Friday, December 26, 2025

Santo Yohanes Rasul

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 08 Agustus 2013 Diperbaharui: 12 Agustus 2021 Hits: 49721

  • Perayaan
    27 Desember
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Galilea - Israel
  •  
  • Wilayah karya
    Galilea, Yerusalem, Efesus, Asia Kecil
  •  
  • Wafat
  •  
  • Sekitar tahun 100, di Efesus (Sekarang Turki)
    Sebuah Basilika yang indah pernah dibangun diatas makamnya di Efesus oleh kaisar Justinian I pada abad ke-6; Basilika tersebut saat ini hanya tinggal reruntuhan.
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

St. Yohanes adalah seorang nelayan di Galilea. Ia, bersama dengan St. Yakobus saudaranya, dipanggil untuk menjadi rasul Kristus. Yesus memberi julukan “anak-anak guruh” kepada kedua putera Zebedeus ini.

St. Yohanes adalah rasul yang termuda. Ia amat dikasihi oleh Yesus, dan iapun amat mengenali Yesus Sang Guru. Pada perjamuan malam terakhir, Yohanes diperbolehkan menyandarkan kepalanya didada Yesus. Yohanes juga satu-satunya rasul yang berdiri di kaki salib sementara yang lain melarikan diri. Yesus yang sedang menghadapi ajal menyerahkan pemeliharaan Bunda-Nya kepada murid yang dikasihi-Nya ini. Sambil memandang Bunda Maria, Ia berkata, “Inilah ibumu.” (Yoh 19:26-27). Jadi, hingga akhir hidupnya di dunia, Bunda Maria tinggal bersama St. Yohanes. Hanya Yohanes seorang yang memperoleh hak istimewa untuk menghormati serta melayani Bunda Allah yang tanpa noda.

Setelah penyaliban Yesus dan hari paskah berlalu, pagi-pagi sekali Maria Magdalena dan beberapa wanita membawa rempah-rempah ke makam Yesus untuk meminyaki Tubuh-Nya sesuai kebiasaan orang Yahudi. Mereka kembali dengan berlari-lari kepada para rasul untuk menyampaikan suatu berita yang mengejutkan. Tubuh Yesus telah hilang dari makam. Petrus dan Yohanes pergi untuk menyelidiki hal itu. Hati Yohanes yang bergetar hebat membuat ia berlari dengan sangat cepat dan tiba terlebih dahulu, tetapi karena ia menghormati Petrus; ia tidak mau mendahului Petrus untuk masuk ke dalam kubur.  Walau ia merupakan murid yang paling dikasihi Yesus; tapi Yohanes adalah orang yang sangat rendah hati.  Ia masih menunggu sampai Petrus datang dan masuk ke dalam makam terlebih dahulu. Baru sesudahnya, ia masuk dan melihat kain kafan yang telah tergulung rapi.

Kemudian, dalam minggu itu juga, para murid sedang memancing di Danau Tiberias tanpa hasil. Seseorang yang berdiri di pantai mengatakan kepada mereka untuk menebarkan jala ke sisi lain perahu. Ketika mereka menarik kembali, jala tersebut penuh dengan ikan-ikan besar. Yohanes adalah orang pertama yang mengenali siapa Orang itu. Tapi dengan kerendahan hati yang luar biasa ia terlebih dahulu mendekati Petrus dan berkata, “Itu Tuhan!”.  Petrus si Batu Karang segera saja terjun ke Danau dan berenang ke Pantai menuju Tuhan; sedangkan Yohanes dan para Rasul yang lain tetap datang dengan perahu. (Yoh 21:1-14)

Kedekatan St. Yohanes dengan Yesus tercermin dalam pertanyaan Petrus ini :

"Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini..?"  (yoh 21:21).

Saat itu Yesus menjawab :

"Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau : ikutilah Aku". 

Pernyataan Yesus ini membuat para rasul yang lain sempat berpikir kalau Yohanes tidak akan mati. 

Dengan turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta, para rasul menjadi penuh dengan Kuasa dan keberanian mewartakan Injil.  Mereka mulai menyebarkan kabar gembira dan mengadakan banyak mijizat dalam nama Yesus. Dalam kitab Kisah Para Rasul, Santo Lukas mencatat bagaimana Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang pengemis lumpuh di Gerbang Indah Bait Allah dengan berkata : ".. Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" (kis 3:6).

Setelah jemaat perdana di Yerusalem terbentuk, para Rasul terus mewartakan injil ke segala penjuru dunia. Yohanes berkarya dari Yerusalem sampai ke kota Efesus (sekarang : Selçuk, Provinsi İzmir, Turki). Ia tinggal di kota ini dan menjadi memimpin umat beriman (Uskup) sampai akhir hidupnya. Di kota ini pula Yohanes diyakini menulis Injil keempat, tiga buah surat Gembala, dan Kitab terakhir dari Perjanjian Baru : kitab Wahyu.

Yohanes hidup hampir seabad lamanya. Walau Ia tidak wafat sebagai seorang martir,  tetapi sungguh ia menjalani hidup yang penuh penderitaan. (Tradisi lain menyatakan bahwa Rasul Yohanes mati sebagai martir; tapi tradisi ini kurang diterima karena tidak mampu menyebutkan di mana tempat kemartiran Rasul Yohanes). Di tahun-tahun terakhir hidupnya, ketika ia tidak lagi dapat berkhotbah, para muridnya tetap dengan setia membawanya ketengah jemaat. Pesannya yang terakhir sangat sederhana;  “Anak-anakku, kasihilah seorang akan yang lain.”  Ia wafat di Efesus sekitar tahun 101 M.

Banyak kisah-kisah mujizat yang menurut tradisi diadakan oleh Rasul Yohanes. Sebagian mungkin hanyalah "mitos".  Beberapa diantaranya : 

  1. Ketika Yohanes sedang dalam perjalanan untuk berkhotbah di Asiakapalnya rusak dalam badaisemua orang berhasil menyelamatkan diri ke pantai, kecuali Yohanes. Yohanes kemudian dinyatakan meninggal. Tapi dua minggu kemudian gelombang laut melemparkan Yohanes ke pantai dan jatuh di dekat kaki Prochoros salah seorang muridnyadalam keadaan hidup.
  2. Ketika Yohanes mengatakan penyembahan berhala adalah pekerjaan iblis, para pemuja dewi Artemis melemparinya dengan batu.  Batu-batu yang dilemparkan mental dan mengenai para pelempar.
  3. Yohanes berdoa di sebuah kuil Artemislalu turunlah api dari langit yang membakar 200 orang yang sedang menyembah berhala itu. Ketika sebagian  orang yang tersisa memohon belas kasihania membangkitkan kembali 200 orang yang sudah mati. Mereka semua kemudian bertobat dan dibaptis.
  4. Mengusir setan yang sudah berdiam dalam  sebuah kuil pagan selama 249 tahun.
  5. Dalam sebuah pelayaran, persediaan air diatas kapal habis. Yohanes kemudian mengubah air laut menjadi air tawar untuk diminum.
  6. Seorang pesulap bernama Ceonopsberpura-pura dapat menghidupkan kembali tiga orang yang sudah meninggal.  Tiga "Orang"  mati tersebut sebenarnya adalah iblis yang bersekutu dengan pesulap tersebut.  Melalui doa, Santo Yohanes mengagalkan tipu muslihat penyihir itu dan setan-setan sekutunya lari menghilang.
  7. Sekali setahun makamnya menyebarkan  aroma harum yang dapat menyembuhkan orang sakit.

