Saturday, June 3, 2023

Lamunan Hari Raya

Tri Tunggal Mahakudus

Minggu, 4 Juni 2023

Yohanes 3:16-18

16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. 18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Butir-butir Permenungan

  • Katanya, gambaran tentang Tuhan itu ada dua macam. Ada yang politeisme dan ada yang monoteisme.
  • Katanya, yang politeisme mengakui ada banyak Tuhan yang berkuasa atas banyak hal yang ada dalam kehidupan. Sedang yang monoteisme hanya percaya akan adanya satu Tuhan yang berkuasa atas segalanya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dalam pemahaman akan TUhan ada yang menggambarkan adanya banyak dan ada yang hanya satu, yang jelas Tuhan bukanlah obyek matematika tetapi sumber dan labuhan kasih yang menjamin kehidupan sejati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang tak akan ribut menghitung-hitung jumlah Tuhan tetapi berhubungan mesra dengan-Nya sebagai jaminan damai sejahtera dalam kehidupan fana dan abadi.

Ah, kalau tak jelas sebenarnya Tuhan ada berapa, lebih baik tak percaya saja.

Friday, June 2, 2023

Kor Gaudete untuk Rm. Sari Jatmiko

Ini adalah peristiwa hari Jumat 2 Juni 2023 di Domus Pacis St. Petrus. Pada sekitar jam 10.45 terdengar suara-suara meriah. Suasana penuh gurau dan tawa meriah. Kadang-kadang ada nyanyian rohani. Rm. Bambang di dalam kamarnya berpikir apakah ada rombongan tamu untuk Domus Pacis? Mengapa tak ada informasi yang terdengar? Siapakah romo-romo Domus yang ikut menyambut? Dari nada-nada lagu dan keriuhan ceria yang terdengar Rm. Bambang membayangkan mereka terdiri dari anak-anak muda. Dalam hati Rm. Bambang memastikan bahwa mereka berada bersama Rm. Hartanta. Suasana meriah model anak muda amat mewarnai. 


Ketika mendekati jam makan, yaitu pada jam 11.25, Rm. Bambang bersiap menuju ruang makan. Secara pelahan-lahan dia mengintip lebih dahulu ke lokasi yang biasa untuk menerima tamu. Ternyata tempat itu kosong tak ada seorangpun. Pada saat sampai ruang makan ternyata Rm. Hartanta sudah ada di kursinya. Tahulah Rm. Bambang bahwa suara ramai-ramai dan nyanyi-nyanyi itu ada di lantai 2. Ternyata mereka adalah rombongan pengunjung Rm. Sari Jatmiko. Kelompok pengunjung itu baru diketahui oleh Rm. Bambang ketika mendapatkan video singkat dari Rm. Hartanta. Rm. Hartanta menyertakan narasi "15 orang dr kor gaudete". Ketika Rm. Bambang bertanya lewat WA "Koor Gaudete punika saking pundi? Punapa punika ingkang wau tuwi Rm Sari?" (Kor Gaudete itu dari mana? Apakah itu yang tadi mengunjungi Rm. Sari?). Jawaban yang didapat dari Rm. Hartanta adalah "Yaa. Betul, Dr Pugeran". Rm. Sari, karena sakit stroke, memang tinggal di Domus Pacis. Tetapi hingga kini masih tercatat sebagai imam di Paroki Pugeran.

Santo Karolus Lwanga

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 27 Agustus 2013 Diperbaharui: 28 Oktober 2019 Hits: 12257

  • Perayaan
    03 Juni
  •  
  • Lahir
    Tahun 1865
  •  
  • Kota asal
    Bulimu, Buganda, Uganda
  •  
  • Wafat
  •  
  • 3 Juni 1886 | Martir. Dibakar hidup-hidup sampai mati dan menjadi abu.
  •  
  • Venerasi
    29 Februari 1920 oleh Paus Benediktus XV
  •  
  • Beatifikasi
    6 Juni 1920 oleh Paus Benediktus XV
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Tahun 1964 oleh Paus Paulus VI

Kekristenan masih merupakan hal baru di Uganda, Afrika, ketika suatu misi Katolik dimulai di sana pada tahun 1879. Para imam yang diutus adalah para imam Misionaris Afrika. Karena jubah mereka yang putih, mereka lebih dikenal dengan sebutan  “Imam-imam Putih”.

