Wednesday, December 31, 2025

Sumbangan Ekstra Tambahan Honor

Domus Pacis Santo Petrus memang mencari sumbangan dana uang untuk tambahan honorarium para karyawannya. Memang, Keuskupan selalu mengirimkan anggaran secara rutin untuk honorarium karyawan. Memang, kiriman Keuskupan sudah mencukupi untuk pemberian standar besaran honor. Tetapi pelayanan untuk para rama sepuh dengan kondisi rentan kelansiaan dan berbagai macam penyakit menuntut energi lebih dari para karyawan. Dari 12 orang rama sepuh hanya 1 orang masih bisa berjalan, tetapi dalam banyak hal beliau sudah membutuhkan bantuan. Sebelas orang lain sudah berkursi roda bahkan 2 orang di antara sudah bersahabat dengan tempat tidur. Dari 12 orang rama sepuh tinggal seorang yang masih bisa urusan KM/WC sendiri. Dari semua itu ada 3 orang yang harus mendapatkan penjagaan 24 jam. Dengan demikian, demi ketenangan kerja, Domus mengupayakan hadirnya sumbangan untuk lemburan dan beberapa bonus tertentu.


Puji Tuhan, setiap bulan selalu ada umat yang mengulurkan kepedulian dengan memberikan dana uang. Sumbangan dana biasa dikirimkan lewat rekening bank. Dalam hal ini Rm. Bambang bertindak sebagai pencatat nama-nama penyumbang dan jumlah sumbangannya. Sebenarnya setiap bulan Rm. Bambang selalu mencantumkan nomor rekening bank : BCA no. 456-514-6662 a.n. Petrus Noegroho Agoeng SW. Rekening bank memang memakai nama Petrus Noegroho Agoeng SW. Itu adalah Rm. Agoeng yang dulu pernah menjadi pengurus Domus Pacis Puren, Pringwulung. Itu adalah rekening bank yang digunakan oleh Rm. Bambang untuk menampung sumbangan umat demi kebutuhan di luar anggaran yang ditanggung oleh keuskupan. Satu hal yang terjadi adalah umat peduli Domus mengirimkan sumbangan ke no rekening lain yang mencantumkan pos untuk rama sepuh Domus. Itu adalah rekening bank di pusat Keuskupan untuk kebutuhan rutin Domus Pacis. Kebutuhan ekstra Domus masih memakai rekening BCA atas nama Rm. Agoeng, yang langsung dicatat oleh Rm. Bambang dan dikelola oleh Direktur Domus Pacis yang kini dijabat oleh Rm. Bambang. Rm. Bambang hanya mencatat kiriman rekening atas nama Rm. Agoeng. Di luar itu Rm. Bambang tidak memasukkan dalam catatannya. Untuk bulan Dese4mber 2025, nama-nama yang menyumbang dalam catatan Rm. Bambang sebesar Rp. 7.450.000 adalah sebagai berikut :

1. Ibu Dicky, 2. Ibu Haryono, 3. PUPIP Ungaran, 4. ML Setiyani Indrawati , 5. Ibu Niken, 6. Ibu Ida, 7. Bapak Djono, 8. Ibu Naryo, 9. Ibu Maria Kristina Dannie, 10. Ibu Christine, 11. Ibu Wartini, 12. Ibu Anna Maria (Ibu-ibu Bernardus Babadan), 13. Ibu Lili Herawati, 14. Ibu Tri Nor Prasetyawan, 15. Ibu Malya, 16. Ibu Yuliana Sutarni, 17. Ibu Lucy, 18. Ibu Mamik, 19. Ibu Dewi Anggraeni, 20. Ibu Harno, 21. Ibu Christin, 22. Ibu Yenyen, 23. Ibu dr. Wara Aris Wakiman, 24. Ibu Bernadet Suwarni, 25. Kerahiman Ilahi Mungkid, 26. Ibu Chatarina Gunarti, 27. Ibu Bellissima, 28. Ibu Kanaya.

Santo Telemakus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 23 Oktober 2014 Diperbaharui: 27 Desember 2019 Hits: 12672

  • Perayaan
    1 Januari
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-4 (tanggal dan tahun lahir tidak diketahui)
  •  
  • Kota asal
    Yang tertulis : Datang dari Timur ke Roma
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir - Dilempari batu sampai mati dalam arena Gladiator di Roma - Italia pada tanggal 1 Januari 391 atau 404 (sumber berbeda)
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Kisah tentang Santo Telemakus ditemukan dalam tulisan Theodoret, Uskup Cyrrhus, Suriah. Telemakus disebutkan sebagai seorang pertapa (sumber lain menyebutkan : biarawan)  yang datang ke Roma dari Timur. Ia mencoba untuk menghentikan perkelahian gladiator di amphitheater Romawi, hingga ia dilempari batu sampai mati oleh orang banyak. Kaisar Kristen Honorius, bagaimanapun, sangat terkesan dengan kemartiran biarawan itu dan mendorongnya untuk mengeluarkan larangan yang sangat bersejarah, yaitu melarang pertunjukan pertarungan gladiator.

