Monday, February 16, 2026

Lamunan Pekan Biasa VI

Selasa, 17 Februari 2026

Markus 8:14-21

14 Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. 15 Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." 16 Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti." 17 Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? 18 Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, 19 pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul." 20 "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul." 21 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya pengaruh, itu adalah realita yang dialami oleh manusia. Bagaimanapun juga setiap orang akan mendapatkan pengaruh tata pikir, tata perasaan, dan aura keinginan karena pengaruh sosial.
  • Tampaknya, gerakan mempengaruhi setiap orang juga terjadi di dalam kehidupan bersama dalam masyarakat. Itu bisa menjadi penciptaan opini yang di era kini mudah marak karena daya media sosisal.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun orang memang harus berada dalam kebersamaan sosial, orang harus membiasakan diri untuk curhatan dengan relung hati agar terbebas dari daya kuasa penguruh buruk karena kesempitan pandangan dan gila kedudukan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan dinamis ikut Tuhan dalam perkembangan situasi hidup dan budaya setempat.

Ah, ikut apapun asal menghasilkan uang, itulah yang bijak.

Sunday, February 15, 2026

Dapat Hadiah Pembagian Beras

Mas Andi sudah 3 kali datang di Domus Pacis Santo Petrus. Yang pertama bersama dengan Ibu Darmanto dari Jumapolo. Mas Andi memang juga dari Jumapolo. Layaklah kalau ketika datang pada Sabtu siang tanggal 14 Februari 2026 beliau bertanya "Rama Saptaka sakmenika lenggah ngriki, nggih?" (Kini Rm. Saptaka tinggal di sini, ya?) Sebelum masuk Domus dan jadi pasien Rumah Sakit Panti Rapih, Rm. Saptaka memang menjadi pastor yang bertugas di Paroki Jumapolo. Kehadiran Mas Andi di Domus mempunyai tujuan sama seperti 2 kali sebelumnya. Beliau datang atas nama PT Aplus Pasific yang berpusat di Jakarta. Pimpinan perusahaan ini adalah putra Ibu Darmanto. Setiap berulang tahun, PT Aplus mengadakan bagi bingkisan. Domus Pacis Santo Petrus menjadi salah satu yang mendapatkan pembagian hadiah. Itu terjadi karena Bu Darman pernah ikut rombongan kunjungan di Domus dan termasuk jatuh peduli pada Domus. Beliau mengusulkan putranya untuk memberi bagian kepada Domus. Yang menjadi pelaksana mengantar hadiah adalah Mas Andi yang memegang PT Aplus Pasific Cabang Klaten. Kalau 2 kali sebelumnya mengantar hadiah karena ada ulang tahun perusahaan, ternyata kedatangan hari Sabtu 14 Februari 2026 berkaitan dengan Hari Raya Idul Fitri 2026 yang makin mendekat kehadirannya. Adapun yang menjadi hadiah adalah 20 karung beras yang terdiri dari 10 Kg per karung.

Santo Onesimus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 27 Juli 2013 Diperbaharui: 17 November 2019 Hits: 15647

  • Perayaan
    16 Februari
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 90 di Roma | Martir
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Pencuri yang berdosa ini sangat beruntung ditobatkan oleh Santo Paulus. Rasul agung ini bahkan menyebut Onesimus sebagai : "Buah hatiku".

Onesimus hidup pada abad pertama. Ia adalah seorang hamba yang merampok majikannya lalu melarikan diri ke Roma. Di Roma ia bertemu dengan St. Paulus yang dipenjarakan karena imannya. Paulus menerima Onesimus dengan kelembutan serta kasih sayang seorang ayah. Paulus membantu menyadarkan pemuda tersebut bahwa ia telah berbuat salah dengan mencuri. Lebih dari itu, ia membimbing Onesimus untuk percaya dan menerima iman Kristiani.


