Sunday, February 15, 2026

Lamunan Pekan Prapaskah IV

Senin, 16 Maret 2026

Yohanes 4:43-54

43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, 44 sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. 45 Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu.

46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. 47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. 48 Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." 49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." 50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. 51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. 52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." 53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya. 54 Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya teguran biasa membuat tidak nyaman di hati. Teguran selalu berisi penyalahan.
  • Tampaknya, untuk orang yang mau minta pertolongan, kalau justru menerima sikap menyalahkan, orang bisa sakit hati. Orang bisa terlibat konflik satu sama lain.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun sudah menunjukkan kepercayaan tetapi justru mendapatkan teguran dan penilaian negatif dari yang diminta pertolongan bisa menimbulkan rasa benci, bagi orang yang biasa punya kepekaan relung hati, dia justru makin memiliki kepercayaan dan penghargaan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang tak akan kehilangan iman sekalipun mendapatkan sikap negatif meragukan kepercayaannya.

Ah, bagaimanapun juga kalau sudah baik dan tak dipercaya, putus aja hubungannya.

No comments:

Post a Comment

Lamunan Pekan Biasa VI

Selasa, 17 Februari 2026 Markus 8:14-21 14 Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka...