Friday, May 3, 2024

Lamunan Pekan Paskah V

Sabtu, 4 Mei 2024

Yohanes 15:18-21

18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. 19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. 20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. 21 Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang-orang beragama dapat bilang bahwa mereka takut akan Tuhan. Tuhan dipandang sebagai penentu kehidupan manusia.
  • Tampaknya, orang-orang beragama tak akan berani sembarangan berhadapan dengan Tuhan. Tuhan mengetahui dan mengerjakan segalanya dalam diri manusia.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun ada perasaan takut pada Tuhan, orang beragama justru dapat memusuhi Tuhan kalau membenci orang-orang yang hidup sebagai duta suara-suara relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang bisa sadar apakah mengasihi atau membenci Tuhan berdasarkan sikap batin berhadapan dengan orang-orang baik.

Ah, masak ada orang berani pada Tuhan?

Thursday, May 2, 2024

Stece '25


Bila ada rombongan kunjungan di Domus Pacis Santo Petrus biasa terjadi tanya jawab antara para pengunjung dengan para rama. Hal-hal yang menjadi pertanyaan bisa di sekitar kehidupan para rama sepuh di Domus. Maklumlah Domus adalah rumah rama sepuh yang sudah bebas tugas. Yang masih muda haya Rm. Hartanta, karena bertugas memimpin dan mengurus. Dari banyak rombongan yang pernah berkunjung, sejak masih di Domus Pacis Puren hingga kini di Domus Pacis Santo Petrus, baru sekali ada kesan tertulis khusus yang di kirim ke Domus. Kesan tertulis ini cukup panjang sehingga menjadi seperti sebuah surat. Ini terjadi pada Kamis 2 Mei 2024. Pada hari itu ada paguyuban ibu-ibu dari siswi SMA Stella Duce I yang diharapkan lulus pada tahun 2025. Mereka menamakan diri Paguyuban Stece '25. Ketika tanya jawab mereka mengalami suasana penuh tawa keceriaan. Ternyata mereka juga bergairah ketika memilih-milih dan membeli kain batik jualan Domus yang dipegang oleh Rm. Bambang. Barangkali ada yang sungguh terkesan dengan pengalaman berkunjung di Domus. Salah seorang dari mereka, Ibu Joyce Kusumadewi, menulis kesan-kesannya dan dikirimkan ke Rm. Hartanta yang menjadi dirfektur rumah. Rm. Hartanta mengirimkan tulisan itu dalam pesan WA di HP Rm. Bambang pada Kamis 2 Mei 2024 hari itu pada jam 20.49. Tulisan itu adalah sebagai berikut :

Buat saya, ada rasa sedikit haru melihat para Romo td hadir di ruang pertemuan dgn kursi roda smua. ada 6 Romo yg menemuin kami2 mama2 perwakilan paguyupan Stece 25, sisa nya tdk bisa menemuin kami krn memang keadaan dan ada bbrp ktnya Introvert..

Setelah ngobrol2 cerita2, mereka jg 92% ktnya hanya di kamar.. kebnykan hanya bnyk tidur dan mgkn benar2 pasif berbeda drpd ketika mereka msh sehat... Ada bbrp berusaha menerima keadaan dgn menikmati masa pensiun mereka, ada bbrp yg disana krn mau sembuh ( hampir smua Romo sakit diabetes) hanya 1 Romo sepuh yg tdk diabetes ttp jg pakai kursi roda krn dr dl beliau pincang , krn usia bertambah dan pernah jatuh jd terpaksa hrs pakai kursi roda jg..

Tp tdk menghalangi semangat Romo2 tsb u ttp berkarya ( ada yg jualan batik td kami lgsg borong2 krn memang bagus motif nya )

Keseluruhan pengalaman hari ini benar2 luarbiasa buat saya....

Bisa sharing dgn mereka..

Bisa lbh bersyukur lagi dgn kesehatan yg sy punya

Tdk lupa kita pulang bawa batik cantik dan foto2 cantik krn disana adem tempat nya, dan bnyk spot2 cantik u diabadikan ( Romo Harjanto jg punya skill bagus u moto2in kita mami2 ini )

Oya mereka jg punya harapan besar bnyk yg berkunjung selain mereka dpt penghiburan pastinya... mereka jg senang bisa ngobrol drpd cm di dlm kamar...

Makasih buat mama2 yg sdh berpartisipasi dlm acara Baksos ini dr segi moril maupun materiil dan jg mama2 yg td sdh hadir meramaikan acara ramah Tamah dgn Romo2 sepuh

Demikian sharing pengalaman sy...

Makasih Berkah Dalem 🙏🙏


Santo Filipus Rasul

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 13 Agustus 2013 Diperbaharui: 09 Oktober 2019 Hits: 28450

  • Perayaan
    03 Mei
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Bethsaida, Galilea Israel
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 80 | Martir. Diikat pada salib lalu lempari batu sampai mati di Hierapolis, Phrygia (Sekarang di dekat Pamukkale, Turki)
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Filipus merupakan salah seorang dari para rasul-Nya yang pertama. Tuhan Yesus bertemu dengannya dan berkata, “Ikutlah Aku!”

Filipus sangat bersukacita bersama Yesus. Ia ingin membagikan sukacitanya itu kepada sahabatnya, Natanael. “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi,” kata Filipus, “yaitu Yesus dari Nazaret.” Natanael tidak ikut bergembira. Nazaret hanyalah sebuah kota kecil, dan bukannya suatu kota besar dan penting seperti Yerusalem. Jadi, kata Natanael, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Tetapi, Filipus tidak marah mendengar jawaban sahabatnya itu. Ia hanya mengatakan, “Mari dan lihatlah!” Natanael pergi menjumpai Yesus. Setelah berbicara dengan-Nya, Natanael juga menjadi seorang pengikut Kristus yang setia.

Filipus berasal dari kota Betsaida di Galilea sama seperti rasul Andreas dan rasul Petrus. Kemungkinan besar ia juga adalah seorang nelayan seperti mereka. Ia seorang yang polos hati; atau mungkin terlampau polos dan lugu. Karena keluguannya suatu kali secara spontan pernah ia bertanya pada Yesus :

"Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." (Yoh 14:8). 

Dan atas pertanyaannya itu Filipus memperoleh sebuah teguran :

"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami?” (Yoh 14:9) 

Setelah Yesus bangkit; Filipus adalah salah satu murid Yesus yang karyanya paling banyak dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul, selain Petrus dan Paulus. Filipus pergi memberitakan Injil di Samaria. Disana Ia membuat begitu banyak tanda mukjizat hingga penduduk kota dengan bulat hati menerima kabar gembira yang dibawanya. Filipus yang penuh dengan kuasa Roh Kudus mengusir  banyak roh jahat yang merasuki orang-orang disitu. Ia juga menyembuhkan banyak orang lumpuh dan orang timpang sehingga semua orang, besar kecil, mengikuti dia.

Setelah itu nama Rasul Filipus kemudian tidak lagi disebutkan dalam kitab Kisah Para Rasul. Lukas sang penulis kitab lebih memfokuskan tulisannya pada kisah dan karya dari Rasul Petrus dan Paulus. Menurut tradisi masyarakat Kristen perdana; Filipus berkarya di Syria,  Phrygia dan di sekitar Asia Kecil dimana ia kemudian  wafat sebagai martir di Hierapolis Phrygia (sekarang wilayah Turki).

Pada tanggal 27 Juli, 2011, Kantor Berita Turki melaporkan bahwa para arkeolog telah menemukan sebuah makam yang diklaim sebagai Makam Santo Filipus Rasul. Profesor Francesco D'Andria dari Italia menyatakan bahwa selama penggalian di Hierapolis dekat dengan kota Denizli Turki, para ilmuwan telah menemukan makam, dalam sebuah gereja yang baru ditemukan. Dia menyatakan bahwa desain makam, dan tulisan-tulisan di dinding, definitif membuktikan bahwa makam itu adalah makam Rasul Filipus.

Lamunan Pesta

Santo Filipus dan Yakobus, Rasul

Jumat, 3 Mei 2024

Yohanes 14:6-14

6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." 8 Kata Filipus j  kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." 9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. 11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. 12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; 13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. 14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang dapat merasa tahu seseorang lain karena kerap melihat dan menjumpainya. Bahkan dia bisa merasa sudah mengenalnya.
  • Tampaknya, orang dapat merasa mengenal seseorang lain karena tahu nama dan asalnya. Bahkan dia bisa merasa sudah berteman karena kerap berjumpa bercakap-cakap dengannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun setiap hari melihat dan berkumpul dengan seseorang, orang belum tentu sungguh mengenal kalau tidak pernah membuka hati terhadap berbagai keunikan realitanya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang membutuhkan mata hati untuk sungguh mengenal orang lain.

