Sunday, September 10, 2023

Pertanda Penyadar Sakit

Saat itu aku bersama kelompok mempersiapkan sebuah Misa. Tetapi suasana persiapan kurang bersemangat. Aku mengulanginya, tetap kurang semangat, Kuputuskan berhenti untuk istirahat. Kemudian aku omong mungkin dengan volume cukup keras berkaitan dengan pengulangan latihan "Sesuk meneh. Esuk apa awan?" (Besok lagi. Pagi atau siang?). Tiba-tiba aku terkejut ada suara beberapa orang tertawa. Kemudian ada yang berkata "Romo ngelindur". Aku tersadar bahwa serdang berbaring di salah satu tempat tidur Ruang ICCU RS Panti Rapih. Yang tertawa dan omong adalah beberapa suster perawat yang selalu menjaga kondisi para pasien.


Sebenarnya itu adalah hal biasa kalau kondisi badanku berada dalam kuasa penyakit yang mengharuskanku banyak berbarang. Sebenarnya selama 8 hari di ICCU setiap kali mata terpejam dan terlena tertidur, aku masuk dalam dunia mimpi. Padahal aku dapat langsung tersadar berada dalam pengawasan para suster perawat. Maka proses mimpi dan sadar berlangsung beberapa kali dalam beberapa hari. Satu hal yang perlu dicatat adalah begitu masuk dunia mimpi, aku selalu menghadapi persoalan. Dan itu berarti aku pakai ngelindur. Ketika sudah pulang di rumah para romo tua Domus Pacis Santo Petrus, impian berisi masalah juga masih terulang. Misalnya pada tidur malam tanggal 10 September 2023. Aku merasa harus berhadapan dengan salah satu romo yang nomor WA-nya kupakai bersama beberapa orang lain. Sato Nomor WA dipakai bersama. Di situ aku merasa dibebani masalah aneh-aneh yang tak kupahami. Maka setiap kali aku terbangun dan tertidur lagi. Tetapi isi impian masih sama. Maka ketika dalam suasana sadar mulutku mendaraskan kata "Gusti ..... Gusti .... Gusti ....." (Tuhan .... Tuhan .... Tuhan ....)

Lamunan Pekan Biasa XXIII

Senin, 11 September 2023

Lukas 6:6-11

6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. 7 Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. 8 Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. 9 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" 10 Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. 11 Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya kaum agamawan bisa amat setia pada tatanan agama. Mereka juga menjadi penjaga pelaksaannya di antara umat.
  • Tampaknya, kaum agamawan juga bisa merasa harus menjaga kebenaran iman umat. Mereka akan bisa memastikan umat mentaati yang ditata oleh agama atau tidak.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul mesra dengan kedalaman batin, sekalipun tatanan hidup keagamaan menjadi pedoman orang untuk hidup ber-Tuhan, kalau fokusnya amat ekstrim pada rumusan tatanan agama, seorang beragama akan buta perjuangan demi damai sejahtera manusia yang menjadi amanat dasar agama. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati dengan memeluk agama orang sadar akan amanat perutusan hidup untuk ikut terlibat menghadirkan damai sejahtera bagi sesama. 

Ah, yang bertindak beda dari rumusan tatanan agama jelas orang sesat.

Saturday, September 9, 2023

Lamunan Pekan Biasa XXIII

Minggu, 10 September 2023

Matius 18:15-20

15 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. 16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. 17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, di kalangan agamawan ada keyakinan bahwa Tuhan bertahta di sorga. Kehendak-Nya adalah nasib dunia ciptaan.
  • Tampaknya, apapun yang dilakukan oleh manusia, itu tak akan berpengaruh pada kuasa Tuhan. Manusia yang beragama harus menjalani segala kehendak-Nya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun manusia hanyalah ciptaan Tuhan dan harus taat kepada-Nya, persekutuannya dalam kebersamaan juga membuat yang ilahi ada bersamanya sehingga segala kebijakan yang dibuat berbobot aura kuasa sorgawi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang beriman akan menemukan bentuk ketaatan pada Tuhan dalam tata kehidupan bersama. 

