Saturday, November 27, 2021

Minggu Adven I/C – 28 Nov 2021 (Luk 21:25-28.34-36)

 diambil dari https://unio-indonesia.org; ilustrasi dari koleksi Blog Domus


DUA WAJAH YERUSALEM

Rekan-rekan yang baik!

Pada hari Minggu Adven I tahun C dibacakan Luk 21:25-28.34-36. Di situ disebutkan bahwa pada akhir zaman nanti akan ada pelbagai kekacauan. Tapi pada saat itu juga orang akan “akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaannya” (ayat 27). Lukas menerapkan Dan 7:13 pada Yesus, yang dengan kebangkitannya telah menandai berakhirnya kekuasaan maut dan kekacauan. Ulasan kali ini ada banyak hubungannya dengan pembicaraan mengenai Injil hari Minggu Biasa XXXIII/B yakni Mrk 13:24-32 karena sama-sama mengupas tema “akhir zaman”. Tetapi ada beberapa hal yang dapat disebut sebagai kekhasan Lukas.

DUA WAJAH YERUSALEM

Lukas menerapkan gelagat kosmik mengenai akhir zaman (Luk 21:25-26; yang diambil dari Mrk 13:24-27) kepada peristiwa dihancurkannya kota Yerusalem pada tahun 70 oleh tentara Titus yang datang menumpas pemberontakan orang Yahudi. Runtuhnya Yerusalem diungkapkan dalam Luk 21:20-24. Orang yang mengalami bencana itu dikatakan “akan melihat Anak manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaannya” (Luk 21:27). Maksudnya, orang akan teringat akan Dan 7:13 yang intinya menunjukkan bahwa kekuatan jahat sudah dipunahkan Tuhan dan kini Anak Manusia, yakni Yesus, menerima kuasa atas seluruh alam semesta. Bagi Lukas, kota “Yerusalem” dari zaman Perjanjian Lama sudah punah, seperti halnya kekuatan jahat yang dalam Dan 7 digariskan punah karena terlalu dihuni oleh kekuatan-kekuatan jahat yang menolak kehadiran Yesus. Kehancuran Yerusalem oleh balatentara Romawi bagi Lukas menjadi penegasan dari kebenaran iman ini. Tentu saja kota itu kemudian dibangun kembali pada zaman generasi kedua orang kristiani. Tetapi bagi Lukas, Yerusalem ini sudah bukan lagi realitas fisik melainkan realitas iman, yakni kota suci tempat Yesus menyatakan siapa dirinya secara utuh ketika wafat dan bangkit. Menarik bagi ilmu tafsir, dalam tulisannya, Lukas memakai dua bentuk Yunani nama Yerusalem, yang pertama ialah “Ierousaleem” (=Yerusalem dalam perspektif penolakan terhadap Yesus) dan “Hierosolyma” (=Yerusalem dalam perspektif kota suci yang menerima Yesus). Nah yang akan lumat ialah “Ierousaleem”, yakni kota yang telah menolak Yesus. Dalam rangka itulah maka Lukas menuliskan nasihat “berjaga-jaga agar hati tidak dibebani oleh pesta pora dan kemabukan serta kekhawatiran hidup sehari-hari…” (Luk 21:34). Yang dimaksud di sini ialah ajakan agar orang tidak bersikap ekstrem melulu senang-senang tak peduli toh akhir zaman akan datang atau bersikap gelisah terus-terusan dengan alasan yang sama. Dua sikap yang saling berlawanan itu bisa terjadi dalam menghadapi perspektif “zaman edan”. Mengapa Lukas menasihati agar orang menjauh dari sikap ini? Tak lain tak bukan karena dua sikap itu sama-sama menutup diri bagi kehadiran Yang Ilahi dalam kehidupan ini. Kedua-duanya tidak memberi ruang gerak pada Roh yang diutus Yesus untuk menghibur dan menopang kehidupan sehingga orang dapat menghadapi akhir zaman dengan kuat, supaya “tahan berdiri di hadapan Anak Allah” (Luk 21:36). Roh Tuhan sendirilah yang akan menuntun orang lewat penghakiman terakhir itu. Jadi bagi Lukas, yang paling penting dalam menghadapi prospek akhir zaman itu ialah keterbukaan kepada Tuhan yang mau menyertai manusia.

ANTARA KELAHIRAN YESUS DAN PAROUSIA

Manakah hubungan antara prospek Parousia (kedatangan Anak Manusia di akhir zaman) dengan permulaan Masa Adven menyongsong pesta kelahiran Sang Penyelamat? Dalam kisah-kisah kelahiran Yesus ditekankan kesederhanaannya, juga kesederhanaan orang-orang yang mengitarinya. Dia yang lahir di Betlehem itu sama dengan dia yang nanti akan datang kembali dengan segala kemuliaannya pada akhir zaman. Bagaimana tokoh yang sesederhana itu bisa sama dengan dia yang akan datang dengan mulia dan memperoleh kuasa atas jagat ini? Lukas dalam seluruh Injilnya mengajarkan bahwa itu semua terjadi lewat perjalanan Yesus dari Galilea ke Yerusalem. Dengan kedatangannya kota itu mengadili diri: bila menolak, maka kota itu menjadi kota “Ierousaleem”, yang prospek kehancurannya sudah jelas. Bila menerimanya, maka kota itu akan menjadi kota suci “Hierosolyma” yang abadi. Jadi kedatangan Penyelamat yang persiapannya dirayakan dalam Masa Adven ini akan menentukan nasib banyak orang.

Kita ingat kata-kata Simeon di Bait Allah tentang Yesus dalam Luk 2:34: “…Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi  tanda yang menimbulkan perbantahan” Kemudian Simeon berkata kepada Maria: “Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” Makna kata-kata ini tidak mudah dipahami. Pedang ialah barang tajam yang akan membelah. Begitulah kehadiran Yesus akan membelah pikiran hati orang. Ia akan memilah yang jahat dari yang baik dalam diri orang, seperti halnya kedatangannya memisahkan “Ierousaleem” (kota Yerusalem yang dirundung kekuatan jahat) dari “Hierosolyma” (kota Yerusalem sejauh menerimanya). Maria adalah orang pertama juga yang akan menjadi penghuni kota suci “Hierosolyma” dan meninggalkan kota “Ierousaleem” yang menghukum diri tadi. Sebetulnya Maria mewakili semua orang yang bakal menerimanya. Maria orang pertama yang menerima kehadiran Yesus dalam kehidupannya, yakni ketika mengucapkan “fiat”.

Bila pikiran Lukas diterapkan ke kehidupan kini maka dapat dikatakan bahwa kedatangan Penyelamat yang kita songsong dalam Masa Adven ini akan membuat kita seperti kota Yerusalem. Bagian dari diri kita dan jagat ini yang menolak digariskan akan hancur, tak tahan di hadapan dia yang nanti datang dengan kemuliaannya. Tapi bagian yang menerima akan ikut serta dalam keabadiannya. Memang yang akan datang itu kini ialah orok sederhana di Betlehem, tidak menakutkan dan tidak selayaknya menggetarkan. Kita dan dunia kita masih mempunyai kesempatan dari tahun ke tahun sembari memasuki Masa Adven untuk belajar menerimanya dan saling mengajarkan bagaimana cara menerimanya sehingga nanti kalau ia datang kembali dengan kebesarannya kita mendapati diri dalam pilihan sikap yang cocok.

