- Kevikepan Yogyakarta Timur (5 Paroki, 22 orang). Paroki Pringgolayan (1. Ibu Nani Han, 2. Chosa, 3. Pipit, 4. Ibu Mardi); Paroki Minomartani (1. Bapak Gunawan, 2. Ibu Mercy, 3. FA Sandy Mariatna, 4. Berilla S Surbakti), Paroki Kalasan (1. Wiwik Vasthi, 2. Yuniarti, 3. Arza, 4. Titus Pulunggono, 5. Yulia Pulunggono, 6. Pudentiana Sumbangsih, 7. Pierrette Clument); Paroki Pringwulung (1. Bu Atik, 2. De EL, 3. Ariel, 4. Bu Ratna, 5. Pak Ardi); Paroki Kotabaru (1. FX. Handoko, 2. Rinawati)
- Kevikepan Yogyakarta Barat (3 Paroki, 52 orang). Paroki Banteng (1. Bapak Sigit Sudarmadi, 2. Ibu Sigit, 3. Bp.Anton Soedjarwo, 4. Ibu.Kartika Kumala, 5. Ank. Erika Soedjarwo, 6. Romy Sulistiono, 7. Cucu Ivana Sulistiono, 8. Bapak Paulus Subiyanto, 9. Elleanora Gina C, 10. Ign BP Dian Krishna, 11. Bapak Unanto, 12. Ibu Septi, 13. Ari Puspo, 14. D Anna S, 15. B Widyatmoko. 16. F David P, 17. KS Indranandita, 18. D Dimas A, 19. Antonius Iwan Kurniawan, 20. Fransiska jenny Irawati, 21. Josse William, 22. Ruth Meliana); Paroki Klepu (1. Djuwadi, 2. Retno, 3. Hartiyo, 4. Bu Ida, 5. Paiman, 6. Bonikem, 7. Ninik Mujiono, 8. Eka BP, 9. Sutrisni, 10. Suparta, 11. Suwarni, 12. Lita, 13. Mbah Saein, 14. Mbah Seno Kakung, 15. Mbah Seno Putri, 16. Ibu Murbaningsih, 17. Ibu Painah, 18. Yanti, 19. Zora, 20. Ibu Anna, 21. Yogi, 22. Yohani, 23. Bapak Sapari, 24. Ibu Sapari, 25. Ibu Sugiyarti, 26. Bapak Kholil); Paroki Gamping (1. Maria Junianti, 2. Johanes Heri, 3. Maria Audrey, 4. Vincentius Max)
- Kevikepan Kedu (2 Paroki, 5 Orang). Paroki Ignatius Magelang (1. Stph. Rohani, 2. Th Sri Rahayu, 3. Ag Ronny , 4. D. Nugroho); Paroki Borobudur (1. Hilda)
- Kevikepan Surakarta (2 Paroki, 13 orang). Paroki Gondang (1. Dono Budoyo, 2. Niken, 3. Terania, 4. Hardono, 5 Anik Setyawati, 6. Elgiva, 7. Ratna Kriswidyastuti, 8. Nesia Amadea); Paroki Boyolali (1. Yacobus Raditya Krisna Setiawan, 2. Scholastica Sitha Wardhani, 3. Antonius Mario Aria Ananda, 4. Gabriel Adhi Nayantaka, 5. Yosef Anantadana Rahadian Pramudito)
- Kevikepan Semarang (1 Paroki, 2 orang). Tanah Mas (1. Maria Endah W 2. Agustinus Vembriant)
- Keuskupan Agung Jakarta (1 Paroki, 1 orang). Paroki Maria Karmel (1. Galih)
DOMUS PACIS PETRUS
Tuesday, March 17, 2026
Pekan Suci 2026 di Domus Pacis
Santo Salvador
diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 23 April 2017 Diperbaharui: 29 April 2017 Hits: 11844
- Perayaan18 Maret
17 April (Fransiskan) - LahirBulan Desember tahun 1520
- Kota asalGirona, Catalonia Spanyol
- Wafat
- 18 Maret 1567 di biara Fransiskan Cagliari Italia
Sebab alamiah - Beatifikasi5 Februari 1606 oleh Paus Paulus V
29 January 1711 oleh Paus Klemens XI - Kanonisasi
- 17 April 1938 oleh Paus Pius XI
Salvador Pladevall I Bien lahir pada bulan Desember 1520 di Rumah Sakit Santa Coloma de Ferners, Girona, Catalonia Spanyol, dimana kedua orangtuanya bekerja sebagai pelayan. Pada usia 14 tahun Salvador telah menjadi yatim-piatu. Ia pindah ke Barcelona untuk tinggal bersama seorang saudarinya bernama Blasa. Di sini ia harus bekerja sebagai seorang pembuat sepatu untuk membantu penghidupan mereka berdua.
Ketika saudarinya menikah, Salvador memutuskan untuk menjawab panggilan hidup religius yang telah lama bergema dalam hatinya. Awalnya ia masuk biara Benediktin Santa Maria de Monserrat di dekat kota Barcelona. Namun ia merasa tidak cocok dengan regula biara yang ketat dan pola hidup kontemplatif yang dipraktekkan para Benediktin. Ia menginginkan pola hidup membiara yang lebih sederhana, karena itu ia masuk Biara Fransiskan di Barcelona dan diterima sebagai seorang lay brother (Broeder). Ia mengucapkan kaulnya pada tahun 1542 dan segera dikenal sebagai seorang bruder yang saleh dan rendah hati.
Salvador kemudian ditugaskan ke biara Tortosa, di Tarragona Spanyol, di mana para atasannya memberinya tanggung-jawab sebagai juru masak, quaestor (biarawan yang bertugas meminta-minta derma) dan portir biara. Di sinilah Bruder Salvador diberkati Tuhan dengan karunia penyembuhan yang luar bisa. Ia menjadi terkenal sebagai seorang biarawan penyembuh yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan berdoa. Biara di Tarragona segera ramai diziarahi umat beriman yang mengharapkan penyembuhan ilahi. Tercatat jumlah pengunjung ke biara tersebut pernah mencapai sekitar 2.000 orang per minggu.
Karunia penyembuhan Salvador mendatangkan cemburu dalam hati para atasannya. Mereka mencurigainya bersekutu dengan kuasa kegelapan dan membentuk sebuah komisi khusus untuk mengawasinya. Mereka juga merasa terganggu dengan kunjungan ribuan umat ke biara dan memutuskan untuk memindahkan Bruder Salvador dari satu biara ke biara yang lain. Awalnya Salvador dipindahkan ke biara di Bellpuig, lalu ke Lleida, terus pindah ke biara Fransiskan Santa Maria Ratu para Malaikat di desa terpencil Horta de Sant Joan. Salvador lalu tinggal di biara Horta de Sant Joan selama dua belas tahun (1547-1559). Walau demikian, di manapun Bruder Salvador “disembunyikan”, umat selalu datang dan memohon doanya yang penuh Kuasa Penyembuhan.
Dari Horta de Sant Joan Salvador dipindahkan ke biara Fransiskan di Reus, lalu pindah lagi ke kota Madrid. Mendengar kedatangannya di Madrid, umat kota ini berbondong-bondong datang menemui Bruder Salvador untuk disembuhkan. Bahkan Raja Spanyol saat itu, Raja Felipe II, juga mengunjunginya di biara demi memohon doa penyembuhan.
Pada tahun 1560 Bruder Salvador diadukan ke Tribunal Inkuisisi Spanyol berkenaan dengan berbagai mujizat penyembuhan yang dilakukannya. Setelah beberapa penyelidikan, para hakim Inkuisisi tidak menemukan penyimpangan apapun dan memutuskan untuk membatalkan tuduhannya.
