Saturday, May 3, 2025

Lamunan Pekan Paskah III

Minggu, 4 Mei 2025

Yohanes 21:1-19

1 Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. 2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. 3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." 6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. 10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." 11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." 16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." 17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku. 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." 19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, di dalam kebersamaan yang diorganisasi orang bisa menjadi anggota kepengurusan. Itu terjadi bisa karena penunjukkan atau juga bisa karena pemilihan.
  • Tampaknya, dengan menjadi pengurus orang harus memikirkan dan memperjuangkan anggota-anggotanya. Dalam organisasi ada uraian tugas untuk masing-masing posisi kepengurusan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun di dalam organisasi orang sungguh bekerja sesuai job description, orang baru sungguh menjadi pengurus sejati kalau selalu hidup berlandaskan kemesraan dengan relung hati dalam bekerja demi para anggotanya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati kesungguhan seorang pengurus kebersamaan bekerja demi para anggota terjadi karena ketaatannya pada hati nurani. 

Ah, asal bekerja sesuai job dalam penugasan, orang pasti sudah baik.

Friday, May 2, 2025

Ada Tamu Pasca Oprasi


Ini kejadian pada hari Kamis 1 Mei 2025. Pada waktu itu Rm. Bambang sedang memandu pertemuan antara rombongan tamu dari Ungaran dan para rama sepuh. Kejadiannya pada sekitar jam 11.00. Ada sosok laki-laki dengan kursi roda didorong sementara itu lebih dari 10 orang mengiringi. Mereka bergantian naik ke lantai 2 Domus Pacis dengan menggunakan lift. Pada waktu makan siang Rm. Bambang bertanya kepada karyawan "Mau kok akeh wong munggah. Tilik Rama Tri Wahyono, pa?" (Tadi ada banyak orang naik lantai 2. Apakah mereka mengunjungi Rm. Tri Wahyono?). Maklumlah, yang ada di lantai 2 Domus adalah Rm. Tri Wahyono dan Mgr. Blasius. Sementara itu Mgr. Blasius ikut menyambut tamu. Ternyata yang memberi jawaban pertanyaan Rm. Bambang adalah Rm. Hartanta "Nika wau Rm. Gunawan. Medal saking Panti Rapih. Ngantos kontrol pertama lenggah ngriki. Bar niku le kontrol ajeng teng Elisabet Semarang" (Yang naik tadi adalah Rm. Gunawan yang baru keluar dari RS Panti Rapih. Beliau tinggal di Domus hingga kontrol pertama. Untuk kontrol selanjutnya akan di RS Elisabet Semarang). Rm. Gunawan adalah Rektor Seminari Tahun Rohani di Jangli, Semarang. Beliau baru saja menjalani oprasi batu empedu di RS Panti Rapih. Itulah mengapa dalam Misa Kamis sore 1 Mei 2028 ada tambahan rama peserta. Rm. Gunawan juga ikut makan bersama pada Kamis malam dan hari berikjutnya, Jumat pagi. Ternyata pada Sabtu tanggal 3 Mei 2025 Rm. Gunawan meninggalkan Domus sekitar jam 10.00 pagi. Dari RS Panti Rapih beliau sudah mendapatkan rekam medis (RM) dan surat keterangan untuk diberikan ke dokter dari RS Elisabet, Semarang. Kontrol dokter langsung di Semarang.

Santo Filipus Rasul

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 13 Agustus 2013 Diperbaharui: 09 Oktober 2019 Hits: 32598

  • Perayaan
    03 Mei
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Bethsaida, Galilea Israel
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 80 | Martir. Diikat pada salib lalu lempari batu sampai mati di Hierapolis, Phrygia (Sekarang di dekat Pamukkale, Turki)
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Filipus merupakan salah seorang dari para rasul-Nya yang pertama. Tuhan Yesus bertemu dengannya dan berkata, “Ikutlah Aku!”

Filipus sangat bersukacita bersama Yesus. Ia ingin membagikan sukacitanya itu kepada sahabatnya, Natanael. “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi,” kata Filipus, “yaitu Yesus dari Nazaret.” Natanael tidak ikut bergembira. Nazaret hanyalah sebuah kota kecil, dan bukannya suatu kota besar dan penting seperti Yerusalem. Jadi, kata Natanael, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Tetapi, Filipus tidak marah mendengar jawaban sahabatnya itu. Ia hanya mengatakan, “Mari dan lihatlah!” Natanael pergi menjumpai Yesus. Setelah berbicara dengan-Nya, Natanael juga menjadi seorang pengikut Kristus yang setia.

