Showing posts with label J. Show all posts
Showing posts with label J. Show all posts

Thursday, May 2, 2024

Stece '25


Bila ada rombongan kunjungan di Domus Pacis Santo Petrus biasa terjadi tanya jawab antara para pengunjung dengan para rama. Hal-hal yang menjadi pertanyaan bisa di sekitar kehidupan para rama sepuh di Domus. Maklumlah Domus adalah rumah rama sepuh yang sudah bebas tugas. Yang masih muda haya Rm. Hartanta, karena bertugas memimpin dan mengurus. Dari banyak rombongan yang pernah berkunjung, sejak masih di Domus Pacis Puren hingga kini di Domus Pacis Santo Petrus, baru sekali ada kesan tertulis khusus yang di kirim ke Domus. Kesan tertulis ini cukup panjang sehingga menjadi seperti sebuah surat. Ini terjadi pada Kamis 2 Mei 2024. Pada hari itu ada paguyuban ibu-ibu dari siswi SMA Stella Duce I yang diharapkan lulus pada tahun 2025. Mereka menamakan diri Paguyuban Stece '25. Ketika tanya jawab mereka mengalami suasana penuh tawa keceriaan. Ternyata mereka juga bergairah ketika memilih-milih dan membeli kain batik jualan Domus yang dipegang oleh Rm. Bambang. Barangkali ada yang sungguh terkesan dengan pengalaman berkunjung di Domus. Salah seorang dari mereka, Ibu Joyce Kusumadewi, menulis kesan-kesannya dan dikirimkan ke Rm. Hartanta yang menjadi dirfektur rumah. Rm. Hartanta mengirimkan tulisan itu dalam pesan WA di HP Rm. Bambang pada Kamis 2 Mei 2024 hari itu pada jam 20.49. Tulisan itu adalah sebagai berikut :

Buat saya, ada rasa sedikit haru melihat para Romo td hadir di ruang pertemuan dgn kursi roda smua. ada 6 Romo yg menemuin kami2 mama2 perwakilan paguyupan Stece 25, sisa nya tdk bisa menemuin kami krn memang keadaan dan ada bbrp ktnya Introvert..

Setelah ngobrol2 cerita2, mereka jg 92% ktnya hanya di kamar.. kebnykan hanya bnyk tidur dan mgkn benar2 pasif berbeda drpd ketika mereka msh sehat... Ada bbrp berusaha menerima keadaan dgn menikmati masa pensiun mereka, ada bbrp yg disana krn mau sembuh ( hampir smua Romo sakit diabetes) hanya 1 Romo sepuh yg tdk diabetes ttp jg pakai kursi roda krn dr dl beliau pincang , krn usia bertambah dan pernah jatuh jd terpaksa hrs pakai kursi roda jg..

Tp tdk menghalangi semangat Romo2 tsb u ttp berkarya ( ada yg jualan batik td kami lgsg borong2 krn memang bagus motif nya )

Keseluruhan pengalaman hari ini benar2 luarbiasa buat saya....

Bisa sharing dgn mereka..

Bisa lbh bersyukur lagi dgn kesehatan yg sy punya

Tdk lupa kita pulang bawa batik cantik dan foto2 cantik krn disana adem tempat nya, dan bnyk spot2 cantik u diabadikan ( Romo Harjanto jg punya skill bagus u moto2in kita mami2 ini )

Oya mereka jg punya harapan besar bnyk yg berkunjung selain mereka dpt penghiburan pastinya... mereka jg senang bisa ngobrol drpd cm di dlm kamar...

Makasih buat mama2 yg sdh berpartisipasi dlm acara Baksos ini dr segi moril maupun materiil dan jg mama2 yg td sdh hadir meramaikan acara ramah Tamah dgn Romo2 sepuh

Demikian sharing pengalaman sy...

Makasih Berkah Dalem 🙏🙏


Friday, April 21, 2023

Lamunan Pekan Paskah II

Sabtu, 22 April 2023

Yohanes 6:16-21

16 Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu 17 dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, 18 sedang laut bergelora karena angin kencang. 19 Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. 20 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!" 21 Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.

Butir-butir Permenungan

 

·       Tampaknya, pada umumnya orang sadar bahwa hidup adalah perjalanan. Orang punya tujuan atau kerinduan atau cita-cita yang ingin diraih dalam kekiniannya.

·       Tampaknya, orang bisa mengalami kendala untuk meraihnya. Kendala itu bisa fisik lahiriah dan atau psikis batiniah yang membuat perasaan dijangkiti ketakutan.

·       Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, seberat apapun beban yang dihadapi bahkan bisa menjadi kendala dalam menjalani kehidupan kongkret, kalau selalu mengangkat suara nurani masuk dalam dirinya orang dapat merasa tenang dan merasa cepat meraih yang dirindukan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya deng gema relung hati dalam keadaan apapun dalam penghayatan hidup orang akan mengandalkan suara hati nurani.

Ah, yang pokok dalam hidup ini orang menerima saja apa yang ada.

Sunday, April 16, 2023

Lamunan Pekan Paskah II

Senin, 17 April 2023 

Yohanes 3:1-8

1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." 3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." 4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" 5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. 7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. 8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dengan beragama orang yakin akan adanya kehidupan kekal. Agama menjadi tuntunan masuk surga.
  • Tampaknya, orang akan berada dalam lingkungan ilahi kalau setia menjalani agama. Itu berarti orang harus menjalani segala kebiasaan dan tatanan yang menjadi warisan hidup beragama dari generasi umat awal.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dengan beragama orang berada segaris dengan pegangan dan praktek umat awal, untuk sungguh berada dalam kesatuan dengan Tuhan hingga kekal orang harus siaga baru dan diperbarui agar dalam penghayatannya sesuai dengan situasi kongkret. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati untuk sungguh beriman orang akan semakin mengikuti Tuhan sesuai dengan perkembangan situasi hidup dan budaya setempat.

Ah, untuk sungguh ber-Tuhan orang harus setia menjalani warisan keagamaan umat awal.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...