Pertarungan gladiator yang terakhir diketahui berlangsung di Roma adalah pada tanggal 1 Januari 404 M, jadi tanggal ini dijadikan sebagai tanggal kemartiran Santo Telemakus.

Sebuah tradisi lain mengisahkan bahwa kemartiran santo Telemakus terjadi setelah ia berdiri di ampiteater dan mengatakan kepada majelis untuk berhenti menyembah berhala dan mempersembahkan korban kepada para dewa. Mendengar pernyataan ini, prefek kota lalu memerintahkan para gladiator untuk membunuh Telemachus.

Lamunan Hari Raya

Santa Maria Bunda Allah

Kamis, 1 Januari 2026

Lukas 2:16-21

16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orangtua akan disebut baik kalau sayang pada anak-anak yang dimiliki. Dia akan berusaha untuk membeayai kebutuhan-kebutuhan anak.
  • Tampaknya, orang tua akan disebut baik kalau memperhatikan pendidikan anak-anak yang dimiliki. Dia akan membangun relasi kerjasama dengan lingkungan sekolah dan pergaulan anak demi kebaikan perkembangan anak.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun memperhatikan pendidikan dan kebutuhan anak sudah dipandang baik, orangtua sungguh baik dan mulia kalau semua itu dilandasi oleh kebiasaan memasukkan dalam hati dan merenungkan apapun yang terjadi dalam diri anak. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati dalam mendampingi perkembangan anak orang tua juga akan selalu menjadikan segala yang dialami anak menjadi dialog batin.

Ah, asal selalu siaga beaya demi anak orang tua sudah bertanggungjawab.

Tuesday, December 30, 2025

Penyumbang Konsumsi Desember 2025

Pada Desember 2025 Domus Pacis memang punya hajat beberapa kali. Memang ada yang besar dan ada yang kecil. Yang kecil adalah ulang tahun kelahiran 2 kali : Rm. Jarot pada tanggal 19 dan Rm. Djoko Setyo pada tanggal 27. Disebut kecil karena selain dirayakan bersama para rama dan karyawan, Domus juga menghadirkan anggota keluarga dekat. Acaranya hanya makan siang bersama. Yang besar adalah ulang tahun imamat pada tanggal 7 dan Malam Natal tanggal 24. Pada tanggal 7 Domus merayakan ulang tahun imamat Rm. Suhartana, Rm. Yadi, dan Rm. Supriyanto. Keluarga besar dari masing-masing rama dan rombongan umat mendapatkan undangan sehingga yang hadir ada 210 orang tamu. Sementara itu untuk Malam Natal yang mendaftarkan termasuk anggota kor mencapai 184 orang. 

Domus Pacis memang sengaja menjadikan momen-momen seperti itu sebagai even khusus yang menghadirkan umat secara khusus. Semua itu dimaksudkan agar para rama dengan tinggal di rumah sepuh tidak merasa jauh dari keluarga dan umat. Karena dalam even seperti itu selalu ada catering didatangkan, tentu saja Domus membutuhkan beaya. Dalam hal ini, ketika Kuria Keuskupan berkunjung ke Domus pada tanggal 26 Desember 2025, Bapak Uskup Mgr. Rubiyatmoko mendapatkan sharing bahwa semua itu karena ada banyak umat Katolik yang menopang dengan kepedulian sumbangannya. Sumbangan umat juga terjadi dengan sajian snak untuk penghuni Domus secara rutin. Tanpa uluran kasih sumbangan dari umat, semua even tak bisa terjadi karena tak ada pos anggaran dari Keuskupan. Keuskupan memberikan anggaran untuk kebutuhan rutin dan tambahan untuk kepentingan penjagaan kesehatan. Kalau tak ada uluran kasih dari umat, para rama sepuh bisa mengalami rasa sepi di Domus dan merasa tercerabut dari keluarga dan umat. Puji Tuhan, selalu saja ada umat yang menyumbangkan baik yang rutin maupun berkala. Nama-nama penyumbang kebutuhan konsumsi khusus untuk Desember 2025 adalah sebagai berikut :

