Sunday, December 29, 2024

Lamunan Oktaf Natal

Senin, 30 Desember 2024

Lukas 2:36-40

36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, kanak-kanak akan disebut baik kalau tumbuh dengan sehat. Dia akan terjaga agar tak kena penyakit.
  • Tampaknya, kanak-kanak akan disebut baik kalau tumbuh dengan berbagai kelucuan penuh dengan kecerdasan. Dia akan terjaga dengan makanan sehat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun tidak cacad dan selalu taat pada orangtua, kanak-kanak baru sungguh baik kalau tidak hanya segar raga tetapi juga segar hati tumbuh dengan keceriaan karena berada di tengah orang mesra dengan nurani. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orangtua akan membesarkan anak dalam kedekatan dengan lingkungan terbuka pada Tuhan.

Ah, anak akan baik kalau bakat-bakatnya terasah.

Kepahitan Ketika Berkarya

Sekarang kisah yang muncul karena adanya kunjungan pada Kamis 26 Desember 2024. Yang berkunjung untuk para rama sepuh adalah Panitia Natal dan HUT tahun 2024 Paroki Santa Maria Tak Bercela Kumetiran. Panitia datang bersama Rm. Jojo. Para rama yang menyambut adalah Rm. Ria, Rm. Yadi, Rm. Harto, Rm. Jarot, Mgr. Blasius, dan Rm. Bambang. Sesudah doa pembuka dari wakil panitia, Rm. Jojo memberikan sambutan. Sesudah itu Rm. Bambang mengenalkan serba sekilas tentang Domus Pacis. Tentu saja omongan Rm. Bambang bernuansa humor sehingga menjadi hiburan yang membuat suasana spontan para tamu dengan mudah melontarkan komentar. Pengenalan dari Rm. Bambang menjadi semacam pengantar untuk masuk tanya jawab, para tamu bertanya dan para rama menjawab. Dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul, ada satu pertanyaan yang menurut Rm. Bambang belum pernah muncul dari semua kunjungan sejak masih tinggal di Domus Pacis Puren, Pringwulung. Pertanyaan itu adalah "Pengalaman apa yang dirasa paling berat atau tidak menyenangkan ketika masih berkarya?" Jawaban para rama amat berkaitan dengan medan karya masing-masing :

  • Rm. Ria. Beliau amat tidak senang ketika memimpin Misa kor tidak menyanyi dengan baik. Selama berkarya beliau adalah guru nyanyi di Seminari Menengah Mertoyudan dan pelatih kor di paroki-paroki.
  • Rm. Jarot. Beliau teringat ketika berkarya di Timor Timur sebelum jajag pendapat kemerdekaan. Beliau merasakan karya berat karena harus belajar Bahasa Tetun dalam memimpin sakramen, mengajar agama, dan kunjungan-kunjungan. Apalagi wilayah karya ada di pelosok pedalaman.
  • Rm. Harto. Rasa amat terganggu terjadi dalam memimpin Misa. Beliau amat terganggu kalau ada yang berisik.
  • Mgr. Blasius. Dulu beliau berkarya di Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat. Kunjungan-kunjungan banyak dilakukan lewat sungai-sungai. Yang dirasa berat karena berkali-kali tercebur ke sungai karena perahu terbalik. Apalagi dalam sungai ada buaya-buaya.
  • Rm. Yadi. Rasa derita dialami ketika berkarya di Binjai, Keuskupan Medan, dalam pelayanan di kapel-kapel pedalaman. Bangunan kapel seperti gubug-gubug. Kalau datang untuk pelayanan Misa selalu mendahului umat. Rm. Yadi harus membersihkan kapel lebih dahulu dari kotoran-kotoran ayam. Dalam Misa bisa jadi jumlah umat hanya 7 orang. Bahkan ketika ada konflik antara rakyat dan pemilik Kebun Sawit, banyak tokoh beragama Katolik. Rm. Yadi pernah mengalami ikut tertangkap polisi.
  • Rm. Bambang. Selama 27 tahun dari tahun 1983-2010 dia jadi tenaga pengembangan tokoh dan penggerak paroki. Karyanya selalu bersentuhan dengan golongan elite paroki-paroki termasuk dengan para rama paroki. Bahkan pada tahun 1991 Rm. Bambang ditugasi untuk membuat para rama paroki hadir dalam Temu Pastoral yang pada waktu selalu diselenggarakan pada bulan Januari bergantian per Kevikepan. Menjadi pendamping gerakan pengembangan peran awam dan pengembangan cakrawala sosiologis paroki menjadi hal berat dialami oleh Rm. Bambang selama 4 tahun sejak tahun 1991-1994 sebagai tahun-tahun awal para rama paroki wajib ikut Temu Pastoral. Selama tahun-tahun itu setiap Februari selalu masuk rumah sakit karena stres mendampingi pada bulan Januari. 

