Sunday, March 29, 2026

Perayaan Liturgi Minggu Palma 2026 di Domus


Sabtu sore 28 Maret 2026 Domus Pacis sungguh merasakan kesemarakan. Kesemarakan ini berkaitan dengan peristiwa keagamaan bagi umat Katolik. Umat Katolik masuk ke Pekan Suci dari Perayaan Minggu Palma menuju Trihari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, Paskah). Pada Sabtu sore itu Domus Pacis Santo Petrus mengalami kesemarakan khusus :

  • Kehadiran Kor Pajeksan. Ketika makan pagi Minggu 29 Maret 2026 para rama Domus mengatakan bahwa kor telah menyanyi dengan indahnya. Rm. Bambang bercerita bahwa umat Pajeksan sudah biasa mendukung Misa dengan kor sejak tahun 2019. Ternyata dalam perkembangan umat Lingkungan Pajeksan, Paroki Kumetiran, mendapatkan pelatih sekaligus dirigen yang mumpuni. Itulah mengapa kini keindahan nyanyinya membuat Rm. Suntara mengatakan "Le nyanyi profesional" (Menyanyinya sungguh profesional). 
  • Kehadiran Suster Yuniorat OP. Khusus untuk Perayaan Liturgi Minggu Palma Domus pada hari itu ada bantuan dari Komunitas Suster OP di Pandega, Paroki Banteng. Mereka membantu Domus dengan melaksanakan tugas pembacaa Kisah Sengsara. Bahakn 2 orang suster bisa membantu untuk menerimakan Komuni 70an orang peserta Misa.
  • Ramah Tamah Sesudah Misa. Sesudah Misa semua yang hadir dan para penghuni Domus duduk-duduk dan omong-omong penuh keakraban. Semua dilakukan sambil makan bersama. Sebenarnya sajiannya sederhana, hanya bakmi dan nasi goreng. Tetapi dari suasana yang ada, tampak adanya kegembiraan mewarnai hingga mereka semua tamu meninggalkan Domus.

Santa Irene dari Roma

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 04 April 2017 Diperbaharui: 19 April 2017 Hits: 19266

  • Perayaan
    30 Maret
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-3
  •  
  • Kota asal
    Roma, Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir | Dihukum mati di Roma pada tahun 288 M
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Irene bersama suaminya Santo Castulus adalah pasangan suami-isteri kudus yang hidup di kota Roma pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus (kaisar Romawi tahun 284 – 305). Bersama Santo Tiburtius, Castulus dan Irene berkarya memberikan perlindungan bagi umat Kristen di Roma yang saat itu dikejar-kejar oleh pasukan kerajaan. Di antara mereka yang dilindunginya terdapat Santo Markus dan Santo Marcellianus (dari Roma), dua orang saudara kembar yang di kemudian hari juga tewas menjadi martir Kristus.   

Santo Tiburtius kemudian tertangkap dan tewas dihukum mati bersama saudaranya Santo Valerianus. Suaminya Castulus juga tertangkap setelah dikhianati oleh seorang kristen yang murtad bernama Torquatus. Castulus dibelenggu dan dibawa ke hadapan prefek (walikota) Roma bernama Fabianus. Ia kemudian disiksa lalu dieksekusi mati dengan cara dikubur hidup-hidup dalam sebuah lubang pasir, di Via Labicana di sebelah tenggara kota Roma.

Setelah kemartiran suaminya yang terjadi pada tahun 286 M, Irene tetap melanjutkan karyanya. Ia memberi perlindungan kepada umat Kristen dan berupaya memberi penguburan yang layak bagi para martir yang tewas di tangan para algojo atau tewas mengenaskan dalam arena Gladiator karena dicabik-cabik binatang buas.

Saat Santo Sebastianus tertangkap dan dihukum mati, Irene berhasil memperoleh tubuh perwira tersebut untuk dimakamkan dengan layak. Namun ia menemukan Sebastianus ternyata masih hidup walau disekujur tubuhnya tertancap puluhan anak panah. Ia membawa Sebastianus ke rumah perlindungan dan mengobati luka-lukanya. Setelah Sebastianus pulih, Irena membujuknya agar menyelamatkan diri keluar kota. Namun Sebastianus tidak hendak melarikan diri. Ia malah mendatangi Kaisar Diokletianus dan mendesaknya untuk menghentikan penganiayaan terhadap umat Kristiani. Keberaniannya ini membuat ia kembali ditangkap, didera lalu dipengggal lehernya.

