Friday, March 6, 2026

Rencana Kunjungan UBK Semarang

Domus Pacis Santo Petrus, sebagai rumah para rama sepuh, memang berada dalam Kompleks Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan. Kalau hanya memakai sharelock untuk datang ke Domus Pacis, orang dengan kendaraannya akan dituntun lewat Jalan Timor Timur. Tetapi sekalipun kemudian bolak balik, orang hanya akan berada di balik tembok tanpa pintu masuk ke Domus Pacis. Kalau mau masuk bagaimanapun juga orang harus lewat pintu gerbang Seminari Tinggi. Begitu masuk orang akan berjumpa pos satpam dan akan ditunjukkan arah ke Domus Pacis yang gedungnya ada di bagian belakang Seminari Tinggi. Tampaknya, posisi Domus Pacis yang berada dalam satu kompleks dengan Seminari Tinggi membuat beberapa orang dan atau kelompok memandang Domus Pacis adalah bagian dari Seminari Tinggi. Bahkan karena biasa berkunjung ke Seminari Tinggi ada yang omong bahwa dia biasa ke Domus Pacis. Orang itu bisa heran karena ada yang biasa ke Domus tetapi tidak mengenal rama-rama Seminari.

Barangkali, salah satu kelompok yang kurang lebih berpikir satunya Domus dan Seminari adalah Kelompok Pendampingan Umat Berkebutuhan Khusus (UBK) dari Semarang. Kelompok ini akan membuat acara yang pelaksanaannya dikonsepkan baik di Seminari Tinggi maupun di Domus Pacis. Barangkali mereka ingin berjumpa khusus baik dengan para calon imam maupun dengan para imam usia senja. Barangkali mereka sudah berhubungan baik dengan Rm. Fajar, Misnister Seminari Tinggi, maupun dengan Rm. Andika yang menjadi Direktur Domus Pacis. Barangkali mereka sudah bicara acara pada hari tertentu yang pelaksanaannya bergantian tempat antara Seminari Tinggi dan Domus Pacis. Barangkali mereka sudah pernah memilih tanggal 19 April 2026 sebagai saat pelaksanaan tetapi Rm. Andika punya acara. Barangkali kemudian ada hari-hari lain tetapi belum diketemukan kecocokan antara Rm. Andika dan Rm. Fajar. Pada Rabu 4 Maret 2026 kelompok ini datang di Domus Pacis untuk surve. Karena baru ada acara, kalau kelompok ini datang dan Rm. Andika belum pulang, Rm. Bambang diminta untuk menemui. Dari pertemuan pada sekitar jam 13.00 hari itu, Rm. Bambang mengatakan “Pilih saja untuk tempat kegiatan UBK. Di Seminari Tinggi atau di Domus. Kalau di Seminari Tinggi, di Domus cukup jalan-jalan melihat tanpa ada acara kegiatan dengan melibatkan para rama sepuh. Demikian sebaliknya”. Kebetulan Rm. Andika datang. Ketika dari kelompok bertanya apa tanggal 14 Mei 2026, Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus, belum ada kelompok lain yang akan berkunjung, ternyata memang masih kosong. Ternyata tampaknya dari Tim UBK masih ada yang berpikir Seminari Tinggi. Maka Rm. Andika dan Rm. Bambang memberi kesempatan 1 minggu untuk menentukan mau pakai tanggal 14 Mei 2026 untuk acara UBK Semarang di Domus atau tidak. Kalau dalam seminggu belum ada ketentuan, bila ada kelompok umat lain akan berkunjung di Domus untuk tanggal itu, kelompok inilah yang akan diterima. Kelompok UBK setuju dan dalam waktu dekat akan berunding lebih dahulu. Ternyata 3 hari kemudian, yaitu Sabtu 7 Maret 2026, di tengah makan siang Rm. Andika berkata bahwa kelompok ini memilih tanggal 27 Mei 2026. Ini adalah hari libur Idul Adha.

No comments:

Post a Comment

Lamunan Pekan Prapaskah III

Minggu, 8 Maret 2026 Yohanes 4:5-42 5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub ...