Monday, May 2, 2022

Lamunan Pekan Paskah III

Rabu, 4 Mei 2022

Yohanes 6:35-40

35 Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. 36 Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. 37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. 38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. 39 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. 40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, makan dan minum adalah hal amat penting untuk menjalani hidup di dunia. Untuk kaum miskin itu menjadi hal yang dikejar agar setiap hari terpenuhi.
  • Tampaknya, makan dan minum memang menghadirkan kenikmatan rasa. Untuk kaum kaya itu dapat dikejar sebagai obyek pariwisata kuliner.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun bisa makan 3 kali sehari dan bahkan selalu terpenuhi selera kuliner favoritnya, orang belum sungguh mendapatkan makanan dan minuman yang menghadirkan kebugaran raga dan jiwa kalau tidak dilandasi kesadaran hati yang menghadirkan pilihan kuliner dari nurani. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menyantap segala makanan dan minuman berdasarkan daftar menu yang disediakan Tuhan yang sungguh menyegarkan raga dan jiwa sesuai dengan perkembangan situasi hidup dan budayanya.

Ah, bisa makan dan minum di tempat eksklusif pasti membuat terangkat martabatnya.

Konsumsi April 2022

Domus Pacis Santo Petrus juga menerima kasih Tuhan lewat tangan-tangan warga Gereja yang menghadirkan sajian snak dan masakan makan malam. Dalam hal ini Rm. Bambang memberikan jadual untuk yang ada dalam koordinasinya. Untuk sajian snak ada yang sudah minta untuk mengirimkannya pada tanggal 11 sore. Sedang untuk sajian makan malam semua mengikuti jadual yang dibuat oleh Rm. Bambang. Tetapi Ibu Wikuntoro yang beberapa kali mendapatkan giliran tanggal 1 meminta ganti tanggal. Beliau bilang kalau mau pergi Novena bersama dengan ibu-ibu Katolik di Lingkungannya. Semua yang biasa mendapatkan jadual tidak ada satupun yang mengundurkan diri. Ibu Emi, yang oleh Rm. Bambang ditawari untuk istirahat dahulu karena baru saja sakit dan opname, tetap menyatakan siaga menyajikan konsumsi sebulan sekali. Bahkan di bulan Mei 2022 ada tambahan penyaji, yaitu Ibu Melly.


Adapun nama-nama yang peduli menyajikan konsumsi April 2022 untuk Domus Pacis St. Petrus adalah sebagai berikut :

  • Penyaji snak : Ibu Andreas; Ibu Joni; Mbak Kanti; Sdri. Lusi; Bu Yeni; Ibu Pangat; Ibu Bambang Adi; Ibu Septi Astuti Unanto; Ibu Joko Sumadyono; Ibu Rini; Ibu Dono; Ibu Cita; Ibu Gita; Ibu Lies Wardayatno; Ibu Wiana; Ibu Ade; Ibu Rajiyo; Ibu Liana; Ibu Emma; Ibu Lisa Asisi; Ibu Teddy Janong; Ibu Dwi Umroh.
  • Penyaji dan penyumbang untuk masakan makan malam : Ibu Indrasmini; Bu Ambar; Bu Nadya; Bu Retno Willy; Sdr Indra; Bp Sugeng; Bp Joko Cs (4 org); Bu Ratmi Madi; Bu Mardanu; Bu Agnes Kadyartini; Bu Indarto; Bu Maryati; Bu Primitiva; Bu Yucha; Bu Umi; Bu Panggung; Bu Soewoeh; Bu Eni; Bu Emi; Bu Yoh Priyono; Bu Ari; Bu Dariniah; Bu Ning Miduk; Bu Stephani; Eyang Wikuntoro; Bu Wiwit; Bu Ninik Saut; Bu Rani Mastu; Bu Sumarah; Bu Yuli; Bu Ratih; Bu Rini; NBu Regina Eli; Bu Awiek; Bu Rachel, Bu Titik Waluyanti.

Lamunan Pesta

Santo Filipus dan Yakobus, Rasul

Selasa, 3 Mei 2022

Yohanes 14:6-14

6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” 8 Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” 9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. 11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. 12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; 13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. 14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, tak ada orang yang tak pernah memiliki keinginan. Kalau mendambakan sesuatu orang beragama akan berdoa permohonan.
  • Tampaknya, orang beragama yakin bahwa Tuhan adalah sumber segala-galanya. Asal hanya mengandalkan Tuhan orang dapat yakin permohonannya akan terkabul.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun teguh hanya kepada-Nya dambaan diajukan tanpa putus walau lama tak terkabul, orang belum tentu sudah menjalani kesejatian doa permohonan kalau hatinya hanya dikuasai keinginan sendiri dan tidak dilandasi oleh keyakinan akan kehendak Tuhan yang selalu menghadirkan amat baiknya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati dalam setiap doa permohonan orang akan selalu melandaskan diri pada sikap “tetapi bukan kehendakku, kehendak-Mu-lah terjadi”.

Ah, asal setia pada agama, Tuhan pasti selalu mengabulkan permohonan kita.

Sunday, May 1, 2022

Santo Athanasius

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 12 Agustus 2013 Diperbaharui: 19 Oktober 2019 Hits: 15494

  • Perayaan
    02 mei
  •  
  • Lahir
    Tahun 297
  •  
  • Kota asal
    Alexandria - Mesir
  •  
  • Wafat
  •  
  • 2 Mei 373
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Atanasius adalah salah seorang santo terbesar dan tergagah sepanjang masa. Ia disebut sebagai Pilar Gereja, bapa Gereja dan pembela iman kristiani yang paling gigih yang pernah ada. Athanasius dilahirkan sekitar tahun 297 di Alexandria, Mesir. Ia membaktikan seluruh hidupnya untuk membuktikan bahwa Yesus adalah sungguh Allah. Hal ini amat penting, karena di masa itu ada sekelompok orang yang disebut Arian menyangkalnya.

Sebelum ia menjadi seorang imam, Atanasius telah banyak membaca buku tentang iman. Oleh sebab itulah dengan mudah ia dapat menunjukkan kelemahan-kelemahan ajaran bidaah Arian. Athanasius ditahbiskan sebagai Uskup Agung (Uskup dalam Gereja Timur disebut Patriark) Alexandria ketika usianya masih belum tiga puluh tahun. Selama empat puluh enam tahun, ia menjadi seorang gembala yang menggembalakan umatnya dengan gagah berani.

Pada masa itu Gereja sedang berada dalam perpecahan akibat munculnya ajaran bidaah Aranisme yang mengingkari ke-Allahan Kristus. Aranisme bahkan telah merebak sampai ke dalam istana kekaisaran Romawi dan beberapa kaisar juga sempat menjadi pengikut Arian.

Uskup Athanasius berjuang sekuat tenaga untuk melawan ajaran sesat dari kaum arian ini. Bahkan Kaisar Romawi yang juga pengikut Arian tidak dapat memaksanya berhenti menuliskan penjelasan-penjelasannya yang terang dan jelas mengenai iman kita yang kudus. Para musuhnya menganiayanya dengan berbagai cara. Lima kali ia diusir dari keuskupannya sendiri. Pengasingannya yang pertama berlangsung dua tahun lamanya. Ia dibuang ke kota Trier pada tahun 336.

Seorang uskup yang baik, St. Maximinus, menyambutnya dengan hangat. Pengasingan-pengasiangan lainnya berlangsung lebih lama. Athanasius dikejar-kejar oleh para pengikut Aranisme yang hendak membunuh dia. Di salah satu pengasingannya, para rahib menyembunyikannya di padang gurun selama tujuh tahun.

Para musuhnya tidak dapat menemukannya. Suatu ketika, para prajurit kaisar mengejar Athanasius hingga ke Sungai Nil. “Mereka berhasil mengejar kita!” teriak para sahabat uskup. Tetapi, Athanasius sama sekali tidak khawatir. “Putar balik perahu kita,” katanya tenang, “mari menyongsong mereka.”  Para prajurit di perahu yang lain berteriak, “Apakah kalian melihat Athanasius?” Jawab mereka: “Kalian tidak jauh darinya!” Perahu musuh melaju sekencang-kencangnya dan Athanasius pun selamatlah.

Umat di Alexandria mengasihi uskup agung mereka yang baik hati itu. Ia seperti seorang bapa bagi mereka. Sementara tahun-tahun berlalu, mereka menghargainya lebih dan lebih lagi, betapa banyak ia telah menderita bagi Yesus dan Gereja.

Umatlah yang mengatur serta mengusahakan agar ia dapat hidup dengan tenang. Ia menghabiskan tujuh tahun terakhir hidupnya dengan tenang bersama mereka. Para musuhnya; kaum arian yang didukung oleh kaisar  tetap mengejarnya, namun tak pernah dapat menemukanya.

Selama masa itu, St. Athanasius menulis tentang Riwayat Hidup St. Antonius Pertapa. Antonius telah menjadi sahabat dekatnya sejak Atanasius masih muda. St. Athanasius wafat dalam damai pada tanggal 2 Mei 373. Ia tetap menjadi salah seorang santo terbesar dan tergagah sepanjang masa dan pembela iman kristiani yang paling gigih yang pernah ada.

Perjuangan Athanasius dalam menjaga kemurnian iman kristiiani akhirnya berhasil dengan gemilang beberapa tahun setelah kematiannya yaitu pada tahun 381 saat diselenggarakannya Konsili Konstantinopel. Hasil Konsili penting ini menyatakan bahwa Aranisme adalah sesat dan terlarang.

Liburan

Pada hari Senin 25 April 2022 Rm. Hartanta masuk kamar Rm. Bambang. Salah satu karyawan ikut masuk mengusung 3 dos yang ada tulisan Idul Fitri. "Wonten tigang dos. Punika kangge Bu Rini, Bu Titik, dan panjenengan" (Ini ada 3 dos untuk Bu Rini, Bu Titik, dan Anda) kata Rm. Hartanta. Rm. Bambang tahu bahwa itu berisi bingkisan yang juga diperoleh oleh para karyawan, para relawan, dan romo-romo yang akan pulang ke rumah asal atau mengunjungi keluarga). Mendengar kata-kata Rm. Hartanta, Rm. Bambang langsung menjawab "Kula mboten badhe wangsul" (Saya tidak akan pulang) yang langsung ditanggapi oleh beliau "Ngandikane ajeng tilik-tilik. Sing kendel mawon mboten ngandika badhe kundur napa mboten namung Rm. Ria" (Katanya akan kunjungan sanak saudara. Yang diam tak menjawab ketika saya tanya akan pulang atau tidak hanya Rm. Ria). Rm. Bambang kemudian bilang bahwa ketika omong hanyalah sembrono saja. Kemudian Rm. Bambang minta agar dos parcel untuknya disediakan saja untuk Rm. Ria kalau-kalau mengunjungi atau dikunjungi oleh adiknya. 

Pada Kamis 28 April 2022 Rm. Suntara ketika sedang makan pagi berkata kepada Rm. Bambang "Aku bali suk Setu. Diterke Fallah" (Aku akan pulang besok Sabtu 30 April 2022. Yang akan mengantar adalah Fallah). Pada waktu Rm. Bambang bertanya "Jam pira" (Berangkat jam berapa), beliau menjawab "Bar Misa" (Sesudah Misa Komunitas). Itu berarti Rm. Suntara akan berangkat pulang malam hari, karena hari itu akan ada Doa Rosario bersama pada jam 17.30 sebelum Misa. Rm. Suntara akan berangkat pada sekitar jam 19.00. Rm. Bambang mengusulkan agar berangkat pagi hari agar dapat ikut mengantar. "Ora! Mangkate tetep bengi. Kowe ora entuk neng nggonku" (Tidak! Aku berangkat malam. Kamu tak boleh ke tempatku) kata Rm. Suntara yang oleh Rm. Bambang diterima ada nada kelakarnya. Kalau Rm. Suntara akan berangkat pulang pada akhir April 2022, ternyata Mgr. Blasius juga akan berlibur di keluarga. Beliau akan berangkat pada Senin sore tanggal 2 Mei 2022. Mgr. akan berada di tengah keluarga selama 5 hari. Sedang Rm. Suntara ketika ditanya oleh Rm. Bambang "Arep pirang dina neng omah?" (Engkau akan berapa hari di rumah?", dia menjawab dengan tertawa "Sakjelehe" (Sampai jenuh).

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Athanasius, Uskup dan Pujangga Gereja

Senin, 2 Mei 2022

Yohanes 6:22-29

22 Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. 23 Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. 24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.

25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" 26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. 27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." 28 Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" 29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, pada masa kini orang harus mampu dalam pemenuhan kebutuhan sendiri sehingga harus bekerja. Kecuali dalam kondisi berkebutuhan khusus karena cacad, orang harus bekerja mencari nafkah.
  • Tampaknya, dalam bekerja orang memang mencari penghasilan uang. Makin baik bekerjanya makin besar uang yang dihasilkan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun selalu tekun dan mampu meraih penghasilan besar dalam bekerja, orang belum sungguh bekerja dengan baik kalau hasilnya baru memenuhi kebutuhan lahiriah dan tidak menghadirkan kesejahteraan batin sebagai buah selalu hidup berlandaskan kemesraan dengan suara nurani. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan relung hati orang akan selalu memulai dan mengakhiri setiap pekerjaan sebagai wujud hidup menopangkan diri pada bimbingan Roh Kudus sehingga hasilnya enak di raga dan enak di jiwa.

Ah, yang pokok dalam kerja itu ya mencari uang.

Santo Yoseph Pekerja

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 01 Mei 2014 Diperbaharui: 25 Oktober 2019 Hits: 23122

  • Perayaan
    1 Mei
  •  
  • Lahir
    Hidup pada abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Nazareth - Israel
  •  
  • Wafat
  •  
  • Nazareth - Israel - Sebab alamiah
  •  
  • Venerasi
    -
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

St. Yosef adalah seorang santo besar. Ia adalah bapa asuh Yesus dan suami Santa Perawan Maria. Yosef memperoleh hak istimewa untuk merawat Putra Allah sendiri, Yesus, serta BundaNya, Maria. Santo Yosef adalah seorang yang miskin sepanjang hidupnya. Walaupun darah bangsawan yang mengalir dalam tubuhnya dapat ditelusuri sampai pada Raja Daud bapa leluhurnya, kemiskinan membuat ia harus bekerja keras dalam bengkel tukang kayu demi menghidupi Keluarga Kudus yang dipercayakan Allah kepadanya.  

Ia amat mengasihi Yesus dan Maria. Kesucian dan kesalehannya terlihat di dalam ketaatannya pada kehendak Allah untuk menerima Maria sebagai istrinya serta mendampingi Maria dalam membesarkan Yesus, Putera Allah yang menjadi manusia. Kesederhanaannya terlihat dalam pekerjaannya sebagai seorang tukang kayu, dan cara hidupnya yang biasa-biasa saja di dalam masyarakat.

Dalam pribadi Yoseph, pekerjaan tangan memperoleh suatu dimensi Ilahi. Kerja meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Allah dan memungkinkan manusia turut serta di dalam karya penciptaan dan penyelamatan Allah.

Banyak negara menyisihkan satu hari dalam setahun khusus untuk menghormati para pekerja/buruh. Hal tersebut guna meningkatkan martabat dan penghargaan atas kerja. Gereja memberikan kepada kita seorang teladan mengagumkan bagi para pekerja, yaitu St. Yoseph.

Karena itulah pada tahun 1955,  Paus Pius XII memaklumkan pesta St. Yosef Pekerja untuk dirayakan setiap tahun pada tanggal 1 Mei, sekaligus menetapkannya sebagai Hari Pekerja/Buruh. Santo Yoseph selanjutnya ditetapkan sebagai pelindung para buruh yang harus bekerja keras setiap hari untuk memenuhi kebutuhannya.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...