Tuesday, February 17, 2026

Lamunan Rabu Abu

Rabu, 18 Februari 2025

Matius 6:1-6.16-18

1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. 2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. 4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. 

16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang memang bisa bangga kalau banyak orang tahu akan ketekunannya beragama. Banyak orang tahu bahwa dia taat menjalani wajib-wajib agama.
  • Tampaknya, dengan banyak orang tahu akan ketaatannya dalam beragama, dia akan dikenal kesalehannya. Banyak orang akan menghargai dan memujinya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun tampak taat akan agama bisa menghadirkan kebanggaan karena pujian banyak orang, orang baru sungguh beriman kalau secara individual bersemangat menjalani wajib-wajib agama dalam kesendirian ditemani oleh suara relung hati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa penghayatan keagamaan yang hanya lahiriah apalagi ditunjukkan ke orang lain itu hanyalah kedangkalan hidup.

Ah, kalau rajin agama jelas dekat Tuhan.

Monday, February 16, 2026

Misa Arwah


Pagi itu adalah Sabtu 14 Februari 2026. Banyak orang sudah masuk Kapel Domus Pacis Santo Petrus. Sebenarnya peristiwa khusus itu sudah dimulai pada Jumat sore 13 Februari 2026. Ada rombongan keluarga dari Jakarta yang membawa berbagai macam hal seperti suvenir, bingkisan, anir mineral. dan masih banyak lainnya. Rm. Bambang meminta semuanya disimpan di ruangan yang biasa untuk menerima tamu pribadi Rama Domus. Rombongan keluarga itu adalah para kemenakan dan sanak saudari dari almarhum Ibu Wiraksi yang pada Sabtu diperingati 1000 hari menghadap Tuhan.

Almarhum Ibu Wiraksi semasa hidupnya adalah salah satu donatur Dokus Pacis sejak masih di Puren, Pringwulung hingga di Kentungan. Beliau termasuk warga umat Katolik Lingkungan Sagan, Paroki Kotabaru. Sebagai sosok sepuh yang hidup sendiri di rumahnya, banyak hal dibantu oleh Ibu Retno, salah satu kemenakannya. Dalam peringatan 1000 hari dipanggil Tuhan banyak umat Katolik warga Lingkungan Sagan ikut Misa di Domus. Tentu saja termasuk para suster CB dari Panti Rapih yang biasa ikut kumpulan Lingkungan Sagan. Kor umat Sagan mengiringi Misa dengan penuh semangat. Semua rama Domus yang biasa Misa harian juga ikut Misa yang dipimpin oleh Rm. Andika, Direktur Domus Pacis. Sehabis Misa semua menikmati bakso yang sajiannya dibantu oleh Bu Rini, relawan Domus. Ketika meninggalkan Domus semua menerima dos yang berisi menu makan dan lauk pauknya. 

Santo Theodulus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 21 April 2017 Diperbaharui: 09 Februari 2018 Hits: 9632

  • Perayaan
    17 Februari
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-3
  •  
  • Kota asal
    Kaisarea Israel
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir | Disalibkan sekitar tahun 309 M di Kaisarea Israel
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Theodulus adalah seorang Romawi Kristen yang tinggal di Palestina pada akhir abad ke-3 sampai awal abad ke-4. Ia digambarkan sebagai seorang tua yang bijaksana dan saleh yang menduduki jabatan terhormat dalam rumah tangga Firmilianus, Gubernur Romawi di Palestina.  

Setelah menyaksikan ketabahan dari lima orang martir dari Mesir,  Theodulus mengunjungi orang-orang Kristen yang ada di penjara untuk menyemangati dan mengajak mereka berdoa. Hal ini membangkitkan amarah Firmilianus. Theodulus lalu ditangkap dan dianiaya.

Walaupun Theodulus adalah seorang warga Romawi (yang secara hukum tidak bisa dihukum mati tanpa proses pengadilan), namun Firmilianus tetap memerintahkan hukuman mati bagi Theodulus dengan cara disalibkan.

Sebagaimana Yesus Juru Selamat kita, Theodulus juga wafat diatas kayu salib pada tahun 309 di Kaisarea Palestina.  

Lamunan Pekan Biasa VI

Selasa, 17 Februari 2026

Markus 8:14-21

14 Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. 15 Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." 16 Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti." 17 Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? 18 Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, 19 pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul." 20 "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul." 21 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya pengaruh, itu adalah realita yang dialami oleh manusia. Bagaimanapun juga setiap orang akan mendapatkan pengaruh tata pikir, tata perasaan, dan aura keinginan karena pengaruh sosial.
  • Tampaknya, gerakan mempengaruhi setiap orang juga terjadi di dalam kehidupan bersama dalam masyarakat. Itu bisa menjadi penciptaan opini yang di era kini mudah marak karena daya media sosisal.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun orang memang harus berada dalam kebersamaan sosial, orang harus membiasakan diri untuk curhatan dengan relung hati agar terbebas dari daya kuasa penguruh buruk karena kesempitan pandangan dan gila kedudukan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan dinamis ikut Tuhan dalam perkembangan situasi hidup dan budaya setempat.