TENTANG HARI KIAMAT

Sekali-sekali muncul berita mengenai adanya gerakan sekte tertentu yang menekankan prospek hari kiamat. Memang sebelum zaman Yesus sudah ada kelompok-kelompok orang yang mau tahu kapan datangnya kehancuran kosmik. Ada pandangan bahwa kehidupan manusia dan dunia ini pada hakikatnya jahat, buruk secara mendasar. Dan yang buruk begitu itu ditakdirkan hancur, hanya tinggal tunggu kapan. Tetapi ada segelintir orang yang merasa memperoleh pengetahuan khusus mengenai kapan berakhirnya jagat ini dan bagaimana melepaskan diri dari kungkungan takdir lahiriah. Dan mereka mengajarkan cara hidup alternatif, memisahkan diri dari khalayak umum. Ada pula ekses-eksesnya sampai misalnya meminumkan racun kepada anggota sekte dan bunuh diri dengan gagasan bahwa hidup ini kan tiada bernilai lagi dan agar tak diperburuk dengan hidup terus (=“berdosa” tok dalam pandangan itu). Sekte-sekte ini muncul di beberapa tempat di dunia, di Amerika Selatan, di Indonesia, di Jepang, sering dengan “warna” kristen.

Namun demikian, ajaran kristiani mengenai hari terakhir seperti terdapat dalam Kitab Suci bukan ajaran yang menekankan kapan hari itu datang melainkan dua hal ini: (1) Orang kristiani menantikan kedatangan Yesus Kristus kembali (Parousia) yang akan mengajak orang-orang yang berkehendak baik dan percaya ikut serta ke dalam kebesarannya (Mrk 13:24-32 dan paralelnya dalam Mat dan Luk). Hal ini adalah kepastian iman. (2) Mengenai penghakiman terakhir, yang ditekankan bukan perihal hukuman atau pahala, melainkan ajakan untuk mawas diri apakah orang menghormati kemanusiaan, dan punya andil dalam meringankan penderitaan sesama, dll. seperti dalam Mat 25:31-46. Kapan itu terjadi bukan urusan manusia, bukan urusan malaikat, bahkan Anak Manusia yang bakal datang dengan kebesarannya itu pun tidak tahu. Hanya Bapa, maksudnya Tuhan yang Maharahim, sajalah yang menentukan saatnya (Mrk 13:32). Namun yang dapat diketahui yakni bahwa dua peristiwa di atas itu benar-benar akan terjadi. Oleh karenanya orang diajak bersiap-siap. Caranya bukan dengan diam saja (kayak orang yang dapat satu talenta), atau mendahului Tuhan (kayak sekte-sekte hari kiamat), melainkan dengan ikut mengusahakan kemanusiaan yang makin cocok dengan martabat yang dimaui Pencipta, dengan bertanggung jawab kepada sesama, dengan membawakan wajah Tuhan yang Maharahim, bukan Tuhan yang penghukum.

Gagasan dalam Kitab Suci itu kemudian berkembang menjadi ajaran eskatologi dalam doktrin Gereja. Ajaran mengenai kejadian-kejadian pada akhir nanti (ta eskhata) sebenarnya bukan penglihatan mengenai apa yang bakal terjadi atau laporan ke depan tentang hari kiamat. Sebagai orang yang percaya akan kebangkitan Kristus, orang kristiani sudah ambil bagian dalam kenyataan akhir zaman secara batiniah. Akhir zaman itu sudah dialami Kristus dan akan dibagikan kepada kita sampai utuh. Yang penting kini yakni dapat mempertanggungjawabkan apa andil kita dalam membuat kemanusiaan makin ikut serta bangkit dan mendapat perkenan Tuhan. Masih ada waktu dan waktu menjadi jalan rahmat keselamatan bagi diri dan bagi sesama, juga dalam kerja sama dengan orang-orang yang percaya akan kehadiran Tuhan walaupun berbeda agama. Warta kristiani itu warta gembira bukan warta yang meniupkan rasa takut dan waswas akan hari kiamat. Orang yang menekankan kiamat sebagai kiamat tok sebetulnya tidak memberi ruang bagi kerahiman Tuhan dan menolak kemungkinan bahwa Ia dapat bertindak merdeka. Pandangan seperti ini sebenarnya main hakim sendiri, bukan dalam ukuran kecil-kecilan belaka, melainkan justru dalam ukuran kosmik! Agama manapun tidak mengizinkan pendapat seperti ini. Suara hati juga tak dapat menerimanya.

