Bagaimanapun juga ada kegembiraan khusus dalam diri Rm. Bambang pada Hari Raya Idul Fitri 2023. Sebenarnya dia sudah terbiasa tidak begitu dekat dengan sanak keluarga baik dari garis bapak maupun garis ibu. Sejarah hidupnya sudah membuat berpisah dari ibu kandung (yang berpisah dengan ayahnya) dan keluarganya sejak usia 1 tahun. Dia ikut ayahnya sebagai anak tunggal dan lebih dekat dengan nenek, ibu ayahnya. Entah bagaimana, pada masa kanak-kanak Rm. Bambang lebih dekat dengan anak-anak tetangga. Dia sudah biasa berada dalam kelompok-kelompok pada waktu remaja. Bahkan ketika kemudian menjadi Katolik sejak kelas III SMP, hidupnya lebih banyak dengan umat dan teman-teman Katolik sesama warga Kring (kini Lingkungan) Ambarrukmo. Apalagi sesudah menjadi imam, hidupnya tersantap dalam tugas-tugas yang diterima dari Uskup. Inilah yang membuat perjumpaan dengan sanak keluarga menjadi amat minim apalagi sesudah kedua orang tuanya wafat.
Thursday, April 27, 2023
Rahmat Status dalam Media Sosial
Bagaimanapun juga ada kegembiraan khusus dalam diri Rm. Bambang pada Hari Raya Idul Fitri 2023. Sebenarnya dia sudah terbiasa tidak begitu dekat dengan sanak keluarga baik dari garis bapak maupun garis ibu. Sejarah hidupnya sudah membuat berpisah dari ibu kandung (yang berpisah dengan ayahnya) dan keluarganya sejak usia 1 tahun. Dia ikut ayahnya sebagai anak tunggal dan lebih dekat dengan nenek, ibu ayahnya. Entah bagaimana, pada masa kanak-kanak Rm. Bambang lebih dekat dengan anak-anak tetangga. Dia sudah biasa berada dalam kelompok-kelompok pada waktu remaja. Bahkan ketika kemudian menjadi Katolik sejak kelas III SMP, hidupnya lebih banyak dengan umat dan teman-teman Katolik sesama warga Kring (kini Lingkungan) Ambarrukmo. Apalagi sesudah menjadi imam, hidupnya tersantap dalam tugas-tugas yang diterima dari Uskup. Inilah yang membuat perjumpaan dengan sanak keluarga menjadi amat minim apalagi sesudah kedua orang tuanya wafat.
Wednesday, April 26, 2023
Santa Zita
diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 11 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014 Hits: 9517
- Perayaan27 April
- LahirTahun 1218
- Kota asalBozzanello, Monte Sagrate, Tuscany, Italy
- Wafat
- 27 April 1278 di Lucca, Italy | Sebab alamiah
- BeatifikasiTahun 1652 oleh Paus Innosensius X
- Kanonisasi
- 5 September 1696 oleh Paus Innosesius XII
Merupakan tradisi pada waktu itu bahwa keluarga-keluarga miskin akan mengirimkan anak-anak gadis mereka kepada keluarga-keluarga yang terpercaya, yang mampu mempekerjakan mereka. Para gadis itu akan tinggal dalam keluarga tersebut untuk beberapa waktu lamanya dan dipekerjakan untuk melakukan tugas-tugas rumah tangga. Zita pergi bekerja di rumah keluarga Fatinelli di Lucca ketika usianya dua belas tahun.
Bapak dan Ibu Fatinelli adalah orang yang baik, mereka memiliki beberapa pekerja. Zita senang dapat bekerja dan mengirimkan upahnya kepada orangtuanya. Ia berusaha hidup penuh tanggung jawab. Ia membiasakan diri untuk berdoa di luar jadwal kerjanya. Setiap pagi ia bangun pagi-pagi benar agar dapat ambil bagian dalam perayaan Misa.
Zita seorang pekerja yang rajin. Ia merasa bahwa bekerja adalah bagian dari hidupnya. Tetapi pekerja-pekerja lain iri hati kepadanya. Sedapat mungkin mereka bekerja sedikit saja. Mereka mulai mencari-cari kesalahan Zita serta memusuhinya tanpa sepengetahuan majikan mereka. Zita merasa sedih, tetapi ia berdoa mohon kesabaran. Ia tidak pernah melaporkan mereka. Ia tetap melakukan tugas-tugasnnya sebaik mungkin tanpa peduli pendapat mereka.
Santa Zita selalu berusaha siapa saja yang membutuhkannya semampu yang bisa ia berikan. Upahnya selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga ia habiskan untuk membeli makanan untuk para pengemis dan tuna wisma.
Seluruh hidupnya ia habiskan dengan bekerja untuk keluarga Fatinelli. Sementara para pekerja lainnya datang dan pergi, ia tetap setia. Ia melayani majikannya dengan cinta kasih. Ia mengasihi mereka seperti ia mengasihi keluarganya sendiri. Dengan teladannya, Zita membantu orang menyadari bahwa bekerja itu menyenangkan apabila dilakukan dengan semangat cinta kasih Kristiani. Zita wafat dengan tenang pada tanggal 27 April 1278 dalam usia enam puluh tahun.
Tubuh St. Zita ditemukan terawetkan pada tahun 1580 dan saat ini disemayamkan di gereja St. Frediano di Lucca, Italia, persis di samping rumah keluarga Fatinelli.
Lamunan Pekan Paskah III
Kamis, 27 April 2023
Yohanes 6:44-51
44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. 45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. 46 Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. 47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. 48 Akulah roti hidup. 49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. 50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. 51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."
Butir-butir Permenungan
- Tampaknya, orang dapat yakin bahwa dengan beragama dia ikut Tuhan. Untuk dekat Tuhan orang akan tekun menjalani agama.
- Tampaknya, orang juga bisa memperdalam ilmu dan tekhnik doa dan meditasi agar mudah jumpa Tuhan. Pada zaman kini ada pelatihan-pelatihan dan gerakan-gerakan olah rohani.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun tekun beragama dan menjalani berbagai latihan rohani, orang sadar bahwa kedekatan dengan Tuhan adalah karya ilahi yang selalu menggerayangi dan membimbing relung hati. Dalam yang Ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati untuk ada dalam kesatuan dengan Tuhan orang membuka hati ditarik untuk ikut daya dan kehendak-Nya.
Ah, asal ikut kelompok dan hatihan-latihan rohani orang akan punya jalan mulus bersatu dengan Tuhan.
Tuesday, April 25, 2023
WKRI & CU Paroki Mlati
Rm. Bambang kalau bangun tidur di pagi hari biasanya pada antara jam 01.00-02.00. Dia sudah merasa seperti kesiangan kalau terbangun pada jam 03.00. Inilah yang membuatnya setiap habis makan pagi dan kemudian menghadapi laptop untuk mengirimkan status santo-santa dia kerap tertidur di kursi roda sekitar 30-45 menit bahkan lebih. Kalau pada pagi, biasanya sekitar jam 09.00-10.00, ada rombongan kunjungan Rm. Bambang sudah bisa ikut menyambut dengan rasa segar. Tetapi kalau tidak ada tamu, yang biasanya kalau ada selalu diinformasikan oleh Rm. Hartanta sebelumnya, Rm. Bambang bisa naik ke ranjangnya pada sekitar jam 08.00 untuk tidur barang sekitar 1 jam. Pada Selasa 25 April 2023 tidak ada pengumuman bahwa hari itu akan ada tamu. Rm. Bambang naik ranjang untuk tidur seusai mengirimkan status medsos tentang Santo Markus, Penulis Injil. Pada jam 09.00 lebih dia sudah terbangun dan kemudian sibuk dengan laptopnya. Dari kamarnya Rm. Bambang mendengar berbagai suara-suara tamu. Dia berpikir bahwa mereka adalah tamu-tamu pribadi para romo lain. Tiba-tiba Rm. Hartanta berada di muka pintu kamar Rm. Bambang. "Mendadak onten tamu saking Mlati. Ngga tumut nemoni" (Ada tamu mendadak. Mari ikut menyambut). Ketika keluar kamar, Rm. Bambang melihat Rm. Ria dan Mgr. Blasius sudah duduk bersama para tamu. Rm. Harto datang sesudah Rm. Bambang. Ternyata tamu yang datang terdiri dari 7 ibu dan 2 bapak sebagai wakil Wanita Katolik RI Ranting Mlati dan CU Mlati. Omong-omong santaipun terjadi. Memang ada pertanyaan "Wonten pinten romo?" (Ada berapa romo tinggal di Domus) yang langsung dijawab oleh Rm. Hartanta dan praktis menjadi perkenalan tentang Domus. Acara-acara harian yang dilakukan oleh para romo juga menjadi pertanyaan. Tentu saja Rm. Bambang biasa menempatkan diri sebagai pembelok-pembelok omongan yang membuat suasana ceria tertawa-tawa.
Santo Paschasius Radbertus
diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 11 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014 Hits: 6969
- Perayaan26 April
- LahirTahun 790
- Kota asalSoissons, Perancis
- Wafat
- Tahun 860 | Sebab alamiah
- Kanonisasi
- Pre-Congregation
Tak seorang pun tahu siapa orangtua santo Paschasius. Sesaat setelah ia dilahirkan, orang tuanya membuang bayi malang Paschasius di depan pintu Biara Notre Dame. Para biarawati mengasihi dan merawat sang bayi. Mereka menamainya Radbertus. Ketika sudah cukup besar untuk belajar, Radbertus dikirimkan kepada para biawaran Benediktin yang tak jauh dari sana untuk bersekolah.
Radbertus senang belajar dan teristimewa menaruh minat pada sastra Latin. Setelah dewasa, ia hidup tenang sebagai ilmuwan. Ia tetap seorang awam selama beberapa tahun. Kemudian ia merasakan panggilan untuk menjadi seorang biarawan. Ia menggabungkan diri dalam suatu komunitas yang dipimpin oleh dua abbas yang penuh semangat, yakni St. Adalhard dan saudaranya yang menggantikannya, Abbas Wala. Radbertus berupaya menjadi seorang biarawan yang kudus. Ia kerap menemani kedua abbas dalam perjalanan-perjalanan mereka. Ia menulis biografi kedua abbas setelah mereka wafat. Radbertus menjadi seorang ahli Kitab Suci. Ia menulis ulasan panjang mengenai Injil St. Matius. Ia juga menulis ulasan mengenai bagian-bagian lain dari Injil. Tetapi karyanya yang paling tersohor berjudul “Tubuh dan Darah Kristus”.
Radbertus tidak merasakan panggilan untuk menjadi imam. Tetapi ia dibujuk untuk menerima penunjukkan sebagai abbas selama tujuh tahun lamanya. Kemudian ia mendesak untuk kembali ke cara hidup dalam doa, meditasi, belajar dan menulis. Masa jabatannya sebagai abbas sungguh amat sulit baginya meski ia berupaya melakukan yang terbaik seturut kemampuannya. Ia menghabiskan sisa hidupnya dengan berdoa, menulis dan melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya. Radbertus wafat pada tahun 860.
Lamunan Pekan Paskah III
Rabu, 26 April 2023
Yohanes 6:35-40
35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. 36 Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. 37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. 38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. 39 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. 40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Butir-butir Permenungan
- Tampaknya, pada umumnya kaum beragama berjuang untuk tidak masuk neraka. Itu dipandang sebagai tempat pembuangan dan penyiksaan abadi bagi orang yang tak taat agama.
