Saturday, February 7, 2026

Lamunan Pekan Biasa V

Minggu, 8 Februari 2026

Matius 5:13-16

13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang akan senang kalau diakui kebaikannya. Dia merasa tersanjung.
  • Tampaknya, perbuatan baik memang bisa membuat orang mendapatkan penghargaan dan penghormatan. Kalau ingin mendapatkan kedudukan sosial tinggi orang bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan dukungan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun perbuatan baik bisa menghadirkan sanjungan dan penghormatan serta penghargaan sejati, perbuatan baik sejati sebenarnya merupakan aura keakraban seseorang dengan relung hati yang terpancar secara spontan alamiah dalam perbuatan yang membuat orang lain menyaksikan daya ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan relung hati orang dalam perilakunya membuat orang lain mengalami kebahagiaan yang sorgawi.

Ah, dengan kebiasaan berbuat baik orang bisa meraih kedudukan dan jabatan sosial terhormat.

Friday, February 6, 2026

Ada Yang Pinjam Tempat

Domus Pacis Santo Petrus memang kerap mengalami kehadiran rombongan tamu baik rombongan kecil maupun rombongan besar. Para tamu biasa datang untuk jumpa dengan para rama sepuh. Proses pertemuan biasa diatur oleh pihak Domus. Rm. Bambang biasa menjadi pemandu dalam tanya jawab. Untuk penutup selalu ada doa dari salah satu rama Domus dan berkat dari salah satu rama lain. Setelah itu ada foto bersama. Tentu saja kalau ada hajatan itu adalah hajatan kepentingan Domus seperti ulang tahun imamat dan peringatan arwah rama yang pernah jadi penghuni Domus Pacis Santo Petrus. Tetapi dalam perkembangan ternyata ada warga umat yang mengadakan hajatan keluarga dan meminjam tempat di Domus. Beberapa kali ada yang mengadakan peringatan arwah untuk salah satu anggota keluarganya. Bahkan ada yang sudah pesan tempat pada tahun 2025 untuk mengadakan 1000 hari wafat anggota keluarga besuk Sabtu tanggal 14 Februari 2026. Biasanya untuk peringatan arwah atau juga ada yang bertunangan, keluarga minta rama dari Domus untuk memimpin Misa. Selain kepentingan keluarga ada yang minta untuk pertemuan kelompok atau organisasi. Yang baru saja adalah PUPIP (Paseduluran Umat Pamitran Imam Praja) DIY yang Sabtu 7 Februari 2026 mengadakan pertemuan besar berkaitan dengan programasinya. Ternyata pada Kamis 5 Februari 2026 Rm. Andika, Direktur Domus yang sedang berada di Papua, menelpon Bu Rini relawan Domus. Rm. Andika meminta Bu Rini untuk menyiapkan konsumsi pertemuan para rama yang berkarya di wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, besok Senin 9 Februari 2026. Pernah terjadi ada yang bertanya lewat WA Rm. Bambang "Apakah ada biaya utk penggunaan kapel/aula? Atau ada biaya lainnya? Kl boleh tahu brp biayanya..." Rm. Bambang hanya menjawab "Biasanya kami pandang sebagai kunjungan." Memang, kalau ada konsumsi Rm. Bambang bilang "Dipun tambah 20 nggih. Kula sagriya nyuwun bagean" (Ditambah 20 ya. Kami serumah minta diberi bagian).

Santa Koleta

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 27 Juli 2013 Diperbaharui: 04 Februari 2020 Hits: 26585

  • Perayaan
    06 Maret (Roman Martyrology)
    07 Februari (Fransiskan dan Kapusin)
  •  
  • Lahir
    13 January 1381
  •  
  • Kota asal
    Picardy Perancis
  •  
  • Wilayah karya
    Ghent, Flander
  •  
  • Wafat
  •  
  • 6 Maret 1447 di Ghent, Belgia | Oleh sebab alamiah
    Disemayamkan di Monastère Sainte-Claire, Poligny, Perancis
  •  
  • Beatifikasi
    Tahun 1604 oleh paus Klemens VIII
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 2 Mei 1807 oleh Paus Pius VII

Santa Koleta dilahirkan pada tahun 1381 dan diberi nama Nikoleta untuk menghormati St. Nikolaus dari Myra. Orangtuanya yang penuh kasih sayang memanggilnya Koleta sejak ia masih bayi. Ayah Koleta adalah seorang tukang kayu di sebuah biara di Picardy.  Ia seorang gadis yang pendiam dan rajin bekerja. Ia memberikan banyak bantuan kepada ibunya dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Orangtuanya memperhatikan bahwa puteri mereka senang berdoa, ia juga seorang yang peka serta penuh belas kasihan.

Ketika Koleta berusia tujuhbelas tahun, kedua orangtuanya meninggal dunia. Gadis itu kemudian diserahkan di bawah asuhan pemimpin biara di mana ayahnya dulu bekerja. Koleta meminta dan mendapatkan sebuah gubug kecil yang dibangun di samping gereja biara. Koleta tinggal di sana. Ia menghabiskan waktunya dengan berdoa dan melakukan silih bagi Gereja Kristus. Semakin lama semakin banyak orang mengetahui perihal gadis kudus ini. Mereka datang kepadanya untuk meminta nasehatnya dalam masalah-masalah penting. Mereka tahu bahwa Koleta seorang yang bijaksana oleh sebab hidupnya dekat dengan Tuhan. Koleta menerima semua orang dengan kelemahlembutan. Di akhir kunjungan, ia akan berdoa agar para tamunya menemukan kedamaian hati.

Koleta adalah anggota Ordo Ketiga St. Fransiskus. Ia tahu bahwa ordo religius bagi para wanita yang mengikuti cara hidup St. Fransiskus adalah Ordo Santa Klara. Ordo tersebut diberi nama sesuai dengan pendiri ordo mereka, St. Klara, yang adalah pengikut St. Fransiskus. Pada masa Koleta hidup, Ordo Santa Klara perlu kembali ke tujuan awal ordo mereka. St. Fransiskus dari Asisi menampakkan diri kepada Koleta serta memintanya untuk mengadakan pembaharuan dalam Ordo St. Klara. Tentu saja Koleta amat terkejut dan takut oleh sebab tugas yang demikian berat itu. Tetapi, ia percaya akan belas kasih Tuhan. Koleta pergi mengunjungi biara-biara St. Klara. Ia membantu para biarawati Klaris untuk hidup lebih sederhana dan meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa. Ordo St. Klara memperoleh semangat dari cara hidup St. Koleta.

St. Koleta memiliki devosi yang mendalam kepada Yesus dalam Ekaristi. Ia juga seringkali mengadakan waktu untuk merenungkan sengsara serta wafat Kristus. Ia amat mencintai Yesus dan panggilan religiusnya. Ia juga tahu dengan pasti kapan dan di mana ia akan meninggal. Ia wafat di salah satu biaranya di Ghent, Flanders, pada tahun 1447 dalam usia enampuluh tujuh tahun.

Lamunan Pekan Biasa IV

Sabtu, 7 Februari 2026

Markus 6:30-34

30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. 31 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. 32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. 33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. 34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dalam kesibukan harian orang memang harus menyempatkan diri untuk beristirahat. Apalagi kalau kesibukan itu membuatnya didatangi oleh banyak orang orang sehingga untuk jeda makanpun bisa sulit menyempatkan diri.
  • Tampaknya, untuk bebas dari kesibukan harian orang bisa melancong atau berpawirisata. Dia bisa melakukan wisata alam atau wisata kuliner.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dengan berwisata alam ataupun wisata kuliner sudah bisa mendapatkan istirahat lepas dari kesibukan harian, istirahat sejati sungguh terjadi kalau orang bisa berada dalam kesendirian berhening diri jumpa ilahi di relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang bisa segar jiwa istirahat batin sekalipun di tengah acara padat kesibukan harian.

Ah, yang namanya istirahat penuh itu ya dengan tidur.

Thursday, February 5, 2026

Rm. Andika Jumpa Mas Riwi di Manokwari

Pada hari Minggu 1 Februari 2026 jam 09.43 Rm. Andika, Direktur Domus Pacis Santo Petrus, mengirim gambar sebuah bandara dengan kapal terbang di WA Rm. Bambang. Di situ ada narasi singkat "Sampun dumugi Sorong" (Sudah sampai Sorong). Pada Sabtu malam tanggal 31 Januari 2026 beliau memang meninggalkan Domus Pacis pergi ke Papua. Tiba-tiba pada hari Selasa 3 Februari 2026 saya menerima kiriman gambar foto dari sebuah nomor WA di HP. Ketika saya telusuri nomer itu, ternyata ada nama Riwi Nugroho. Saya langsung ingat bahwa dia dulu berasal dari Stasi Ngluwar, Paroki Salam. Dia mengirim foto Rm. Andika sedang duduk memegang piring berisi nasi dan lauk pauk dan Mas Riwi berdiri di kanannya disertai narasi "Sugeng dalu Rama.  Berkah Dalem. Punika sinarengan kalliyan Rama Andika" (Selamat malam, Rama. Berkah Dalem. Ini bersama Rama Andika). Sebenarnya foto itu diterima oleh Rm. Bambang pada jam 17.54. Tetapi perbedaan waktu di Papua memang sudah malam). Dari informasi ternyata pada Selasa itu Rm. Andika berada di Manokwari.

