Tuesday, February 24, 2026

Lamunan Pekan Prapaskah I

Rabu, 25 Februari 2026 

Lukas 11:29-32

29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. 30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. 31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! 32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada yang tekun menjalani agama dengan tujuan mendapatkan anugrah dari Tuhan. Orang akan sungguh percaya kalau keinginannya terkabul.
  • Tampaknya, orang akan menjalani doa atau melakukan ziarah ke sana-sini untuk mendapatkan yang diharapkan. Kalau terkabul orang akan percaya kekuatan Tuhan dalam cara yang dijalani.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun terpenuhinya harapan lewat kegiatan agama bisa mengembangkan iman, itu akan menjadi kejahatan kalau landasannya untuk meyakinkan iman dan bukan karena yakin akan kebaikan Tuhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gma relung hati dalam beragama orang jadi jahat kalau menjalaninya untuk meyakinkan diri dan bukan karena punya keyakinan akan daya kebaikan Tuhan.

Ah, beragama itu jelas untuk percaya pada Tuhan.

Monday, February 23, 2026

Aku Percaya

Saya menyanggupi untuk mengisi omong-omong kerohanian untuk para tokoh dan penggerak umat Paroki Santa Theresia Salam pada tanggal 15 Februari 2025. Yang menjadi pusat omongan adalan ah “CREDO”. Dalam hal ini saya berpikir apakah saya harus menerangkan isi yang menjadi pegangan kepercayaan umat Katolik. Bukankah alokasi waktu hanya beberapa jam dtak akan penuh 3 jam? Ketika saya masih mendampingi kelompok-kelompok pendalaman keagamaan di beberapa paroki sebelum Covid-19, untuk berbicara “Aku Percaya” dibutuhkan 12 kali pertemuan dan 2 jam untuk masing-masing pertemuan. Bukankah yang terjadi adalah omong-omong? Itu berarti harus menggunakan metode interaksi. Ketika berpikir dan berpikir, merasakan dan merasakan, muncullah permenungan sebagaimana saya paparkan di bawah ini. 

Istilah-istilah

Kepada tim penyelenggara saya meminta agar kepada para peserta dibagikan teks Credo. Entah bagaimana saya teringat beberapa istilah lain untuk teks itu. Teks itu juga biasa disebut Syahadat Apostolik. Tetapi ada juga istilah yang diketemukan dalam buku Katekismus Gereja Katolik, yaitu Simbolo Iman.

  • Credo. Istilah Credo berasal dari bahasa Latin yang berarti “Aku percaya”. Hal ini berkaitan dengan isi yang terdapat dalam naskah. Karena di dalamnya berisi pernyataan iman, maka istilah Credo berkaitan dengan pengakuan iman. Naskah pengakuan iman dimulai dengan kata “Aku percaya” atau “Credo” dalam bahasa Latin.
  • Syahadat Apostolik. Kata “syahadat” berasal dari bahasa Arab yang berarti “kesaksian” atau “bersaksi”. Kemudian kata “Apostolik” berasal dari bahasa Yunani apostolos yang berarti “rasul”. Kalau naskah Credo disebut Syahadat Apostolik, hal itu dikarenakan isi naskah dilandaskan kesaksian iman para rasul yang diteruskan oleh para uskup sebagai pengganti-penggantinya. Inilah yang membuat gambaran 12 pokok isi Credo dianggap berasal dari pernyataan masing-masing orang dari 12 rasul. Itu berisi ajaran dan tradisi yang menjadi warisan iman dalam Gereja.
  • Simbolo Iman. Ini berasal dari bahasa Yunani sumbolon yang menggambarkan sebuah benda yang dipecah jadi dua dan kalau disatukan menjadi tanda pengenal. Secara sederhana sumbolon adalah tanda pengenal untuk sebuah persekutuan dan menjadi semacam lencana atau emblem. Kalau Credo atau Syahadat Iman juga disebut Simbolo Iman, karena isi yang ada dalam naskah menjadi identitas iman Gereja sebagai persekutuan orang-orang yang ikut Tuhan Yesus.

Pemakaian Credo

Kita biasa memakai Syahadat Iman atau Credo dalam Misa Minggu dan Misa Hari Raya. Isi Credo kita ucapkan sesuah homili atau khotbah. Memang, dalam pemakaian ada dua macam, yaitu syahadat singkat dan syahadat panjang. Tetapi pengucapan menjadi amat meriah dan istimewa dalam Misa Malam Paskah, yang juga bisa terjadi dalam Misa Minggu Paskah I. Kemeriahan terjadi karena tiga hal. Pertama, pengucapan terjadi dalam dialog antara imam dan umat. Kedua, sebelum masuk ke isi Credo ada pernyataan penolakan akan setan dengan segala kuasa jahatnya. Ketiga, sesudah pengucapan isi Credo ada percikan air suci. Rangkaian tiga hal ini disebut sebagai pembaharuan janji baptis.

