Sunday, July 3, 2022

Lamunan Pekan Biasa XIV

Senin, 4 Juli 2022

Matius 9:18-26

18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." 19 Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. 21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. 23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, 24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. 25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. 26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dapat terjadi orang mengalami masalah hidup yang berlarut-larut. Masalah itu bisa menyangkut kondisi raga dan dapat pula jiwani.
  • Tampaknya, orang dapat mencari pertolongan ke sana-sini. Ketika menemukan sosok penolong dia dapat merasa terselamatkan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun dapat bergembira karena menjumpai sosok yang mampu membebaskan dari masalah hidup yang berlarut-larut, sejatinya semua itu terutama datang dari keyakinan batinnya yang terbuka pada daya ilahi lewat sang penolong. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mengalami hati penuh syukur pada daya Tuhan lewat seseorang yang menjadi jalan terbebasnya atas masalah yang berlarut-larut.

Ah, kalau sakit ya memang harus cari dokter hebat dan kalau bermasalah lain ya cari paranormal atau psikolog.

Saturday, July 2, 2022

Santo Thomas Rasul

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 02 September 2013 Diperbaharui: 13 Oktober 2019 Hits: 23233

  • Perayaan
    03 Juli
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Galilea - Israel
  •  
  • Wilayah karya
    Siria, Armenia, Persia, India
  •  
  • Wafat
  •  
  • 21 Desember 72 di Mylapore, India - Martir
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Sebelum mengikuti Yesus, Thomas adalah seorang nelayan. Tapi tidak seperti Petrus atau Andreas yang memiliki perahu sendiri; Thomas hanyalah seorang nelayan kuli yang tidak memiliki perahu. Hidupnya hampir selalu serba kekurangan. Inilah yang membuat ia sangat hati-hati, pesimistik, cepat menyangka akan terjadi hal-hal buruk.

Ketika Yesus ditangkap, Thomas kehilangan keberaniannya. Ia melarikan diri bersama para rasul yang lain. Hatinya hancur oleh rasa duka atas wafatnya Kristus yang dikasihinya. Kemudian, pada hari Minggu Paskah, Yesus menampakkan diri kepada para rasul-Nya setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Waktu itu Thomas tidak bersama mereka. Begitu ia datang, para rasul yang lain menceritakan padanya dengan penuh sukacita, “Kami telah melihat Tuhan!” Mereka pikir Thomas akan ikut bergembira bersama mereka. Tetapi, Thomas tidak percaya. “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya,” demikian katanya, “dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Delapan hari kemudian, Yesus kembali menampakkan diri kepada para rasul. Kali ini, Thomas juga ada bersama mereka. Yesus memanggilnya dan memintanya untuk mencucukkan jarinya ke dalam luka di tangan-Nya dan luka di lambung-Nya. St. Thomas yang malang! Ia jatuh tersungkur di kaki Sang Guru dan mengucapkan ungkapan imannya yang indah.., yang terus kita ulangi sampai hari ini dalam doa-doa kita;  “Ya Tuhanku dan Allahku!”.  Kemudian kata Yesus, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:28-29)

Sesudah hari raya Pentakosta, para rasul dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus. Mereka menjadi kuat serta teguh dalam iman dan kepercayaan pada Yesus.  Thomas diyakini berlayar ke India pada tahun 52 M untuk mengabarkan Injil kepada orang Yahudi diaspora di Kerala. Ia mendarat di pelabuhan kuno Muziris (Kota ini punah pada tahun 1341 akibat banjir besar) dekat Kodungalloor. Kemudian ia ke Palayoor (sekarang dekat Guruvayoor) dan pada tahun 52 itu pula sampai ke bagian selatan yang sekarang menjadi negara bagian Kerala, di mana ia mendirikan Ezharappallikal atau "Tujuh Setengah Gereja". Gereja-gereja tersebut adalah di Kodungallur, Kollam, Niranam (Niranam St. Marys Orthodox Church), Nilackal (Chayal), Kokkamangalam, Kottakkayal (Paravoor), Palayoor (Chattukulangara) dan Thiruvithancode Arappally – gereja yang setengah.

