Rabu, 11 Maret 2026
Matius 5:17-19
17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Butir-butir
Permenungan
- Tampaknya, dalam agama memang ada tradisi warisan pendiri dan atau jemaat awal. Itu bisa berupa ajaran, tatacara ritual, dan peraturan.
- Tampaknya, orang dianggap beriman kalau setia pada warisan tradisi. Yang sungguh beriman akan menghafal rumusan-rumusan awal dan menjalani sepersis mungkin dengan yang dilakukan oleh pendiri dan atau jemaat awal.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dengan mempertahankan rumus dan tata apapun dalam tradisi keagamaan bisa dipandang sebagai kesetiaan iman, tetapi kesejatian kesetiaan iman adalah mempertahankan nilai terdalam pesan iman dalam setiap rumus dan bentuk warisan tradisi agama untuk dihayati sesuai dengan kehidupan kongkret. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati dengan terang Kitab Suci dan warisan tradisi orang akan mengungkapkan dan mewujudkan sikap batin mengikuti Tuhan sesuai dengan perkembangan situasi hidup dan budaya setempat.

No comments:
Post a Comment