Ingatan yang Membahagiakan

Sesudah kiriman foto Rm. Andika, kemudian terjadi omong-omong lewat WA antara Mas Riwi dan Rm. Bambang. Dari omong-omong itu ada kata-kata yang dalam hati Rm. Bambang bergema secara khusus. Mas Riwi menulis "Waduh sy kaget tadi ketemu Rm Andika. Lebih kaget bahagia Rm Bambang nanya Rm Andika ... apalah waktu itu ketemu sy di Papua. Sembah nuwun sanget (Terima kasih sekali) Rama Bambang." Kalau Mas Riwi mengatakan apakah waktu itu Rm. Andika berjumpa dengan Mas Riwi, itu memang terjadi dalam salah satu omongan saya dengan Rm. Andika. Rm. Andika mulai memimpin dan tinggal di Domus Pacis pada 10 Agustus 2025. Dalam salah satu omongan, beliau bercerita kepada saya mengalamannya berkarya sekitar 4 tahun di Papua. Pada waktu itulah saya bertanya apakah beliau juga berjumpa dengan yang bernama Mas Riwi. Ternyata ketika berjumpa Mas Riwi pada Selasa 3 Februari 2026, Rm. Andika ingat pertanyaan saya dulu dan disampaikan ke Mas Riwi. Ternyata, dengan saya ingat Mas Riwi bilang "kaget bahagia". 

Sebenarnya hubungan saya dengan Mas Riwi terutama terjadi pada sekitar tahun 1983-1988 ketika saya tinggal di Paroki Salam. Saya memang mendampingi dia ketika masih SMP dan kemudia masuk SPG van Lith di Muntilan hingga dulu masuk Seminari tetapi untuk membantu ibunya yang janda ketika sudah frater dia kerja hingga kini. Kini Mas Riwi sudah beristri dan beranak. Dalam perkiraan saya, dia pasti sudah berusia lebih dari 50 tahun. Ketika saya sudah masuk rumah rama tua Domus Pacis Puren, Mas Riwi beberapa kali mengunjungi saya ketika libur dan mengunjungi keluarganya. Katanya, Mas Riwi di Manokwari menjadi seorang guru. Kalau ada rama yang berkarya di Papua dan omong tentang Manokwari atau Sorong, saya memang ingat sosok Mas Riwi dan bertanya kepada rama itu apakah mengenalnya. Ternyata, hanya tahu diingat, Mas Riwi sidah bahagia. Hal itu ternyata dari  narasinya dalam WA ketika diberi tahu oleh Rm. Andika bahwa saya pernah bertanya tentang dia.

Ingatan Sejati Itu Pengenangan 

Saya yakin bahwa dengan informasi dari Rm. Andika bahwa saya bertanya apa jumpa dia, Mas Riwi ingat masa remajanya hingga masuk Seminari. Ingatan itu pasti membawa kenangan kedekatannya waktu itu dengan saya. Kenangan itu ternyata menghadirkan kebahagiaan karena juga masih diingat. Entah bagaimana, tiba-tiba saya teringat Doa Syukur Agung yang katanya adalah inti dari Misa. Misa biasa disebut Perayaan Ekaristi. Tentang Ekaristi, saya menemukan pemahaman dari google :

Ekaristi dalam Gereja Katolik adalah sakramen tertinggi, puncak seluruh kehidupan kristiani, dan perayaan syukur atas karya penyelamatan Yesus Kristus. Berasal dari bahasa Yunani eucharistia (ucapan syukur), perayaan ini menghadirkan kembali kurban salib Kristus, di mana roti dan anggur secara substansial berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus.

