Manfaat Tidur
Dari google Rm. Bambang menemukan tentang manfaat tidur. "Manfaat tidur sangat banyak, meliputi peningkatan konsentrasi dan produktivitas, penguatan sistem imun, perbaikan fusngsi otak (memori, fokus), menjaga kesehatan jantung, membantu regulasi berat badan, memperbaiki mood, mendukung pertumbuhan & perbaikan sel, serta mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan" (https://www.google.com/search?q=Manfaat+tidur&oq).
Ternyata kebiasaan bisa tidur membuat orang mendapatkan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. Dari banyak manfaat beberapa dinyatakan : 1. daya nalar (peningkatan konsentrasi, perbaikan memori dan fokus, peningkatan hasil kerja; 2. daya jiwa (memperbaiki mood); 3. kesehatan (menjaga kesehatan jantung, menjaga berat badan, dukung tumbuh dan perbaikan sel, mengurangi risiko penyakit kronis).
Manfaat Menerima Tamu
Sebenarnya ketika membuka pertama kali kata "Menerima tamu" dalam google, Rm. Bambang menemukan beberapa artikel dan kesemuanya berdasarkan pemahaman keyakinan Islam. Karena berpikir apakah dalam hal menerima tamu ada kaitan dengan keyaninan iman, dia membuka kata yang sama ditambah dengan kata "Dalam Katolik". Dari https://www.google.com/search?q=Manfaat+menerima+tamu+dalam+Katolik&oq Rm. Bambang menemukan inti pemahaman tentang menerima tamu dalam keyakinan iman Katolik. "Dalam Katolik, menerima tamu bukan sekedar kewajiban sosial, tetapi juga pelayanan kasih kepada Kristus, mempererat persaudaraan, memperluas wawasan, membawa berkat, serta kesempatan mempraktikkan iman melalui memberi dan berbagi kebahagiaan, mencerminkan sikap Yesus yang ramah dan terbuka, sebagaimana dicontohkan dalam perumpamaan dan kisah-kisah Alkitab tentang melayani sesama."
Dari situ Rm. Bambang teringat pada bidang-bidang kegiatan Gereja, yaitu liturgi dan peribadatan, pewartaan dan pengajaran agama, paguyuban dan organisasi, pelayanan duniawi kemasyarakatan. Sekalipun dikatakan "bukan sekedar kewajiban sosial", hal ini jelas dikaitkan dengan manusia yang tak hanya berhakikat individual tetapi juga sosial. Kalau ditunjukkan "sikap Yesus yang ramah dan terbuka , sebagaimana dicontohkan dalam perumpaan dan kisah-kisah Alkitab tentang melayani sesama", ini bisa dikatakan bahwa ada tekanan penghayatan iman dalam bergaul dengan siapapun tanpa pandang golongan dan agama. Maka menerima tamu bisa dikaitkan dengan bidang kegiatan Gereja yang berkaitan dengan pelayanan duniawi kemasyarakatan. Tetapi pernyataan "mempererat persaudaraan, memperluas wawasan, membawa berkat, serta mempraktikkan iman melalui memberi dan berbagi kebahagiaan" juga bisa dikaitkan dengan bidang paguyuban dalam kegiatan iman sebagai anggota Gereja. Dari ini semua Rm. Bambang berpikir bahwa menerima tamu adalah kegiatan paguyuban persaudaraan bisa internal dengan sesama saudara seiman dan eksternal dengan yang beda golongan dan agama. Ini adalah penghayatan iman untuk pengembangan hidup bersaudara dengan siapapun.

No comments:
Post a Comment