Wednesday, April 2, 2025

Wawancara Panggilan

Sebenarnya ada banyak pertanyaan yang akan diajukan ke rama sepuh. Ini dibuat oleh mahasiswa jurusan psikologi Universitas Sanata Dharma. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah sebagai berikut :

  • Bagaimana pengalaman Romo mendapatkan panggilan menjadi seorang Imam? (pengalaman awal Romo) 
  • Apa yang memotivasi romo masuk ke seminari? 
  • Apakah punya panutan atau tokoh yang menjadi panutan sehingga ingin jadi seorang Imam? 
  • Selama di seminari, apa yang semakin menguatkan romo untuk menjadi imam?
  • Setelah menjadi Imam, pernah berkarya di mana saja? 
  • Apa yang membuat Romo mempertahankan Iman Romo dan bertahan untuk menjadi seorang Imam? 
  • Hal apa yang membuat Romo menikmati menjadi seorang Imam? 
  • Berapa lama romo menempuh pendidikan untuk menjadi seorang Imam? 
  • Apa yang membuat Romo senang menjadi seorang Imam? 
  • Dukungan sosial apa saja yang romo dapatkan? (keluarga dan kerabat) 
  • Bagaimana respon keluarga dan kerabat ketika memutuskan untuk menjadi imam? bagaimana bentuk dukungan/ketidaksetujuan?
  • Apakah ada kesulitan/masalah/hambatan yang Romo alami dalam menjadi seorang Imam?
  • Apakah Romo pernah mendapatkan godaan sehingga terpikirkan untuk berhenti menjadi seorang Imam? 
  • Pernahkah muncul perasaan dalam hal merasa kurang layak menjadi seorang imam? 
  • Pengalaman duka apa yang pernah romo alami selama menjadi seorang imam? 
  • Adakah romo merasakan kerinduan dengan keluarga? (Bagaimana cara mengatasinya?)
  • Sebenarnya dari kaul, menurut Romo kaul apa yang tantangannya lebih/paling berat? 
  • Selama menjadi seorang Imam, berhubungan dengan kaul ketaatan, apakah pernah berlawanan dengan prinsip Romo?
  • Bagaimana perasaan romo setelah menerima tahbisan? 
  • Apa perubahan yang Romo rasakan setelah menjadi seorang Imam? 
  • Apa suka dan duka dalam menjadi seorang Imam?

Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi pegangan 5 orang mahasiswa untuk mewawancarai rama Domus pada Senin 24 Maret 2025. Rm. Hartanta sebagai Direktur Domus menunjuk Rm. Jarot dan Rm. Bambang menjadi responden. Dua orang mahasiswa menghadapi Rm. Jarot di kamar tamu Domus. Tiga orang lain (1 laki-laki dan 2 perempuan) mewawancarai Rm. Bambang dengan duduk di bangku depan kamarnya. Dalam tulisan ini yang diberitakan hanya situasi wawancara dengan Rm. Bambang. Wawancara dibuka dengan pertanyaan "Bagaimana pengalaman Romo mendapatkan panggilan menjadi seorang Imam?" Rm. Bambang tertawa dengan bilang "Saya tidak tahu apakah ini panggilan". Dia kemudian bercerita bahwa awalnya mendaftar karena tantangan dari seorang sepupunya yang yakin Bambang tak mungkin bisa mendaftar. Dia adalah anak tunggal sehingga sang sepupu yakin bahwa ayahnya tak mungkin menandatangani persetujuan masuk Seminari. Namun Bambang berhasil mendapatkan tandatangan (dengan teror yang sepupunya tak tahu hingga kini sudah almarhum). Dari sini muncul kisah macam-macam termasuk keluar setelah jadi frater pada tahun 1973-1974. Perjalanan sebelum menjadi imam menjadi kisah yang tampaknya membuat amat menarik bagi pewawancara. Wawancara terpotong karena yang wawancara dengan Rm. Jarot sudah selesai. Ternyata omong-omong sudah lebih dari 2 jam. Banyak pertanyaan yang disiapkan tak sempat disampaikan. Sementara yang lain-lain tak ditanyakan tetapi tersinggung dengan ceritera Rm. Bambang yang mengalir lancar. Meskipun demikian pewawancara tampak puas dan wajahnya tampak ceria. 

1 comment:

  1. Hidup adalah suatu pilihan, maka menjadi romo menurut pendapat saya juga merupakan panggilan untuk memilih jadi seorang Imam, prosesnya mungkin yg penuh dgn gejolak hati yg beraneka ragam, namun pilihannya hanya satu yg dipilih romo Bambang yaitu jadi Imam karena berkat karya roh kudus. Pilihan jadi imam yg sampai sekarang masih taat dan setia terhadap pilihan panggilan hidupnya jadi Imam. Proficiat romo semoga Allah semesta alam tetap menyertai dan melindungi tugas panggilannya.

    ReplyDelete

Ternyata Ada Yang Senang Misa Paskah Domus

Tampaknya, sekalipun sederhana tak akan semeriah yang terjadi di paroki-paroki, Malam Paskah di Domus Pacis Santo Petrus akan termasuk mengh...