Monday, April 26, 2021

Lamunan Paskah Pekan IV

Selasa, 27 April 2021

Yohanes 10:22-30

22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. 23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. 24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami." 25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, 26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. 27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, 28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. 29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. 30 Aku dan Bapa adalah satu."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dalam agama-agama orang dapat menemukan gambaran tentang Tuhan. Dari sini ada corak agama yang monoteistik dan corak agama yang politeistikan.
  • Tampaknya, kalau sudah sampai pada ajaran dasar corak-corak agama itu dapat menghadirkan rumusan-rumusan kepercayaan. Yang beraliran monoteisme hanya mempercayai adanya satu Tuhan, dan yang politeisme mengakui ada lebih dari satu Tuhan yang berhubungan dengan aneka unsur dan hal yang ada di dunia serta aneka kebutuhan manusia.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, walau golongan monotiesme dan politiisme bisa saling berbantah, kesejatian Tuhan bukan realita yang dapat dihitung karena yang ilahi adalah sumber daya dasar adanya kesatuan dalam keanekaan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang menghayati kehidupan menjadi milik-Nya secara individual dan secara bersama dalam persekutuan paguyuban-paguyuban.

Ah, pokoknya Tuhan itu ada di sorga pencipta langit dan bumi.

Santo Paschasius Radbertus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 11 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014 Hits: 4344

  • Perayaan
    26 April
  •  
  • Lahir
    Tahun 790
  •  
  • Kota asal
    Soissons, Perancis
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 860 | Sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Tak seorang pun tahu siapa orangtua santo Paschasius. Sesaat setelah ia  dilahirkan, orang tuanya membuang bayi malang Paschasius di depan pintu Biara Notre Dame. Para biarawati mengasihi dan merawat sang bayi. Mereka menamainya Radbertus. Ketika sudah cukup besar untuk belajar, Radbertus dikirimkan kepada para biawaran Benediktin yang tak jauh dari sana untuk bersekolah.

Radbertus senang belajar dan teristimewa menaruh minat pada sastra Latin. Setelah dewasa, ia hidup tenang sebagai ilmuwan. Ia tetap seorang awam selama beberapa tahun. Kemudian ia merasakan panggilan untuk menjadi seorang biarawan. Ia menggabungkan diri dalam suatu komunitas yang dipimpin oleh dua abbas yang penuh semangat, yakni St. Adalhard dan saudaranya yang menggantikannya, Abbas Wala. Radbertus berupaya menjadi seorang biarawan yang kudus. Ia kerap menemani kedua abbas dalam perjalanan-perjalanan mereka. Ia menulis biografi kedua abbas setelah mereka wafat. Radbertus menjadi seorang ahli Kitab Suci. Ia menulis ulasan panjang mengenai Injil St Matius. Ia juga menulis ulasan mengenai bagian-bagian lain dari Injil. Tetapi karyanya yang paling tersohor berjudul “Tubuh dan Darah Kristus”.

Radbertus tidak merasakan panggilan untuk menjadi imam. Tetapi ia dibujuk untuk menerima penunjukkan sebagai abbas selama tujuh tahun lamanya. Kemudian ia mendesak untuk kembali ke cara hidup dalam doa, meditasi, belajar dan menulis. Masa jabatannya sebagai abbas sungguh amat sulit baginya meski ia berupaya melakukan yang terbaik seturut kemampuannya. Ia menghabiskan sisa hidupnya dengan berdoa, menulis dan melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya. Radbertus wafat pada tahun 860.

Sunday, April 25, 2021

Rm. Hartanta Melihat Ada Kekuatan Suara


Di dalam Misa bisa saja imam yang memimpin berjumlah lebih dari satu. Namun salah satu akan menjadi selebran utama yang menjadi penentu jalannya liturgi perayaan ekaristi. Imam yang lain akan berada di posisi tertentu entah bagian sebelah kiri atau kanan selebran utama. Imam lain akan berperan sesuai dengan yang ditunjukkan oleh selebran utama. Dapat saja terjadi semuanya dilakukan oleh selebran utama dan imam lain hanya diam. Ini adalah umum untuk misa yang dipimpin oleh lebih dari satu imam. Namun demikian yang terjadi di Domus Pacis bisa lain.

"Rama kersa giliran mimpin misa?" (Apakah rama bersedia mendapatkan giliran untuk memimpin misa?) kata Rm. Hartanta kepada Rm. Ria pada suatu hari ketika sedang makan bersama. Rm. Ria menjawab "Aku ora didhawuhi" (Aku tidak diminta) yang langsung ditanggapi oleh Rm. Hartanta "Yen ngaten Rama mimpin pendhak Rebo, dina giliran kula. Mangke kula dhampingi" (Kalau begitu Rama akan memimpin setiap Rabu yang menjadi hari giliran saya. Saya yang akan mendampingi). Yang biasa memimpin misa di Domus memang hanya 3 orang yaitu: 1) Rm. Yadi biasanya hari Senin dan Kamis, 2) Rm. Bambang biasanya hari Selasa dan Jumat, dan 3) Rm. Hartanta biasanya hari Rabu dan Sabtu Malam Minggu. Dengan pembicaraan itu maka Rm. Ria mulai memimpin Misa Domus pada Rabu 14 April 2021.

Sesudah opname terakhir Rm. Ria memang cukup lama sudah tidak mendapatkan giliran memimpin misa. Sebenarnya sejak sebelum opname terakhir kalau memimpin misa Rm. Ria sudah banyak mengalami kekacauan. Bagian-bagian buku yang sudah disiapkan sering dibolak-balik sehingga urutan misa bisa terulang. Bahkan hari untuk bacaan juga bisa tidak tepat. Meskipun demikian, suara Rm. Ria untuk membaca masih cukup jelas dan bisa terdengar oleh peserta misa. Maka inisiatif Rm. Hartanta untuk menjadi pendamping Rm. Ria dalam memimpin misa sungguh bisa membuat Rm. Ria ikut berperan dalam kepemimpinan misa di Domus. Memang, Rm. Hartanta yang bukan pemimpin utama, karena selebran utama adalah Rm. Ria, akan aktif membukakan buku Tata Perayaan dan Buku Bacaan/Doa serta menunjukkan mana yang harus dibaca dengan jari telunjuknya. Bahkan Rm. Hartanta juga bisa berpindah tempat dari sebelah kiri ke kanan Rm. Ria dan sebaliknya sesuai dengan yang dikerjakan. Rm. Hartanta berperan membuka buku dan menunjukkan yang dibaca serta melayani hosti dan anggur seperti misdinar. Ketika pada Rabu 21 April 2021 harus pergi, Rm. Hartanta meminta tukar giliran dengan Rm. Bambang. Maka pada Jumat 23 April 2021 juga terjadi pendampingan Rm. Hartanta terhadap Rm. Ria untuk memimpin misa. Rm. Hartanta sebagai Direktur Domus Pacis memang melihat daya sekecil apapun yang ada pada rama-rama tua. Beliau juga berjuang untuk memberdayakannya.

Lamunan Paskah Pekan IV

Senin, 26 April 2021

Yohanes 10:1-10

1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; 2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. 3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. 4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. 5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." 6 Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. 7 Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. 8 Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. 9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. 10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. 

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, banyak orang dapat mengagumi seseorang yang memiliki pemikiran luas apalagi berpengetahuan dengan pendidikan tinggi dan pandai memberikan penjelasan dengan omongan menarik dan lugas. Orang akan makin kagum kalau dia ternyata banyak dimaui oleh banyak kelompok dan organisasi sehingga banyak dipanggil sebagai pembicara.
  • Tampaknya, terhadap orang seperti itu banyak orang bisa menominasi masuk dalam jajaran kepemimpinan dalam masyarakat dan negara. Dia bisa didukung oleh banyak suara kalau ikut pemilihan umum.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, walau memiliki pengetahuan dan keahlian tinggi, kalau di dalam bekerja hanya mendasarkan diri pada sudut pandang sendiri tanpa peduli pada realita kongkret, dia mudah jadi perampok profesional. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang dalam bekerja akan mendasarkan diri pada hidup dan kebutuhan kongkret yang menjadi sasaran pelayanan sehingga sesederhana apapun dia layak masuk dalam jajaran kepemimpinan.

