Tuesday, December 24, 2024

Santa Anastasia, Martir

 diambil dari https://www.mirifica.net/santa-anastasia-martir-25-desember


Ilustrasi: S. Anastasia, www.katakombe.net

ANASTASIA adalah seorang martir yang dibunuh di Sirmium (sekarang: Serbia, Yugoslavia) pada zaman pemerintahan Kaisar Diokletianus tahun 304. Konon, Anastasia adalah anak dari Praetextatus, seorang bangsawan Roma yang kaya-raya. Ia sudah dihormati sebagai ‘santa’ di Roma sejak abad ke-5. Salah satu cerita tambahan yang menunjukkan bahwa Anastasia adalah seorang Kristen ialah bahwa ia memilih Santo Krisogonus sebagai bapa pengakuannya.

Ketika menginjak dewasa, ia menikah dengan Publius, seorang pegawai yang masih kafir. Sebagai orang Kristen, Anastasia merasa mempunyai tanggungjawab moril untuk membantu sesamanya yang dipenjarakan. Setiap hari ia pergi ke penjara untuk menghibur dan membantu orang-orang Kristen di penjara. Karena curiga, Publius suaminya melarang dia keluar rumah. Ketika itu Santo Krisogonus telah pindah ke Aquileia. Ia berkontak dengan beliau melalui surat. Ketika Publius meninggal dunia, ia pindah ke Aquileia mengikuti Krisogonus. Umat Kristen Aquileia menerimanya dengan senang hati.

Di Aquileia ia sangat aktif. Sesudah Santa Agape, Chionia dan Irene dibunuh, Anastasia akhirnya mendapat gilirannya. Ia ditangkap, dipenjarakan dan diadili di Sirmium. Ia dikunjungi dan diberi makan oleh Santa Theodota almarhum. Akhirnya bersama dengan umat Kristen lainnya, Anastasia diarak ke pantai dan ditenggelamkan ke dalam laut. Santa Theodota menolongnya dan menuntun mereka ke pantai. Namun karena sesuatu sebab, Anastasia dibawa ke pulau Palmaria dan di sana ia dibakar hidup-hidup oleh penguasa. Bersamaan waktunya: 200 orang laki-laki dan 70 perempuan dibunuh sebagai martir.
Anastasia dihormati di Roma sejak abad kelima dan namanya dimasukkan dalam Doa Syukur Agung Misa Kudus. Konon di zaman Gereja Perdana, Sri Paus mempersembahkan 3 kurban Misa, yaitu Misa Malam, Misa Pagi/Fajar, dan Misa Siang di gereja yang berlain-lainan. Gereja stasi kedua ialah gereja Anastasia di Roma di kaki bukit Palatine dekat Circus Maximus. Di sini Sri Paus merayakan perayaan Natal, sekaligus mengenang Santa Anastasia secara khusus. Namun lambat-laun karena peristiwa Kelahiran Yesus lebih diutamakan, maka pesta bagi Anastasia hanya bersifat ‘peringatan saja’ di gereja Titulus Anastasiae, yang dibangun pada abad ke-4.

Sumber: www.imankatolik.or.id

Credit Foto: S. Anastasia, www.katakombe.net

Lamunan Hari Raya

Natal

Rabu, 25 Desember 2024

Lukas 2:15-20

15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." 16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, untuk menjadi pewarta iman orang kerap berusaha memiliki pengetahuan keagamaan. Dia harus berbicara tentang ajaran dan tatanan hidup keagamaan.
  • Tampaknya, untuk menjadi pewarta iman orang harus terus memperdalam ilmu keagamaan. Semua adalah demi kebenaran yang diwartakan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun berbagai pengetahuan agama dapat menjadi cahaya untuk memahami tentang hubungan dengan Tuhan, pewartaan iman sejati dapat terjadi secara mudah karena kesadaran hadirat Tuhan dalam setiap kejadian seseorang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang bisa secara spontan menjadi warta iman karena selalu bersemangat dalam menanggapi peristiwa baik.

Ah, kalau tak tahu ilmu agama, mana bisa orang jadi pewarta iman.

