Wednesday, July 27, 2022

Santo Paus Selestinus I

diambil dari katakombe.otg/para-kudus Diterbitkan: 27 Juli 2017 Diperbaharui: 27 Juli 2017 Hits: 5345

  • Perayaan
    27 Juli (Gereja Latin)
    8 April (Gereja Yunani)
  •  
  • Lahir
    Akhir abad ke-4 (sekitar tahun 370 - 380 M)
  •  
  • Kota asal
    Campania, Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • 26 Juli 432 - Sebab Alamiah
    Awalnya dimakamkan di katakombe Santa Priscilla di Via Salaria Roma.
    Pada tahun 820 M, jenazahnya dipindahkan dan semayamkan di Basilika Santa Prassede di Roma.
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Paus Selestinus I adalah paus kita yang ke-43. Ia memimpin Gereja sejak 10 September 422 sampai hari kematiannya pada 26 Juli 432. Paus Selestinus I berasal dari kalangan bangsawan tinggi Romawi dan kemungkinan adalah kerabat dekat dari Kaisar Valentinian III (Flavius Placidius Valentinianus Augustus – Kaisar Romawi Barat 422 - 455 M).

Tidak banyak catatan yang ditemukan mengenai kehidupannya sebelum ia terpilih menjadi Paus, kecuali bahwa ayahnya bernama Priscus. Ia dikatakan pernah bekerja selama beberapa waktu di Keuskupan Milan bersama Uskup Santo Ambrosius. Namanya juga ditemukan dalam sebuah dokumen yang ditulis Santo Paus Innosensius I (paus ke-40) pada tahun 416 M, di mana ia disebut sebagai Diakon Selestinus.

Selestinus I harus mempimpin Gereja menghadapi berbagai ajaran sesat yang merebak di masa itu; NestorianismePelagianismeManikeanismeDonatisme dan Novatianisme. Ia menggelar sebuah Konsili di Roma pada tahun 430, untuk memeriksa ajaran Patriark Nestorius dan Patriark Sirilus dari Alexandria yang telah saling mengutuk satu sama lain. Konsili ini memutuskan bahwa ajaran Nestorius bertentangan dengan ajaran iman yang sejati dan menjatuhkan hukuman pengucilan terhadap Nestorius. Surat keputusan Konsili ini dikeluarkan bagi para pemimpin umat saat itu : Patriark Yohanes di Antiokhia, Uskup Juvenal di Yerusalem, Uskup Rufus di Tesalonika, Uskup Flavianus di Filipi Kaisarea dan bagi Kaisar Romawi Timur di Konstantinopel.

Setahun kemudian, Paus mengutus Patriark Sirilus dari Alexandria sebagai wakilnya untuk memimpin Konsili Efesus yang digelar tahun 431 M. Konsili ini merupakan sidang resmi Gereja yang diselenggarakan oleh Kaisar Theodosius II dan melibatkan lebih dari dua ratus uskup yang ada waktu itu.  Konsili Efesus menghasilkan 8 kanon keputusan yang diantaranya (Kanon 2-5) mengutuk ajaran Nestorian yang bertentangan dengan ajaran iman dan hukuman pengucilan terhadap Nestorius.

Paus Selestinus I bekerja keras melawan ajaran bidaah Pelagianisme dan bertindak tegas kepada para penganut bidaah Novatianisme. Ia melarang ibadah para Novatian dan memenjarakan uskup mereka.

Bapa Suci ke-43 dikenal sebagai seorang Ortodoks yang menolak keras inovasi sekecil apapun terhadap konstitusi gereja yang telah ditetapkan para pendahulunya. Santo Agustinus dari Hippo sering menyurati beliau demi memohon petunjuk atas berbagai masalah yang dihadapinya di Afrika Utara, khususnya saat melawan ajaran sesat Donatisme. Korespondensi mereka menunjukkan bahwa Roma telah menjadi otoritas tertinggi bagi Teologi Kristen sejak abad ke-5.

Paus yang kudus ini mengutus Uskup Pelladius  untuk menginjili Irlandia. Bertahun-tahun kemudian ia juga mengutus Santo Patrick untuk melanjutkan karya Pelladius di Irlandia.

Selestinus I memulihkan kembali Basilica di Santa Maria in Trastevere yang hancur saat Roma di serbu bangsa Visigoth pada 24 Agustus 410.  Ia juga disebutkan telah memperbaharui berbagai bagian dari liturgi, walaupun tidak ada kepastian pada bagian yang mana.  Ia tutup usia pada 6 April 432 dan dimakamkan di katakombe Santa Priscilla di Via Salaria. Pada tahun 820 M, jenazahnya dipindahkan dan semayamkan di Basilika Santa Prassede di Roma.

Tuesday, July 26, 2022

Dari Omong-omong Kecil

Pada pagi itu, Senin 25 Juli 2022, sesudah makan pagi Rm. Suntara dan Rm. Bambang tinggal di meja makan. Rm. Suntara mengambil rokoknya dan kemudian dibantu oleh Mas Abas untuk menyalakan dengan api korek. Rm. Bambang yang duduk di hadapannya memang sering menemaninya sambil omong-omong. Di deretan kamarnya, Rm. Suntara tak punya teman omong-omong karena semua sudah tak bisa berkomunikasi.


Dalam omong-omong itu Rm. Bambang menyampaikan pertanyaan Bu Rini kepadanya ketika melihat Rm. Suntara berjalan dengan mendorong kursi roda pada Kamis 21 Juli 2022. Pada waktu itu Bu Rini bertanya "Kalau sembuh apakah Romo Suntara akan kembali ke paroki?" Ketika mendengar penyampaian Rm. Bambang, Rm. Suntara langsung menyahut "Ya wegah. Aku wis ora nyandhak urusan paroki kaya saiki. Aku wis tuwa lan wis enak mapan neng Domus" (Aku tidak mau. Aku sudah tidak bisa memahami urusan paroki masa kini. Aku sudah tua dan nyaman berada di Domus). "Ning nyatane beberapa romo sepuh ora kersa mrene" (Tetapi kenyataannya beberapa romo tua tidak mau ke sini). Pembicaraan kemudian berada dalam 2 topik :

  1. Paroki bukan tempat mengurus romo sepuh. Entah benar entah salah, kebetulan sering terdengar suara umat ada romo sepuh yang cukup merepotkan. Ada yang sering merasa tidak cocok dengan keadaan dan ada yang barangkali karena kelansiaan sudah kurang dipahami umat umum. Dari penglaman juga terjadi pelayanan sesuai dengan kodisinya.
  2. Di Domus Pacis St. Petrus Amat Diperhatikan. Rm. Suntara mengatakan bahwa di Domus ini segalanya amat diperhatikan sesuai kebutuhan dan kelemahan masing-masing. Bahkan yang sering marah pun tetap akan diterima dengan lapang dada oleh para karyawan. Kekurangan dan kelemahan individual amat dipahami dan tidak berbahaya menjadi batu sandungan seperti misalnya tinggal di paroki. Berkaitan dengan kondisinya, Rm. Suntara meyakini bahwa bisa seperti kini adalah KARENA CINTA karyawan dan pimpinan. Dia bercerita bahwa dokter dan beberapa perawat RS Panti Rapih heran dia bisa hidup segar. Rm. Bambang menanggapi "Biyen aku ya mikir mung nunggu esuk pa sore kowe bablas. Sebab romo sing gerah persis kowe neng Panti Rapih ya seda" (Dulu aku juga berpikir hanya menunggu hari saja kau meninggal. Karena romo yang sakit seperti kamu wafat di Panti Rapih). 

Lamunan Pekan Biasa XVII

Rabu, 27 Juli 2022

Matius 13:44-46

44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. 45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. 46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa untuk menjaga hidup orang akan bekerja mencari nafkah. Dia bisa berjuang juga untuk memiliki tabungan dan simpanan demi hidup ke depan.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa untuk mengangkat martabat hidup orang bisa mengejar status sosial dan besarnya kekayaan. Makin tinggi status sosial dan makin besar kekayaannya orang bisa merasa makin tinggi martabatnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki status amat tinggi dan kekayaan amat berlimpah, orang sadar bahwa yang paling penting adalah kehidupannya sehingga demi damai sejahtera hidup dia bisa melepas segala-galanya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang bisa lepas bebas akan apapun yang duniawi yang dimiliki untuk menjaga kehidupan sejati yang berada dalam topangan nurani.

Ah, untuk jadi baik orang tetap harus memiliki landasan kekayaan.

Santa Anna

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 07 September 2013 Diperbaharui: 19 Oktober 2019 Hits: 19223

  • Perayaan
    26 Juli
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Yerusalem
  •  
  • Wafat
  •  
  • Makam Tradisional yang diyakini adalah makam Santa Anna dan Santo Yoakim ditemukan di Jerusalem tahun 1889
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

St. Anna dan St. Yoakim adalah orangtua Santa Perawan Maria. Mereka hidup rukun, taat beribadah kepada Tuhan dan melakukan banyak perbuatan baik. Namun demikian, ada satu hal yang membuat mereka sedih; Tuhan belum memberi mereka seorang anak pun.

Selama bertahun-tahun, Anna memohon kepada Tuhan untuk memberinya anak. Ia berjanji untuk mempersembahkan anaknya itu kelak kepada Tuhan. Ketika sudah lanjut umurnya, Tuhan menjawab doa Anna dengan cara yang amat luar biasa, yang bahkan tidak pernah terbayangkan olehnya.