Lima tahun kemudian bruder Salvador dipindahkan ke biara di Cagliari, pulau Sardinia, yang saat itu menjadi wilayah Spanyol. Di sini ia kembali ditugaskan sebagai juru masak di dapur biara. Umat yang mengharapkan penyembuhan tetap mendatanginya setiap hari, dan ia terus saja membantu menyembuhkan mereka dengan doa-doanya yang penuh kuasa Ilahi. Di biara inilah Bruder pembuat mujizat ini tutup usia pada tanggal 18 Maret 1567.
Lamunan Pekan Prapaskah IV
Rabu, 18 Maret 2026
Yohanes 5:17-30
17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga." 18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. 20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. 21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. 22 Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, 23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. 24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. 25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. 26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. 27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. 28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. 30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
Butir-butir
Permenungan
- Tampaknya, ada yang yakin bahwa agama adalah sumber dari segala kebaikan. Dengan beragama orang akan baik.
- Tampaknya, dengan setia pada ajaran dan tatanan agama orang mendapatkan pegangan kebaikan. Perilakunya akan menjadi pancaran kebaikan.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dalam agama orang mendapatkan berbagai arahan kebaikan, orang sadar bahwa kebaikan sejati yang terpancar dalam sikap dan perilaku mengalir dari orang mendasarkan pemahamannya dari mesranya dengan relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar dalam beragama akan sungguh jadi insan baik kalau menghayatinya dengan landasan hubungan dialogal dengan nurani.
Ah, asal sudah jalani agama orang pasti jadi baik.
Monday, March 16, 2026
Rencana Syawalan Domus Pacis 2026
Jogja 23
1. Yosefin Meyliana, 2. Suratinah, 3. Lestari, 4. Nur Marjinah 5. Bu Bandiyah, 6. Agus suro, 7. Bu Ida Kenik, 8. MG Sri Kusdiyati, 9. Yuli Avianto, 10. Atik, 11. Niken, 12. Yusuf, 13. Nenti, 14. Otik, 15. Rini Rindawati, 16. Andreas P, 17. Magdalena Tri, 18. Sri Suyati, 19. Mbal Illah, 20. Subakir, 21. Sri Wahyunu, 22. Noviyanti, 23. Maria Veronika,
Bantul 13
1. Agus Suseno, 2. Zunardi, 3. Djaziri, 4. Siti Hibanah, 5. Ghufron, 6. Hudiono, 7. Feansiska Rikha, 8. Heriyanti Y, 9. Ispono, 10. Agus , 11. Farel, 12. Wiwik, 13. Farhan
Sleman 22
1. Yastuti Raharsih, 2. Lizara Richi, 3. Giyono, 4. Yunianto, 5. Ratna, 6. Adam, 7. Didin, 8. Endang, 9. Desi Listia, 10. Iswanto, 11. Tari, 12. Subardjo Y, 13. Lucia Djumini, 14. Parjono, 15. Mbak Tiwi, 16. Wakidah, 17. Sarwoto, 18. Sri Apeni, 19. Paryana, 20. Suharti, 21. Widodo, 22. Trimah
Kulon Progo 4
1. Lucia Haryanti, 2. Yopi, 3. Warso, 4. Tutik
Sala/Surakarta 7
1. Slamet, 2.Sulistyowati, 3.Dian, 4.Parni, 5.Kasno, 6. Meita, 7. Daud,
Klaten 21
1. Lusi, 2. Supri, 3. Sriyono, 4. Yayuk, 5. Endang, 6. V Suminah, 7. Sugiyo, 8. Bernardus, 9. Hubertus, 10. Maria, 11. Robert, 12. Ninik, 13. Maryono, 14. Harini, 15. Jumadi, 16. Alvin, 17. Tria, 18. Avca, 19. Juariyah, 20. Sri Lestari, 21. Juju Juliati
Magelang 11
1. Mariyat, 2. Ngatinem, 3. Nurdiyanto, 4. Indarti, 5. Mardi, 6. Sartini, 7. Muhzamrodin, 8. Sabar, 9. Wahyuni, 10. Naumi, 11. Nana
Gunung Kidul 2
1. Sudarmono, 2. Murwanti
Santo Patrick
diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 04 Agustus 2013 Diperbaharui: 27 Juli 2017 Hits: 17912
- Perayaan17 Maret
- LahirHidup abad ke-5
- Kota asalInggris
- Wilayah karyaIrlandia
- Wafat
- Tahun 461 | Oleh sebab alamiah
- Beatifikasi-
- Kanonisasi
- Pre-Congregation
Majikannya menyuruh Patrick untuk menjaga kawanan ternaknya di pegunungan. Patrick hanya mendapatkan sedikit makanan dan pakaian. Namun demikian, ia memelihara kawanan ternaknya itu dengan baik, dalam hujan, badai maupun salju. Patrick merasa amat kesepian seorang diri di pegunungan, seringkali ia datang untuk berbicara kepada Yesus dan Bunda Maria dalam doa. Hidup terasa berat dan tidak adil baginya. Semakin lama semakin bertambah kuatlah kepercayaan Patrick kepada Tuhan.
