Sunday, March 8, 2026

Mengenang 2 Tahun Wafat Rm. Joko Sistiyanto


Berbicara tentang almarhum Rm. Agustinus Joko Sistiyanto bagaimanapun juga harus dikaitkan dengan upaya penghidupan suasana rumah para rama sepuh yang bernama Domus Pacis. Beliau masuk Domus Pacis hanya terpaut 2 minggu sesudah Rm. Bambang pada Juli 2010. Pada waktu itu yang ditempati adalah Domus Pacis Puren, Pringwulung, dan belum terpikir bahwa akan ada Domus Pacis Santo Petrus di Kentungan. Rm. Jaka mendapatkan SK Keuskupan karena kondisi beberapa penyakitnya. Bersama Rm. Agoeng, salah satu pengurus Domus, dan Rm. Bambang, Rm. Joko terlibat ikut memulai gerakan penghidupan para rama Domus sebagai Komunitas. Rm. Joko terlibat dalam pengadaan hajatan pertama pada 21 Desember 2011 ketika para rama sepuh mengadakan ulang tahun imamat ke 40 almarhum Rm. Harjaya. Kebetulan saja pada waktu Pak Tukiran, karyawan Domus, sudah 26 tahun bekerja untuk para rama sepuh. Open House yang diisi dengan omongan tentang kelansiaan menjadi acara pertama yang membuat banyak umat hadir. Domus makin dikenal dan menjadi salah satu studi ketuaan yang mulai tahun 2013 dalam program Novena Ekaristi Seminar. Sajian makan dan snak yang tadinya biasa disajikan untuk para rama di kamar sendiri-sendiri, mulai Idul Fitri 2013 menjadi ajang jumpa serumah dalam makan bersama. 

Barangkali karena kondisi yang masih tampak segar dan masing bisa bermobil sendiri ke banyak tempat bahkan rutin ke Semarang untuk kontrol dan berobat di RS Elisabet, Rm. Joko pindah ke Bantul pada tahun 2017 menjadi pastor pembantu Paroki Bantul. Meskipun demikian, karena kondisi yang harus banyak terawasi penyakitnya, beliau pindah di Pastoran Pringwulung agar dekat dengan RS Panti Rapih. Ketika para rama Domus Pacis Puren dipindahkan ke Domus Pacis Santo Petrus pada 1 Juni 2021, sebulan kemudian Rm. Joko juga menyusul karena kondisi penyakitnya sudah membutuhkan pelayanan ekstra. Ternyata hampir 3 tahun kemudian pada Jumat Agung 29 Maret 2024, Rm. Joko menghadap Bapa di keabadian. Itulah sebabnya pada Jumat 6 April 2026 Domus Pacis mengadakan Peringatan Wafat Rm. Joko yang ke 2 tahun. Banyak anggota keluarga dari adik-adik dan kemenakan serta putra-putri almarhum datang ke Domus. Dari anggota keluarga lebih dari 40 orang ikut Misa yang dipimpin oleh Rm. Andika, Direktur Domus Pacis, diteruskan dengan santap malam bersama.

Santa Fransiska dari Roma

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 02 Agustus 2013 Diperbaharui: 23 Oktober 2020 Hits: 37033

  • Perayaan
    09 Maret
  •  
  • Lahir
    Tahun 1384
  •  
  • Kota asal
    Roma - Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • 9 Maret 1440 |
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Tahun 1608 oleh Paus Paulus V

Fransiska dilahirkan pada tahun 1384 dengan nama Francesca Bussa de’ Leoni. Orangtuanya, Paul Bussa dan Jacobella de' Roffredeschi, adalah bangsawan yang kaya raya, tetapi mereka mengajarkan pada Fransiska untuk menaruh perhatian pada sesama dan mengamalkan hidup Kristiani yang saleh. Ia adalah seorang gadis kecil yang cerdas.

Ketika usianya sebelas tahun, Fransiska memberitahukan kepada orangtuanya bahwa ia telah memutuskan untuk menjadi seorang biarawati. Namun, kedua orangtuanya malahan mendorong Fransiska untuk memikirkan hidup perkawinan. Seperti kebiasaan pada masa itu, mereka memilih seorang pemuda yang baik untuk menjadi suami Fransiska. Pemuda itu baru tigabelas tahun usianya.

