Pada Senin 23 Maret 2026 sore Rm. Subali dari Seminari Tinggi mendapatkan giliran memimpin Misa Harian di Domus Pacis. Seperti biasa sesudah Misa langsung menuju ruang makan Domus untuk santap malam bersama. Sebetulnya ada pertanyaan Rm. Bambang dalam hati akan ditujukan ke Rm. Subali. Ini berkaitan dengan telepon dari Mas Yoyok dari Penerbit Pohon Cahaya. Rm. Bambang memang menyerahkan 2 tulisan ke Pohon Cahaya. Salah satu buku berisi renungan iman. Karena menyangkut ajaran Gereja, untuk bisa diterbitkan harus ada nihil obstat (tidak ada yang menghalangi) dan imprimatur, yaitu izin resmi dari otoritas Gereja. Nihil obstat dari seorang teolog dan imprimatur dari Keuskupan. Mas Yoyok pernah menelpon Rm. Bambang agar meminta Rm. Subali untuk segera memberikan tanda tangan nihil obstat. Tetapi pada waktu itu Rm. Bambang menjawab "Dipun sumanggaaken Rm. Subali mawon, mas. Sinten mangertos seratan kula mboten leres kangge iman Katolik lan saget damel umat sesat" (Diserahkan saja ke kebijakan Rm. Subali. Siapa tahu tulisan saya tidak benar dan bisa berbahaya menyesatkan umat). Itulah sebabnya Rm. Bambang mendiamkan 2 tulisan saya entah mendapatkan proses bagaimana.
"Rama, bukunipun sampun terbit dereng?" (Rama, apa bukunya sudah terbit?) tiba-tiba di tengah makan Rm. Subali bertanya kepada Rm. Bambang. "Rak tasih panjenengan waos, ta, kangge nliti saget mboten dipun paringi nihil obstat?" (Bukanlah masih Anda baca untuk diteliti bisa atau tidak untuk diberi nihil obstat?) jawab Rm. Bambang. Kemudian Rm. Bambang menceritakan anjuran dari Mas Yoyok untuk mendesak Rm. Subali. Ternyata Rm. Subali berkata "Kula pun cekap dangu nandatangi" (Sudah cukup lama saya sudah menandatangani). Ketika kembali ke kamarnya Rm. Bambang mengirim WA ke Mas Yoyok dari Pohon Cahaya "Mas, wau Kula kepanggih Rm Subali. Beliau mundhut pirsa buku pun terbit? Kanyata pun cekap dangu dipun tanda tangani 😇😇😇😇😇" (Mas, tadi saya berjumpa Rm. Subali. Beliau bertanya apakah buku sudah terbit. Ternyata sudah cukup lama sudah ditandatangani). Ternyata 16 menit kemudian datang jawaban dari Mas Yoyok bahwa untuk buku itu, yang berjudul Lamunan Seorang Lansia, menunggu imprimatur dari Keuskupan yang sudah datang pada 16 Maret 2026. Kini sudah masuk cetak dan sebelum Paskah sudah siap edar. Sementara itu, karena Rm. Bambang juga menyerahkan tulisan berjudul Tawa Tersembunyi di Tengah Rama-Rama Lansia, Mas Yoyok menerangkan buku ini sudah siap. Mas Yoyok menyampaikan pesan WA dengan bahasa Jawab berikut :Sugeng dalu Romo...
Rm Subali sampun maringi Nihil Obstat .
- Lajeng langkah salajengipun imprimatur.
- Lan nembe mandap imprimatur 16 Maret
- Lajeng 17-18 Maret proses pra cetak lan proses plat
- Nyuwun pangapunten🙏🙏 lajeng libur lebaran dugi tgl 25 maret Romo
- Buku Tawa Tersembunyi ingkang mboten ngagem Nihil Obstat sampun dados tgl 18 maret.
- Buku Lamunan, target dados 31 Maret sa'derengipuun Paskah
- Mekaten Romo...
No comments:
Post a Comment