Monday, December 23, 2024

Lamunan Hari Raya

Malam Natal

Selasa, 24 Desember 2024

Lukas 2:1-14

1 Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. 2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. 3 Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. 4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, --karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud-- 5 supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. 6 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, 7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." 13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya tinggi memang diukur berkaitan dengan arah atas. Karena keatasan Tuhan tak terbatas, Dia disebut mahatinggi.
  • Tampaknya, yang namanya posisi tinggi memang biasa dikaitkan dengan aura kemuliaan. Tuhan yang mahatinggi juga menjadi mahamulia.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun mahatinggi dan mahamulia, hadirat Tuhan di dunia manusia justru jelas di kalangan yang papa dan tak diperhitungkan dan menjadi rasa batin di relung hati sebagai aura damai sejahtera. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan relung hati orang bisa menyaksikan dan mengalami kemahatinggian Tuhan justru dalam dunia manusia yang dipandang amat rendah.

Ah, Tuhan tak akan terpantau oleh manusia.

Menilik Arti, Sejarah hingga Makna Perayaan Hari Natal

 diambil dari https://www.detik.com/jatim/budaya/d-7679459

Firtian Ramadhani - detikJatim
Selasa, 10 Des 2024 12:05 WIB

Ilustrasi Natal. Foto: Getty Images/Liliboas

Surabaya - Hari Natal 2024 semakin dekat, biasanya umat Kristiani menyiapkan berbagai persiapan untuk memeriahkan momen istimewa ini. Perayaan Natal menjadi salah satu hal yang dinantikan dan memiliki makna mendalam, sejarah, maupun tradisi.

Pada akhir tahun, Natal menjadi momen yang paling dinantikan. Natal bukan hanya sebatas perayaan hari kelahiran Yesus Kristus, namun terdapat sejarah dan pemaknaan yang lebih mendalam terkait Natal. Berikut penjelasan lengkap mengenai Natal.

Arti Hari Natal

Dilansir dari Jurnal Makna Teologi Perayaan Natal Yesus Kristus, Natal secara etimologi berasal dari bahasa Latin Dies Natalis, yang artinya hari lahir. Pengertian Natal pada umumnya bagi umat Kristiani berarti penyambutan Sang Juru Selamat, yaitu Yesus Kristus yang lahir ke dunia.

Dulu, ada pula istilah Melayu-Arab Maulid atau Milad pada negara-negara yang berbahasa Arab, hari raya ini disebut dengan Idul Milad. Dalam bahasa Inggris, Natal disebut Christmas, yang berarti Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass.

Kata ini diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran Yesus. Kata Christmas berasal dari Gereja Katolik Roma, kata itu telah banyak dieja pada periode yang berbeda. Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Natal berarti kelahiran seorang atau Isa Almasih (Yesus Kristus).

Sehingga, Natal merupakan perayaan untuk memperingati akan hadirnya Allah yang menjelma menjadi manusia. Akan tetapi, dalam pemahaman arti orang-orang Kristen, Natal adalah peringatan tentang kelahiran Yesus, dalam Alkitab terdapat cerita tentang kelahiran yang ditulis dalam Injil Perjanjian Baru.

Dalam cerita kitab tersebut, keduanya tidak mempunyai paralel tetapi mempunyai waktu yang berkesinambungan mengenai kelahiran Yesus. Masing-masing telah menceritakan kejadian yang sama dengan sudut pandang berbeda.

Injil Matius menceritakan dari sudut pandang Rasul Matius, yang mana adalah seorang pemungut pajak yang menceritakan perihal kedatangan orang majus menceri dan menyembah raja yang baru lahir, serta mempersembahkan hadiah yang mahal-mahal.

Sementara, Injil Lukas menjelaskan dari sudut pandang Lukas, yang mana adalah seorang dokter yang menceritakan kisah ini dengan lebih detail, termasuk adanya malaikat dan kedatangan gembala domba yang menyembah bayi Yesus di palungan, secara lebih kronologis.

Sejarah Hari Natal

Perayaan Natal berkaitan dengan kelahiran Yesus Kristus, meski tidak ada yang tahu kapan pasti Yesus lahir. Kelahiran Yesus dianggap sebagai peristiwa unik dan sakral karena Tuhan rela merendahkan dirinya menjadi sama seperti manusia.

Umat Kristiani mengakui perayaan Natal berasal dari tradisi yang dilakukan bangsa Romawi. Di mana, bangsa Romawi merayakan hari lahirnya Dewa Matahari setiap tanggal 25 Desember. Hal tersebut membawa pengaruh besar bagi bangsa-bangsa lain untuk mengikuti tradisi bangsa Romawi.

Peringatan hari Natal 336 SM dalam kalender Romawi kuno dirayakan tanggal 25 Desember. Pada akhir tahun 300 M, agama kristen menjadi agama resmi kekaisaran Romawi, dan pada tahun 1100, Natal menjadi perayaan keagamaan terpenting di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha saling memberi.

Dilansir dari situs Binus University, perayaan serupa Natal di bulan Desember telah berlangsung sejak zaman dahulu. Di Bangsa Norse, Skandinavia, misalnya, perayaan Yule dimulai pada tanggal 21 Desember dan berlangsung hingga Januari.

Di Roma juga terjadi hal serupa, warga merayakan Saturnalia untuk menghormati dewa Saturnus, sang dewa pertanian, sementara kelas atas merayakan kelahiran dewa Matahari, Mithra pada 25 Desember. Secara garis besar, hampir semua perayaan tersebut berkaitan dengan pergantian musim, khususnya musim dingin atau salju Eropa.

Warga berdoa dan berharap untuk kedatangan musim semi di bulan Januari, sehingga pada akhir Desember, mereka merayakan penghujung musim salju, sekaligus menyambut datangnya musim semi. Perayaan Natal untuk merayakan kelahiran Yesus baru dimulai pada abad keempat dalam sejarah Kekristenan.

Pada saat itu, Paus Julius I memilih tanggal 25 Desember, yang bertepatan dengan festival titik balik matahari di musim dingin, sebagai hari kelahiran Yesus. Dengan keputusan ini, perayaan Natal pun menjadi tradisi tahunan yang selalu diadakan setiap tanggal 25 Desember.

Makna Hari Natal

Natal yang diperingati setiap 25 Desember, memiliki makna yang mendalam bagi umat Kristiani sebagai momen penting untuk saling berbagi kasih sayang.

Meskipun sering dirayakan sebagai tradisi global, inti perayaan Natal adalah ungkapan syukur yang khidmat kepada Allah yang telah rela merendahkan diri-Nya menjadi manusia.

Kelahiran Yesus Kristus, yang terjadi melalui Roh Kudus, menandai awal misi Kristus di dunia, menjadikan Natal sebagai simbol kasih Allah yang diberikan kepada umat manusia.

Itulah informasi mengenai Natal lengkap beserta arti, sejarah hingga makna bagi umat yang merayakannya. Semoga bermanfaat detikers!

Artikel ini ditulis oleh Firtian Ramadhani, peserta Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

Santo Sharbel Makhlouf

 diambil dari https://www.mirifica.net/santo-sharbel-makhlouf-25-desember

YOUSSEF Makhlouf dilahirkan pada tanggal 8 Mei 1828 di sebuah desa di pegunungan di Libanon. Hidupnya biasa-biasa saja. Youssef belajar di sebuah sekolah kecil di sana dan ikut ambil bagian dalam kegiatan di gereja paroki. Ia mencintai Bunda Maria dan ia suka berdoa. Ia mempunyai dua orang paman yang adalah biarawan. Meski Youssef tidak mengatakan kepada seorang pun, ia berdoa kepada Bunda Maria memohon bantuannya agar diperkenankan menjadi seorang biarawan. Orangtua Youssef menghendakinya untuk menikah. Ada seorang gadis yang amat baik di dusun itu yang cocok dijadikan sebagai isteri ideal baginya, begitulah pikir mereka. Tetapi Youssef yakin bahwa itulah saat untuk mengikuti panggilannya menjadi seorang biarawan. Ia menggabungkan diri dalam Biara Bunda Maria dalam usia duapuluh tiga tahun. Ia mengambil nama Sharbel, seturut nama seorang martir kuno. Ia mengucapkan kaulnya pada tahun 1853 dalam usia duapuluh lima tahun. Sharbel mengikuti pendidikan calon imam dan ditahbiskan pada tahun 1858. Ia tinggal di Biara St Maron selama enambelas tahun.