Fransiska dan suaminya, Lorenzo Ponziano, saling jatuh cinta. Meski pernikahan mereka adalah karena perjodohan, mereka hidup bahagia dalam perkawinan selama empatpuluh tahun lamanya. Lorenzo mengagumi isterinya, dan juga saudari iparnya - Vannozza. Fransiska dan Vannozza berdoa setiap hari dan melakukan matiraga bagi Gereja Yesus, yang menghadapi banyak pencobaan pada masa itu. Kedua saudari ini juga mengunjungi mereka yang miskin dan merawat mereka yang sakit. Mereka membawakan makanan dan juga kayu bakar bagi orang-orang yang membutuhkannya. Para perempuan kaya lainnya terinspirasi oleh teladan kedua bersaudari ini untuk lebih memaknai hidup mereka pula. Sementara itu, Fransiska bertekun dalam doa. Ia semakin akrab bergaul dengan Yesus dan Maria dalam hidup sehari-hari.

Fransiska dan Lorenzo adalah orang-orang yang penuh belas kasih. Mereka tahu bagaimana rasanya menderita. Mereka kehilangan dua dari ketiga anak mereka karena wabah. Hal ini menjadikan mereka terlebih lagi peka terhadap kebutuhan mereka yang menderita. Semasa pertikaian antara paus yang sah dengan anti-paus, Lorenzo memimpin pasukan yang membela paus yang benar. Sementara ia pergi berperang, para musuh memusnahkan harta milik dan kekayaannya. Bahkan meski demikian, Fransiska membereskan satu bagian dari villa keluarga yang telah dirusak dan mempergunakannya sebagai rumah sakit. Hidup terasa berat bagi keluarganya, namun demikian orang-orang di jalanan jauh terlebih lagi membutuhkan pertolongan. Lorenzo terluka dan pulang ke rumah untuk dirawat oleh isterinya tercinta agar sehat kembali. Lorenzo wafat pada tahun 1438. Fransiska menghabiskan empat tahun sisa hidupnya dalam tarekat religius yang ia dirikan.

Santa Fransiska dari Roma wafat pada tanggal 9 Maret 1440. Ia dimaklumkan sebagai santa oleh Paus Paulus V pada tahun 1608. Pada pesta peringatannya, para imam biasa memberikan berkat pada mobil oleh sebab St. Fransiska dianggap sebagai pelindung mobil dan para pengemudi. Tentu saja St. Fransiska tidak pernah mengemudi, tetapi menurut kisah legenda, apabila ia pergi keluar pada malam hari, maka malaikat pelindung mendahuluinya menerangi jalan dengan sebuah lampu besar serupa lentera. Semasa hidupnya St. Fransiska mendiktekan 97 penglihatan, di mana ia melihat banyak siksa neraka.

Lamunan Pekan Prapaskah III

Senin, 9 Maret 2026

Lukas 4:24-30

24 Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. 25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. 26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. 27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." 28 Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. 29 Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. 30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang yang beragama akan menjalani peribadatan. Bahkan ada yang diwajibkan beribadat bersama di rumah ibadat.
  • Tampaknya, dengan pergi beribadat di rumah ibadat orang bisa berkata pergi ke rumah Tuhan. Di situ orang yakin bisa mendatangkan ketenangan batin sehingga berbaikan dengan siapapun.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekali beribadat di rumah ibadat jadi jalan mengembangkan semangat persaudaraan, kalau tidak terbuka pada cakrawala ilahi yang berbeda dengan sudut pandangannya, orang justru bisa terbangkitkan sikap emosional dan bahkan bisa membuat tindakan anarkis. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar, kalau tak punya sikap terbuka pada bisikan nurani, suasana doa dan ibadatpun bisa jadi pemicu kebrutalan.

Ah, dengan beribadat orang akan menjadi alim.

Saturday, March 7, 2026

Misa Malam Paskah 2026 di Domus Pacis

Perayaan Malam Paskah 2026 memang masih besok tanggal 4 April. Tetapi untuk Domus Pacis itu menjadi peristiwa khusus yang membutuhkan persiapan cukup awal. Tentu saja intern Domus tak ada persiapan model Paroki seperti Kor dan latihan misdinar apalagi dengan membentuk panitia. Memang, pada Malam Paskah/Natal selalu juga ada Kor. Tetapi untuk Malam Paskah 4 April 2026 Kor akan disumbang oleh kelompok umat yang dipimpin oleh Bapak Loly dari Nologaten, Paroki Pringwulung.