Ah, asal biasa kumpul bareng orang akan saling mengenal satu sama lain.

Harta Pribadi Rama?

Pada Rabu 1 Mei 2024 Umat Lingkungan Santo Nikolas, Paroki Purbawardayan, berkunjung di Domus Pacis Santo Petrus. Ada dua acara pokok : rekoleksi kecil dan Misa. Rm. Hartanta meminta Rm. Bambang untuk mengisi bagian rekoleksi dan sesudahnya beliau akan memimpin Misa. Dalam bagian rekoleksi Rm. Bambang menyampaikan pengantar berupa pengertian tentang Jemaat Lingkungan berdasarkan kebijakan dan sejarah yang ada di Keuskupan Agung Semarang. Dalam tanya jawa Rm. Bambang melibatkan para rama yang ada, yaitu Rm. Yadi, Rm. Jarot, Rm. Ria, Rm. Harto, Mogr, Blasius, dan tentu juga Rm. Hartanta. Di tengah tanya jawab, tiba-tiba salah satu ibu bertanya tentang hubungan para rama sepuh dengan keluarga. Rm. Bambang mempersilahkan para rama bergantian menyampaikan sharing. Tetapi tiba-tiba ibu itu menambahkan satu pertanyaan tambahan "Apakah para rama juga punya warisan? Bagaimana kalau punya warisan padahal menjadi rama?" Dengan pertimbangan itu hal senditif, Rm. Bambang menjawab sendiri dengan menyampaikan kebijakan Keuskupan Agung Semarang bagi para rama praja. Dia memperluas omongan warisan menjadi harta pribadi para rama. Kalau seorang rama wafaat, kamar akan segera disegel. Kebetulan kini ada dua kamar Domus dikunci, yaitu kamar almarhum Rm. Jaya dan almarhum Rm. Joko. Kamar akan dibuka pada hari yang disepakati oleh pihak keluarga, Keuskupan, dan pimpinan rumah. Di situ akan ada penelitian bersama apa saja yang menjadi milik pribadi almarhum rama, apa yang menjadi milik Keuskupan, dan apa yang menjadi milik rumah. Yang menjadi milik pribadi akan diserahkan pada kebijakan keluarga. Agar tak ada keributan soal warisan pribadi, setiap rama praja Keuskupan Agung Semarang diminta untuk membuat daftar kekayaan yang dimiliki. Kemudian membuat surat wasiat itu akan menjadi milik siapa kalau terjadi Tuhan memanggilnya. Surat wasiat itu disahkan oleh seorang notaris. Ketika makan bareng, Rm. Hartanta merasa gembira karena Rm. Bambang menjawab soal harta. Beliau, sekalipun sebagai Direktur rumah, merasa tidak enak kalau harus omong itu karena bisa muncul rasa kok seperti menginginkan rama sepuh Domus cepat wafat.

Wednesday, May 1, 2024

Santo Athanasius

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 12 Agustus 2013 Diperbaharui: 19 Oktober 2019 Hits: 23716

  • Perayaan
    02 mei
  •  
  • Lahir
    Tahun 297
  •  
  • Kota asal
    Alexandria - Mesir
  •  
  • Wafat
  •  
  • 2 Mei 373
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Atanasius adalah salah seorang santo terbesar dan tergagah sepanjang masa. Ia disebut sebagai Pilar Gereja, bapa Gereja dan pembela iman kristiani yang paling gigih yang pernah ada. Athanasius dilahirkan sekitar tahun 297 di Alexandria, Mesir. Ia membaktikan seluruh hidupnya untuk membuktikan bahwa Yesus adalah sungguh Allah. Hal ini amat penting, karena di masa itu ada sekelompok orang yang disebut Arian menyangkalnya.

Sebelum ia menjadi seorang imam, Atanasius telah banyak membaca buku tentang iman. Oleh sebab itulah dengan mudah ia dapat menunjukkan kelemahan-kelemahan ajaran bidaah Arian. Athanasius ditahbiskan sebagai Uskup Agung (Uskup dalam Gereja Timur disebut Patriark) Alexandria ketika usianya masih belum tiga puluh tahun. Selama empat puluh enam tahun, ia menjadi seorang gembala yang menggembalakan umatnya dengan gagah berani.

Pada masa itu Gereja sedang berada dalam perpecahan akibat munculnya ajaran bidaah Aranisme yang mengingkari ke-Allahan Kristus. Aranisme bahkan telah merebak sampai kedalam istana kekaisaran Romawi dan beberapa kaisar juga sempat menjadi pengikut Arian.

Uskup Athanasius berjuang sekuat tenaga untuk melawan ajaran sesat dari kaum Arian ini. Bahkan Kaisar Romawi yang juga pengikut Arian tidak dapat memaksanya berhenti menuliskan penjelasan-penjelasannya yang terang dan jelas mengenai iman kita yang kudus. Para musuhnya menganiayanya dengan berbagai cara. Lima kali ia diusir dari keuskupannya sendiri. Pengasingannya yang pertama berlangsung dua tahun lamanya. Ia dibuang ke kota Trier pada tahun 336.

Seorang uskup yang baik, St. Maximinus, menyambutnya dengan hangat. Pengasingan-pengasiangan lainnya berlangsung lebih lama. Atanasius dikejar-kejar oleh para pengikut Aranisme yang hendak membunuh dia. Di salah satu pengasingannya, para rahib menyembunyikannya di padang gurun selama tujuh tahun.

Para musuhnya tidak dapat menemukannya. Suatu ketika, para prajurit kaisar mengejar Atanasius hingga ke Sungai Nil. “Mereka berhasil mengejar kita!” teriak para sahabat uskup. Tetapi, Atanasius sama sekali tidak khawatir. “Putar balik perahu kita,” katanya tenang, “mari menyongsong mereka.”  Para prajurit di perahu yang lain berteriak, “Apakah kalian melihat Atanasius?” Jawab mereka: “Kalian tidak jauh darinya!” Perahu musuh melaju sekencang-kencangnya dan Atanasius pun selamatlah.

Umat di Alexandria mengasihi uskup agung mereka yang baik hati itu. Ia seperti seorang bapa bagi mereka. Sementara tahun-tahun berlalu, mereka menghargainya lebih dan lebih lagi, betapa banyak ia telah menderita bagi Yesus dan Gereja.

Umatlah yang mengatur serta mengusahakan agar ia dapat hidup dengan tenang. Ia menghabiskan tujuh tahun terakhir hidupnya dengan tenang bersama mereka. Para musuhnya; kaum Arian yang didukung oleh kaisar  tetap mengejarnya, namun tak pernah dapat menemukanya.

Selama masa itu, St. Atanasius menulis tentang Riwayat Hidup St. Antonius Pertapa. Antonius telah menjadi sahabat dekatnya sejak Atanasius masih muda. St. Atanasius wafat dalam damai pada tanggal 2 Mei 373. Ia tetap menjadi salah seorang santo terbesar dan tergagah sepanjang masa dan pembela iman Kristiani yang paling gigih yang pernah ada.

Perjuangan Athanasius dalam menjaga kemurnian iman Kristiiani akhirnya berhasil dengan gemilang beberapa tahun setelah kematiannya yaitu pada tahun 381 saat diselenggarakannya Konsili Konstantinopel. Hasil Konsili penting ini menyatakan bahwa Aranisme adalah sesat dan terlarang.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja

Kamis, 2 Mei 2024

Yohanes 15:9-11

9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Butir-butir Permenungan

 

·       Tampaknya, pada umumnya orang ingin selalu bergembira. Itu berarti orang ingin jauh dari berbagai permasalahan.

·       Tampaknya, memang ada gambaran bahwa kegembiraan itu adalah lawan dari situasi konflik. Orang akan bergembira karena tidak menghadapi hal-hal di luar kehendaknya.

·       Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun rasa gembira mudah terganggu oleh berbagai masalah, orang yang biasa taat pada kata-kata relung hati akan tetap menemukan keceriaan sekalipun berhadapan apapun yang memberati hidup. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan tetap mengalami hati penuh sukacita walau berhadapan dengan tantangan dan ancaman.

Ah, kegembiraan akan sirna karena ada konflik.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...