Dalam salah satu peristiwa menerima tamu, ada yang bertanya kepada kami para rama sepuh. Pertanyaannya adalah "Apakah para rama juga merasa kangen kepada keluarga?" Yang jelas kami yang ikut menerima tamu kesemuanya sudah ditinggal wafat ayah dan ibu. Yang mengungkapkan ada rasa kangen ternyata Rm. Suhartana dan Rm. Ria. Tetapi keduanya biasa mendapatkan kunjungan dari sanak saudara. Bahkan Rm. Suhartana juga mensharingkan juga mengunjungi dan menginap di sanak famili. Rm. Djoko Setyo dan Rm. Saptaka juga masih mendapatkan kunjungan dan juga mengalami pulang menginap di saudara. Rm. Jarot kadang juga dikunjungi adiknya dan setahun sekali ikut liburan keluarga. Lain halnya dengan Rm. Yadi. Beliau menyatakan "Tak pernah kangen keluarga".
Saya sendiri tak punya kedekatan dengan keluarga sedarah. Maklumlah sejak kecil saya menjadi anak tunggal bapak. Bentukan kehidupan masa kanak-kanak hingga remaja memang tak begitu dekat dengan sanak saudara. Hubungan dengan keluarga-keluarga Katolik dan anak-anak Katolik jauh lebih dekat di hati. Memang dengan beberapa om dan tante saya masih terus menjalin hubungan lewat WA dan mereka termasuk ikut menyumbang kebutuhan Domus Pacis sebulan sekali. Sebagai penghuni Domus Pacis sejak masih di Puren hingga kini di Kentungan, orang yang terus menyertai saya adalah Bu Titik Waluyanti dan Bu Rini. Bahkan Keluarga Tian-Rachel, anak Bu Rini, menjadi keluarga amat dekat dengan saya. Kalau omong apakah saya mengalami rasa kangen pada keluarga, jujur saja yang kerap muncul dalam benak saya dan menimbulkan rasa hati ingin jumpa adalah Chrissel dan Nel kedua anak Tian-Rachel. Sementara itu Rm. Yadi yang bilang tak pernah kangen, pada setiap Senin sore hingga Selasa sore selalu ditemani oleh Bu Hosti kemenakan beliau. Ketika omong-omong pengalaman hubungan dengan keluarga, dokter Soebroto salah satu anggota pengunjung berkata "Saya juga biasa dikunjungi oleh cucu-cucu saya. Tetapi ketika mengunjungi saya, mereka biasa sibuk dengan HP-nya". Dalam hati saya juga tertawa. Karena 2 orang kerabat saya, Bu Titik dan Bu Rini, di Domus juga biasa sibuk ber-HP. Tetapi untuk Chrissel yang usia 5 ytahun dan Nel yang 2tahun, melihat mereka saja sudah membuat hati saya berbunga-bunga.

No comments:
Post a Comment