Sunday, November 24, 2024

Lamunan Pekan Biasa XXXIV

Senin, 25 November 2024

Lukas 21:1-4

1 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. 2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. 3 Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. 4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, agamawan tahu bahwa dalam beragama ada wajib-wajib yang harus dijalani. Selain ada wajib doa dan puasa, orang beragama juga wajib bersedekah.
  • Tampaknya, sedekah menjadi kewajiban karena agama juga membutuhkan uang, karena banyak kegiatan bahkan urusan fasilitas membutuhkan adanya pembeayaan. Pengurus agama akan tenang kalau banyak anggota yang kaya sehingga dana masuk akan besar.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun banyaknya anggota kaya bermurah hati memberikan banyak uang dalam berdana, di dalam hidup beragama besaran uang tidak diukur dari banyak sedikitnya uang diberikan tetapi dari kerelaan hati berkorban mengurangi kesejahteraan hidupnya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa kekokohan persekutuan akan tampak terasa dalam keikhlasan batin untuk berkorban sehingga dalam berdana yang memberi dari kekurangan akan mampu melebihi yang memberi dengan enak dari bagian kelimpahannya.  

Ah, bagaimanapun juga pemberian orang kaya pasti melebihi yang miskin.

Saturday, November 23, 2024

Limabelas Macam Kebutuhan Domus Pacis

Salah satu kelompok yang beranggotakan alumni SMA Kolese de Britto akan mengadakan Bakti Sosial dalam rangka Natalan. Untuk tahun 2024 mereka bermaksud datang ke Domus Pacis Santo Petrus. Mungkin karena tahu bahwa Rm. Bambang juga alumni de Britto, koordinator kelompok itu menghubunginya. Ketika pertama kali kontak lewat seorang alumni lain yang kenal Rm. Bambang, Rm. Bambang mendapatkan pertanyaan "Apakah yang dibutuhkan oleh Domus Pacis". Tentu saja itu lebih demi kebutuhan kehidupan para rama sepuh yang ada di Domus. Sebenarnya tak sedikit rombongan pengunjung juga bertanya tentang apa saja yang dibutuhkan di Domus Pacis. Inilah yang membuat Rm. Bambang pada Kamis 21 November 2024 minta daftar kebutuhan Domus Pacis Santo Petrus dari Rm. Hartanta. Rm. Hartanta adalah Direktur Domus Pacis Santo Petrus. Kemudian pada hari itu juga jam 18.08 di HP Rm. Bambang ada pesan WA dari Rm. Hartanta :

"Daftar kebutuhan domus rutin : 1. Pampers L- xl perekat atau xl celana, 2. Susu diabet vanilla, 3. Gluco DR strip, 4. Minyak goreng tropicana/biji matahari/mazolla, 5. Gula diabetasol, 6. sampo bayi dan sabun bayi, 7. Tissue kering/basah, 8. Sabun cuci piring, 9. Sabun cuci baju cair, 10. Pewangi pakaian, 11. Pelembut pakaian, 12. Pembersih lantai-KM, 13. Underpad, 14. Pengharum pakaian untuk setrika, 15. Buah: melon, semangka, pear, apel. ..... Yang sering cepat habis adalah susu diabetasol vanila, sabun cuci baju cair dan pelembut-pewangi pakaian, pengharum pakaian, pampers. ..... Mangga milih hehehe heheh".

Santo Andreas Dung-Lac, dkk

 diambil dari https://www.mirifica.net/santo-andreas-dung-lac-dkk-24-november

Para misionaris Kristen pertama kali membawa iman Katolik ke Vietnam pada abad keenambelas. Pada abad ketujuhbelas, kedelapanbelas dan kesembilanbelas, umat Kristiani menderita penganiayaan oleh karena iman mereka. Banyak di antara mereka yang wafat sebagai martir, terutama dalam masa pemerintahan Kaisar Minh-Mang (1820-1840). Termasuk di antara mereka seratus tujuhbelas martir yang kita rayakan hari ini. Mereka dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 19 Juni 1988.

Keseratus tujuhbelas martir tersebut terdiri dari sembilanpuluh enam orang Vietnam, 11 orang Spanyol serta sepuluh orang Perancis. Delapan orang di antara mereka adalah Uskup, limapuluh orang adalah Imam dan limapuluh sembilan orang lainnya adalah umat Katolik awam. Sebagian dari antara para imam tersebut adalah imam Dominikan, sedangkan yang lainnya adalah imam praja dari Serikat Misi Paris. Seorang imam praja seperti mereka yang juga menjadi martir adalah St. Theophane Venard (Kita merayakan pestanya pada tanggal 6 November). St. Andreas Dung-Lac, yang mewakili kelompok pahlawan iman ini, adalah seorang imam praja Vietnam.

Sumber: yesaya.indocell.net

Lamunan Hari Raya

Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

Minggu, 24 November 2024

Yohanes 18:33b-37

33b Maka kembalilah Pilatus memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?" 34 Jawab Yesus: "Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?" 35 Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?" 36 Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." 37 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya kepemimpinan biasa dikaitkan dengan kekuasaan. Seorang pemimpin memiliki bawahan dalam tangan kuasanya.
  • Tampaknya, memiliki kuasa terhadap orang-orang lain memang bisa terasa sebagai kebahagiaan. Tak sedikit orang berjuang meraih kekuasaan seperti dalam pemilihan umum dengan segala taruhan harta.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun kepemimpinan memang menghadirkan daya berkuasa, kepemimpinan sejati selalu berkaitan hidup baik dan benar serta mulia karena mengalir dari bimbingan relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati seorang pemimpin selalu bertindak untuk menjalani suara nurani. 

Ah, bagaimanapun juga pemimpin itu ya penguasa.

Friday, November 22, 2024

Tiga Petugas untuk Rm. Yadi

Tampaknya yang mengatakan pertama kali secara eksplisit adalah almarhum Rm. Suryo Nugroho. Tampaknya itu terjadi pada bulan November 2021 dalam Misa Unio, persaudaraan para rama praja, Keuskupan Agung Semarang (KAS). Itu terjadi di Kapel Domus Pacis Santo Petrus. Pada waktu itu almarhum Rm. Suryo menjadi Ketua UNIO KAS. Di dalam khotbah Rm. Suryo mengomentari tentang Domus Pacis. Beliau kira-kira berkata "Domua Pacis itu bukan sekedar rumah para rama sepuh. Domus Pacis sebenarnya adalah rumah sakit khusus untuk para rama". Kemudian bila ada rombongan tamu berkunjung ke Domus, kata-kata "Domus itu juga rumah sakit" kerap dimunculkan ketika terjadi tanya jawab antara para tamu dan para rama yang menyambut. Memang, perawat rumah sakit (dari Panti Rapih) memeriksa para rama setiap hari Rabu. Memang, setiap Sabtu ada dokter dari RS Panti Rapih datang. Memang, untuk rama-rama tertentu ada tenaga medis RS Panti Rapih datang untuk melakukan terapi. Tetapi para karyawan Domus pada umumnya bertugas melayani dan menjaga para rama sepuh seperti pembantu perawat di rumah sakit. Bahkan pada tahun 2024 pada umumnya karyawan disertakan dalam kursus dan pelatihan menjadi pramurukti di RS Panti Rini Kalasan. Dalam bertugas, Rm. Hartanta sebagai Direktur Domus Pacis menata sebagian besar karyawan seperti para perawat rumah sakit. Ada hari libur, ada fokus-fokus pelayanan untuk para rama di kamar masing-masing. Rotasi atau pergantian fokus rama juga terjadi. Sebagai contoh untuk rotasi penugasan terjadi dalam pelayanan untuk Rm. Yadi. Dalam beberapa Minggu Rm. Yadi mendapatkan pelayanan dari Pak Haryono, Mas Ardi, Mas Nico, dan Bu Hosti. Tetapi mulai dengan Senin 18 November 2024 Pak Haryono dan Mas Nico dipindah tugas. Rm. Yadi sekarang mendapatkan pelayanan dari Bu Hosti, Mbak Pariyah, dan Mas Ardi. Memang untuk kebutuhan lain ada karyawan lain yang ikut bertugas. Pada Senin itu Rm. Yadi mendapatkan jadual kontrol dokter di RS Panti Rapih. Yang menjadi pendamping adalah Mbak Pariyah. Tetapi untuk ke rumah sakit Rm. Yadi dan Mbak Pariyah diantar dengan mobil Domus yang dikendarai oleh Mas Siswanto yang sebenarnya punya tugas fokus perhatian ke RM. Ria. Sementara itu untuk BPJS Rm. Yadi yang mengurus adalah Mas Abas.