Anak yang lahir bagi St. Yoakim dan St. Anna adalah Santa Perawan Maria Immaculata (=yang Dikandung Tanpa Dosa). Perempuan yang paling kudus di antara semua perempuan ini akan menjadi Bunda Allah. Anna merawat Maria kecil dengan penuh kasih sayang selama beberapa tahun. Kemudian dipersembahkannya puterinya itu kepada Tuhan, seperti yang telah dijanjikannya. Maria tinggal di Bait Allah di Yerusalem.

Yoakim dan Anna melanjutkan kehidupan mereka dengan berdoa hingga tiba saatnya Tuhan memanggil mereka pulang ke rumah Bapa di surga.

Umat Kristiani senantiasa menghormati St. Anna secara istimewa. Banyak gereja indah dibangun untuk menghormatinya. Salah satunya yang mungkin paling terkenal adalah Gereja St. Anne de Beaupre di Kanada. Banyak orang pergi ke sana sepanjang tahun untuk memohon bantuan doa St. Anna dalam menanggung beban hidup mereka.

Monday, July 25, 2022

Panitia HUT Paroki Nandan

"Para romo, nanti sekitar jam sepuluh akan ada tamu dari Panitia Ulang Tahun Paroki Nandan. Yang bisa ikut menyambut, silahkan" Kata-kata Rm. Hartanta pada Minggu pagi 24 Juli 2022 pada waktu makan bersama. Sementara itu Rm. Hartanta meminta Rm. Bambang untuk mewakilinya, Sesuai dengan yang diumumkan oleh Rm. Hartanta, jam 10.00 pagi para tamu dari Nandan datang berdelapan orang, 2 orang bapak dan 6 orang ibu. Mereka membawa oleh-oleh bermacam-macam bingkisan yang dimuat dalam troli oleh karyawan Domus. Rm. Ria, Mgr. Blasius, dan Rm. Harto menyertai Rm. Bambang menyambut para tamu. Ternyata, menurut koordinator tamu, panitia dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengunjungi beberapa rumah biara dan tokoh-tokoh sepiuh yang pernah berjasa di Nandan.


Kunjungan ke Domus memang hanya berlangsung dalam waktu 35 menit karena mereka masih akan berziarah kubur. Tetapi kunjungan singkat itu ternyata amat diwarnai suasana ceria penuh gurauan. Dalam pertemuan itu ada 3 hal yang dicatat oleh Rm. Bambang menjadi pokok yang membuat tertawa :

  1. Ingat kata-kata Rm. Ria. Salah satu tamu berkata "Saya ingat kata-kata Rm. Ria dahulu. Kalau bernyanyi dengan baik itu sama dengan doa dua kali. Kalau bernyanyi dengan jelek, itu dosa dua kali".  Menanggapi itu Rm. Bambang berkata bahwa kini Rm. Ria sudah tak dapat bernyanyi. Apakah dengan demikian beliau kini penuh dosa? Para tamupun tertawa.
  2. Permainan Romo Domus. Ada pertanyaan "Biasanya permainan apa yang dilakukan oleh para romo? Apakah kartu? Catur?" Rm. Bambang menjelaskan itu tidak ada di sini, Para romo biasa nonton TV di kamar. "Tanpa main-mainpun sudah senang kok" Rm. Bambang menambah jawaban.
  3. Apakah mudah tidur malam? Ketika pertanyaan ini muncul Rm. Bambang tertawa. Selain bilang para romo tak mengalami kesulitan untuk tidur, dia juga omong "Dalam Misa Komunitas banyak yang diam saja karena tertidur. Saya kerap sesudah 'Tuhan kasihanilah kami' tiba-tiba langsung diminta komuni.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Yoakim dan Santa Anna, Orang Tua Santa Perawan Maria

Selasa, 26 Juni 2022

Matius 13:36-43

36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." 37 Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; 38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. 39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. 40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. 41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. 42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang dapat risau terhadap orang lain yang buruk sikap dan perilaku. Yang buruk seperti itu dapat tidak diteruma dalam pergaulan masyarakat umum.
  • Tampaknya, orang juga menilai bahaya terhadap orang lain yang bertindak jahat. Yang seperti itu dapat dilaporkan ke polisi dan diproses secara hukum.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun yang dihadapi termasuk kaum buruk dan sering berbuat jahat, orang tetap terbuka memberi peluang untuk menata diri memperbaiki hidup. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa kesejatian penilaian baik buruk seseorang akan terjadi pada akhir kehidupan duniawi.

Ah, orang harus menutup diri dari pergaulan dengan pendosa.