  • Penyumbang Snak : 1. Ibu Septi, 2. Ibu Rachel, 3. Ibu Jatmiko, 4. Ibu Kanti, 5. Ibu Endang Prayit, 6. Ibu Rini, 7. Ibu Emma, 8. Ibu Tutik, 9. Ibu Yudianti, 10. Ibu Titik Waluyanti, 11. Ibu Chandra, 12. Ibu Debby, 13. Ibu Sintari, 14. Ibu Tita, 15. Ibu Novi, 16. Ibu Andreas, 17. Ibu Atik, 18. Ibu Lucinda, 19. Ibu Yustina Sunaryo, 20. Ibu Wahyu, 21. Kelompok Chatarina Klaten, 22. Ibu Elly, 23. Ibu Daniek, 24. Lingkungan Antonius Pringwulung, 25. Ibu Theresia Priyadi, 26. Ibu Joni.
  • Penyumbang Hajatan : 1. Ibu Coleta Tanti Sanvero, 2. Ibu Bernadet Bintari, 3. Ibu Sri Daruningsih, 4. Ibu Yinni Tjia, 5. Ibu Theresia Beni, 6. Ibu Theresia Purwanigsih, 7. Bapak Agus (d.a. Hosti), 8. N.n., 9. Keluarga Rm. Supriyanto, 10. Ibu Erni, 11. Ibu Put Kusna Wijaya, 12. Ibu Yos, 13. Bapak Karol, 14. Sdri. Hilda, 15. Ibu Ambar, 16. Ibu Nadya, 17. Ibu Umi, 18. Ibu Ratmi, 19. Ibu Mardanu, 20. Bapak Blasius Chasto, 21. Ibu Agnes Trijoko, 22. Ibu Yucha, 23. Ibu Rini Wahyudi, 24. Ibu Retha (Klg Kimy Haryanto, Adrian, & Stefani), 25. Bapak Agustinus Sudiyono, 26. Apotek Jaya Sehat,  27. Ibu Pargiono, 28. Ibu Budi, 29. Cucu-cucu Bapak Murniyanto, 30. Ibu Oky Arcius.

Santo Paus Silvester I

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 08 Agustus 2013 Diperbaharui: 24 Desember 2019 Hits: 22942

  • Perayaan
    31 Desember
  •  
  • Lahir
    Hidup pada Abad ke-4
  •  
  • Kota asal
    Roma - Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • 31 Desember 335 di Roma, Italia | Oleh sebab alamiah
    Dimakamkan di Church of Saint Sylvester Roma.
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Paus St. Silvester I adalah paus kita yang ke-33. Ia dinobatkan menjadi paus menggantikan Santo Paus Meltiades. Ia adalah orang yang membabtis Kaisar Romawi menjadi seorang Kristen dan sekaligus menjadi bapa Spiritual dari Kaisar Kristen pertama dalam kerajaan Romawi; Kaisar Konstantinus I. Kisah pertobatan Kaisar ini sungguh luar biasa.

Pada mulanya Konstantinus sama saja dengan para kaisar pendahulunya yang membenci dan menganiaya umat Kristen. Kemudian Konstantinus I terjangkit penyakit kusta. Ia sudah  menyelenggarakan suatu ritual kafir penyembahan dewa-dewi sebagai usaha mendapatkan kesembuhan. Namun ia tidak juga disembuhkan.  Menurut legenda Kaisar kemudian bermimpi di mana ia melihat St. Petrus dan St. Paulus berbicara kepadanya. Mereka menyuruh kaisar pergi kepada Paus Silvester untuk minta disembuhkan. Konstantinus kemudian memohon kepada paus agar ia dibaptis dan kaisar dibaptis di Basilika St. Yohanes Lateran. Pada saat Pembaptisan, Kontantinus disembuhkan sama sekali dari penyakitnya. Sejak saat itu, Konstantinus tidak hanya mengijinkan agama Kristiani berkembang, (mengeluarkan Edik Milano);  malahan ia sendiri menjadi seorang Kristen yang taat. Kejadian ini menandai berakhirnya masa penganiayaan pada umat Kristen yang sudah berlangsung selama hampir tiga abad.  Konstantinus I dikemudian hari dikenal dengan nama Konstantinus Agung;  Kaisar Romawi Kristen yang pertama.

Dalam masa kepausan Santo Silvester; dengan dukungan penuh dari Kaisar Konstantinus, Paus Silvester lalu membangun gereja-gereja besar di Roma. Seperti Basilika St. John Lateran, Santa Croce in Gerusalemme,  Basilika Santo Petrus, dan beberapa gereja cemeterial di atas makam para martir. Dalam masa ini juga diselenggarakan konsili ekumenis pertama yang disebut Konsili Nicea I pada tahun 325. Paus Silvester sendiri tidak bisa menghadiri Konsili tersebut, namun ia menunjuk Vitus dan Vincentius untuk mewakilinya dan ia menyetujui semua keputusan dari sidang Konsili tersebut.

Devosi kepada Paus Silvester I amat terkenal pada masa Gereja Perdana. Ia adalah paus pertama bukan martir yang dimaklumkan sebagai santo. Di Basilika St. Yohanes Lateran di Roma terdapat suatu dinding berhiaskan mozaik yang sungguh indah, menggambarkan Yesus memberikan kunci-kunci kuasa rohani kepada Paus St. Silvester I.

