Monday, October 9, 2023

Lamunan Pekan Biasa XXVII

Selasa, 10 Oktober 2023

Lukas 10:38-42

38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, 10 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada banyak kegiatan terjadi dalam hidup beragama. Doa adalah salah satu tetapi amat dominan.
  • Tampaknya, ada macam-macam model dan bentuk dalam kegiatan doa. Orang akan menjalani sesuai dengan kecocokan hati.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun ada pilihan terhadap macam-macam model dan bentuk doa, semua mencerminkan kesejatian doa yang menghadirkan hubungan hati dengan Tuhan yang menjadi landasan orang dalam kegiatan hidup harian termasuk kerja. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan relung hati orang sadar bahwa kerja segiatan apapun akan tak bermakna kalau tidak mencerminkan hubungan batin dengan Tuhan.

Ah, doa itu harus dipisahkan dengan kerja sebagai dua kegiatan.

Lingkungan St. Matius Cupuwatu


Barangkali ada anak-anak ikut berkunjung di Domus Pacis, Rm. Jarot bertanya kepeda Rm. Bambang "Napa lare-lare alit nggih enten sing kunjungan?" (Apakah kanak-kanak juga ada yang kunjungan). Rm. Jarot adalah penghuni Domus paling baru karena baru masuk Domus Pacis Santo Petrus pada 8 September 2023. Di Domus beliau mengalami adanya kunjungan-kunjungan rombongan umat. Sebelum Minggu 8 Oktober 2023 ada murid-murid TK Sang Timur Jogja bersama para guru dan 2 orang suster. Banyak orangtua juga ikut mengantar. Di bawah pimpin suster anak-anak membuat berbagai acara nyanyi-nyanyi di hadapan para romo yang ikut menyambut termasuk Rm. Hartanta, direktur Domus. Kemudian pada Minggu 8 Oktober ada tamu yang juga membawa salah satu acara dengan tampilnya kanak-kanak.

Pada Minggu 8 Oktober 2023 itu ada rombongan yang datang dan sudah menyiapkan acara. Lebih dari 70 orang datang sebagai umat Lingkungan Santo Mateus Cupuwatu, Paroki Kalasan. Ini adalah acara Pesta Pelindung yang dimanfaatkan untuk berkunjung di Domus Pacis St. Petrus. Para romo yang ikut menyambut adalah Rm. Yadi, Mgr. Blasius, Rm. Ria, Rm. Jarot, Rm. Harto, dan Rm. Bambang. Ibu Maria, salah satu anggota Lingkungan, menjadi MC. Ada doa membukaan dan sambutan-sambutan. Rm. Bambang yang mewakili Domus mengisi sambutan dengan mengenalkan Domus Pacis termasuk penghuninya. Acara sangat meriah terisi berbagai tampilan nyanyian baik dari kaum tua dan kanak-kanaknya. Di tengah acara seorang ibu bertanya kepada para romo "Apa saja acara harian para romo Domus?" Para romo dipandu oleh Rm. Bambang bergantian menjawab. Jawaban-jawaban mereka membuat para tamu tertawa terpingkal-pingkal karena komentar Rm. Bambang. Ketika menutup acara MC mengatakan "Kami datang untuk menghibur para romo, tetapi ternyata terhibur juga oleh para romo".

Sunday, October 8, 2023

Lamunan Pekan Biasa XXVII

Senin, 9 Oktober 2023

Lukas 10:25-37

25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" 27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." 29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" 30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. 31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. 32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. 34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. 35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. 36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" 37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, perintah mencintai sesama ada di semua agama dan kepercayaan. Bahkan ada yang menempatkan itu sebagai ujud cinta pada Tuhan.
  • Tampaknya, orang dapat menggambarkan sesama sebagai yang sama identitas primordialnya. Dengan demikian terjadilah sesama suku, agama, ras, dan golongan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun kesamaan primordial dapat menghadirkan kesamaan identitas, kesamaan sebagai amanat iman ditandai oleh sikap orang terhadap yang papa dan menderita. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa dalam kaum papa dan penderita Tuhan memiliki pasangan untuk dicintai.     

Ah, asal sama-sama manusia itulah yang disebut sesama.

Saturday, October 7, 2023

Lamunan Pekan Biasa XXVII

Minggu, 8 Oktober 2023

Matius 21:33-43

33 "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. 34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. 35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. 36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. 37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. 38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. 39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. 40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" 41 Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." 42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. 43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya afkiran adalah hal yang tak ada gunanya. Itu hanya akan jadi barang buangan.
  • Tampaknya, orang yang tersisih juga tidak akan menjadi unggulan. Dia sudah ada di luar perhitungan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun tersisih karena tak terpakai, orang atau barang dalam naungan ilahi dapat menghadirkan keunggulan nilai kegunaan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan dapat menemukan nilai amat tinggi justru dari orang atau barang yang tersisih bahkan terbuang. 

Ah, yang namanya sisa itu ya dibuang saja agar tak membuat kotor.

Friday, October 6, 2023

Jumpa PUPIP DIY di Domus


Banyak pihak sungguh menghadirkan kepedulian kepada Domus Pacis Santo Petrus. Secara individual perorangan banyak yang langsung ke Rm. Hartanta sebagai direktur Domus. Rombongan-rombongan yang berkunjung juga biasa membawa barang benda kebutuhan para romo sepuh. Tentu sumbangan uang juga kerap menyertai. Semua ini masuk dalam catatan Rm. Hartanta. Sedang Rm. Bambang juga sering menerima bantuan uang. Selain bantuan tunai bantuan pada umumnya dengan membeli kain batik. Jumlah uang yang ada dalam tangan Rm. Bambang tentu tidak besar tetapi bisa untuk menyediakan konsumsi khusus pada even-even tertentu yang terjadi di Domus. Rm. Bambang kerap menyebut diri sebagai petugas sajian untuk pesta Domus. Yang menyangkut perorangan para romo adalah pesta ulang tahun imamat masing-masing romo. Tetapi selain itu ada pesta lain. Yang terjadi secara rutin adalah makan bersama seusai Misa Malam Paskah dan Malam Natal, ulang tahun Domus, pembaruan janji imamat sebelum Kamis Putih. Tetapi urusan sajian khusus juga ada, misalnya menyambut para tahbisan baru romo praja Keuskupan Agung Semarang.