Isi Credo pada dasarnya memang merupakan pengakuan iman yang diucapkan oleh seseorang ketika menerima Sakramen Permandian. Dengan Sakramen Permandian orang menyatakan secara resmi beriman kepada Tuhan Yesus Kristus dan menjadi anggota persekutuan dengan sesama umat Kristus. Apapun yang dimani dalam Gereja menjadi pegangan menghayati kehidupan kongkretnya. Sebagai orang Katolik setiap orang wajib mengikuti Misa Hari Minggu dan hari lain yang disamakan dengan hari Minggu. Itulah sebabnya dalam Misa Hari Minggu dan Hari Raya orang diingatkan akan janji-janji baptisnya dengan mengucapkan Syahadat Iman. 

Isi Kesaksian Iman

Rumusan Credo yang kita terima saat ini sebenarnya melewati proses panjang tidak sekali jadi. Itu berawal dari rumusan kesaksian iman para rasul dan umat perdana yang berkembang dalam kelompok-kelompok jemaat selanjutnya hingga beratus tahun sampai pada rumusan resmi yang dipakai untuk Gereja Universal hingga kini.

Zaman para rasul

Dari Kitab Suci kita menemukan rumusan pembaptisan “jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Mat 28:19). Tetapi kita juga mendapatkan rumusan lain dari ucapan Santo Petrus ketika menyampaikan khotbah pada hari turun-Nya Roh Kudus “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus” (Kis 2:38). Kisah Para Rasul ditulis oleh Santo Lukas murid Santo Paulus. Dari dua rumusan berbeda ini saya menggambarkan bahwa ada banyak kelompok umat yang kesemuanya mengikuti Tuhan Yesus Kristus. Semua mewartakan iman sama yaitu keyakinan akan Tuhan Yesus Kristus yang bangkit dari antara orang mati sebagai penyelamat manusia.

Barangkali yang dikatakan oleh Santo Paulus “jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Rom 10:9) merupakan rumusan pertama dan utama. Itu menjadi dasar keyakinan yang mungkin diwartakan ke sana-sini dalam berbagai kelompok umat dengan rumusan penjelasan sesuai dengan situasi kongkret kehidupan umat. Dari alkitab.sabda.org/dictionary saya menemukan gelar-gelar untuk Tuhan Yesus Kristus sebagai berikut :