Lamunan Oktaf Natal

Hari Ketujuh

Rabu, 31 Desember 2025

Yohanes 1:1-18

1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." 16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada yang bilang bahwa kata-kata sebenarnya adalah rangkaian huruf. Kalau ditulis kata-kata bisa dirunut huruf-huruf yang terangkai.
  • Tampaknya, sebuah kata kalau dirangkai dengan kata-kata lain akan jadi kalimat. Tentu saja kalimat sempurna akan terdiri dari kata benda atau yang dibendakan dan kata kerja serta kata-kata lain seperti obyek dan keterangan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalamnan batin, sekalipun kata hanya suara dan kalau digoreskan jadi tulisan, kalau terungkap dari hati bisa berbobot ilahi sehingga orang bisa mengatakan jadi doa. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yakin bahwa sejatinya kata-kata baik, benar, dan mulia adalah pancaran kesejatian Tuhan.

Ah, yang namanya kata itu yang hanya konsep pikiran orang.

Monday, December 29, 2025

Rm. Suhartana Tetap Oke

Rm. Suhartana adalah salah satu rama sepuh di Domus Pacis Santo Petrus. Usia beliau 85 tahun, rangking 3 di bawah Mgr. Blasius dan Rm. Yadi. Usia Rm. Suhartana melebihi 10 orang rama lain yang jadi penghuni Domus Pacis. Beliau biasa dipandang paling oke kondisi fisiknya dibandingkan semua rama Domus lain. Sebagai perokok berat Rm. Suhartana adalah satu-satunya rama sepuh yang tidak berkursi roda. Beliau biasa jalan sendiri tanpa pendampingan untuk penjagaan. Setiap pagi Rm. Suhartana biasa berjalan-jalan keliling Kompleks dan halaman Domus. Namun demikian, bagaimanapun juga Rm. Suhartana adalah rama lansia. Salah satu hal yang kalau tak waspada, entah bagaimana di tempat tertentu seorang lansia bisa terjatuh. Pada Rabu malam tanggal 24 Desember 2025, ketika Misa Malam Natal Domus selesai dan hampir 200 orang menikmati santap malam bersama sambil dihibur dengan tampilan karaoke lagu-lagu yang dilantunkan oleh Rm. Saptaka dan Rm. Andika, tiba-tiba kereta dorong untuk berbaring orangsakit masuk ruang aula dan langsung ke kamar Rm. Suhartana. Ternyata Rm. Suhartana terjatuh di kamar mandi dan bilang terasa pusing. Langsung saja dengan mobil ambulanse Domus beliau dibawa ke RS Panti Rapih. Sekalipun harus opname, hingga hari berikutnya informasi yang diterima oleh Domus menyatakan beliau tidak mengalami hal yang membahayakan. Tetapi hingga berita ini ditulis pada Jumat 26 Desember 2025, beliau masih opname di RS Panti Rapih Lukas 214.. Puji Tuhan pada tanggal 26 Desember 2025 itu di siang hari beliau sudah tampak berjalan di aula Domus.

Santa Anysia

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 08 Agustus 2013 Diperbaharui: 24 Desember 2019 Hits: 18518

  • Perayaan
    30 Desember
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-2
  •  
  • Kota asal
    Salonika, Thessaly, Yunani
  •  
  • Wafat
  •  
  • 30 December 304 | Martir. Di tebas dengan pedang sampai mati
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Anysia hidup di Tesalonika pada akhir abad kedua. Ia lahir dari keluarga Kristen yang kaya dan saleh.  Anysia sangat saleh. Ia hidup dalam doa dan ia memiliki kaul pribadi akan kesucian dan kemiskinan. Ia juga sering menggunakan kekayaannya untuk membantu orang-orang miskin di Tesalonika. Tesalonika adalah sebuah kota purba di Yunani di mana St. Paulus pernah singgah dan mewartakan Injil Kristus. 

Pada masa itu, terjadi penganiayaan yang kejam terhadap umat Kristiani. Gubernur Tesalonika bertekad untuk mencegah semua umat Kristiani untuk berkumpul bersama dan merayakan Misa. Tetapi umat beriman secara diam-diam  tetap berkumpul dan merayakan misa bersama. Pada suatu hari Anysia berusaha untuk menghadiri pertemuan tersebut. Ketika ia melewati pintu gerbang kota yang disebut Gerbang Kasandra, seorang serdadu menjadi curiga kepadanya. Ia segera menghalangi langkah Anysia serta menyelidiki ke manakah Anysia hendak pergi.

Karena amat ketakutan, Anysia melangkah mundur sambil dengan tidak sadar membuat tanda salib. Melihat itu, sang serdadu langsung menyadari bahwa gadis ini adalah seorang Kristen. Ia mencengkeramnya tubuhnya dengan kasar dan berusaha menyeretnya menuju kuil berhala untuk memaksa Anysia agar murtad dengan memberikan persembahan kepada dewa-dewi dalam kuil tersebut. Anysia berusaha melawan sekuat tenaga sehingga orang kafir itu menjadi semakin marah. Akhirnya, dalam puncak kemarahan, ia mencabut pedangnya dan menebaskannya ke tubuh Anysia. Anysia pun jatuh dan tewas seketika di kaki sang serdadu.

