Sunday, August 31, 2025

Santo Giles

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 16 Agustus 2013 Diperbaharui: 01 Juni 2014 Hits: 10027

  • Perayaan
    01 September
  •  
  • Kota asal
    Athena Yunani
  •  
  • Wilayah karya
    Perancis
  •  
  • Wafat
  •  
  • Antara tahun 710 sampai 724 di Perancis | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Giles dilahirkan di Athena, Yunani. Ketika orangtuanya meninggal dunia, ia mempergunakan banyak warisan yang mereka tinggalkan untuk menolong orang-orang miskin. Sebab itu, dan teristimewa karena Tuhan mengadakan banyak mukjizat dengan perantaraannya, Giles mendapati diri sebagai seorang pemuda yang amat terkenal dan dikagumi.

Giles tidak menghendaki pujian dan kemashyuran ini sama sekali. Maka, agar dapat melayani Tuhan dalam hidup yang tersembunyi, ia meninggalkan Yunani dan berlayar ke Perancis. Di sana, ia hidup seorang diri dalam kegelapan hutan. Ia membuat tempat tinggal dalam sebuah gua di balik semak belukar yang rimbun. Giles hidup tenang di sana, aman dari bahaya besar kepala mendengar dirinya dipuji.

Tetapi, suatu hari seorang raja dan para pengawalnya pergi berburu ke hutan itu. Mereka mengejar kijang yang biasa datang ke gua Giles. Kijang itu lenyap dari pandangan mereka dengan masuk ke dalam gua Giles yang tersembunyi di balik semak belukar yang rimbun. Salah seorang pengawal membidikkan anak panah ke rerimbunan semak, dengan harapan anak panah itu mengenai si kijang. Ketika mereka menyibak semak belukar, mereka mendapati Giles duduk terluka oleh anak panah.

“Siapakah engkau dan apa yang engkau lakukan di sini?” tanya raja. St. Giles menceritakan kisah hidupnya kepada mereka. Setelah mendengarnya, mereka mohon pengampunan. Raja mengutus para tabibnya untuk merawat luka santo kita. Meski Giles memohon agar ditinggalkan seorang diri, raja sungguh merasa kagum kepadanya hingga raja kerap datang menjenguknya. Giles tidak pernah menerima hadiah-hadiah raja. Tetapi, pada akhirnya, ia setuju raja mendirikan sebuah biara besar di sana. Giles menjadi pemimpin biaranya yang pertama.

Biara ini menjadi begitu terkenal hingga seluruh kota datang ke sana. Sebuah kota kecil kemudian tumbuh di sekitar biara, dan setelah kematian Giles; makamnya di biara itu menjadi tempat ziarah. Banyak mukjizat dilaporkan terjadi.  Biara ini dikemudian hari dikelola oleh para Benediktin.

Lamunan Pekan Biasa XXII

Senin, 1 September 2025

Lukas 4:16-30

1 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." 20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. 21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." 22 Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?" 23 Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!" 24 Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. 25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. 26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. 27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." 28 Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. 29 Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. 30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi. 

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang bisa menjadi pengajar karena berilmu. Kemampuan ilmunya ditandai oleh kepemilikan ijasah-ijasah dan berbagai sertifikat.
  • Tampaknya, sebagai pengajar orang tak hanya berilmu hasil menimba dalam pendidikan formal dan kursus serta seminar. Dia sendiri mampu mengembangkan sehingga memiliki pandangan sendiri.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki pandangan banyak dan luas milik sendiri, orang baru mampu sungguh menjadi pengajar kalau dalam paparannya dilandasi oleh berbagai tindakan sesuai yang diomongkan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati seorang pengajar belum sungguh meyakinkan dengan ilmunya kalau tak digenapi oleh tindakan sendiri.

Ah, asal banyak diundang berceramah, orang sudah jadi pengajar hebat.

Saturday, August 30, 2025

Sumbangan Tambahan Honor Karyawan Agustus 2025

Para karyawan Domus Pacis memang kerap dihadapkan pada kasus tiba-tiba berkaitan dengan kondisi para rama sepuh. Para rama sepuh tak ada satupun yang bebas penyakit. Tampaknya dari 12 orang rama sepuh tak lebih dari 4 orang yang memiliki kondisi yang pelayanannya sudah cukup rutin. Bisa saja terjadi satu atau dua rama tiba-tiba drop atau membutuhkan penanganan khusus. Bisa pula ada yang harus segera diantar ke rumah sakit. Apalagi yang kondisinya diwarnai penyakit yang sungguh berat dan tampaknya belum begitu menerima kenyataan,  ada-ada saja hal yang harus disikapi secara khusus oleh karyawan. Karyawan harus siaga dengan energi raga dan jiwa, karena mereka juga berhadapan dengan sementara rama yang tampaknya mengalami post power syndrome. Dulu Rm. Hartanta, sebagai Direktur Domus, akan menata kerja para karyawan : jadual masuk, jadual libur, menentukan lemburan. Kalau ada yang opname, seperti pada Agustus ini ada 2 orang rama sepuh, tentu juga ada uang makan dan uang lemburan khusus. Semua itu kini menjadi urusan Rm. Andika Bhayangkara, yang sudah menerima penyerahan tugas pelayanan sebagai Direktur Domus sejak 10 Agustus 2025. Satu hal yang dilakukan oleh Domus Pacis Santo Petrus adalah memberikan honor di atas UMR kepada para karyawan agar memiliki ketenangan kerja. Harus diakui bahwa anggaran yang diterima dari Keuskupan tak akan mencukupi. Puji Tuhan, ternyata ada saja warga Gereja perorangan dan kelompok yang tersentuh oleh informasi keadaan kerja karyawa Domus yang pernah ditayangkan oleh Rm. Bambang pada bulan Juli 2021. Maka, setiap bulan ada saja yang mengirimkan sumbangan untuk tambahan honor karyawan Domus. Rm. Bambang menjadi pencatat nama-nama para penyumbang setiap bulan termasuk jumlah sumbangannya. Pada bulan Agustus 2025 Rm. Bambang mencatat ada 26 orang penyumbang yang menghadirkan dana uang sebesar Rp. 12.610.000. Para penyumbang itu adalah sebagai berikut :

1. Ibu Dicky, 2. PUPIP Ungaran, 3. Ibu Tantiana Windy, 4. Ibu Niken, 5. Bapak Sudjono Keman, 6. Ibu Anna Maria (Ibu-ibu Bernardus Babadan), 7. Ibu Maria Kristina Dannie, 8. Devosan Kerahiman Ilahi Mungkid (2X), 9. Ibu Bernadet Suwarni (2X), 10. Ibu Wartini (2X), 11. Ibu Lili Herawati, 12. Ibu Christine, 13. Ibu Dewi Anggraeni, 14. Ibu Lucy, 15. Ibu Tri Noor Prasetyawan, 16. Bapak Bambang Triono Cahyadi, 17. Ibu Malya, 18. Ibu Yuliana Sutarni, 19. Ibu Chatarina Gunarti, 20. Ibu Mamik, 21. Ibu Harno, 22. Ibu Istiyono, 23. Ibu drg. Yuristianti, 24. Ibu Christin, 25. Ibu dr. Wara Aris Wakiman, 26. Bapak Suryadi.

Santo Aidan

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 26 Agustus 2013 Diperbaharui: 28 November 2020 Hits: 18993

  • Perayaan
    31 Agustus
  •  
  • Lahir
    Hidup pada Abad ke-7
  •  
  • Kota asal
    Irlandia
  •  
  • Wilayah karya
    Inggris
  •  
  • Wafat
  •  
  • 31 Agustus 651 di Bamburg, Inggris | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Aidan adalah seorang biarawan Irlandia yang hidup pada abad ketujuh. Ia tinggal di biara besar di Iona yang didirikan oleh Santo Kolumbanus (Columba of Iona, pesta : 9 Juni). Ketika Santo Oswald menjadi Raja Inggris Utara pada tahun 634. Raja yang kudus ini mengundang para misionaris untuk mewartakan Injil kepada rakyatnya yang masih kafir.

Misionaris pertama yang berangkat segera pulang kembali dengan mengeluh bahwa orang-orang Inggris amat kasar, keras kepala dan liar. Para biarawan berkumpul bersama untuk merundingkan situasi ini. “Menurutku,” kata Aidan kepada biarawan yang kembali itu, “engkau terlalu keras dengan orang-orang ini.” Ia kemudian menjelaskan bahwa, sebagaimana dikatakan St. Paulus, terlebih dahulu ajaran-ajaran yang mudahlah yang diberikan. Ketika orang-orang telah bertambah kuat dalam Sabda Allah, barulah dapat dimulai ajaran-ajaran yang lebih sempurna mengenai hukum-hukum Tuhan yang kudus.

