Monday, March 9, 2026

Lamunan Pekan Prapaskah III

Selasa, 10 Maret 2026

Matius 18:21-35

21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dalam hidup keagamaan ada gambaran tentang neraka dengan istilah apapun. Itu tempat siksa kekal bagi kaum pendosa.
  • Tampaknya, neraka biasa dipahami sebagai muara kaum jahat dan pendosa. Tentu saja dosa dan kejahatan itu terjadi pada orang yang masih di dunia.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun setiap dosa dan kejahatan terancam masuk neraka, kesejatian dosa yang membawa orang ke siksa kekal neraka adalah sikap dan tindakan orang yang tidak terbuka untuk mengampuni yang berdosa dan jahat kepadanya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa jiwa dan tindakan pengampun adalah pembersih dosa dan kejahatan apapun yang dilakukan seseorang.

Ah, pokoknya yang berdosa pasti masuk neraka.

No comments:

Post a Comment

Omongan Domus Pacis di Belakang Seminari Tinggi

Dalam makan siang Selasa 10 Maret 2026 di rumah para rama sepuh Domus Pacis Santo Petrus, terjadi omongan yang menunjukkan bahwa Domus Pacis...