Sebetulnya secara lahiriah yang terjadi berkaitan dengan KAIN BATIK yang dijual di Domus Pacis Santo Petrus. Tetapi yang terjadi sejauh dirasakan oleh Rm. Bambang selalu dilandasi dan diselubungi oleh hati peduli pada para rama sepuh. Memang, umat yang membeli mengatakan batik Domus termasuk bagus dan tidak mahal. Tetapi pada umumnya mereka tahu bahwa itu adalah salah satu upaya untuk mendapatkan dana sebagai ambilbagian pembeayaan hajatan di Domus Pacis. Segala hajatan Domus selalu bertujuan untuk mengupayakan agar para rama sepuh tidak merasa tercerabut dari umat. Tentu saja penghadiran umat yang bagi Domus cukup banyak selalu disertai makan bersama. Padahal Domus tidak seperti Paroki yang ada kolekte ketika Misa dan persembahan rutin dari umat.
Rm. Bambang yakin sekali bahwa para pembeli batik pada umumnya sungguh demi para rama sepuh. Pada saat ini tampaknya makin banyak umat mendengar pembelian batik sebagai tanda dan sarana menungkapkan kepedulian kasih kepada para rama sepuh. Tentu saja Bu Titik dan Bu Rini, para relawan Domus, biasa cerita sana-sini tentang batik Domus. Tetapi rombongan-rombongan umat yang pernah berkunjung ke Domus ternyata juga meruapakan pewarta-pewarta kehidupan para rama sepuh di Domus Pacis Santo Petrus. Itulah sebabnya kini kerap ada kelompok-kelompok umat yang memesan seragam dengan jumlah yang bagi Domus cukup banyak. Tetapi tak sedikit warga umat datang ke Domus khusus berjumpa dengan Rm. Bambang untuk beli batik. Sebagai contoh bisa disajikan yang terjadi pada Jumat 9 Januari 2026 :
- Bu Titik, relawan Domus yang pagi itu mengantar sumbangan snak, datang bersama Bu Krisanti warga umat Paroki Pringwulung. Kebetulan Rm. Bambang memang sudah siaga menunggu warga yang akan datang hari itu untuk memilih-milih kain batik. Rm. Bambang pertama-tama mengira yang membuat janjian itu adalah Bu Krisanti karena ketika datang Bu Titik bilang "Iki Bu Santi arep milih batik nggo sragam petugas tatalaksana Paskah" (Bu Santi akan memilih batik untuk seragam petugas tatalaksana Paskah 2026). Kemudian Bu Titik mengeluarkan beberapa potong dan Bu Santi memilih-milih sambil mengirimkan gambar-gambar ke teman-temannya di Lingkungannya.
- Bu Giacinta bersama 3 orang temannya masuk menyusul bergabung. Ternyata Bu Gialah yang mengirim WA ke Rm. Bambang pada Kamis 8 Januari 2026 jam 16.10 "Sugeng sonten mo. Kalau besok jumat kami mau ke Domus melihat batik bisa? Jam brp ya". Dari perjanjian via WA beliau akan datang jam 08.00. Batik-batik di kamar Rm. Bambang langsung diambil dan mereka juga memilih-milih.
Ternyata sambil memilih-milih kain batik, mereka juga tanya ini itu sekitar acara para rama. Bahkan mereka berbicara dengan Bu Titik untuk ikut hadir dan menyumbang dalam salah satu even di Januari 2026. Dari omong-omong sungguh jelas bahwa pembelian batik sadar atau tidak sadar jadi tanda dan sarana kepedulian umat pada kehidupan para rama Domus.
No comments:
Post a Comment