1. Adam yang akhir 1Kor 15:45, 2. Aku adalah aku Kel 3:14Yoh 8:58, 3. Alfa dan Omega Wahy 1:8; 22:13, 4. Allah Yes 40:9Yoh 20:28, 5. Allah, Tuhan, Yang Mahakuasa Wahy 15:3, 6. Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya Rom 9:5, 7. Allah yang perkasa Yes 9:5, 8. Amin Wahy 3:14, 9. Anak Allah Luk 1:35Yoh 1:49, 10. Anak Allah Yang Maha Tinggi Luk 1:32, 11. Anak dari Yang Terpuji Mr 14:61, 12. Anak Daud Mat 9:27 13. Anak Domba Wahy 5:6,12; 13:8; 21:22; 22:3, 14. Anak domba Allah Yoh 1:29,36, 15. Anak Domba Paskah kita 1Kor 5:7, 16. Anak manusia Yoh 5:27, 17. Anak sulung yang lebih utama dari segala yang diciptakan Kol 1:15, 18. Anak Tunggal Bapa Yoh 1:14, 19. Bapa yang kekal Yes 9:5, 20. Batu karang 1Kor 10:4, 21. Batu penjuru yang terpilih Ef 2:201Pet 2:6, 22. Bintang Bil 24:17, 23. Bintang timur yang gilang-gemilang Wahy 22:16, 24. Daud Yer 30:9Yeh 34:23, 25. Firman Yoh 1:11Yoh 5:7, 26. Firman Allah Wahy 19:13, 27. Firman hidup 1Yoh 1:1, 28. Gembala Agung 1Pet 5:4, 29. Gembala dan pemeliharaan jiwa 1Pet 2:25, 30. Gembala yang baik Yoh 10:14, 31. Hakim Yes 33:22, 32. Hamba Yes 42:1; 52:13, 33. Hidup Yoh 14:6Kol 3:41Yoh 1:2, 34. Hidup yang kekal 1Yoh 1:2; 5:20, 35. Hikmat Ams 8:12, 36. Imam Besar Agung Ibr 4:14, 37. Imanuel Yes 7:14Mat 1:23, 38. Jalan Yoh 14:6, 39. Jaminan Ibr 7:22, 40. Juruselamat 2Pet 2:20; 3:18, 41. Kebangkitan dan hidup Yoh 11:25, 42. Kebenaran Yoh 14:6, 43. Kemuliaan Tuhan Yes 40:5, 44. Kepala jemaat Ef 5:23Kol 1:18, 45. Kepunyaan segala bangsa Hag 2:8, 46. Keturunan Daud Wahy 22:16, 47. Malaikat Kej 48:16Kel 23:20,21, 48. Malaikat hadirat Tuhan Yes 63:9, 49. Malaikat perjanjian Mal 3:1, 50. Malaikat Tuhan Kel 3:2Hak 13:15-18, 51. Mesias (Kristus) Dan 9:25Yoh 1:41, 52. Mesias dari Allah Luk 9:20, 53. Nabi Luk 24:19Yoh 7:40, 54. Mesias dari Allah Luk 9:20, 55. Nabi, Luk 24:19Yoh 7:40, 56. Orang Benar Kis 7:52, 57. Orang yang paling karib kepada Allah, Za 13:7, 58. Orang Kudus Mazm 16:10Kis 2:27,31, 59. Orang Nazaret Mat 2:23, 60. Panglima Balatentara Tuhan Yos 5:14,15, 61. Pemerintah Yes 55:4, 62. Pemimpin Mat 2:6, 63. Pemimpin kepada hidup Kis 3:15, 64. Pemimpin keselamatan Ibr 2:10, 65. Penasihat Ajaib Yes 9:5, 66. Penebus Ayub 19:25Yes 59:20; 60:16Rom 11:26, 67. Pengantara 1Yoh 2:11Tim 2:5, 68. Penghibur bagi Israel Luk 2:25, 69. Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia 1Tim 6:15, 70. Perintis Ibr 6:20, 71. Permulaan dari ciptaan Allah Wahy 3:14, 72. Pilihan Allah Yes 42:1, 73. Pintu Yoh 10:7, 74. Pokok anggur yang benar Yoh 15:1, 75. Raja Za 9:9Mat 21:5, 76. Raja Damai Yes 9:5, 77. Raja dan Pemerintah Yes 55:4, 78. Raja di atas segala raja 1Tim 6:15Wahy 17:14, 79. Raja orang Israel Yoh 1:49, 80. Raja orang Yahudi Mat 2:2, 81. Raja segala bangsa Wahy 15:3, 82. Rasul Ibr 3:1, 83. Roti hidup Yoh 6:35,48, 84. Saksi Yes 55:4, 85. Saksi yang setia Wahy 1:5; 3:14, 86. Seorang yang memerintah Israel Mi 5:1, 87. Silo (yang berhak atasnya) Kej 49:10, 88. Singa dari suku Yehuda Wahy 5:4, 89. Surya kebenaran Mal 4:2, 90. Surya pagi Luk 1:78, 91. Taman kebahagiaan Yeh 34:29, 92. Tanduk keselamatan Luk 1:69, 93. Tangan Tuhan Yes 51:9; 53:1, 94. Taruk dari pangkal Isai Yes 11:10, 95. Tebusan 1Tim 2:6, 96. Terang dunia Yoh 8:12, 97. Terang yang sesungguhnya Yoh 1:9, 98. Tuhan Allah (Yehova) Yes 26:4, 99. Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi Wahy 22:6, 100. Tuhan dari semua orang Kis 10:36, 101. Tuhan keadilan kita Yer 23:6, 102. Tuhan yang maha mulia 1Kor 2:8, 103. Tunas Yer 23:5Za 3:8; 6:12, 104. Yang Awal dan Yang Akhir Wahy 1:17; 2:8, 105. Yang Benar 1Yoh 5:20, 106. Yang berhak menerima segala yang ada Ibr 1:2, 107. Yang berkuasa atas raja-raja di bumi ini Wahy 1:5, 108. Yang kudus dari Allah Mr 1:24, 109. Yang Mahakuasa Wahy 1:8, 110. Yang Mahakuasa, Allah Yakub Yes 60:16, 111. Yang Mahakudus, Allah Israel Yes 41:14, 112. Yang memimpin dan membawa iman kepada kesempurnaan Ibr 12:2, 113. Yang pertama bangkit dari antara orang mati Wahy 1:5, 114. Yesus Mat 1:211Tes 1:10.

Semua gelar itu terpusat dan terarah kepada satu Pribadi, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Tetapi gelar-gelar itu muncul dalam berbagai Kitab yang tentu juga dari berbagai kelompok umat. Dengan gelar-gelar tertentu pewarta atau saksi iman menyampaikan siapa Tuhan Yesus sesuai dengan sudut pengalaman imannya.

Risiko kebebasan

Satu hal yang harus diingat adalah sejarah Gereja dari awal hingga masuk abad IV selalu ada dalam penganiayaan. Umat Kristiani dipandang sebagai bahaya kehidupan sehingga selalu teraniaya dan amat banyak sekali yang dibunuh karena mempertahankan iman. Masa penganiayaan baru berhenti ketika yang berkuasa dalam Wilayah Kekaisaran Romawi adalah Kaisar Konstantinus. Dalam Perjanjian Milan agama penganut Tuhan Yesus mendapatkan kebebasan dan bahkan kemudian menjadi agama negara karena Kaisar Konstantinus sendiri mendapatkan pembabtisan.

Dengan bebasnya menghayati agama, tokoh-tokoh iman Kristiani juga bebas menghadirkan kesaksian iman ke mana-mana. Mereka dengan semangat berkobar menyampaikan imannya kepada Yesus tentu juga sesuai dengan sudut permenungannya. Dari sinilah muncul berbagai macam pandangan keyakinan yang juga menimbulkan pertentangan. Di dalam berbagai macam perbedaan dan pertentangan Uskup Roma memiliki peran khusus sebagai penerus tahta Santo Petrus yang dikenal sebagai Paus. Para Uskup dalam kesatuan dengan Paus memegang wibawa kebenaran pengajaran, yang disebut magisterium. Yang tidak sejalan dengan ajaran resmi Gereja dipandang sebagai bidaah atau ajaran sesat. Pada masa kebebasan beragama inilah muncul berbagai bidaah.

Menjelang rumusan definitif Syahadat Iman beberapa bidaah yang perlu diketahui saya paparkan sebagai berikut :


·       Arianisme. Dari https://katolisitas.org/tentang-ajaran-sesat-arianism kita mendapatkan uraian singkat bahwa “Arianism adalah bidaah/heresi yang sangat berbahaya, di awal abad ke -4 (319) karena mengajarkan ajaran sesat dalam hal Trinitas dan Kristologis. Bidaah ini diajarkan oleh Arius, seorang imam dari Alexandria, yang ingin menyederhanakan misteri Trinitas. Ia tidak bisa menerima bahwa Kristus Sang Putera Allah berasal dari Allah Bapa, namun sehakekat dengan Bapa. Maka Arius mengajarkan bahwa karena Yesus ‘berasal’ dari Bapa maka mestinya Ia adalah seorang ciptaan biasa, namun ciptaan yang paling tinggi. Arius tidak memahami bahwa di dalam satu Pribadi Yesus terdapat dua kodrat, yaitu kodrat Allah dan kodrat manusia.

·       Bidaah-bidaah lain. Saya mengambil dari https://www.google.com/search?q=Bidaah-bidaah+menjelang+Konsili+Nicea+dan+Konstantinopel&oq. Ada 3 bidaah :

-        Macedonianisme (Pneumatomachianisme): Menyatakan bahwa Roh Kudus tidak ilahi atau tidak setara dengan Bapa dan Putra, bahkan diciptakan. Ini menjadi fokus utama Konsili Konstantinopel I.

-        Apollinarianisme: Mengklaim bahwa Yesus memiliki tubuh manusia tetapi pikiran (logos) ilahi, bukan jiwa manusia sepenuhnya.

-        (Homoiousianisme): Kelompok moderat yang mencoba kompromi dengan Arianisme, percaya Putra sehakikat dengan Bapa, tetapi tidak menggunakan istilah 'homoousios' (sehakikat) yang lebih kuat.

  

Konsili

Kekacauan pandangan pengakuan iman menghadirkan krisis antar kelompok umat dalam Gereja. Berkaitan dengan kasus Arianisme dari https://www.kompasiana.com tulisan kreator S. Detianus Gea saya mendapatkan catatan yang melatarbelakangi terjadinya syahadat pendek sebagai berikut :


Santo (St) Alexander, Patriarkh Alexandria menanggapi ajaran pastor Arius karena masuk dalam wilayah keuskupannya. St. Alexander mengadakan Konsili Alexandria (sekitar 321) yang dihadiri kurang lebih 100 uskup yang berasal dari Mesir dan Libya. Konsili Alexandria mengecam ajaran Arius dan dinyatakan sesat. 