Lamunan Pesta

Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil

Sabtu, 27 Desember 2025

Yohanes 20:1-8

1 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. 2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." 3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. 4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. 5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. 6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, 7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. 8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, di dalam kehidupan bersama yang muda memang wajar kalau bisa mengungguli yang tua. Apalagi dalam jalan cepat, yang muda bisa sampai tujuan lebih cepat dan memenangkan kejuaraan.
  • Tampaknya, di dalam kebersamaan bisa jadi yang amat dekat dengan pimpinan akan mendapatkan keistimewaan. Dia memiliki kedudukan istimewa di hadapan umum bahkan di hadapan kaum senior.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki prestasi lebih hebat dalam kebersamaan, seseorang tak akan berkurang bahkan kehilangan ketika mampu menampilkan dan mendahulukan yang kalah prestasi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yang secara alami mudah merendah justru punya kemampuan tinggi menangkap misteri karya Tuhan.

Ah, kalau bisa menang mengapa harus mengalah?

Thursday, December 25, 2025

Misa Malam Natal 2025 di Domus Pacis


Ketika membuka WA pada Selasa 23 Desember 2025 jam 03.30 Rm. Bambang menemukan pesan dikirim oleh Pak Joko dari Paroki Pringgolayan. Pak Joko adalah pendamping Kor yang akan bertugas di Malam Natal Domus Pacis. Pesan itu ternyata sudah dikirim semalam sebelumnya dan berbunyi "Sugeng ndalu Rm. Bambang...nyuwun Sewu, menika organisipun nyuwun pirsa, Keyboard ing Domus Pacis merk menopo njih, matur nuwun" (Selamat malam, Rm. Bambang ... Maaf, ini oranisnya ingin tahu merek apakah keyboard di Domus Pacis. Terima kasih). Rm. Bambang langsung mengambil foto keyboard yang dimaksud yang kebetulan berada di kamarnya. Maka, itu merupakan peristiwa ketika Rm. Bambang baru turun dari tempat tidur. Pada waktu makan pagi Rm. Andika, Direktur Domus, bilang ke Rm. Bambang bahwa Mas Tian bersedia memperagakan Santo Yusup bersama Mbak Rachel, istrinya, sebagai Maria. Kemudian pada sekitar jam 09.00 terdengar suara sound system di Kapel Domus. Rm. Bambang berpikir itu pasti ceking untuk persiapan Misa Malam Natal 24 Desember 2025. Perkiraan itu diperkuat ketika terdengar suara karyawan membacakan kutipan Kitab Suci untuk Misa itu. Rm. Bambang sendiri akan bertugas melantunkan lagu Maklumat sebelum lagu pembuka. Dia merekam latihannya dan mengirimkan ke Pak Joko.

Latihan petugas Malam Natal Domus Pacis memang terjadi sendiri-sendiri. Tidak ada latihan bersama untuk mempersiapkan. Tetapi yang terjadi pada tanggal 24 Desember 2025 sungguh semarak tampak amat menggembirakan. Anggota kor memang datang pertama kali. Umat pendaftar datang susul menyusul. Semua yang dari luar Domus ketika datang langsung disambut dengan welcome snack. Sebetulnya Domus hanya menyediakan minuman teh dan snack sederhana. Tetapi ternyata ada warga yang membawa oleh-oleh camilan gorengan macam-macam. Maka acara duduk-duduk sambil menikmati minuman dan snak sungguh menjadi para umat yang berasal dari berbagai paroki bisa saling berkenalan dan omong-omong. Rm. Bambang bertindak sebagai penerima tamu. Acara welcome sanck sungguh menjadikan suasana pengakraban antara para peserta Misa Malam Natal 2025 di Domus. Umat luar Domus pada umumnya masuk Kapel sesudah Rm. Bambang mempersilahkan.