Ah, ikut apapun asal menghasilkan uang, itulah yang bijak.

Sunday, February 15, 2026

Dapat Hadiah Pembagian Beras

Mas Andi sudah 3 kali datang di Domus Pacis Santo Petrus. Yang pertama bersama dengan Ibu Darmanto dari Jumapolo. Mas Andi memang juga dari Jumapolo. Layaklah kalau ketika datang pada Sabtu siang tanggal 14 Februari 2026 beliau bertanya "Rama Saptaka sakmenika lenggah ngriki, nggih?" (Kini Rm. Saptaka tinggal di sini, ya?) Sebelum masuk Domus dan jadi pasien Rumah Sakit Panti Rapih, Rm. Saptaka memang menjadi pastor yang bertugas di Paroki Jumapolo. Kehadiran Mas Andi di Domus mempunyai tujuan sama seperti 2 kali sebelumnya. Beliau datang atas nama PT Aplus Pasific yang berpusat di Jakarta. Pimpinan perusahaan ini adalah putra Ibu Darmanto. Setiap berulang tahun, PT Aplus mengadakan bagi bingkisan. Domus Pacis Santo Petrus menjadi salah satu yang mendapatkan pembagian hadiah. Itu terjadi karena Bu Darman pernah ikut rombongan kunjungan di Domus dan termasuk jatuh peduli pada Domus. Beliau mengusulkan putranya untuk memberi bagian kepada Domus. Yang menjadi pelaksana mengantar hadiah adalah Mas Andi yang memegang PT Aplus Pasific Cabang Klaten. Kalau 2 kali sebelumnya mengantar hadiah karena ada ulang tahun perusahaan, ternyata kedatangan hari Sabtu 14 Februari 2026 berkaitan dengan Hari Raya Idul Fitri 2026 yang makin mendekat kehadirannya. Adapun yang menjadi hadiah adalah 20 karung beras yang terdiri dari 10 Kg per karung.

Santo Onesimus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 27 Juli 2013 Diperbaharui: 17 November 2019 Hits: 15647

  • Perayaan
    16 Februari
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 90 di Roma | Martir
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Pencuri yang berdosa ini sangat beruntung ditobatkan oleh Santo Paulus. Rasul agung ini bahkan menyebut Onesimus sebagai : "Buah hatiku".

Onesimus hidup pada abad pertama. Ia adalah seorang hamba yang merampok majikannya lalu melarikan diri ke Roma. Di Roma ia bertemu dengan St. Paulus yang dipenjarakan karena imannya. Paulus menerima Onesimus dengan kelembutan serta kasih sayang seorang ayah. Paulus membantu menyadarkan pemuda tersebut bahwa ia telah berbuat salah dengan mencuri. Lebih dari itu, ia membimbing Onesimus untuk percaya dan menerima iman Kristiani.


Setelah Onesimus menjadi seorang Kristen, Paulus mengirimkannya kembali kepada tuannya, Filemon, yang adalah sahabat Paulus. Tetapi, Paulus tidak mengirim hamba itu kembali seorang diri dan tak berdaya. Ia “mempersenjatai” Onesimus dengan sepucuk surat yang singkat tapi tegas.

Paulus berharap agar suratnya dapat menyelesaikan semua masalah Onesimus, sahabat barunya. Kepada Filemon, Paulus menulis:


......... Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagi pula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus. Dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. Dia kusuruh kembali kepadamu - dia, yaitu buah hatiku --. (Fil 1:9-12)

Surat yang menyentuh tersebut dapat ditemukan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Filemon menerima surat dan nasehat Paulus. Ketika Onesimus kembali kepada tuannya, ia dibebaskan. Kemudian, Onesimus kembali kepada St. Paulus dan menjadi penolongnya yang setia.    

St. Paulus mengangkat Onesimus menjadi imam dan kemudian uskup. Orang kudus yang dulunya hamba ini membaktikan seluruh sisa hidupnya untuk mewartakan Kabar Gembira yang telah mengubah hidupnya selamanya. Menurut tradisi, pada masa penganiayaan, Onesimus dibelenggu dan dibawa ke Roma lalu dianiaya hingga tewas.

Lamunan Pekan Prapaskah IV

Senin, 16 Maret 2026

Yohanes 4:43-54

43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, 44 sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. 45 Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu.

