketika Zosimus memenuhi keinginannya, Maria menemuinya di seberang sungai dengan cara berjalan di atas permukaan air, demi menerima Komuni Kudus. Setelah mengucapkan syukur dan terimakasih, Maria meminta Zosimus untuk kembali membawakannya Sakramen Ekaristi pada hari Paskah tahun selanjutnya.

Setahun kemudian Sozimus kembali tapi ia menemukan tubuh Maria Aegyptica sudah tidak bernyawa lagi. Tubuh pertapa wanita itu telah beberapa lama meninggal dunia, namun tetap utuh dan memancarkan bau yang harum semerbak. Zosimus lalu memakamkannya dengan bantuan seekor singa yang lewat, lalu kembali ke Biara.

Kisah hidup Maria Aegyptica dikisahkan oleh Zosimus kepada saudara-saudaranya, dan kisah tersebut dipelihara di antara komunitas mereka sebagai tradisi lisan. Tiga abad kemudian kisah ini dituliskan oleh Patriark Yerusalem, Santo Sophronius.(qq)

Lamunan Pekan Suci

Rabu, 1 April 2026

Matius 26:14-25

14 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. 15 Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. 16 Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" 18 Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." 19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. 20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. 21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." 22 Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?" 23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. 24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." 25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa doa dan ibadat membuat orang menjadi suci. Doa dan ibadat membawa orang terarah kepada Tuhan.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa dalam doa dan ibadat hati orang terarah pada hal-hal sorgawi. Segala hal jahat akan menyingkir ketika orang berdoa dan beribadat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun doa dan ibadat mengarahkan orang ke kekudusan, iblispun bisa jadi pembisik utama lewat keinginan-keinginan duniawi pendoa. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang bisa dikuasai oleh iblis kalau hatinya dipenuhi oleh keinginan duniawi.

Ah, dalam doa iblis tak berani mendekat.

Sumbangan Snak dan Even Maret 2026

Sebenarnya para rama tampak biasa-biasa berhadapan dengan yang biasa-biasa. Yang biasa itu termauk dengan menu santapan harian. Yang tidak biasa terjadi kalau ada even. Pada bulan Maret 2026 ini ada peringatan 2 tahun wafat Rm. Jaka Sistiyanto dan ulang tahun ke 63 Rm. Saptaka. Secara praktis sajian menu menjadi khusus karena ada tamu-tamu undangan. Tentu saja semua penghuni Domus juga ikut menikmati. Kebetulan saja mulai Minggu terakhir sebagai Komunitas Iman Katolik, para rama Domus masuk ke Pen Suci. Kebetulan saja, pada tahun ini Perayaan Minggu Palma, Kamis Putih, dan Jumat Adi, Domus Pacis mendapatkan bantuan petugas-petugas Liturgi baik nyanyian maupun para pembaca Kitab Suci terutama Kisah Sengsara. Agar peristiwa ini terasa istimewa, walau tak sebesar dan semeriah di paroki, Domus mengupayakan dengan makan bersama dengan menu tidak biasa. Tentu saja tetap dengan tataran level golongan ekonomi menengah. Meskipun demikian semua ini bisa terlaksana karena ada umat yang mengulurkan perhatian berupa dana uang ke Domus. Tentu saja Domus juga berterima kasih dengan mereka yang biasa mengirimkan snak sehingga untuk 15 hari selalu ada variasi sajian. Dalam catatan Rm. Bambang para penyumbang untuk kebutuhan konsumsi Domus pada Maret 2026 adalah sebagai berikut :

  • Penyumbang Snak. 1. Ibu Siwi Janong, 2. Ibu Rini, 3. Ibu Roni, 4. Ibu Rachel, 5. Ibu Hera, 6. Ibu Sintari, 7. Ibu Andreas, 8. Ibu Kanti, 9. Ibu Endang Prayitno, 10. Ibu Joni, 11. Ibu Jatmiko, 12. Ibu Titik Waluyanti, 13. Ibu Septi, 14. Ibu Lucinda, 15. Ibu Dalyono, 16. Ibu Tutik, 17. Ibu Debby, 18. Ibu Novi, 19. Ibu Atik, 20. Ibu Daniek, 21. Ibu Emma, 22. Ibu Setyowati, 23. Ibu Elly, 24. Ibu Dewa, 25. Ibu Wahyu, 26. Ibu Yustina.
  • Penyumbang Hajatan. 1. Lingkungan Ngepos Srumbung, 2. Ibu Bernadet Bintari, 3. Ibu Sri Daruningsih, 4. Ibu Yinni Tjia, 5. Ibu Brigita, 6. Bapak Donie Basuki, 7. Ibu Theresia Beni, 8. Ibu Coleta Tanti Sanvero, 9. Ibu Put Istri, 10. Ibu Endah, 11. Ibu Ambar, 12. Ibu Nadya, 13. Keluarga Patuk, 14. Ibu Umi, 15. Ibu Ratmi, 16. Ibu Mardanu, 17. Bapak Blasius Chasto, 18. Ibu Sri Purwaningsih, 19. Ibu Agnes Trijoko, 20. Ibu Yucha, 21. Ibu Rini Wahyudi, 22. Apotek Jaya Sehat, 23. Ibu Eni.

