Wednesday, April 27, 2022

Santa Zita

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 11 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014 Hits: 7681

  • Lahir
    Tahun 1218
  •  
  • Kota asal
    Bozzanello, Monte Sagrate, Tuscany, Italy
  •  
  • Wafat
  •  
  • 27 April 1278 di Lucca, Italy | Sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    Tahun 1652 oleh Paus Innosensius X
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 5 September 1696 oleh Paus Innosesius XII

St. Zita dilahirkan di dusun Monte Sagrati, Italia, pada tahun 1218. Walau berasal dari keluarga yang sangat bersahaja namun kedua orangtuanya sangat saleh dan membesarkan Zita dengan cinta kasih Kristiani.

Merupakan tradisi pada waktu itu bahwa keluarga-keluarga miskin akan mengirimkan anak-anak gadis mereka kepada keluarga-keluarga yang terpercaya, yang mampu mempekerjakan mereka. Para gadis itu akan tinggal dalam keluarga tersebut untuk beberapa waktu lamanya dan dipekerjakan untuk melakukan tugas-tugas rumah tangga. Zita pergi bekerja di rumah keluarga Fatinelli di Lucca ketika usianya dua belas tahun.

Bapak dan Ibu Fatinelli adalah orang yang baik, mereka memiliki beberapa pekerja. Zita senang dapat bekerja dan mengirimkan upahnya kepada orangtuanya. Ia berusaha hidup penuh tanggung jawab. Ia membiasakan diri untuk berdoa di luar jadwal kerjanya. Setiap pagi ia bangun pagi-pagi benar agar dapat ambil bagian dalam perayaan Misa.

Zita seorang pekerja yang rajin. Ia merasa bahwa bekerja adalah bagian dari hidupnya. Tetapi pekerja-pekerja lain iri hati kepadanya. Sedapat mungkin mereka bekerja sedikit saja. Mereka mulai mencari-cari kesalahan Zita serta memusuhinya tanpa sepengetahuan majikan mereka. Zita merasa sedih, tetapi ia berdoa mohon kesabaran. Ia tidak pernah melaporkan mereka. Ia tetap melakukan tugas-tugasnnya sebaik mungkin tanpa peduli pendapat mereka.

Santa Zita selalu berusaha siapa saja yang membutuhkannya semampu yang bisa ia berikan.  Upahnya selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga ia habiskan untuk membeli makanan untuk para pengemis dan tuna wisma.  

Seluruh hidupnya ia habiskan dengan bekerja untuk keluarga Fatinelli. Sementara para pekerja lainnya datang dan pergi, ia tetap setia. Ia melayani majikannya dengan cinta kasih. Ia mengasihi mereka seperti ia mengasihi keluarganya sendiri. Dengan teladannya, Zita membantu orang menyadari bahwa bekerja itu menyenangkan apabila dilakukan dengan semangat cinta kasih Kristiani. Zita wafat dengan tenang pada tanggal 27 April 1278 dalam usia enam puluh tahun.

Tubuh St. Zita ditemukan terawetkan pada tahun 1580 dan saat ini disemayamkan di gereja St. Frediano di Lucca, Italia, persis disamping rumah keluarga Fatinelli.

Tuesday, April 26, 2022

Rm. Joko Sistiyanto Opname Lagi

Rm. Hartanta tidak tampak dalam Misa Komunitas Domus Senin 25 April 2022. Dalam makan malam sesudah Misa beliau juga tidak ada. "Neng ngendi?" (Kemana dia?) tanya Rm. Suntara sambil jarinya menunjuk kursi Rm. Hartanta yang kosong. Rm. Bambang, yang menjadi sasaran pertanyaan, menjawab "Embuh, ya. Aku ora ngerti" (Aku tidak tahu). Tetapi kemudian Rm. Bambang berkata "Mbokmenawa neng Panti Rapih" (Barangkali sedang ada di Rumah Sakit Panti Rapih). Rm. Bambang mengatakan itu karena selama makan karyawan mengatakan bahwa Rm. Joko Sistiyanto dibawa ke RS Panti Rapih. "Drop, ya?" tanya Rm. Bambang kepada karyawan. Mbak Pipit mengatakan bahwa dadanya terasa nyeri. Tensi 191/130. Padahal pagi hingga siang baru saja cuci darah di Panti Rapih.