46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. 47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. 48 Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." 49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." 50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. 51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. 52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." 53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya. 54 Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang namanya teguran biasa membuat tidak nyaman di hati. Teguran selalu berisi penyalahan.
  • Tampaknya, untuk orang yang mau minta pertolongan, kalau justru menerima sikap menyalahkan, orang bisa sakit hati. Orang bisa terlibat konflik satu sama lain.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun sudah menunjukkan kepercayaan tetapi justru mendapatkan teguran dan penilaian negatif dari yang diminta pertolongan bisa menimbulkan rasa benci, bagi orang yang biasa punya kepekaan relung hati, dia justru makin memiliki kepercayaan dan penghargaan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang tak akan kehilangan iman sekalipun mendapatkan sikap negatif meragukan kepercayaannya.

Ah, bagaimanapun juga kalau sudah baik dan tak dipercaya, putus aja hubungannya.

Saturday, February 14, 2026

Rm. Bambang dalam Tik Tok

Mulai Januari 2025 setiap rama Domnus Pacis Santo Petrus dipestakan kecil-kecilan. Itu berarti makan bersama para rama dan karyawan serumah dengan mengundang keluarga atau teman dekat yang berulang tahun sebanyak 10 orang. Di dalam perkembangan Rm. Bambang selalu membuat kidungan berbahasa Jawa dengan model kidung macapat untuk rama yang berulang tahun. Kata google "Tembang macapat adalah puisi tradisional Jawa yang dilantunkan, menggambarkan perjalanan hidup manusia dari lahir hingga meninggal. Muncul di akhir masa Majapahit dan digunakan Wali Songo untuk dakwah, macapat terikat aturan guru gatra (jumlah baris), guru wilangan (jumlah suku kata), dan guru lagu (vokal akhir). Terdapat 11 jenis utama yang mewakili filosofi hidup". Itu jadi tayangan yang dikirim lewat Blog Domus Petrus, WA, FB, dan Tik Tok.


Satu hal yang membuat Rm. Bambang terkesan adalah tayangan macapat dalam Tik Tok. Sebenarnya setiap hari Rm. Bambang mengirimkan renungan harian dengan video durasi maksimum 30 detik. Tentu saja dia juga menayangkan lewat Tik Tok. Pada Selasa 10 Februari 2026 jam 15.27 Rm. Bambang mengamati kumpulan tayangannya yang ada dalam Tik Tok. Dari sekitar 100 tayangan, pembuka renungan harian Tik Tok antara 300-1100 orang. Tetapi paling banyak di sekitar 400an dan 500an. Tetapi tayangan lantunan macapat selalu di atas 5000 orang. Memang, tayangan karaokean yang menampilkan Rm. Andika dan Rm. Saptaka menyanyi mencapai 14.000 orang. Meskipun demikian tayangan lantunan macapat biasa di atas 10.000 orang. Secara acak Rm. Bambang melihat kembali tayangan yang dibuka oleh lebih dari 10.000 orang : Baca Injil (32.3000); Karaoke (14.000), Ultah Rm. Jarot (12.600); Ultah Rm. Tri Wahyono (60.900); Mengantar Rm. Hartanto di Salam (15.100); dan Ultah Rm. Supriyanto (14.800). Ternyata yang bukan macapat hanya karaokean. Tayangan Tik Tok sekalipun bisa beberapa menit dibuka minim 5 kali lipat tayangan renungan harian maksimum 30 detik. Dari sini Rm. Bambang bertanya dalam hati "Apakah tayangan tradisional Jawa klasik masih amat menarik untuk yang membuka medsos Tik Tok?" 

Santo Simeon

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 12 Agustus 2013 Diperbaharui: 18 Oktober 2019 Hits: 16804

  • Perayaan
    3 Februari
    15 Februari (Gereja Orthodox)
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Yerusalem
  •  
  • Wafat
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Simeon yang kudus hidup pada abad pertama. Dalam Injil Lukas dikisahkan bahwa Yosef dan Maria membawa Bayi Yesus ke Bait Allah di Yerusalem. Di sanalah mereka bertemu dengan Simeon. Orang kudus tersebut telah lama menunggu dengan sabar jawab atas permohonannya kepada Tuhan: ia ingin tetap hidup hingga melihat Sang Mesias, Juru Selamat dunia. Tetapi, ia tidak tahu seperti apakah Sang Mesias itu, atau bilakah dan apakah doanya akan dikabulkan.

Pasangan muda dari Nazaret itu menghampirinya bersama dengan bayi mereka. Simeon memandang mata Sang Bayi dan merasakan suatu gejolak sukacita memenuhi hatinya. Matanya bersinar-sinar. Ia menggendong Yesus dalam pelukannya sambil berdoa :

“Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa.”

Maria dan Yosef saling berpandang-pandangan. Mereka berdua amat takjub. Kemudian nabi tua itu berpaling kepada Maria. Sinar matanya menjadi sedih sementara ia berkata dengan lembut, “Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.” Maria tidak mengerti apa yang dimaksudkannya, dan ia berdoa kepada Tuhan untuk memohon kekuatan. Simeon yang kudus telah dikabulkan doanya oleh Tuhan. Ia tetap dalam keadaan penuh syukur dan sukacita sementara pasangan muda serta Bayi mereka meninggalkannya.

