Sunday, March 1, 2026

Lamunan Pekan Prapaskah II

Senin, 2 Maret 2026

Lukas 6:36-38

36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang baik akan bisa peka mana baik mana buruk. Dia bisa memiliki kecerahan pemahaman untuk menilai sesuai fakta kebaikan dan keburukan seseorang.
  • Tampaknya, berhadapan dengan orang yang selalu bersikap buruk terhadapnya, seseorang disebut wajar kalau menegornya. Bahkan juga wajar kalau dia memutus hubungan dengan yang selalu memburukinya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun wajar kalau orang menunjuk kesalahan dan memutus hubungan dengan orang yang selalu memperlakukan buruk, kalau hidup berpegang pada relung hati sikap dan tindakan orang terisi oleh rasa ceria terbuka dan mengampuni siapapun yang memburukinya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang bisa terbuka untuk dijelek-jelekkan dan dimusuhi oleh orang lain tertapi tak pernah punya hati permusuhan.

Ah, musuh kok didiamkan, kita bisa tertindas.

Saturday, February 28, 2026

Para Penyumbang Kebutuhan Kondisi Rama Domus

Domus Pacis Santo Petrus memang milik Keuskupan Agung Semarang. Untuk pembeayaan kehidupannya Keuskupan memang memberikan anggaran secara rutin. Tetapi kebutuhan hidup yang membutuhkan pembeayaan secara rutin juga cukup besar. Anggaran Keuskupan bisa mencukupi kebutuhan beaya pajak listrik, honorarium pokok karyawan, uang saku para rama, dan hal-hal dasar lainnya. Tetapi untuk kondisi para rama yang pada umumnya membutuhkan persediaan fasilitas tertentu harus menjadi upaya tersendiri. Domus Pacis memang kerap mendapatkan tamu atau rombongan tamu yang berttanya bisa membawa apa yang dibutuhkan. Ada alternatif kebutuhan yang bisa disebut yang menjadi kebutuhan sehari-hari yang membutuhkan beaya khusus. Rm. Bambang biasa mengetengahkan hal-hal berikut :

1. Pampers L- xl perekat atau xl celana, 2. Susu diabet vanilla, 3. Gluco DR strip, 4. Minyak goreng tropicana/biji matahari/mazolla, 5. Gula diabetasol, 6. sampo bayi dan sabun bayi, 7. Tissue kering/basah, 8. Sabun cuci piring, 9. Sabun cuci baju cair, 10. Pewangi pakaian, 11. Pelembut pakaian, 12. Pembersih lantai-KM, 13. Underpad, 14. Pengharum pakaian untuk setrika, 15. Buah: melon, semangka, pear, apel. Yang sering cepat habis adalah susu diabetasol vanila, sabun cuci baju cair dan pelembut-pewangi pakaian, pengharum pakaian, pampers.


Untuk pelayanan para rama sesuai kondisinya yang sudah dalam banyak hal harus dilayani, tambahan honorarium untuk para karyawan juga tak bisa hanya pokok sesuai dengan UMK atau sesuai kontrak bagi karyawan milik lembaga luar Domus. Demi ketenangan dan komitmen kerja para karyawan mendapatkan tambahan-tambahan tunjangan, lemburan selain kesempatan libur. Untuk menunjang pembeayaan di luar rutin dari Keuskupan, stipendium dan honorarium rama yang masih bisa melayani luar menjadi pemasukan. Tetapi tanpa uluran kepedulian dari umat Domus Pacis akan menderita kesulitan. Puji Tuhan selalu saja setiap bulan ada umat, bahkan sebagian besar rutin, yang mengirimkan sumbangan. Untuk bulan Februari 2026 Rm. Bambang mencatat para penyumbang sebagai berikut :

