Wednesday, October 27, 2021

Lamunan Pesta

Santo Simon dan Yudas, Rasul

Kamis, 28 Oktober 2021

Lukas 6:12-19

12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. 13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: 14 Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, 15 Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, 16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

17 Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. 18 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. 19 Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang dapat merasa bangga kalau dipilih menjadi orang dekat pejabat tinggi. Dia masuk dalam lingkungan elite.
  • Tampaknya, dengan menjadi bagian dari golongan elite orang berada di atas orang-orang kebanyakan. Apalagi dengan perlengkapan berbagai fasilitas, itu membuatnya biasa memiliki jarak dengan masyarakat umum.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun menjadi kelompok khusus yang dekat dengan orang terhormat, makin istimewa kedudukan sosialnya orang akan makin dituntut untuk makin turun di tengah masyarakat umum demi kebaikan umum. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang dengan kedudukan tingginya justru akan makin merendah demi yang papa dan menderita.

Ah, dengan berada di antara kaum elite orang dapat menghimpun kekayaan lebih banyak.

Tuesday, October 26, 2021

Beato Contardo Ferini

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 15 Agustus 2013 Diperbaharui: 23 Oktober 2016 Hits: 4561

  • Perayaan
    27 Oktober
  •  
  • Lahir
    4 April 1859
  •  
  • Kota asal
    Milan, Italy
  •  
  • Wafat
  •  
  • 17 October 1902 di Suna, Verbano-Cusio-Ossola, Italy | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Venerasi
    8 Februari 1931 oleh Paus Pius XI
  •  
  • Beatifikasi
    13 April 1947 oleh Paus Pius XII
  •  
  • Kanonisasi

Contardo dilahirkan pada tahun 1859. Ayahnya seorang guru matematika dan fisika. Ayahnya ini sejak dini telah menanamkan pada putera kecilnya kecintaan untuk belajar. Sebagai seorang pemuda, Contardo fasih berbicara dalam banyak bahasa asing di samping bahasa ibunya, bahasa Italia. Ia amat cemerlang di setiap sekolah dan universitas tempat ia belajar. Kecintaannya untuk belajar dan kecintaannya pada iman Katoliknya membuat teman-teman menjulukinya “St Aloysius” mereka. (St Aloysius Gonzaga adalah seorang santo muda Yesuit yang dikenal karena kebajikan dan kemurahan hatinya.) Contardolah yang pertama-tama memulai kelompok-kelompok bagi teman-teman mahasiswa guna membantu mereka menjadi seorang Kristiani yang saleh.

Ketika usianya duapuluh satu tahun, kepadanya ditawarkan kesempatan untuk melanjutkan studi di Universitas Berlin di Jerman. Sungguh berat baginya meninggalkan rumahnya di Italia, tetapi ia senang juga bertemu dengan orang-orang Katolik yang saleh di universitas itu. Ia menuliskan dalam sebuah buku kecil apa yang dirasakannya ketika untuk pertama kalinya ia menyambut Sakramen Rekonsiliasi di negeri asing. Sungguh menggetarkan hatinya menyadari bahwa Gereja Katolik sungguh sama di mana pun dan kemana pun orang pergi.

Tahun berikutnya, Contardo berusaha memutuskan entahkah sebaiknya ia menjadi seorang imam atau seorang biarawan, atau hidup berkeluarga. Ia terus-menerus bertanya pada dirinya sendiri apa yang sebaiknya dilakukannya. Nyatalah kemudian bahwa ia mengucapkan ikrar untuk mempersembahkan dirinya hanya bagi Tuhan saja. Ia mengamalkan ikrarnya ini sebagai seorang awam Fransiskan (anggota ordo ketiga Fransiskan).  Ia tetap mengajar dan menulis namun senantiasa berupaya untuk menjadi seorang Kristiani yang terlebih sempurna.

Sementara menikmati olahraga favoritnya, mendaki gunung, ia akan berpikir tentang Tuhan, Pencipta segala keindahan yang ia lihat. Orang banyak melihat bahwa ada sesuatu yang berbeda pada diri Profesor Ferrini. Ia amat kudus, lembut dan rendah hati hingga setiap orang yang bertemu dengannya akan selalu merasakan aura kesucian diantara senyum hangatnya yang khas.  Bahkan saat ia masih hidup orang-orang sudah memanggilnya dengan sebutan “santo..”