Lamunan Pekan Biasa VI

Minggu, 15 Februari 2026

Matius 5:17-37

17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. 27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. 31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. 33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, yang aktif menjalani wajib-wajib agama bisa dipandang tokoh iman. Apalagi kalau jadi penggerak dan pengurus, orang bisa dianggap sebagai teladan hidup beriman.
  • Tampaknya, yang paham akan ajaran-ajaran agama bisa dipandang sebagai penjaga iman. Apalagi kalau terdidik dan terpelajar dalam ilmu ketuhanan, orang bisa sebagai pentuntun iman.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yag biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun rajin menjalani wajib-wajib agama dan paham berbagai ajaran agama, orang baru sungguh beriman kalau biasa mengomongkan sendiri yang ditangkap dalam agama dalam relung hati dan kemudian berjuang menjalaninya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar sebodoh apapun dalam keagamaan kalau biasa omong dengan relung hati bisa jauh lebih beriman daripada yang paham agama dan hanya menjalani yang formalistik wajib.

Ah, bagaimanapun juga ulama dan aktivis agama adalah teladan hidup ikut Tuhan.

Friday, February 13, 2026

Rm. Stefanus Heruyanto

Pada tanggal 3 Februari 2026 Mgr. Rubiyatmoko mengirim berita dalam WA Grup UNIO KAS NEWS "Para Romo, selamat malam. Mohon doa untuk Rama Heruyanto Pr yang sedang sakit dan dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Panti Rahayu Wonosari. Semoga Rm Heruyanto diberikan rahmat kesehatan. Matur nuwun dan berkah Dalem." Kabarnya, Rm. Heru sedang perjalanan untuk piknik bersama para rama praja senior. Kalau tidak keliru katanya akan ke Pacitan. Sehari kemudian Mgr. Rubi mengirim info lagi "Para Romo, selamat pagi. Rama Heruyanto Pr dirawat di rumah sakit Panti Rahayu Wonosari. Beliau mengalami penyumbatan pembuluh darah saat mengikuti acara persaudaraan unio di Pacitan. Kita doakan semoga Rm Heruyanto lekas sehat dan pulih kembali. Matur nuwun dan berkah Dalem."


Ternyata setelah 2 hari dirawat di RS Panti Rahayu, Kelor Wonosari, pada tanggal 5 Februari 2026 beliau dipindahkan ke RS Panti Rapih. Hal ini juga diberitakan oleh Bapak Uskup "Para Romo, selamat siang. Rm Heruyanto sudah pindah ke Panti Rapih dan menjalani perawatan di sana. Mohon doanya ya semoga lekas sembuh dan sehat kembali. Matur nuwun dan berkah Dalem." Beberapa hari Rm. Stefanus Heruyanto dirawat di ruang bagian stroke dan tak boleh dikunjungi. Pada saat ini Rm. Heru adalah seorang imam praja Keuskupan Agung Semarang yang mendapatkan SK Keuskupan bertugas di Paroki Salam sebagai Wakil Pastor Paroki yang dijabat oleh Rm. Hartanta. Ternyata saat ini kondisi Rm. Heruyanto membutuhkan pelayanan khusus dalam keseharian. Hal ini tampaknya memunculkan kebijakan, ketika keluar dari RS Panti Rapih pada Jumat 13 Februari 2026, Rm. Heruyanto dibawa masuk Domus Pacis Santo Petrus. Sejak 2 hari sebelumnya Rm. Andika bersama karyawan sudah mempersiapkan kamar untuk Rm. Heru. 

Santo Valentinus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 11 Februari 2016 Diperbaharui: 16 Oktober 2020 Hits: 26151

  • Perayaan
    14 Februari
  •  
  • Lahir
    Hidup pada abad ke-3
  •  
  • Kota asal
    Roma
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir - di penggal di Via Flaminian Roma sekitar tahun 269
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santo Valentinus dari Roma (Valentine of Rome) adalah seorang Imam (kemungkinan besar seorang uskup) dan dokter yang tinggal di kota Roma. Ia menjadi martir karena menentang perintah kaisar Klaudius II (Marcus Aurelius Valerius Claudius Augustus juga dikenal sebagai Kaisar Claudius Gothicus, Kaisar Romawi dari tahun 268 sampai 270 Masehi) yang melarang adanya pernikahan di seluruh wilayah Kekaisaran. Valentinus ditangkap, dipenjarakan, lalu disiksa dan dihukum mati dengan cara dipenggal. Kemartiran Santo Valentinus, yang hari pestanya kini dikenal sebagai "Valentine Day" atau hari kasih sayang sedunia, terjadi pada tahun 269 di Via Flaminia Roma.

Saint Valentine dan Sejarah Hari Valentine

Sebelum Paus Gelasius I menetapkan tanggal 14 februari sebagai Saint Valentine Day (pesta santo Valentinus); bangsa Romawi kafir telah merayakan 14 Februari dengan sebuah tradisi cabul untuk memuja dewi cinta Romawi yang disebut Februata Juno. Para laki-laki akan menarik undian dari sebuah wadah berisi nama para wanita yang siap menjadi pasangan mereka dalam berbagai bentuk perayaan di tanggal tersebut. Setelah bangsa Romawi menjadi Kristen, Gereja dengan tegas mengutuk tradisi pagan tersebut. Salah seorang Imam yang berjuang keras menghapus tradisi ini adalah Santo Valentinus.

Pada masa itu pula, Bangsa Romawi terlibat dalam banyak peperangan dan Kaisar Klaudius mengumumkan wajib militer bagi para pemuda Romawi. Banyak pemuda yang menolak ikut wajib militer karena tidak mau meninggalkan kekasih yang mereka cintai. Hal ini membuat Kekaisaran sulit merekrut tentara. Kaisar lalu mengeluarkan dekrit kerajaan yang memerintahkan bahwa tidak boleh ada lagi upacara pernikahan. Perintah ini ditentang oleh imam Valentinus yang merasa kasihan kepada pasangan-pasangan yang dipaksa untuk berpisah. Hingga suatu hari, Valentinus dengan diam-diam menerimakan sakramen perkawinan bagi sebuah pasangan yang sudah siap hidup dalam janji suci perkawinan. Dengan segera imam-imam yang lain mengikuti jejaknya dan banyak pernikahan terjadi di kota Roma seolah-olah dekrit kaisar di atas tidak pernah dikeluarkan. Ketika berita ini sampai ke telinga Klaudius; sang Kaisar pun murka. Valentinus ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Ia dipenjara, dianiaya, lalu dipenggal di Via Flaminian.

Pesta untuk santo Valentinus ditetapkan pada setiap tanggal 14 Februari oleh Paus Gelasius I (Paus Gereja Katholik ke-49. Memimpin sejak 1 Maret 492 sampai 19 November 496) . Tanggal 14 Februari, yang pada masa pra-Kristen adalah hari untuk menghormati dewi cinta bangsa Romawi kafir, telah dirubah dan dikuduskan oleh Gereja menjadi perayaan untuk memperingati Santo Valentinus, seorang martir yang gugur membela cinta kasih dalam wujud Sakramen Pernikahan yang kudus.

Pada masa Romawi Kristen, Pesta Santo Valentinus akan dirayakan dengan menerimakan sakramen perkawinan bagi banyak pasangan yang sudah dinyatakan siap. Banyak cinta akan disatukan dalam janji suci perkawinan dan banyak pasangan muda memasuki hidup baru. Banyak pesta akan digelar dengan meriah di seluruh penjuru kota Roma.

Saat ini, pesta santo Valentinus telah menjadi sekular. Saint Valentine Day juga telah dimaknai serta dirayakan dengan cara yang sangat berbeda oleh berbagai kalangan, khususnya oleh kalangan di luar Gereja Katholik.(qq)

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Sirilus, Rahib, dan Metodius, Uskup

Sabtu, 14 Februari 2026

Markus 8:1-10

1 Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: 2 "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. 3 Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh." 4 Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?" 5 Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh." 6 Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. 7 Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. 8 Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. 9 Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. 10 Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, pada kini orang bisa mengandalkan pemenuhan kebutuhan dari berbagai macam pelayanan jasa. Ada jasa penyediaan pangan, sandang, dan papan.
  • Tampaknya, orang bisa menjamin kebutuhan banyak orang lain cukup dengan masuk dalam kancah para pebisnis. Itu bisa masuk ke mal-mal ke produser/pengrajin atau bahkan ke penyaji lewat media sosial.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun berada jauh dari keramaian bahkan mengalami ketiadaan sinyal HP, dengan masuk dalam kesunyian batin orang justru mampu mengelaborasi yang ada seminim apapun untuk memenuhi kebutuhan bersama. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati dan akrab dengan kesunyian batin orang akan selalu mendapatkan jalan pemenuhan kebutuhan bahkan sampai berkelimpahan.

Ah, jaman kini orang harus mandiri.

Thursday, February 12, 2026

Rapat Pengurus UNIO KAS di Domus

Sebenarnya Rm. Bambang tak berjumpa dengan satupun rama yang pada Rabu 11 Februari 2026 datang di Domus Pacis Santo Petrus. Tetapi dari Rm. Andika, Direktur Domus yang hari itu sedang ke Salatiga rapat Tribunal, Rm. Bambang tahu bahwa hari itu ada pengurus UNIO KAS rapat di Domus. Dari dalam kamarnya pada sekitar jam 10.00 dia memang mendengar suara beberapa dari antara mereka. Rm. Bambang memang minta Mas Bayu, salah satu karyawan, untuk mengambil gambar mereka dari jauh dengan zoom lewat HPnya. Karyawan menyediakan tempat di lantai 2 termasuk minum dan snak. Para anggota pengurus, yang katanya berjumlah 7 orang, juga makan siang di Domus di ruang makan ketika para rama Domus sudah selesai makan dan kembali di kamar masing-masing. 