Menurut tradisi, St. Thomas mati syahid di St. Thomas Mount di Chennai dan dimakamkan di dalam San Thome Cathedral Basilica.  Tradisi ini diperkuat dengan tulisan St. Efrem dalam karyanya "Carmina Nisibina"  bahwa Thomas dibunuh di India disekitar tahun 72, dan jasadnya kemudian dikuburkan di Edessa, dibawa ke sana oleh seorang saudagar yang tidak disebut namanya.  Sebuah kalender gereja Suriah kuno mendukung tulisan St. Efrem di atas dan menyebutkan nama saudagar itu, dimana ditulis: "3 Juli, St. Tomas ditusuk dengan lembing di India. Badannya ada di Urhai (nama kuno untuk Edessa)  setelah dibawa ke sana oleh saudagar Khabin dalam suatu perayaan agung.

Pada tahun 232 sebagian besar relikwi Rasul Thomas diserahkan oleh seorang raja India untuk dibawa ke kota Edessa, Mesopotamia. Sedikit relikwi tetap disimpan di makam St. Thomas dalam gereja di Mylapore, Tamil Nadu, India, sampai hari ini.

Hadirnya Penyumbang Konsumsi

Sebenarnya hadirnya umat Katolik ikut menyajikan konsimsi harian Domus sudah terjadi sejak di Puren, Pringwulung. Itu dimulai pada tanggal 1 September 2013. Ketika masih di Puren sajian makan 3 kali sehari ditangani oleh keluarga-keluarga Katolik lintas paroki. Hingga akhir Desember 2020 setiap hari Rm. Bambang mengirim SMS ke 3 orang penyaji untuk sajian pagi, siang, dan sore esuk harinya. Ada 89 orang yang menjadi anggota peduli konsumsi Domus. Dalam hal snak memang tidak ada giliran. Tetapi selalu saja ada yang menyumbang snak. Pada tahun 2020 ada berita bahwa kalau sudah pindah di Domus Pacis St. Petrus, Kentungan, semua sajian konsumsi diurus oleh dapur Seminari Tinggi Kentungan. Itulah yang melatarbelakangi mengapa Rm. Bambang sejak 1 Januari 2021 hingga sehari sebelum pindah Kentungan memakai tenaga khusus untuk masak sendiri.


Romo-romo Domus Pacis Puren pindah ke Domus Pacis St. Petrus pada 1 Juni 2021. Konsumsi memang disajikan oleh Seminari Tinggi Kentungan. Tetapi sejak 1 September 2021 Rm. Hartanta, Direktur Domus, memutuskan sajian snak diurus sendiri agar para karyawan juga ikut menikmati. Dalam hal ini Bu Titik Waluyanti dan Bu Rini, 2 orang relawan Domus, mengkoordinasi sajian snak untuk 15 hari dalam sebulan. Di dalam perjalanan Rm. Hartanta membuat keputusan tentang sajian makan. Mulai 1 Desember 2021 makan malam tidak mengambil dari Seminari Tinggi. Bu Rini dibantu oleh Bu Eni dan Bu Ari mengkoordinasi para warga Katolik yang bersedia menyediakan sajian sayur dan lauk pauk untuk makan malam di Domus. Dengan 2 keputusan Rm. Hartanta, Komunitas Domus Pacis kembali terjalin dengan umat Katolik lintas paroki. Para romo Domus boleh mengalami kembali kesatuan dengan umat. Sajian konsumsi Juni 2022 berasal dari para warga Katolik sebagai berikut :

  • Sajian snak : Ibu Andreas, Ibu Joni, Ibu Kanti, Ibu Septi Astuti, Ibu Rini Jondit, Ibu Joko Sumadyono, Ibu Anna Jatmiko, Ibu Dono, Ibu Lies Wardayatno, Ibu Wiana, Ibu Emma, Ibu Teddy Janong, Ibu Endang Prayitno, Ibu Titik, Ibu Rini.
  • Sajian masakan makan malam : Bapak Joko CS, Bapak Sugeng, Ibu Nadya, Sdr. Indra, Ibu Ambar, Ibu Yucha, Ibu Indrasmini, Ibu Sri Purwaningsih, Ibu Agnes Kadyartini, Ibu Ratmi Madi, Ibu Mardanu, Ibu Umi, Ibu Panggung, Ibu Primitiva, Ibu Retno Willy, Eyang Wikuntoro, Ibu Ratih, Ibu Rini, Ibu Rachel, Ibu Eni, Ibu Ari, Ibu Wiwit, Ibu Rini Mastu, Ibu Regina Eli, Ibu Titik Waluyanti, Ibu Daruniah, Ibu Ninik Saut, Ibu Sumarah, Budhe Awiek, Ibu Melly, Ibu Ning Miduk, Ibu Yuli, Ibu Emi, Ibu Stephani, Ibu Yoh Priyono. 