Rm. Hartanta masih belum muncul pada waktu makan pagi Selasa 26 April 2022. Ternyata Senin sebelumnya beliau memang berada di RS Panti Rapih hingga jam 21.30. Ini dikatakan oleh Rm. Hartanta ketika mendatangi Rm. Bambang di kamarnya. "Mangke sonten nggantos kula mimpin Misa, nggih" (Nanti sore mengganti saya memimpin Misa, ya). Rm. Bambang hanya mengiyakan. Rm. Hartanta kemudian menceriterakan bahwa kondisi Rm. Joko Sistiyanto cukup berat menyangkut jantung, ginjal, dan paru-parunya. Pada Selasa sore ini ada rencana oprasi jantung untuk memasang kateter. Pembicaraan terputus karena Rm. Hartanta mendapatkan telepon. Ternyata Sr. Lusi dari RS Panti Rapih memberi tahu bahwa pemasangan kateter untuk Rm. Joko akan dilakukan pada jam 16.00. Rm. Hartanta diminta untuk datang sebelum jam itu untuk menandatangani dokumen persetujuan. Ketika habis makan malam, Rm. Bambang membuka HP dan menemukan pesan WA dari Rm. Hartanta yang terkirim pada jam 18.27 "Malam... ini baru dimulai tindakan kateterisasi nya. Nuwunnn". Ternyata dari komunikasi lewat WA sekitar jam 19.00, Rm. Bambang baru tahu kalau ada pemasangan tambahan 3 ring, sehingga kini dalam diri Rm. Joko ada 4 orang termasuk yang lama.

Lamunan Pekan Paskah II

Rabu, 27 April 2022

Yohanes 3:16-21

16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. 18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. 19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. 20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; 21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada anggapan bahwa nasib orang berada pada kuasa ilahi. Tuhan adalah penilai obyektif terhadap hidup manusia.
  • Tampaknya, ada anggapan bahwa sebagai Yang Mahaadil Tuhan akan menerapkan prinsip “award and punishment”. Yang baik akan mendapatkan berbagai karunia dan kelak masuk surga, sementara yang buruk akan mengalami nista dan kelak masuk neraka.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun Mahakuasa dan mampu menentukan apapun dengan kemahaadilan-Nya, Tuhan adalah Sang Kasih yang menghendaki damai sejahtera manusia, sehingga kalau ada yang penuh nista dan kelak masuk neraka ini semua terjadi karena pilihannya sendiri karena menyukai kenikmatan dengan perbuatan yang disembunyikan dari kebanyakan orang lain. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yakin bahwa neraka bukanlah hukuman dari Tuhan tetapi wilayah orang-orang yang menyembunyikan diri karena kejahatannya.

Ah, pokoknya hidup di dunia itu yang nikmati saja yang tersedia.

Santo Paschasius Radbertus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 11 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014 Hits: 5618

  • Perayaan
    26 April
  •  
  • Lahir
    Tahun 790
  •  
  • Kota asal
    Soissons, Perancis
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 860 | Sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Tak seorang pun tahu siapa orangtua santo Paschasius. Sesaat setelah ia  dilahirkan, orang tuanya membuang bayi malang Paschasius di depan pintu Biara Notre Dame. Para biarawati mengasihi dan merawat sang bayi. Mereka menamainya Radbertus. Ketika sudah cukup besar untuk belajar, Radbertus dikirimkan kepada para biawaran Benediktin yang tak jauh dari sana untuk bersekolah.

Radbertus senang belajar dan teristimewa menaruh minat pada sastra Latin. Setelah dewasa, ia hidup tenang sebagai ilmuwan. Ia tetap seorang awam selama beberapa tahun. Kemudian ia merasakan panggilan untuk menjadi seorang biarawan. Ia menggabungkan diri dalam suatu komunitas yang dipimpin oleh dua abbas yang penuh semangat, yakni St. Adalhard dan saudaranya yang menggantikannya, Abbas Wala. Radbertus berupaya menjadi seorang biarawan yang kudus. Ia kerap menemani kedua abbas dalam perjalanan-perjalanan mereka. Ia menulis biografi kedua abbas setelah mereka wafat. Radbertus menjadi seorang ahli Kitab Suci. Ia menulis ulasan panjang mengenai Injil St. Matius. Ia juga menulis ulasan mengenai bagian-bagian lain dari Injil. Tetapi karyanya yang paling tersohor berjudul “Tubuh dan Darah Kristus”.

Radbertus tidak merasakan panggilan untuk menjadi imam. Tetapi ia dibujuk untuk menerima penunjukkan sebagai abbas selama tujuh tahun lamanya. Kemudian ia mendesak untuk kembali ke cara hidup dalam doa, meditasi, belajar dan menulis. Masa jabatannya sebagai abbas sungguh amat sulit baginya meski ia berupaya melakukan yang terbaik seturut kemampuannya. Ia menghabiskan sisa hidupnya dengan berdoa, menulis dan melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya. Radbertus wafat pada tahun 860.

Monday, April 25, 2022

Lingkungan Imanuel, Paroki Kidul Loji


Rm. Hartanta, Direktur Domus Pacis, beberapa hari sebelumnya pernah bilang kepada Rm. Bambang bahwa jumlah yang akan berkunjung pada Sabtu 23 April 2022 adalah 8 orang. Tentu saja sudah boster juga menjadi ketentuan untuk para pengunjung Domus Pacis St. Petrus. Tetapi pada hari itu Rm. Hartanta bilang yang diijinkan adalah 10 orang. Namun yang terjadi ternyata ada 17 orang datang ketika jam hampir menunjuk angka 10.00. Mereka membagi diri dalam beberapa kelompok untuk mengunjungi beberapa romo di kamarnya. Yang mendapatkan kunjungan adalah Rm. Tri Hartono, Rm. Ria, Mgr. Blasius, Rm. Harto, Rm. Jaya, dan Rm. Bambang.

Itu adalah peristiwa kunjungan rombongan umat Lingkungan Imanuel, Paroki Kidul Loji. Rm. Bambang dapat memastikan bahwa Bu Melly berperan dalam program kunjungan ini. Bu Melly termasuk pemerhati para romo sepuh sejak masih tinggal di Domus Pacis Puren. Beliau kerap mengirimkan beberapa hal yang dibutuhkan, misalnya pempers. Bahkan kini sesudah para rama sepuh tinggal di Domus Pacis St. Petrus, Bu Melly termasuk yang ikut menyumbang kebutuhan dana untuk honor karyawan Domus secara rutin setiap bulan. Beliau juga ikut menggerakkan teman-teman jaringananya di medsos. 

Sesudah kunjungan di kamar-kamar, para tamu duduk-duduk di tempat yang sudah disediakan di bagian barat ruangan besar. Semua minum teh yang sudah disediakan oleh Domus. Domus memang sudah menyiapkan snak, tetapi ternyata para tamu juga membawa oleh-oleh snak. Maka snak yang dinikmati menjadi banyak dan bermacam-macam. Di tengah-tengah omong-omong, Rm. Hartanta memberi kesempatan para tamu kalau akan menanyakan sesuatu kepada para romo. Ternyata muncul pertanyaan "Sebelum tinggal di rumah sepuh, para romo sudah berkarya di paroki mana saja". Ketika menjawab pertanyaan, Mgr. Blasius dan Rm. Yadi membutuhkan waktu cukup lama untuk berceritera. Sedang Rm. Ria dan Rm. Bambang menjawab dengan amat singkat. Mgr. Blasius menutup kunjungan dengan doa dan berkat. Kemudian foto bersama juga terjasi.

Lamunan Pekan Paskah II

Selasa, 26 April 2022

Yohanes 3:7b-15

7b Kamu harus dilahirkan kembali. 8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh. 9 Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?" 10 Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? 11 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. 12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? 13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, setiap orang ingin terhormat dan ditinggikan di tengah masyarakat. Itu akan menghadirkan kebahagiaan.
  • Tampaknya, dengan status terhormat orang dapat yakin hidup menjadi mudah. Segala yang diharapkan akan kesampaian dengan lancar tanpa hambatan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun banyak yang menganggap status terhormat menghadirkan kemudahan hidup, kehormatan sejati justru hadir dalam diri orang yang rela menderita susah payah dengan berbagai pengorbanan demi kepentingan dan kebaikan banyak orang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yakin bahwa kebahagiaan sejati ada di balik kerelaan berkorban ikut ambil bagian memperjuangkan kebahagiaan banyak orang lain.

Ah, jadi terhormat itu ya kalau segalanya terlayani sehingga jauh dari susah payah.

