Monday, February 23, 2026

Aku Percaya

Saya menyanggupi untuk mengisi omong-omong kerohanian untuk para tokoh dan penggerak umat Paroki Santa Theresia Salam pada tanggal 15 Februari 2025. Yang menjadi pusat omongan adalan ah “CREDO”. Dalam hal ini saya berpikir apakah saya harus menerangkan isi yang menjadi pegangan kepercayaan umat Katolik. Bukankah alokasi waktu hanya beberapa jam dtak akan penuh 3 jam? Ketika saya masih mendampingi kelompok-kelompok pendalaman keagamaan di beberapa paroki sebelum Covid-19, untuk berbicara “Aku Percaya” dibutuhkan 12 kali pertemuan dan 2 jam untuk masing-masing pertemuan. Bukankah yang terjadi adalah omong-omong? Itu berarti harus menggunakan metode interaksi. Ketika berpikir dan berpikir, merasakan dan merasakan, muncullah permenungan sebagaimana saya paparkan di bawah ini. 

Istilah-istilah

Kepada tim penyelenggara saya meminta agar kepada para peserta dibagikan teks Credo. Entah bagaimana saya teringat beberapa istilah lain untuk teks itu. Teks itu juga biasa disebut Syahadat Apostolik. Tetapi ada juga istilah yang diketemukan dalam buku Katekismus Gereja Katolik, yaitu Simbolo Iman.

  • Credo. Istilah Credo berasal dari bahasa Latin yang berarti “Aku percaya”. Hal ini berkaitan dengan isi yang terdapat dalam naskah. Karena di dalamnya berisi pernyataan iman, maka istilah Credo berkaitan dengan pengakuan iman. Naskah pengakuan iman dimulai dengan kata “Aku percaya” atau “Credo” dalam bahasa Latin.
  • Syahadat Apostolik. Kata “syahadat” berasal dari bahasa Arab yang berarti “kesaksian” atau “bersaksi”. Kemudian kata “Apostolik” berasal dari bahasa Yunani apostolos yang berarti “rasul”. Kalau naskah Credo disebut Syahadat Apostolik, hal itu dikarenakan isi naskah dilandaskan kesaksian iman para rasul yang diteruskan oleh para uskup sebagai pengganti-penggantinya. Inilah yang membuat gambaran 12 pokok isi Credo dianggap berasal dari pernyataan masing-masing orang dari 12 rasul. Itu berisi ajaran dan tradisi yang menjadi warisan iman dalam Gereja.
  • Simbolo Iman. Ini berasal dari bahasa Yunani sumbolon yang menggambarkan sebuah benda yang dipecah jadi dua dan kalau disatukan menjadi tanda pengenal. Secara sederhana sumbolon adalah tanda pengenal untuk sebuah persekutuan dan menjadi semacam lencana atau emblem. Kalau Credo atau Syahadat Iman juga disebut Simbolo Iman, karena isi yang ada dalam naskah menjadi identitas iman Gereja sebagai persekutuan orang-orang yang ikut Tuhan Yesus.

Pemakaian Credo

Kita biasa memakai Syahadat Iman atau Credo dalam Misa Minggu dan Misa Hari Raya. Isi Credo kita ucapkan sesuah homili atau khotbah. Memang, dalam pemakaian ada dua macam, yaitu syahadat singkat dan syahadat panjang. Tetapi pengucapan menjadi amat meriah dan istimewa dalam Misa Malam Paskah, yang juga bisa terjadi dalam Misa Minggu Paskah I. Kemeriahan terjadi karena tiga hal. Pertama, pengucapan terjadi dalam dialog antara imam dan umat. Kedua, sebelum masuk ke isi Credo ada pernyataan penolakan akan setan dengan segala kuasa jahatnya. Ketiga, sesudah pengucapan isi Credo ada percikan air suci. Rangkaian tiga hal ini disebut sebagai pembaharuan janji baptis.

Isi Credo pada dasarnya memang merupakan pengakuan iman yang diucapkan oleh seseorang ketika menerima Sakramen Permandian. Dengan Sakramen Permandian orang menyatakan secara resmi beriman kepada Tuhan Yesus Kristus dan menjadi anggota persekutuan dengan sesama umat Kristus. Apapun yang dimani dalam Gereja menjadi pegangan menghayati kehidupan kongkretnya. Sebagai orang Katolik setiap orang wajib mengikuti Misa Hari Minggu dan hari lain yang disamakan dengan hari Minggu. Itulah sebabnya dalam Misa Hari Minggu dan Hari Raya orang diingatkan akan janji-janji baptisnya dengan mengucapkan Syahadat Iman. 