Ibu Dicky, 2. PUPIP Ungaran, 3. Ibu Ida, 4. Bapak Sudjono Keman, 5. Ibu Theresia Niken, 6. Ibu Christine, 7. Ibu Anna Maria (Ibu-ibu Bernardus Babadan), 8. Ibu Wartini, 9. Ibu Anggraeni, 10. PUPIP DIY, 11. Ibu Tri Nor Prasetyawan, 12. Ibu Mamik, 13. Ibu Malya, 14. Ibu Tanti, 15. Klg. Tejo Yuwono, 16. Bapak Bambang Triono Cahyadi, 17. Klg. Tien Prasetyo, 18. Bellissima Skin Clinic, 19. Klg. Edi Susanto, 20. Ibu Retno Witaksi, 21. Ibu Istiyono, 22. Bapak Dwidjosusanto, 23. Ibu Chatarina Gunarti, 24. Ibu Harno, 25. Ibu Lili Herawati, 26. Ibu Bernadet Suwarni, 27. Devosan Kerahiman Ilahi Mungkid, 28. Ibu drg. Yuristianti, 29. Ibu Yuliana Sutarni, 30. Ibu dr. Wara Aris Wakiman, 31. Ibu Eny Bernadette, 32. Ibu Christin, 33. Ibu Setiyani Indrawati.

Santo Herculanus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 02 November 2014 Diperbaharui: 29 Februari 2020 Hits: 16787

  • Perayaan
    7 November
    1 Maret
  •  
  • Lahir
    Hidup pada abad ke-6 (tanggal dan tahun lahir tidak diketahui)
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir - Dipenggal pada tahun 549 oleh raja Ostrogoth
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Herculanus adalah seorang uskup dari Perugia dan diangkat menjadi santo pelindung kota itu. Menurut Santo Gregorius Agung, Herculanus mengalami kemartiran ketika Totila, raja Ostrogoth, merebut kota Perugia di tahun 549.

Raja Totila dikatakan telah memerintahkan Herculanus harus benar-benar dikuliti hidup-hidup. Namun, para tentara Ostrogoth yang melaksanakan perintah mengerikan ini merasa kasihan pada bapa uskup. Mereka mengabaikan perintah tersebut dan memutuskan untuk memenggal kepala sang Uskup agar menghindarkannya penyiksaan yang mengerikan.

Santo Gregorius Agung juga menulis bahwa dalam empat puluh hari, kepala Herculanus (yang telah dipotong), ditemukan telah bersatu kembali dengan tubuhnya.

Lamunan Pekan Prapaskah II

Minggu, 1 Maret 2026

Matius 17:1-9

1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. 2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. 3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. 4 Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." 5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." 6 Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. 7 Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!" 8 Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorangpun kecuali Yesus seorang diri. 9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, setiap orang pernah mengalami peristiwa yang tidak dipahami. Dia bisa kebingungan tak tahu harus berbuat apa.
  • Tampaknya, dalam kebingungan orang bisa saja mencari orang untuk tempat curhat. Dia bisa meminta nasihat pada orang itu.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, dengan mencari petunjuk kepada orang yang dianggap bijak ketika berada dalam keadaan yang tidak dimengerti dipandang sebagai jalan baik, dalam keadaan seperti itu tempat sejati untuk mencari pemahaman sejati adalah masuk dalam relung hati dan mendengarkan kata-kata yang muncul dari dalamnya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang dalam menghadapi apapun akan pertama-tama masuk dalam kedalaman batin untuk dalam ketenangan batin mendengar suara batin.

Ah, kalau mengalami kebingungan sebaiknya releks santa-santai pergi rekreasi.

Friday, February 27, 2026

Pendaftaran Ikut Malam Paskah Domus

Pada saat ini umat Katolik berada dalam Masa Prapaskah. Ini adalah masa umat mempersiapkan diri menyongsong perayaan besar yang menjadi landasan hidup beriman ikut Tuhan Yesus, yaitu Perayaan Hari Paskah. Bagi Domus Pacis Santo Petrus, rumah para rama praja sepuh Keuskupan Agung Semarang, Perayaan Malam Paskah dijadikan peristiwa besar. Hal ini telah berlangsung sejak tahun 2022. Perayaan Malam Paskah dibuka untuk siapapun umat Katolik yang ingin merayakannya bersama para rama sepuh Domus Pacis. Kor yang dipimpin oleh Bapak Loly dari Nologaten, Paroki Pringwulung, sudah siaga mengiringi Perayaan Misa Malam Paskah. Bu Rini, relawan Domus Pacis, sudah membentuk tim untuk penyediaan makan bersama seusai Misa. Karena menyangkut penyediaan konsumsi, maka siapapun yang akan ikut Perayaan Malam Paskah Domus Pacis harus mendaftarkan diri. Pendaftaran dapat lewat pesan WA ke Rm. Bambang di HP no. 087-834-991-969 dengan menginformasikan nama dari paroki asal. Kecuali karena ada lasan tertentu, pendaftaran dimulai sejak tayangan berita ini dan ditutup pada Sabtu tanggal 28 Maret 2026. 