Ketika penganiayaan telah berakhir, umat Kristiani Tesalonika mendirikan sebuah gereja di tempat di mana St. Anysia telah menyerahkan nyawa bagi Kristus. Anysia wafat sekitar tahun 304.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Lamunan Oktaf Natal

Hari Keenam

Selasa, 30 Desember 2025

Lukas 2:36-40

36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, tak sedikit orang lekat dalam hidup keagamaan agar bisa dekat Tuhan. Tuhan adalah sumber dari segala sumber kedamaian.
  • Tampaknya, dengan lekat dalam hidup beragama orang  berharap selalu selamat. Orang akan bebas dari segala marabahaya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun dengan tekun beragama orang bisa mendapatkan kedalaman batin, tetapi sesungguhnya makin sungguh beragama makin pekalah dia menangkap dan mewartakan hadirat Tuhan yang mengalirkan jalan keselamatan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati, makin mesra orang dengan Tuhan makin jadilah dia bagian dari pancaran Tuhan yang menunjukkan jalan keselamatan.

Ah, makin dekat Tuhan orang akan bisa membuat mukjizat.

Sunday, December 28, 2025

Rama Selebritis Umat?

Seorang artis kerap populer dengan panggilan tertentu. Misalnya Inul Daratista seorang penyanyi. Google mengatakan "Nama asli Inul Daratista adalah Ainur Rokhimah, yang lahir di Pasuruan, Jawa Timur, pada 21 Januari 1979, dan ia dikenal dengan gaya "goyang ngebor" yang ikonik. Nama aslinya memiliki makna indah: "Ain" berarti mata, "Nur" berarti cahaya, dan "Rokhimah" diambil dari Asmaul Husna yang berarti penyayang.Omongan tentang panggilan populer juga terjadi di antara para rama Domus Pacis yang sedang makan siang Minggu 21 Desember 2025. Omongan berkaitan dengan peristiwa kunjungan tamu ke Domus pada Sabtu 20 Desember 2025. Pada waktu itu Rm. Saptaka dan Rm. Andika tampil melantunkan lagu-lagu yang amat menghibur para tamu. "Besok Senin aku akan membuat berita artis Domus yang tampil nyanyi" kata Rm. Bambang yang ditanggapi oleh Rm. Andika "Rama Saptaka harus disebut panggilannya sebagai artis". Ternyata Rm. Saptaka bilang "Biyen aku ya duwe" (Dulu aku memang juga punya). Ketika dikejar siapa panggilan keartisannya, Rm. Saptaka hanya tersenyum seperti malu-malu kucing. 

"Aku dulu selalu disambut meriah kalau nama selebritisku disebut" kata Rm. Bambang. "Sinten, rama?" (Apa nama panggilannya?) tanya Rm. Djoko Setyo. Ketika Rm. Bambang menyebut panggilan "Rama Bambang 'Dhe'" semua tertawa terbahak-bahak kecuali Rm. Suntara. "Harusnya huruf 'D' di depan, ta?" Kata Rm. Djoko lagi. "Tetapi teman-teman baik rama maupun awam selalu menempatkan di belakang sehingga jadi 'Rama Bambang 'Dhe'" kata Rm. Bambang yang terus disambut tawa para rama kecuali Rm. Suntara yang tiba-tiba berkata "Kuwi rak singkatan jeneng baptismu Dominicus, ta?" (Bukankah itu singkatan dari nama baptismu Dominicus). "Jeneng baptisku dudu Dominicus, ning DHEGLOGIUS" (Nama baptisku bukan Dominicus tetapi DEGLOGIUS"). Rm. Suntara tampak jengkel dan berkata "Bambang ki nek omong mesthi ngawur!" (Bambang kalau omong pasti ngawur!). Para ramapun tertawa ngakak. Tampaknya Rm. Suntara kurang memahami bahwa kata "deglogius" dari akar kata Jawa "dheglog" yang berarti pincang. Rm. Bambang memang pincang sejak usia setahun. Ketika dibaptis dia mendapatkan nama Dominicus yang biasa disingkat dengan huruf "D". Tetapi ketika sudah jadi imam, teman-teman imam biasa menempatkan kata "D" di belakang nama Bambang. Karena adanya keakraban, teman-temannya membuat itu sebagai ejekan atas kepincangan kaki kirinya. Ternyata Rm. Bambangpun menikmatinya.

