Tuesday, March 3, 2026

Lamunan Pekan Prapaskah II

Rabu, 4 Maret 2026

Matius 20:17-28

17 Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: 18 "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. 19 Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan. i "

20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. 21 Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." 22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." 23 Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." 24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. 25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dengan kedudukan sosial terhormat orang bisa memiliki banyak pendukung. Apalagi kalau kedudukan itu hasil dari kemenangan jumlah suara.
  • Tampaknya, orang memang bisa berjuang untuk mendapatkan kedudukan sosial. Dia bisa menjadi dukungan tokoh yang punya kedudukan sosial amat tinggi.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun wajar orang mengejar kedudukan sosial untuk meraih jabatan terhormat, kalau itu muncul dari nafsu berkuasa orang justru akan masuk dalam kancah konflik dengan tokoh-tokoh lain yang juga punya ambisi kedudukan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa kedudukan apapun di kancah hidup bersama adalah sebuah tuntutan menjalani kebaikan bagi banyak orang lain.

Ah, jabatan justru menguntungkan orang untuk mudah meraih yang diingini.

Monday, March 2, 2026

Sekolah Minggu Temanggal


Ini adalah hari Sabtu 28 Februari 2026. Ibu Yuni yang menjadi penghubungan sudah lama sebelumnya memberi informasi kalau akan membawa anak-anak sekolah MInggu berkunjung di Domus Pacis Santo Petrus. Kemudian pada 22 Februari 2026 Bu Yuni mengirim pesan WA di HP Rm. Bambang "Sugeng enjing Romo Bambang. Mengkonfirmasi ulang nggih mo. Sabtu tgl 28 februari nanti kami jadi ke Wisma Domus Pacis  menyerahkan kado natal dari Anak2 Gereja Ignatius Loyola Temanggal wilayah Kalasan Tengah GMMk. Rencananya kami akan datang bersama anak2 sekolah minggu sebnyk 40 anak mo. Juga akan dibantu oleh para pendamping dan beberapa perwakilan panitia natal. Serta akan dihibur oleh mbh Tedjo Badut yg berkenan ngancani kami selama kunjungan. Konfirmasi waktunya apakah leres jam 09.90-11.00 nggih mo?" 

Itulah sebabnya pada Sabtu 28 Februari itu banyak anak masuk aula Domus bersama beberapa sosok dewasa yang mendampingi. Untuk duduk anak-anak ada beberapa lembar karpet digelar. Sedang untuk para pendamping disediakan kursi-kursi. Para rama sepuh yang ikut menyambut adalah Rm. Yadi, Rm. Suhartana, Rm. Ria, Rm. Jarot, Rm. Djoko Setyo, Rm. Saptaka, dan Rm. Bambang. Domus juga mempersiapkan sound system. Bahkan Rm. Bambang juga minta keyboard disajikan barangkali ada yang akan pakai. Sebenarnya semua acara dipegang oleh para pendamping sekolah Minggu. Dalam acara itu juga ada Badut yang diperagakan oleh Mbah Tedja untuk menghibur anak-anak. Tetapi ketika pemegang acara akan memandu perkenalan para rama, bagian ini diminta oleh Rm. Bambang. Rm. Bambang mengajak anak-anak untuk menghafal nama panggilan masing-masing rama. Kemudian anak-anak diajak menghafal nyanyian Panggilan Nama untuk menyebut bergantian masing-masing rama. Pak Kris, salah satu yang datang mendampingi, diminta oleh Rm. Bambang untuk menunjuk para rama bergantian dan anak-anak dengan nyanyian menyebutkan panggilan masing-masing rama. Kadang-kadang Rm. Bambang mengganti nyanyian seperti Alleluia dan Di sini Senang. Anak-anak berdiri menyanyi kereas-keras dan tampak sangat antusias. Setiap ada doa, termasuk berkat penutup, Rm. Bambang juga mengajak tanda salib dinyanyikan. Setiap ada nyanyian, Rm. Bambang langsung mengiringi dengan keyboard.

Santa Kunigunde

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 07 Oktober 2014 Diperbaharui: 06 Maret 2017 Hits: 13770

  • Perayaan
    3 Maret
  •  
  • Lahir
    Sekitar tahun 975
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 1040 - Sebab alamiah
    Dimakamkan di samping suaminya Santo Heindrich II di Kathedral Bamberg - Jerman
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Tahun 1200 oleh Paus Inosensius III

Santa Kunigunde adalah Puteri dari Pangeran Sigfrid, Duke of Luxemburg dan Hedwig dari Nordgau. Dia adalah keturunan generasi ketujuh dari Beato Raja Charlemagne yang agung. Sejak kecil Kunigunde sudah bercita-cita untuk menjadi seorang biarawati, karena itu ia rajin mengikuti pelajaran agama, dan mengucapkan kaul pribadi untuk tetap hidup suci.