- Tampaknya, pada umumnya kaum beragama percaya bahwa untuk menangkal neraka adalah dengan taat beragama. Dengan menjalani tatanan dan ajaran agama orang dapat yakin bebas dari neraka.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun tekun menjalani agama bisa dianggap sebagai jalan membebaskan diri dari api neraka, orang menyadari bahwa keamanan sejati dari siksa abadi harus dilandasi oleh kebiasaan bertandang akrab dengan relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya denga gema relung hati orang akan mendasarkan segala hidupnya pada kemesraan dengan hati nurani.
Ah, asal rajin jalani agama pasti masuk surga.
Monday, April 24, 2023
Ulang Tahunan di Domus
Pada Sabtu 15 April 2023 jam 12.50 ada pesan WA masuk dalam HP Rm. Bambang "Selamat siang romo,berkah dalem🙏Klo diijinkan besuk tgl 23 april kami keluarga mau berkunjung ke Domuspacis bersamaan ultah cucu saya ,apakah ada waktu untuk kami? Mohon infonya njih mo". WA ini datang dari Ibu Wartini. Beliau warga Lingkungan Badran, Paroki Kumetiran, bahkan pernah menjadi Ketua Lingkungan. Rm. Bambang cukup dekat dengan umat Lingkungan ini sejak masih berada di Domus Pacis Puren, Pringwulung. Selain mereka sudah beberapa kali menyelenggarakan hari besar Gereja di Puren, Rm. Bambang juga kerap dipanggil untuk memimpin Misa ujub keluarga di Badran. Bahkan ketika merayakan Natal 2022, Lingkungan ini juga memanggil Rm. Bambang untuk memimpin Misa.Terhadap informasi akan datang berkunjung pada Minggu 23 April 2023, Rm. Bambang minta Bu Wartini untuk mengontak Rm. Hartanta sebagai direktur Domus Pacis St. Petrus. Dan benarlah, Bu Wartini bersama anak-anak, menantu dan cucu-cucunya datang di Domus Pacis pada jam 10.00. Selain Rm. Hartanta dan Rm. Bambang, yang ikut menyambut adalah Rm. Harto, Mgr. Blasius, Rm. Yadi, dan Rm. Ria. Tentu saja Rm. Hartanta menyelamati datang dan mengenalkan Domus termasuk para romo dan karyawannya. Bagi Rm. Bambang suasana kunjungan ini sungguh memberikan kegembiraan secara khusus. Ternyata Rm. Bambang sudah akrab dengan besan Bu Wartini yang datang bersama anak-anak serta saudaranya. Sebetulnya Rm. Bambang sudah bertanya-tanya dalam hati siapakah mereka ketika Bu Wartni berkata "Kita nengga ingkang saking Srumbung rumiyin nggih, romo" (Romo, kita menunggu sebentar yang dari Srumbung). Srumbung adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Magelang di bawah Paroki Salam. Rm. Bambang pernah ikut berkarya di paroki itu selama 6 tahun. Kehadiran keluarga dari Srumbung itu membuatnya berjumpa dengan yang dulu masih usia sekolah SD. Mereka adalah putra-putra almarhum Pak Bakir dari Dusun Bendan. Yang jelas hari itu adalah Hari Ulang Tahun ke 14 Tian, cucu Bu Wartini. Mereka merayakan dengan berkunjung kepada para romo sepuh. Bahkan mereka kemudian juga mengunjungi Rm. Tri Wahyono di kamarnya, karena romo ini juga berasal dari Lingkungan Badran.
Santa Theodosia dari Tirus
diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 11 April 2015 Diperbaharui: 11 April 2015 Hits: 12199 Perayaan 02 April Lahir Sek...
-
Rm. Stefanus Istata Raharja adalah salah satu Imam Praja Keuskupan Agung Semarang. Tuhan memanggil beliau pada Minggu 5 Oktober 2025 jam 15....
-
"Siapakah dia?" Barangkali, kalau pertanyaan ini disertakan pada gambar foto dalam berita ini, akan ada beberapa orang yang ikut b...
-
Sejak di Domus Pacis Puren, Pringwulung, keluarga ini memang biasa berkunjung ke Rm. Bambang setahun sekali. Itu terus terjadi hingga kini R...