Isi Kesaksian Iman

Rumusan Credo yang kita terima saat ini sebenarnya melewati proses panjang tidak sekali jadi. Itu berawal dari rumusan kesaksian iman para rasul dan umat perdana yang berkembang dalam kelompok-kelompok jemaat selanjutnya hingga beratus tahun sampai pada rumusan resmi yang dipakai untuk Gereja Universal hingga kini.

Zaman para rasul

Dari Kitab Suci kita menemukan rumusan pembaptisan “jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Mat 28:19). Tetapi kita juga mendapatkan rumusan lain dari ucapan Santo Petrus ketika menyampaikan khotbah pada hari turun-Nya Roh Kudus “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus” (Kis 2:38). Kisah Para Rasul ditulis oleh Santo Lukas murid Santo Paulus. Dari dua rumusan berbeda ini saya menggambarkan bahwa ada banyak kelompok umat yang kesemuanya mengikuti Tuhan Yesus Kristus. Semua mewartakan iman sama yaitu keyakinan akan Tuhan Yesus Kristus yang bangkit dari antara orang mati sebagai penyelamat manusia.

Barangkali yang dikatakan oleh Santo Paulus “jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Rom 10:9) merupakan rumusan pertama dan utama. Itu menjadi dasar keyakinan yang mungkin diwartakan ke sana-sini dalam berbagai kelompok umat dengan rumusan penjelasan sesuai dengan situasi kongkret kehidupan umat. Dari alkitab.sabda.org/dictionary saya menemukan gelar-gelar untuk Tuhan Yesus Kristus sebagai berikut :


1. Adam yang akhir 1Kor 15:45, 2. Aku adalah aku Kel 3:14Yoh 8:58, 3. Alfa dan Omega Wahy 1:8; 22:13, 4. Allah Yes 40:9Yoh 20:28, 5. Allah, Tuhan, Yang Mahakuasa Wahy 15:3, 6. Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya Rom 9:5, 7. Allah yang perkasa Yes 9:5, 8. Amin Wahy 3:14, 9. Anak Allah Luk 1:35Yoh 1:49, 10. Anak Allah Yang Maha Tinggi Luk 1:32, 11. Anak dari Yang Terpuji Mr 14:61, 12. Anak Daud Mat 9:27 13. Anak Domba Wahy 5:6,12; 13:8; 21:22; 22:3, 14. Anak domba Allah Yoh 1:29,36, 15. Anak Domba Paskah kita 1Kor 5:7, 16. Anak manusia Yoh 5:27, 17. Anak sulung yang lebih utama dari segala yang diciptakan Kol 1:15, 18. Anak Tunggal Bapa Yoh 1:14, 19. Bapa yang kekal Yes 9:5, 20. Batu karang 1Kor 10:4, 21. Batu penjuru yang terpilih Ef 2:201Pet 2:6, 22. Bintang Bil 24:17, 23. Bintang timur yang gilang-gemilang Wahy 22:16, 24. Daud Yer 30:9Yeh 34:23, 25. Firman Yoh 1:11Yoh 5:7, 26. Firman Allah Wahy 19:13, 27. Firman hidup 1Yoh 1:1, 28. Gembala Agung 1Pet 5:4, 29. Gembala dan pemeliharaan jiwa 1Pet 2:25, 30. Gembala yang baik Yoh 10:14, 31. Hakim Yes 33:22, 32. Hamba Yes 42:1; 52:13, 33. Hidup Yoh 14:6Kol 3:41Yoh 1:2, 34. Hidup yang kekal 1Yoh 1:2; 5:20, 35. Hikmat Ams 8:12, 36. Imam Besar Agung Ibr 4:14, 37. Imanuel Yes 7:14Mat 1:23, 38. Jalan Yoh 14:6, 39. Jaminan Ibr 7:22, 40. Juruselamat 2Pet 2:20; 3:18, 41. Kebangkitan dan hidup Yoh 11:25, 42. Kebenaran Yoh 14:6, 43. Kemuliaan Tuhan Yes 40:5, 44. Kepala jemaat Ef 5:23Kol 1:18, 45. Kepunyaan segala bangsa Hag 2:8, 46. Keturunan Daud Wahy 22:16, 47. Malaikat Kej 48:16Kel 23:20,21, 48. Malaikat hadirat Tuhan Yes 63:9, 49. Malaikat perjanjian Mal 3:1, 50. Malaikat Tuhan Kel 3:2Hak 13:15-18, 51. Mesias (Kristus) Dan 9:25Yoh 1:41, 52. Mesias dari Allah Luk 9:20, 53. Nabi Luk 24:19Yoh 7:40, 54. Mesias dari Allah Luk 9:20, 55. Nabi, Luk 24:19Yoh 7:40, 56. Orang Benar Kis 7:52, 57. Orang yang paling karib kepada Allah, Za 13:7, 58. Orang Kudus Mazm 16:10Kis 2:27,31, 59. Orang Nazaret Mat 2:23, 60. Panglima Balatentara Tuhan Yos 5:14,15, 61. Pemerintah Yes 55:4, 62. Pemimpin Mat 2:6, 63. Pemimpin kepada hidup Kis 3:15, 64. Pemimpin keselamatan Ibr 2:10, 65. Penasihat Ajaib Yes 9:5, 66. Penebus Ayub 19:25Yes 59:20; 60:16Rom 11:26, 67. Pengantara 1Yoh 2:11Tim 2:5, 68. Penghibur bagi Israel Luk 2:25, 69. Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia 1Tim 6:15, 70. Perintis Ibr 6:20, 71. Permulaan dari ciptaan Allah Wahy 3:14, 72. Pilihan Allah Yes 42:1, 73. Pintu Yoh 10:7, 74. Pokok anggur yang benar Yoh 15:1, 75. Raja Za 9:9Mat 21:5, 76. Raja Damai Yes 9:5, 77. Raja dan Pemerintah Yes 55:4, 78. Raja di atas segala raja 1Tim 6:15Wahy 17:14, 79. Raja orang Israel Yoh 1:49, 80. Raja orang Yahudi Mat 2:2, 81. Raja segala bangsa Wahy 15:3, 82. Rasul Ibr 3:1, 83. Roti hidup Yoh 6:35,48, 84. Saksi Yes 55:4, 85. Saksi yang setia Wahy 1:5; 3:14, 86. Seorang yang memerintah Israel Mi 5:1, 87. Silo (yang berhak atasnya) Kej 49:10, 88. Singa dari suku Yehuda Wahy 5:4, 89. Surya kebenaran Mal 4:2, 90. Surya pagi Luk 1:78, 91. Taman kebahagiaan Yeh 34:29, 92. Tanduk keselamatan Luk 1:69, 93. Tangan Tuhan Yes 51:9; 53:1, 94. Taruk dari pangkal Isai Yes 11:10, 95. Tebusan 1Tim 2:6, 96. Terang dunia Yoh 8:12, 97. Terang yang sesungguhnya Yoh 1:9, 98. Tuhan Allah (Yehova) Yes 26:4, 99. Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi Wahy 22:6, 100. Tuhan dari semua orang Kis 10:36, 101. Tuhan keadilan kita Yer 23:6, 102. Tuhan yang maha mulia 1Kor 2:8, 103. Tunas Yer 23:5Za 3:8; 6:12, 104. Yang Awal dan Yang Akhir Wahy 1:17; 2:8, 105. Yang Benar 1Yoh 5:20, 106. Yang berhak menerima segala yang ada Ibr 1:2, 107. Yang berkuasa atas raja-raja di bumi ini Wahy 1:5, 108. Yang kudus dari Allah Mr 1:24, 109. Yang Mahakuasa Wahy 1:8, 110. Yang Mahakuasa, Allah Yakub Yes 60:16, 111. Yang Mahakudus, Allah Israel Yes 41:14, 112. Yang memimpin dan membawa iman kepada kesempurnaan Ibr 12:2, 113. Yang pertama bangkit dari antara orang mati Wahy 1:5, 114. Yesus Mat 1:211Tes 1:10.

Semua gelar itu terpusat dan terarah kepada satu Pribadi, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Tetapi gelar-gelar itu muncul dalam berbagai Kitab yang tentu juga dari berbagai kelompok umat. Dengan gelar-gelar tertentu pewarta atau saksi iman menyampaikan siapa Tuhan Yesus sesuai dengan sudut pengalaman imannya.

Risiko kebebasan

Satu hal yang harus diingat adalah sejarah Gereja dari awal hingga masuk abad IV selalu ada dalam penganiayaan. Umat Kristiani dipandang sebagai bahaya kehidupan sehingga selalu teraniaya dan amat banyak sekali yang dibunuh karena mempertahankan iman. Masa penganiayaan baru berhenti ketika yang berkuasa dalam Wilayah Kekaisaran Romawi adalah Kaisar Konstantinus. Dalam Perjanjian Milan agama penganut Tuhan Yesus mendapatkan kebebasan dan bahkan kemudian menjadi agama negara karena Kaisar Konstantinus sendiri mendapatkan pembabtisan.

Dengan bebasnya menghayati agama, tokoh-tokoh iman Kristiani juga bebas menghadirkan kesaksian iman ke mana-mana. Mereka dengan semangat berkobar menyampaikan imannya kepada Yesus tentu juga sesuai dengan sudut permenungannya. Dari sinilah muncul berbagai macam pandangan keyakinan yang juga menimbulkan pertentangan. Di dalam berbagai macam perbedaan dan pertentangan Uskup Roma memiliki peran khusus sebagai penerus tahta Santo Petrus yang dikenal sebagai Paus. Para Uskup dalam kesatuan dengan Paus memegang wibawa kebenaran pengajaran, yang disebut magisterium. Yang tidak sejalan dengan ajaran resmi Gereja dipandang sebagai bidaah atau ajaran sesat. Pada masa kebebasan beragama inilah muncul berbagai bidaah.

Menjelang rumusan definitif Syahadat Iman beberapa bidaah yang perlu diketahui saya paparkan sebagai berikut :


·       Arianisme. Dari https://katolisitas.org/tentang-ajaran-sesat-arianism kita mendapatkan uraian singkat bahwa “Arianism adalah bidaah/heresi yang sangat berbahaya, di awal abad ke -4 (319) karena mengajarkan ajaran sesat dalam hal Trinitas dan Kristologis. Bidaah ini diajarkan oleh Arius, seorang imam dari Alexandria, yang ingin menyederhanakan misteri Trinitas. Ia tidak bisa menerima bahwa Kristus Sang Putera Allah berasal dari Allah Bapa, namun sehakekat dengan Bapa. Maka Arius mengajarkan bahwa karena Yesus ‘berasal’ dari Bapa maka mestinya Ia adalah seorang ciptaan biasa, namun ciptaan yang paling tinggi. Arius tidak memahami bahwa di dalam satu Pribadi Yesus terdapat dua kodrat, yaitu kodrat Allah dan kodrat manusia.

·       Bidaah-bidaah lain. Saya mengambil dari https://www.google.com/search?q=Bidaah-bidaah+menjelang+Konsili+Nicea+dan+Konstantinopel&oq. Ada 3 bidaah :

-        Macedonianisme (Pneumatomachianisme): Menyatakan bahwa Roh Kudus tidak ilahi atau tidak setara dengan Bapa dan Putra, bahkan diciptakan. Ini menjadi fokus utama Konsili Konstantinopel I.

-        Apollinarianisme: Mengklaim bahwa Yesus memiliki tubuh manusia tetapi pikiran (logos) ilahi, bukan jiwa manusia sepenuhnya.

-        (Homoiousianisme): Kelompok moderat yang mencoba kompromi dengan Arianisme, percaya Putra sehakikat dengan Bapa, tetapi tidak menggunakan istilah 'homoousios' (sehakikat) yang lebih kuat.

  

Konsili

Kekacauan pandangan pengakuan iman menghadirkan krisis antar kelompok umat dalam Gereja. Berkaitan dengan kasus Arianisme dari https://www.kompasiana.com tulisan kreator S. Detianus Gea saya mendapatkan catatan yang melatarbelakangi terjadinya syahadat pendek sebagai berikut :


Santo (St) Alexander, Patriarkh Alexandria menanggapi ajaran pastor Arius karena masuk dalam wilayah keuskupannya. St. Alexander mengadakan Konsili Alexandria (sekitar 321) yang dihadiri kurang lebih 100 uskup yang berasal dari Mesir dan Libya. Konsili Alexandria mengecam ajaran Arius dan dinyatakan sesat. 

Namun, pastor Arius mempunyai pendukung baik dari pemerintahan maupun dari pejabat Gereja. Dua orang pendukung pastor Arius dari pejabat Gereja adalah Eusebius, Uskup Kaisarea, dan Uskup Eusebius dari Nikomedia (pemimpin penganut Arianisme sekaligus pelindung Arius). 