Pastor Sharbel adalah seorang yang khusuk, yang kecintaannya pada doa menjadi cirinya yang menonjol. Dari waktu ke waktu ia akan mengundurkan diri ke pertapaan milik ordo untuk menikmati doa-doa yang lebih mendalam. Duapuluh tiga tahun terakhir hidupnya, dilewatkan Sharbel dalam keheningan pertapaan. Ia memilih untuk mengamalkan hidup yang amat keras. Ia bermatiraga, makan sedikit, tidur di lantai yang keras, dan menghabiskan berjam-jam lamanya dalam doa. Tahun-tahun berlalu dan Sharbel menjadi seorang yang sepenuhnya mengasihi Yesus. Kemudian, sementara ia sedang merayakan Misa pada tanggal 16 Desember 1898, saat konsekrasi, ia terserang stroke. Sharbel terbaring tak berdaya delapan hari lamanya, dan wafat pada tanggal 24 Desember 1898.

Mukjizat-mukjizat mulai terjadi di makam biarawan yang kudus ini. Sebagian dari mukjizat-mukjizat tersebut diterima sebagai prasyarat untuk memaklumkan Sharbel sebagai “beato” dan kemudian “santo”. Pater Sharbel dimaklumkan sebagai santo oleh Paus Paulus VI pada tanggal 9 Oktober 1977. Paus menjelaskan bahwa St Sharbel dengan cara hidupnya mengajarkan kepada kita jalan sejati kepada Tuhan. Beliau mengatakan bahwa budaya kita memuliakan kekayaan dan kenikmatan. Tetapi Sharbel, sebaliknya, mengajarkan kepada kita melalui teladan hidupnya, nilai kemiskinan, matiraga dan doa.

Sumber: yesaya.indocell.net

Sunday, December 22, 2024

Rm. Bambang Latihan Artikulasi

Pada Minggu 22 Desember 2024 saya menulis kepada teman-teman WA dengan kata-kata "Kalih dinten malih Malam Natal nggih" (Dua hari lagi Perayaan Malam Natal, ya). Ternyata ada 2 orang ibu, Bu Ambar dari Kumetiran dan Bu Yon dari Ungaran, memberi tanggapan yang bagi saya amat mengesan. Bu Ambar berkata "Romo .siap2 nampi tamu kathah nggih, ingkang sami ndherek Misa Malam  Natal" (Rama siap-siap menerima banyak tamu yang ikut Misa Malam Natal, ya). Sedang Bu Yon menulis "remen sanget persiapan Rm Bambang untk pahargyan Natal di Domus Pacis St Petrus sdh oke smua.Smoga lancar n sukses, para Romo rena ing penggalih, para umat gembira krn bsa mahargyo bersama para Romo tercinta." Persiapan Malam Natal di Domus memang ada tetapi tak seheboh di Paroki. Hiasan lampu-lampu kecil, cemara Natal, dan gua Natal sudah selesai dikerjakan karyawan. Panduan Misa sudah diperbanyak oleh Rm. Hartanta dengan fotocopy. Bu Rini sudah beres memesan catering dan tinggal menghias altar. Tetapi ada yang barangkali luput dari perhatian orang serumah Domus. Para rama memang tahu bahwa Rm. Bambang mendapatkan tugas melantunkan MAKLUMAT KELAHIRAN YESUS KRISTUS. Dalam hal lagu Rm. Bambang memang tak memiliki kesulitan. Tetapi hari-hari ini dia sungguh membiasakan diri dengan menata lidah ketika mengucapkan kata-kata syair lagu. Pada Senin hingga Rabu 9-11 Desember 2024 6 buah giginya dicabut. Setelah dicabut ada rongga tanpa gigi persis posisi sama atas dan bawah. Kondisi itu ternyata bisa membuat soal kalau Rm. Bambang mengucapkan huruf "S" dan "T". Dua huruf itu kalau dibunyikan mudah terganggu karena suara bisa terkacau oleh lidah yang menerobos lobang tanpa gigi. Hal ini amat disadari oleh Rm. Bambang apalagi kalau ada kata-kata yang berurutan dan mengandung huruf "S" dan "T" seperti "Dua belas setengah abad". Kata-kata berjejer dan mengandung huruf "T" juga butuh kewaspadaan. Ini seperti "Maklumat tentang ...." Dengan demikian kesibukan Rm. Bambang terutama melatih lidah agar bisa mengucapkan syair lagu tanpa mengganggu kekhitmatan umat. Maklumlah, di antara para rama sepuh yang masih bisa bersuara untuk berlagu tinggal Rm. Bambang. Rm. Hartanta yang akan memimpin Misa meminta Maklumat Kelahiran Yesus Kristus dinyanyikan oleh rama.