Tahu ada pengurus UNIO, yaitu persaudaraan para rama praja, mengadakan rapat di Domus, hati Rm. Bambang amat tersentuh dan ada kegembiraan khusus. Dia teringat di tahun 1970an dan 1980an ketika rama sepuh ada yang tinggal di Wisma UNIO bagian belakang Pastoran Paroki Jetis. Pada tahun 1970an Rm. Bambang masih calon imam yang kemudian tahbisan pada 22 Januari 1981. Dulu hari Rabu menjadi tradisi hari libur untuk para rama praja Keuskupan Agung Semnarang. Tak sedikit pada hari itu yang berkumpul di Wisma UNIO terutama untuk makan siang bersama. Bahkan ada juga yang menginap sejak Selasa malam. Ketika berada di Wisma UNIO ada juga kelompok rama-rama yang memiliki bidang karya sama mengadakan pertemuan. Bahkan dari situ muncul juga pertemuan para rama se-Kevikepan. Dari situ pula muncul istilah "Kolasi Kevikepan", karena sesudah pertemuan ada makan siang yang katanya dalam bahasa Latin adalah kolasi. Ingatan itu diperteguh dengan kata-kata Rm. Andika yang bilang ke teman-teman rama "Para rama akan rapat-rapat silahkan bisa pakai Domus. Akan menginap juga bisa". Dengan kata menginap Rm. Bambang teringat ketika masih di Domus Pacis Puren. Dulu sering ada rama-rama yang numpang menginap. Terutama para rama yang tugasnya di luar Keuskupan Agung Semarang. Mereka ketika libur juga menginap di Domus Puren bahkan juga pinjam kendaraan yang ada. Rapat rama-rama bidang karya atau persiapan khotbah juga pernah terjadi di Domus Pacis Puren, Pringwulung. Kehadiran pengurus UNIO KAS untuk rapat di Domus pada Rabu 11 Februari 2026 memang membuat Rm. Bambang bertanya dalam hati "Mungkinkah Domus Pacis Santo Petrus juga bisa jadi semacam Wisma UNIO KAS?"  

Beata Christina Spoleto

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 19 April 2017 Diperbaharui: 03 Januari 2021 Hits: 11714

  • Perayaan
    13 Februari
  •  
  • Lahir
    Tahun 1435
  •  
  • Kota asal
    Como, Milan , Italia
  •  
  • Wafat
  •  
  • 13 February 1458 di Spoleto Italia
    Sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    19 September 1834 oleh Paus Gregorius XVI
  •  
  • Kanonisasi

Agostina Camozzi lahir pada tahun 1435 di Como, Milan Italia. Ia adalah putri tunggal dokter Giovanni Camozzi, seorang dokter ternama dan kaya-raya di kota Milan. Agostina berwajah cantik dan anggun, membuat banyak pemuda jatuh hati dan ingin mempersuntingnya. Namun ia tidak pernah serius menanggapi isi hati mereka. Ia bangga akan kecantikannya dan gemar mempermainkan perasaan para lelaki yang jatuh hati padanya.

Agostina menikah pada usia belia, namun menjadi janda tidak lama setelah pernikahannya. Ia kemudian menjadi gundik seorang tentara dari Milan, dan melahirkan seorang anak laki-laki diluar nikah. Namun anaknya itu meninggal dunia saat masih bayi. Beberapa waktu kemudian Agostina kabur meninggalkan si tentara dan menikah lagi dengan seorang petani kaya di kota Mantua. Namun sekali lagi Agostina harus menjadi janda setelah suaminya yang kedua dibunuh oleh seorang lelaki yang tergila-gila pada kecantikannya.

Semua tragedi ini menyadarkan Agostina Camozzi akan cara hidupnya yang bergelimang dosa. Penyesalan kini menghantui dirinya dan kasih Tuhan mulai menyentuh hatinya. Ia mulai dapat melihat cara hidupnya yang kotor dengan rasa sesal dan malu.

Di suatu senja di tahun 1450, Agostina tengah berjalan melewati biara Susteran Agustinian. Sayup-sayup terdengar suara para biarawati memadahkan doa. Lantunan doa mereka mengetuk hati Agostina dan membawa langkahnya ke dalam biara. Ia masuk ke kapela dan ikut berdoa bersama para biarawati. Di dalam kapela tersebut, sebuah perasaan damai yang “indah” dan “tak terlukiskan” perlahan membelai jiwanya yang gersang. Rasa “Damai” itu begitu menghanyutkan, hingga Agostina tidak mampu lagi berpisah dengan-NYA. Ia ingin tetap di situ dan tidak kembali lagi pada dunia. Saat itu juga ia memutuskan untuk meninggalkan cara hidupnya yang lama dan menjadi seorang biarawati.