Ah, masakan tindakan manusia bisa mempengaruhi kebijakan Tuhan?

Friday, September 8, 2023

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Petrus Klaver, Imam

Sabtu, 9 September 2023

Lukas 6:1-5

1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. 2 Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" 3 Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, 4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" 5 Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Butir-butir Permenungan

  • Katanya, ajaran agama itu menjamin kebenaran beriman. Orang yang mau sungguh beriman harus menerima saja dan tak boleh mengotak-atiknya.
  • Katanya, hukum agama itu menjamin kebenaran orang berperilaku iman. Yang tak taat bisa dicap tak setia pada Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun ajaran dan hukum agama harus dipegang teguh bagi kaum beriman, bagaimanapun juga situasi kondisi kongkret orang sebagai penghayat menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati keberadaan agama adalah untuk kebaikan manusia dan bukan sebaliknya manusia menjadi alat agama. 

Ah, yang tak jalani hidup persis aturan agama jelas tak beriman.

Thursday, September 7, 2023

Lamunan Pesta

Kelahiran Santa Perawan Maria

Jumat, 8 September 2023

Matius 1:1-16.18-23

1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. 2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, 3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, 4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, 5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, 6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, 7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, 8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, 9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, 10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, 11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. 12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, 13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, 14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, 15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, 16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya pendamping adalah peran dari tokoh utama. Dalam deretan daftar tokoh pencantuman nama pendampingan hanyalah sebagai tambahan.
  • Tampaknya, yang namanya tambahan merupakan pelengkap atau bahkan bisa menjadi penghias. Fungsi tambahan bisa dihilangkan dan kalau ada bisa hanya menjadi embel-embel.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahw, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun yang namanya peran tambahan dalam tampilan resmi bisa dipandang sebagai hiasan, kalau dalam dirinya ada kepenuhan daya ilahi, orang justru memiliki fungsi penentu hadirnya kebaikan umum. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang bisa menjadi peran sejati yang utama dalam partisipasi ikut menghadirkan karya Tuhan. 

Ah, yang namanya embel-embel itu ya pasti bisa dihilangkan.

Wednesday, September 6, 2023

Lamunan Pekan Biasa XXII

Kamis, 7 September 2023

Lukas 5:1-11

1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." 5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." 11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. 

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, setiap pembelajaran akan berujung pada kemampuan kerja. Kemampuan kerja yang baik dan terlatih akan memuncak ke hasil bermakna untuk hidup.
  • Tampaknya, orang bisa mengalami prestasi khusus sebagai puncak dari kerjanya. Hasil tertinggi dalam berprestasi akan disebut rekor.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun menjadi ahli bahkan dapat berprestasi mencapai rekor dalam kerja, kalau orang merasa bisa mencapai kemampuan yang menghasilkan bahkan puncak kemampuan, itu adalah perintah Tuhan untuk memperdalam kemampuan dengan kemungkinan alternatif. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa penghayatan kesejatian hidup adalah belajar dan belajar sekalipun sudah berkemampuan. 

Ah, kalau sudah ahli jelas hanya jadi pengajar.

Tuesday, September 5, 2023

Lamunan Pekan Biasa XXII

Rabu, 6 September 2023

Lukas 4:38-44

38 Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. 39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. 40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. 41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.

42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. 43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." 44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, setiap orang akan senang kalau mendapatkan penerimaan dari banyak orang. Dia bisa mengalami kenyamanan hidup.
  • Tampaknya, orang akan bahagia kalau tidak ada yang membenci. Orang akan mengalami keselarasan hidup dengan kiri kanan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun penerimaan dan dukungan dari banyak orang menghadirkan kenyamanan, orang akan tetap menjaga dinamika hidup dan tak akan jatuh dalam kemampanan yang menghalangi tugas hidup. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan fokus menjalani tugas yang diemban dan menjaga diri tidak jatuh ke sikap cari kemampanan. 

Ah, orang baru mantap hidupnya kalau sudah memiliki kemapanan.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...