Monday, February 2, 2026

Studi Banding?

Ternyata pada tanggal 1 Februari 2026 ada tamu datang di malam hari. Jumlah yang datang ada 3 orang. Mereka adalah rama-rama dari Keuskupan Malang, yaitu Rm. Pepe, Rm. Aan, dan Rm. Eko. Ketiganya menginap di Domus Pacis Santo Petrus. Pada waktu makan pagi mereka bergabung dengan para rama Domus. Kehadiran mereka memang sudah diinformasikan oleh Rm. Andika, Direktur Domus, yang saat itu sedang pergi ke Papua. Mereka datang untuk omong-omong tentang rumah tua untuk para rama praja di Domus. Katanya, Keuskupan Malang memang akan membangun rumah tua untuk rama-rama praja yang sudah sepuh. Pada jam 08.00 ketiga rama itu mengadakan jumpa khusus dengan Rm. Hartanta, mantan Direktur Domus yang kini menjadi Pastor Paroki Salam, dan Rm. Bambang. Dalam omong-omong itu Rm. Hartanta dan Rm. Bambang menyempaikan pengalamannya :

  • Rm. Hartanta : Beliau menyampaikan pengalaman memenejemen Domus. Berjejaring dengan rumah sakit menjadi penting sekali mengingat kebanyakan rama Domus sudah memiliki berbagai penyakit. Keberanian tegas juga ditekankan. Rm. Hartanta mengalami kegembiraan karena suasana hidup para rama diwarnai sikap taat. Ketegasan Rm. Hartanta untuk ketat dalam sajian makan bisa berjalan dengan baik. Para rama penghuni akan mentaati kebijakan Direktur termasuk kini kepada Rm. Andika yang punya sikap beda dengan Rm. Hartanta. Rm. Hartanta mengalami menjadi Direktur Domus selama 5 tahun. Untuk beliau yang menjadi catatan tidak enak adalah bangunan Domus Pacis Santo Petrus yang polanya mengambil contoh Ruang Lukas RS Panti Rapih. Sehingga para rama penghuni mendapatkan tempat bagaikan seorang pasien. Itu amat berbeda dengan Domus Pacis Puren tempat para rama tua sebelum dipindahkan di Domus Pacis Santo Petrus. Di Puren ada tempat duduk untuk mandi, rama bisa ambil air untuk mandi bisa shower dan bisa dengan bak mandi, pegangan untuk tangan juga ada. 
  • Rm. Bambang : Dia mengisahkan pengalaman sejak masuk pertama kali pada 1 Juli 2010. Sesudah 2 tahun bisa ikut mengembangkan Domus menjadi dekat dengan umat. Dia mengetengahkan pikiran yang ditulis pada tahun 2012. Harus ada pengurus yang memang ditugasi khusus untuk mengurus rumah rama tua dan tinggal bersama di rumah tua. Domus dikembangkan untuk menjadi salah satu tempat pastoral ketuaan. Para rama sepuh tak hanya jadi orang-orang yang sudah jauh dari umat bahkan seperti tersingkir dari kancah keumatan. Rm. Bambang memang ikut mengadakan seminar-seminar, pelayanan rekoleksi, dan kelompok lansia katolik. Para rama yang masih memiliki daya pikir dan wicara dilibatkan dalam pelayanan rombongan-rombongan yang datang entah minta misa ataupun minta rekoleksi. Jaringan dengan umat membuat Domus memiliki banyak relawan. Di sini Rm. Bambang memperjuangkan Gereja sebaga persekutuan paguyuban-paguyuban para murid Kristus. Domus  dikembangkan sebagai salah satu paguyuban Gereja tempat pastoral ketuaan. Rm. Bambang memberikan masing-masing kepada 3 rama Malang 3 buku yang berisi beberapa pengalaman pertama, semacam catatan hidtoris dari tahun 2010-2020, dan pengalaman pribadi menghayati keceriaan dalam usia kelansian di Domus Pacis. 

Omong-omong tanya jawab interaktif terjadi cukup mendalam. Rm. Hartanta dan Rm. Bambang juga terbuka menyampaikan berbagai kendala dan tantangannya.

No comments:

Post a Comment

Santa Agatha

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  26 Juli 2013  Diperbaharui:  26 Juni 2020  Hits:  89510 Perayaan 05 Februari   Lahir Hi...