Karena pastor Arius telah diekskomunikasi oleh Konsili Alexandria, maka ia pergi ke Palestina dan Nikomedia. Oleh sebab itu, St. Alexander mengeluarkan surat Ensiklik (Epistola Encyclica). Ensiklik tersebut ditanggapi oleh Arius, sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Kegaduhan ini diperparah dengan pertikaian kaisar Konstantin dan Licinius (322-323). 

Kekisruhan keagamaan tentu bisa membuat kegaduhan krisis sosial dalam masyarakat. Maka Kaisar Konstantinus, karena menginginkan kedamaian dalam wilayah kekuasaannya, menulis surat kepada Santo Alexander dan Arius untuk secepatnya menyelesaikan masalah ini. Dari sini Kaisar dan Paus Sylvester I mengundang para uskup untuk menghadiri Konsili di Nicea. Maka pada tahun 325 terjadi Konsili di Nicea yang dihadiri oleh sekitar 300 orang Uskup. Dari sini disepakati rumusan syahadat pendek yang sering disebut dengan istilah Syahadat Para Rasul. Rumusannya adalah sebagai berikut :


Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
pencipta langit dan Bumi
Dan akan Yesus Kristus,
PutraNya yang tunggal, Tuhan kita
Yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh perwan Maria.
Yang menderita sengsara
dalam pemerintahan Ponsius Pilatus,
disalibkan wafat dan dimakamkan,
Yang turun ketempat penantian,
pada hari ketiga bangkit
dari antara orang mati
Yang naik kesurga,
duduk disebelah kanan
Allah bapa yang Mahakuasa.
Dari situ ia kan datang
mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus
Pengampunan Dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.

Syahadat hasil Konsili Nicea memang menjadi pegangan hingga kini. Tetapi kemudian ada Konsili di Konstantinopel pada tahun 381 karena dalam Gereja muncul tokoh bernama Makedonius. Dalam salah satu artikel dalam internet dikatakan bahwa “Dalam Konsili Konstantinopel I (381) hal utama yang dibahas adalah ajaran Makedonius IPatriarkh Konstantinopel. Makedonius mengajarkan bahwa Roh Kudus bukanlah Allah, tetapi adalah makhluk ciptaan dan adalah pelayan Bapa dan Putra. Konsili Konstantinopel I menolak ajaran Makedonius dan menegaskan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan dan Allah yang setara dengan Bapa dan Putra.” (https://id.wikipedia.org/wiki/Kredo_Nikea). Dari sinilah muncul Syahadat Panjang yang disebut Syahadat Nicea Konstantinopel :


Aku percaya akan satu Allah,
Bapa yang mahakuasa,
pencipta langit dan bumi,
dan segala sesuatu yang kelihatan
dan tak kelihatan;
dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,
Putra Allah yang tunggal.
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad,
Allah dari Allah,
Terang dari Terang,
Allah benar dari Allah benar.
Ia dilahirkan, bukan dijadikan,
sehakikat dengan Bapa;
segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.
Ia turun dari surga untuk kita manusia
dan untuk keselamatan kita.
Ia dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia.
Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus;
Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.
Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.
Ia akan kembali dengan mulia,
mengadili orang yang hidup dan yang mati;
kerajaan-Nya takkan berakhir.
aku percaya akan Roh Kudus,
Ia Tuhan yang menghidupkan;
Ia berasal dari Bapa dan Putra,
yang serta Bapa dan Putra,
disembah dan dimuliakan;
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
aku percaya akan Gereja
yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
aku mengakui satu pembaptisan
akan penghapusan dosa.
aku menantikan kebangkitan orang mati
dan hidup di akhirat.
amin.

 

Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
pencipta langit dan Bumi
Dan akan Yesus Kristus,
PutraNya yang tunggal, Tuhan kita
Yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh perwan Maria.
Yang menderita sengsara
dalam pemerintahan Ponsius Pilatus,
disalibkan wafat dan dimakamkan,
Yang turun ketempat penantian,
pada hari ketiga bangkit
dari antara orang mati
Yang naik kesurga,
duduk disebelah kanan
Allah bapa yang Mahakuasa.
Dari situ ia kan datang
mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus
Pengampunan Dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.

Domus Pacis Santo Petrus, 5 Februari 2026

No comments:

Post a Comment

Aku Percaya

Saya menyanggupi untuk mengisi omong-omong kerohanian untuk para tokoh dan penggerak umat Paroki Santa Theresia Salam pada tanggal 15 Februa...