Menyusul kemartiran Sebastianus, Irene juga ditangkap dan dihukum mati sebagai martir Kristus yang jaya. Kemartiran mereka terjadi pada sekitar tahun 288M. Kisah santa Irene menyelamatkan Santo Sebastianus menjadi subyek lukisan para pelukis kenamaan dari masa ke masa.(qq)

Lamunan Pekan Suci

Senin, 30 Maret 2026

Yohanes 12:1-11

1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. 2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. 3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. 4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" 6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. 7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. 8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

9 Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. 10 Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, 11 sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, banyak orang bisa terhenyak mendengar peristiwa heboh karena hadirnya orang hebat yang bisa mengentaskan derita orang yang sudah diyakini tak punya pengharapan hidup. Orangpun ingin melihat bukti segar bugarnya yang mengalami pengentasan.
  • Tampaknya, orang yang dientaskan bisa sungguh menambah kekaguman terhadap sang pengentas. Orangpun bisa amat kagum pada yang dientaskan yang kini bisa hidup seperti pada umumnya orang hidup.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun mampu menjadi bukti sebagai orang yang dientaskan dari derita tak berpengharapan oleh sosok tokoh hebat, dia juga harus sadar jadi ikut incaran terancam dari golongan kaum yang merasa tersaingi oleh popularitas tokoh pengentas. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati, tokoh pejuang kebaikan umum dengan bukti-bukti hasil perjuangannya tetap bisa dipandang berbahaya sehingga harus disingkirkan oleh golongan orang yang hidupnya penuh bersaing untuk mendapatkan popularitas dan pengaruh serta kekuasaan.

Ah, asal selalu berbuat baik orang tak akan terancam hidupnya.

Saturday, March 28, 2026

Calon Peserta Malam Paskah Domus Pacis 2026

Peristiwa Malam Paskah menjadi salah satu yang bagi Domus Pacis Santo Petrus dipandang khusus. Malam Paskah, tentu juga Malam Natal, masuk dalam peristiwa hajatan karena sesudah Misa selalu ada makan bersama. Perayaan Malam Paskah/Natal selalu dibuka untuk umat Katolik siapapun dari paroki manapun. Tetapi yang ikut harus mendaftarkan diri dengan mengirimkan nama-nama dan paroki asal ke Rm. Bambang. Untuk Malam Paskah tanggal 4 April 2026 yang dimulai pada jam 17.30, pendaftaran terakhir pada hari Sabtu 28 Maret 2026. Rm. Bambang mencatat ada 113 orang pendaftar yang berasal dari 18 paroki. Bersama anggota kor dan warga Domus Pacis, Bu Rini relawan Domus menyiapkan sajian untuk 175 orang dengan mendatangkan catering. Kor yang akan datang adalah The Blero Choir pimpinan Bapak Loly dari Lingkungan Nologaten, Paroki Pringwulung. Sedang 117 orang yang mendaftarkan diri adalah sebagai berikut :

  • Kevikepan Yogyakarta Timur (7 Paroki, 29 orang). Paroki Pringgolayan (1. Ibu Nani Han, 2. Chosa, 3. Pipit, 4. Ibu Mardi); Paroki Minomartani (1. Bapak Gunawan, 2. Ibu Mercy, 3. FA Sandy Mariatna, 4. Berilla S Surbakti), Paroki Kalasan (1. Wiwik Vasthi, 2. Yuniarti, 3. Arza,  4. Titus Pulunggono, 5. Yulia Pulunggono, 6.  Pudentiana Sumbangsih, 7. Pierrette Clument, 8. Pak Yos, 9. Bu Yos); Paroki Pringwulung (1. Bu Atik, 2. De EL, 3. Ariel, 4. Bu Ratna, 5. Pak Ardi); Paroki Kotabaru (1.  FX. Handoko, 2. Rinawati); Paroki Kumetiran (1. Antonius Agung Nugroho, 2. Theresia Surya, 3. Mikael Pradipta Brilian, 4. Gabriela Brilianka); Paroki Nandan (1. Ira Nova)