Ketika para biarawan mendengar nasehat yang bijaksana itu, mereka berpaling kepada Aidan. “Sebaiknya engkaulah yang pergi ke Inggris Utara untuk mewartakan Injil,” kata mereka. Aidan pergi dengan suka hati. Ia menerima tugas baru ini dengan kerendahan hati dan semangat doa. Ia mulai dengan berkhotbah. Raja St. Oswald sendiri yang menerjemahkan khotbah-khotbah Aidan ke dalam bahasa Inggris hingga Aidan menguasai bahasa Inggris dengan lebih baik. St. Aidan berkelana ke seluruh penjuru negeri, selalu dengan berjalan kaki. Ia bekhotbah dan menolong rakyat. Ia melakukan banyak perbuatan baik dan amat dikasihi oleh umatnya.

Setelah tigapuluh tahun masa pelayanan St. Aidan, setiap biarawan atau imam yang datang ke daerah itu akan disambut dengan penuh sukacita oleh segenap penduduk desa. Di Pulau Lindisfarne, St. Aidan mendirikan sebuah biara besar. Betapa banyak orang kudus dihasilkan dari sana hingga Lindisfarne dikenal sebagai Pulau Kudus. Sedikit demi sedikit, pengaruh pewartaan yang giat ini mengubah Inggis Utara menjadi sebuah pulau Kristen yang beradab. St. Aidan wafat pada tahun 651.

Lamunan Pekan Biasa XXII

Minggu, 31 Agustus 2025

Lukas 14:1.7-14

1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. 

7 Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 8 "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, 9 supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. 10 Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. 11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

12 Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. 13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, wajar saja kalau orang senang mendapatkan penghargaan. Setiap orang memiliki hak asasi yang harus dihormati.
  • Tampaknya, wajar saja kalau orang senang mendapatkan kedudukan sosial. Orang bisa mendapatkan hormat dari banyak orang.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun wajar kalau orang merasa senang dan bahagia karena mendapatkan penghargaan dan penghormatan, orang justru akan mendapatkan kehampaan hidup kalau dikuasai oleh nafsu kejar hormat dan status sosial. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang justru akan berjuang untuk siaga mampu hidup bersama siapapun termasuk pada yang papa dan terlantar.

Ah, asal punya kedudukan terhormat orang mudah meraih segalanya.

Sumbangan Konsumsi Agustus 2025

BulanAgustus 2025 bagi Domus Pacis diwarnai oleh peristiwa-peristiwa yang praktis menjadi hajatan. Domus Pacis harus menghadirkan beberapa kali catering. Tanggal 4 ada penyelenggarakan peringatan arwah setahun wafat Rm. Tri Hartono. Enam hari kemudian, pada tanggal 10, ada serah terima pelayanan tugas dari Rm. Hartanta sebagai Direktur Domus lama ke Rm. Andika Bhayangkara yang kini melaksanakan tugas Direktur Domus Pacis Santo Petrus. Juga 6 hari kemudian, pada tanggal 16, Domus merayakan ulang tahun imamat 5 rama, yaitu Rm. Djoko Setyo, Rm. Saptoko, Rm. Jarot, Rm. Tri Wahyono, dan Rm. Andika. Memang, Rm. Andika tidak mengundang tamu khusus karena hari tahbisan beliau pada 25 Juli sehingga di Domus masuk diujubkan. Semua itu tentu membutuhkan beaya yang tak bisa ditanggung kesemuanya oleh Domus. Sumber dana Domus hanya berasal dari penjualan batik. Puji Tuhan, selalu saja ada warga Katolik yang memberikan kepedulian untuk membantu hajatan Domus. Bagi Domus hajatan menjadi sarana untuk membuat para rama Domus masih merasakan tidak tercerabut dari umat Katolik. Tentu saja, kepedulian sumbangan snak baik pagi maupun sore untuk hari-hari tertentu dari para pemeduli juga menambah keyakinan para rama tidak terpisah dari umat. Bukankah seseorang menjadi imam adalah sosok yang hidup hanya untuk Gereja? Para warga Katolik yang menyumbang baik snak maupun beaya hajatan untuk Agustus 2025 adalah sebagai berikut :