Tanggal 17 Oktober 1902  Contardo Ferrini wafat karena demam tipus  pada usia empat puluh tiga tahun. Warga Suna segera menyatakan dirinya suci. Rekan-rekannya di University of Pavia menulis surat kepada Paus di mana mereka menggambarkan ia  sebagai seorang suci. Pada tahun 1909 Paus Pius X  menunjuk Kardinal Ferrari untuk memulai proses penyelidikan terhadap kasus Contardo Ferini.  39 tahun kemudian  tepatnya pada  tanggal 13 April 1947  Contardo Ferini  dibeatifikasi oleh Paus Pius XII.  Tubuhnya sekarang dimakamkan  dalam kapel Milan Universitas Katolik.

Rapat UNIO KAS


Sore itu sekitar jam 16.00 Minggu 24 Oktober 2021 Mas Hari dan Mas Abas sibuk menata meja-meja di ruang televisi Domus Pacis St. Petrus. Kursi-kursi platik berwarna biru juga juga sudah disiapkan dalam 4 kelompok tumpukan. Melihat itu Rm. Bambang menghubungkan rencana acara Senin 25 Oktober 2021. Ketika makan pagi Minggu itu Rm. Hartanta memberikan pengumuman kepada para rama sepuh yang ada dalam kelompok-kelompok meja makan : "Monsinyur lan para rama, ngaturi pirsa benjing badhe wonten rapat UNIO ing ngriki jam sanga dumugi jam kalih siang. Papan rapat saget wonten ngriki saget wonten lantai tiga. Yen wonten ngriki, para rama Domus dhahar siang wonten lantai kalih" (Monsinyur dan para rama, perkenankan saya memberi informasi bahwa besok ada rapat UNIO di sini jam 09.00-14.00. Tempat rapat bisa di sini atau juga bisa di lantai tiga. Kalau di sini, besuk para rama akan makan siang di lantai dua). Berkaitan dengan persiapan kursi dan meja yang dilakukan oleh Mas Hari dan Mas Abas, Rm. Bambang diberi tahu oleh Mas Hari bahwa besok makan siang para rama sepuh tetap di lantai 1 seperti biasa. Pada waktu itu Rm. Bambang berpikir barangkali ruang TV akan dipakai untuk menikmati minum dan snak dari peserta rapat yang jumlahnya disebut paling banyak 25 orang rama. 

Pada Senin 25 Oktober 2021 para rama sepuh Domus sudah masuk kamar masing-masing sesudah makan pagi. Rm. Bambang hanya berjumpa sekilas dengan Bu Rini yang mengantar snak. Rapat Pengurus Inti UNIO KAS, persaudaraan para rama praja Keuskupan Agung Semarang, terselenggara di lantai 3 Domus Petrus. Sebagian besar rama pengurus langsung menuju tempat rama. Hanya beberapa rama yang sempat memberi lambaian tangan dengan Mgr. Blasius yang berada di depan kamarnya. Rm. Bambang juga hanya berjumpa dengan beberapa. Karena menggunakan sound system suara para rama dalam rapat juga bisa terdengar dari lantai 1. Berkaitan dengan makan siang, para rama sepuh Domus melakukan seperti biasa sehingga mendahului peserta rapat. Selama para rama sepuh makan, Mbak Tri dan Mbak Sari sibuk menyiapkan sajian makan siang untuk para rama peserta rapat.

Lamunan Pekan Biasa XXX

Rabu, 27 Oktober 2021

Lukas 13:22-30

22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. 23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" 24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. 25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. 26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami. 27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! 28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar. 29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. 30 Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran orang akan mudah meraih kebahagiaan kalau memiliki kemudahan hidup. Hidup tak mengalami aral melintang.
  • Tampaknya, orang dapat merasa bahagia dalam bekerja kalau tidak mengalami kesulitan. Dia ditopang oleh berbagai fasilitas yang memadahi.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun kelancaran hidup tanpa kesulitan dengan fasilitas lengkap memang menyenangkan, orang baru sungguh meraih kebahagiaan sejati kalau memiliki keberanian dan keteguhan berhadapan dengan beban dan tantangan hidup. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan sadar bahwa dibalik berbagai kesukaran dan tantangan hidup bersemayam kebahagiaan mendalam.