Namun, pastor Arius mempunyai pendukung baik dari pemerintahan maupun dari pejabat Gereja. Dua orang pendukung pastor Arius dari pejabat Gereja adalah Eusebius, Uskup Kaisarea, dan Uskup Eusebius dari Nikomedia (pemimpin penganut Arianisme sekaligus pelindung Arius). 

Karena pastor Arius telah diekskomunikasi oleh Konsili Alexandria, maka ia pergi ke Palestina dan Nikomedia. Oleh sebab itu, St. Alexander mengeluarkan surat Ensiklik (Epistola Encyclica). Ensiklik tersebut ditanggapi oleh Arius, sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Kegaduhan ini diperparah dengan pertikaian kaisar Konstantin dan Licinius (322-323). 

Kekisruhan keagamaan tentu bisa membuat kegaduhan krisis sosial dalam masyarakat. Maka Kaisar Konstantinus, karena menginginkan kedamaian dalam wilayah kekuasaannya, menulis surat kepada Santo Alexander dan Arius untuk secepatnya menyelesaikan masalah ini. Dari sini Kaisar dan Paus Sylvester I mengundang para uskup untuk menghadiri Konsili di Nicea. Maka pada tahun 325 terjadi Konsili di Nicea yang dihadiri oleh sekitar 300 orang Uskup. Dari sini disepakati rumusan syahadat pendek yang sering disebut dengan istilah Syahadat Para Rasul. Rumusannya adalah sebagai berikut :


Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
pencipta langit dan Bumi
Dan akan Yesus Kristus,
PutraNya yang tunggal, Tuhan kita
Yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh perwan Maria.
Yang menderita sengsara
dalam pemerintahan Ponsius Pilatus,
disalibkan wafat dan dimakamkan,
Yang turun ketempat penantian,
pada hari ketiga bangkit
dari antara orang mati
Yang naik kesurga,
duduk disebelah kanan
Allah bapa yang Mahakuasa.
Dari situ ia kan datang
mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus
Pengampunan Dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.

Syahadat hasil Konsili Nicea memang menjadi pegangan hingga kini. Tetapi kemudian ada Konsili di Konstantinopel pada tahun 381 karena dalam Gereja muncul tokoh bernama Makedonius. Dalam salah satu artikel dalam internet dikatakan bahwa “Dalam Konsili Konstantinopel I (381) hal utama yang dibahas adalah ajaran Makedonius IPatriarkh Konstantinopel. Makedonius mengajarkan bahwa Roh Kudus bukanlah Allah, tetapi adalah makhluk ciptaan dan adalah pelayan Bapa dan Putra. Konsili Konstantinopel I menolak ajaran Makedonius dan menegaskan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan dan Allah yang setara dengan Bapa dan Putra.” (https://id.wikipedia.org/wiki/Kredo_Nikea). Dari sinilah muncul Syahadat Panjang yang disebut Syahadat Nicea Konstantinopel :


Aku percaya akan satu Allah,
Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi,
dan segala sesuatu yang kelihatan
dan tak kelihatan;
dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,
Putra Allah yang tunggal.
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad,
Allah dari Allah,
Terang dari Terang,
Allah benar dari Allah benar.
Ia dilahirkan, bukan dijadikan,
sehakikat dengan Bapa;
segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.
Ia turun dari surga untuk kita manusia
dan untuk keselamatan kita.
Ia dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia.
Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus;
Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.
Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
Ia akan kembali dengan mulia,
mengadili orang yang hidup dan yang mati;
kerajaan-Nya takkan berakhir.
aku percaya akan Roh Kudus,
Ia Tuhan yang menghidupkan;
Ia berasal dari Bapa dan Putra,
yang serta Bapa dan Putra,
disembah dan dimuliakan;
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
aku percaya akan Gereja
yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
aku mengakui satu pembaptisan
akan penghapusan dosa.
aku menantikan kebangkitan orang mati
dan hidup di akhirat.
amin.

 

Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
pencipta langit dan Bumi
Dan akan Yesus Kristus,
PutraNya yang tunggal, Tuhan kita
Yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh perwan Maria.
Yang menderita sengsara
dalam pemerintahan Ponsius Pilatus,
disalibkan wafat dan dimakamkan,
Yang turun ketempat penantian,
pada hari ketiga bangkit
dari antara orang mati
Yang naik kesurga,
duduk disebelah kanan
Allah bapa yang Mahakuasa.
Dari situ ia kan datang
mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus
Pengampunan Dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.

Domus Pacis Santo Petrus, 5 Februari 2026

Santo Montanus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 28 Juli 2013 Diperbaharui: 21 Februari 2016 Hits: 10311

  • Perayaan
    24 Februari
  •  
  • Lahir
    Hidup pada Abad ke-3
  •  
  • Kota asal
    Kartago - Afrika Utara
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 259 | Martir
    Dipenggal kepalanya.
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation
Kaisar Valerianus menganiaya umat Kristiani dengan bengis sepanjang masa Gereja perdana. Ia meluluskan eksekusi St. Siprianus dari Kartago pada bulan September 258. Tak lama kemudian, pejabat yang menjatuhkan hukuman mati kepada St. Siprianus tewas dan pejabat baru penggantinya nyaris menjadi kurban dari suatu persekongkolan untuk menghabisi nyawanya.

Otoritas Romawi mencurigai persekongkolan ini adalah bentuk balas dendam atas kematian St. Siprianus. Mereka lalu menangkap delapan orang yang tidak tahu apa-apa. Semuanya adalah orang-orang Kristen, sebagian besar adalah para klerus, dan semuanya adalah pengikut setia St. Siprianus.

Tahanan Kristen itu dijebloskan ke dalam penjara bawah tanah yang gelap. Disana mereka mendapati para saudara Kristiani mereka yang sudah lama ditangkap. Kotor dan pengap melingkupi kelompok tahanan ini. Mereka sadar bahwa mereka akan segera menghadapi kematian dan kebakaan. Orang-orang Kristen itu ditahan berbulan-bulan lamanya dalam penjara. Mereka dipaksa bekerja di siang hari, dan tanpa sebab seringkali tak diberi makan dan minum. Dalam situasi yang tak berperikemanusiaan macam itu, komunitas kecil umat Kristen ini bersatu padu dan saling tolong-menolong satu sama lain. Yang awam melindungi para uskup, imam dan diakon yang selalu menjadi sasaran kekejian para penjaga.

Ketika tahanan Kristiani pada akhirnya dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati, masing-masing diijinkan untuk berbicara. St. Montanus, yang tinggi kekar, berbicara dengan gagah berani kepada segenap umat Kristiani yang ada di antara khalayak ramai. Ia menasehati mereka untuk setia kepada Yesus dan untuk lebih memilih mati daripada mengingkari iman.
St. Lucius, yang kecil dan rapuh, berjalan tertatih-tatih ke tempat eksekusi. Ia lemah akibat masa-masa berat dan sulit di penjara namun matanya berbinar-binar menatap langit.  Sesungguhnya, ia harus bertopang pada dua teman yang membantunya tiba di tempat di mana para algojo telah menanti untuk memenggal kepalanya. Mereka yang menyaksikan berseru-seru memintanya untuk mengingat mereka di surga.

Sementara tahanan Kristen ini seorang demi seorang dipenggal kepalanya, khalayak ramai semakin berani. Mereka menangisi para martir yang menderita ketidakadilan. Tetapi mereka bersukacita juga. Mereka sadar bahwa para martir ini akan memberkati mereka dari surga. Santo Montanus dari Kartago, Santo Lucius dari Kartago, Santo Julianus dari Kartago, Santo Victorius dari Kartago, Santo Flavianus dari Kartago dan lima orang Santo lagi yang tidak kita ketahui namanya wafat sebagai martir pada tahun 259.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Lamunan Pekan Prapaskah I

Selasa, 24 Februari 2026

Matius 6:7-15

7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. 9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) 14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa berdoa adalah omong dengan Tuhan. Dalam doa orang menyampaikan rasa syukur atau permohonan.
  • Tampaknya, orang bisa dipandang pintar doa karena mampu merangkai kata dan kalimat yang ditujukan kepada Tuhan. Dia biasa diminta untuk memimpin doa bersama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun pintar menyusun kata dan kalimat untuk berdoa, orang baru sungguh berdoa kalau tak menjadikan Tuhan sebagai pendengar kata-kata tetapi kalau masuk dalam sambung hati dengan Tuhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati dalam doa orang bersanding hati dengan Tuhan bisa saling omong dan bisa hanya diam menikmati kebersamaan batin.

Ah, untuk berdoa agama sudah menyediakan teks atau hafalan.

