Pada Jumat 13 Maret 2026 sore Rm. Djoko Setyo mendapatkan giliran memimpin Misa Komunitas Rama Sepuh Domus Pacis. Sesudah membaca Injil kurang lebih Rm. Djoko memulai kata-kata dalam homili "Berhadapan dengan hukum kasih ternyata berisi dua, yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia. Saya menemukan bahwa keduanya sebenarnya adalah satu. Yang pokok adalah mengasihi Allah. Kalau mengasihi Allah orang akan memiliki relasi baik dengan sesama. Di sini saya mengingat ketika Rm. Saptaka berulang tahun pada Rabu 11 Maret dua hari lalu, tamu berdatangan baik dari Semarang maupun dari Sala selain beberapa keluarga. Para tamu banyak membawa oleh-oleh. Bahkan, sebenarnya, masih ada yang disimpan oleh Rm. Saptaka". Tentu saja kata-kata terakhir membuat peserta Misa tertawa.
Seperti biasa, seusai Misa para rama langsung ke kamar makan santap malam bersama. Ternyata Rm. Saptaka meminta salah satu karyawan masuk kamarnya dan kembali ke ruang makan membawa sesuatu dalam piring besar. Rm. Saptaka meminta untuk di bagi tiga disajikan di 3 kelompok meja para rama sepuh. Rm. Bambang melihat sajian menu khusus itu dan merasa baru sekali itu menemukan. Menu itu terdiri dari lempengan-lempengan tebal tapi melebar berwarna kehitaman dan masing-masing ditusuk dengan tusukan untuk pegangan. "Napa niku jenenge" (Itu apa?) tanya Rm. Bambang yang mendapat jawaban "Satu babi". Rm. Suntara yang semeja dengan Rm. Bambang tampak senang sekali. Sehabis doa penutup makan dia meminta karyawan untuk menyimpan beberapa tusuk yang masih sisa di dalam lemari es. Ternyata Rm. Saptaka melakukan hal sama. Di pagi hari satu piring sisa sate babi disajikan di kelompok Rm. Saptoko. Rm. Bambang menghampiri untuk diambil gambar dengan HP. "Kula sek ngertos sepisan sing ngados ngaten" (Saya baru sekali ini melihat yang seperti ini) kata Rm. Bambang yang ditanggapi oleh Rm. Saptaka "Niki saking Sala" (Ini dari Sala) sambil meminta Rm. Bambang membawa ke mejanya sesudah beliau mengambil satu. Rm. Bambang menyodorkan ke Rm. Suntara. Sesudah makan pagi ternyata Rm. Suntara minta ke karyawan menyimpan yang tersisa dengan berkata "Nggo engko awan" (Untuk nanti siang). Rm. Bambang merasa senang melihat Rm. Suntara merasa senang. Dia sendiri tidak menyantapnya. Maklumlah Rm. Bambang untuk menu daging hanya daging ayam, itupun harus digoreng atau dibakar garing.
No comments:
Post a Comment