Filipus berasal dari kota Betsaida di Galilea sama seperti rasul Andreas dan rasul Petrus. Kemungkinan besar ia juga adalah seorang nelayan seperti mereka. Ia seorang yang polos hati; atau mungkin terlampau polos dan lugu. Karena keluguannya suatu kali secara spontan pernah ia bertanya pada Yesus :

"Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." (Yoh 14:8). 

Dan atas pertanyaannya itu Filipus memperoleh sebuah teguran :

"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami?” (Yoh 14:9) 

Setelah Yesus bangkit; Filipus adalah salah satu murid Yesus yang karyanya paling banyak dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul, selain Petrus dan Paulus. Filipus pergi memberitakan Injil di Samaria. Disana Ia membuat begitu banyak tanda mukjizat hingga penduduk kota dengan bulat hati menerima kabar gembira yang dibawanya. Filipus yang penuh dengan kuasa Roh Kudus mengusir  banyak roh jahat yang merasuki orang-orang di situ. Ia juga menyembuhkan banyak orang lumpuh dan orang timpang sehingga semua orang, besar kecil, mengikuti dia.

Setelah itu nama Rasul Filipus kemudian tidak lagi disebutkan dalam kitab Kisah Para Rasul. Lukas sang penulis kitab lebih memfokuskan tulisannya pada kisah dan karya dari Rasul Petrus dan Paulus. Menurut tradisi masyarakat Kristen perdana; Filipus berkarya di Syria,  Phrygia dan di sekitar Asia Kecil dimana ia kemudian  wafat sebagai martir di Hierapolis Phrygia (sekarang wilayah Turki).

Pada tanggal 27 Juli, 2011, Kantor Berita Turki melaporkan bahwa para arkeolog telah menemukan sebuah makam yang diklaim sebagai Makam Santo Filipus Rasul. Profesor Francesco D'Andria dari Italia menyatakan bahwa selama penggalian di Hierapolis dekat dengan kota Denizli Turki, para ilmuwan telah menemukan makam, dalam sebuah gereja yang baru ditemukan. Dia menyatakan bahwa desain Makam, dan tulisan-tulisan di dinding, definitif membuktikan bahwa makam itu adalah makam Rasul Filipus.

Lamunan Pesta

Santo Filipus dan Yakobus, Rasul

Sabtu, 3 Mei 2025

Yohanes 14:6-14

6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." 8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." 9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. 11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. 12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; 13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. 14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dengan beragama orang mengakui akan adanya Tuhan. Bahkan orang bisa mempelajari hal-hal ilahi lewat ilmu ketuhanan.
  • Tampaknya, dengan beragama orang juga mengakui kemisterian Tuhan. Tuhan berada dalam kerahasiaan religius tak dapat ditangkap dengan panca indera manusia.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun Tuhan itu misteri dalam dunia keilahian, orang yang sungguh beriman akan mendapatkan anugrah pernyataanya jumpa langsung dalam dunia kemanusian. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan bisa mengalami dunia kemanusiaan sebagai tanda dan sarana relasi kongkret dengan Tuhan secara jiwani dan ragawi. 

Ah, tak mungkin manusia bisa melihat Tuhan.

Thursday, May 1, 2025

Rencana Ulang Tahun Ke-4 Domus Pacis Santo Petrus

Pada Rabu 30 April 2025 jam 10.29 Rm. Bambang mendapatkan pesan WA dari Ibu Sri Sulistyani. Isi pesan “Selamat pagi romo. Apakah sore nanti jam 16.30 romo ada waktu utk saya temui di Domus Pacis?” Bu Sri adalah ketua Legio Maria Komisium Yogyakarta. Sebenarnya kontakan Rm. Bambang dan Bu Sri sudah berjalan sejak sebelum Prapaskah 2025. Ini berkaitan dengan rencana Ulang Tahun Pemberkatan Gedung Domus Pacis Santo Petrus. Besuk pada Minggu 18 Mei 2025 Domus Pacis akan merayakan ulang tahun yang ke 4. Sejak tahun 2022 setiap hari ulang tahun selalu ada acara khusus. Untuk tahun 2025 Domus akan menyelenggarakan acara rekoleksi dengan mengundang Legio Maria Yogyakarta. Acara akan dikemas dalam bentuk Misa-Rekoleksi yang mengakomodasi aura Sidang Presidium Legio Maria. Rm. Hartanta sebagai Direktur Domus dan Rm. Bambang sebagai penghubung Domus dan Legio Maria membuat rancangan ritual. Rancangan ini dikomunikasikan ke Bu Sri. Tetapi Rm. Bambang juga berkomunikasi dengan Bu Sungkono legioner Paroki Pringgolayan yang secara praktis menjadi penghubung dari pihak Legio Maria. Dari sini muncullah rencana urutan liturgis yang meliputi Pembuka, Sabda, Ekaristi, Penutup. 

PEMBUKA

Bagian pembuka akan menekankan pelaksanaan rekoleksi. Bacaan pertama dan kedua dari Misa Minggu 18 Mei 2025 akan dimasukkan sebagai terang iman rekoleksi. Warna Legio Maria diambil dari bagian 50 Salam Maria sebagai kerangka.

a.   Nyanyian Mars Legio Maria

 

b.  Lima Puluh Salam Maria

 

P.   Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U.  Amin.

P.   Tuhan bukalah bibirku.

U.  Dan mulutku akan mewartakan kemuliaan-Mu.

P.   Tuhan, sudilah datang menolong aku.

U.  Tuhan, tolonglah daku dengan segera.

 

1)   Doa untuk memohon beatifikasi hamba Allah Frank Duff (buku Tessera hal. 9-10).

      Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah.

 

2)   Bacaan Pertama (Kis 14:21b-27).

      Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan. Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman.  Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.

     Demikianlah Sabda Tuhan.

Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah.

 

3)   Bacaan Kedua (Wah 21:1-5a).

      Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"

      Demikianlah Sabda Tuhan.

      Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah.

 

4)   Rekoleksi

      Oleh Rm. Bambang.

      Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah.

 

5)   Doa Kepada Bunda Maria (Dari buku Tessera hal. 22)

      Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah.

 

c.   Nyanyian Tuhan Kasihanilah Kami

d.  Nyanyian Kemuliaan

e.   Doa Pembuka

SABDA HINGGA KOMUNI

Sebagai Misa Minggu sebelum Injil memang tersedia dua bacaan. Tetapi untuk hari khusus di Domus saat ini, bacaan pertama dan kedua sudah dimasukkan dalam Pembuka sebagai pegangan Rm. Bambang bicara dalam rekoleksi. Dalam bagian ini yang akan dibacaan adalah Injil disambung homili dari Rm. Hartanta yang terus memimpin hingga Komuni. Urutan liturgis seperti biasa dalam Misa Kudus. Tetapi dalam bagian ini juga ada nuansa Legio Maria. Sesudah selesai Komuni dilantunkan nyanyian Katena.

PENUTUP

Penutup menggunakan “Doa Penutup” yang biasa dipakai dalam Sidang Presidium Legio Maria (buku Tessera hal 6-8). Tetapi doa untuk para arwah diganti dengan Berkat Penutup.

Santo Athanasius

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 12 Agustus 2013 Diperbaharui: 19 Oktober 2019 Hits: 27647

  • Perayaan
    02 mei
  •  
  • Lahir
    Tahun 297
  •  
  • Kota asal
    Alexandria - Mesir
  •  
  • Wafat
  •  
  • 2 Mei 373
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Atanasius adalah salah seorang santo terbesar dan tergagah sepanjang masa. Ia disebut sebagai Pilar Gereja, bapa Gereja dan pembela iman kristiani yang paling gigih yang pernah ada. Athanasius dilahirkan sekitar tahun 297 di Alexandria, Mesir. Ia membaktikan seluruh hidupnya untuk membuktikan bahwa Yesus adalah sungguh Allah. Hal ini amat penting, karena di masa itu ada sekelompok orang yang disebut Arian menyangkalnya.

Sebelum ia menjadi seorang imam, Atanasius telah banyak membaca buku tentang iman. Oleh sebab itulah dengan mudah ia dapat menunjukkan kelemahan-kelemahan ajaran bidaah Arian. Athanasius ditahbiskan sebagai Uskup Agung (Uskup dalam Gereja Timur disebut Patriark) Alexandria ketika usianya masih belum tiga puluh tahun. Selama empat puluh enam tahun, ia menjadi seorang gembala yang menggembalakan umatnya dengan gagah berani.