Ah, pemimpin akan sungguh hebat kalau memiliki titel tinggi syukur lebih dari satu.

Santo Markus, Penulis Injil

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 10 Agustus 2013 Diperbaharui: 13 September 2020 Hits: 16930

  • Perayaan
    25 April
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Siprus
  •  
  • Wilayah karya
    Palestina, Asia kecil, Roma, Mesir
  •  
  • Wafat
  •  
  • 25 April 68 di Alexandria, Mesir | Martir
    Menurut tradisi Markus diikat tali dilehernya lalu diseret sepanjang jalan sampai ia mati
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Markus hidup pada jaman Yesus. Ia bukan salah seorang dari kedua belas rasul Kristus, melainkan saudara sepupu St. Barnabas Rasul (Kis 12:25).  Markus menjadi terkenal karena ia menulis satu dari keempat Injil. Sebab itu ia disebut pengarang Injil.

Injil Markus cukup singkat, tetapi memberi banyak keterangan terperinci yang tidak terdapat dalam Injil lainnya. Ketika masih muda, Markus pergi bersama dua rasul besar, Paulus dan Barnabas, dalam suatu perjalanan kerasulan untuk mewartakan ajaran Yesus pada bangsa-bangsa lain.

Namun sebelum perjalanan berakhir, tampaknya Markus berselisih dengan Paulus. Markus mendadak kembali ke Yerusalem meninggalkan Paulus dan Barnabas di Pamfilia. Hal ini menyebabkan Paulus dan Barnabas berselisih. (Kis 15:35-41). Paulus dan Markus akhirnya dapat mengatasi perselisihan mereka. Malahan, dari penjara di Roma, Paulus menulis: "... Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku". (2 Tim 4:11).

Markus juga menjadi murid kesayangan St. Petrus, Paus Pertama kita. Petrus menyebut St. Markus sebagai “anakku.” (1Ptr 5:13) Karena itu, sebagian orang beranggapan bahwa dengan ini Petrus hendak mengatakan bahwa dialah yang membaptis Markus.

Markus ditahbiskan sebagai uskup dan diutus ke Alexandria, Mesir. Di sana ia berkarya dengan gemilang dan mempertobatkan banyak orang. Markus dianggap sebagai pendiri Gereja Aleksandria, yang sekarang menjadi gereja Koptik (Markus disebut sebagai Paus Pertama Gereja Koptik). Bagian-bagian liturgi Gereja Koptik dapat ditelusuri kembali ke Santo Markus sendiri. Dia juga dihormati sebagai pendiri kekristenan di Afrika. Menurut tradisi Markus akhirnya harus mengalami penderitaan yang panjang serta menyakitkan sebelum ia wafat sebagai martir pada tahun 68 di Aleksandria.

Pada 828 Jenazah St. Markus dicuri dari Alexandria oleh seorang pedagang Venesia dan dibawa ke Kota Venesia. Seluruh rakyat Venisia menyambut kedatangan Relik tubuh Orang Suci ini dan segera menjadikannya sebagai Santo Pelindung bagi kota mereka. Sebuah Basilika yang indah kemudian dibangun di Kota Venisia sebagai tempat penghormatan bagi Santo Markus.

Pada bulan Juni tahun 1968, Paus Koptik Cyril VI dari Aleksandria mengirimkan delegasi resmi ke Vatican untuk menerima kembali Relik dari St. Markus dari Paus Paulus VI. Delegasi ini terdiri dari sepuluh Metropolitan (Uskup Agung) dan uskup, tujuh di antaranya adalah uskup Koptik dan tiga Uskup Gereja Ethiopia, serta tiga pemimpin awam Gereja Koptik.

Delegasi dari Afrika menerima relik Santo Markus pada tanggal 22 Juni 1968.  Keesokan harinya, mereka merayakan liturgi bersama Paus di Kapela Santo Athanasius di Roma. Para Metropolitan, uskup, dan imam delegasi semua berpartisipasi dalam liturgi tersebut (sebuah perayaan misa ekumenis yang mengharukan).