Namun untuk menjadi seorang biarawati,  Agostina harus menjalani masa persiapan yang lama dan berat. Walau banyak yang meragukan kesungguhannya, namun ia membuktikan pertobatannya dengan menjalani laku silih selama bertahun-tahun dengan penuh ketabahan. Ia juga mampu menjalani semua peraturan biara yang ketat dengan penuh disiplin. Akhirnya Agustina pun diperbolehkan untuk mengucapkan kaul sebagai seorang biarawati Agustinian.  Ia memilih nama biara, “Christina”.

Di dalam biara, Suster Chistina hidup bertapa dengan keras sebagai penitensi bagi dosa-dosanya di masa lalu. Ia hidup dalam meditasi dan berdevosi pada sengsara Yesus di Salib. Setelah bertahun-tahun hidup bermatiraga, rahmat Tuhan menyertai Suster Christina. Ia diberkati-NYA dengan berbagai karunia rohani.  Suster Christina menjadi terkenal sebagai seorang suster yang kudus, seorang penyembuh dan pembuat mujizat.

Pada tahun 1457 suster Christina bersama para biarawati Agustinian melakukan perjalanan ziarah ke kota Assisi, Roma dan Yerusalem. Setelah kembali ke Italia, Suster Christina memutuskan untuk tinggal di biara Spoleto Perugia, di mana ia mengabdikan dirinya untuk merawat warga yang sakit akibat wabah penyakit.  Ia tetap berkarya di Perugia sampai tutup usia pada tanggal 13 Februari 1458.  

Awalnya ia  dimakamkan di Gereja biara Agustinian di Spoleto, namun pada tahun 1921 makamnya dipindahkan ke Gereja Santo Gregorius Agung, juga masih di Spaleto.

Suster Christina dibeatifikasi pada tahun 1834 oleh paus Gregoriius XVI. Beatifikasi ini berlangsung setelah diadakan penyelidikan seksama selama ratusan tahun atas berbagai laporan mujizat yang terjadi melalui perantaraan Suster Christina.(qq)

Lamunan Pekan Biasa V

Jumat, 13 Februari 2026

Markus 7:31-37

31 Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. 32 Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. 33 Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. 34 Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah! 35 Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. 36 Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. 37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang hebat akan mudah mengutarakan apa yang dipikir dan dirasakan kepada khalayak umum. Dia bisa menjadi pembicara publik yang diidolakan oleh banyak orang.
  • Tampaknya, kemampuan omong memang juga memudahkan orang untuk meraih yang diinginkan. Bahkan dengan kemampuan omong orang bisa mendapatkan nafkah berlimpah.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun kemampuan omong dapat mudah menjadi kekaguman banyak orang, kalau hanya menjadi tokoh omong tetapi miskin kemampuan mendengar orang tak menemukan kebaikan untuk dirinya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mampu berkomunikasi dengan banyak orang dengan saling mendengar dan mengungkapkan kata-kata.

Ah, pokoknya kalau pintar omong pasti pintar cari uang.

Wednesday, February 11, 2026

Ulang Tahun Rm. Ria Winarta

Hari ini adalah Kamis tanggal 12 Februari 2026. Rm. Bambang sehari sebelumnya melihat kembali daftar nama-nama para rama anggota Komunitas Domus Pacis Santo Petrus. Ini untuk memastikan tahun kelahiran Rm. Ria Winarta. Sebetulnya kalau ditanya "Taun pira laire" (Tahun berapa Anda lahir), beliau biasa menjawab "Setahun bar taun kemerdekaan" (Setahun sesudah tahun Kemerdekaan RI). Tetapi ketika hitungan belum genap 80 tahun, kalau ditanya oleh rombongan tamu usia berapa kini, beliau biasa menjawab "Delapanpuluh tahun". Maklumlah, Rm. Ria adalah salah satu rama Domus yang sudah biasa lupa hari dan tanggal. Sehingga ketika ikut Misa, begitu masuk Kapel kerap terdengar suara Rm. Ria "Tanggal pira iki?" (Sekarang tanggal berapa?) sambil membuka-buka buku yang berisi doa dan bacaan Misa. Yang jelas pada Kamis 12 Februari 2026 Bu Rini menyiapkan menu khusus makan siang untuk santap bersama para rama dan karyawan Domus dengan mengundang keluarga. Yang mengundang keluarga adalah Rm. Bambang lewat Ibu Mercy, salah satu adik Rm. Ria. Undangan memang hanya lewat WA dengan mengatakan "Halo, buuuuu. Benjang Kamis 12 Februari 2026 Rm. Ria ulang tahun kelahiran lhooo. Domus Pacis nyuwun 10 tiyang saking keluarga rawuh dhahar siang sesarengan para rama lan karyawan Domus. Kasuwun jam 11.00 sampun omong-omong kaliyan Rm. Ria. Matur nuwun lan Berkah Daleeeeeem" (Halo, buuuu. Besok Kamis 12 Februari 2026 Rm. Ria ulang tahun kelahiran lhooo. Domus Pacis mohon 10 orang dari keluarga hadir makan siang bersama para rama dan karyawan Domus. Mohon datang jam 11.00 agar bisa omong-omong dulu dengan Rm. Ria. Terima kasih dan Berkah Daleeeem). Untuk hari lahir Rm. Ria tanggal itu Rm. Bambang melantunkan tembang macapat sebagai berikut :