Acara di Kapel didahulu pengantar dari Rm. Bambang memperkenalkan para rama sepuh Domus yang ikut dalam Misa. Misa dipimpin oleh Rm. Andika, Direktur Domus Pacis. Misa dibuka dengan lagu pembuka yang disusul lantunan Maklumat oleh Rm. Bambang. Seusai Maklumat Kor menyanyikan lagu Malam Kudus mengiringi pasangan Tian-Rachel dengan patung kanak-kanak Yesus yang menuju Gua Natal disertai Rm. Andika. Misa Malam Natal Domus sungguh amat semarak. Kor melantunkan lagu-lagu dengan indah dan penuh semangat. Itulah Kor Benediktus dati Paroki Pringgolayan. Rm. Andika menyampaikan homili sungguh menyentuh lubuk hati dengan tema Tuhan Hadir dalam Keluarga. Sesudah penutup dalam pengumuman Rm. Bambang mengatakan "Sesudah selesai Misa, semua saya minta untuk ikut acara di cafe Domus". Kata "cafe" digunakan untuk menggambarkan aula Domus yang telah digarap oleh Rm. Andika seperti rmah makan dengan hiburan nyanyian karaokean. Rm. Saptaka melantunkan lagu-lagu dengan kata-kata dan gambar video yang ditembakkan ke layar dengan proyektor. Rm. Andika dengan tetap berjubah juga tampil dengan lagu-lagu yang bisa menggerakkan banyak umat berjoget. 

Santo Stefanus

diambil dari katakombe.orgpara-kudus Diterbitkan: 08 Agustus 2013 Diperbaharui: 08 Oktober 2019 Hits: 47557

  • Perayaan
    26 Desember
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Wilayah karya
    Yerusalem
  •  
  • Wafat
  •  
  • Sekitar Tahun 33 | Martir, Dirajam sampai mati
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Nama Stefanus berasal dari Bahasa Yunani Stephanos, yang berarti "mahkota".  Ia adalah pengikut Kristus pertama yang menerima mahkota kemartiran. Stefanus adalah seorang diakon pada masa Gereja Perdana. Kita membaca kisah tentangnya dalam Kitab Kisah Para Rasul. Petrus dan para rasul lainnya menyadari bahwa mereka membutuhkan penolong-penolong untuk mengurus para janda serta kaum miskin. Jadi, mereka mentahbiskan tujuh orang diakon. Stefanus adalah yang paling terkenal dari antara mereka.

“Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.” (KIS 6:1-6)

Tuhan mengadakan banyak mukjizat melalui St. Stefanus. Ia berbicara dengan hikmat dan karunia yang membuat banyak dari para pendengarnya menjadi pengikut Yesus. Para musuh Gereja Yesus merasa geram melihat betapa berhasilnya khotbah St. Stefanus. Pada akhirnya, mereka bersekongkol untuk melawan dia. Mereka tidak dapat membantah perkataan-perkataannya yang bijaksana, jadi mereka memerintahkan beberapa orang untuk bersaksi dusta terhadapnya. Saksi-saksi palsu itu mengatakan bahwa Stefanus telah berbicara hujat terhadap Tuhan. Stefanus menghadapi gerombolan para musuhnya yang banyak itu tanpa rasa takut.  Kitab Suci mengatakan bahwa wajahnya menjadi serupa dengan wajah malaikat.

“Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.” (KIS 6:15)

Dalam sidang itu Stefanus berbicara tentang Yesus dan menunjukkan bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan Tuhan. Ia mencela ketidak-percayaan mereka kepada Yesus sama seperti dulu nenek moyang mereka yang juga tidak percaya kepada nabi-nabi terdahulu. Mendengar itu, mereka menjadi amat marah serta berteriak-teriak kepadanya. 

“Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah” (KIS 7:55-56)

Para musuhnya menutup telinga mereka dan tidak mau mendengarnya lebih lanjut. Mereka menyeret St. Stefanus ke luar kota Yerusalem dan melemparinya dengan batu hingga mati. Orang kudus itu berdoa, “Tuhan Yesus, terimalah rohku!” Kemudian ia berlutut serta memohon kepada Tuhan untuk tidak menghukum para musuh yang membunuhnya.

“Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia” (KIS : 7:60)

Setelah pernyataan kasih yang sedemikian besar itu, Stefanus lalu meninggalkan dunia ini menuju kebahagiaan abadi bersama Yesus yang dikasihinya.

Pada KIS 8:2 dikatakan :  “Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat”.  Tidak ada penjelasan tentang di mana lokasi makam Martir pertama ini.  Sampai pada tahun 415 Masehi seorang peziarah dan imam bernama Lucian  mendapat penglihatan yang mengungkapkan lokasi jenazah Santo Stefanus dimakamkan. Lokasi di mana saat ini berdiri Gereja St. Stefanus, di Yerusalem.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Lamunan Pesta

Santo Stefanus, Martir Pertama

Jumat, 26 Desember 2025

Matius 10:17-22

17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. 18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. 19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. 20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. 21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. 22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada keyakinan dekat Tuhan pasti tak celaka. Tuhan adalah tak biarkan orang mengalami susah derita.
  • Tampaknya, agama adalah pewarta akan Tuhan yang Mahakasih. Dalam agama orang menemukan ajaran-ajaran tentang kebaikan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun Tuhan adalah sumber kasih dan kedamaian, dengan lekat pada Tuhan orang siaga mengalamai susah derita di tengah dunia bahkan di kalangan agamawan formalistik. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan relung hati sebaik apapun orang dapat mengalami penilaian buruk di tengah dunia bahkan di kalangan para tokoh agama.

Ah, asal tekun agama orang akan selalu berpikir dan bertindak baik.

Wednesday, December 24, 2025

Santo Petrus Nolaskus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 07 Maret 2017 Diperbaharui: 22 Desember 2019 Hits: 12548

  • Perayaan
    25 Desember (sejak 2001 - Sekarang )
    6 Mei (dirayakan di biara Mercedarians)
    31 January (sampai tahun 1969)
    28 January (dari tahun 1969 sampai tahun 2001)
  •  
  • Lahir
    Tahun 1189
  •  
  • Kota asal
    Mas-des-Saintes-Puelles, Languedoc, Perancis
  •  
  • Wilayah karya
    Barcelona, Afrika Utara
  •  
  • Wafat
  •  
  • 25 Desember 1256 | Sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 30 September 1628 oleh Paus Urbanus VIII

Santo Petrus Nolaskus adalah pendiri Ordo Mercedarian (Ordo Beatae Mariae de Mercede Redemptionis Captivorum) atau yang disingkat O.deM. Tidak banyak yang diketahui tentang awal kehidupannya. Sebuah catatan yang ditulis pada abad ketujuh belas menjelang kanonisasinya, menyatakan Petrus Nolaskus adalah anak seorang pedagang kaya-raya yang berasal dari desa Mas-Saintes-Puelles, dekat kota Castelnaudary Perancis. Petrus Nolaskus juga disebutkan lahir di Perancis pada tahun 1182, meski saat ini sebagian sejarahwan menyatakan bahwa ia lahir di Barcelona. Pada usia belasan tahun, Petrus dan keluarganya pindah ke Barcelona.

Pada masa itu, bangsa muslim Moor masih menguasai sebagai besar semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugis). Perdagangan budak adalah salah satu tindakan tidak berperikemanusiaan yang dipraktekkan oleh bangsa Moor. Petrus menaruh keprihatinan besar pada para budak belian itu, terutama karena banyak di antara para budak belian tersebut adalah para tahanan Kristen dari Afrika Utara yang menjadi budak karena menolak murtad dari iman mereka akan Yesus Kristus.

Semangat Petrus untuk membebaskan orang-orang itu dari perbudakkan bergejolak kuat dalam batinnya. Pada tahun 1203 ia mulai berkarya untuk membebaskan para budak. Karena mewarisi banyak harta dari ayahnya, Petrus lalu menggunakan semua uangnya untuk membeli budak-budak Kristen yang diperjual-belikan. Setelah budak-budak itu dibeli, mereka kemudian ia bebaskan  sebagai manusia merdeka.  Karya Petrus segera mendapat dukungan luas dari masyarakat Barcelona.  Banyak orang datang bergabung dan membantu karyanya.