Ucapan syukur ternyata amat berkaitan dengan puncak seluruh kehidupan Kristiani. Dengan demikian saya berani mengatakan bahwa orang sungguh-sungguh ikut Tuhan Yesus kalau hidupnya dikuasai oleh aura hati bersyukur. Dalam Perayaan Ekaristi ada aklamasi yang mengungkapkan misteri hidup beriman pada Tuhan Yesus Kristus, yang dalam salah satu rumusan berbunyi "Wafat Kristus kita maklumkan, kebangkitan-Nya kita muliakan, Kedatangan-Nya kita rindukan". Saya menangkap bahwa syukur itu meliputi baik peristiwa masa lalu, masa kini, dan harapan ke masa depan. Syukur memang mengalirkan kebahagiaan. Dalam peristiwa dalam diri Mas Riwi Nugroho, ketika dalam masa kininya (Selasa 3 Februari 2026) mendapatkan informasi apa pernah jumpa dengan Mas Riwi, Mas Riwi diingatkan masa lalunya ketika bersama di Paroki Salam. Bagaimanapun juga dalam keyakinan saya Mas Riwi mengalami secara batiniah pengenangan iman. Yang dihayati oleh Mas Riwi bagi saya adalah buah imannya karena mengalami karya keselamatan Kristus. Bukankah ungkapan misteri iman dalam Doa Syukur Agung dinamakan anamnese yang katanya berarti pengenangan. Dalam google saya menemukan keterangan berikut :

Dalam Katolik, anamnesis adalah istilah liturgi untuk "kenangan" atau "peringatan" akan karya keselamatan Yesus Kristus (wafat, kebangkitan, kenaikan-Nya) yang dihadirkan secara nyata dalam perayaan Ekaristi, bukan sekadar mengingat, tetapi mengalami kembali peristiwa penyelamatan tersebut saat ini melalui doa dan ritual seperti pada Perjamuan Terakhir. Ini adalah inti Misa di mana jemaat berpartisipasi langsung dalam misteri Kristus, menggenapi perintah Yesus "perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku".

Domus Pacis, 5 Februari 2026

Santa Dorothea

diambil dari katakombe.org/apara-kudus Diterbitkan: 03 April 2017 Diperbaharui: 28 Januari 2020 Hits: 26384

  • Perayaan
    6 Februari
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-3
  •  
  • Kota asal
    Kaisarea Cappadocia (Sekarang Wilayah Turki)
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir | dipenggal tanggal 6 Februari 311 di Kaisarea, Cappodocia, Turki
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Catatan paling awal tentang Santa Dorothea ditemukan dalam buku Martyrologium Hieronymianum (Buku daftar para Martir Kristus yang ditulis oleh Santo Hieronimus). Dalam buku ini hanya tercatat tiga fakta tentang perawan dan martir Kristus ini.  Yaitu hari kemartiran, tempat kemartiran, dan namanya : Dorothea; yang disebut menjadi martir bersama Santo Theophilus (dari Kaisarea). 

Nama martir Dorothea dan Theophilus juga tercatat dalam Roman Martyrology (Martyrologium Romanum, daftar martir dan para kudus resmi yang pertama kali dipublikasikan tahun 1583 pada masa Paus Gregorius XIII) sebagai martir di kota Kaisarea di Cappadocia (bukan Kaisarea di Yudea Israel), dan dirayakan pada tanggal 6 Februari.

Kisah kemartiran Santa Dorothea versi “dramatis” yang kita temukan saat ini hanyalah legenda atau kisah fiksi rohani yang banyak bermunculan di abad pertengahan. Berikut salah satu kisah legenda kemartiran Santa Dorothea.(qq).

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Paulus Miki, Imam dan Kawan-kawan Martir

Jumat, 6 Februari 2026

Markus 6:14-29

14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." 15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu." 16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." 17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, 20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. 21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. 22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", 23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" 24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. 27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. 28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. 29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, tak ada orang yang tak merasa senang mendapatkan hal yang membahagiakan. Kebahagiaan adalah kerinduan kedalaman batin setiap orang.
  • Tampaknya, orang akan amat menghargai apapun dan siapapun yang menjadi jalan hadirnya kebahagiaan. Orang dapat memberikan hadiah yang juga amat menyenangkan seseorang yang menghadirkan kebahagiaan besar.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun wajar memberi hadiah yang menyenangkan seseorang yang menghadirkan kebahagiaan, kalau yang dihadapi adalah golongan tamak dan dikuasai nafsu besar duniawi, orang dapat terperosok jadi alat orang jahat. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang dalam bersikap dan berhubungan baik dengan siapapun tetap akan memiliki kewaspadaan terhadap kemungkinan setan berulah di tengahnya.

Ah, orang harus selalu berjuang memenuhi keinginan orang serumah.

Lamunan Pekan Biasa V

Minggu, 8 Februari 2026 Matius 5:13-16 13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak...