Wednesday, January 3, 2024

Lamunan Hari Biasa Masa Natal

Kamis, 4 Januari 2024

Yohanes 1:35-42

35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. 36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!" 37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. 38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" 39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. 40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. 41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." 42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran umum bahwa yang namanya murid adalah anggota pelajar di sebuah sekolah. Di situ murid belajar ilmu pengetahuan.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa seorang murid akan mendapatkan berbagai pengetahuan seperti banyak murid lain seangkatan. Pengetahuan yang telah diterima akan dilewati dengan sebuah ulangan dan atau ujian tertulis dan atau lisan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun seorang murid akan mendapatkan pengetahuan dari guru, murid sejati pertama-tama akan mendekatkan diri pada kehidupan guru untuk menjadi bagian dari perutusan guru. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa semangat kemuridan terutama adalah upaya mengecap dan mengenyam semangat hidup gurunya.

Ah, murid baik itu tentu dari lembaga pendidikan yang terkenal kualitasnya.

Tuesday, January 2, 2024

Rahmat Kesendirian


Pada Kamis 28 Desember 2023 jam 09.00 ada pesan WA masuk di HP Rm. Bambang. Pesan itu berasal dari seorang ibu sepuh yang selalu mengikuti status Rm. Bambang. Beliau setiap hari juga selalu membaca https://domuspacispetrus.blogspot.com yang selalu menayangkan RENUNGAN HARIAN, Orang Kudus, HISTORIA DOMUS atau PASTORAL KETUAAN. Itulah tiga hal yang selalu ditayangkan oleh Rm. Bambang dalam narasi singkat yang disebar lewat FB, E-mail, dan WA. Bahkan untuk RENUNGAN HARIAN dia juga menyebarkan dalam TikTok. Barangkali karena hal-hal rutin yang dibuat itu biasa rutin tersebar, sementara itu berbagai berita kegiatan Domus seperti menerima tamu baik rombongan maupun perorangan dan juga ikut mengurus even-even kegiatan Domus, ibu sepuh itu menulis :

"Rm Bambang ga kagungan rasa sayah. Pekerjaan rutin trus jln dg baik mskipun baru disibukkan dg Misa Natal dilanjut bnyk tamu. Smoga jadi berkah bagi smuanya."

Bagaimanapun juga Rm. Bambang mengakui kalau ada tamu dan acara-acara hajatan Domus fisiknya sudah tidak sekuat dulu. Diam-diam keletihan menghinggapinya. Maklumlah, dia biasa bangun di sekitar jam 03.00 pagi dan tidur malam sekitar jam 20.00. Pada pagi jam 09.00 dia biasa istirahat dengan tidur. Dengan demikian kalau ada tamu, baik rombongan atau pribadi perorangan, istirahat itu hilang. Hajatan-hajatan yang biasa terjadi dari sore hingga malam juga membuat Rm. Bambang baru bisa tidur paling cepat jam 21.30. Apalagi kalau harus melayani Misa luar Domus, dia baru sampai Domus pada sekitar jam 22.30. Meskipun demikian, semua itu memang tidak menghalangi Rm. Bambang melakukan pekerjaan rutin terus mengirim 3 kali dalam status medsos. Barangkali ini memberi kesan bahwa Rm. Bambang dalam keadaan capekpun masih bisa menulis. Sebetulnya tidak demikian. Sebagai lansia Rm. Bambang memiliki banyak waktu berada dalam kesendirian. Maka, dia sudah menuliskan renungan-renungan untuk hari-hari yang masih mendatang. Tulisan-tulisan lain yang di-publish juga tak sedikit sudah ditulis pada hari-hari sebelumnya. Dengan demikian dalam ber-medsos-an setiap tayangan bisa seperti mengambil tabungan tulisan-tulisan yang tersimpan sebagai draft.

Santa Genoveva

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 22 Juli 2013 Diperbaharui: 22 Juni 2020 Hits: 29558

  • Perayaan
    03 Januari
  •  
  • Lahir
    Sekitar tahun 422
  •  
  • Kota asal
    Nanterre - Perancis
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 500 di Paris, Perancis | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Genoveva dilahirkan sekitar tahun 422 di Nanterre, sebuah desa kecil, empat mil jauhnya dari Paris. Ketika masih sangat muda, ia rindu untuk membaktikan hidupnya kepada Yesus.

Setelah kedua orangtuanya meninggal dunia, Genoveva tinggal bersama neneknya. Ia menghabiskan waktunya dengan berdoa setiap hari. Ia menjadi sangat akrab dengan Yesus dan ingin membagikan kebaikan-Nya kepada orang-orang lain juga. Genoveva adalah seorang gadis yang lemah lembut dan murah hati. Dengan caranya sendiri, ia melakukan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi sesama.

