Kamis, 26 Maret 2026
Yohanes 8:51-59
51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya." 52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. 53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?" 54 Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, 55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. 56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita." 57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" 58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." 59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Butir-butir Permenungan
- Tampaknya, ada gambaran bahwa semua ciptaan itu memiliki keterbatasan. Semua memakai mati atau bahkan musnah.
- Tampaknya, mungkin orang bisa bangga kalau mencapai usia 1000 tahun. Tetapi dengan perkiraan panjang zaman hingga kini sebanyak 5025 tahun, maka dia mengalami hidup di dunia ini sebesar lebih kecil dari 20% sejak Sebelum Masehi hingga kini.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun keberadaan di dunia fana manusia memiliki keterbatasan usia, tetapi karena kesejatiannya ditandai punya roh ilahi, asal selalu berpegang pada aura relung hati orang tak akan lepas dari Sang Sumber Hidup selama-lamanya sampai keabadian. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati dengan selalu berjuang taat nurani orang selalu ada dalam daya hidup selama-lamanya tanpa batas.
Ah, mana ada manusia bebas kematian.

No comments:
Post a Comment