Santo Romanus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 28 Juli 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014 Hits: 12291

  • Perayaan
    28 Februari
  •  
  • Lahir
    Tahun 390
  •  
  • Kota asal
    Upper Bugey, Perancis
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 465 | Oleh sebab alamiah.
    Dimakamkan di the abbey of Beaume
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Sebagai seorang pemuda, Romanus dikagumi semua orang oleh karena kebaikan hatinya. Ia memiliki hasrat yang kuat untuk menjadi seorang kudus. Karena ia melihat bahwa di dunia amatlah mudah orang melupakan Tuhan, maka Romanus memutuskan untuk hidup sebagai seorang pertapa. Terlebih dahulu, ia meminta nasehat dari seorang rahib yang kudus dan kemudian berangkat.

Ia membawa sebuah buku bersamanya, yaitu Hidup Para Bapa dari Padang Gurun tulisan Cassian. Ia juga membawa serta benih-benih tanaman dan beberapa peralatan. Dengan perlengkapan tersebut, Romanus masuk ke dalam hutan di pegunungan Jura antara Swiss dan Perancis. Ia menemukan sebuah pohon yang amat besar dan tinggal di bawahnya. Romanus melewatkan waktunya dengan berdoa dan membaca bukunya. Ia juga menanami serta merawat kebunnya, dengan tenang menikmati alam sekitarnya.

Tak lama kemudian, adiknya - Santo Lupicinus - bergabung dengannya. Romanus dan Lupicinus amat berbeda kepribadiannya. Romanus keras terhadap dirinya sendiri. Tetapi, ia lemah lembut dan penuh pengertian terhadap orang lain. Lupicinus keras serta kasar terhadap dirinya sendiri dan biasanya demikian juga ia menghadapi orang lain. Namun demikian, maksudnya baik. Kedua bersaudara itu saling mengerti satu sama lain dan hidup rukun bersama.

Banyak orang kemudian datang untuk bergabung dengan mereka. Orang-orang itu pun juga ingin menjadi rahib, maka mereka mendirikan dua buah biara. Romanus menjadi pemimpin di biara yang satu dan Lupicinus menjadi pemimpin di biara yang lainnya. Para rahib itu hidup sederhana dan keras. Mereka banyak berdoa dan mempersembahkan kurban-kurban mereka dengan sukacita. Mereka melakukan silih untuk mempererat panggilan hidup mereka. Mereka bekerja keras menanami serta memelihara kebun mereka dan senantiasa hening sepanjang waktu. Mereka memilih untuk hidup demikian oleh sebab perhatian utama mereka adalah mendekatkan diri kepada Tuhan. Cara hidup mereka membantu mereka untuk mencapai tujuan rohani mereka.

Lamunan Pekan Prapaskah I

Sabtu, 28 Februari 2026

Matius 5:43-48

43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, pada umumnya orang tahu bahwa Tuhan itu Mahakuasa Pencipta langit dan bumi. Manusia adalah salah satu wujud ciptaan-Nya.
  • Tampaknya, orang sadar bahwa tak ada yang sempurna selain Allah. Karena segala pengalaman cela, noda, dan dosa orang selalu tak akan bisa sempurna.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun berbagai kelemahan dan dosa menjadi penghalang meraih kebaikan, sejatinya orang selalu ada dalam jalan kesempurnaan ilahi kalau selalu mengembangkan diri jauh dari rasa benci apalagi denda" m terhadap orang yang memusuhi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan berjuang meneladan Tuhan yang tetap membuka anugrah kebaikan kepada yang buruk sebagaimana disediakan kepada kaum baik.

Ah, orang akan melecehkan kita kalau kita selalu mengalah.

Lamunan Pekan Prapaskah II

Senin, 2 Maret 2026 Lukas 6:36-38 36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu   adalah murah hati." 37 "Janganlah kamu...