Pada masa itu Gereja sedang berada dalam perpecahan akibat munculnya ajaran bidaah Aranisme yang mengingkari ke-Allahan Kristus. Aranisme bahkan telah merebak sampai ke dalam istana kekaisaran Romawi dan beberapa kaisar juga sempat menjadi pengikut Arian.

Uskup Athanasius berjuang sekuat tenaga untuk melawan ajaran sesat dari kaum arian ini. Bahkan Kaisar Romawi yang juga pengikut Arian tidak dapat memaksanya berhenti menuliskan penjelasan-penjelasannya yang terang dan jelas mengenai iman kita yang kudus. Para musuhnya menganiayanya dengan berbagai cara. Lima kali ia diusir dari keuskupannya sendiri. Pengasingannya yang pertama berlangsung dua tahun lamanya. Ia dibuang ke kota Trier pada tahun 336.

Seorang uskup yang baik, St. Maximinus, menyambutnya dengan hangat. Pengasingan-pengasiangan lainnya berlangsung lebih lama. Atanasius dikejar-kejar oleh para pengikut Aranisme yang hendak membunuh dia. Di salah satu pengasingannya, para rahib menyembunyikannya di padang gurun selama tujuh tahun.

Para musuhnya tidak dapat menemukannya. Suatu ketika, para prajurit kaisar mengejar Atanasius hingga ke Sungai Nil. “Mereka berhasil mengejar kita!” teriak para sahabat uskup. Tetapi, Atanasius sama sekali tidak khawatir. “Putar balik perahu kita,” katanya tenang, “mari menyongsong mereka.”  Para prajurit di perahu yang lain berteriak, “Apakah kalian melihat Atanasius?” Jawab mereka: “Kalian tidak jauh darinya!” Perahu musuh melaju sekencang-kencangnya dan Atanasius pun selamatlah.

Umat di Alexandria mengasihi uskup agung mereka yang baik hati itu. Ia seperti seorang bapa bagi mereka. Sementara tahun-tahun berlalu, mereka menghargainya lebih dan lebih lagi, betapa banyak ia telah menderita bagi Yesus dan Gereja.

Umatlah yang mengatur serta mengusahakan agar ia dapat hidup dengan tenang. Ia menghabiskan tujuh tahun terakhir hidupnya dengan tenang bersama mereka. Para musuhnya; kaum arian yang didukung oleh kaisar  tetap mengejarnya, namun tak pernah dapat menemukanya.

Selama masa itu, St. Atanasius menulis tentang Riwayat Hidup St. Antonius Pertapa. Antonius telah menjadi sahabat dekatnya sejak Atanasius masih muda. St. Atanasius wafat dalam damai pada tanggal 2 Mei 373. Ia tetap menjadi salah seorang santo terbesar dan tergagah sepanjang masa dan pembela iman kristiani yang paling gigih yang pernah ada.

Perjuangan Athanasius dalam menjaga kemurnian iman kristiani akhirnya berhasil dengan gemilang beberapa tahun setelah kematiannya yaitu pada tahun 381 saat diselenggarakannya Konsili Konstantinopel. Hasil Konsili penting ini menyatakan bahwa Aranisme adalah sesat dan terlarang.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja

Jumat, 2 Mei 2025

Yohanes 6:1-15

1 Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. 2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. 3 Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. 4 Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. 5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" 6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. 7 Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." 8 Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: 9 "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" 10 Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. 11 Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. 12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." 13 Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. 14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia." 15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya tokoh akan selalu memiliki pendukung. Kalau amat populer seorang tokoh bisa membuat banyak orang amat tertarik kepadanya.
  • Tampaknya, banyaknya dukungan bisa mendorong banyak orang mencalonkannya menjadi pejabat masyarakat. Bahkan, bisa jadi, seorang tokoh akan mencalonkan diri dalam pemilihan-pemilihan umum.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki kesempatan untuk memangku jabatan sosial karena amatnya dukungan banyak orang, kalau para pendukung terutama dikuasai oleh kepentingan mau enak tanpa kemandirian, seorang tokoh sejati tak ambil kesempatan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati seorang tokoh sejati akan memperjuangkan kebaikan umum tanpa mengambil alih tanggungjawab hidupnya.

Ah, kalau punya peluang jadi pejabat jelas itu akan membuat orang jadi kaya raya.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...