Sunday, October 2, 2022

Ultah ke 13 Paroki St. Mikael Pangkalan

Baru kali ini ada tamu kunjungan pada jam yang tak biasa. Biasanya mereka datang pada sekitar jam 10.00 atau kalau sore pada jam 16.00. Meskipun demikian mayoritas tamu datang pada pagi. Lain halnya dengan tamu yang datang pada Kamis 29 September 2022. Rm. Hartanta pada Rabu 28 September 2022, ketika makan siang, bilang mereka minta mau datang pada jam 17.00. Rm. Hartanta menolak karena pada jam itu para romo Domus bersiap-siap untuk Misa Komunitas. Kemudian mereka minta jam 12.00. Inipun ditolak karena pada jam itu para romo makan siang. Akhirnya disepakati para tamu akan datang pada jam 08.00. Ini berarti para romo sesudah makan pagi harus bersiap menerima tamu. Yang biasa berjemur harus rela tidak berpanas pagi. Yang biasa tidur pagi harus tetap berjaga.


Maka terjadilah pada Kamis 29 September 2022 sebagaimana direncanakan. Pada jam 08.15 romo-romo Domus yang sudah berada menghadapi para tamu adalah Mgr. Blasius, Rm. Harto, Rm. Yadi, Rm. Ria, Rm. Bambang, dan tentu saja Rm. Hartanta. Mereka datang ber-12 orang sebagai perwakilan dari umat Paroki St. Mikael Pangkalan.Yang hadir ada 12 orang terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, dan Rm. Joko Lelono. Kehadiran mereka dalam rangka ulang tahun ke 13 paroki. Mereka membawa bingkisan berdos-dos yang dibawa masuk menggunakan troli Domus. Rm. Hartanta membuka dengan memperkenalkan Domus Pacis St. Petrus termauk para romo dan karyawan serta kondisi yang ada. Kemudian Rm. Joko Lelono dan satu bapak menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan. Pada waktu terjadi dibuka kesempatan omong-omong ternyata setiap romo sepuh ada yang memiliki masa lalu karya dengan tamu tertentu. Bahkan dari beberapa tamu yang sudah sepuh mengalami pergaulan dengan Rm. Bambang ketika masih menjadi sesama warga umat Paroki Baciro. Kehadiran para tamu masih berlanjut dengan acara spontan dengan beberapa romo Domus. Rm. Petrus Supriyanto didorong keluar dengan kursi roda berputar Domus bersama adik sepupunya. Rm. Ria omong-omong dengan beberapa ibu. Demikian juga Rm. Harto, Mgr. Blasius, dan Rm. Yadi. Beberapa tamu ke Rm. Bambang membeli kain batik dan kemudian masuk kamar Rm. Bambang nyanyi-nyanyi barengan dengan keyboard.

Santo André de Soveral, SJ

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 09 Februari 2018 Diperbaharui: 21 September 2020 Hits: 7815

  • Perayaan
    16 Juli
    3 Oktober (Pesta Bersama Para Matir Brazil)
  •  
  • Lahir
    Tahun 1572
  •  
  • Kota asal
    São Vicente, São Paulo, Brasil
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tewas dianiaya kaum Protestan Kalvinis Belanda pada 16 Juli 1645 di Natal Rio Grande do Norte, Brazil
  •  
  • Venerasi
    21 Desember 1998 oleh Paus Yohanes Paulus II
  •  
  • Beatifikasi
    5 Maret 2000 oleh Paus Yohanes Paulus II
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 15 Oktober 2017 oleh Paus Fransiskus

Santo André de Soveral, SJ (Andreas de Soveral) adalah salah seorang dari 30 Martir Brazil. Ia lahir di São Vicente, São Paulo, Brasil pada tahun 1572. Pada tahun 1593 André masuk biara Serikat Jesus dan menjalani masa novisiat di Bahia, sebelah Timur Laut Brazil. André diketahui mahir dalam bahasa Latin dan berbakat dalam bidang Teologi. Ia lalu dikirim untuk melanjutkan studinya di Seminari Tinggi di Olinda.

Setelah ditahbiskan menjadi imam, tugas pertama Pater Andre adalah menjadi missionaris di Natal, Rio Grande do Norte. Disini ia berkarya dengan gemilang dan membawa ribuan “Potiguara” ke dalam iman Katolik.