Salam hangat,

A. Gianto

Lamunan Pekan Adven I

Minggu, 28 November 2021

Lukas 21:25-28.34-36

25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. 26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. 27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."

34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. 36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, agar dapat menyongsong keabadian lewat kematian orang dapat menyingkiri banyak hal duniawi. Dia banyak menjalani puasa agar tidak menekankan kehidupan duniawi.
  • Tampaknya, agar dapat menyongsong keabadian dengan rasa damai orang dapat mengisi hidup dengan banyak berdoa dan beribadat. Dia berjuang untuk selalu lekat dengan Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun mengikuti kehendak ilahi adalah derap hidup rohani, Tuhan tidak menghendaki orang tidak menikmati hal-hal duniawi dan yang dikehendaksi adalah agar dalam menikmati bertindak tahu batas sehingga tidak sekedar mengumbar selera. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan duniawi dengan pikiran, perasaan, dan kehendak yang tidak hampa suara nurani.

Ah, asal banyak doa orang terjamin enak di keabadian.

Friday, November 26, 2021

Santo Virgilius

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 03 Agustus 2016 Diperbaharui: 19 November 2019 Hits: 5831

  • Perayaan
    27 November
  •  
  • Lahir
    Hidup pada abad akhir abad ke-8 (tanggal dan tahun lahir tidak diketahui)
  •  
  • Kota asal
    Irlandia
  •  
  • Wilayah karya
    Austria
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 784 di Salzburg, Austria - Sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Biarawan Benediktin dari Irlandia ini berangkat ziarah ke tanah suci pada tahun 743. Dalam perjalanan pulang, Virgilius memutuskan untuk tidak kembali ke Irlandia dan tinggal di biara Benediktin Santo Petrus di Salzburg Austria.  Di biara ini ia giat membantu karya Santo Rupertus. Setelah Santo Rupertus meninggalkan biara karena terpilih menjadi uskup Salzburg, Virgilius terpilih menggantikannya sebagai menjadi Abbas (kepala biara) di biara tersebut. 

Pada tahun 765 Abbas Virgilius terpilih menjadi Uskup Salzburg.  Karyanya sebagai uskup yang paling dikenang adalah usahanya memperbaiki Katedral Salzburg dan perjuangannya untuk mengkristenkan suku-suku di pedalaman Bavaria dengan mengutus para misionaris kepada mereka.

Uskup Virgilius juga adalah seorang astronom dan saintis. Ia pernah dituduh bidaah karena beberapa ide ilmiah yang dicetuskannya. Seperti ketika ia mengajarkan bahwa bumi ini bulat. Karena itu, orang-orang di dua tempat berbeda di muka bumi yang dihubungkan oleh garis tengah bumi berdiri dengan posisi kaki saling berlawanan (Antipodes).  Ajaran ini ditentang oleh banyak orang, bahkan Virgilius sempat dicap bidaah oleh Santo Bonifasius.

Santo Virgilius tutup usia pada tahun 784. Relikwinya disemayamkan dalam sebuah Reliquary bersama dengan relikwi santo Rupertus di Katedral yang didedikasikan untuk mereka berdua;  Katedral Santo Rupertus dan Virgilius di Salzburg Austria atau Katedral Salzburg

Di Katedral ini pula Komposer terkenal Wolfgang Amadeus Mozart dibabtis dengan nama : Johannes Chrysostomus Wolfgangus Theophilus Mozart.

Kelompok Kerahiman Ilahi

Pada Senin 15 November 2021 jam 16.02 ada pesan WA masuk dengan kata-kata "Rm,  nyuwun pirsa,  menawi pisowanan ing Domus Pacis keparengipun pinten priyantun njih???" (Rama, saya mau bertanya, kalau mau berkunjung ke Domus Pacis berapa orang akan diijinkan?). Pesan ini datang dari Ibu Stephani Harsono yang sejauh diketahui oleh Rm. Bambang adalah koordinator kelompok Kerahiman Ilahi di Yogyakarta. "Mangke kula nyuwun pirsa Rama Direktur buuuu" (Nanti saya tanyakan ke Rama Direktur, bu) Rm. Bambang menjawab yang langsung ditanggapi oleh Bu Stephani "Menawi kepareng mbenjang dinten Rabu,  ibu2 saking Kerahiman Ilahi badhe sowan. Pukul 10.00" (Kalau diperbolehkan besuk hari Rabu ibu-ibu Kerahiman Ilahi akan berkunjung jam 10.00). Rm. Bambangpun bertanya "Rombonganipun ibu-ibu pinten ta?" (Berapa jumlah ibu-ibu dalam rombongan) tanya Rm. Bambang yang mendapatkan jawaban "Lha taksih dalem batesi Rm. Antawis 15" (Masih saya batasi, rama. Sekitar 15 orang). 

Tentang jumlah rombongan masuk Domus Rm. Bambang teringat ketika Rama-rama UNIO KAS mengadakan Misa Arwah pada 8 November 2021. Ada 30 orang rama hadir. Selain itu Rm. Hartanta merencanakan ada Misa Peringatan 1 Tahun wafat ayahnya besok Jumat 19 November 2021 yang akan mengundang tamu sebanyak 25 orang. Maka Rm. Bambang langsung menulis "Yen ngaten lajeng rawuh mawon bu. Mangke kula takmatur" (Kalau begitu langsung datang saja. Saya akan bilang ke pimpinan). Ketika Rm. Bambang bilang ke Rm. Hartanta, yang menjadi pimpinan Domus, beliau juga akan ikut menyambut. Tetapi ternyata kunjungan ini akan diundur, karena pada Rabu 17 November 2021 jam 03.53 datang pesan WA Bu Stephani ke Rm. Bambang "Sugeng enjang Rm Bambang. Berkah Dalem. Rm,  nyuwun pangapunten, pisowanan ing Domus Pacis dinten punika dipun tunda Rabu 24 Nov 2021,Rm, amargi sawatawis ibu2 ingkang badhe sowan wonten acara mendadak. Nyuwun pangapunten saestu." (Selamat pagi rama. Berkah Dalem. Rama, maaf, kunjungan di Domus Pacis ditunda ke hari Rabu 24 November 2021, karena beberapa ibu ada acara mendadak. Saya sungguh minta maaf). Penundaan ini diinformasikan oleh Rm. Bambang ke Rm. Hartanta pada waktu makan pagi hari itu.

Dan pada Rabu 24 November 2021 jam 04.23 Bu Stephani mengirim pesan WA ke Rm.  Bambang "Sugeng enjang Rm. Bambang. Salam sehat,  tetap ceria dan tetap semangat njih Rm.. Dinten punika  estu  sowan  pkl 10.00 Rm. Matur  sembah  nuwun" (Selamat pagi Rm. Bambang. Salam sehat, tetap ceria dan tetap semangat, ya rama. Hari ini jadi berkunjung jam 10.00. Terima kasih). Kelompok ini datang berdelapan belas orang ibu-ibu. Mereka merupakan jejaring dari kelompok-kelompok kecil yang berasal dari Paroki Kalasan, Paroki Minomartani, Paroki Banteng, Paroki Gamping, dan Paroki Pangkalan. Rm. Harto, Mgr. Blasius, dan Rm. Bambang menyambutnya. Sesudah bincang sana-sini dalam suasana ceria, Kelompok Kerahiman Ilahi ini berdoa untuk para rama dengan berpegang pada kata-kata Tuhan kepada Santa Faustina. Mereka meneruskan doa dengan Doa Koronka. Sesudah minum teh kemudian ada foto-foto bersama. Di sini Rm. Ria menyusul ikut menyambut. 

Lamunan Pekan Biasa XXXIV

Sabtu, 27 November 2021

Lukas 21:34-36

34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. 36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, tak ada yang tak tak tahu bahwa kematian adalah realitas dalam diri setiap orang. Ditolak dan diperjuangkan menjauh seperti apapun kematian pasti datang.
  • Tampaknya, orang yang sadar dan siaga menghadapi kematian akan berusaha agar mendapatkan kebaikan di balik peristiwa meninggalkan dunia. Dia dapat rajin berdoa agar tetap ada bersama Tuhan dan kelak mengalami kedamaian-Nya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun doa amat penting untuk menyadarkan dan mendekatkan diri pada Tuhan, dalam kesiagaan menerima kehidupan abadi orang akan menekuni kehidupan harian dengan penuh komitmen dan di dalamnya menempatkan doa sebagai sikap dan tindakan penyerta kontak batin dengan Tuhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa kesiagaan menghadapi kematian tidak berarti meninggalkan kesibukan duniawi sehari-hari tetapi justru menekuninya sambil sewaktu-waktu mengatakannya kepada Tuhan dalam hati.

Ah, asal rajin berdoa meninggalkan kesibukan harian orang akan siaga masuk surga.

Thursday, November 25, 2021

Santo Yohanes Berchmans

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 10 Agustus 2013 Diperbaharui: 19 November 2019 Hits: 7203

  • Perayaan
    26 November
  •  
  • Lahir
    13 Maret 1599
  •  
  • Kota asal
    Driest, Brabant, Belgia
  •  
  • Wafat
  •  
  • 12 August 1621 di Roma, Italia - Oleh sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    28 Mei 1865 oleh Paus Pius IX
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 15 January 1888 oleh paus Leo XIII

Yohanes Berchmans berasal dari Belgia. Pada masa mudanya ia pernah mengatakan,  “Jika aku tidak menjadi kudus ketika aku masih muda, maka aku tidak akan pernah menjadi kudus.”  Sesungguhnya begitulah yang kemudian terjadi.  Yohanes meninggal pada usia yang masih muda, yaitu duapuluh dua tahun,  dan tanpa perlu diragukan, ia telah berhasil mencapai harapannya untuk menjadi seorang yang kudus bagi Yesus.

Yohanes dilahirkan pada tahun 1599 dalam sebuah keluarga yang sangat bersahaja. Ayahnya adalah seorang tukang sepatu yang miskin. Sebagai seorang anak, ia amat dekat dengan ibunya yang sering  sakit-sakitan. Namun demikian, ia suka juga bergabung dengan teman-teman sebayanya untuk memainkan kisah-kisah yang diambil dari Kitab Suci. Ia terutama amat pintar memainkan adegan Daniel membela Susana yang tidak berdosa.

Ketika usianya tigabelas tahun, Yohanes ingin bersekolah untuk menjadi imam. Tetapi, ayahnya ingin agar ia membantunya dalam usahanya sebagai tukang sepatu. Pada akhirnya, Bapak Berchmans berubah pikiran dan memperbolehkan Yohanes menjadi pesuruh di pastoran. Dengan demikian Yohanes dapat langsung pergi mengikuti pelajaran di seminari. 

Tiga tahun kemudian, Yohanes Berchmans bergabung dengan Serikat Yesus. Ia berdoa, belajar dengan tekun dan dengan bersemangat memainkan peran-peran dalam drama religius. Ia mempunyai semboyan: “Berilah perhatian besar pada hal-hal kecil,” dan semboyannya itu ia pegang teguh. Semasa hidupnya, St. Yohanes Berchmans tidak pernah melakukan perbuatan-perbuatan besar yang mengagumkan. Tetapi, ia melakukan semua pekerjaan-pekerjaan kecil dengan baik, mulai dari melayani makan hingga menyalin catatan pelajarannya.

Ketika ia jatuh sakit, tidak ada dokter yang dapat menemukan penyakit yang dideritanya. Yohanes tahu bahwa ia akan segera meninggal. Tetapi, ia tetap riang gembira seperti sediakala. Ketika dokter memerintahkan agar keningnya dikompres dengan anggur, Yohanes berkelakar: “Wah, untung saja penyakit yang begitu mahal ini tidak akan berlangsung lama.”

Yohanes Berchmans wafat pada tahun 1621. Mukjizat-mukjizat terjadi pada saat pemakamannya, dan dilaporkan mukjizat-mukjizat penyembuhan terus terjadi pada para peziarah yang mengunjungi makamnya.  

Yohanes Berchmans tidak tercatat memiliki prestasi yang luar biasa. Selama hidupnya Ia juga tidak ditemukan melakukan mukjizat yang mencolok. Mukjizat-mukjizatnya justru terjadi setelah kematiannya. Dia hanya membuat kebaikan, kesopanan, dan kesetiaan yang merupakan bagian penting dari kekudusan-Nya.  

Setelah meneliti mukjizat – mukjizat yang terjadi dengan perantaraan Yohanes Berchmans;  dua setengah abad kemudian Yohanes dinyatakan sebagai yang terberkati (Beato) oleh Paus Pius IX pada tanggal  28 Mei 1865; dan dinyatakan Kudus pada tanggal 15 Januari 1888 oleh paus Leo XIII.

Parade Kunjungan


Pada Sabtu 20 November 2021 Rm. Hartanta, Direktur Domus, memiliki hajat memperingati 1 tahun wafat Bapak Subakir ayah beliau. Maka Rm. Hartanta tidur di rumahnya. Beliau berpesan kepada Rm. Bambang agar menyambut Kelompok Senakel yang akan berkunjung pada jam 15.00 Minggu 21 November 2021. Memang beliau akan berusaha untuk ikut menyambut sebentar karena pada sore itu harus Misa di Gereja Mlati menggantikan rama paroki yang sedang pergi. Selain itu Rm. Hartanta juga mengingatkan bahwa dalam Misa Domus Sabtu sore akan ada satu keluarga yang mengikuti. Ternyata dari Sabtu sore hingga Minggu sore 20-21 November 2021 ada beberapa kunjungan. Rm. Bambang mencatat sebagai berikut :