Raja Mwanga tidak mengerti apa itu Kristen. Tetapi, ia menjadi amat marah ketika seorang katekis Katolik, Yosef Mkasa, menasehatinya untuk memperbaiki cara hidupnya yang bejat. Raja Mwanga adalah seorang homoseksual dan sering memaksa para pemuda pelayan istana untuk memuaskan birahinya. Murka raja Mwanga berubah menjadi rasa benci dan dendam terhadap Yosef Mkasa dan agamanya. Segelintir pejabat istana yang ambisius mengobarkan murka raja dengan dusta mereka. Raja kemudian memerintahkan untuk membunuh sekelompok orang Katolik Anglikan beserta Uskup mereka. Yosef Mkasa sendiri dihukum penggal pada tanggal 18 November 1885. Penganiayaan atas semua orang Kristen pun dimulailah. Tercatat seratus orang Katolik Roma terbunuh. Dua puluh dua orang martir di antaranya kelak dinyatakan kudus.  

Dengan wafatnya Yosef Mkasa, Karolus Lwanga menjadi pemimpin guru agama dari para pelayan istana yang beragama Katolik. Pada tanggal 26 Mei 1886, raja mendapati bahwa sebagian dari para pelayannya telah menjadi Katolik. Ia memanggil Denis Sebuggwawo. Ia bertanya apakah Denis mengajarkan agama kepada pelayan-pelayan istana yang lain. Denis menjawab ya. Raja segera menyambar pedangnya lalu menusukkannya dengan keji ke tenggorokan pemuda itu. Kemudian, raja menyerukan bahwa tidak seorang pun diijinkan meninggalkan istana. Genderang perang ditabuh sepanjang malam.

Dalam suatu ruangan tersembunyi, Karolus Lwanga secara sembunyi-sembunyi membaptis empat pelayan istana. Seorang di antaranya adalah St. Kizito, seorang remaja periang serta murah hati yang baru berumur tiga belas tahun. Dialah yang paling muda dalam kelompok mereka. St. Karolus Lwanga telah seringkali menyelamatkan Kizito dari nafsu jahat raja.

Santo Karolus Lwanga bersama sebagian besar dari 22 martir Uganda dibunuh pada tanggal 3 Juni 1886. Mereka dipaksa berjalan tiga puluh tujuh mil jauhnya (± 60 km) ke tempat pelaksanaan hukuman mati. Setelah beberapa hari dipenjara, mereka dilemparkan ke dalam kobaran api. Tujuh belas dari para martir tersebut adalah para pelayan istana. Salah seorang yang wafat di hari naas tersebut adalah Santo Mbaga Tuzinde. Ayahnya sendiri yang bertugas sebagai algojo pada hari itu. Ia dipukuli dahulu sampai mati lalu tubuhnya dibakar bersama dengan Karolus Lwanga dan yang lainnya.

Para martir ini dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XV pada tanggal 6 Juni 1920 dan dikanonisasi oleh Paus Paus Paulus VI pada 18 Oktober 1964.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Karolus Lwanga dan Kawan-kawan, Martir

Sabtu, 3 Juni 2023

Markus 11:27-33

27 Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, 28 dan bertanya kepada-Nya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?" 29 Jawab Yesus kepada mereka: "Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. 30 Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!" 31 Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? 32 Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!" Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. 33 Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Maka kata Yesus kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada yang berpikir kalau memiliki kedudukan orang bisa pegang kekuasaan. Dia bisa memiliki kewenangan menentukan hidup orang lain yang tak punya kedudukan atau jabatan sosial.
  • Tampaknya, ada yang berpikir orang yang punya kedudukan dapat memiliki kuasa untuk membuat tata aturan bagi banyak orang. Yang tak punya kedudukan atau jabatan sosial hanya bisa mengikuti dan mentaatinya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun karena kedudukannya orang dapat berkuasa mengatur banyak hal untuk mengikuti kemauannya, orang tak akan berani melawan keyakinan masyarakat luas yang sebenarnya tak disukai bahkan dibencinya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa suara hati rakyat luas adalah cermin kehendak Tuhan.