Santo Yohanes dari Kanty

 diambil dari https://www.mirifica.net/santo-yohanes-dari-kanty-23-desember

YOHANES, Orang kudus ini dilahirkan pada tahun 1390 di Kęty, sebuah kota kecil dekat Oświęcim, di Keuskupan Kraków, Polandia.  Melihat betapa cerdas putera mereka, orangtuanya mengirimkannya untuk belajar di Universitas Krakow. Yohanes berhasil gemilang dalam studinya, di mana ia mencapai gelar sarjana, dan kemudian menggapai gelar Doktor. Walau dengan pendidikannya ia dapat dengan mudah mencapai kemuliaan di dunia namun ia mengabaikannya dan lebih memilih untuk masuk seminari untuk menjalani pendidikan sebagai calon imam.

Kemudian ia menjadi seorang imam, seorang professor, dan seorang pengkhotbah. St Yohanes juga dikenal karena kasihnya yang besar kepada orang-orang miskin. Suatu ketika ia sedang makan di ruang makan universitas. Saat ia mulai bersantap, terlihat olehnya dari jendela seorang pengemis sedang melintas. Sekonyong-konyong ia melompat dari kursinya dan membawa pengemis itu untuk makan malam bersamanya.

Sebagian orang dalam biara merasa amat iri hati atas keberhasilan St Yohanes sebagai seorang professor sekaligus seorang biarawan dan pengkhotbah.  Akhirnya mereka berhasil membuat dia dikirim menjadi seorang pastor paroki di sebuah paroki yang sangat terpencil.  Awalnya segala sesuatu memang tidak mudah bagi guru besar dari Krakow  ini. Namun Yohanes adalah seorang yang tidak mudah menyerah.  Di sini, St Yohanes memberikan segenap hatinya ke dalam kehidupan barunya sebagai pastor paroki. Beberapa tahun berkarya di paroki, Yohanes menjadi pastor paroki yang sangat disayangi umatnya. Pada saat ia dipanggil kembali ke univesitas, umat paroki yang begitu mengasihinya mengantarnya hingga separuh perjalanan. Sesungguhnya, mereka begitu sedih membiarkannya pergi sehingga St Yohanes harus mengatakan kepada mereka, “Kesedihan ini tidak menyenangkan Tuhan. Jika aku telah melakukan sesuatu yang baik bagi kalian sepanjang tahun-tahun ini, marilah menyanyikan sebuah lagu sukacita.”

Kembali di Krakow, St Yohanes mengajar kelas Kitab Suci dan lagi, ia menjadi seorang guru yang amat populer. Ia diundang ke rumah-rumah para bangsawan yang kaya. Tetapi, masih saja, ia memberikan segala yang dimilikinya kepada orang-orang miskin dan berpakaian seperti orang miskin pula. Suatu ketika ia mengenakan sehelai jubah hitam yang usang ke sebuah perjamuan. Para pelayan tidak memperbolehkannya masuk. St Yohanes pun pulang dan berganti mengenakan sehelai jubah baru. Dalam perjamuan, seseorang menumpahkan makanan ke atas jubah barunya.
“Tak apa,” kata Yohanes bergurau; “bagaimanapun, jubahku pantas mendapatkan makanan, sebab tanpa jubah ini, aku tidak akan berada di sini sama sekali.”

St Yohanes hidup hingga usianya yang ke delapanpuluh tiga. Lagi, dan lagi, sepanjang hidupnya ia membagi-bagikan segala yang ia miliki demi menolong orang-orang miskin. Ketika orang banyak mencucurkan airmata mendengar bahwa ia di ambang maut, St Yohanes berkata, “Janganlah khawatir dengan tubuh yang akan binasa ini. Tetapi, pikirkanlah jiwa yang akan segera meninggalkannya.” Dia meninggal pada 24 Desember 1473 dalam usia 83 tahun. Jenazahnya makamkan di Gereja St Anna, Krakow. Sampai kini makamnya telah menjadi salah satu situs ziarah rohani yang populer di Polandia. Santo Yohanes dari Kanty dimaklumkan sebagai seorang santo oleh Paus Klemens XIII pada tahun 1767.

Sumber: katakombe.org

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...