Monday, March 16, 2026

Lamunan Pekan Prapaskah IV

Selasa, 17 Maret 2026

Yohanes 5:1-3a.5-16

1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. 2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3a dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit. 5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" 7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." 8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." 9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. 10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu." 11 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah." 12 Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" 13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. 14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." 15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. 16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dengan beragama orang ada dalam jalan kebaikan. Agama menjamin pemeluk jadi orang terbuka pada kebaikan.
  • Tampaknya, dengan menjalani wajib-wajib agama orang mendapatkan pegangan kebaikan. Orang tak akan berbuat dan menjadi buruk.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun berbagai ajaran dan tatanan agama menghadirkan iklim kebaikan pada pemeluk, kalau ternyata dalam beragama tertutup pada perhatian rumusan-rumusan aturan, agamawan justru bisa buta pada kebaikan yang dibuat oleh seseorang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa berhadapan dengan, orang yang hanya terfokus dan berpandangan sempit pada tatanan dan adat kebiasaan dalam beragama, kebaikan yang dibuat bagi sesesama yang menderita bisa dinilai sebagai kejahatan.

Ah, apapun kondisinya orang harus taat pada aturan-aturan sebagaimana terumus.

No comments:

Post a Comment

Lamunan Hari Raya

Santo Yusuf, Suami Santa Perawan Maria Kamis, 19 Maret 2026 Matius 1:16.18-21.24a 16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melah...