Para penyumbang yang hadir secara rutin terjadi di Domus juga ada : penyumbang snak, penyaji makan malam, dan penyumbang untuk tambahan honor karyawan, serta penyumbang ke Kas langsung ke Rm. Hartanta. Sebagai rasa terima kasih, mereka secara berkelompok kerap diundang untuk ikut hadir dalam even ulang tahun imamat para romo Domus. Dalam hal ini ada kelompok yang belum pernah diundang dalam even seperti itu. Kelompok itu adalah PUPIP (Paguyuban Umat Pamitran Imam Praja) DIY. Hal ini terjadi karena jumlah anggota yang bagi Domus berjumlah amat banyak, yaitu di atas 350 orang. Hal inilah yang membuat Rm. Hartanta memutuskan untuk mengundang PUPIP DIY pada Minggu 1 Oktober 2023. Rm. Hartanta juga menentukan isi acara : rekoleksi dibawakan oleh Rm. Bambang, dan Misa Minggu. Di dalam pelaksanaan pemimpin Misa adalah Rm. Hartanta dan Rm. Diktus, romo dari Paroki Pakem. Paroki Pakem yang dikoordinasi oleh Pak Doni membantu tata laksana Misa. Sementara itu kor hadir khusus dari Paroki Bintaran. Kelompok Yosefin dari Medari hadir sebagai penerima tamu bersama Bu Titik. Tentu saja Bu Rini amat sibuk dalam mengurus welcome snak dan makan siang bersama. Dengan pertemuan ini Domus Pacis berharap sudah bisa bersyukur dan berterima kasih atas hadirnya PUPIP DIY yang ikut memberikan sumbangan rutin kepada Domus.

Lamunan Peringatan Wajib

Santa Perawan Maria Ratu Rosario

Sabtu, 7 Oktober 2023

Lukas 10:17-24

17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." 18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. 19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. 20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." 23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. 24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

Butir Permenungan

  • Tampaknya, orang dapat merasa bangga kalau menjadi bagian dari perjuangan demi kebaikan umum. Dia bisa merasa puas karena bisa banyak berbuat kebaikan.
  • Tampaknya, orang dapat merasa bangga kalau karena jasa-jasanya membuatnya banyak dikenal umum. Dia bisa merasa puas karena mendapatkan penghargaan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun perbuatan jasa bagi banyak orang bisa membuat bangga, orang akan mengalami kegembiraan sejati karena dia masuk dalam bagian kaum taat nurani. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mengalami kegembiraan sejati sekalipun harus susah payah berjuang demi banyak orang karena boleh melakukan bisikan kedalaman kalbu.  

Ah, yang membuat gembira sebagai pejuang sosial itu ya kalau dapat hadiah-hadiah.

Thursday, October 5, 2023

Sisa Berita Lampau

Rombongan pengunjung biasa datang di Domus Pacis Santo Petrus. Biasa pula dalam kunjungan terjadi omong-omong tanya jawab, para tamu bertanya para romo penyambut menjawab. Dalam omong-omong biasa juga terjadi omongan luncu-lucu. Maka juga bisa dalam kunjungan terjadi gelak tawa terkekeh-kekeh. Ini juga terjadi ketika romo penyambut yang hanya seorang seperti terjadi pada siang Kamis 24 Agustus 2023 saat ada rombongan tamu dari Paroki Jumapolo yang disertai oleh Rm. Tri Margono sang Pastor Paroki. Romo Domus yang menyambut hanya Rm. Hartanta. Gelak tawa juga terjadi.


Tetapi suasana gelak tawa itu tak menjadi marak pada kunjungan Minggu 20 Agustus 2023. Ketika Rm. Bambang membuka diajukannya pertanyaan dari tamu ke para romo yang menyambut (Rm. Yadi, Rm. Harta, Rm. Ria, Mgr. Blasius, dan tentu juga Rm. Bambang), yang muncul adalah pertanyaan "Romo, apakah Romo dapat menceriterakan kisah Santo Laurensius?" Pengunjung memang terdiri dari umat Lingkungan Santo Laurensius, Wilayah Berbah Paroki Kalasan. Kunjungan ke Domus Pacis terjadi dalam rangka ulang tahun Lingkungan. Terhadap permintaan kisah Santo Laurensius, Mgr. Blasius memberikan kisah kemartirannya dipanggang. Di sini Rm. Bambang, yang setiap hari menayangkan santo-santa dalam Blog Domus, memberi tambahan kisah. Kemudian penggerak Lingkungan mengetengahkan soal bagaimana bisa membuat umat yang sulit kumpul mau datang ke pertemuan-pertemuan Lingkungan. Rm. Yadi memberikan kiat-kiat dalam menggerakkan umat. Sementara itu Rm. Bambang mengingatkan bahwa yang pokok orang yang ikut Yesus ikut dalam komunitas apapun jenisnya. Kini amat banyak ragam kumpulan umat. Rm. Bambang mengatakan bahwa standar jumlah umat Lingkungan yang ikut kumpul adalah 40% dari keseluruhan jumlah warga. Makin modern masyarakatnya, makin kecil persentasenya. Sedang masyarakat yang tradisional membuat persentase bertambah besar.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...