Lamunan Pekan Biasa XIV

Minggu, 3 Juli 2022

Lukas 10:1-12.17-20

1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. 5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. 8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, 9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. 10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: 11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. 12 Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." 18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. 19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. 20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang dapat bangga kalau memiliki kemampuan-kemampuian khusus. Dengan kemampuannya dia dapat mengatasi berbagai rintangan bahkan ancaman hidup.
  • Tampaknya, orang dapat makin bangga karena banyak orang ikut merasakan manfaat dari kemampuan yang dimiliki. Dia bisa menikmati banyak sanjungan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sehebat apapun seseorang dengan berbagai macam prestasi yang banyak membantu amat banyak orang, kesuksesan sejati seseorang dalam hidupnya terjadi karena tidak dikuasai oleh kebanggaan dan kesenangan akan apa yang dimiliki dan dijalani. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati, dengan berbagai kebaikan yang dimiliki dan berguna bagi banyak orang lain, seseorang akan bersyukur kepada Tuhan karena kesempatan boleh masuk dalam daftar partisiapasi dalam karya-Nya.

Ah, dengan berbagai prestasi yang bermanfaat bagi banyak pihak, rejeki terbuka lebar.

Friday, July 1, 2022

Santo Bernardinus Realino

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 18 Oktober 2014 Diperbaharui: 18 Oktober 2014 Hits: 8227

  • Perayaan
    2 Juli
  •  
  • Lahir
    1 Desember 1530
  •  
  • Kota asal
    Carpi, Modena, Italy
  •  
  • Wafat
  •  
  • Beatifikasi
    12 January 1896 oleh Paus Leo XIII.
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 22 Juni 1947 oleh Paus Pius XII

Santo Bernardinus Realino lahir di Carpi, Modena Italia pada tanggal 1 Desember 1530. Setelah belajar ilmu kedokteran dan hukum, ia berturut-turut diangkat sebagai walikota di Fellizano, jaksa di Aleksandria dan sekretaris kedutaan Napoli.

Setelah Kloside, istrinya meninggal dunia, ia berkenalan dengan Serikat Yesus di Napoli. Perkenalan itu berawal dari khotbah-khotbah seorang imam Yesuit yang diikutinya dengan rajin. Khotbah-khotbah ini sungguh menarik sehingga ia memutuskan untuk lebih memperhatikan kehidupan rohaninya. Keputusan ini semakin diperkuat oleh penampakan istrinya sebanyak tiga kali dengan pesan supaya ia meninggalkan karier duniawinya. Pesan istrinya itupun kemudian dikuatkan lagi oleh penampakan Bunda Maria padanya. Terdorong oleh hal-hal di atas, Bernardinus memutuskan untuk mengajukan permohonan untuk menjadi anggota Serikat Yesus.

Permohonannya diterima dan setelah mengikuti suatu pendidikan khusus, Bernardinus ditabhiskan menjadi imam. Selama beberapa tahun ia bekerja di Napoli. Sifatnya yang sopan dan ramah, penuh cinta dan pengertian kepada umatnya menyebabkan dia sangat dicintai oleh umat Napoli. Umat dengan berat hati melepaskan dia ketika dia dipindahkan ke Lecce, Propinsi Apulia, untuk mendirikan sebuah kolese. Di Kolese Yesuit ini, Bernardius memberi kuliah filsafat dan teologi. Hingga akhir hidupnya dalam masa kerja selama 42 tahun, Bernardius menetap di Lecce.

Sebagaimana di Napoli, di Lecce pun Bernardinus sungguh dicintai. Ia menampilkan diri sebagai seorang pewarta iman yang tangguh, pengkhotbah ulung, pembimbing rohani dan bapa pengakuan yang disenangi umat. Kemasyuran namanya bukan saja karena gaya kepemimpinannya yang penuh kesabaran, pengertian dan cinta, tetapi juga lebih-lebih karena kesalehan hidupnya dan mukzijat - mukzijat penyembuhan yang dilakukannya.

Bernardinus sangat akrab dengan anak-anak dan muda-mudi. Ia menjadi penolong dan penghibur yang tidak kenal lelah bagi orang-orang yang malang. Ketika ajalnya mendekat, walikota Lecce mengumpulkan semua pembantunya dan pemimpin-pemimpin masyarakat setempat untuk berdoa bagi keselamatan jiwa Bernardinus. Kepada mereka ia berkata: Kota kita telah diberkati Allah dengan satu anugerah istimewa, yakni pater Bernardinus Realino.