  • Penyumbang Snak : 1. Ibu Emma, 2. Ibu Rachel, 3. Ibu Jatmiko, 4. Ibu Tutuk, 5. Ibu Ayiek, 6. Ibu Rini, 7. Kelompok Chatarina, 8. Ibu Kanti, 9. Ibu Tita, 10. Ibu Joni, 11. Ibu Endang Prayitno, 12. Sdri. Lusi, 13. Ibu Jondit, 14. Ibu Shinta, 15. Ibu Novi, 16. Ibu Arum, 17. Ibu Sintari, 18. Ibu Septi, 19. Ibu Wahyu, 20. Ibu Wahyuni, 21. Ibu Daniek, 22. Ibu Elly, 23. Ibu Atik, 24. Ibu Lucida, 25. Ibu Dewi, 26. Ibu Satya.
  • Penyumbang Hajatan : 1. Ibu Yinni Tjia, 2. Ibu MG Astuti (Ibu Marcus), 3. Ibu Sri Daruningsih, 4. NN, 5. Ibu Gandung, 6. Keluarga Rm. Jarot, 7. Kor Timotius Banteng, 8. Ibu Coleta Tanti Sanvero, 9. Ibu Ambar, 10. Ibu Nadya, 11. Keluarga Patuk (5 org), 12. Ibu Happy Rianawati, 13. Ibu Umi, 14. Ibu Ratmi, 15. Ibu Mardanu, 16. Bapak Blasius Chasto, 17. Ibu Sri Purwaningsih, 18. Ibu Agnes Trijoko, 19. Ibu Yucha, 20. Ibu Primitiva, 21. Ibu Nike, 22. Bapak Agustinus Sudiyono, 23. Apotek Jaya Sehat, 24. Ibu M Retha.

Friday, August 29, 2025

Santo Pammakius

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 26 Agustus 2013 Diperbaharui: 26 Agustus 2016 Hits: 10698

  • Perayaan
    30 Agustus
  •  
  • Lahir
    Hidup pada Abad ke-4
  •  
  • Kota asal
    Roma - Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • tahun 410
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Pammakius adalah seorang awam Kristiani terpandang yang hidup pada abad keempat. Sewaktu ia masih seorang pelajar, ia bersahabat dengan St. Hieronimus. Mereka tetap menjalin persahabatan sepanjang hidup mereka dan terus saling membina hubungan baik. Isteri Pammakius adalah Paulina, puteri kedua dari St. Paula, seorang sahabat dan juga murid dari St. Hieronimus.

Ketika Paulina wafat pada tahun 397, St. Hieronimus dan St. Paulinus dari Nola menulis surat yang amat menyentuh hati penuh simpati, dukungan dan janji doa. Pammakius patah semangat karena kematian isterinya. Ia melewatkan sepanjang sisa hidupnya dengan melayani di rumah singgah yang didirikannya bersama St. Fabiola. Di sana, para peziarah yang datang ke Roma disambut baik dan dibantu. Pammakius dan Fabiola dengan senang hati menerima dan bahkan mengutamakan mereka yang miskin, sakit dan cacat. Pammakius yakin bahwa isterinya yang telah meninggal dunia menyertainya sementara ia melakukan karya-karya belas kasih. Paulina dikenal karena kasihnya kepada mereka yang miskin papa dan menderita. Suaminya percaya bahwa melayani mereka merupakan cara terbaik untuk menyampaikan penghormatan dan kasih kepada isterinya.

St. Pammakius jauh terlebih lemah lembut dalam perkataan dan perbuatan dibandingkan St. Hieronimus yang pemarah. Kerap kali ia menasehati St. Hieronimus agar memperhalus atau memilih kata-kata yang lebih lembut, tetapi St. Hieronimus biasa mengabaikannya. Sebagai contoh, seorang bernama Jovinian mengajarkan suatu kesalahan yang serius. Hieronimus menulis sebuah tulisan yang dengan keras membeberkan kesalahan-kesalahan Jovinian.

Pammakius membaca tulisan itu dan menyampaikan saran-saran baik untuk mengganti kata-kata yang terlalu keras. St. Hieronimus berterima kasih kepada sahabatnya atas perhatiannya, tetapi ia tidak melakukan koreksi. Pammakius juga berusaha menengahi suatu perselisihan antara sahabatnya St. Hieronimus dengan seorang uskup bernama Rufinus. Tetapi tampaknya Pammakius tak dapat menggerakkan Hieronimus untuk bersikap lebih lembut dalam menangani orang atau masalah ini.

St. Pammakius wafat pada tahun 410 ketika Raja kaum Visigoth, Alaric, menyerbu dan menguasai Kota Roma. Saat ini rumah santo  Pammakius di Roma telah menjadi Gereja biara Passionis Santo Yohanes dan Paulus.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...