Setelah lima belas tahun berkarya, Petrus dan teman-temannya menyadari bahwa jumlah budak yang diperjual-belikan terus bertambah hari demi hari. Karena itu ia mulai memikirkan untuk membentuk sebuah Ordo Religius yang terstruktur dan stabil bagi karya pembebasan para budak yang dikerjakannya. Akhirnya pada tahun 1218, Petrus Nolaskus bersama seorang biarawan Dominikan Santo Raymundus Penyafort dan Raja Jaime I de Aragon, mendirikan Ordo Mercedarian. Ordo ini mengadopsi regula Santo Agustinus dan dipersembahkan kepada perlindungan Santa Perawan Maria. Ordo Mercedarian dengan cepat menyebar ke seluruh Spanyol dan mendapat pengakuan dari Paus Gregorius IX pada tahun 1230.

Dengan semangat iman dan cinta kasih sejati, para Mercedarian bekerja keras membebaskan ribuan orang Kristen dari belenggu perbudakan dan dari penjara-penjara bangsa Moor. Petrus bahkan mempertobatkan pemimpin-pemimpin bangsa Moor.  Dua kali Petrus berangkat ke Afrika Utara dan membawa pulang lebih dari 400 orang budak Kristen yang ia tebus di pasar-pasar budak dan dari tangan para saudagar budak. Mereka ia merdekakan setelah sesaat setelah tiba di Barcelona. Para Mercedarian terus diutusnya ke Afrika Utara untuk membebaskan sebanyak mungkin budak yang diperjual-belikan. Seorang Mercedarian utusannya kelak juga menjadi orang kudus yaitu : Santo Raymundus Nonnatus.

Pada tahun 1249 Petrus Nolaskus diminta untuk beristirahat karena kondisi kesehatannya yang terus merosot.  Ia lalu pensiun dan menghabiskan waktunya dengan tenang dalam doa dan matiraga. Pada hari Natal tahun 1256, Petrus Nolaskus, hamba Tuhan yang terkasih, Pahlawan Cinta Kasih, Pembebas para budak belian dan pendiri Ordo Marcedarian; tutup usia.  Selama masa hidupnya, Petrus telah membebaskan sekitar 2700 orang budak.  Dalam catatan Ordo Mercedarian, terdapat lebih dari 70.000 budak yang berhasil dibebaskan oleh Mercedarian sejak ordo ini berdiri.

Empat abad setelah kematiaanya, tepatnya pada tanggal 30 September 1628, Petrus Nolaskus dikanonisasi oleh Paus Urbanus VIII.(qq).

Ucapan Natal Komunitas Rama Domus


Bagaimanapun juga Perayaan Natal adalah kegembiraan atas kepedulian yang bergitu besar kasih Allah kepada dunia. Natalan adalah perayaan syukur atas misteri kasih Tuhan yang secara kongkret kepada manusia. Dalam hal ini para rama Domus, sebagai para imam yang sudah tak berada dalam hiruk pikuk kehidupan beriman umat, ternyata selalu mengalami kasih kepedulian umat. Ada yang biasa mendoakan dan menyapa. Ada yang peduli dengan berkunjung. Ada yang menyumbang untuk menambah honor karyawan agar punya ketenangan kerja komitmen melayani para rama sepuh. Ada yang menyumbang untuk merayakan kegembiraan masing-masing rama sepuh ketika berulang tahun imamat dan ketika merayakan hari besar Gereja yang dihadiri banyak umat. Sumbangan umat juga membuat para rama boleh mengadakan peringatan arwah teman-teman iman serumah yang sudah mendahului menghadap Tuhan. Pada pokoknya dengan Natal para rama Domus sungguh merasakan uluran kepedulian kasih Tuhan lewat kepedulian umat. Maka perkenankanlah para rama Domus mengucapkan kepada semua saja :

SELAMAT HARI RAYA NATAL 2025. TUHAN SELALU MENYERTAI .... IMMANUEL.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...