Monday, March 30, 2026

Beata Yohana de Toulouse

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 05 Agustus 2013 Diperbaharui: 24 Mei 2017 Hits: 10127

  • Perayaan
    31 Maret
  •  
  • Lahir
    Tidak ada catatan
  •  
  • Kota asal
    Tuolouse - Perancis
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 1286 | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    11 February 1895 oleh Paus Leo XIII
  •  
  • Kanonisasi

Pada tahun 1260, beberapa biarawan Karmel bersama pemimpin mereka yang termashur, Santo Simon Stock, datang ke Perancis dan mendirikan biara Karmel di Tolouse dan Bordeaux.

Seorang wanita saleh mohon bertemu dengannya. Wanita tersebut memperkenalkan diri hanya sebagai Yohana. Dengan sungguh-sungguh ia bertanya kepada imam, “Bolehkah saya bergabung dengan Ordo Karmel sebagai seorang awam?” St. Simon Stock adalah pemimpin ordo yang mempunyai wewenang untuk mengabulkan permohonan Yohana. Ia mengatakan “ya”. Dan Yohana pun menjadi anggota ordo ketiga Karmel (karmelit awam) yang pertama. Ia menerima jubah Ordo Karmel dan di hadapan St. Simon Stock, Yohana mengucapkan kaul.

Yohana melanjutkan kehidupannya yang tenang serta bersahaja di rumahnya sendiri. Ia berusaha sekuat tenaga untuk senantiasa mentaati regula (=peraturan-peraturan biara) Karmelit sepanjang hidupnya. Setiap hari ia ikut ambil bagian dalam Misa dan ibadat-ibadat di gereja Karmel. Sesudah itu, ia mengisi harinya dengan mengunjungi mereka yang miskin, yang sakit serta yang kesepian. Ia melatih para putera altar. Ia memberikan pertolongan kepada mereka yang jompo serta yang tak berdaya dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diperlukan. Yohana berdoa bersama mereka serta membangkitkan semangat banyak orang dengan percakapannya yang riang gembira.

Yohana menyimpan gambar Yesus tersalib dalam sakunya. Itulah “buku”-nya. Sewaktu-waktu ia akan mengeluarkan gambar tersebut dari sakunya serta memandanginya. Matanya bersinar-sinar. Orang mengatakan bahwa Yohana membaca suatu pelajaran baru yang mengagumkan setiap kali ia memandangi gambarnya.

Lamunan Pekan Suci

Selasa, 31 Maret 2026

Yohanes 13:21-33.36-38

21 Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." 22 Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. 23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. 24 Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!" 25 Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?" 26 Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. 27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." 28 Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. 29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. 30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. 

31 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. 32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. 33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.

36 Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." 37 Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" 38 Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang bisa amat keheranan karena ada sahabat yang memanfaatkannya hanya untuk cari keuntungan diri. Bukankah persahabatan itu hubungan untuk saling melindungi dan saling peduli kebaikan satu sama lain?
  • Tampaknya, orang bisa terkejut karena sahabat dekat justru mengkhianatinya. Rasa kasih mudah sekali berubah jadi benci setengah mati.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun pengkhianatan dalam hubungan persahabatan mudah berubah menjadi kebencian, orang yang sungguh baik akan jatuh kasihan karena pengkhianatan sahabatnya yang sebenarnya justru menjadi jurang nestapa bagi pengkhianat sendiri. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan tetap simpati pada sahabatnya sekalipun mengalami pengkhianatan darinya.

Ah, yang namanya pengkhianat ya harus diajar.

Sunday, March 29, 2026

Perayaan Liturgi Minggu Palma 2026 di Domus


Sabtu sore 28 Maret 2026 Domus Pacis sungguh merasakan kesemarakan. Kesemarakan ini berkaitan dengan peristiwa keagamaan bagi umat Katolik. Umat Katolik masuk ke Pekan Suci dari Perayaan Minggu Palma menuju Trihari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, Paskah). Pada Sabtu sore itu Domus Pacis Santo Petrus mengalami kesemarakan khusus :

  • Kehadiran Kor Pajeksan. Ketika makan pagi Minggu 29 Maret 2026 para rama Domus mengatakan bahwa kor telah menyanyi dengan indahnya. Rm. Bambang bercerita bahwa umat Pajeksan sudah biasa mendukung Misa dengan kor sejak tahun 2019. Ternyata dalam perkembangan umat Lingkungan Pajeksan, Paroki Kumetiran, mendapatkan pelatih sekaligus dirigen yang mumpuni. Itulah mengapa kini keindahan nyanyinya membuat Rm. Suntara mengatakan "Le nyanyi profesional" (Menyanyinya sungguh profesional). 
  • Kehadiran Suster Yuniorat OP. Khusus untuk Perayaan Liturgi Minggu Palma Domus pada hari itu ada bantuan dari Komunitas Suster OP di Pandega, Paroki Banteng. Mereka membantu Domus dengan melaksanakan tugas pembacaa Kisah Sengsara. Bahakn 2 orang suster bisa membantu untuk menerimakan Komuni 70an orang peserta Misa.
  • Ramah Tamah Sesudah Misa. Sesudah Misa semua yang hadir dan para penghuni Domus duduk-duduk dan omong-omong penuh keakraban. Semua dilakukan sambil makan bersama. Sebenarnya sajiannya sederhana, hanya bakmi dan nasi goreng. Tetapi dari suasana yang ada, tampak adanya kegembiraan mewarnai hingga mereka semua tamu meninggalkan Domus.

Penyumbang Maret 2026

Tampaknya hingga hari ini masih ada yang menggambarkan terjauhnya Domus Pacis Santo Petrus dengan umat. Tentu saja itu berarti juga terjauhn...