Ah, yang pokok dengan mempertahankan kedudukan sosial orang memudahkan diri meraih banyak keuntungan.

Thursday, June 1, 2023

Menutup Mei 2023


Pada Jumat tanggal 26 Mei 2023 jam 20.54 Bu Suhainita dari Lingkungan Jatimulyo, Paroki Jetis, mengirim WA ke Rm. Bambang "Saya minta tolong siapkan 30 potong yg akan dipakai unt doorprice". Sehari kemudian pada jam 13.21 beliau menulis lagi "Siang Romo Kl tgl. 30.05.2023 pagi kita antar souvenir unt dititipkan buat acara tgl. 31.05.2023 Apakah boleh ..... Tgl. 31.05.2023 mobil mau buat angkut ibu2 yg tdk bs naik roda 2". Tentu saja jawaban Rm. Bambang berisi nada mempersilahkan. Inilah yang membuat Bu Suhainita pada Selasa 30 Mei 2023 jam 14.00 datang ke Domus. Beliau membawa banyak mangkuk dengan tulisan "Rabu, 31.05.2033 Wisma Sepuh Domus Pacis Lingkungan Santo Paulus Jatimulyo". Beliau juga datang mendapatkan kepastian tersedianya 30 potong batik yang akan dijadikan doorprice umat Lingkungan Jatimulyo yang akan membuat acara di Domus Pacis St. Petrus Rabu malam jam 18.30 di Domus. Karena Bu Suhainita menginginkan masing-masing potong batik digulung, Bu Rini menyangupi untuk mengerjakannya. Ternyata 30 potong batik dibawa pulang oleh Bu Rini yang akan meminta keluarga anaknya untuk menggulung dan mengikat dengan pita.

Dengan latarbelakang hal-hal di atas, layaklah kalau pada Rabu 31 Mei 2023 pada jam 18.10 sudah ada orang-orang masuk Domus. Pada waktu itu para romo dan karyawan Katolik serta relawan hampir selesai Misa. Ketika para romo sepuh sedang makan malam, para tamu rombongan umat Lingkungan Jatimulyo Paroki Jetis masuk Kapel Domus. Mereka kemudian bersama-sama berdoa rosario. Rm. Bambang mendahului para romo dalam menyelesaikan makan malam. Dia menyiapkan diri dengan berpakaian jubah. Rm. Bambang memang akan memimpin Misa untuk umat Jatimulyo dalam rangkan Penutupan Bulan Maria Mei 2023. Ketika doa rosario selesai dia bisa langsung menuju altar dengan duduk di kursi roda. Ternyata Rm. Hartanta yang berjubah juga ikut duduk mengikuti Misa. Rm. Harto Widodo juga termasuk yang bergabung ikut Misa. Sekalipun tanpa iringan musik, Misa terlaksana dengan lagu-lagu yang cukup meriah. Termasuk beberapa anak jumlah umat yang datang ada sekitar 70 orang. Dalam bagian homili Rm. Bambang memanfaatkan untuk menghadirkan ajaran tentang Jemaat Lingkungan. Ketika sampai pada penerimaan Komuni, Rm. Hartanta membantu menerimakan untuk semua yang ikut Misa.

