Sunday, November 3, 2024

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Carolus Borromeus, Uskup

Senin, 4 November 2024

Lukas 14:12-14

12 Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. 13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ketika seseorang mengadakan pesta pastilah ada sajian kuliner. Makanan dan minuman tersaji tak akan seperti sajian harian.
  • Tampaknya, ketika mengadakan pesta orang akan mengundang orang-orang dekat. Orang-orang penting yang terpandang juga bisa diundang karena bisa ikut mengangkat pamor sosial.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dengan pesta orang bisa membangun dan meningkatkan status sosial, orang baru sungguh mengadakan pesta kalau itu menjadi tanda dan sarana berbagi kesejahteraan kepada siapapun tanpa pandang status dan kondisi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan sungguh mengalami kebahagiaan dalam pesta yang diselenggarakan kalau banyak pihak terutama kaum papa dan menderita ikut menikmati. 

Ah, pesta itu ya kesempatan meningkatkan pamor sosial.

Saturday, November 2, 2024

Jadi Katekumen Masuk Sorga Minggu 9

  "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga." (Mat 18:3-4)

Siapa tak ingin masuk sorga? Paling tidak kaum beragama pada umumnya ingin masuk sorga. Sorga adalah keadaan bahagia yang meresap ke dalam relung kalbu. Kebahagiaan seperti itu tak akan lekang hanya karena berhadapan dengan kesusahan, penderitaan, dan bahkan kematian. Tetapi, karena aku ikut Yesus, ternyata untuk masuk sorga aku harus berguru pada anak kecil. Untuk saya anak kecil itu adalah Chrissel umur 4 tahun dan Nel yang lebih dari 10 bulan. 
Pada Jumat 18 Oktober 2024 Chrissel datang bersama dua ibu kakak beradik, Bu Rini dan Bu Katrin. Bu Rini adalah nenek Chrissel. Tetapi Chrissel yang biasanya ceria penuh kelincahan pagi itu memberengut dan digendong oleh Bu Katrin yang bilang pada Rm. Bambang “Sedang kecewa berat karena pulang paksa”. Ternyata sebelum ke Domus dia sedang senang bersama-sama teman-temannya dan kemudian dipaksa mengikuti oma dan oma bibi. Kedua oma itu mengajak ke Domus karena akan ada kunjungan rombongan anak-anak TK berjumlah 70 lebih. Biasanya Chrissel akan senang sekali kalau berjumpa dan bergabung dalam acara kanak-kanak. Tetapi karena menderita “pulang paksa” dia hanya cemberut, tak mau omong, dan matanya sembab. Suasana hingar bingar anak-anak yang nyanyi-nyanyi tak menggugurkan keberengutan Chrissel. Pada acara istirahat, aku menunjukkan kemasan kecil-kecil es krim dalam dos. Chrissel kuminta mengeluarkan dari beberapa dos dan diletakkan pada nampan. “Nanti Chrissel membagi es krim pada anak-anak itu, ya” kataku dan Chrissel mengangguk. Kemudian aku berseru pada anak-anak rombongan TK “Eeeee, ini Chrissel cucu Rama Bambang mau bagi-bagi es krim ....!!” Anak-anakpun menghampiri Crissel dan kemudian berurutan menerima satu persatu. Ternyata tampak ada perubahan radikal terjadi pada Chrissel. Dia tampak senang sekali ketika mengulurkan tangan membagikan eskrim satu per satu. Setelah selesai dia langsung bergabung ikut lari sana lari sini berulah bersama anak-anak rombongan. Bahkan beberapa anak langsung bisa akrab dengan Chrissel. Yang terjadi pada Chrissel memberikan pelajaran sorgawi padaku : KESEDIAAN BERBAGI AKAN JADI ANUGRAH SUKACITA SEKALIPUN BERHADAPAN DENGAN KEKECEWAAN.

Santo Martin de Porres

 diambil dari https://www.mirifica.net/santo-martin-de-porres-03-november

MARTIN dilahirkan di Lima, Peru pada tahun 1579. Ayahnya seorang bangsawan Spanyol. Ibunya seorang budak yang telah dibebaskan dari Panama. Ayah Martin pada mulanya menelantarkan Martin bersama ibu dan saudarinya di Peru. Mereka amat sangat miskin.

Martin tumbuh menjadi seorang pemuda yang baik serta saleh. Ia belajar usaha pangkas rambut. Ia juga belajar cara mengobati berbagai macam penyakit sesuai dengan pengobatan pada masa itu. Pada akhirnya, ayah Martin memutuskan untuk memperhatikan pendidikan puteranya. Tetapi, Martin telah bertekad untuk mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan sebagai seorang Broeder Dominikan. Segera saja Broeder Martin membuktikan bahwa ia seorang religius yang luar biasa. Tidak seorang pun yang lebih lembut hati atau lebih taat atau lebih kudus dari padanya. Tidak lama kemudian, ia mulai mengadakan mukjizat juga! Ia menyembuhkan begitu banyak orang sakit hingga semua orang di kota Lima akan datang kepada Broeder Martin apabila ada sanak atau keluarga mereka yang sakit. Broeder Martin menyambut mereka semua, tidak peduli mereka berkulit hitam atau pun putih, semua sama baginya. Ia mengasihi semua orang sebagai saudara serta saudarinya dalam Kristus. Sejumlah besar uang dipercayakan kepada broeder yang baik hati serta penuh cinta kasih ini untuk karya amal kasihnya.

