Domus Pacis Santo Petrus memang milik Keuskupan Agung Semarang. Untuk pembeayaan kehidupannya Keuskupan memang memberikan anggaran secara rutin. Tetapi kebutuhan hidup yang membutuhkan pembeayaan secara rutin juga cukup besar. Anggaran Keuskupan bisa mencukupi kebutuhan beaya pajak listrik, honorarium pokok karyawan, uang saku para rama, dan hal-hal dasar lainnya. Tetapi untuk kondisi para rama yang pada umumnya membutuhkan persediaan fasilitas tertentu harus menjadi upaya tersendiri. Domus Pacis memang kerap mendapatkan tamu atau rombongan tamu yang berttanya bisa membawa apa yang dibutuhkan. Ada alternatif kebutuhan yang bisa disebut yang menjadi kebutuhan sehari-hari yang membutuhkan beaya khusus. Rm. Bambang biasa mengetengahkan hal-hal berikut :
1. Pampers L- xl perekat atau xl celana, 2. Susu diabet vanilla, 3. Gluco DR strip, 4. Minyak goreng tropicana/biji matahari/mazolla, 5. Gula diabetasol, 6. sampo bayi dan sabun bayi, 7. Tissue kering/basah, 8. Sabun cuci piring, 9. Sabun cuci baju cair, 10. Pewangi pakaian, 11. Pelembut pakaian, 12. Pembersih lantai-KM, 13. Underpad, 14. Pengharum pakaian untuk setrika, 15. Buah: melon, semangka, pear, apel. Yang sering cepat habis adalah susu diabetasol vanila, sabun cuci baju cair dan pelembut-pewangi pakaian, pengharum pakaian, pampers.
Untuk pelayanan para rama sesuai kondisinya yang sudah dalam banyak hal harus dilayani, tambahan honorarium untuk para karyawan juga tak bisa hanya pokok sesuai dengan UMK atau sesuai kontrak bagi karyawan milik lembaga luar Domus. Demi ketenangan dan komitmen kerja para karyawan mendapatkan tambahan-tambahan tunjangan, lemburan selain kesempatan libur. Untuk menunjang pembeayaan di luar rutin dari Keuskupan, stipendium dan honorarium rama yang masih bisa melayani luar menjadi pemasukan. Tetapi tanpa uluran kepedulian dari umat Domus Pacis akan menderita kesulitan. Puji Tuhan selalu saja setiap bulan ada umat, bahkan sebagian besar rutin, yang mengirimkan sumbangan. Untuk bulan Februari 2026 Rm. Bambang mencatat para penyumbang sebagai berikut :
Ibu Dicky, 2. PUPIP Ungaran, 3. Ibu Ida, 4. Bapak Sudjono Keman, 5. Ibu Theresia Niken, 6. Ibu Christine, 7. Ibu Anna Maria (Ibu-ibu Bernardus Babadan), 8. Ibu Wartini, 9. Ibu Anggraeni, 10. PUPIP DIY, 11. Ibu Tri Nor Prasetyawan, 12. Ibu Mamik, 13. Ibu Malya, 14. Ibu Tanti, 15. Klg. Tejo Yuwono, 16. Bapak Bambang Triono Cahyadi, 17. Klg. Tien Prasetyo, 18. Bellissima Skin Clinic, 19. Klg. Edi Susanto, 20. Ibu Retno Witaksi, 21. Ibu Istiyono, 22. Bapak Dwidjosusanto, 23. Ibu Chatarina Gunarti, 24. Ibu Harno, 25. Ibu Lili Herawati, 26. Ibu Bernadet Suwarni, 27. Devosan Kerahiman Ilahi Mungkid, 28. Ibu drg. Yuristianti, 29. Ibu Yuliana Sutarni, 30. Ibu dr. Wara Aris Wakiman, 31. Ibu Eny Bernadette, 32. Ibu Christin, 33. Ibu Setiyani Indrawati.
No comments:
Post a Comment