  • Kevikepan Yogyakarta Barat (5 Paroki, 66 orang). Paroki Banteng (1. Bapak Sigit Sudarmadi, 2. Ibu Sigit, 3. Bp.Anton Soedjarwo, 4. Ibu.Kartika Kumala, 5. Ank. Erika Soedjarwo, 6. Romy Sulistiono, 7. Cucu Ivana Sulistiono, 8. Bapak Paulus Subiyanto, 9. Elleanora Gina C, 10. Ign BP Dian Krishna, 11. Bapak Unanto, 12. Ibu Septi, 13. Ari Puspo, 14. D Anna S, 15. B Widyatmoko. 16. F David P, 17. KS Indranandita, 18. D Dimas A, 19. Antonius Iwan  Kurniawan, 20. Fransiska jenny Irawati, 21. Josse William, 22. Ruth Meliana, 23. Y Karel Harianto, 24. V Yena, 25. Bu Anna, 26. Hengky, 27. Vera, 28. Bu Eni, 29. Pak Anton); Paroki Klepu (1. Djuwadi, 2. Retno, 3. Hartiyo, 4. Bu Ida, 5. Paiman, 6. Bonikem, 7. Ninik Mujiono, 8. Eka BP, 9. Sutrisni, 10. Suparta, 11. Suwarni, 12. Lita, 13. Mbah Saein, 14. Mbah Seno Kakung, 15. Mbah Seno Putri, 16. Ibu Murbaningsih, 17. Ibu Painah, 18. Yanti, 19. Zora, 20. Ibu Anna, 21. Yogi, 22. Yohani, 23. Bapak Sapari, 24. Ibu Sapari, 25. Ibu Sugiyarti, 26. Bapak Kholil); Paroki Gamping (1.  Maria Junianti, 2.  Johanes Heri, 3. Maria Audrey, 4. Vincentius Max); Paroki Medari (1.   Mbak Nunuk, 2. Bu Upik, 3. Suami Bu Upik, 4. Mbak Christin, 5. Suami Mbak Christin); Paroki Warak (1. Tri Harsono, 2. Lindyawati)

  •  Kevikepan Kedu (2 Paroki, 6 Orang). Paroki Ignatius Magelang (1. Stph. Rohani, 2. Th Sri Rahayu, 3.  Ag Ronny , 4.  D. Nugroho, 5. Mariani); Paroki Borobudur (1. Hilda)
  • Kevikepan Surakarta (2 Paroki, 13 orang). Paroki Gondang  (1. Dono Budoyo, 2. Niken, 3. Terania, 4. Hardono, 5 Anik Setyawati, 6. Elgiva, 7. Ratna Kriswidyastuti, 8. Nesia Amadea); Paroki  Boyolali (1. Yacobus Raditya Krisna Setiawan, 2. Scholastica Sitha Wardhani, 3. Antonius Mario Aria Ananda, 4. Gabriel Adhi Nayantaka, 5. Yosef Anantadana Rahadian Pramudito)

  • Kevikepan Semarang (1 Paroki, 2 orang). Tanah Mas (1.  Maria Endah W 2. Agustinus Vembriant)
  •  Keuskupan Agung Jakarta (1 Paroki, 1 orang). Paroki Maria Karmel (1. Galih)

Santo Berthold

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 29 Maret 2015 Diperbaharui: 19 Oktober 2020 Hits: 15311

  • Perayaan
    29 Maret
  •  
  • Lahir
    Sekitar tahun 1155
  •  
  • Kota asal
    Limoges, Perancis
  •  
  • Wilayah karya
    Yerusalem - Israel
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 1195 di Gunung Karmel Israel - Sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Bila anda memiliki informasi tentang Kanonisasi Santo Berthold; dimohon menghubungi admin; Terimakasih.

Santo Berthold Calabria (Perancis : Berthold de Malifaye) awalnya adalah seorang Crusaders (Tentara Kristen dalam Perang Salib) yang berangkat ke Yerusalem untuk bertempur membebaskan kota itu dari tangan bangsa muslim Saracen. Namun saat berada di Anthiokia, Berthold menerima penglihatan dari Tuhan kita Yesus Kristus yang menuntunnya meninggalkan dunia kemiliteran dan menjadi seorang pertapa di Gunung Karmel.

Pada saat itu, ada sejumlah pertapa yang tersebar di seluruh wilayah Israel, dan Berthold mengumpulkan mereka bersama-sama, mendirikan sebuah komunitas pertapa yang menetap di puncak Gunung Karmel, dan menjadi Abbas mereka yang pertama. Komunitas kecil pertapa inilah yang dikemudian hari menjadi cikal-bakal dari Ordo Karmel.

Komunitas pertapa ini kemudian membangun sebuah biara dan gereja di Gunung Karmel dan mendedikasikan biara dan gereja tersebut untuk menghormati Nabi Elia, yang pernah mengalahkan nabi-nabi Baal di gunung tersebut (1Raj 18:20-46). Santo Berthold menjalani seluruh sisa umurnya di Gunung tersebut, dan memimpin komunitas pertapa yang telah dikumpulkannya selama empat puluh lima tahun sampai pada hari kematiannya ditahun 1195.

Teladan dan cara hidup suci dari para pertapa di Gunung Karmel menarik minat banyak pencari Tuhan untuk menggabungkan diri. Dan semakin hari jumlah mereka semakin bertambah. Pada tahun 1207, Santo Brocardus, yang menjadi pemimpin para Karmelit menggantikan Berthold, meminta Patriark Yerusalem, Santo Albertus dari Yerusalem, untuk menyusun sebuah aturan hidup membiara mereka. Aturan hidup yang disebut Regula Karmel atau Regula Santo Albertus ini selesai ditulis pada tahun 1210, dan disahkan oleh Paus Honorius III pada tahun 1226. Regula tersebut telah menjadi pedoman hidup bagi para Karmelit sampai hari ini.

Lamunan Hari Raya

Minggu Palma

Minggu, 29 Maret 2026

Matius 21:1-11

1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. 3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya." 4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: 5 "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." 6 Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. 7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. 8 Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. 9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" 10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?" 11 Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya penguasa memang punya banyak pendukung. Bahkan seorang penguasa bisa kaya raya.
  • Tampaknya, seorang penguasa biasanya tampil dengan berbagai atribut megah dengan berbagai kebesaran. Fasilitas yang menyertai biasa mentereng penuh kekokohan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul mesra dengan kedalaman batin, sekalipun amat kaya raya punya kekuatan tak tertandingi, seorang penguasa sejati dalam tampilannya justru amat sederhana dan tak tampak daya kekuatannya yang amat besar. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati seorang penguasa sejati walau amat banyak pendukungnya dalam tampilan justru seperti orang tak punya kekuasaan.

Ah, yang namanya penguasa itu ya pasti tampil dengan fasilitas glamor.

Friday, March 27, 2026

Rm. Heru dan Rm. Saptaka

Rm. St. Heruyanto adalah pastor yang bertugas di Paroki Salam. Karena menderita stroke, sepulang dari RS Panti Rapih beliau untuk sementara tinggal di Domus Pacis Santo Petrus sejak 13 Feberuari 2026. Sekalipun urusan pelayanan untuk Rm. Heru dilakukan oleh tenaga Domus Pacis, setiap hari pagi dan siang serta malam selalu ada umat Salam yang bergilir ikut menunggu. Akhir-akhir ini perkembangan beliau cukup membaik. Kalau sebelumnya hanya banyak tidur dan tiduran, akhir-akhir ini sudah bisa duduk di kursi roda. Bahkan ketika harus kontrol 2 kali sehari pada Jumat 27 Maret 2026, beliau sudah bisa dilayani untuk duduk di mobil dan dalam mobilisasi membawa kursi roda dari Domus. Bahkan hari Sabtu 28 Maret 2026 beliau bisa berkeliling Domus duduk di kursi roda dan ada yang mendorong. Memang, dalam berwicara beliau masih harus terus menerima terapi. Hingga kini beliau belum bisa mengucapkan kata-kata dengan jelas.

Tetapi hari ini ada berita lain dari Domus Pacis Santo Petrus. Sudah lebih seminggu Rm. Saptaka menderita mriyang, yaitu kondisi badan tidak enak badan disertai demam. Dalam beberapa hari pertama beliau masih ikut Misa Harian dan makan bersama 3 kali sehari. Diajak periksa dokter beliau berkata "Tak nggo turu wae" (Aku tidur saja). Lama-lama beliau tak hanya tak tampak dalam Misa Harian. Dalam makan bersama juga sudah absen. Tetapi beliau tetap tak mau diajak ke rumah sakit. Kebetulan saja pada Sabtu 28 Maret 2026, seperti biasa setiap hari Sabtu, ada perawat home care RS Panti Rapih datang disertai oleh seorang dokter untuk memeriksa kondisi para rama Domus. Ternyata akhirnya Rm. Saptaka mau dibawa ke RS Panti Rapih atas anjuran dokter. Mas Siswanto dan Mas Bayu, 2 orang tenaga Domus, mengantarnya dengan mobil. Ketika makan siang Rm. Bambang bertanya kepada karyawan "Piye Rama Saptaka?" (Bagaimana kabar Rm. Saptaka?). Seorang karyawan mendapat berita bahwa beliau masih harus menunggu hasil laboratorium dari cek darah. Tiba-tiba, barangkali karena mendapatkan berita dari pengantar Rm. Saptaka, pada jam 12.26 Rm. Bambang mendapatkan pesan WA Mas Haryono, salah satu karyawan "Info kondisi Rm saptoko dari hasil lab di haruskan opname rencana di Lukas 203".

Perayaan Liturgi Minggu Palma 2026 di Domus

Sabtu sore 28 Maret 2026 Domus Pacis sungguh merasakan kesemarakan. Kesemarakan ini berkaitan dengan peristiwa keagamaan bagi umat Katolik. ...