Sunday, February 22, 2026

100 Hari Wafat Bapak Joko Saptomo


Pada tanggal 14 Januari 2026 ada pesan masuk di HP Rm. Bambang "Selamat sore Romo Bambang... Romo...mau minta info.... klo kami 1 keluarga besar mau minta Misa peringatan Arwah kakak saya ...di kapel Domus ... saget mboten?" Ternyata pengirim adalah Ibu Ernawati, umat Katolik Paroki Kalasan dari Prambanan. Dulu ketika masih di Domus Pacis Puren Ibu Erna dan keluarganya sering datang mengunjungi Rm. Bambang. Kebetulan salah satu keluarga Ibu Erna, yaitu Ibu Dewa menjadi salah satu relawan penyedia sajian makan di Domus Pacis Puren, Pringwulung. Tetapi semenjak para rama Domus Pacis Puren dipindahkan ke Domus Pacis Santo Petrus, hubungan sudah tidak seperti dulu. Maklum saja, Rm. Bambang sudah tidak bisa bermobilisasi sendiri sehingga tak bisa datang sendiri untuk Misa Ujub Keluarga di daerah Prambanan seperti dulu.

Dari berbagai pembicaraan lewat WA, pada tanggal 15 Februari 2026 Ibu Erna mengirim WA di HP Rm. Bambang "Selamat pagi Romo.... maaf mengganggu.... Romo kembali mengingatkan njih Romo...besok Hari  : Sabtu, 21 Februari 26. Kami jadi sowan Romo di Domus untuk : 1. Misa peringatan  100 hari berpulangnya kakak saya Bpk Joko Saptomo. 2. Ramah tamah bersama Romo Sepuh. Kami sampai Domus jam 15.30 njih Romo. Untuk Liturgi Misa  kami siapkan berapa lagu Romo?" Itulah sebabnya pada Sabtu 21 Februari sore yang ikut Misa di Domus bertambah lebih dari 30 orang umat. Kakak-beradik almarhum Bapak Joko Saptomo bersama keluarga datang di Domus. Misa dipimpin oleh Rm. Andika Bhayangkara, Direktur Domus. Tetapi sebelum Misa rombongan keluarga ini berjumpa dengan para rama sepuh, yaitu Rm. Yadi, Rm. Djoko Setya, Rm. Suhartana, Rm. Ria, Rm. Jarot, Mgr. Blasius, dan Rm. Bambang. Omong-omong disertai snak dari keluarga sungguh menghadirkan keakraban.

Santo Polikarpus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 28 Juli 2013 Diperbaharui: 19 Oktober 2019 Hits: 33927

  • Perayaan
    23 Februari
  •  
  • Lahir
    Antara tahun 75 - 80
  •  
  • Kota asal
    Smyrna - Turki
  •  
  • Wafat
  •  
  • Sekitar tahun 155 di Smyrna | Martir
    Awalnya dibakar hidup-hidup; tapi karena tidak terbakar api ia lalu ditusuk dengan pedang sampai mati
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Polikarpus dilahirkan antara tahun 69 hingga 80. Ia adalah murid langsung dari Rasul Yohanes, saudara  Yakobus; dua bersaudara, yang sangat dikasihi Yesus. Ia dibabtis menjadi seorang Kristen oleh Rasul Yohanes ketika pengikut Kristus masih sangat sedikit jumlahnya. Apa yang telah dipelajarinya dari  Yohanes diajarkannya kepada yang lain. Polikarpus menjadi seorang imam dan kemudian diangkat menjadi Uskup Smyrna yang sekarang ini menjadi wilayah negara Turki. Ia menjadi Uskup Smyrna untuk masa yang cukup lama. Jemaat Kristiani perdana mengenalnya sebagai seorang gembala umat yang kudus serta pemberani.

Pada masa itu, umat Kristen mengalami penganiayaan serta pembantaian dalam masa pemerintahan Kaisar Markus Aurelius Karena orang-orang Kristen menolak menyembah kaisar dan dewa-dewa Romawi.  Orang-orang Smyrna bersama para prajurit memburu orang-orang Kristen dengan pekikan, "Enyahkan orang-orang kristen kafir."

Banyak sudah orang Kristen ditangkap dan dibunuh di arena. Polikarpus sebagai uskup dan pemimpin umat Kristen di kota itu, menjadi target utama dan dikejar-kejar oleh prajurit Smyrna.  Meskipun hamba Tuhan ini tidak takut mati, dan memilih tetap berdiam di kota;  umatnya meminta agar ia terus bersembunyi. Mereka takut kalau-kalau ia ditangkap dan dibunuh; maka kematiannya akan mempengaruhi ketegaran gereja dan umat di masa penganiayaan ini.

Polikarpus telah meninggalkan kota itu dan bersembunyi di sebuah ladang milik teman-temannya. Bila pasukan mulai menyergap, ia pun melarikan diri ke ladang lain.  Namun seseorang jemaat yang murtad kemudian mengkhianati Polikarpus dan melaporkannya kepada penguasa. Ketika orang-orang yang hendak menangkapnya datang, Polikarpus terlebih dulu mengundang mereka bersantap bersamanya. Kemudian ia meminta mereka untuk mengijinkannya berdoa sejenak. Ia kemudian berdoa dua jam lamanya.

Beberapa penangkap merasa sedih menangkap orang tua yang begitu baik ini. Dalam perjalanannya kembali ke Smyrna, kepala prajurit yang memimpin pasukan itu berkata, "Apa salahnya menyebut Kaisar sebagai Tuhan dan mempersembahkan bakaran kemenyan?"
Dengan tenang Polikarpus mengatakan bahwa ia tidak akan melakukannya.

Gubernur Romawi yang mengadilinya berusaha mencarikan jalan keluar untuk membebaskan uskup tua itu. "Hormatilah usiamu, Pak Tua," seru gubernur Romawi itu. "Bersumpahlah demi berkat Kaisar. Ubahlah pendirianmu serta berserulah, "Enyahkan orang-orang kristen kafir!"
Sebenarnya, gubernur Romawi itu ingin Polikarpus menyelamatkan dirinya sendiri dengan melepaskan dirinya dari orang-orang Kristen yang dianggap "kafir" itu. Namun, Polikarpus hanya memandang kerumunan orang yang sedang mencemohkannya. Sambil menunjuk ke arah mereka, ia berseru, "Enyahkan orang-orang kafir!"   Gubernur Romawi itu berusaha lagi: "Angkatlah sumpah dan saya akan membebaskanmu. Hujatlah Kristus!"

Polikarpus pun berdiri dengan tegar dan berkata : "Selama 86 tahun aku telah mengabdi kepada Kristus dan Ia tidak pernah menyakitiku. Bagaimana aku dapat mencaci Raja yang telah menyelamatkanku?" 

Pertukaran pendapat antara sang uskup dan gubernur Romawi berlanjut. Pada suatu saat, Polikarpus menghardik lawan bicaranya: "Jika kamu... berpura-pura tidak mengenal saya, dengarlah baik-baik: Saya adalah seorang Kristen. Jika Anda ingin mengetahui ajaran Kristen, luangkanlah satu hari khusus untuk mendengarkan saya."

Gubernur Romawi itu pun mengancam akan melemparkan dia ke binatang-binatang buas. "Panggil binatang-binatang itu!" seru Polikarpus. "Jika hal itu akan mengubah keadaan buruk menjadi baik, tetapi bukan keadaan yang lebih baik menjadi lebih buruk."
Ketika ia diancam akan dibakar, Polikarpus menjawab, "Apimu akan membakar hanya satu jam lamanya, kemudian akan padam, namun api penghakiman yang akan datang adalah abadi."

Akhirnya Polikarpus dinyatakan sebagai orang yang tidak akan menarik kembali pernyataan-pernyataannya. Rakyat Smyrna pun berteriak: "Inilah guru dari Asia, bapa orang-orang Kristen, pemusnah dewa-dewa kita, yang mengajar orang-orang untuk tidak menyembah (dewa-dewa) dan mempersembahkan korban sembelihan."

Gubernur Romawi menitahkan agar ia dibakar hidup-hidup. la diikat pada sebuah tiang pancang dan dibakar. Api berkobar namun, menurut para saksi mata, badan orang suci ini tidak termakan api.  "la berada di tengah, tidak seperti daging yang terbakar, tetapi seperti roti di tempat pemanggangan, atau seperti emas atau perak dimurnikan di atas tungku perapian. Kami mencium aroma yang harum, seperti wangi kemenyan atau rempah mahal."  Dan seperti yang dikatakan Polikarpus sebelumnya; api hanya menyala selama satu jam lalu padam, dan Uskup Polikarpus tetap segar-bugar berdiri diatas sisa-sisa kayu pembakaran.  Seorang algojo kemudian menikam sang uskup tepat dilambungnya; dan Polikarpus kemudian wafat sebagai martir.  Ia pergi untuk tinggal selama-lamanya bersama Raja Ilahi yang telah dilayaninya dengan gagah berani.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Lamunan Pekan Prapaskah I

Rabu, 25 Februari 2026   Lukas 11:29-32 29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yan...