Ah, bahagia itu ya datang dari enak tanpa susah payah.

Monday, October 25, 2021

Santo Paus Evaristus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 15 Agustus 2013 Diperbaharui: 15 Desember 2016 Hits: 6199

  • Perayaan
    26 Oktober
  •  
  • Lahir
    Hidup pada Abad ke-2
  •  
  • Kota asal
    Yerusalem
  •  
  • Wilayah karya
    Israel, Roma
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 107 di Roma Italy | Martir
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Paus Santo Evaristus adalah paus kita yang kelima. Ia memimpin Gereja sejak tahun ±98 hingga ±105.  Evaristus aslinya adalah seorang Yahudi dari Betlehem. Keluarganya tinggal di Yunani pada saat ia dilahirkan. Evaristus dibesarkan dan dididik dalam agama Yahudi yang ketat. Ayahnya sangat bangga akan kesalehan dan kecerdasan puteranya, hingga ia mengirimkan putranya untuk belajar pada guru-guru terbaik.

Setelah dewasa, Evaristus menjadi seorang Kristiani. Begitu besar cintanya pada iman barunya ini hingga ia memutuskan untuk menjadi seorang imam. Di Roma, dimana ia melakukan karya pelayanan, semua orang mengagumi serta mengasihinya.

Pada masa itu adalah masa-masa penganiayaan bagi Gereja. Fitnah-fitnah keji tersebar luas mengenai iman Kristen hingga orang-orang Romawi tidak perlu berpikir dua kali untuk membunuh umat Kristiani. Siapa saja yang menjadi Paus nyaris pasti akan ditangkap.

Saat  Paus Klemens I ditangkap dan dibuang ke Krimea, Evaristus kemudian menjalankan posisi kepausan, dan setelah Paus Klemens I mati dimartir; Ia dipilih menjadi paus pada tahun 97. Evaristus merasa sama sekali tak layak menjadi seorang paus, tetapi Yesus tahu yang terbaik.

Paus St Evaristus menggembalakan Gereja selama kurang lebih delapan tahun. Semangatnya begitu berkobar-kobar hingga jumlah orang-orang yang percaya semakin hari semakin bertambah banyak.

Satu kebijakannya yang sangat penting  adalah saat Ia melanjutkan pembagian Kota Roma menjadi beberapa paroki dan untuk setiap paroki dipimpin oleh kardinal. Inilah awal dari Dewan Kardinal pada masa kini.  Ia juga membuat suatu dewan yang membantu tugasnya dan memberikan gagasan untuknya, sehingga mencegah perselisihan keputusan.

Ketika akhirnya ia ditangkap dan dipenjara karena imannya;  Ia  membuat para sipir penjara terkagum-kagum melihat sukacita pada wajahnya saat ia digiring ke penjara. St Evaristus sangat berbahagia karena ia  telah  memperoleh hak istimewa untuk  menderita sengsara dan mati bagi Yesus.  Tiada hadiah yang lebih berharga yang dapat diberikan kepadaNYA selain dari kemartirannya. Paus St Evaristus wafat pada tahun 107.

Asal Mula Puding

diambil dari https://oniezfood.wordpress.com/2016/01/22

FoodNiez

Puding merupakan salah satu menu makanan atau hidangan penutup yang sering disebut dessert, yang paling banyak penggemarnya karena teksturnya yang lembut, kenyal dan manis. Bahan utamanya dalam pembuatan puding ini adalah susu, tepung meizena, telur. Lebih enak lagi kalo makannya sudah didinginkan dulu didalam kulkas hhhhmmmm yummyy…


Puding dalam kulkas

Pingin tau kaann asal muasalnya puding darimana??? Dari penulusuran browsing kesana kemari akhirnya saya menemukan sejarah puding dari keterangan id.wikipedia.org. simak yaa sahabat (“,)

Puding berasal dari bahasa Perancis, boudin yang berarti “sosis darah”, dari bahasa Latin, botellus yang berarti “sosis kecil”. Istilah pudding digunakan Eropa pada abad pertengahan untuk hidangan dari daging yang dibungkus. Suet pudding (puding lemak) adalah jenis puding yang berisi daging sapi yang dibungkus adonan pai dari tepung terigu bercampur lemak domba atau lemak sapi dan rasanya tidak manis.

