Friday, February 6, 2026

Lamunan Pekan Biasa IV

Sabtu, 7 Februari 2026

Markus 6:30-34

30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. 31 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. 32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. 33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. 34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dalam kesibukan harian orang memang harus menyempatkan diri untuk beristirahat. Apalagi kalau kesibukan itu membuatnya didatangi oleh banyak orang orang sehingga untuk jeda makanpun bisa sulit menyempatkan diri.
  • Tampaknya, untuk bebas dari kesibukan harian orang bisa melancong atau berpawirisata. Dia bisa melakukan wisata alam atau wisata kuliner.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dengan berwisata alam ataupun wisata kuliner sudah bisa mendapatkan istirahat lepas dari kesibukan harian, istirahat sejati sungguh terjadi kalau orang bisa berada dalam kesendirian berhening diri jumpa ilahi di relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang bisa segar jiwa istirahat batin sekalipun di tengah acara padat kesibukan harian.

Ah, yang namanya istirahat penuh itu ya dengan tidur.

Thursday, February 5, 2026

Rm. Andika Jumpa Mas Riwi di Manokwari

Pada hari Minggu 1 Februari 2026 jam 09.43 Rm. Andika, Direktur Domus Pacis Santo Petrus, mengirim gambar sebuah bandara dengan kapal terbang di WA Rm. Bambang. Di situ ada narasi singkat "Sampun dumugi Sorong" (Sudah sampai Sorong). Pada Sabtu malam tanggal 31 Januari 2026 beliau memang meninggalkan Domus Pacis pergi ke Papua. Tiba-tiba pada hari Selasa 3 Februari 2026 saya menerima kiriman gambar foto dari sebuah nomor WA di HP. Ketika saya telusuri nomer itu, ternyata ada nama Riwi Nugroho. Saya langsung ingat bahwa dia dulu berasal dari Stasi Ngluwar, Paroki Salam. Dia mengirim foto Rm. Andika sedang duduk memegang piring berisi nasi dan lauk pauk dan Mas Riwi berdiri di kanannya disertai narasi "Sugeng dalu Rama.  Berkah Dalem. Punika sinarengan kalliyan Rama Andika" (Selamat malam, Rama. Berkah Dalem. Ini bersama Rama Andika). Sebenarnya foto itu diterima oleh Rm. Bambang pada jam 17.54. Tetapi perbedaan waktu di Papua memang sudah malam). Dari informasi ternyata pada Selasa itu Rm. Andika berada di Manokwari.

Ingatan yang Membahagiakan

Sesudah kiriman foto Rm. Andika, kemudian terjadi omong-omong lewat WA antara Mas Riwi dan Rm. Bambang. Dari omong-omong itu ada kata-kata yang dalam hati Rm. Bambang bergema secara khusus. Mas Riwi menulis "Waduh sy kaget tadi ketemu Rm Andika. Lebih kaget bahagia Rm Bambang nanya Rm Andika ... apalah waktu itu ketemu sy di Papua. Sembah nuwun sanget (Terima kasih sekali) Rama Bambang." Kalau Mas Riwi mengatakan apakah waktu itu Rm. Andika berjumpa dengan Mas Riwi, itu memang terjadi dalam salah satu omongan saya dengan Rm. Andika. Rm. Andika mulai memimpin dan tinggal di Domus Pacis pada 10 Agustus 2025. Dalam salah satu omongan, beliau bercerita kepada saya mengalamannya berkarya sekitar 4 tahun di Papua. Pada waktu itulah saya bertanya apakah beliau juga berjumpa dengan yang bernama Mas Riwi. Ternyata ketika berjumpa Mas Riwi pada Selasa 3 Februari 2026, Rm. Andika ingat pertanyaan saya dulu dan disampaikan ke Mas Riwi. Ternyata, dengan saya ingat Mas Riwi bilang "kaget bahagia". 

Sebenarnya hubungan saya dengan Mas Riwi terutama terjadi pada sekitar tahun 1983-1988 ketika saya tinggal di Paroki Salam. Saya memang mendampingi dia ketika masih SMP dan kemudia masuk SPG van Lith di Muntilan hingga dulu masuk Seminari tetapi untuk membantu ibunya yang janda ketika sudah frater dia kerja hingga kini. Kini Mas Riwi sudah beristri dan beranak. Dalam perkiraan saya, dia pasti sudah berusia lebih dari 50 tahun. Ketika saya sudah masuk rumah rama tua Domus Pacis Puren, Mas Riwi beberapa kali mengunjungi saya ketika libur dan mengunjungi keluarganya. Katanya, Mas Riwi di Manokwari menjadi seorang guru. Kalau ada rama yang berkarya di Papua dan omong tentang Manokwari atau Sorong, saya memang ingat sosok Mas Riwi dan bertanya kepada rama itu apakah mengenalnya. Ternyata, hanya tahu diingat, Mas Riwi sidah bahagia. Hal itu ternyata dari  narasinya dalam WA ketika diberi tahu oleh Rm. Andika bahwa saya pernah bertanya tentang dia.

Ingatan Sejati Itu Pengenangan 

Saya yakin bahwa dengan informasi dari Rm. Andika bahwa saya bertanya apa jumpa dia, Mas Riwi ingat masa remajanya hingga masuk Seminari. Ingatan itu pasti membawa kenangan kedekatannya waktu itu dengan saya. Kenangan itu ternyata menghadirkan kebahagiaan karena juga masih diingat. Entah bagaimana, tiba-tiba saya teringat Doa Syukur Agung yang katanya adalah inti dari Misa. Misa biasa disebut Perayaan Ekaristi. Tentang Ekaristi, saya menemukan pemahaman dari google :

Ekaristi dalam Gereja Katolik adalah sakramen tertinggi, puncak seluruh kehidupan kristiani, dan perayaan syukur atas karya penyelamatan Yesus Kristus. Berasal dari bahasa Yunani eucharistia (ucapan syukur), perayaan ini menghadirkan kembali kurban salib Kristus, di mana roti dan anggur secara substansial berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus.

Ucapan syukur ternyata amat berkaitan dengan puncak seluruh kehidupan Kristiani. Dengan demikian saya berani mengatakan bahwa orang sungguh-sungguh ikut Tuhan Yesus kalau hidupnya dikuasai oleh aura hati bersyukur. Dalam Perayaan Ekaristi ada aklamasi yang mengungkapkan misteri hidup beriman pada Tuhan Yesus Kristus, yang dalam salah satu rumusan berbunyi "Wafat Kristus kita maklumkan, kebangkitan-Nya kita muliakan, Kedatangan-Nya kita rindukan". Saya menangkap bahwa syukur itu meliputi baik peristiwa masa lalu, masa kini, dan harapan ke masa depan. Syukur memang mengalirkan kebahagiaan. Dalam peristiwa dalam diri Mas Riwi Nugroho, ketika dalam masa kininya (Selasa 3 Februari 2026) mendapatkan informasi apa pernah jumpa dengan Mas Riwi, Mas Riwi diingatkan masa lalunya ketika bersama di Paroki Salam. Bagaimanapun juga dalam keyakinan saya Mas Riwi mengalami secara batiniah pengenangan iman. Yang dihayati oleh Mas Riwi bagi saya adalah buah imannya karena mengalami karya keselamatan Kristus. Bukankah ungkapan misteri iman dalam Doa Syukur Agung dinamakan anamnese yang katanya berarti pengenangan. Dalam google saya menemukan keterangan berikut :

Dalam Katolik, anamnesis adalah istilah liturgi untuk "kenangan" atau "peringatan" akan karya keselamatan Yesus Kristus (wafat, kebangkitan, kenaikan-Nya) yang dihadirkan secara nyata dalam perayaan Ekaristi, bukan sekadar mengingat, tetapi mengalami kembali peristiwa penyelamatan tersebut saat ini melalui doa dan ritual seperti pada Perjamuan Terakhir. Ini adalah inti Misa di mana jemaat berpartisipasi langsung dalam misteri Kristus, menggenapi perintah Yesus "perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku".

Domus Pacis, 5 Februari 2026

Santa Dorothea

diambil dari katakombe.org/apara-kudus Diterbitkan: 03 April 2017 Diperbaharui: 28 Januari 2020 Hits: 26384

  • Perayaan
    6 Februari
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-3
  •  
  • Kota asal
    Kaisarea Cappadocia (Sekarang Wilayah Turki)
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir | dipenggal tanggal 6 Februari 311 di Kaisarea, Cappodocia, Turki
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Catatan paling awal tentang Santa Dorothea ditemukan dalam buku Martyrologium Hieronymianum (Buku daftar para Martir Kristus yang ditulis oleh Santo Hieronimus). Dalam buku ini hanya tercatat tiga fakta tentang perawan dan martir Kristus ini.  Yaitu hari kemartiran, tempat kemartiran, dan namanya : Dorothea; yang disebut menjadi martir bersama Santo Theophilus (dari Kaisarea). 

Nama martir Dorothea dan Theophilus juga tercatat dalam Roman Martyrology (Martyrologium Romanum, daftar martir dan para kudus resmi yang pertama kali dipublikasikan tahun 1583 pada masa Paus Gregorius XIII) sebagai martir di kota Kaisarea di Cappadocia (bukan Kaisarea di Yudea Israel), dan dirayakan pada tanggal 6 Februari.

Kisah kemartiran Santa Dorothea versi “dramatis” yang kita temukan saat ini hanyalah legenda atau kisah fiksi rohani yang banyak bermunculan di abad pertengahan. Berikut salah satu kisah legenda kemartiran Santa Dorothea.(qq).

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Paulus Miki, Imam dan Kawan-kawan Martir

Jumat, 6 Februari 2026

Markus 6:14-29

14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." 15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu." 16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." 17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, 20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. 21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. 22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", 23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" 24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. 27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. 28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. 29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, tak ada orang yang tak merasa senang mendapatkan hal yang membahagiakan. Kebahagiaan adalah kerinduan kedalaman batin setiap orang.
  • Tampaknya, orang akan amat menghargai apapun dan siapapun yang menjadi jalan hadirnya kebahagiaan. Orang dapat memberikan hadiah yang juga amat menyenangkan seseorang yang menghadirkan kebahagiaan besar.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun wajar memberi hadiah yang menyenangkan seseorang yang menghadirkan kebahagiaan, kalau yang dihadapi adalah golongan tamak dan dikuasai nafsu besar duniawi, orang dapat terperosok jadi alat orang jahat. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang dalam bersikap dan berhubungan baik dengan siapapun tetap akan memiliki kewaspadaan terhadap kemungkinan setan berulah di tengahnya.

Ah, orang harus selalu berjuang memenuhi keinginan orang serumah.

Wednesday, February 4, 2026

Rm. Harto ke RS Panti Rapih

Kondisi Rm. Suharto Widodo memang sudah harus mendapatkan penjagaan khusus. Dalam segalanya beliau memang sudah harus dilayani. Untuk menyambut Komuni ketika diikutkan Misa, beliau sudah kerap harus dibantu untuk disuapkan. Bahkan untuk akhir-akhir ini mengunyah juga tampak kesulitan. Makan harian memang sudah memakai sonde. Usia beliau saat ini 71 tahun persis pada tanggal 29 Januari 2026. Pada tanggal 25 Januari 2026 Rm. Harto genap 42 tahun menjadi imam. Perayaan khusus ulang tahun imamat dibersamakan dengan Rm. Ria, Rm. Suntara, dan Rm. Bambang pada 31 Januari 2026. Tetapi persis pada tanggal itu suhu Rm. Harto terukur 37,5C. Tetapi beliau bersikeras untuk ikut Misa Ulang Tahun Imamat. Itulah sebabnya ketika Misa dimulai karyawan mengenakan jubah dan didudukkan di kursi roda dan diposisikan berjejer dengan Rama-rama Domus. Tetapi sebelum sampai pada Liturgi Sabda, Rm. Harta sudah ditarik dan dimasukkan di kamarnya dan dibaringkan di tempat tidurnya. Pada Rabu 4 Februari terjadi pembicaraan khusus antara perawat home care, Mbak Neni, Mbak Tri, dan Rm. Bambang membicarakan kondisi Rm. Harto. Rm. Bambang diminta pertimbangannya karena Rm. Andika sebagai Direktur Domus baru pergi beberapa hari. Yang jadi soal haruskan Rm. Harto mendapatkan rawat inap di rumah sakit atau tidak. Rm. Bambang memutuskan "Biarlah Rumah Sakit Panti Rapih yang memutuskan perlu opname atau tidak". Semua sepakat agar Rm. Harto dibawa ke IGD. Ambulans RS Panti Rapih didatangkan bersama perawat. Menjelang jam 14.00 Rm. Harto sudah dibaringkan dengan brankar dan dibawa ke Panti Rapih. Kini Rm. Harto opname di Ruang Lukas 206.

Santa Agatha

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 26 Juli 2013 Diperbaharui: 26 Juni 2020 Hits: 89510

  • Perayaan
    05 Februari
  •  
  • Lahir
    Hidup pada Abad ke-3
  •  
  • Kota asal
    Sisilia - Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • Sekitar tahun 250 di Catania, Sicilia | Martir
    Dipotong kedua payudaranya lalu diguling-gulingkan diatas bara api sampai tewas.
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Seorang gadis Kristen nan cantik bernama Agatha hidup di Sisilia pada abad ketiga. Gubernur Romawi kafir mendengar kabar tentang kecantikan Agatha dan menyuruh orang untuk membawa gadis itu ke istana untuk dijadikan sebagai isterinya. Tapi Agatha menolak perintah sang gubernur karena ia ingin mempersembahkan hidupnya bagi Yesus.

"Yesus Kristus, Tuhanku,” ia berdoa, “Engkau melihat hatiku dan Engkau mengetahui kerinduanku. Hanya Engkau saja yang boleh memilikiku, oleh sebab aku sepenuhnya adalah milik-Mu. Selamatkanlah aku dari orang jahat ini. Bantulah aku agar layak untuk menang atas kejahatan.”

Penolakan Agatha membuat sang Gubernur marah. Ia menangkap Agatha lalu dikirimkannya perawan suci ini kerumah seorang mucikari untuk dijadikan sebagai wanita penghibur. Tetapi sekali lagi sang gubernur menjadi kecewa. Agatha berserah diri sepenuhnya kedalam lindungan Tuhan dan ia berdoa sepanjang waktu. Walau disekap dalam rumah pelacuran namun ia dapat menjaga kesucian dirinya. Ia dapat menghidar dari semua tipu daya dan bujukan-bujukan jahat mucikari tersebut.

Setelah sebulan berlalu, Agatha dibawa kembali kepada gubernur. Sekali lagi gubernur berusaha membujuknya.  “Engkau seorang wanita terhormat,” katanya dengan lembut. “Mengapa engkau merendahkan dirimu sendiri dengan menjadi seorang Kristen?”

“Meskipun aku seorang terhormat,” jawab Agatha, “aku ini seorang hamba di hadapan Yesus Kristus.”

“Jika demikian, apa sesungguhnya arti dari menjadi terhormat?” tanya gubernur. Agatha menjawab, “Artinya, melayani Tuhan.”

Ketika gubernur tahu bahwa Agatha tidak akan mau berbuat dosa, ia menjadi sangat murka. Ia menyuruh orang mencambuk serta menyiksa Agatha. Siksaan yang dialami Agatha sangat mengerikan. Setelah tak henti-hentinya dicambuk, sang gubernur kemudian memerintahkan para pengawalnya untuk memotong kedua payudara St. Agatha dan meletakkannya di atas sebuah piring (legenda pada jemaat Kristen perdana mengatakan bahwa pada malam hari setelah payudara St. Agatha dipotong; St. Petrus dan seorang malaikat Tuhan datang mengunjunginya dalam penjara. Menghiburnya dan memulihkan kembali kedua payudaranya).

Dalam penyiksaan ini Agatha berdoa dengan lirih; “Tuhan Allah, Penciptaku, Engkau telah melindungi aku sejak masa kecilku. Engkau telah menjauhkan aku dari cinta duniawi dan memberiku ketabahan untuk menderita. Sekarang, terimalah jiwaku.” Agatha wafat sebagai martir di Catania, Sisilia, pada tahun 250.

St. Agatha dihormati sebagai pelindung para wanita penderita penyakit kanker payudara. Banyak doa mohon penyembuhan yang terkabul dengan perantaraan martir suci ini.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Lamunan Peringatan Wajib

Santa Agata, Perawan dan Martir

Kamis, 5 Februari 2026

Markus 6:7-13

7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, 8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, 9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. 10 Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. 11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." 12 Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, 13 dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, menjalani pewartaan iman berarti omong tentang agama. Maka pewarta baik akan mempelajari ajaran dan apapun yang ada dalam agama.
  • Tampaknya, menjalani pewartaan iman berarti siap omong memberi penjalasan berdasar agama kalau ada yang mempertanyakan imannya. Maka pewarta baik akan tidak berhenti memperdalam ajaran-ajaran agama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun menguasai ajaran-ajaran agama bisa mendukung agamawan untuk mewartakan iman, pewartaan iman sejati berupaya membuat kehadiran seorang pewarta sekalipun tanpa omong apapun telah membuat banyak orang melihat diri dalam renung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati pewarta iman akan menghadirkan aura kedamaian dan kegembiraan dalam setiap perjumpaan dengan orang yang membuat kaum papa dan menderita terperhatikan.

Ah, untuk jadi oewarta iman orang harus jadi guru agama.

Lamunan Pekan Biasa IV

Sabtu, 7 Februari 2026 Markus 6:30-34 30 Kemudian rasul-rasul   itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua y...