Penduduk Paris bersiap-siap hendak melarikan diri dari suatu balatentara ganas yang datang untuk menyerang mereka. Genoveva tampil. Ia membangkitkan semangat warga kota agar mengandalkan Tuhan. Ia mengatakan bahwa jika mereka melakukan matiraga, maka mereka akan dibebaskan. Orang-orang percaya dan melakukan apa yang dikatakannya, dan balatentara Hun yang ganas sekonyong-konyong berbalik kembali. Mereka tidak menyerang kota sama sekali.

St. Genoveva mengamalkan belas kasihan dan ketaatan pada kehendak Allah setiap hari sepanjang hidupnya, bukan hanya pada waktu kesesakan. Tak pernah ia menyerah dalam melakukan sebanyak mungkin kebajikan. Kesetiaan kepada Yesus dan keberanian adalah karunia-karunia istimewa yang menjadi kesaksian hidup yang ditinggalkan Genoveva bagi kita.

Salah satu cara terbaik yang dapat kita lakukan bagi negara kita adalah berdoa bagi para pemimpin negara. Kita mohon pada Tuhan untuk membimbing mereka demi kebaikan kita semua.

St. Genoveva memberikan teladan kesetiaan dan keberanian dalam mengandalkan Tuhan, teristimewa dalam masa-masa sulit di negaranya. Berdoa bagi para pemimpin negara merupakan salah satu cara yang dapat kita lakukan bagi negara kita, memohon Tuhan agar membimbing mereka dalam membuat keputusan-keputusan yang tepat bagi kebaikan semua orang.

Lamunan Hari BIasa Masa Natal

Rabu, 3 Januari 2024

Yohanes 1:29-34

29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." 32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, menjadi kekaguman banyak orang memang bisa menyenangkan. Bahkan orang dapat mengejar menjadi tokoh.
  • Tampaknya, sekecil apapun bobot ketokohannya, orang dapat menikmati penghormatan dan privilese. Bahkan orang juga bisa meraih kekuasaan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun dengan ketokohannya orang bisa mengejar kekuasaan, seorang tokoh sejati akan memiliki kekuatan batin dan bahkan mampu melihat daya batin luar biasa ke atas seseorang yang ketokohannya belum dilihat oleh banyak orang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan relung hati seorang tokoh sejati akan mampu melihat orang lain yang memiliki bobot ketokohan di atasnya. 

Ah, tokoh sejati itu adalah yang mengatasi semua tokoh lain.

Monday, January 1, 2024

Penyumbang Tambahan Dana Karyawan Desember 2023

Kondisi fisik para romo sepuh Domus Pacis Petrus memang makin membutuhkan penjagaan. Itu bukan hanya karena ketuaannya, Idapan penyakit makin lama memang makin memperlemah fisik. Jumlah 12 orang romo sepuh, Rm. Hartanta sebagai direktur tidak masuk, membuat Domus menjadi seperti poliklinik rawat inap. Bahkan Domus memiliki ambulance yang sewaktu-waktu bisa dipakai yang membutuhkan pemeriksaan dan atau perawatan di Rumah Sakit Panti Rapih. Ambulance berguna paling tidak 3 kali seminggu mengantar romo yang cuci darah. Ambulance itu adalah hasil pengubahan fungsi mobil Komunitas yang sudah ada sejak tahun 2012. Ini dilakukan untuk menghemat beaya yang kalau memakai milik rumah sakit, karena kerap, harus ada beaya khusus.


Kondisi seperti itu, demi damai sejahteranya para romo sepuh, tentu membutuhkan jumlah tenaga kerja yang mencukupi. Dari 15 orang karyawan, 3 orang memiliki urusan pokok setiap hari : 1) kebersihan gedung; 2) memasak untuk semua karyawan dan diet per romo sepuh; 3) cuci setrika sekitar 20 Kg per hari. Sedang 12 orang lain mengurus penjagaan perawatan per romo sepuh. Dari 12 orang itu tentu ada yang libur dan lembur. Ada juga yang 24 jam siaga di Domus dan ada yang gantian siang dan malam. Dalam hal ini anggaran rutin dari Keuskupan ternyata masih membutuhkan tambahan. Puji Tuhan, selalu saja ada warga Gereja yang peduli menyumbang uang. Pada bulan Desember 2023 tercatat ada 27 kiriman sumbangan. Kebetulan saja salah satu, yang tidak rutin, menyumbang yang bagi Domus berjumlah besar. Dari 27 penyumbang, kelompok dan perorangan, Domus mendapatkan sumbangan sebesar Rp. 22.435.000. Para penyumbang itu adalah :

1. PUPIP KAS, 2. Kelompok Yosefin, 3. PUPIP Ungaran, 4. Ibu Wartini, 5. Bapak Siswoto, 6. Ibu Maria Kristina Dannie, 7. Ibu Anna Maria (Klp Ibu Bernardus), 8. Ibu Ida, 9. Ibu Christine, 10. Ibu Lili Herawati, 11. Ibu Yuliana Sutarni, 12. Ibu ML Setiyani Indrawati, 13. Ibu Drg Yuristianti, 14. Ibu Tri Nor Prasetyawan, 15. Ibu Dewi Anggraeni, 16. Ibu Lucy, 17. Ibu Malya, 18. Ibu Mamik, 19. Ibu Harno, 20. Ebu Evy, 21. Ibu Chatarina Gunarti, 22. Ibu Mrihadi, 23. Keluarga Chin Chin, 24. Ibu Bernadet Suwarni, 25. Kerahiman Ilahi Mungkid, 26. Ibu Endang W, 27. Ibu Bernadet Eny.

Santo Basilius Agung

diambil dari katakombe.org/para-kudus/para-kudus Diterbitkan: 21 Juli 2013 Diperbaharui: 19 Oktober 2019 Hits: 19673

  • Perayaan
    02 januari
  •  
  • Lahir
    Tahun 330
  •  
  • Kota asal
    Konstantinopel (Sekarang Istambul - Turki)
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 379. Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Basilius adalah salah seorang pujangga besar Gereja. Ia lahir di Asia Kecil pada sekitar tahun 330 (sekarang daerah tersebut dikenal dengan nama Turki). Keluarga Santo Basilius Agung: nenek, ayah, ibu, dua saudara serta seorang saudarinya semuanya adalah orang kudus. Basilius bertemu dengan Gregorius dari Nazianzen dan menjadi sahabat karib di sekolah di Athena, Yunani. Disana, Basilius lalu dikenal sebagai seorang guru besar yang tersohor.

“Berikanlah makanan terakhirmu kepada pengemis yang mengetuk pintumu, dan percayalah akan belas kasihan Tuhan.”
 

---St.Basilius Agung

Suatu hari, saudarinya yaitu St. Makrina, menyarankan agar ia menjadi seorang biarawan. Basilius mendengarkan nasehat baik saudarinya, lalu pergi ke tempat yang sunyi dan mendirikan biaranya yang pertama. Regula (=peraturan biara) yang ditetapkannya bagi para biarawannya amatlah bijaksana. Biara-biara Gereja Timur masih menerapkannya hingga saat ini.

Santo Basilius bersama santo Gregorius, menjadi imam dan kemudian Uskup. Mereka dengan berani berkhotbah menentang bidaah Arianisme yang menyangkal bahwa Yesus adalah Tuhan. Ajaran sesat ini membingungkan banyak orang.

Basilius selalu bersikap lembut dan murah hati. Ia selalu menyediakan waktu untuk menolong kaum miskin papa. Ia bahkan mendorong orang-orang miskin itu untuk menolong mereka yang lebih miskin dari mereka sendiri. “Berikanlah makanan terakhirmu kepada pengemis yang mengetuk pintumu,” desaknya, “dan percayalah akan belas kasihan Tuhan.”

Basilius menyumbangkan segala miliknya dan membuka sebuah dapur umum. Di sana orang sering melihatnya mengenakan celemek dan melayani mereka yang lapar. Basilius wafat pada tahun 379 dalam usia empatpuluh sembilan tahun. Sementara Gregorius wafat pada tahun 390 dalam usia enampuluh tahun. Ia dimakamkan di Basilika St. Petrus di Roma.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Basilius Agung dan Santo Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja

Selasa, 2 Januari 2024

Yohane 1:19-28

19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" 20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." 21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia men jawab: "Bukan!" 22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" 23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." 24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. 25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" 26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, 27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak." 28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, kalau masuk di hati masyarakat luas, orang bisa mendapatkan kesempatan ikut berebut kekuasaan. Biasanya seorang karismatis memiliki peluang lebih kuat dibandingkan dengan yang memiliki status formal.
  • Tampaknya, kalau masuk di hati massa rakyat, orang bisa meraup amat banyak pendukung. Dia bisa mengalahkan dan menenggelamkan kepopuleran tokoh lain.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki kesempatan meraih kedudukan sosial karena popular di tengah masyarakat, kalau melihat adanya sosok yang lebih besar dan kuat penuh kharisma ilahi, tokoh sejati akan jujur dan berendah hati memberikan kabar kepada banyak orang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati seorang tokoh sejati akan mudah melihat menunjukkan sosok lain yang memiliki kekuatan di atasnya.

Ah, jaman kini adalah jamannya persaingan sehingga orang harus berjuang menang di hadapan siapapun.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...