Santo Meletius

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 27 Juli 2013 Diperbaharui: 23 Februari 2020 Hits: 12323

  • Perayaan
    12 Februari
  •  
  • Lahir
    Hidup pada awal Abad ke-4
  •  
  • Kota asal
    Melitene (sekarang Malatya, Turkey)
  •  
  • Wilayah karya
    Anthiokhia, Konstantinopel
  •  
  • Wafat
  •  
  • 12 Februari 381 | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Pada abad keempat, Meletius dipanggil untuk menggembalakan Gereja. Penganiayaan Romawi telah usai dan Kaisar Konstantinus telah mengakui kekristenan sebagai agama yang sah pada tahun 315. Tapi awan badai berkumpul dalam Gereja yang saat itu sedang mengalami perpecahan. Sebagian menganggap diri Kristen, sebagian Arian.

Bidaah Arian menyangkal bahwa Yesus adalah Tuhan. Sebagian orang mempercayai kesesatan ini sebab hal-hal tidak begitu jelas bagi mereka pada waktu itu. Uskup Meletius (Gereja Orthodox menyebutnya : Patriark Meletius) mencintai Gereja dan setia kepada Yesus. Ia percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan sadar bahwa Gereja harus berbicara jelas mengenai siapa Yesus. Meletius ditahbiskan menjadi Uskup Antiokhia pada tahun 361. Kaum Arian menjadi berang. Selama duapuluh tahun berikutnya, Meletius adalah seorang uskup yang sabar dan penuh kasih. Tetapi hidupnya dipersulit oleh orang-orang yang tidak menerimanya. Ia kerap harus menyingkir ke tempat persembunyian sebab orang-orang lain mengklaim diri sebagai uskup di keuskupannya. Tetapi St. Meletius adalah uskup yang sebenarnya; dan ia akan dengan penuh kesabaran kembali sesegera mungkin. Ketika Kaisar Valens wafat pada tahun 378, kaum Arian mengakhiri penganiayaan mereka.

Pada tahun 381 diselenggarakanlah suatu pertemuan Gereja yang besar, yang dikenal sebagai Konsili Konstantinopel. Para uskup hendak membicarakan kebenaran-kebenaran penting iman kita. Uskup Meletius membuka pertemuan-pertemuan dalam Konsili Gereja dan memimpin sidang. Kemudian, menjadi kesedihan semua uskup, ia wafat di sana, di salah satu pertemuan.

Para bapa Gereja dan Santo-santo besar seperti Yohanes Krisostomus dan Gregorius dari Nazianzen ikut ambil bagian dalam Misa Pemakamannya bersama segenap uskup yang hadir dalam Konsili. Jemaat Konstantinopel berbondong-bondong datang ke gereja pula. St. Gregorius Nazianzen yang menyampaikan homili pemakaman. Ia berbicara mengenai seorang uskup yang lemah lembut, yang seperti Kristus, dan yang dikasihi semua orang. Ia benar; semua orang yang mencintai Gereja mengasihi St. Meletius. St. Gregorius berbicara mengenai ketenangan dan senyumnya yang hangat, suara kebapakan dan sentuhan kasih Uskup Meletius. Uskup kudus ini wafat pada tanggal 12 Februari 381.

Konsili Konstantinopel kemudian menghasilkan keputusan yang tegas dan jelas yang mengutuk Aranisme. Ajaran sesat ini akhirnya dengan sendirinya surut pengaruhnya dalam Gereja dan kemudian menghilang.

Lamunan Pekan Biasa V

Kamis, 12 Februari 2026

Markus 7:24-30

24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. 25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." 29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." 30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, tidak sedikit agamawan yang memandang agama sebagai tanda iman. Orang yang percaya pada Tuhan pasti beragama.
  • Tampaknya, dengan rajin mengucapkan doa orang sudah menjalani agama. Orang dengan doa dan ibadat hidup dekat dengan Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun hidup keagamaan selalu bicara khasanah iman, orang baru sungguh beriman kalau bisa menjaga kerendahan hati dan tak sakit hati kalau direndahkan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa dengan kesediaan berendah diri orang ada harga di hadapan Tuhan.

Ah, Tuhan akan menista yang tak beragama.

Lamunan Rabu Abu

Rabu, 18 Februari 2025 Matius 6:1-6.16-18 1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang   supaya dilihat me...