Wednesday, March 25, 2026

Rm. Djoko Berbelarasa ke Rm. Saptaka

Peristiwanya dari Misa Harian Domus Pacis Santo Petrus pada Rabu sore 25 Maret 2026. Pada saat itu yang mendapat giliran memimpin adalah Rm. Djoko Setyo Prakoso. Ketika masuk di Kapel, Rm. Bambang sudah melihat Rm. Djoko siaga di altar. Sebenarnya, melihat Rm. Djoko, yang langsung masuk di benak Rm. Bambang memunculkan pertanyaan dalam hatinya "Wela, kok saiki kaya aku. Langsung nganggo stola ora ngagem jubah" (Lho, sekarang kok seperti saya. Tanpa mengenakan jubah langsung pakai jubah). Tetapi yang dipikirkan Rm. Bambang langsung berubah ketika proses Misa berjalan. Hal ini diungkapkan oleh Rm. Bambang dalam makan bersama sesudah Misa "Rama Djoko, panjenengan nggih mriang napa?" (Rama Djoko, apakah Anda sedang tak enak badan?) tanya Rm. Bambang. Ternyata Rm. Djoko "Inggih" (Ya, benar). Rm. Bambang langsung berkomentar "Yen ngaten belarasa kalih Rama Saptaka, nggih" (Kalau begitu berbelarasa dengan Rm. Saptaka, ya). Rm. Djoko tertawa dan berkata "Kula kira kula luwih kuwat tinimbang Saptaka. Wingi kula ece" (Saya kira, saya lebih kuwat dari pada Saptaka. Kemarin dia saya ejek). Maklumlah beberapa hari belakangan Rm. Saptaka juga mengalami mriyang. Ternyata hari ini, Rabu 25 Maret 2026, Rm. Djoko juga mengalami. Kondisi Rm. Djoko tampak selama memimpin Misa kerap terbatuk-batuk.

No comments:

Post a Comment

Rm. Heru dan Rm. Saptaka

Rm. St. Heruyanto adalah pastor yang bertugas di Paroki Salam. Karena menderita stroke, sepulang dari RS Panti Rapih beliau untuk sementara ...