Setelah Onesimus menjadi seorang Kristen, Paulus mengirimkannya kembali kepada tuannya, Filemon, yang adalah sahabat Paulus. Tetapi, Paulus tidak mengirim hamba itu kembali seorang diri dan tak berdaya. Ia “mempersenjatai” Onesimus dengan sepucuk surat yang singkat tapi tegas.

Paulus berharap agar suratnya dapat menyelesaikan semua masalah Onesimus, sahabat barunya. Kepada Filemon, Paulus menulis:


......... Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagi pula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus. Dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. Dia kusuruh kembali kepadamu - dia, yaitu buah hatiku --. (Fil 1:9-12)

Surat yang menyentuh tersebut dapat ditemukan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Filemon menerima surat dan nasehat Paulus. Ketika Onesimus kembali kepada tuannya, ia dibebaskan. Kemudian, Onesimus kembali kepada St. Paulus dan menjadi penolongnya yang setia.    

St. Paulus mengangkat Onesimus menjadi imam dan kemudian uskup. Orang kudus yang dulunya hamba ini membaktikan seluruh sisa hidupnya untuk mewartakan Kabar Gembira yang telah mengubah hidupnya selamanya. Menurut tradisi, pada masa penganiayaan, Onesimus dibelenggu dan dibawa ke Roma lalu dianiaya hingga tewas.

Lamunan Pekan Prapaskah IV

Senin, 16 Maret 2026

Yohanes 4:43-54

43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, 44 sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. 45 Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu.

46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. 47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. 48 Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." 49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." 50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. 51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. 52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." 53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya. 54 Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya teguran biasa membuat tidak nyaman di hati. Teguran selalu berisi penyalahan.
  • Tampaknya, untuk orang yang mau minta pertolongan, kalau justru menerima sikap menyalahkan, orang bisa sakit hati. Orang bisa terlibat konflik satu sama lain.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun sudah menunjukkan kepercayaan tetapi justru mendapatkan teguran dan penilaian negatif dari yang diminta pertolongan bisa menimbulkan rasa benci, bagi orang yang biasa punya kepekaan relung hati, dia justru makin memiliki kepercayaan dan penghargaan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang tak akan kehilangan iman sekalipun mendapatkan sikap negatif meragukan kepercayaannya.

Ah, bagaimanapun juga kalau sudah baik dan tak dipercaya, putus aja hubungannya.

Saturday, February 14, 2026

Rm. Bambang dalam Tik Tok

Mulai Januari 2025 setiap rama Domnus Pacis Santo Petrus dipestakan kecil-kecilan. Itu berarti makan bersama para rama dan karyawan serumah dengan mengundang keluarga atau teman dekat yang berulang tahun sebanyak 10 orang. Di dalam perkembangan Rm. Bambang selalu membuat kidungan berbahasa Jawa dengan model kidung macapat untuk rama yang berulang tahun. Kata google "Tembang macapat adalah puisi tradisional Jawa yang dilantunkan, menggambarkan perjalanan hidup manusia dari lahir hingga meninggal. Muncul di akhir masa Majapahit dan digunakan Wali Songo untuk dakwah, macapat terikat aturan guru gatra (jumlah baris), guru wilangan (jumlah suku kata), dan guru lagu (vokal akhir). Terdapat 11 jenis utama yang mewakili filosofi hidup". Itu jadi tayangan yang dikirim lewat Blog Domus Petrus, WA, FB, dan Tik Tok.