Kekhususkan Perayaan Malam Paskah/Natal di Domus Pacis Santo Petrus adalah selalu ada makan malam untuk umat yang ikut bersama para rama dan karyawan sesudah Misa. Dalam hal ini pihak Domus harus tahu jumlah orang yang ikut bersama merayakannya. Inilah sebabnya siapapun warga Katolik bukan Domus harus mendaftarkan diri lebih dahulu. Yang mendaftar diminta menuliskan nama dan paroki asal dan dikirim lewat pesan WA ke HP Rm. Bambang no. 087-834-991-969. Untuk Perayaan Malam Paskah 4 April 2026 Domus Pacis sudah mulai menerima pendaftaran lewat pengumuman dalam medsos pada Sabtu tanggal 28 Februari 2026. Pengumuman akan ditutup besok Minggu tanggal 29 Maret 2026. Dalam Minggu pertama ini Rm. Bambang mencatat ada 42 orang pendaftar berikut ini :

  • Kevikepan Yogyakarta Timur (3 Paroki, 11 orang). Paroki Pringgolayan (1. Ibu Nani Han, 2. Chosa, 3. Pipit, 4. Ibu Mardi); Paroki Minomartani (1. Bapak Gunawan, 2. Ibu Mercy, 3. FA Sandy Mariatna, 4. Berilla S Surbakti), Paroki Kalasan (1. Wiwik Vasthi, 2. Yuniarti, 3. Arza)
  • Kevikepan Yogyakarta Barat (1 Paroki, 12 orang). Paroki Banteng (1. Bapak Sigit Sudarmadi, 2. Ibu Sigit, 3. Bp.Anton Soedjarwo, 4. Ibu.Kartika Kumala, 5. Ank. Erika Soedjarwo, 6. Romy Sulistiono, 7. Cucu Ivana Sulistiono, 8. Bapak Paulus Subiyanto, 9. Elleanora Gina C, 10. Ign BP Dian Krishna, 11. Bapak Unanto, 12. Ibu Septi)
  •  Kevikepan Kedu (2 Paroki, 5 Orang). Paroki Ignatius Magelang (1. Stph. Rohani, 2. Th Sri Rahayu, 3.  Ag Ronny , 4.  D. Nugroho); Paroki Borobudur (1. Hilda)
  • Kevikepan Surakarta (2 Paroki, 13 orang). Paroki Gondang  (1. Dono Budoyo, 2. Niken, 3. Terania, 4. Hardono, 5 Anik Setyawati, 6. Elgiva, 7. Ratna Kriswidyastuti, 8. Nesia Amadea); Paroki  Boyolali (1. Yacobus Raditya Krisna Setiawan, 2. Scholastica Sitha Wardhani, 3. Antonius Mario Aria Ananda, 4. Gabriel Adhi Nayantaka, 5. Yosef Anantadana Rahadian Pramudito)

  •  Keuskupan Agung Jakarta (1 Paroki, 1 orang). Paroki Maria Karmel (1. Galih)

Santo Yohanes da Deo

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 02 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014 Hits: 13551

  • Perayaan
    08 Maret
  •  
  • Lahir
    8 Maret 1495
  •  
  • Kota asal
    Montemoro Novo, Evora, Portugal
  •  
  • Wafat
  •  
  • 8 Maret 1550 di Granada
  •  
  • Beatifikasi
    21 September 1630 oleh Paus Urbanus VIII
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Tahun 1690 oleh Beato Paus Inosensius XI

St. Yohanes dilahirkan di Portugal pada tanggal 8 Maret 1495. Orangtuanya miskin, tetapi mereka adalah orang Kristen yang taat. Yohanes seorang pemuda yang tidak bisa tenang. Sebentar ia menjadi seorang gembala, sebentar menjadi tentara, dan kemudian menjadi penjaga toko. Ketika dewasa, ia bukanlah seorang yang religius. Ia dan teman-temannya tidak menyadari kehadiran Tuhan.