Sejak tahun 1614 Pater Andre diangkat menjadi pastor paroki di Cunhaú.

Pada pagi hari Minggu 16 Juli 1645, Pater Andre de Soveral  bersama 69 umat Katolik hendak merayakan misa kudus di Kapela Santa Maria. Sebelum misa mulai, tiba-tiba muncul sekelompok tentara Belanda dan mulai membantai umat Katolik dalam Kapela tersebut. Puluhan orang tewas dalam peristiwa pembantaian ini. Termasuk Andre de Soveral, Domingos Carvalho, seorang imam diosesan, dan puluhan umat “Potiguara”.

Lamunan Pekan Biasa XXVII

Senin, 3 Oktober 2022

Lukas 10:25-37

25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" 27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. "28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." 29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" 30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. 31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. 32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. 34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. 35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. 36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" 37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, banyak orang merasa tenang kalau berada bersama yang sama. Kesamaan itu bisa karena hubungan darah keluarga, hubungan golongan, hubungan sejarah pendidikan, hubungan kerja dan hubungan-hubungan lain.
  • Tampaknya, dengan kesamaan seperti itu yang berbeda tentu bukan bagian dari kesamaan. Pada zaman kini bersama yang sama orang dapat kekuatan dalam bersaing dengan yang berbeda.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun bagi banyak orang yang disebut sesama adalah yang biasa mudah membuat jalinan hubungan, dalam hal kasih terhadap sesama, itu hanya dapat terjadi kalau orang memiliki sikap terbuka terhadap yang papa dan menderita sekalipun dari golongan yang amat berbeda. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati ukuran sesama dalam penghayatan iman adalah kerelaan berkorban bagi yang papa dan menderita.

Ah, sesama itu ya yang sama golongan atau minatnya.

Penyumbang Tambahan Dana Karyawan Domus September 2022

Rm. Bambang pernah merasa bahwa para karyawan Domus Pacis St. Petrus, yang berjumlah 14 orang, mendapatkan keistimewaan. Dalam hal pemberian honorarium tidak seperti karyawan pastoran di pada umumnya paroki. Bahkan dengan karyawan Seminari Tinggi Kentungan tampaknya bisa lebih. Bukankah mereka sudah mendapatkan jatah anggaran dari Keuskupan untuk menerima honorarium sesuai aturan upah minimum regional Kabupaten Sleman? Tetapi sesudah merenung-renung lanjut, dalam benak Rm. Bambang terbayang kondisi sebagian besar para romo sepuh yang sudah harus mendapatkan pelayanan khusus karena kerentanannya. Bahkan ada 6 dari 11 orang romo sepuh sudah harus dilayani dalam segalanya. Lebih dari itu 5 dari yang 6 orang romo sudah harus terawasi dalam 24 jam. Satu hal lain yang juga menyangkut kekaryawanan adalah bahwa setiap malam harus ada 6 atau 7 orang jaga malam.


Dengan mengingat kepentingan para romo sepuh, Rm. Bambang bisa memahami kalau komitmen dan dedikasi kerja karyawan harus dijaga. Domus Pacis harus menjaga para karyawan untuk kerasan dan merasa nyaman dalam bekerja. Maka tambahan dana honorarium dibutuhkan selain untuk uang lembur, yang biasa harus dijalani berdasarkan permintaan Rm. Hartanta sebagai Direktur Domus, tetapi juga untuk beberapa tambahan lain. Tentu saja hal ini tidak akan tercukupi kalau kalau hanya dengan anggaran dari Keuskupan. Untuk hal inilah Rm. Bambang ditugasi oleh Rm. Hartanta untuk mencari sumbangan dari warga yang peduli ke Domus. Upaya mencari tambahan dana ini berlangsung sejak pertengahan Juli 2021. Ternyata hingga kini banyak warga dan kelompok warga yang sungguh membantu Domus ikut menambah dana demi kesejahteraan karyawan. Untuk bulan September 2022, Rm. Bambang menerima 39 kiriman dana. Empat pengirim di antara adalah kelompok-kelompok warga yang paling tidak terdiri dari 110 orang. Dari pengiriman-pengiriman itu Rm. Bambang mendapatkan dana sebesar Rp. 29.290.000. Para pengirim dana itu adalah :