Satu hal yang membuat Rm. Bambang terkesan adalah tayangan macapat dalam Tik Tok. Sebenarnya setiap hari Rm. Bambang mengirimkan renungan harian dengan video durasi maksimum 30 detik. Tentu saja dia juga menayangkan lewat Tik Tok. Pada Selasa 10 Februari 2026 jam 15.27 Rm. Bambang mengamati kumpulan tayangannya yang ada dalam Tik Tok. Dari sekitar 100 tayangan, pembuka renungan harian Tik Tok antara 300-1100 orang. Tetapi paling banyak di sekitar 400an dan 500an. Tetapi tayangan lantunan macapat selalu di atas 5000 orang. Memang, tayangan karaokean yang menampilkan Rm. Andika dan Rm. Saptaka menyanyi mencapai 14.000 orang. Meskipun demikian tayangan lantunan macapat biasa di atas 10.000 orang. Secara acak Rm. Bambang melihat kembali tayangan yang dibuka oleh lebih dari 10.000 orang : Baca Injil (32.3000); Karaoke (14.000), Ultah Rm. Jarot (12.600); Ultah Rm. Tri Wahyono (60.900); Mengantar Rm. Hartanto di Salam (15.100); dan Ultah Rm. Supriyanto (14.800). Ternyata yang bukan macapat hanya karaokean. Tayangan Tik Tok sekalipun bisa beberapa menit dibuka minim 5 kali lipat tayangan renungan harian maksimum 30 detik. Dari sini Rm. Bambang bertanya dalam hati "Apakah tayangan tradisional Jawa klasik masih amat menarik untuk yang membuka medsos Tik Tok?" 

Santo Simeon

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 12 Agustus 2013 Diperbaharui: 18 Oktober 2019 Hits: 16804

  • Perayaan
    3 Februari
    15 Februari (Gereja Orthodox)
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Yerusalem
  •  
  • Wafat
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Simeon yang kudus hidup pada abad pertama. Dalam Injil Lukas dikisahkan bahwa Yosef dan Maria membawa Bayi Yesus ke Bait Allah di Yerusalem. Di sanalah mereka bertemu dengan Simeon. Orang kudus tersebut telah lama menunggu dengan sabar jawab atas permohonannya kepada Tuhan: ia ingin tetap hidup hingga melihat Sang Mesias, Juru Selamat dunia. Tetapi, ia tidak tahu seperti apakah Sang Mesias itu, atau bilakah dan apakah doanya akan dikabulkan.

Pasangan muda dari Nazaret itu menghampirinya bersama dengan bayi mereka. Simeon memandang mata Sang Bayi dan merasakan suatu gejolak sukacita memenuhi hatinya. Matanya bersinar-sinar. Ia menggendong Yesus dalam pelukannya sambil berdoa :

“Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa.”

Maria dan Yosef saling berpandang-pandangan. Mereka berdua amat takjub. Kemudian nabi tua itu berpaling kepada Maria. Sinar matanya menjadi sedih sementara ia berkata dengan lembut, “Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.” Maria tidak mengerti apa yang dimaksudkannya, dan ia berdoa kepada Tuhan untuk memohon kekuatan. Simeon yang kudus telah dikabulkan doanya oleh Tuhan. Ia tetap dalam keadaan penuh syukur dan sukacita sementara pasangan muda serta Bayi mereka meninggalkannya.

Lamunan Pekan Biasa VI

Minggu, 15 Februari 2026

Matius 5:17-37

17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. 27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. 31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. 33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang aktif menjalani wajib-wajib agama bisa dipandang tokoh iman. Apalagi kalau jadi penggerak dan pengurus, orang bisa dianggap sebagai teladan hidup beriman.
  • Tampaknya, yang paham akan ajaran-ajaran agama bisa dipandang sebagai penjaga iman. Apalagi kalau terdidik dan terpelajar dalam ilmu ketuhanan, orang bisa sebagai pentuntun iman.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yag biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun rajin menjalani wajib-wajib agama dan paham berbagai ajaran agama, orang baru sungguh beriman kalau biasa mengomongkan sendiri yang ditangkap dalam agama dalam relung hati dan kemudian berjuang menjalaninya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar sebodoh apapun dalam keagamaan kalau biasa omong dengan relung hati bisa jauh lebih beriman daripada yang paham agama dan hanya menjalani yang formalistik wajib.

Ah, bagaimanapun juga ulama dan aktivis agama adalah teladan hidup ikut Tuhan.

Lamunan Pekan Biasa VI

Selasa, 17 Februari 2026 Markus 8:14-21 14 Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka...