Senin, 9 Maret 2026
Lukas 4:24-30
24 Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. 25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. 26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. 27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." 28 Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. 29 Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. 30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Butir-butir
Permenungan
- Tampaknya, orang yang beragama akan menjalani peribadatan. Bahkan ada yang diwajibkan beribadat bersama di rumah ibadat.
- Tampaknya, dengan pergi beribadat di rumah ibadat orang bisa berkata pergi ke rumah Tuhan. Di situ orang yakin bisa mendatangkan ketenangan batin sehingga berbaikan dengan siapapun.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekali beribadat di rumah ibadat jadi jalan mengembangkan semangat persaudaraan, kalau tidak terbuka pada cakrawala ilahi yang berbeda dengan sudut pandangannya, orang justru bisa terbangkitkan sikap emosional dan bahkan bisa membuat tindakan anarkis. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar, kalau tak punya sikap terbuka pada bisikan nurani, suasana doa dan ibadatpun bisa jadi pemicu kebrutalan.
Ah, dengan beribadat orang akan menjadi alim.

No comments:
Post a Comment