Relik kemudian dibawa kembali ke Aleksandria dan disemayamkan di Saint Mark's Coptic Orthodox Cathedral Aleksandria Mesir. Gereja Kathedral Koptik ini dibangun diatas sebuah gereja yang pernah dibangun oleh Santo Markus sendiri di tahun 60.

Saturday, April 24, 2021

TUA TIDAK HARUS RENTA (Cerdas Emosi Bagi Para Lansia)

 diambil dari https://www.hrexcellency.com/blog/tips-motivasi

 Agu 19, 19 |  Tips & Motivasi |  436 kali


Ketika bicara usia tua, kesan yang muncul seringkali adalah manusia terbongkok-bongkok. Yang giginya ompong. Sakit-sakitan, serta segalanya serba lambat. Tapi, ada sisi lain dari usia tua yang sering dilupakan. Pengalaman.

Di suatu jalan yang berbukit-bukit dan sering menjadi trek para pelari, ada dua pelari yang sedang berlari. Mereka tak saling mengenal. Yang satu masih muda, yang satu sudah tua tapi masih bersemangat. Maka, ketika sampai di suatu bukit yang dikelilingi pohon-pohon tinggi, langit mulai tampak agak mendung. Lalu, ketika melewati subuah gubuk yang agak reyot di sisi bukit itu, si pelari tua itu berhenti sejenak. Si pelari muda, melihat si pelari tua yang istirahat itu dengan senyum nyenyir, “Iya pak tua istirahat aja, jangan kecapean!”, serunya. Dengan begitu, si pelari muda melesat meninggalkannya. Tapi, tak berapa lama kemudian, hujan deraspun turun. Lalu, beberapa saat kemudian, si pelari muda itu tiba-tiba muncul dengan basah kuyup dan minta supaya bisa ikut berteduh. Sambil tersenyum si pak tua ini berkata, “Aku belum capek. Tapi, saat melihat awan itu, aku tahu bahwa hujan segera turun. Dan di dekat sini, tak ada tempat berteduh selain disini”. Itulah harganya pengalaman! Pak tua itu berteduh, karena pengalaman telah mengajarkannya bahwa ia harus segera berteduh. Inilah yang tidak dipahami pelari muda tersebut.

Selain itu, beberapa tahun lalu, pernah ada sebuah film menarik judulnya “Intern” yang diperankan aktor terkenal Robert DeNiro. Film ini menceritakan soal generasi tua yang ternyata masih bisa berkarya. Menandingi generasi muda. Mungkin, secara kegesitan dan kecekatan, ia kalah dari generasi milenial. Tapi secara kebijaksanaan dan pengalaman, ternyata sangat dibutuhkan. Itulah kekuatan utama (strong point) usia tua yang tak tertandingi. Pengalaman.

Makin Tua, Harus Makin Cerdas Emosi

Saya teringat dengan mata kuliah gerontologi yang saya ambil saat kulaih psikologi. Intinya, tua sebenarnya tidak harus identik dengan renta, atau jompo. Kecuali memang karena faktor penyakit yang tak terelakkan. Dengan mengesampingkan penyakit, tua seharusnya justru menjadi kelebihan tersendiri.

Masalahnya,banyak orang yang tampak tidak siap menjadi tua. Mungkin karena mereka merasa tidak ingin menjadi orang yang merepotkan. Akhirnya,mereka pun diliputi ketakutan kalau kelak mereka menjadi tua, akan merepotkan.

Padahal, ketuaan adalah proses yang tak terhindari. Makin cepat berdamai dengan proses ini, makin cepat seseorang akan bisa menghadapi tibanya masa “tua” ini dengan damai.

Celakanya,banyak orang tua yang menjalani dengan berat hati. Mereka jadi bersusah hati. Dan akibatnya, banyak yang jadinya justru jadi suka marah-marah. Lantas, mereka menuntut diperlakukan secara spesial. Disinilah justru usia tua mereka, menjadi beban dan merepotkan.

Terapkan Prinsip TUA

Bagaimana menjadi orang tua yang telah berkontribusi dan bermanfaat? Maka, kalau kita belajar dari orang tua yang masih tetap berkarya dan produktif. Mereka sebenarnya telah menerapkan prinsip TUA ini. Apakah itu?