"Jika kita rindu untuk menerima belas kasihan Tuhan, pastilah kita akan melakukan kebajikan selama kita memiliki kemampuan untuk melakukannya. Sebab, jika kita berbagi dengan mereka yang miskin, oleh karena kasih kita kepada Tuhan, apa pun yang Ia berikan kepada kita, kita akan menerimanya, sesuai dengan janji-Nya, seratus kali lipat dalam kebahagiaan abadi.” ~St.Yohanes da Deo 

Ketika usianya empatpuluh tahun, Yohanes mulai merasa hampa. Ia merasa sedih akan hidupnya yang telah ia sia-siakan. Di gereja, ia mendengarkan suatu khotbah yang disampaikan oleh seorang misionaris yang kudus, Yohanes dari Avila. Misionaris tersebut memberikan pengaruh yang kuat kepadanya. Yohanes mulai menangis meraung-raung. Hari-hari selanjutnya, St. Yohanes dari Avila membantu Yohanes untuk memulai hidupnya kembali dengan harapan dan keberanian.

Yohanes mengubah hidupnya secara drastis. Ia berdoa serta melakukan mati raga setiap hari. Dikatakan bahwa seorang uskup memberinya nama da Deo (= dari Tuhan) karena ia secara total mengubah hidupnya yang dahulu hanya mementingkan diri sendiri dan kini sepenuhnya menjadi manusia baru yang “dari Tuhan”. Perlahan-lahan Yohanes da Deo menyadari betapa hidup rakyat penuh dengan kemiskinan serta penderitaan. Ia mulai mempergunakan waktunya untuk merawat mereka yang sakit di rumah-rumah sakit dan di tempat-tempat penampungan. Kemudian ia menjadi sadar akan betapa banyaknya orang-orang yang terlalu miskin untuk dapat memperoleh perawatan di rumah sakit. Siapakah yang mau merawat mereka? Yohanes bertekad, demi cintanya kepada Tuhan, ia mau melakukannya.

Ketika usianya empatpuluh lima tahun, Yohanes mendapatkan sebuah rumah untuk merawat para fakir miskin yang sakit. Rumah itu kemudian menjadi sebuah rumah sakit kecil di mana setiap orang yang membutuhkan pertolongan akan diterima dengan baik. Orang-orang yang datang untuk membantu Yohanes mulai membentuk suatu ordo religius untuk mengabdikan diri bagi mereka yang miskin. Ordo mereka disebut Para Broeder St. Yohanes da Deo.

Suatu ketika, seorang bangsawan menyamar sebagai seorang pengemis. Ia mengetuk pintu Yohanes untuk meminta-minta. Yohanes dengan suka hati memberikan semua yang ia miliki, yang jumlahnya hanya beberapa dolar saja. Bangsawan tersebut tidak membuka rahasianya saat itu, melainkan segera pergi dengan kesan mendalam. Keesokan harinya, seorang pesuruh tiba di depan pintu Yohanes dengan sepucuk surat penjelasan beserta uang dermanya yang dikembalikan. Di samping itu, sang bangsawan menyertakan 150 keping uang emas. Ia juga mengirimkan roti, daging serta telur yang dikirimkan setiap pagi ke rumah sakit cukup untuk memberi makan segenap pasien dan para pekerja rumah sakit.

Setelah sepuluh tahun bekerja keras bagi rumah sakitnya, St. Yohanes sendiri akhirnya jatuh sakit. Ia wafat pada hari ulang tahunnya pada tahun 1550. Yohanes da Deo dinyatakan kudus oleh Beato Paus Inosensius XI pada tahun 1690.

Lamunan Pekan Prapaskah III

Minggu, 8 Maret 2026

Yohanes 4:5-42

5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. 6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. 7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum." 8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) 10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." 11 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? 12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?" 13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, 14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." 15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." 16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini." 17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, 18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar." 19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah." 21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. 23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." 25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." 26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau." 27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?" 28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: 29 "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" 30 Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. 31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah." 32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal." 33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?" 34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. 35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. 37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. 38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka." 39 Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat." 40 Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya. 41 Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, 42 dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang dapat yakin dengan beragama orang akan mendapatkan ketenangan batin. Itu semua karena orang dekat Tuhan.
  • Tampaknya, makin rajin menjalani kewajiban-kewajiban agama orang tak akan ada dalam keburukan hidup. Orang akan selalu bahagia.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dalam agama orang biasa didekatkan ke Tuhan sumber segala kebahagiaan, orang baru sungguh dekat menyatu dengan Tuhan kalau dalam beragama melandaskan diri pada relung hati yang tak hanya membuat orang teraliri keceriaan batin tetapi juga menjadi sumber kebahagiaan bagi banyak orang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang tak hanya mengalami kepuasan hidup tetapi juga mampu mengalirkan bagi kehausan-kehausan sekitarnya akan terpenuhinya kebutuhan hidup.

