Domus Pacis Santo Petrus memang selalu mengupayakan agar para rama penghuni tidak merasa jauh dari keluarga dan atau umat terutama orang-orang yang pernah dilayani. Maklumlah, para rama sepuh Domus sudah tidak lagi mendapatkan tugas resmi dengan SK Uskup untuk melayani umat. Maklumlah, para rama sepuh Domus sudah memiliki kondisi yang tidak memudahkannya sendiri hadir di tengah umat umum. Maklumlah, para rama sepuh Domus dalam keseharian terbiasa, kecuali dalam momen tertentu, sekitar 90% berada di kamar sendiri. Maklumlah, pada umumnya kebersamaan para rama serumah hanya terjadi pada saat makan 3 kali sehari dan Misa Kudus. Maklumlah, yang masih bisa omong-omong ngobrol tak sampai 30% dari keseluruhan.
Upaya mendekatkan para rama Domus dengan keluarga dan atau umat terjadi dalam hajatan baik yang kecil-kecilan maupun yang besar menurut ukuran Domus. Yang kecil-kecilan biasa hanya mengundang sejumlah kecil sanak saudara dan atau orang dekat. Sedang yang menghadirkan banyak umat di atas 100 orang terutama pada saat ada yang berulang tahun imamat dan Malam Paskah/Natal yang dibuka untuk banyak umat yang ingin ikut. Dalam setiap hajatan pasti ada makan bersama. Untuk kepentingan hajatan inilah Bu Rini, salah satu relawan Domus, biasa memegang peran utama untuk mengkoordinasi pengadaan konsumsi. Untuk tahun 2026 ternyata Bu Rini sudah mulai disibukkan oleh rencana hajatan Domus hingga April. Maklumlah, pada April 2026 akan ada Malam Paskah pada tanggal 4 dan Syawalan pada tanggal 12 bersama kaum disabel yang tergabung dalam grup WADIS (WA Disabel) di mana Rm. Bambang menjadi salah satu anggota. Bu Rini sudah harus memesan sajian dari catering karena di sekitar perayaan-perayaan Idul Fitri banyak yang juga mengadakan perayaan. Sementara itu pada Maret 2026 ada 1 rama yang berulang tahun dan 1 rama mantan penghuni yang diperingati 2 tahun wafatnya. Selain itu Domus Pacis juga biasa merayakan Liturgi Minggu Palem untuk memulai Pekan Suci. Tetapi untuk tahun ini Bu Rini harus membuat perencanaan khusus untuk Malam Paskah. Maklumlah, pada tanggal 4 April tahun ini Bu Rini harus berada di Surabaya karena adiknya, yang beda agama, mengadakan hajatan perkawinan anaknya sehingga Bu Rini akan merayakan Paskah di Surabaya. Sedangkan untuk kepentingan Domus Pacis, Bu Rini harus memilih salah satu karyawan dan juga 2 teman tim untuk diminta bebas dari tugas paroki. Mereka akan diminta tolong untuk bertanggungjawab pelaksanaan tersedianya konsumsi Malam Paskah di Domus Pacis. Tiga orang yang diserahi menjadi tim koordinator sajian konsumsi Malam Paskah adalah Ibu Kris (Paroki Medari), Ibu Ayu (Paroki Mlati), dan Mbak Sari (tenaga Domus).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lamunan Pekan Prapaskah I
Kamis, 26 Februari 2026 Matius 7:7-12 7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka p...
-
Pada tanggal 3 Februari 2026 Mgr. Rubiyatmoko mengirim berita dalam WA Grup UNIO KAS NEWS "Para Romo, selamat malam. Mohon doa untuk Ra...
-
Sejak di Domus Pacis Puren, Pringwulung, keluarga ini memang biasa berkunjung ke Rm. Bambang setahun sekali. Itu terus terjadi hingga kini R...
-
"Siapakah dia?" Barangkali, kalau pertanyaan ini disertakan pada gambar foto dalam berita ini, akan ada beberapa orang yang ikut b...
No comments:
Post a Comment