Saturday, December 28, 2024

Santo Thomas Becket dari Canterbury, Uskup dan Martir

 diambil dari https://www.mirifica.net/santo-thomas-becket-dari-canterbury-uskup-dan-martir-29-desember

THOMAS Becket lahir di London pada tahun 1118. Orang-tuanya berkebangsaan Normandia. Semenjak kecilnya, Thomas menunjukkan bakat-bakat yang luar biasa. Ia belajar di biara Merton di Surrey, kemudian di London dan Paris. Pada usia 21 tahun ia sudah berkecimpung di dunia politik di London. Kepandaiannya menarik hati Theobaldus, Uskup Agung Canterbury sehingga ia ditahbiskan menjadi diakon dan dibebani macam-macam tugas.

Akhirnya namanya yang harum itu terdengar juga oleh Raja Henry II. Atas rekomendasi Uskup Theobaldus, Raja Henry II mengangkat Thomas menjadi penasehatnya. Sebagai seorang abdi sekaligus sahabat Raja, Thomas mendampingi Raja dalam berbagai urusan kenegaraan. Ia menyusun dan mengatur perjanjian damai dengan Prancis pada tahun 1160. Sepeninggal Uskup Theobaldus pada tahun 1161, Raja Henry mengangkat dia menjadi Uskup Agung Canterbury karena ia membutuhkan seorang pendamping yang mampu membantunya dalam urusan-urusan kerajaan. Thomas sendiri sangat segan menerima jabatan mulia itu. Tetapi demi kelangsungan kepemimpinan di dalam Gereja, Thomas akhirnya dengan rendah hati menerima juga jabatan itu. Setelah ditahbiskan menjadi Uskup Agung Canterbury, Thomas mengundurkan diri dari jabatan penasehat raja agar supaya ia lebih leluasa menjalankan tugas-tugas kegembalaan. Ia meninggalkan gelanggang politik, meninggalkan segala kemewahan duniawi, lalu mulai lebih memusatkan perhatian pada bidang kerohanian, kasih amal dan studi teologi. Hidupnya ditandai dengan kesederhanaan. Ia gigih membela hak-hak Gereja dari rongrongan pihak mana pun. Dengan tegas ia menolak menandatangani Konstitusi Klarendon, suatu dokumen yang memberikan hak kepada pemerintah untuk campur-tangan di dalam urusan-urusan Gerejawi. Karena itu Henry mulai mengambil tindakan keras terhadapnya. Dalam suatu pertemuan di Northampton pada tanggal 13 Oktober 1164, Thomas secara terbuka menentang Henry dengan meninggalkan pertemuan itu.

Ia naik banding kepada Paus dan mengasingkan diri ke Prancis. Raja Louis VII menyambut baik kedatangannya dan mengizinkan dia tinggal di sana selama 6 tahun. Raja Henry mengambil alih seluruh kekayaan keuskupannya. Namun Paus tidak mengizinkan Thomas meletakkan jabatannya. Pada tahun 1170 Henry menawarkan perdamaian dengan Thomas dan mengizinkan dia kembali ke Inggris.