Sunday, April 24, 2022

Santo Markus, Penulis Injil

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 10 Agustus 2013 Diperbaharui: 13 September 2020 Hits: 20265

  • Perayaan
    25 April
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Siprus
  •  
  • Wilayah karya
    Palestina, Asia kecil, Roma, Mesir
  •  
  • Wafat
  •  
  • 25 April 68 di Alexandria, Mesir | Martir
    Menurut tradisi Markus diikat tali dilehernya lalu diseret sepanjang jalan sampai ia mati
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Markus hidup pada jaman Yesus. Ia bukan salah seorang dari kedua belas rasul Kristus, melainkan saudara sepupu St. Barnabas Rasul (Kis 12:25).  Markus menjadi terkenal karena ia menulis satu dari keempat Injil. Sebab itu ia disebut pengarang Injil.

Injil Markus cukup singkat, tetapi memberi banyak keterangan terperinci yang tidak terdapat dalam Injil lainnya. Ketika masih muda, Markus pergi bersama dua rasul besar, Paulus dan Barnabas, dalam suatu perjalanan kerasulan untuk mewartakan ajaran Yesus pada bangsa-bangsa lain.

Namun sebelum perjalanan berakhir, tampaknya Markus berselisih dengan Paulus. Markus mendadak kembali ke Yerusalem meninggalkan Paulus dan Barnabas di Pamfilia. Hal ini menyebabkan Paulus dan Barnabas berselisih. (kis 15:35-41). Paulus dan Markus akhirnya dapat mengatasi perselisihan mereka. Malahan, dari penjara di Roma, Paulus menulis : "... Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku". (2 Tim 4:11).

Markus juga menjadi murid kesayangan St. Petrus, Paus pertama kita. Petrus menyebut St. Markus sebagai “anakku.” (1 Ptr 5:13) Karena itu, sebagian orang beranggapan bahwa dengan ini Petrus hendak mengatakan bahwa dialah yang membaptis Markus.

Markus ditahbiskan sebagai uskup dan diutus ke Alexandria, Mesir. Di sana ia berkarya dengan gemilang dan mempertobatkan banyak orang. Markus dianggap sebagai pendiri Gereja Aleksandria, yang sekarang menjadi gereja Koptik (Markus disebut sebagai Paus Pertama Gereja Koptik). Bagian-bagian liturgi Gereja Koptik dapat ditelusuri kembali ke Santo Markus sendiri. Dia juga dihormati sebagai pendiri kekristenan di Afrika. Menurut tradisi Markus akhirnya harus mengalami penderitaan yang panjang serta menyakitkan sebelum ia wafat sebagai martir pada tahun 68 di Aleksandria.

Pada 828 Jenazah St. Mark dicuri dari Alexandria oleh seorang pedagang Venesia dan dibawa ke Kota Venesia. Seluruh rakyat Venisia menyambut kedatangan Relik tubuh Orang Suci ini dan segera menjadikannya sebagai Santo Pelindung bagi kota mereka. Sebuah Basilika yang indah kemudian dibangun di Kota Venisia sebagai tempat penghormatan bagi Santo Markus.

Pada bulan Juni tahun 1968, Paus Koptik Cyril VI dari Aleksandria mengirimkan delegasi resmi ke Vatican untuk menerima kembali Relik dari St. Markus dari Paus Paulus VI.  Delegasi ini terdiri dari sepuluh Metropolitan (Uskup Agung) dan uskup, tujuh di antaranya adalah uskup Koptik dan tiga Uskup Gereja Ethiopia, serta tiga pemimpin awam Gereja Koptik.

Delegasi dari Afrika menerima Relik Santo Markus pada tanggal 22 Juni 1968.  Keesokan harinya, mereka merayakan liturgi bersama Paus di Kapela Santo Athanasius di Roma. Para Metropolitan, uskup, dan imam delegasi semua berpartisipasi dalam liturgi tersebut (sebuah perayaan misa ekumenis yang mengharukan).

Relik kemudian dibawa kembali ke Aleksandria dan disemayamkan di Saint Mark's Coptic Orthodox Cathedral Aleksandria Mesir. Gereja Kathedral Koptik ini dibangun diatas sebuah gereja yang pernah dibangun oleh Santo Markus sendiri di tahun 60.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...