Ah, asal menjalani agama orang akan bahagia.

Friday, March 6, 2026

Rencana Kunjungan UBK Semarang

Domus Pacis Santo Petrus, sebagai rumah para rama sepuh, memang berada dalam Kompleks Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan. Kalau hanya memakai sharelock untuk datang ke Domus Pacis, orang dengan kendaraannya akan dituntun lewat Jalan Timor Timur. Tetapi sekalipun kemudian bolak balik, orang hanya akan berada di balik tembok tanpa pintu masuk ke Domus Pacis. Kalau mau masuk bagaimanapun juga orang harus lewat pintu gerbang Seminari Tinggi. Begitu masuk orang akan berjumpa pos satpam dan akan ditunjukkan arah ke Domus Pacis yang gedungnya ada di bagian belakang Seminari Tinggi. Tampaknya, posisi Domus Pacis yang berada dalam satu kompleks dengan Seminari Tinggi membuat beberapa orang dan atau kelompok memandang Domus Pacis adalah bagian dari Seminari Tinggi. Bahkan karena biasa berkunjung ke Seminari Tinggi ada yang omong bahwa dia biasa ke Domus Pacis. Orang itu bisa heran karena ada yang biasa ke Domus tetapi tidak mengenal rama-rama Seminari.

Barangkali, salah satu kelompok yang kurang lebih berpikir satunya Domus dan Seminari adalah Kelompok Pendampingan Umat Berkebutuhan Khusus (UBK) dari Semarang. Kelompok ini akan membuat acara yang pelaksanaannya dikonsepkan baik di Seminari Tinggi maupun di Domus Pacis. Barangkali mereka ingin berjumpa khusus baik dengan para calon imam maupun dengan para imam usia senja. Barangkali mereka sudah berhubungan baik dengan Rm. Fajar, Misnister Seminari Tinggi, maupun dengan Rm. Andika yang menjadi Direktur Domus Pacis. Barangkali mereka sudah bicara acara pada hari tertentu yang pelaksanaannya bergantian tempat antara Seminari Tinggi dan Domus Pacis. Barangkali mereka sudah pernah memilih tanggal 19 April 2026 sebagai saat pelaksanaan tetapi Rm. Andika punya acara. Barangkali kemudian ada hari-hari lain tetapi belum diketemukan kecocokan antara Rm. Andika dan Rm. Fajar. Pada Rabu 4 Maret 2026 kelompok ini datang di Domus Pacis untuk surve. Karena baru ada acara, kalau kelompok ini datang dan Rm. Andika belum pulang, Rm. Bambang diminta untuk menemui. Dari pertemuan pada sekitar jam 13.00 hari itu, Rm. Bambang mengatakan “Pilih saja untuk tempat kegiatan UBK. Di Seminari Tinggi atau di Domus. Kalau di Seminari Tinggi, di Domus cukup jalan-jalan melihat tanpa ada acara kegiatan dengan melibatkan para rama sepuh. Demikian sebaliknya”. Kebetulan Rm. Andika datang. Ketika dari kelompok bertanya apa tanggal 14 Mei 2026, Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus, belum ada kelompok lain yang akan berkunjung, ternyata memang masih kosong. Ternyata tampaknya dari Tim UBK masih ada yang berpikir Seminari Tinggi. Maka Rm. Andika dan Rm. Bambang memberi kesempatan 1 minggu untuk menentukan mau pakai tanggal 14 Mei 2026 untuk acara UBK Semarang di Domus atau tidak. Kalau dalam seminggu belum ada ketentuan, bila ada kelompok umat lain akan berkunjung di Domus untuk tanggal itu, kelompok inilah yang akan diterima. Kelompok UBK setuju dan dalam waktu dekat akan berunding lebih dahulu. Ternyata 3 hari kemudian, yaitu Sabtu 7 Maret 2026, di tengah makan siang Rm. Andika berkata bahwa kelompok ini memilih tanggal 27 Mei 2026. Ini adalah hari libur Idul Adha.

Mengenang 2 Tahun Wafat Rm. Joko Sistiyanto

Berbicara tentang almarhum Rm. Agustinus Joko Sistiyanto bagaimanapun juga harus dikaitkan dengan upaya penghidupan suasana rumah para rama ...