  1. Keluarga Tri-Atik. Ini adalah keluarga yang ikut Misa Sabtu sore. Karena Rm. Bambang punya no WA Bu Atik, dia menanyakan punya ujub apa. Bu Atik menjawab "Boten romo namung badhe dherek misa sareng para romo... Kangen🤭😁😁" (Tidak ada ujub, rama. Hanya akan ikut misa bersama para rama ... Kangen saja). Bapak Tri Laksana dan Ibu Atik datang bersama ketiga anaknya yang masih sekolah SD: Bening, Banyu, dan Lintang. Keluarga ini punya hubungan dekat dengan Rm. Hartanta dan kini tinggal di Ngelo, wilayah Paroki Brayut. Tetapi ternyata dulu mereka berasal dari Paroki Salam, maka mereka mengalami Rm. Bambang yang pernah berkarya di Salam. "Dulu ibu adalah anak Sekolah Minggu bimbingan Rm. Bambang" kata Bu Atik kepada anak-anaknya.
  2. PD Rhema. Ketika Rm. Bambang sedang tiduran di kasurnya sambil melihat sinetron TV, Mas Haryono karyawan Domus masuk kamarnya dan berkata "Rama onten tamu saking yayasan napa" (Rama, ada tamu dari sebuah yayasan). Rm. Bambang pindah ke kursi roda dan keluar kamar. Kemudian muncul troli didorong Mas Haryono membawa macam-macam dos termasuk cukup banyak karung plastik berisi beras. Setelah itu menyusul 4 orang muda: 1 perempuan dan 3 laki-laki. Salah seorang langsung menyapa Rm. Bambang "Rama, kami dari PD Rhema. Dulu rama juga menjadi pembicara kami di Jalan Mataram, ta?" Ternyata mereka datang mewakili teman-temannya dari Persekutuan Doa Rhema. Mereka datang membawa bingkisan banyak sembako yang dikumpulkan dari teman-temannya. Mereka bisa asyik omong-omong dengan Rm. Bambang bahkan sambil melihat-lihat lantai 2 dan 3 gedung Domus Pacis St. Petrus. Karena salah satu pernah menjadi umat Rm. Tri Wahyono, Rm. Bambang, yang dengan kursi rodanya didorong oleh Mas Haryono, mengajak mampir di kamar Rm. Tri Wahyono yang kemudian didoakan khusus oleh mantan umatnya. Bersama Rm. Bambang mereka juga masuk Kapel Domus dan bahkan kemudian nyanyi-nyanyi karena salah satu ternyata adalah player organ.
  3. Umat Sragen. Selama Rm. Bambang mendampingi keempat anggota PD Rhema, ternyata ada beberapa umat Sragen datang mengunjungi Rm. Supriyanto. Kedatangan umat Paroki Sragen itu juga ditumpangi oleh seorang ibu dari Paroki Palur yang datang khusus untuk mengunjungi Rm. Suntara. "Entuk oleh-oleh apa mau?" (Tadi dapat oleh-oleh apa?) tanya Rm. Bambang kepada Rm. Suntara ketika makan siang. Rm. Suntara menjawab "Entuk batrei" (Dapat batrei) yang langsung disambut tanya Rm. Bambang "Batu batrei?". Rm. Suntara mengiyakan. Ternyata Rm. Suntara mendapat 6 buah batu batrei untuk radionya. 
  4. Kelompok Senakel. Ternyata yang hadir adalah Jaringan Kelompok Senakel yang memiliki kegiatan khusus mendoakan suster, bruder, dan imam. Yang datang di Domus Pacis pada Minggu sore itu dari Paroki Klaten, Wilayah Sempu Paroki Pugeran, Paroki Klepu, Paroki Nanggulan. Katanya akan datang juga dari Paroki Wonogiri. Sesudah seorang ibu koordinator menyampaikan kata-kata, Rm. Hartanta memberikan sambutan dan kemudian berpamitan akan memimpin Misa di Paroki Mlati. Dari Domus Pacis yang juga ikut menyambut selain Rm. Bambang adalah Rm. Harto, Rm. Tri Hartono, dan Rm. Yadi. Ada juga Rm. Agus Widodo dan Rm. Fajar dari Seminari Tinggi yang akan memimpin Misa. Ternyata ada juga Rm. Modestus Supriyanto Pastor Nanggulan yang mengantar umatnya. Rm. Bambang minta Rm. Yadi untuk tampil kedepan bersama Rm. Bambang melayani tanya jawab. Sesudah itu Rm. Bambang, Rm. Yadi, dan Rm. Tri Hartono meninggalkan Kapel dan kemudian Kelompok Senakel melanjutkan dengan Doa Rosario yang ditutup dengan Misa yang dipimpin oleh kedua rama Seminari. Dari kelompok ini Domus Pacis mendapatkan oleh-oleh 14 dos roti, alat-alat mandi, dan pempers. Tentang pempers, ketika Bu Fransiska Ana yang jadi penghubung menelpon, Rm. Bambang minta ukuran XL karena Domus sedang kehabisan ukuran XL.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...