Beliau telah mengabdi kota ini selama 40 tahun dan telah melakukan banyak hal dengan hidupnya yang suci, karunia-karunia dan berbagai mukzijat. Setiap orang dari kota ini, juga mereka yang berasal dari kota lain telah menikmati sedikit kebaikan hati Pater Bernardinus.

Ketika tiba saat terakhir hidupnya, Bernardinus berkata kepada para pemimpin masyarkat: Dari surga kediamanku yang abadi, aku akan selalu melindungi kota Lecce dan seluruh umat. 

Bernardinus Realino meninggal dunia pada tanggal 2 Juli 1616.

Hadiah Liburan untuk Pak Tukiran.


Pak Tukiran adalah karyawan tertua di Domus Pacis St. Petrus. Dia menjadi tenaga kerja rumah Unio KAS, persaudaraan para romo praja Keuskupan Agung Semarang, sejak masih berada di Jetis melayani almarhum Rm. Kiswana. Sejauh diketahui oleh Rm. Bambang itu terjadi sejak tahun 1985. Ketika para romo praja sepuh berdomisili di Wisma Petrus, Pak Tukiran ikut berpindah di Kentungan sebagai bagian dari Seminari Tinggi St. Paulus. Kemudian Keuskupan Agung Semarang membangun rumah khusus untuk para romo sepuh di Puren, Pringwulung. Itulah Domus Pacis Puren. Rm. Bambang menjadi salah satu penghuni Domus Pacis Puren sejak tahun 2010. Pada waktu merencanakan ulang tahun imamat ke 40 untuk almarhum Rm. Harjaya, Rm. Bambang bersama Rm. Agoeng serta para romo pemnghuni Domus Pacis Puren menyertakan pula penghargaan khusus untuk Pak Tukiran sebagai karyawan setia selama 26 tahun. Itu terjadi pada tanggal 21 Desember 2011 dan menjadi peristiwa pertama terjadinya pesta di Domus Pacis.

Kedudukan Pak Tukiran sebagai karyawan Domus berbeda dengan karyawan-karyawan lainnya. Dia adalah Karyawan Keuskupan Agung Semarang sebagai tenaga yang diangkat dengan SK Keuskupan. Dia terus melayani para romo sepuh hingga pindah di Domus Pacis St. Petrus, Kentungan, pada 1 Juni 2021. Di bawah kepemimpinan Rm. Hartanta, Direktur Domus Pacis St. Petrus, Pak Tukiran sampai pada saat menerima pensiun dari Keuskupan pada Maret 2022. Namun demikian hingga kini Pak Tukiran masih ikut bekerja di Domus karena mendapatkan status karyawan honorer dari Rm. Hartanta. Meskipun demikian, selain uang pensiunan dari Keuskupan, Rm. Hartanta memberikan hadiah khusus. Pak Tukiran diberi liburan khusus dari Minggu-Rabu 26-29 Juni 2022. Dalam liburan itu Rm. Hartanta mengikutsertakan Pak Tukiran dan istrinya mengikuti paket ke Pulau Bali dengan beaya dan tambahan bekal uang dari Domus Pacis St. Petrus.

Lamunan Pekan Biasa XIII

Sabtu, 2 Juli 2022

Matius 9:14-17

14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" 15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. 16 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. 17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, setiap agama memiliki upacara dan praktek tradisional. Itu merupakan bentuk ajaran dan kebiasaan yang disampaikan dari generasi ke generasi.
  • Tampaknya, orang akan dapat disebut beriman kalau setia pada rumusan-rumusan dan bentuk-bentuk kebiasaan sepersis mungkin dengan yang berasal dari generasi pertama. Yang mengutak-atik bahkan mengubah dapat dipandang sesat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun rumus dan bentuk tradisional bisa menunjukkan identitas keagamaan, kesejatian tradisi dalam agama adalah warisan nilai-nilai rohani yang dalam penghayatan kongkret juga memerlukan penyesuaian dengan perkembangan situasi hidup dan budaya setempat pemeluknya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan akan mendalami religiusitas dari tradisi keagamaannya sehingga dapat menjalani agama secara dinamis.

Ah, bagaimanapun juga agama yang benar selalu seragam dalam segala hal.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...