Santo Antonius Abas, Biarawan
Sabtu, 17 Januari 2025
Markus 2:13-17
13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. 14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. 15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. 16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
Butir-butir
Permenungan
- Tampaknya, di dalam lingkungan keagamaan orang akan waspada akan adanya orang berperilaku buruk. Kalau ada warga buruk, tokoh agama bisa datang untuk menegur dan mempertobatkan.
- Tampaknya, di dalam hidup keagamaan tokoh-tokohnya akan menjadi teladan hidup beriman. Tokoh dan pengurus akan dipilih dari antara umat yang rekam jejaknya tidak menjadi batu sandungan.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sebesar apapun perilaku buruknya sehingga jadi batu sandungan besar di tengah masyarakat, kalau orang bisa memperhatikan dan mengikuti kata-kata relung hati, dia bisa menjadi sosok terpilih untuk keluhuran hidup. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan terbuka kepada siapapun termasuk dari lingkungan buruk untuk berperan dalam perjuangan bagi kebaikan umum.
Ah, orang dari lingkungan buruk jelas tak layak ikut mengurus agama.

No comments:
Post a Comment