Tuesday, January 6, 2026

Yang Pokok Hati Ceria

Suasana makan para rama Domus Pacis Santo Petrus biasa diwarnai keceriaan. Kelakar-kelakar biasa saja terjadi. Bahkan bullying tidak membuat sakit baik ragawi maupun jiwani. Bisa pula terjadi suasana omongan dikaitkan dengan ayat Kitab Suci. Salah satu pengalaman berkaitan dengan kata-kata Tuhan Yesus “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut” (Mat 18:7).


Dalam makan bersama Rm. Bambang mengejek salah satu teman rama. “Njenengan niku hebat lho. Sungguh ahli roh” (Anda adalah sosok hebat. Sungguh ahli dalam urusan roh). Rama lain pun ikut menimpali dan menambah suasana riuh penuh gelak tawa. Bahkan tawa makin meledak ketika salah satu rama berkata “Nèk nyawang wong kowé mesthi isa tembus pandhang. Jeroan-jeroané ya dadi cetha” (Kalau memandang orang kamu pasti bisa melihat tembus pandang. Berbagai kedalamannya akan tampak jelas). Tiba-tiba salah satu rama usia 80an bertanya kepada Rm. Bambang “Dha omong apa?” (Apa yang dibicarakan?). Maklumlah, pendengaran rama itu sudah banyak menurun. Pada waktu Rm. Bambang menjawab sambil menunjuk rama yang jadi sasaran ejekan “Dhèké muni nèk kowé ki bagus” (Dia bilang kamu punya paras bagus). Tiba-tiba rama 80an itu berbicara dengan suara keras bagaikan membentak-bentak diarahkan ke rama yang dilaporkan oleh Rm. Bambang “Sejak dulu aku memang sudah bagus. Tidak seperti kamu”. Ternyata bentakan itu tak membuat ketakutan rama lain dan malah membuat tawa terpingkal-pingkal. Rm. Bambang berkata “Wah, aku telah membuat sesat” yang disambung Rm. Andika “Padahal yang membuat sesat anak-anak harus ditenggelamkan ke dalam laut”. Rm. Bambang langsung menyahut “Untunglah yang saya sesatkan lansia. Ternyata malah membuat gembira semua. Apakah ini penyesatan yang membawa warta Injil?”

No comments:

Post a Comment

Demi Domus Pacis Santo Petrus

Sekarang kisah tentang Bu Rini. Nama lengkapnya Natalia Rini Kusparwati. Di Domus Pacis dia adalah salah satu relawan di samping Bu Titik Wa...