1. PUPIP Ungaran (86 org), 2. Ibu Dicky, 3. Ibu Haryono, 4. Bapak Jono, 5. Bapak Siswoto, 6. Ibu Anna Maria (Ibu-ibu Bernardus Babadan), 7. Ibu Lucy, 8. Ibu Christine, 9. Ibu Endang W, 10. Ibu Maria Kristina Dannie, 11. Ibu Ida, 12. Ibu Emiliana Kasmudjiastuti, 13. Ibu Wartini, 14. Ibu Melly, 15. Ibu Yenyen, 16. Bapak Yongky, 17. Ibu Kristin, 18. Ibu Lanni Riyanto (d.a. MG Dwi Astuti / Bu Marcus Smg), Ibu Tri Nor Prasetyawan, 19. Bapak FX Rianto, 20. Ibu Wellanda, 21. Ibu Mrihadi, 22. Bapak Blasius Chasto, 23. Ibu Mamik, 24. Ibu Malya. 25. Ibu Lili Herawati, 26. Bapak Dwidjosusanto, 27. Ibu Harno, 28. Ibu Sugono, 29. Ibu Wartini, 30. Ibu Evy (RS Muwardi), 31. Ibu Bernadet Suwarni, 32. Ibu Istiyono, 33. Bp. Edy Susanto, 34. Ibu Chatarina Gunarti, 35. Devosan Kerahiman Ilahi Mungkid, 36. Ibu Astrid, 37. Ibu Tini, 38. Ibu ML Setiyani Indrawati, 39. Kelompok Yosefin.

Saturday, October 1, 2022

Santo Leodegar

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 02 Oktober 2014 Diperbaharui: 02 Oktober 2014 Hits: 6905

  • Perayaan
    2 Oktober
  •  
  • Lahir
    Sekitar tahun 616
  •  
  • Kota asal
    Autun - Burgundy - Perancis
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir - matanya dicungkil, lidahnya dipotong, lalu disiksa sampai kedua kakinya lumpuh.
    Dibiarkan menderita sebagai seorang lumpuh, buta dan bisu lalu dibunuh tahun 678 atau 680 di Sarcing, Somme, Perancis
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Leodegar lahir di Autun, Burgundy (Sekarang Perancis) pada sekitar tahun 616. Ia berasal dari keluarga bangsawan Kristen yang saleh. Ayahnya bernama Bobilo dan ibunya juga adalah seorang kudus; yaitu Santa Sigrada. Seorang adiknya juga adalah seorang santo dan martir Kristus bernama Santo Warren.

Karena ingin menjadi seorang  imam, Leodegar lalu pergi ke kota Poitiers, untuk belajar di bawah bimbingan pamannya, yang adalah Uskup Poitiers. Oleh pamannya, ia ditahbiskan menjadi seorang diakon, lalu menjadi seorang imam. Pada tahun 650 santo Leodegar di angkat menjadi abbas (kepala biara) di biara Maxentius. Selama enam tahun menjadi abbas, santo Leodegar berusaha keras memperbaharui kehidupan spiritual para biarawan asuhannya dengan menerapkan aturan hidup Benediktin (benedictin rule) yang sangat ketat.

Pada tahun 656, Santo Leodegar harus meninggalkan biara Maxentius karena secara tidak diduga ia ditunjuk oleh Ratu Bathildis untuk menjadi Penasihat Kerajaan dan guru rohani bagi para pangeran. Santo Leodegar menduduki jabatan ini selama sembilan tahun. Pada tahun 665 Leodegar mengundurkan diri sebagai Penasihat Kerajaan beberapa saat setelah ratu Bhatildis menyerahkan tahta kerajaan pada puteranya Clotaire. Ratu yang saleh itu ingin menarik diri dari dunia ramai dan menjadi seorang biarawati. Ratu Bhatildis kini dikenal sebagai Santa Bhatildis.

Setelah mengundurkan diri sebagai penasihat Kerajaan, Santo Leodegar ditunjuk menjadi uskup kota Autun. Ia menjadi seorang uskup yang sangat saleh dan sederhana. Kesehariaannya tetap ia jalani layaknya seorang biarawan dan ia tetap hidup sesuai aturan hidup benediktin. Uskup Leodegar memperbaharui kehidupan para klerusnya dan menegakkan disiplin kehidupan gerejawi. Ia sangat memperhatikan penerimaan sakramen-sakramen bagi umat, terutama sakramen baptis.