Santo Yakobus Tua

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 06 September 2013 Diperbaharui: 19 November 2021 Hits: 14604

  • Perayaan
    25 Juli
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Galilea - Israel
  •  
  • Wafat
  •  
  • Matir di Yerusalem, sekitar tahun 40.
    Legenda mengatakan jenazahnya dibawa oleh malaikat, dan berlayar dengan perahu tanpa awak ke Spanyol
    Relik sekarang berada di Compostela, Spanyol
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Murid Yesus ini disebut "Yakobus Tua" untuk membedakannya dengan seorang murid Yesus yang lain, yang juga bernama Yakobus (yang adalah saudara Yesus dan penulis Surat Yakobus dalam Perjanjian Baru). Yakobus adalah seorang nelayan, sama seperti ayahnya - Zebedeus - dan saudaranya, Yohanes.

Yakobus sedang duduk dalam perahu ayahnya memperbaiki jala ketika Yesus lewat. Yesus memanggil mereka masing-masing, Yakobus dan Yohanes, untuk menjadi penjala manusia, untuk mengikuti-Nya mewartakan Kabar Gembira. Zebedeus menyaksikan kedua puteranya meninggalkan perahu mereka dan mengikuti Yesus.

Bersama Petrus dan Yohanes, Yakobus termasuk 3 murid utama Yesus. mereka bertiga, beroleh kesempatan menyaksikan apa-apa yang tidak dapat disaksikan para rasul yang lain. Mereka menyaksikan Yesus membangkitkan anak perempuan Yairus, mereka mendaki gunung dan menyaksikan Yesus bercahaya seperti matahari dengan jubah-Nya berkilau-kilauan. Peristiwa ini disebut Transfigurasi atau Yesus Dipermuliakan.

Pada hari Kamis Putih, yaitu malam sebelum Yesus wafat, Yesus membawa para rasul ke taman Getsemani. Dalam Injil Matius dikisahkan bagaimana Yesus meminta 3 murid utamanya ini untuk menyertai-Nya ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Mereka menyaksikan bagaimana Wajah Tuhan menjadi pucat karena duka yang amat dalam. Kemudian titik-titik darah mulai menetes dari kening-Nya. Sungguh, saat-saat yang amat memilukan, tetapi para rasul itu sudah terlalu lelah. Mereka tertidur!

St. Yakobus lari ketakutan ketika para musuh menangkap Yesus serta membawa-Nya pergi. Dan Yakobus masih "bersembunyi" dan tidak ada di bawah kaki salib pada hari Jumat Agung. Meskipun demikian, Tuhan menemuinya lagi pada sore hari Minggu Paskah di kamar atas. Yesus yang bangkit masuk melalui pintu yang terkunci dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Yakobus dan para rasul yang lain mendapatkan damai yang dijanjikan-Nya itu setelah kedatangan Roh Kudus pada Hari Pentakosta.

St. Yakobus memulai kerasulannya sebagai seorang yang suka menurutkan kata hatinya serta berbicara apa adanya. Tanpa sungkan ia meminta Yesus tempat duduk kehormatan dalam kerajaan-Nya. Ia juga pernah meminta Yesus menurunkan api atas desa-desa yang tidak mau menerima Tuhan. Tetapi imannya kepada Yesus sungguh besar.

Walaupun tidak tertulis dalam Kisah Para Rasul dan tidak tertulis dalam tulisan gereja kuno, banyak yang mempercayai Yakobus berangkat menuju Spanyol dan menyebarkan ajaran Yesus di sana. Ia mengadakan perjalanan menuju Galicia, Spanyol; Guimarães, Portugal; dan Rates (kini Póvoa de Varzim), Portugal. Di Rates, ia mentahbiskan Santo Petrus dari Rates sebagai uskup pertama di Semenanjung Iberian.

Berdasarkan Legenda masyarakat kuno di sana, pada tanggal 2  Januari 40, Santa Maria menampakkan diri kepada Yakobus di tepi sungai Ebro di Caesaraugusta, ketika ia sedang menyebarkan ajaran di Spanyol. Bunda Maria menampakkan diri di pilar, dan tempat tersebut kini menjadi Basilica of Our Lady of the Pillar di Zaragoza.  Kemudian, Yakobus kembali ke Yudea, dan di sana ia dieksekusi mati pada tahun 44. Kitab suci menulis :

... pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang... (Kis 12:1-2)

Setelah kematiannya, dalam kisah rakyat Spanyol, sosoknya muncul memimpin pasukan Kristen pada Pertempuran Clavijo selama Reconquista. Di Spanyol St. Yakobus dijuluki  “matamoros”  (Pembasmi Bangsa Moor). Santiago Matamoros!! (“Santo Yakobus Pembasmi bangsa Moor”);  Santiago y cierra España ("Santo Yakobus akan bertarung untuk Spanyol") menjadi yel-yel pekikan perang tentara Spanyol selama berabad-abad.

Setiap Martir adalah Persembahan Bagi Gereja

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...