Santo Klemens I, Paus dan Martir

 diambil dari https://www.imankatolik.or.id/kalender/23Nov.html

Klemens lahir di Mont Ceolius, Roma, kira-kira pada tahun 30. Ayahnya, Faustinianus adalah seorang senator Romawi, yang bersahabat baik dengan kaisar-kaisar Roma: Vespasianus, Titus, dan Domisianus. Konon Klemens berdarah Yahudi dan pernah menjadi budak yang kemudian dibebaskan. Sangat sedikit cerita yang mengungkap kehidupannya secara rinci. Yang jelas Klemens adalah Paus ketiga yang menggantikan Santo Petrus sebagai pemimpin Gereja Kristus antara tahun 88-97. Rupanya beliau adalah Klemens yang disebut-sebut oleh Santo Paulus di dalam suratnya kepada Umat di Filipi: ". . Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam perkara Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam Kitab Kehidupan" (Flp 4:3).

Menurut Tertulianus, Klemens ditahbiskan menjadi uskup oleh Santo Petrus sendiri dan tak dapat disangsikan bahwa ia bertemu, bergaul, dan bekerja sama dengan rasul-rasul dalam penyebaran Injil Kristus. Kepemimpinan Klemens atas Gereja Kristus tidak luput dari berbagai penderitaan sebagai partisipasi dalam pemanggulan Salib Kristus. Ia hidup sejaman dan sekota dengan Kaisar Domisianus, penghambat Gereja terkenal. Domisianus inilah yang menyebabkan kesengsaraan Gereja di Roma, dan di daerah-daerah lain yang termasuk di dalam wilayah kekaisaran Romawi.

Di samping kesengsaraan dan rongrongan yang datang dari pihak kekaisaran, kesengsaraan dan rongrongan itu pun ditimbulkan oleh orang-orang Kristen sendiri. Salah satu yang terkenal ialah rongrongan terhadap Gereja yang datang dari beberapa orang serani di Korintus yang tidak mau menerima dan menghormati uskup yang telah ditahbiskan dan diangkat secara sah di sana. Sehubungan dengan peristiwa itu, Klemens menulis sepucuk surat kepada umat di Korintus. Salah satu kutipan surat itu sebagai berikut: "Saudara-saudara... ! Berita tentang kehidupan seranimu sangat buruk dan menyedihkan untuk didengar. Tidaklah layak cara hidup seranimu, bahwa kamu yang terkenal kokoh dalam iman akan Yesus Kristus, melawan imam-imammu yang telah ditahbiskan secara sah untuk melayani kamu, karena hasutan satu-dua orang. Ingatlah akan ajaran Cintakasih Kristus: cintakasih itu tidak terbagi; cintakasih tidak menghidupkan dan menggerakkan keributan dan pertentangan; cintakasih membuat segala sesuatu dalam perdamaian. Jadi kamu yang telah meletakkan dasar pemberontakan itu, tunduklah kepada imam-imam dengan patuh dan terimalah hukuman sebagai tapa.” Surat ini merupakan surat pertama Klemens yang memperlihatkan campur tangan seorang uskup terhadap masalah di keuskupan lain. Isinya menyangkut ajaran mulia perihal rahasia Tuhan dan cinta kasih antara umat. Surat itu diterima baik oleh umat Korintus dan dijadikan bacaan ibadat sebagai surat seorang 'rasul' selama beberapa kali di dalam gereja.

Santo Klemens disebut juga Klemens dari Roma dan dikenal sebagai Bapa Apostolik pertama di dalam Gereja Kristus. Ia ditangkap dan dibuang oleh kaisar Trayanus ke semenanjung Krimia, dan di sana ia meninggal dunia sebagai martir Kristus karena berbagai penderitaan yang dialaminya.

Lamunan Pekan Biasa XXXIII

Sabtu, 23 November 2024

Lukas 20:27-40

27 Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: 28 "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. 29 Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak. 30 Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, 31 dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak. 32 Akhirnya perempuan itupun mati. 33 Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." 34 Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, 35 tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. 36 Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. 37 Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. 38 Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup." 39 Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: "Guru, jawab-Mu itu tepat sekali." 40 Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, omong tentang kehidupan orang biasa mengkaitkan dengan perkara sosial, ekonomi, dan politik. Tentu saja lingkup terkecil akan berkaitan dengan keluarga.
  • Tampaknya, pada umumnya orang memandang bahwa kehidupan ada batasnya. Kematian membuat kehidupan usai, karena kalau masih ada di dalam keabadian apakah mungkin masih ada ramai-ramai kontestasi pemilu.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun kematian biasa dilawankan dengan kehidupan, hidup sejati dalam diri manusia adalah anugerah sejati yang tak akan lekang dan hilang melintasi realitas apapun termasuk wujud-wujud penghayatan duniawi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yakin tetap hidup dalam keadaan apapun baik dalam wujud duniawi maupun wujud keabadian. 

Ah, hidup kongkret itu ya yang terjadi di dunia.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...