Pada bulan Desember 1170, Thomas kembali ke Inggris dan diterima dengan meriah oleh seluruh umat. Namun ia tidak mau mengampuni uskup-uskup yang memihak raja sebelum mereka bersumpah setia kepada Paus. Ia bahkan memanfaatkan izinan Paus Aleksander III yang diberikan pada tahun 1166 untuk mengekskomunikasikan uskup-uskup itu. Tindakan ekskomunikasi ini membuat raja sangat kesal dan marah. Empat orang perwiranya segera diperintahkan ke Canterbury untuk membunuh Thomas. Ketika itu Thomas sedang melakukan ibadat sore di dalam katedralnya. Empat perwira itu segera menyergap dan membunuh Uskup Thomas di depan Sakramen Mahakudus. Peristiwa sadis ini terjadi pada tanggal 29 Desember 1170.

Thomas dari Canterbury segera dihormati sebagai orang kudus oleh seluruh umat dan tempat di mana ia dibunuh dihormati sebagai tempat keramat. Raja Henry merasa puas dengan pembunuhan itu. Namun suara hatinya terus mengusik batinnya sehingga pada tahun 1172 ia membatalkan Konstitusi Clarendon dan melakukan pertobatan di hadapan seluruh umat. Pada tanggal 21 Februari 1173, Aleksander III secara resmi mengumumkan kanonisasi Thomas. Tempat pembunuhannya menjadi salah satu tempat ziarah terkenal di Eropa sampai Raja Henry VIII membongkarnya dan mengambil alih kekayaannya pada tahun 1538. Kata-katanya terakhir sebelum menghembuskan nafasnya ialah: “Aku bersedia mati demi nama Yesus dan Gereja-Nya.”

Sumber: www.imankatolik.or.id

Kredit Foto: Santo Thomas Becket dari Canteburry,www.katakombe.net

Lamunan Pesta

Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf

Minggu, 29 Desember 2024

Lukas 2:41-52

41 Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. 42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. 43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. 44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. 45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. 46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. 47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. 48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau." 49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" 50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. 51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. 52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Butir-butir Permenungan

  • Katanya, keluarga adalah harta paling berharga. Keluarga yang baik akan jauh dari konflik.
  • Katanya, keluarga baik akan mengalami ketenteraman. Keluarga seperti itu akan jauh dari perkara.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun hubungan harmonis tanpa pertentangan biasa jadi cita-cita, keluarga akan sungguh baik dan mulia kalau tetap terbuka terhadap berbagai masalah kongkret tetapi dijadikan dialog batin dengan relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati keluarga yang sungguh baik akan menjadikan perbedaan pandangan di antara para anggotanya terutama sebagai bahan omongan dengan Tuhan.

Ah, kalau muncul perbedaan ya harus cari argumen agar meyakinkan pihak lain.

Friday, December 27, 2024

Rencana Syawalan Difabel 2025 di Domus


Rm. Bambang memang mengurus hajatan-hajatan di Domus. Yang biasa terjadi adalah ulang tahun imamat masing-masing rama, Misa Malam Natal dan Malam Paskah, ulang tahun pemberkatan rumah, dan peringatan arwah para almarhum yang dulu tinggal di Domus. Tetapi ada juga hajatan untuk kaum cacad tubuh lintas agama. Itu biasa dinamakan Syawalan Wadis dan Domus. Wadis itu singkatan dari WA Difabel. Itu adalah grup WA para difabel cacad tubuh. Syawalan itu sudah terjadi 3 kali yaitu tahun 2022, 2023, dan 2024. Syawalan biasa dilaksanakan pada Minggu II pada hari Minggu sesudah Hari Raya Idul Fitri. Tetapi untuk tahun 2025 ada soal berkaitan dengan Minggu II pada hari Minggu sesudah Idul Fitri. Berdasarkan penanggalan yang sudah ada, Hari Raya Idul Fitri terjadi pada 31 Maret dan 1 April 2025. Minggu II pada hari Minggu sesudah Idul Fitri jatuh pada tanggal 13 April 2025. Pada tanggal 13 April 2025 umat Katolik masuk Pekan Suci yang bermuara pada Hari Raya Paskah yang jatuh pada Minggu 20 April 2027. Mengingat ini semua, karena Domus Pacis Santo Petrus adalah rumah Komunitas Katolik, maka Rm. Bambang menawarkan tanggal 27 April 2025 sebagai hari pelaksanaan Syawalan Wadis-Domus. Tawaran itu dilontarkan oleh Rm. Bambang pada Minggu 22 Desember 2024. Ternyata cukup banyak anggota menuliskan di WA atas persetujuannya. Bahkan Mas Sri Widodo, salah satu anggota, mengirim suara lewat WA khusus ke Rm. Bambang untuk setuju. Selain itu Mas Sri juga mengajukan tawaran pemain organ tunggal termasuk penyanyinya untuk dipakai dalam Syawalan. Rm. Bambang menerima dengan senang hati.

Kanak-Kanak Suci

 diambil dari https://www.mirifica.net/kanak-kanak-suci-28-desember

Ketika Yesus dilahirkan di Betlehem, Para Majus datang dari timur untuk menyembah-Nya. Sebagian berpendapat bahwa mereka adalah para raja, sebagian lagi berpendapat bahwa mereka adalah para ahli bintang. Para Majus itu menghadap Herodes, sang raja, untuk mencari raja orang Yahudi yang baru dilahirkan, yaitu sang Juruselamat. Herodes adalah seorang penguasa yang licik serta kejam. Ketika didengarnya Para Majus itu berbicara tentang seorang raja yang baru dilahirkan, ia mulai khawatir akan kehilangan tahtanya. Tetapi, ia tidak membiarkan para Majus itu mengetahui apa yang sedang dipikirkannya.

Ia memanggil para imam besar serta menanyakan kepada mereka di manakah menurut Kitab Suci sang Mesias akan dilahirkan. Para imam menjawab: Betlehem. “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu,” demikian kata raja yang licik itu kepada para Majus. “Segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” Para Majus melanjutkan perjalanan mereka. Mereka menemukan Yesus, Sang Mesias, bersama dengan Maria dan Yusuf. Mereka menyembah Dia serta menyampaikan persembahan mereka. Sementara itu, mereka diperingatkan dalam mimpi untuk tidak kembali kepada Herodes. Dan seorang malaikat datang memberitahu St. Yusuf untuk membawa Maria serta Bayi Yesus ke Mesir. Dengan demikian, Tuhan menggagalkan rencana pembunuhan Herodes terhadap Putera Allah.

Ketika Herodes sadar bahwa Para Majus tidak kembali kepadanya, ia menjadi amat marah. Ia seorang yang jahat dan bengis, dan kini rasa khawatir akan kehilangan tahtanya menjadikan kemarahannya semakin hebat. Ia menyuruh para prajuritnya untuk membunuh semua bayi laki-laki di Betlehem dengan harapan Mesias juga akan mati terbunuh. Para prajurit melaksanakan perintah yang menyebabkan banjir darah itu. Suatu kepedihan yang dahsyat meliputi kota kecil Betlehem, sementara para ibu menangisi bayi-bayi mereka yang mati terbunuh. Kanak-kanak kecil itu oleh Gereja dihormati sebagai martir. Gereja menyebut mereka sebagai Kanak-kanak Suci.

Apa artinya menjadi “suci” bagiku? Bagaimana aku dapat menjawab panggilan Yesus untuk menjadi seperti kanak-kanak?

diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

Lamunan Pesta

Kanak-kanak Suci, Martir

Sabtu, 28 Desember 2024

Matius 2:13-18

13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. 17 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: 18 "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."

Butir-butir Permenungan

  • Katanya, perasaan adalah salah satu bagian dalam kehidupan manusia. Setiap orang memiliki perasaan.
  • Katanya, karena punya perasaan orang bisa menyenangi banyak hal. Tetapi perasaan juga dapat menghadirkan ketidaksenangan bahkan kejengkelan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun perasaan senang dan tidak senang wajar ada dalam hidup manusia, kalau tak terbiasa omong dengan relung hati orang bisa buta rasa sehingga rasa senang dan tak senang menjadikan sikap dan perilaku membabibuta yang mengakibatkan korban banyak orang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mampu mengelola rasa sehingga mampu mewaspadai diri agar tak hidup menjadi bencana bagi orang lain.

Ah, perasaan tak boleh ditekan agar tak frustrasi.

Santa Theodosia dari Tirus

diambil dari katakombe.org/para-kudus  Diterbitkan:  11 April 2015  Diperbaharui:  11 April 2015  Hits:  12199 Perayaan 02 April   Lahir Sek...