Santo Thomas Becket

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 08 Agustus 2013 Diperbaharui: 23 Desember 2019 Hits: 14491

  • Perayaan
    29 Desember
  •  
  • Lahir
    21 Desember 1118
  •  
  • Kota asal
    London, Inggris
  •  
  • Wafat
  •  
  • 29 Desember 1170. | Matir. Dibunuh didalam Kathedral Canterbury, Inggris
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 21 February 1173 oleh Paus Alexander III

Thomas Becket lahir di Cheapside London  pada tanggal 21 Desember 1118. Ayahnya adalah seorang tuan tanah kecil atau bangsawan kelas rendah di Inggris.  Ketika usianya sekitar duapuluh empat tahun, Thomas mendapatkan pekerjaan di Keuskupan Agung Canterbury. Di sini ia mulai tertarik untuk menjadi seorang imam. Thomas seorang pemuda yang tampan, amat cerdas dan pandai bergaul. Sebentar saja, ia telah menjadi kesayangan Raja Henry II sendiri. Orang mengatakan bahwa raja dan Thomas memiliki hanya satu hati dan satu pikiran - seperti layaknya sepasang sahabat karib. 

Raja Henry II bahkan mengirim putranya yang juga bernama Henry untuk hidup bersama Thomas. Adalah lumrah pada masa itu apabila anak bangsawan dibina dengan cara tinggal dalam rumah bangsawan lainnya.  Pangeran Henry dilaporkan pernah mengatakan bahwa dalam sehari; Thomas Becket menunjukkan cinta kasih yang tulus dan figur kebapakkan yang dibutuhkannya dan lebih dari yang bisa diberikan oleh ayahnya dalam sepanjang hidupnya. Keterikatan emosional Henry muda dengan Santo Thomas Becket sebagai ayah angkat mungkin merupakan salah satu alasan yang membuat Henry muda dikemudian hari berbalik menentang ayahnya.

Ketika Thomas berusia tigapuluh enam tahun, Raja Henry menjadikannya ketua parlemen. Sebagai ketua parlemen Inggris, Thomas menempati rumah yang besar dan kemewahan.  Namun demikian, ia sungguh murah hati kepada orang-orang miskin. Awalnya Ia adalah seorang yang cepat marah, dan ia mengatasinya dengan melakukan banyak matiraga dan melewatkan berjam-jam lamanya dalam doa, seringkali hingga larut malam.

Ketika Uskup Agung Canterbury wafat, raja meminta paus untuk memberikan jabatan tersebut kepada Thomas. Itu berarti bahwa Thomas harus ditahbiskan terlebih dahulu menjadi seorang imam. Tetapi, Thomas mengatakan secara terus terang kepada raja bahwa ia tidak ingin menjadi Uskup Agung Canterbury. Ia sadar sepenuhnya bahwa jabatan itu akan menempatkannya dalam konflik langsung dengan Raja Henry. Thomas tahu bahwa kalau ia menjadi seorang Uskup maka haruslah ia membela Gereja; dan itu berarti bahwa ia akan berhadap-hadapan secara langsung dengan Raja Henry.

“Bila saya seorang uskup maka kasih baginda kepadaku akan berubah menjadi kebencian,” demikian ia memperingatkan Henry.  Raja tidak peduli, dan Thomas ditahbiskan menjadi imam dan kemudian menjadi uskup pada tahun 1162. Pada mulanya, segala sesuatu berjalan lancar seperti sedia kala.

Suatu hari raja menuntut sejumlah uang yang cukup besar dari kas gereja. Uskup Thomas dengan tegas menolak tuntutan ini karena merasa tidak patut bila keuangan dan kebebasan gereja dirampas oleh negara. Penolakan tegas ini membuat Raja geram terhadap sahabatnya itu. Ia  mulai memperlakukan Thomas dengan buruk.  Sesaat, Thomas tergoda untuk sedikit mengalah. Tetapi kemudian ia menyadari akan kuatnya keinginan Raja Henry untuk mengendalikan Gereja. Thomas sungguh menyesal bahwa ia bahkan pernah berpikiran untuk mengalah kepada raja. Ia mohon ampun atas kelemahannya itu dengan bermatiraga, dan kemudian ia menjadi lebih tegas dari sebelumnya.

Kebencian raja semakin menjadi-jadi ketika ia menyadari bahwa uskup Thomas tidak mungkin akan mengalah padanya. Suatu hari, dalam amarahnya raja berteriak : “Tak adakah seorang pun yang dapat mengenyahkan uskup agung sialan ini dari hadapanku?” Beberapa perwira kerajaan menanggapi umpatan ini dengan serius. Mereka bermufakat untuk menghabisi sang uskup agung.  Mereka kemudian menyerang Thomas yang sedang merayakan misa di dalam katedral keuskupan. Dalam sakrat maut, bapa uskup mengatakan, “Demi nama Yesus dan demi membela Gereja, aku bersedia mati.” 

Hari itu tanggal 29 Desember 1170. Segenap umat Kristiani di seluruh penjuru dunia terkejut dan ngeri atas pembunuhan keji di dalam Katedral tersebut. Paus Alexander III dengan keras menegur raja Henry bahwa ia secara pribadi bertanggung jawab atas pembunuhan uskup agung.

Uskup Agung Thomas Becket dimaklumkan sebagai santo oleh Paus Alexander III pada tahun 1173.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Lamunan Oktaf Natal

Hari Kelima

Senin, 29 Desember 2025

Lukas 2:22-35

22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada keyakinan bahwa hakikat Tuhan itu amat berbeda dengan manusia. Tuhan itu ilahi dan manusia itu insani.
  • Tampaknya, manusia insani biasa digambarkan bersifat duniawi. Kalau Tuhan tak akan terkena sifat duniawi, manusia amat terikat dengan tata hidup duniawi dengan segala tata aturannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun penuh berhakikat ilahi, karena kasih-Nya kepada manusia Tuhan dalam hadirat-Nya juga ikut masuk dalam tata hidup manusia. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang amat bersyukur bahwa dalam segala jeratan hidup di dunia ada penyertaan hadirat Tuhan yang ikut masuk dalam keduniaan.

Ah, Tuhan itu Mahakuasa dan tak akan terkena kuasa dunia.

Saturday, December 27, 2025

Ke GL Zoo


Ketika sedang makan siang Selasa 23 Desember 2025 Rm. Andika, Direktur Domus Pacis, berkata berkaitan dengan hari Jumat 26 Desember 2025. Para penghuni Domus sudah cukup lama tahu apa yang akan terjadi pada Jumat itu. Pada hari itu para penghuni Domus akan berekreasi ke Kebun Binatang Gembira Loka atau yang kini disebut Gembira Loka Zoo (GLZ). Bu Rini sudah mengurus hubungan dengan pemilik GLZ. Rm. Andika sudah melakukan pembicaraan dengan para karyawan. Siapa saja karyawan yang akan tinggal di Domus untuk menjaga 5 rama sepuh yang tidak ikut rekreasi. 

Dengan 4 mobil pada Jumat 26 Desember 2025 selain para rama dan karyawan, Bu Rini dan menantu beserta keluarga juga ikut. Bahkan Rm. Saryanta, rama lansia yang masih bertugas di Paroki Medari, juga ikut bergabung. Ternyata kedatangan rombongan Domus Pacis di GL Zoo tampak seperti tamu istimew daria. Dua orang petugas GL Zoo menyambut khusus. Ketika masuk area parkir semua kendaraan Domus langsung diminta masuk. Bahkan ada wartawan koran lokal meliput. Para rama didampingi oleh para karyawan dengan kursi roda berparade dipandu oleh petugas GL Zoo. Suasana keliling dari satu jenis binatang ke jenis-jenis lain terjadi diwarnai oleh keceriaan komentar omongan satu sama lain penuh humor. Rombongan Domus sungguh menonjol karena kaos seragam baik yang dikenakan oleh para rama maupun karyawan. Iringan kursi-kursi roda juga kerap menarik perhatian para pengunjung lain. Semua anggota rombongan Domus juga mendapatkan jamuan khusus di restoran di dalam GL Zoo. Ketika mau meninggalkan GL Zoo, semua rama dan pendamping diangkut dengan kendaraan khusus yang disediakan oleh GL Zoo, dan satu mobil boks membawa kursi-kursi roda. Ketika sampai pintu keluar, Bapak Joko Tirto, pemilik GL Zoo, menyambut dengan penuh keakraban.

Kanak-Kanak Suci

diambil dari  https://www.mirifica.net/kanak-kanak-suci-28-desember/

Ketika Yesus dilahirkan di Betlehem, Para Majus datang dari timur untuk menyembah-Nya. Sebagian berpendapat bahwa mereka adalah para raja, sebagian lagi berpendapat bahwa mereka adalah para ahli bintang. Para Majus itu menghadap Herodes, sang raja, untuk mencari raja orang Yahudi yang baru dilahirkan, yaitu sang Juruselamat. Herodes adalah seorang penguasa yang licik serta kejam. Ketika didengarnya Para Majus itu berbicara tentang seorang raja yang baru dilahirkan, ia mulai khawatir akan kehilangan tahtanya. Tetapi, ia tidak membiarkan para Majus itu mengetahui apa yang sedang dipikirkannya.

Ia memanggil para imam besar serta menanyakan kepada mereka di manakah menurut Kitab Suci sang Mesias akan dilahirkan. Para imam menjawab: Betlehem. “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu,” demikian kata raja yang licik itu kepada para Majus. “Segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” Para Majus melanjutkan perjalanan mereka. Mereka menemukan Yesus, Sang Mesias, bersama dengan Maria dan Yusuf. Mereka menyembah Dia serta menyampaikan persembahan mereka. Sementara itu, mereka diperingatkan dalam mimpi untuk tidak kembali kepada Herodes. Dan seorang malaikat datang memberitahu St. Yusuf untuk membawa Maria serta Bayi Yesus ke Mesir. Dengan demikian, Tuhan menggagalkan rencana pembunuhan Herodes terhadap Putera Allah.