T=Tetap Berusaha Berkontribusi
Menjadi tua harus tetap aktif. Justru ketiadaan aktivitas itulah yang seringkali membuat proses penuaan semakin cepat. Orang tua bisa tetap berkontribusi. Mulai dari tenaganya, ketrampilannya yang masih bermanfaat. Hingga pada pengalaman dan pemikirannya yang berharga. Saya memiliki seorang Ibu yang usianya sekarang menjelang 90. Tapi, beliau masih tetap punya ingatan luar biasa (bahkan lebih tajam dari memori saya!) dan tetap bugar, serta masih mengurusi kebun di samping rumah. Juga, punya seorang Mama angkat di Yogya yang usianya telah diatas 80 tapi masih bisa jingkrak-jingkrak mengajar dan memberikan coaching ke perusahaan. Beliau bahkan sering mengatakan, “lupa kalau sudah tua!”. So, it’s about spirit!

U=Usahakan Mandiri, Selama Fisik Mengijjnkan
Survei dengan anak-anak yang punya orang tua menunjukkan bahwa orang tua yang agak ‘merepotkan’ bagi anaknya biasanya ada di dua sisi. Satu, yang sangat manja serta apa-apa perlu dibantu alias menjadi sangat ‘cranky’ seperti anak kecil. Kedua, justru yang apa-apa tidak mau dibantu serta sok mandiri, padahal dirinya sudah perlu dibantu. Maka sebaiknya, orang tua paham dimana ia semestinya mandiri tapi tetap mengerti batasannya. Kadang, ada anak yang perhatian dan ingin menunjukkan darma bakti kepada orang tuanya, tapi justru orang tuanya tak ingin terkesan seperti orang jompo maka tidak mengijinkan anaknya membantu. Inipun salah besar.

A=Antusias dan Tetap Positif Memberi Perhatian
Beda milenial dengan orang tua biasanya soal waktu. Karena mulai pensiun dan aktivitasnya mulai berkurang, makanya orang tua akan lebih punya banyak waktu. Maka, ada baiknya waktu banyak ini dipakai untuk menunjukkan bukannya “menuntut” perhatian. Terkadang, ada pula orang yang ketika memasuki masa tua, mereka jadi penuntut perhatian. Sering kirim WA yang menuntut dibalas segera. Padahal anak-anaknya sedang sibuk. Disinilah justru empati dari orang tua diperlukan. Justru orang tua yang bermakna adalah yang selalu memberi perhatian. Yang meningatkan, membantu dan memberikan nasihat-nasihatnya, tapi tidak menuntut balasan dan perhatian. Tapi, justru pehatian dan pemberian mereka inilah yang membuat mereka layak diperhatikan! Ayo, jadi tua tapi jangan jadi TUA RENTA!

Anthony Dio Martin,
“Best EQ trainer Indonesia”
WISE (Writer, Inspirator, Speaker & Enteprenuer)
Website: www.anthonydiomartin.com
instagram: anthonydiomartin
Youtube Channel: Anthony Dio Martin Official

Lamunan Paskah Pekan IV

Minggu, 25 April 2021

Yohanes 10:11-18


11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya
; 12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. 13 Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. 14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku 15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. 16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. 17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. 18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, seorang pemimpin biasa memiliki pengawal. Para pengawal akan selalu menjaga keselamatannya.
  • Tampaknya, di dalam masyarakat seorang pemimpin yang baik akan mendapatkan pelindungan juga dari banyak orang. Kalau ada ancaman banyak orang akan berjuang menyelamatkannya dan kalau perlu menyembunyikannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun pada umumnya orang selalu mencari hidup aman, kesejatian pemimpin baik tak akan mengutamakan kenyamanan diri tetapi berjuang mati-matian untuk kedamaian hidup umum. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati seorang pemimpin yang baik akan mendayagunakan posisinya untuk memajukembangkan damai sejahtera orang umum tanpa mempedulikan diri walau menjadi korban.

Ah, pemimpin baik akan memiliki kekuatan penjagaan keselamatan.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...