Kemudian, ketika ia berhasil melarikan diri dari Irlandia, Patrick belajar untuk menjadi seorang imam. Ia senantiasa merasa bahwa ia harus kembali ke Irlandia untuk membawa bangsa kafir itu kepada Kristus. Pada akhirnya, keinginannya itu terkabul. Ia menjadi imam dan kemudian diangkat menjadi uskup. Ketika Santo Selestinus memangku jabatan paus, Patrick diutus kembali ke Irlandia. Betapa bahagianya Patrick dapat mewartakan Kabar Gembira Allah yang benar kepada orang-orang yang dahulu memperlakukannya sebagai budak.
Sejak dari awal, Patrick harus mengalami banyak penderitaan. Sanak saudara serta para temannya menghendaki agar ia berhenti mewartakan Injil sebelum bangsa kafir Irlandia membunuhnya. Tetapi, orang kudus itu tetap saja berkhotbah tentang Yesus. Ia berkeliling dari satu desa ke desa yang lain. Ia jarang beristirahat dan melakukan banyak matiraga demi orang-orang yang amat dikasihinya itu. Sebelum ia wafat, seluruh bangsa Irlandia telah menjadi orang-orang Kristen.
Meskipun ia berhasil dengan gemilang, St. Patrick tidak pernah merasa bangga atau pun sombong. Ia menyebut dirinya sendiri sebagai pendosa dan menyampaikan segala puji-pujian yang diterimanya kepada Tuhan. Patrick wafat pada tahun 461.
Lamunan Pekan Prapaskah IV
Selasa, 17 Maret 2026
Yohanes 5:1-3a.5-16
1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. 2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3a dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit. 5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" 7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." 8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." 9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. 10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu." 11 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah." 12 Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" 13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. 14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." 15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. 16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.
Butir-butir
Permenungan
- Tampaknya, dengan beragama orang ada dalam jalan kebaikan. Agama menjamin pemeluk jadi orang terbuka pada kebaikan.
- Tampaknya, dengan menjalani wajib-wajib agama orang mendapatkan pegangan kebaikan. Orang tak akan berbuat dan menjadi buruk.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun berbagai ajaran dan tatanan agama menghadirkan iklim kebaikan pada pemeluk, kalau ternyata dalam beragama tertutup pada perhatian rumusan-rumusan aturan, agamawan justru bisa buta pada kebaikan yang dibuat oleh seseorang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa berhadapan dengan, orang yang hanya terfokus dan berpandangan sempit pada tatanan dan adat kebiasaan dalam beragama, kebaikan yang dibuat bagi sesesama yang menderita bisa dinilai sebagai kejahatan.
Ah, apapun kondisinya orang harus taat pada aturan-aturan sebagaimana terumus.