Ketika Herodes sadar bahwa Para Majus tidak kembali kepadanya, ia menjadi amat marah. Ia seorang yang jahat dan bengis, dan kini rasa khawatir akan kehilangan tahtanya menjadikan kemarahannya semakin hebat. Ia menyuruh para prajuritnya untuk membunuh semua bayi laki-laki di Betlehem dengan harapan Mesias juga akan mati terbunuh. Para prajurit melaksanakan perintah yang menyebabkan banjir darah itu. Suatu kepedihan yang dahsyat meliputi kota kecil Betlehem, sementara para ibu menangisi bayi-bayi mereka yang mati terbunuh. Kanak-kanak kecil itu oleh Gereja dihormati sebagai martir. Gereja menyebut mereka sebagai Kanak-kanak Suci.

Apa artinya menjadi “suci” bagiku? Bagaimana aku dapat menjawab panggilan Yesus untuk menjadi seperti kanak-kanak?

diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

Lamunan Pesta

Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf

Minggu, 28 Desember 2025

Matius 2:13-15.19-23

13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

19 Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: 20 "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati." 21 Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel. 22 Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. 23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, keluarga disebut beriman kalau tak ada anggotanya berperilaku buruk. Semua anggota keluarga selalu berperilaku dengan tatanan moral.
  • Tampaknya, keluarga disebut beriman kalau beragama. Semua anggotanya patuh hidup dengan tatanan agama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sebaik apapun sebuah keluarga karena semua anggotanya berperilaku dengan pegangan tata moral dan tata agama, keluarga itu baru sungguh-sungguh baik kalau keseluruhan hidupnya dilandasi oleh kebiasaan mendengarkan kata-kata relung hati dan taat menjalaninya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati sebuah keluarga menjadi sungguh baik kalau segala keputusan hidup serumah selalu dalam terang kata-kata Tuhan yang berdengung dalam nurani.

Ah, asal tak ada yang meninggalkan agama keluarga sungguh jadi teladan kebaikan.

Friday, December 26, 2025

Ulang Tahun Rm. Djaka Setya


"Mangga nyambut Rama Djoko. Kula sing mideo" (Mari kita sambut Rm. Djoko. Saya yang ambil gambar video) kata Rm. Andika ketika makan pagi telah selesai. Rm. Djoko Setyo masih di kamar makan bersama Rm. Bambang. Ternyata itu adalah ajakan Rm. Andika untuk melakukan hal biasa yang terjadi kalau ada salah satu rama Domus berulang tahun. Kalau ada yang berulang tahun Rm. Bambang akan melantunkan sebuah tembang macapat berbahasa Jawa untuk yang berulang tahun. Pagi hari itu, 27 Desember 2025, adalah ulang tahun kelahiran Rm. Djoko Setyo Prakosa yang ke 62. "Wadhuh, kula nyerat riyin lagune" (Saya tulis dulu lagunya) kata Rm. Bambang menanggapi kata-kata Rm. Andika. Rm. Bambang langsung didorong dengan kursi rodanya dan menyiapkan tulisan lagu di kamarnya. Kemudian keluar menuju kamar Rm. Djoko bersama 3 orang karyawan. Rm. Andika menyusul siap merekam dengan HP-nya.

Seperti biasa pula, setiap ada salah satu rama penghuni berulang tahun, selalu ada makan siang bersama para rama dan karyawan serta keluarga yang berulang tahun yang didatangkan oleh rama yang berulang tahun. Maka Sabtu siang tanggal 27 Desember 2025 datang pula keluarga Rm. Djoko. Bu Rini, relawan Domus, menyajikan menu gudheg sesuai permintaan Rm. Djoko. Ternyata keluarga Rm. Djoko juga membawa gudheg dos. Maka, hari itu ada pesta gudheg. Sajian Bu Rini dinikmati di tempat. Yang dari keluarga dibagi untuk masing-masing bisa dibawa pulang. Untuk ulang tahun ke 62 Rm. Djoko, ada kidungan dari Rm. Bambang : "Samangke kita mengeti; Ari Miyos Rama Djaka; Swidak loro ing taune; Pribadi tansah sumanak; Sumeh sarta sumanak; Lan gampang diajak ngguyu; Mangga samya muji Gusti" (Kini kita peringati; Hari lahir Rama Djaka; Berusia 62 tahun; Pribadi yang gaul; Mudah senyum dan akrab; Serta mudah tertawa; Marilah bersyukur pada Tuhan).

Panitia Natal Paroki Ungaran

Pada Jumat pagi Rm. Bambang diminta untuk menerima sumbangan untuk Domus Pacis Santo Petrus, karena Rm. Andika sebagai Direktur Domus sedang...