Di Britania Raya, istilah pudding sering digunakan untuk hidangan penutup yang dibuat dari telur dan tepung, serta dimasak dengan cara dikukus, direbus atau dipanggang.


Ilustrasi Foto: en.wikipedia.org/wiki/boudin

Dan setelah saya membaca berbagai artikel sejarah pudding, ini dia bagian menarik sejarahnya, simak yaa sahabat (“,)

Sejarawan umumnya sepakat dengan puding pertama yang dibuat oleh koki kuno diproduksi mirip dengan sosis. Puding Inggris diklaim sebagai bagian dari warisan kuliner mereka. Puding Abad Pertengahan (hitam putih) masih kebanyakan berbasis daging. Inggris abad ke-17 puding entah gurih (meat-based) atau sweet (flour, nut & sugar) dan itu biasanya direbus dalam kantong puding khusus. The “pease porriedge“, kebanyakan dari kita tahu sejak dari anak-anak, itu kemungkinan besar puding rebus sederhana dari pease. Pada abad ke-18, puding tradisional Inggris tidak lagi termasuk daging. Puding abad ke-19 masih direbus tapi produk jadi lebih mirip kue. Puding ini masih tradisional yang disajikan pada waktu Natal. Plum Puding (alias puding Natal) adalah contoh utama.


Ilustrasi Foto Puding Natal: detikfood

Resep kuno tradisional  lain dari puding adalah Rice Puding, khusus diresepkan bagi kaum muda, tertulis dalam teks-teks medis sebelum muncul dalam buku resep masakan.

Perkembangan puding sudah sangat jauh sekarang. Puding yang kita kenal adalah makanan dengan bahan baku susu (yogurt), tepung maizena, tapioka, atau telur dihidangkan setelah didinginkan lebih dulu, rasanya manis dengan perisa coklat, karamel, vanila, atau buah-buahan. Puding modern selain di atas adalah makanan yang berbahan agar-agar dibuat dengan mencampur agar-agar bersama susu, tepung maizena, atau telur kocok. Puding agar-agar sering dihidangkan dengan saus yang disebut vla.


Ilustrasi Foto: simplyrecipes.com

Di Indonesia terdapat berbagai jenis puding rasa tradisional yang memakai kelapa muda, gula merah, santan, tape ketan hitam atau campuran daun suji dan daun pandan. Buah-buahan yang dipakai untuk puding misalnya: jeruk, nanas, sirsak, mangga atau markisa.

Lamunan Pekan Biasa XXX

Selasa, 26 Oktober 2021

Lukas 13:18-21

18 Maka kata Yesus: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? 19 Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya." 20 Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? 21 Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang dapat kesulitan kalau diminta untuk menerangkan sejauh mana cintanya kepada keluarga atau orang dekat. Bukankah cinta menyangkut suasana batin?
  • Tampaknya, orang juga akan jauh lebih mengalami kesulitan kalau diminta untuk menerangkan tentang Tuhan. Bukankah Allah itu misteri?
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun Tuhan itu misteri yang amat tidak mungkin dimengerti dengan daya otak sehebat apapun, orang dapat memahami-Nya berdasarkan analogi terhadap inti fenomena berbagai kenyataan yang ada dalam alam ciptaan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati akan memahami Tuhan sebagai “Yang Bagaikan” dengan menunjuk satu persatu apapun yang diketemukan dalam hal dan peristiwa duniawi.

Ah, Tuhan itu misteri sehingga ya diterima saja tak usah dijelas-jelaskan.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...