Usai Misa semua umat Jatimulyo langsung menuju ruang besar Domus. Ternyata di ruang besar itu telah tersedia makan malam yang dikemas dalam dos-dos. Para penghuni Domus juga mendapatkan bagian. Pada umumnya umat tampak senang mengalami pertemuan di gedung Domus Pacis St. Petrus Kentungan. Apalagi setiap orang mendapatkan kenang-kenangan berupa mangkuk. Semua karyawan Domus juga mendapatkan kenang-kenangan itu. Selain dari pada itu, ternyata setiap warga Jatimulyo mendapatkan kertas lotere. Yang beruntung mendapatkan doorprice berupa batik yang satu per satu sudah digulung dengan ikatan pita. Yang juga cukup meriah adalah kegiatan foto-foto. Foto bersama memang diadakan seusai Misa di dalam Kapel. Tetapi foto-foto perorangan atau per keluarga atau beberapa orang terjadi seusai makan dan pembagian kenangan dan doorprice. 

Santo Marselinus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 27 Agustus 2013 Diperbaharui: 26 Oktober 2019 Hits: 28322

  • Perayaan
    02 Juni
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-2
  •  
  • Wilayah karya
    Roma - Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir | Dipancung di kota Roma sekitar tahun 304
    Dimakamkan di Saints Marcellinus and Peter cemetery on the Lavican Road Roma
    Kaisar Konstantinus kemudian membangun sebuah Basilica di atas makam mereka.
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Marcellinus adalah seorang imam dan excorsis (pengusir setan) di kota Roma. Ia dihukum mati bersama-sama dengan pembantunya Petrus (St. Peter the Excorsis)  karena iman Kristiani mereka pada masa penganiayaan Kaisar Diocletianus,.

Nama kedua martir ini tercantum dalam Doa Syukur Agung Pertama dalam Misa Kudus. Mereka secara luas dihormati dan dimohon bantuan doanya oleh umat Kristiani perdana. Pesta kedua martir ini tertera dalam kalender para kudus Roma sejak jaman Paus Vigilius pada tahun 555.

Pada masa penganiayaan ini, keduanya dengan gagah berani tetap mempraktekkan iman Kristiani mereka. Mereka melayani komunitas Kristiani dengan pengurbanan diri yang besar.  Saat itu banyak umat Kristiani yang ditangkap dan dibunuh, termasuk Marcelinus dan Petrus.  Keduanya dihukum mati dengan cara dipenggal kepala. Tetapi, agaknya sebelum dibunuh mereka dipaksa untuk menggali liang kubur mereka sendiri disebuah hutan yang disebut Silva Nigra.

Beberapa waktu kemudian, kubur mereka dapat ditemukan setelah  algojo yang mengeksekusi mereka akhirnya bertobat dan menjadi seorang Kristiani. Ia menghantar umat Kristiani ke sisa-sisa jenazah kedua orang kudus itu, yang kemudian dimakamkan kembali dalam katakombe St. Tiberius.

Pada tahun 827 Paus Gregorius IV mengirimkan sebagian relikwi kedua martir ini ke Frankfurt, Jerman. Sri Paus yakin bahwa relikui kedua orang martir ini akan mendatangkan berkat bagi Gereja di negeri itu.

Lamunan Pekan BIasa VIII

Jumat, 2 Juni 2023

Markus 11:11-26

11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.

12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. 13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. 14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.

15 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, 16 dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. 17 Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!" 18 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya. 19 Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.

20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. 21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering." 22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! 23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. 24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. 25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." 26 (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dalam agama ada masa khusus untuk berbuat baik bagi yang berkebutuhkan. Ada masa khusus terjadinya kegiatan beramal.
  • Tampaknya, di dalam agama Katolik masa Prapaskah dan pranatal, yang disebut masa Adven, ada gerakan pengumpulan dana. Dengan dana itu muncullah aksi-aksi sosial.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul mesra dengan kedalaman batin, sekalipun ada masa-masa khusus membuat aksi-aksi sosial, perbuatan baik sebagai wujud penghayatan iman akan menjadi irama hidup harian dan bukan terbatas pada masa-masa tertentu bagaikan tanaman yang punya musim-musimnya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati perbuatan baik bagi yang membutuhkan adalah pancaran hubungan orang dengan Tuhan.

Ah, dalam agama perhatian kepada kaum papa dan menderita sudah diurus oleh panitia khusus.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...