Thursday, January 15, 2026

Karena Rm. Sunu Wafat

Pada Kamsis 15 Januari 2026 Bu Rini memberi informasi ke Rm. Bambang tentang pesanan beberapa macam snak masing-masing 300an. Selain itu catering juga sudah dipastikan untuk sajian konsumsi. Pada hari itu di Pak Sriyanto dari Bonoharjo, salah satu pengurus PUPIP DIY, datang ke Rm. Bambang. Pak Sri minta Rm. Bambang untuk meminta izin lebih dahulu ke Rm. Andika, Direktur Domus Pacis Santo Petrus. Hal itu terkait dari permintaan Rm. Bambang untuk memberi tahu kor bahwa Misa Sabtu 17 Januari 2026 memakai Liturgi Hari Minggu. Rm. Fajar minta itu dimintakan izin lebih dahulu ke Pimpinan Domus Pacis. Kepada Pak Sriyanto Rm. Bambang menjawab sambil tersenyum "Sing ngersaaken dados Misa Minggu nggih Rama Andika" (Yang menghendaki menjadi Misa Minggu justru Rm. Andika). Tiba-tiba pada Kamis hari itu di malam hari hari ada berita mengejutkan. Rm. Yohanes Suwarno Sunu Siswoyo wafat. Beliau adalah rama yang berkarya di Paroki Gamping. Selain disemayamkan di Gamping, Misa Requiem akan dilaksanakan di Seminari Tinggi pada Sabtu 17 Januari 2026 jam 10.00. Pada hari yang sama PUPIP (Paseduluran Umar Pamitran Imam Praja) DIY akan mengadakan pertemuan yang melibatkan lebih dari 300 orang di Domus Pacis Santo Petrus. Padahal Domus Pacis berada di Kompleks Seminari Tinggi. Maka pada Jumat 16 Januari 2026 pagi ada edaran tertulis lewat WA dari Pengurus PUPIP DIY sebagai berikut :


No comments:

Post a Comment

Panitia Natal Paroki Ungaran

Pada Jumat pagi Rm. Bambang diminta untuk menerima sumbangan untuk Domus Pacis Santo Petrus, karena Rm. Andika sebagai Direktur Domus sedang...