Namun demi pertimbangan politis, pada tahun 999 Kunigunde akhirnya setuju pada desakan kedua orang tuanya agar ia menikah dengan Heindrich II, Duke of Bavaria. Sebelum pernikahan berlangsung, Kunigunde mengajukan sebuah syarat yang harus dipenuhi oleh Heindrich, yaitu bahwa setelah mereka menikah, ia harus tetap perawan dan hidup suci sesuai dengan kaul kemurnian yang telah diucapkannya di hadapan Tuhan.

Heindrich II (kelak juga dikanonisasi sebagai seorang kudus) adalah seorang Raja Katolik yang saleh, yang dibesarkan dalam sebuah biara Benediktin. Ia juga hidup kudus sesuai dengan kaul anggota Ordo ketiga Benediktin. Karena itu ia dapat memahami dan sangat menghormati kaul kesucian dari Kunigunde. Mereka lalu menikah namun tetap hidup selibat sampai akhir hayat mereka (disebut juga White Marriage).

Setelah kematian Kaisar Otho III, Heindrich terpilih menjadi Raja dari kekaisaran Romawi Suci, dan Kunigunde dimahkotai sebagai ratu di Paderborn, Jerman pada 1002. Tahun 1014 Kunigunde juga menerima mahkota sebagai Ratu Kekaisaran Romawi Suci dari tangan Paus Benediktus VIII.

Pada suatu saat, merebaklah gosip yang menyatakan bahwa ratu Kunigunda bukanlah seorang perawan dan sudah tidak suci lagi. Kunigunda sangat sedih dengan kabar burung ini. Ia lalu berdoa meminta pertolongan Tuhan. Untuk membuktikan kesuciannya, di hadapan seluruh rakyatnya, ratu Kunigunde lalu berjalan diatas perapian dengan bara api dan potongan-potongan besi yang membara tanpa terluka sedikitpun (ritual seperti ini sering dilaksanakan pada abad pertengahan, demi untuk membuktikan ketidak bersalahan seseorang).  

Selama menjadi kaisar, Heindrich II menyerahkan sebagian besar kekayaannya bagi gereja dan orang-orang miskin. Ketika ia meninggal pada tahun 1024, Kunegunde ditinggalkannya dalam keadaan miskin dan nyaris tidak memiliki apa-apa. Setelah masa perkabungan selesai, pada 1025 Kunegunde masuk biara Benediktin, menjadi seorang biarawati dan menghabiskan 15 tahun yang tersisa dalam hidupnya dengan berdoa di dalam biara.

Walau sudah menjadi seorang biarawati namun Kunigunde tetap menunjukkan ketegasannya dalam membela ketidak-adilan. Pada suatu hari, ia menampar moeder (pemimpin biara), yang adalah keponakannya, karena enak-enak makan sewaktu ia dan suster-suster yang lain sedang berdoa. Tamparan jarinya membekas pada pipi moeder tersebut selama-lamanya. Santa Kunigunde tutup usia pada tahun 1040. Ia dimakamkan berdampingan dengan suaminya Santo Hendrich II dalam bangunan yang paling indah yang didirikan oleh mereka berdua; Kathedral Bamberg.

Lamunan Pekan Prapaskah II

Selasa, 3 Maret 2026

Matius 23:1-2

1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. 3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. 4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. 5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; 6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; 7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. 8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. 9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. 10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. 11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, seseorang yang menduduki jabatan atau posisi sosial terhormat dituntut memiliki integritas. Maka, untuk lembaga-lembaga dan organisasi tertentu sebelum masuk dalam posisi itu ada yang dituntut menandatangani pakta integritas.
  • Tampaknya, pribadi yang punya integritas akan menjalani apapun kebaikan yang diomongkan. Orang yang tak ada kepaduan omongan dan perilakunya bisa mendapatkan cap tidak bermoral.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dengan omongan baik yang bertentangan dengan kenyataan perilaku membuat seorang berkedudukan sosial terhormat amat tidak terpuji, karena cahaya relung hati orang akan tetap menghargai omongannya dan menjadikan petunjuk untuk berbuat baik. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati berseberangan apapun sikapnya dengan musuh yang buruk, orang tetap akan menghargai apapun yang baik pada musuh.

Ah, bagaimanapun juga yang namanya musuh yang harus ditolak dalam segalanya.

Sunday, March 1, 2026

Rencana Syawalan WADIS-DOMUS 2026


Domus Pacis Santo Petrus memang biasa mengupayakan hajatan khusus untuk even masig-masing rama penghuni. Even besar untuk ukuran Domus Pacis menghadirkan banyak umat terutama untuk ulang tahun imamat masing-masing rama Domus. Malam Paskah/Natal juga termasuk even besar. Semua diupayakan dengan maksud agar para rama sepuh Domus tidak merasa terasing atau tersisihkan bahkan tersingkir dari derap kehidupan umat. Tetapi ada even lain yang menghadirkan banyak undangan. Ini adalah peristiwa Syawalan. Sudah beberapa kali terjadi perayaan Syawalan yang menghadirkan kaum tuna daksa atau cacad tubuh. Rm. Bambang memang membatasi hanya kelompok tuna daksa. Itupun terbatas pada anggota grup WA WADIS (WA Disbel) yang tetrdiri anggota cacad tubuh. Untuk tahun 2026 Syawalan Persaudaraan WADIS-DOMUS akan diselenggarakan pada Minggu 12 April 2026 jam 09.30. Para peserta harus mendaftarkan diri untuk penyediaan konsumsi. Nama dan daerah asal didaftarkan ke Rm. Bambang lewat WA dalam HP no. 087834991969. Kalau membawa keluarga atau pendamping, namanya juga harus didaftarkan. Pendaftaran paling lambat pada Sabtu 4 April 2026.

Beato Charles Yang Baik

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 02 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014 Hits: 10569

  • Perayaan
    02 Maret
  •  
  • Lahir
    Tahun 1081
  •  
  • Kota asal
    Odense, Denmark
  •  
  • Wafat
  •  
  • 2 Maret 1127 di Bruges, Belgia | Martir
    Dipenggal kepalanya saat sedang berdoa dalam Gereja St.Donatian
  •  
  • Beatifikasi
    Tahun 1883 oleh Paus Leo XIII
  •  
  • Kanonisasi

Pangeran Charles dari F landers, dijuluki “yang Baik” oleh rakyat dalam kerajaannya. Mereka menyebutnya demikian karena mereka melihat memang demikianlah ia adanya. Charles adalah putera St.Canute, raja Denmark. Ia baru berusia lima tahun ketika ayahnya dibunuh pada tahun 1086. Ketika dewasa, Charles menikah dengan seorang wanita muda yang baik hati bernama Margareta. Charles seorang penguasa yang lembut serta adil. Rakyat percaya kepadanya dan kepada kebijaksanaannya. Charles berusaha untuk menjadi teladan dari apa yang diharapkannya dari rakyatnya.

Sebagian kaum bangsawan menuduh Charles tidak adil dengan memihak kaum miskin dan mengalahkan kepentingan kaum kaya. Charles menjawab dengan bijaksana, “Itu adalah karena aku sungguh menyadari kebutuhan-kebutuhan kaum miskin dan ketidakpedulian kaum kaya.” Kaum miskin dalam kerajaannya mendapatkan makanan setiap hari dari istananya.

Charles memerintahkan untuk menanam bahan makanan dengan berlimpah agar rakyat dapat makan kenyang dengan harga yang pantas. Beberapa pedagang kaya mencoba menimbun panenan agar dapat menjualnya dengan harga yang amat mahal. Charles yang Baik mendengar tentang hal itu serta memaksa mereka untuk segera menjualnya dengan harga yang pantas. Seorang ayah yang berpengaruh beserta anak-anaknya juga telah ditegur oleh Charles karena siasat licik mereka. Maka mereka kemudian bergabung dengan sekelompok kecil musuh yang ingin membunuh Charles.

Pangeran berjalan telanjang kaki setiap pagi untuk menghadiri Misa dan tiba lebih awal di gereja St. Donatian. Ia melakukannya dalam semangat silih. Ia rindu untuk memperdalam kehidupan rohaninya bersama Tuhan. Para musuhnya tahu bahwa ia pergi ke gereja dan tahu juga bahwa ia biasa berdoa sendirian sebelum Misa. Banyak orang yang mengasihi Charles mengkhawatirkan keselamatan dirinya. Mereka memperingatkannya bahwa perjalanannya ke Gereja St. Donation dapat menyebabkannya celaka. Charles menjawab, “Kita senantiasa berada di tengah-tengah bahaya, tetapi kita ini milik Tuhan.” Suatu pagi, sementara ia berdoa sendirian di depan patung Bunda Maria, para penyerangnya membunuh dia. Charles wafat sebagai martir pada tahun 1127.

Lamunan Pekan Prapaskah II

Senin, 2 Maret 2026

Lukas 6:36-38

36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang baik akan bisa peka mana baik mana buruk. Dia bisa memiliki kecerahan pemahaman untuk menilai sesuai fakta kebaikan dan keburukan seseorang.
  • Tampaknya, berhadapan dengan orang yang selalu bersikap buruk terhadapnya, seseorang disebut wajar kalau menegornya. Bahkan juga wajar kalau dia memutus hubungan dengan yang selalu memburukinya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun wajar kalau orang menunjuk kesalahan dan memutus hubungan dengan orang yang selalu memperlakukan buruk, kalau hidup berpegang pada relung hati sikap dan tindakan orang terisi oleh rasa ceria terbuka dan mengampuni siapapun yang memburukinya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang bisa terbuka untuk dijelek-jelekkan dan dimusuhi oleh orang lain tertapi tak pernah punya hati permusuhan.

Ah, musuh kok didiamkan, kita bisa tertindas.

Lamunan Pekan Prapaskah II

Rabu, 4 Maret 2026 Matius 20:17-28 17 Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata ke...