Bahkan hewan-hewan pun tidak luput dari perhatian serta cinta kasih santo yang lembut hati ini. Ia mengijinkan tikus-tikus berkeliaran dengan berkata, “Makhluk-makhluk kecil yang malang ini tidak punya cukup makanan.” Di rumah saudarinya, Martin menyediakan sebuah “rumah bagi para kucing serta anjing pengembara.”

Meskipun ia menjadi seorang yang amat terkenal di Lima, St. Martin selalu rendah hati dan menganggap dirinya tidak berarti. Malahan, nama yang diberikan kepada dirinya sendiri adalah “Broeder Sapu.” Martin wafat pada tanggal 3 November 1639. Jenazah orang kudus yang dikasihi ini dihantar ke tempat pemakaman oleh para uskup serta para bangsawan. Mereka semua ingin menyampaikan rasa hormat mereka kepada broeder yang rendah hati serta kudus ini. St. Martin dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes XXIII pada tahun 1962.

Sumber : yesaya.indocell.net

Lamunan Pekan Biasa XXXI

Minggu, 3 November 2024

Markus 12:28b-34

28b Lalu seorang ahli Taurat datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" 29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." 32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. 33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." 34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dalam agama ada wajib-wajib yang harus dijalani. Wajib-wajib itu biasanya berkaitan dengan peribadatan.
  • Tampaknya, peribadatan menjadi tanda utama orang beragama. Begitu pentingnya peribadatan, agama memberi aturan-aturan khusus.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun peribadatan itu menjadi tanda amat penting dalam penghayatan agama, tetapi itu tak akan bermakna yang tak dilandasi kewajiban batin untuk terbuka pada tuntunan ilahi dan bergaul enak dengan siapapun. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menghayati agama sebagai tanda hubungan mesra dengan Tuhan dan keterbukaan kepada siapapun.  

Ah, asal ikut ibadat jemaat di hari wajib, orang sudah beres sebagai umat Tuhan.

Friday, November 1, 2024

Misa Difabel di Paroki Sedayu

Sebelum pandemi Covid-19 Rm. Bambang masih mengalami tampil dalam Misa Minggu di depan umat Paroki. Tetapi itu amat jarang terjadi. Bahkan Misa umat umum dalam kapel-kapelpun sebenarnya sudah cukup asing baginya. Apalagi mulai pandemi Covid-19. Dia sudah jarang melayani Misa luar Domus Pacis. Seandainya masih ada, pada umumnya Misa ujub keluarga. Apalagi realita hidupnya adalah 92% berada dalam kamar. Karena pimpinan kerap tugas luar, Rm. Bambang juga merasa harus banyak siaga di rumah untuk melayani Misa teman-teman serumah yang pada umumnya sudah tidak mendapatkan giliran memimpin Misa. Para rama Domus yang masih mendapat giliran memimpin MIsa tinggal Rm. Hartanta, pemimpin rumah, Rm. Jarot dan Rm. Bambang sendiri. 


Tetapi pada Minggu 27 Oktober 2024 terjadi hal lain yang lebih dari empat setengah tahun sudah amat jauh dari kehidupan bahkan pikiran Rm. Bambang. Rm. Bambang diminta untuk ikut konselebrasi Misa di Paroki Santa Theresia Sedayu. Di dalam hati Rm. Bambang merasa akan menjadi semacam salah satu isi etalase Gereja dalam perhatian kepada kaum difabel tuna rungu, tuna grahita, tuna netra, dan tuna daksa. Dalam rangka Peringatan Hari Paroki, Sedaya mengadakan misa yang diberi nama Misa Inklusi. Ternyata 300an lebih orang difabel menjadi peserta bersama para pengantar dan umat Paroki Medari. Dua rama difabel didatangkan, yaitu Rm. Oot dari Paroki Jombor Klaten dan Rm. Bambang. Pemimpin utama dalam Misa adalah Rm. Wondo, Vikep Jogja Barat, yang didampingi oleh Rm. Dwi Harsanto (Vikep Kategorial), Rm. Ratma dari Klepu, Rm. Anton dan Rm. Koko pastor setempat, dan Rm. Oot serta Rm. Bambang. Para difabel yang datang dari macam-macam ketunaan. Yang beragama bukan Katolik juga bisa dilihat oleh Rm. Bambang. Ternyata Rm. Wondo, ketika semua sudah siap menuju altar, berkata kepada Rm. Bambang "Mangke Rm. Oot homili lan panjenengan peneguhan. Rm. Dwi Harsanto merangkum" (Nanti yang homili Rm. Oot dan Anda memberi peneguhan. Kemudian Rm. Dwi Harsanto merangkum). Maka, Minggu itu membuat Rm. Bambang tampil di depan umat yang memenuhi gedung gereja dan bahkan tak sedikit duduk di luar. Berhadapan dengan permintaan mendadak untuk tampil mendadak, dia hanya berkata kepada Tuhan dalam hati "Gusti, berbicaralah lewat saya". Dia meneruskan homili dari Rm. Oot dengan mengajak para difabel menyadari, menerima, dan berjuang mengembangkan apapun yang ada pada dirinya sekecil apapun. Tentu saja kondisi kepincangan sejak umur 1 tahun hingga kini, menjadi sharing pengembangan hal kecil dalam mengarungi hidup. "Jangan terlalu mengharapkan penghargaan dari orang lain, hargailah yang ada pada kita. Jangan mengharapkan digunakan oleh orang lain, gunakanlah sekecil apapun yang ada untuk dikembangkan dan untuk hidup kita. Kalau ada komentar atau tanggapan tak enak dari orang lain yang tak cacad, berbahagialah kita diterima sejajar). Ketika sudah pulang di Domus, pada waktu membuka grup WA di kalangan difabel tuna daksa lintas iman, Rm. Bambang menemukan kiriman fotonya dari Mbak Subandiyah yang beragama Islam yang ikut datang dengan narasi "Romo Bambang dagel ceramahe". Memang, banyak kata-kata Rm. Bambang banyak membuat tawa ria peserta Misa.

Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

 diambil dari https://www.imankatolik.or.id/kalender/2Nov.html

Kemarin, kita memuliakan semua Orang Kudus dan berdoa memohon agar kita pun kelak bisa berbahagia bersama mereka di dalam surga sambil memandang wajah Allah, Bapa kita. Hari ini kita mengenang saudara-saudara kita yang telah meninggal namun masih berada di Api Penyucian. Bahkan seluruh bulan Nopember ini kita khususkan untuk berdoa dan berkorban untuk memohon kerahiman Allah atas mereka. Hal ini kita lakukan karena di dalam Yesus Kristus, Penyelamat semua orang yang merindukan keselamatan dari Allah dengan tulus hati, kita tetap bersatu padu dengan mereka. Dalam iman akan Kristus itu, kita percaya bahwa apa yang kita namakan Persekutuan para Kudus meliputi baik kita yang masih hidup di dunia ini, maupun semua Orang Kudus di surga, dan semua orang yang telah meninggal. Bersama-sama kita membentuk dan terhimpun di dalam satu Gereja, yaitu Tubuh Mistik Kristus.

Hari ini kita secara khusus mengenang dan berdoa bagi arwah semua orang beriman yang telah meninggal dunia. Maka kiranya ada baiknya kita menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman kita. Bagi kita orang Kristen saat kematian sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Hidup kita tidak lenyap, melainkan hanya diubah. Kita percaya bahwa sesudah pengembaraan kita di dunia ini selesai, tersedialah bagi kita kediaman abadi di surga. Kematian bagi kita merupakan saat kita mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita saat perjumpaan abadi dengan Dia, pokok pengharapan kita, yang mengantar kita pulang ke rumah Bapa.

Atas dasar iman itu, kita memohon agar saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosanya, dibebaskan dari segala hambatan dan noda, dan boleh menikmati kebahagiaan kekal di sisi kanan Allah, Bapa kita, serta boleh bersama-sama para kudus di surga memandang wajah Allah yang dirindukannya. Hari kenangan dan peringatan ini pun sekaligus memberi penghiburan rohani bagi kita, bahwa kelak kita akan berjumpa kembali dengan saudara-saudara yang telah mendahului kita, untuk bersama Maria memuji dan memuliakan Allah dalam persekutuan semua orang kudus. Kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini dan pulang kepada Bapa di surga. Tetapi kita percaya bahwa hidup atau mati, kita tetap milik Kristus.

Lamunan Hari Raya

Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Sabtu, 2 November 2024

Yohanes 6:37-40

37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. 38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. 39 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. 40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, hal yang paling berharga adalah hidup. Dalam kondisi seberat apapun orang akan mempertahankan hidup.
  • Tampaknya, bagi banyak orang hidup ditandai oleh masih aktifnya organ jantung. Orang akan bekerja keras untuk membuat damai sejahteranya hidup.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dengan masih bernafas orang merasa masih memiliki hidup, kesejatian hidup mengalir dari kemesraan orang dengan relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan relung hati orang akan menyatu dengan Sang Sumber Hidup yang dalam keadaan apapun mengalirkan keceriaan batin.  

Ah, bagaimanapun juga hidup itu selesai dengan terjadinya kematian.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...