Sekitar tahun 675 terjadi perebutan kekuasaan di Autun antara Childeric dan Ebroin. Childeric terbunuh, dan kota Autun lalu dikepung Ebroin bersama para sekutunya. Untuk menghindari pertumpahan darah, bapa Uskup mengatur penyerahan diri dan memberikan dirinya sebagai jaminan kepada para penyerang agar mereka tidak menghancurkan kota dan membunuhi para penduduk.

Karena dianggap sebagai pendukung Childeric, Ebroin lalu memerintahkan agar uskup Leodegar ditahan. Dalam penjara, bapa uskup disiksa dengan sangat mengerikan. Kedua matanya dicungkil dan lidahnya dipotong. Ia juga terus menerus disiksa sampai kedua kakinya menjadi lumpuh. Ebroin dengan keji sengaja membiarkan uskup Leodegar hidup dalam penderitaan sebagai seorang lumpuh, buta dan bisu selama dua tahun sebelum kemudian membunuhnya.

Uskup Leodegar meninggal sebagai seorang martir pada tahun 678 atau 680 di pinggir dekat hutan dekat Sarcing, Somme, Perancis.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Lamunan Pekan Biasa XXVII

Minggu, 2 Oktober 2022

Lukas 17:5-10

5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: a  "Tambahkanlah iman kami!" 6 Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! 8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. 9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? 10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. "

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, agamawan dapat yakin bahwa apapun yang ada dalam agama berasal dari Tuhan. Tuhan menyampaikan kehendaknya dalam perintah-perintah agama.
  • Tampaknya, agamawan dapat yakin bahwa taat pada Tuhan dijalani dengan taat pada agama. Dengan menjalani berbagai tatanan agama orang sungguh sudah taat pada Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dengan menjalani agama orang ingat kehendak Tuhan, dia sungguh menjalani kehendak-Nya kalau menjalani tugas harian apapun dengan hati ceria dan bahagia tanpa perhitungan disambut baik atau tidak. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sungguh bersyukur kalau mampu melakukan pekerjaan harian dengan sebaik-baiknya. 

Ah, berkerja baik itu ya kalau ada yang menghargainya.

Suvenir Batik Domus Pacis

Rm. Bambang di Domus Pacis St. Petrus menyediakan diri membantu mencari bantuan. Ada tiga macam hal yang melibatkan dia secara khusus : 1) mengkoordinasi sajian snak dan masakan makan malam; 2) usaha dana untuk tambahan honorarium karyawan; 3) usaha dana untuk perayaan ulang tahun imamat para romo penghuni. Untuk perayaan ulang tahun imamat yang sudah berjalan dilakukan oleh Rm. Bambang adalah menjual buku tulisannya dan bahan kain batik. Kain batik ini didapatkan lewat konsinyasi dan dijual Rp. 100.000 per lembar. Batik ini dari katun panjang 240Cm dan lebar 115Cm.


Berkaitan dengan batik kini Rm. Bambang membuat batik khusus yang diberi nama BATIK DOMUS PACIS. Dia secara khusus mencetakkan batik dengan GAMBAR LOGO DOMUS PACIS ST. PETRUS. Bahan juga dari kain katun. Lebar sama dengan batik-batik lain yang dijual di Domus. Tetapi panjangnya 250Cm. Batik Domus Pacis dibuat khusus untuk mencari dana yang lebih besar. Memang, batik ini diproduksi tidak banyak mengingat modal yang terbatas. Selain itu hanya ada 1 macam. Tetapi ini memang hanya dijadikan semacam suvenir bagi penyumbang Domus lewat beli "Batik Domus Pacis". Rm. Bambang mematok Rp. 130.000 per lembar. Yang akan menyumbang dengan beli "Batik Domus Pacis" silahkan datang ke Domus Pacis St. Petrus Kentungan. Tetapi kalau minta dikirim, sumbangan uang dikirim ke rekening : BANK BPD DIY, CAPEM CONDONGCATUR, 042.211.005887, a.n. DOMINICUS BAMBANG SUTRISNO. Kemudian infokan dengan bukti transfer ke WA Rm. Bambang no. 0878-3499-1969.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...