Sunday, March 15, 2026
Lingkungan Tangkisan Pos
"Dina niki libur nggih?" (Ini hari libur, ya?) salah seorang rama nyeletuk ketika sedang makan pagi Minggu 15 Maret 2026. Di dalam pembicaraan pagi itu kata "libur" memiliki 2 arti. Pertama, hari libur adalah hari Minggu. Para rama sering berkata "Hari Minggu adalah hari libur untuk Domus, karena pada umumnya di hari Minggu tak ada Misa". Misa Domus adalah Misa Komunitas Rama Sepuh yang biasa terjadi pada Senin sampai Sabtu setiap sore. Tetapi pada Sabtu sore Komunitas Domus biasa menggunakan Liturgi Hari Minggu. Dengan demikian di Domus tak biasa ada Misa di hari MInggu. Seandainya terjadi ada, misalnya karena even tertentu atau ada umat yang minta pelayanan ujub tertentu, Misa Sabtu sore ditiadakan. Yang kedua, kalau ucapan "Ini hari libur" muncul di Minggu 15 Maret 2026, itu berarti tak ada rombongan tamu berkunjung.
Para rama Domus maklum kalau sekalipun Minggu tak terjadi ada rombongan tamu berkunjung. Bukankah hari itu termasuk Masa Prapaskah? Bukankah di Masa Prapaskah umat sibuk mempersiapkan perayaan Paskah? Bukankah di Masa Prapaskah umat juga punya kegiatan-kegiatan khusus di Lingkungan seperti pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP)? Maka layaklah kalau para rama santai-santa berada di kamar masing-masing. Pada jam 08.00, karena biasa bangun di dini hari, Rm. Bambang sudah tertidur dan hanya terbangun karena ada snak di antar di kamarnya. Tiba-tiba menjelang jam 10.00 seorang karyawan masuk kamarnya dan berkata "Rama, wonten rombongan tamu mendadak. Saking Gondang" (Rama, ini mendadak ada rombongan tamu berkunjung dari Gondang). Ternyata pada jam 09.44 dalam HP Rm. Bambang ada pesan WA dari Rm. Andika yang sedang tak ada di Domus. Isi WA adalah "Romo dinten punika wonten kunjungan kula kesupen nyerat. Saking lingkungan paroki Gondangwinangun. ..... Matur nuwun 🙏🏻 (Rama, hari ini ada kunjungan. Saya lupa menuliskan. Dari Paroki Gondangwinangun. ..... Trima kasih). Ternyata yang datang adalah umat Lingkungan Tangkisan Pos yang masuk wilayah Paroki Gondang. Kedatangan mereka dalam rangka merayakan Pesta Pelindung, yaitu Santo Yusup. Mereka mengisi dengan kerja bakti bersih gereja Gondang pada Rabu 11 Maret 2026, kunjungan ke rama sepuh Domus Pacis npada hari itu, dan Perayaan Misa khusus besok pada tanggal 19 Maret 2026. Lima orang rama sepuh ikut menyambut rombongan tamu, yaitu Rm. Yadi, Rm. Suhartana, Rm. Ria, Rm. Jarot, dan Rm. Bambang. Bagaimanapun juga acara yang bagi Domus mendadak tak mengurangi suasana penuh kegembiraan dengan banyak kelakar.
Pekan Suci 2026 di Domus Pacis
Bagaimanapun juga Domus Pacis Santo Petrus merasa gembira karena untuk Pekan Suci 2026 mengalami dukungan dari umat. Perayaan Liturgi Minggu...
-
Pada tanggal 3 Februari 2026 Mgr. Rubiyatmoko mengirim berita dalam WA Grup UNIO KAS NEWS "Para Romo, selamat malam. Mohon doa untuk Ra...
-
Sejak di Domus Pacis Puren, Pringwulung, keluarga ini memang biasa berkunjung ke Rm. Bambang setahun sekali. Itu terus terjadi hingga kini R...
-
"Siapakah dia?" Barangkali, kalau pertanyaan ini disertakan pada gambar foto dalam berita ini, akan ada beberapa orang yang ikut b...



