Thursday, September 21, 2023

Lamunan Pekan BIasa XXIV

Jumat, 22 September 2023

Lukas 8:1-3

1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, 2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, 3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, pada zaman kini segalanya diperhitungkan dengan uang. Keberadaan barang dan jasa juga dihitung dengan uang agar jelas pertanggungjawabannya.
  • Tampaknya, di dalam hidup beragama pun tata akutansi juga mewarnai. Hal ini untuk alat pertanggungjawaban keuangan yang ada dalam kehidupan beragama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin. sekalipun tata keuangan dengan sistem akutansi dibutuhkan untuk pertanggungjawaban secara transparan, ada bentuk-bentuk keterlibatan pribadi yang dilandasi oleh sikap sukarela yang mengalirkan tanggungjawab pribadi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati ada keterlibatan dalam hidup bersama sebagai iniatif pribadi karena dorongan nurani sehingga tak memerlukan pertanggungjawaban organisatoris.

Ah, dalam tata keuangan agama juga butuh diorganisasi agar tak ada penyelewengan.

Wednesday, September 20, 2023

Lamunan Pesta

Santu Matius, Rasul dan Penulis Injil

Kamis, 21 September 2023

Matius 9:9-13

9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. 10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. 11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. 13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa Tuhan amat mencintai orang benar karena taat agama. Yang abai agama dan hidup penuh noda berada dalam nista-Nya.
  • Tampaknya, yang yang beriman dan taat agama juga akan menjauhi kaum busuk pelanggar segala keutamaan sosial. Mereka bagaikan penyakit masyarakat yang mudah menulari yang berdekatan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun kaum busuk penuh noda yang dibenci oleh masyarakat, kekudusan ilahi justru menyadarkan Tuhan hadir sebagai Sang Kasih bukan pembenci kaum pendosa. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yang sungguh beriman akan mengikuti jejak Tuhan dengan membuka diri sambung dengan kaum abai kebaikan.  

Ah, kaum pendosa jelas harus disingkiri.

Tuesday, September 19, 2023

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Andreas Kim Taegon, Imam dan Paulus Chong Hasang, dan kawan-kawan Martir

Rabu, 20 September 2023

Lukas 7:31-35

31 Kata Yesus: "Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? 32 Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. 33 Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. 34 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. 35 Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran yang disebut salah itu yang perilakunya bertentangan dengan tatanan umum. Orang bertindak menjalani yang dilarang.
  • Tampaknya, ada gambaran yang disebut salah itu yang perilakunya dinilai buruk oleh kebanyakan orang. Orang bertindak bertentangan dengan arus umum.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun sudah bertindak sejalan dengan tatanan dan arus umum, sejatinya orang dapat salah bahkan jadi jahat kalau memiliki sikap kebenaran hanya ada pada diri atau kelompoknya sehingga menilai buruk apapun yang dilakukan oleh orang lain. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa kesalahan dan kejahatan sejati mengalir dari sikap yang selalu menyalahkan apapun yangh dilakukan oleh orang lain. 

Ah, yang hebat itu kalau teguh berpegang pada pendapat pribadi.

Monday, September 18, 2023

Lamunan Pekan BIasa XXIV

Selasa, 19 September 2023

Lukas 7:11-17

11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" 14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" 15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." 17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Butir-butir Permenungan

  • Katanya, pada zaman kini segalanya dihitung serba uang. Karena ada gambaran apapun butuh beaya, layaklah kalau ada pepatah “tak ada makan siang gratis”.
  • Katanya, yang namanya produksi pada di era global tak hanya berupa barang tetapi juga jasa. Bahkan main-main medsos pun orang juga bisa mendapatkan uang.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun perkembangan zaman menuntut segalanya dihitung dengan uang, berbagai perbuatan demi orang lain dapat gratis kalau terjadi karena dorongan belas kasih. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan ikhlas benjadi bentuk rahmat Tuhan demi yang papa dan menderita tanpa pertimbangan untung rugi.   

Ah, pada jaman kini jasapun akan jadi uang.

Sunday, September 17, 2023

Lamunan Pekan BIasa XXIV

Senin, 18 September 2023

Lukas 7:1-10

-1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. 2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. 3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. 4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, 5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." 6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; 7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" 10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, tak sedikit orang mengaitkan iman dengan agama. Agama menjadi bukti dan tanda seseorang punya iman.
  • Tampaknya, untuk berkembang dalam iman orang dapat mencari keteladanan tokoh agama. Orang yang tekun dan taat beragama akan jadi teladan orang lain untuk makin beriman.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun agama mengingatkan orang dalam beriman kepada Tuhan, tetapi kesejatian beriman terutama ada dalam sikap berendah diri sadar dalam realita hidup tak layak sambung dengan Tuhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati sikap sadar akan ketidaklayakan diri di hadapan Tuhan justru bisa menjadikan orang apapun agama dan atau kepercayaannya menjadi tokoh besar hidup beriman.  

Ah, bagaimanapun juga tokoh iman itu adalah orang taat agama.

Saturday, September 16, 2023

Lamunan Pekan BIasa XXIV

Minggu, 17 September 2023

Matius 18:21-35

21  Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: ”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” 22Yesus berkata kepadanya: ”Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

23Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

28Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.

31Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

35Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, pada umumnya orang senang berjumpa dengan orang-orang baik. Orang baik-baik berjuang untuk menyingkir dari orang-orang berperilaku buruk.
  • Tampaknya, orang masih bisa mentoleransi mendapatkan perilaku buruk yang pernah dilakukan oleh orang lain. Untuk sekali atau dua kali kesalahan, orang masih bisa mengampuni, tetapi kalau sudah berkali-kali orang bisa membalasnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun berkali-kali mendapatkan perilaku buruk yang sungguh menyakitkan hati, karena keterbukaannya dengan belaian aura yang bertahta di relung hati orang akan tetap menampilkan keikhlasan diri dan jauh dari menutup relasi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan selalu mengelola diri menjadi pengampun terhadap perilaku buruk orang lain berapa kalipun frekuensinya. 

Ah, untuk membuat jera orang harus membalas orang yang selalu memperlakukan buruk.

Friday, September 15, 2023

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Kornelius, Paus dan Santo Siprianus, Uskup dan Martir

Sabtu, 16 September 2023

Lukas 6:43-49

43 "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. 44 Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. 45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."

46 "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? 47 Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya --Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--, 48 ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. 49 Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang bisa merasa beriman karena paham ajaran suci. Kitab Suci dipercaya berisi ajaran yang langsung dari bisikan Tuhan.
  • Tampaknya, orang bisa merasa beriman kalau rajin membaca Kitab Suci. Dia bisa mengembangkan pemahaman akan Kitab Suci dan mampu mewartakannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun banyak hafal ayat-ayat Kitab Suci dan mampu menjelaskan, orang belum sungguh beriman kalau tidak menjadikannya perjuangan bertindak dalam hidup harian. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa kekokohan sejati kehidupannya hadir karena adanya landasan amalan isi Kitab Suci yang masuk dalam perhatiannya.

Ah, asal hafal Kitab Suci orang pasti dekat Tuhan.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...